Anda di halaman 1dari 7

Laporan Biokimia klinis

c
Uji Kehamilan
c ( Direct Latex agglutination)
c

c
KELOMPOK 4
c

c c
îc gus Imam Muhgni
îc hmad Thobroni
îc ndi kurniajaturiatama
îc eny Sukmawati
îc Inda Firliah
îc Selvia Maksum
îc ikriah

Ô  c
Ô  c
  cc
cc   c
   c c  c Ô 
  c
   c
c
ccc
 c !c""#  $%c
c

BAB I

Kata Pengantar

 



¦egala puji dan syukur kehadirat Allah ¦  yang telah melimpahkan kemampuan,
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan Laporan
prkatikum dengan baik. Laporan praktikum dibuat sebagai penjelasan dari hasil praktikum
biokimia klisnis dalam hal ini ´uji kehamilan µ yang kita lakukan di prodi farmasi Fakultas Ilmu
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri ¦yarif Hidayatullah Jakarta.

¦elama proses pembuatan kami banyak mendapatkan pengetahuan tentang hormone human
chirionic gonadtropine atau yang disngkat dengan hCG Juga ilmu proses pendeteksian hormone
hCG yang menggunakan prinsip imunokia.

Pada kesempatan ini kami juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
segenap dosen di Praktikum biokimia klinis yang telah membimbing kami selama praktikum.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan masih jauh dari kesempurnaan dan tidak
luput dari kesalahan serta kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran demi perbaikan laporan
ini sangat kami harapkan. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita.

 



BAB II

PENDAHULUAN

BAB III

LAAR BELAKANG

BAB IV

INJAUN PU¦AKA

BAB V
&  c c

MEDE PERCBAAN
c

c c
c
ccc
 c !c""#  $%c
c

   

÷  ¦uspensi O
 
  
 lateks  
 mengandung    
 
 

BAB VI

HA¦IL PENGAMAAN

c c
c c
   c
 c c ü
 cc idak dilakukan
 ccc
 c
c c -
 c c _

BAB VII

PEMBAHA¦AN
&  c c
c

c 'c
c
ccc
 c !c""#  $%c
c

Pada praktikum uji kehamilan (direct latex agglutination)kita menguji dan menunjukkan
positif hCG (Human Chorionic Gonadtropine)pada urin wanita hamil dan menunjukkan negative
hCG (Human Chorionic Gonadtropine)pada urin wanita tidak hamil dan urin pria. Dengan
menggunakan metode aglutinasi lateks.        (hCG) adalah hormon
gonadotropinyang disekresi oleh wanita hamil dan disintesa oleh sel-sel sintitio tropoblas dari
placenta. hCG mempunyai dua rangkaian rantai peptide yaitu į yang mengandung 92 asam
amino dan DŽ mengandung 145 asam amin.          (hCG)
mempertahankan korpus luteum yang terbentuk ketika sel telur dibuahi yang dilanjutkan
dengan terjadinya ovulasi. hCG berdampak pada meningkatnya produksi progesterone oleh
indung telur sehingga menekan menstruasi dan menjaga kehamilan. Produksi hCG akan
meningkat hingga hari ke 70 dan akan menurun selama sisa kehamilan. Hormone ini di
ekskresikan melalui urin sehingga akan kita terdeteksi di urin wanita hamil.

Pada praktikum ini deteksi hCG dilakukan dengan menggunakan metode aglutinasi
lateks. Aglutinasi adalah eknik yang dapat menentukan antigen atau antibodi secara
semikuantitatif, aglutinasi dapat dilihat dengan mata atau dengan mikroskop. Metode aglutinasi
yang sering dipakai adalah aglutinasi lateks dan hemaglutinasi, yang masing-masing
menggunakan partikel lateks dan sel eritrosit yang dilapisi antibody atau antigen, ergantung
apakah yang hendak ditentukan itu antigen atau antibodi. Cara aglutinasi lateks banyak dipakai
untuk menetapkan adanya rheumatoid faktor (RA) atau CRP dalam serum dan Human chorionic
gonadotropin (hCG) dalam urin, sedangkan cara hemaglutinasi sering dipakai untuk
menetapkan HBsAg dan anti--HBsAg, masing - masing cars reverse passive hemaglu- tination
(RPHA) dan passive hemaglutination (PHA), disamping itu juga untuk menetapkan adanya
antibodi terhadap reponema pallidum.
&  c c

¦uspensi lateks mengandung antibody monoclonal anti hCG dengan natrium azida
sebagai pengawet.

