Anda di halaman 1dari 3

PENDEKATAN KONSELING GESTALT

NO. LINGKUP DASAR KETERANGAN


1. Pendiri/Pengembang Friedrich (Frederick) Salomon Perls / (Fritz Perls)
2. Latar Belakang  Dikembangkan oleh Friedrich (Frederick) Salomon Perls lebih
dikenal Fritz Perls (1893-1970)
 Dipengaruhi oleh teori psikoanalisis, teori psikologis dan
pendekatan filosofis lainnya seperti Goldstein, Wilhelm Reich,
Karen Horney, Jan Smuts, Kurt Lewin
 Pada tingkat yang lebih pribadi, istrinya, Laura, seorang praktisi
terapi gestur, penulis, dan guru yang terlatih, memberikan
kontribusi untuk terapi gestalt.
3 Hakikat Manusia  Makhluk yang memiliki kemampuan untuk membebaskan diri
dari pengaruh masa lalunya.
 Manusia memiliki masalah karena menghindari masalah
 Manusia mempunyai kapasitas untuk mengatur diri sendiri
(menentukan, mengembangkan, mengarahkan secara bertanggung
jawab) dalam lingkungannya (antideterministik)
 Manusia merupakan fungsi yang holistik (tubuh, emosi, sensasi
dan persepsi)
 Manusia mampu membuat pilihan dan ia bertanggung jawab
terhadap tingkah lakunya karena proses kesadaran diri.
 Manusia adalah bagian dari lingkungannya

4. Konsep Dasar  Menekankan pada hal “kesadaran” meliputi pemahaman,


penerimaan diri, pengetahuan lingkungan, tanggung jawab
terhadap pilihan, dan kemampuan untuk melakukan kontak
dengan orang lain.
1. Kesadaran akan sensasi dan tindakan (pancaindera dan ekspresi
diri)
2. kesadaran akan perasaan emosional dan perasaan fisik
3. Kesadaran akan keinginan (mengacu keinginan di masa depan)
4. Kesadaran akan nilai dan penilaian menyangkut unit pengalaman
yang lebih besar daripada yang disebutkan

 Kontak "Kontak adalah sumber perkembangan diri, yang berarti


mengubah diri sendiri, dan mencakup pengalaman seseorang
tentang dunia“ (Beberapa konsep yg terkait Contact Boundaries,
Contact Boundary Disturbances)

 Konsep mengenai:

a. Teori Medan (melihat seseorang dapat juga dengan melihat


kondisi di sekitarnya),
b. Figure Formation Process: Figure (objek yang jadi
perhatian/kejadian, situasi, orang, benda, dsb), Ground (yang
melatar belakangi)
c. Organismic Self Regulation
Saat ini (The Present) yang berupa kejadian yang terjadi
sebelumnya dan masa depan dapat dilihat melalui masa sekarang.
5. Asumsi Pribadi Asumsi Pribadi yang Bermasalah,
Sehat & Bermasalah 1. Proyeksi
2. Introyeksi
3. Retrofleksi
4. Konfluen
5. Defleksi
Asumsi Pribadi yang Sehat,
Individu yang dapat menyadari potensi diri, baik kelemahan maupun
kelebihan dalam dirinya sehingga mampu mengoptimalkan dirinya di
masa sekarang (dapat mencapai kesadaran).
6. Tujuan Konseling  Tujuan umum : mencapai kesadaran akan diri sendiri, orang lain,
dan lingkungan yang membawa pertumbuhan dan integrasi
individu
 Membantu individu utk mampu mengintegrasikan pengalaman-
pengalaman yang ditolak/tidak menyenangkan
 Membantu individu agar mampu “owning” thd pengalaman-
pengalaman yang tdk menyenangkan
 Membantu individu utk bertanggung jawab
 Membantu individu utk mencapai kematangan diri
7. Peran & Fungsi Agen frustator : agar klien mampu berdiri diatas kakinya sendiri,
Konselor walaupun jatuh bangun (pengalaman tak menyenangkan)/perasaan yang
tak menyenangkan adalah bagian dari proses kematangan diri Pengamat,
Ahli bahasa dan komunikasi, Agen kreatif, Pendidik
8. Tahap-tahap Tahap – tahap konseling :
Konseling 1. Pembinaan Hubungan Baik (Empati, Accepting, Dialoging,
Penciptaan hubungan yang berarti
2. Pengungkapan Kesadaran Klien (Eksplorasi introyeksi, UB dan
membangkitkan keberanian konseli mengungkapkan emosi)
3. Motivasi (Konseli menghadapi kecemasan / ketakutan yang
selama ini terpendam dalam diri, konselor motivasi agar konseli
berani dan yakin untuk menghadapinya
4. Integrasi (Integrasi diri, pengalaman dan emosi dalam perspektif
baru (menerima ketidakpastian, kecemasan dan ketakutannya
sendiri serta bertanggung jawab penuh atas hidupnya)
5. Terminasi
9. Teknik-teknik 1. The Empty Chair Technique,
Spesifik 2. Accept Responsibility for Choices Made
3. Working through Unfinished Busines
4. Centering
5. Dialoging
6. Mirroring
7. Monotherapy
8. Can You Stay with This Feeling?
9. Shuttle between Here and There (Reality and Fantasy)
10. Bringing a Dream Back to Life
10. Kelemahan & Menurut Corey (2010) Kelebihan dan Kelemahan pendekatan Gestalt
Kelebihan adalah:
1.      Kelebihan
 Terapi Gestalt menangani masa lampau dengan membawa aspek-
aspek masa lampau yang relevan ke saat sekarang.
 Terapi Gestalt memberikan perhatian terhadap pesan-pesan
nonverbal dan pesan-pesan tubuh.
 Terapi Gestalt menolakk mengakui ketidak berdayaan sebagai
alasan untuk tidak berubah.
 Terapi Gestalt meletakkan penekanan pada klien untuk
menemukan makna dan penafsiran-penafsiran sendiri.
 Terapi Gestalt menggairahkan hubungan dan mengungkapkan
perasaan langsung menghindari intelektualisasi abstrak tentang
masalah klien.
2.      Kelemahan
 Terapi Gestalt tidak berlandaskan pada suatu teori yang kukuh
 Terapi Gestalt cenderung antiintelektual dalam arti kurang
memperhitungkan faktor-faktor kognitif.
 Terapi Gestalt menekankan tanggung jawab atas diri kita sendiri,
tetapi mengabaikan tanggung jawab kita kepada orang lain.
 Teradapat bahaya yang nyata bahwa terapis yang menguasai
teknik-teknik Gestalt akan menggunakannya secara mekanis
sehingga terapis sebagai pribadi tetap tersembunyi.
 Para klien sering bereaksi negative terhadap sejumlah teknik
Gestalt karena merasa dianggap tolol. Sudah sepantasnya terapis
berpijak pada kerangaka yang layak agar tidak tampak hanya
sebagai muslihat-muslihat.