Anda di halaman 1dari 2

PELAYANAN PEMATAUAN

KESEHATAN BAYI DAN BALITA


SAAT PANDEMI COVID-19
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 2
UPT PUSKESMAS drg. NurKartikaEka C. Dewi
WOLOMARANG Penata TK I
NIP. 19790814 200903 2 007

DASAR HUKUM
1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
2) Peraturan Pemerintah No 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan
Minimal
3) Peraturan Menteri Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis
Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan.
4) Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan
Nasional Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan
Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)
5) Keputusan Presiden No. 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana
Non Alam Penyebaran COVID-19 Sebagai Bencana Nasional.

PENGERTIAN Penilaian pertumbuhan anak secara teratur melalui penimbangan BB


setiap bulan, pengisian KMS, menentukan status Pertumbuhan
berdasarkan hasil penimbangan BB yang dilaksanakan dengan
memperhatikan protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19.

TUJUAN Mencegah memburuknya keadaan gizi, sebagai upaya meningkatkan


keadaan gizi dan mempertahankan keadaan gizi yang baik.
SASARAN Bayi, Balita, Ibu Bayi/Balita,
KEBIJAKAN Semua Balita 0-59 bulan harus ditimbang berat badannya setiap bulan di
Posyandu.
PROSEDUR 1. Persiapan
1) Membuat Jadwal Kegiatan Posyandu
2) Merencanakan dan mendistribuskian sarana Posyandu
2. Pelaksanaan
1) Mensyaratkan tenaga kesehatan, kader dan anak serta orang
tua/pengasuh dalam keadaan sehat dan tidak menunjukkan gejala
batuk, pilek, demam. Kader membantu memastikan hal tersebut
dengan menskrining suhu tubuh yang diperkenankan ≤ 37,5 oc.
Semua yang terlibat dalam pelaksanaan Posyandu menggunakan
masker.
2) Kader Posyandu menyebarluaskan informasi yang berisi sasaran
anak dan pengantar dalam keadaan sehat, jadwal pelayanan
dengan memebagi sasaran balita, memastikan jadwal yang
diterima masyarakat sebelum hari pelayanan, dan pemakaian
masker bagi anak dan pengantar (minimal masker kain).
3) Tempat pelayanan berupa ruangan cukup besar dengan sirkulasi
udara keluar masuk yang baik.
4) Memastikan area tempat pelayanan dibersihkan sebelum dan
sesudah pelayanan sesuai dengan prinsip pencegahan penulararan
infeksi.
5) Menyediakan fasilitas CTPS, handsanitizer atau cairan desinfektan
bagi tenaga kesehatan, kader dan sasaran anak serta pengantar di
pintu masuk dan di area pelayanan.
6) Mengatur jarak meja pelayanan:
 Jaga jarak 1 – 2 m antar petugas
 Jaga jarak 1 – 2 m antar petugas dan sasaran
 Jaga jarak 1 – 2 m antar sasaran
7) Membuat Pencatatan dan Pelaporan
UNIT TERKAIT 1. Kader
2. Bidan Kelurahan
3. Pengelola Program Gizi
DOKUMEN TERKAIT 1. Daftar Hadir
2. Buku KMS
3. Foto Kegiatan
REFERENSI Buku Panduan Pelayanan Kesehatan Balita Pada Masa Tanggap Darurat
COVID-19 Bagi Tenaga kesehatan, Kementeria Kesehatan 2020

Anda mungkin juga menyukai