Anda di halaman 1dari 5

NAMA : MUHAMMAD ALIEF YA MORIZ

NIM : 071001700088

UAS PANCASILA

1. SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA ?


Kuniaki Koiso yang pada saat itu merupakan perdana mentri Jepang,
memberikan janji kemerdekaan kepada indonesia pada 7 September 1944. dimana
dibentuklah Badan Penyidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
DAN Perumusan pancasila sebagai dasar negara di kemukakan pada saat sidang
pertama BPUPKI. Tepatnya pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945 dilaksanakan sidang
pertamakali dalam rangka membahas perumusan dasar negara indonesia. Pada sidang
ini terdapat beberapa usulan dari Muhammad Yamin, Ir Soekarno dan soepomo.
Usulan pertama datang dari Muhammad yamin pada tanggal 29 Mei 1945
dimana secara lisan usulan tersebut adalah peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri
ketuhanan, peri kerakyatan dan kesejahteraan rakyat. Pada 1 juni 1945, Ir Soekarno
(Bung Karno) mengusulkan calon dasar negara indonesia dimana Bung karno saat itu
melakukan pidato yang diberi judul “lahirnya pancasila”, lima dasar negara yang di
usulkan adalah Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme (Peri kemanuiaan), Mufakat
atau juga Demokrasi, Ketuhanan yang maha esa. Dari situlah ditetapkannya 1 juni
sebagai hari lahir pancasila, dimana perumusan pancasila oleh panitia kecil yang saat
itu dibentuk mengacu pada pidato soekarno tersebut.
Pada Tanggal 10 – 16 Juli 1945 dilakukan sidang BPUPKI Kedua, dimana
pada sidang kali ini hasil yang akan dicapai adalah merumuskan rancangan Hukum
Dasar. Dimana pada sidang ini dibentuklah panitia sembilan yang akan bertugas
merumuskan pembentukan dasar negera indonesia. Anggota dari panitia sembilan
yaitu Ir. Soekarno (ketua), Abdulkahar Muzakir, Drs. Moh. Hatta, K.H. Abdul
Wachid Hasyim, Mr.Moh. Yamin, H. Agus Salim, Ahmad Subardjo, Abikusno
Cokrosuryo, dan A.A. Maramis.
Pada Tanggal 22 Juni 1945 berhasil dirumuskan dasar negara untuk indonesia
merdeka. Dimana, rumusan tersebut oleh muhammad yamin diberi nama “ Piagam
Jakarta atau Jakarta Charter”. Pada 7 Agustus 1945 jepang membubarkan BPUPKI,
dan kemudian di bentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) untuk
menindak lanjuti hasil kerja BPUPKI pada Tanggak 9 Agustus 1945. Pada tanggal 15
Agustus 1945 Setelah kota Hiroshima dan nagasaki dibom (6 dan 9 agustus 1945)
jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu, dan indonesia kosong dari kekuasaan
pada saat itu.
Pada Tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaan.
Dan setelahnya dilakukanlah sidang PPKI pada 18 Agustus 1945, dimana tujuannya
adalah untuk mengesahkan rancangan hukum dasar dengan pembukaannya dan
memilih presiden serta wakil presiden. . Bunyi kelima butir sila Pancasila yang telah
ditetapkan secara sah dan resmi pada sidang pertama PPKI (18 Agustus 1945) adalah
sebagai berikut:
Satu : Ketuhanan yang Maha Esa.
Dua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Tiga : Persatuan Indonesia.
Empat : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
permusyawaratan Perwakilan.
Lima : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