Pada praktikum ini hCG akan dideteksi pada


c

c (c
c
ccc
 c !c""#  $%c
c

c Urin uji (urin wanita hamil)


c kontrol ü (urin yg positif mengandung hCG)
c Kontrol- ( urin cowok dan urin cewek tidak hamil)

¦emua urin diatas masing ² masing ditetesi pada plat kaca dan ditambahkan pereaksi lateks
selanjutnya diaduk hingga seluruh lingkaran penuh. Positif hCG ditunjukkan dengan
terbentuknya gumpalan pada urin. Pada hasil pengamatan menunjukkan bahwa hanya pada
urin uji terbentuk gumpalan bewarna putih. alaupun tidak terlihat jelas akan tetapi
menunjukkan perbedaan warna dan tekstur dengan urin lainnya. Hal ini disebabkan oleh urin uji
/ urin wanita hamil yang diambil telah memasuki bulan ke ² 5. Dimana pada bulan tersebut
hormone hCG yang disekresikan oleh placenta telah berkurang. Hormone hCG diproduksi
banyak pada trimester pertama. Akan tetapi hCG tidak specific untuk menentukan kehamilan
karena beberapa sekresi hCG disebabkan oleh adanya tumor

Kita tidak melakukan uji control ü dikarenakan zat nya tidak tersedia di laboratorium. Kita juga
&  c c

melakukan uji kehamilan menggunakan test pack. est pack sangat tergantung pada kerja sama
antara antibody dan antigen. Antibodi zat kimia yang dihasilkan oleh limfosit dan struktur lain di
dalam tubuh. ¦edangkan antigen, zat asing yang masuk dan merangsang reaksi kimia tubuh.
Jika antigen masuk ke dalam jaringan tubuh , antibody bereaksi sehingga antigen tidak
berbahaya lagi. iap antibodi hanya bereaksi terhadap antigen tertentu.
c

c )c
c
ccc
 c !c""#  $%c
c

Antibodi-antibodi yang terdapat pada media tes, yang mempunyai dua strip (garis)
indicator. Hormon hCG yang terdapat pada urine wanita hamil, berperan sebagai antigen.
Antibodi yang digunakan pada media tes ini ada tiga tipe antibody. ¦ebagian terdapat enzim
yang dapat menampilkan warna saat menangkap antibodi lainnya.

Antibodi tipe 1 bertugas ´menangkapµ antigen, antibodi tipe 2 berjaga-jaga di salah satu
strip untuk ´menambatkanµ antibodi tipe 1 (berikut antigen yang ditangkapnya) di strip A.
¦edangkan antibodi tipe 3 menangkap antibodi tipe 1 yang tak ´mendapat pasanganµ, lalu
menambatkannya di strip B.

Jika hanya strip B yang berwarna berarti tidak terdapat hormon hCG (tidak hamil ).
Karena antibodi yang tertambat dan memberi warna strip itu bukan pembawa hCG melainkan
antibody 3 yang menangkap antibody 1. ¦ebaliknya, kalau kedua strip menampilkan warna
maka menunjukkan adanya hCG yang tertawan di strip A (hamil ). Alat uji kehamilan test pack
mendeteksi hormon hCG dalam urin yang diproduksi selama masa kehamilan dengan kepekaan
hingga 25 mIU/ml urin. Cara penggunaannya dengan urin pertama pagi hari di tampung pada
wadah yang bersih dan kering. Buka kemasan alumunium foil, keluarkan strip. Celupkan strip ke
dalam sampel urin sampai batas maksimum selama 1/2 menit. Dan lihat hasilnya dua strip
menunjukkan hamil dan satu strip menunjukkan tidak hamil.

BAB VIII
KE¦IMPULAN

îc Hormon hCG digunakan sebagai uji kehamilan


îc Hormone hCG dihasilkan oleh plesenta untuk mempertahankan korpus luteum pada tri
mester pertama
îc Prinsip yang digunakan pada praktikum ini adalah immunokimia (reaksi antibody dan
antigen)
îc Hanya pada urin wanita hamil yang positif terkandung hormone hCG.

BAB IX
&  c c

DAFAR PU¦AKA

Boedina Kresno , ¦iti Berbagai Pemeriksaan Imunologi untuk Menunjang Diagnosa Bagian,
Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/R¦CM, Jakarta
c

c *c
c
ccc
 c !c""#  $%c
c

Van De Graaff , Human Anatomy, 6th ed, McGraw-Hill 2001

katzung_-_clinical_pharmacology

&  c c


c

c +c
c