2. JELASKAN MAKNA ALINEA KE-4 PEMBUKAAN UUD 1945 SERTA


KAITANNYA DENGAN KONDISI SAAT INI (COVID-19).
 Pembukaan UUD 1945 terdiri atas 4 alinea dimana masing-masing alinea memiliki
makna tertentu didalamnya. Pada alinea keempat Memiliki makna dan tujuan yang
sangat besar untuk indonesia, dimana tujuan dari pemerintah dan negara dalam hal
ini dibentuk untuk melindungi hak-hak dari bangsa indonesia.
Alinea keempat ini juga dimaknai dengan tujgas pemerintah negara indonesia
Untuk memajukan bangsa indonesia agar dapat bersaing dengan negara lain, serta
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa indonesia serta
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan sosial.
Dan juga pada alinea keempat ini ditekankan bahwa bentuk negara indonesia
adalah negara republik dan berkedaulatan rakyat. Dimana rakyat bisa menyampaikan
fikiran dan aspirasinya kepada lembaga negara melalui para wakilnya dimana
pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Dan di alinea keempat juga memuat bahwa dasar negara indonesia yaitu
pancasila. Dimana, Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab,
Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia. Secara yuridis konstitutional pancasila adalah sah, berlaku,
dan mengikat karena dimuat dalam pembukaan.
 KAITAN DENGAN KONDISI SAAT INI (COVID-19) : seperti pada makna
alinea pembukaan UUD 1945, tugas pemerintahlah untuk melindungi segenap bangsa
indonesia dari covid-19 ini, memberikan rasa aman kepada masyarakat indonesia
dengan berbagai cara seperti memberikan pelayanan terbaik bagi orang yang terkena
covid-19, memberikan rasa aman dengan mengedukasi masyarakat dengan KATA-
KATA YANG MERAKYAT PULA agar seluruh lapisan masyarakat indonesia bisa
mengerti, karena untuk “Mencerdaskan kehidupan bangsa” saja hingga saat ini masih
belum tercapai, tingkat pendidikan indonesia masih sangat rendah! . Pemerintah
disaat covid-19 ini juga memiliki tugas untuk terus berupaya dalam mencerdaskan
kehidupan bangsa indonesia dimana lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia saat
ini tidak bisa beroprasi dengan sewajarnya (bertatap muka).
Pemerintah harus memberi solusi permasalahan dalam proses belajar-
mengajar, agar tugas dari pemerintah yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa akan bisa
terlaksana. Selain itu juga harus adanya keadilan sosial dimasyarakat saat covid-19
ini, seperti pembagian sembako yang tepat sasaran, memberi bantuan kepada orang
yang membutuhkan bukan yang berkelebihan.

3. JELASKAN HUBUNGAN ANTARA PANCASILA DENGAN HAM


DIMASACOVID-19 (PILIH SALAH SATU SILA).
 “Ketuhanan yang Maha Esa”
Pada saat pandemi ini Hak asasi manusia (HAM) menjadi sesuatu yang sulit untuk
diperjuangkan, karena ada batasan dan aturan yang harus dipatuhi masyarakat agar
terhindar dari covid-19.
Adalah tugas pemerintas untuk menjamin masyarakat memiliki kebebasan
untuk percaya dan taqwa Tuhan Yang Maha Esa sesuai kepercayaan masing-masing,
dan juga tugas pemerintah untuk memberi fasilitas kepada masyarakat indonesia agar
bisa beribadah sesuai kepercayaan masing-masing. Tetapi kenyataannya pada saat ini
semua fasilitas yang harusnya diberikan pemerintah sangat sulit untuk didapat.
Pemerintah melarang untuk masyarakat pergi kerumah ibadah pada saat covid-
19 ini khususnya pada zona merah (zona dengan penularan tinggi). Hak-hak
masyarakat dibatasi untuk beribadah sedangkan MALL, PASAR, BANDARA dibuka
oleh pemerintah. Pasar kini menjadi tempat yang cepat untuk menularkan covid. Mall
dibuka dan masyarakat berddesakan dan berdempetan untuk membeli baju lebaran,
terjadinya antrian panjang di bandara tanpa adanya protokol kesehatan yang di
terapkan.
Seharusnya pemerintah lebih memikirkan lagi masalah HAM khususnya
dalam beribadah dan beragama, dimana seharusnya Protokol kesehatan Lebih mudah
di terapkan di Fasilitas-Fasilitas keAgamaan. Seperti di Masjid, harus membawa
sajadah masing-masing atau Saff shalat di beri jarak yang sesuai protokol dan lain
sebagainya.
Dimasa covid-19 ini HAM memang menjadi sesuatu yang seakan
EKSKLUSIF, menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk di dapat tidak hanya dalam hal
beragama tetapi juga sosial, persatuan di indonesia, serata keadilan sosial.

4. JELASKAN PENDAPAT SAUDARA MENGAPA PANCASILA DITETAPKAN


SEBAGAI FALSAFAH, DASAR NEGERA MAUPUN IDEOLOGI BANGSA,
DAN BAGAIMANA KONDISI PANCASILA SAAT INI.
 Kondisi pancasila saat ini sangat memprihatinkan ditambah dengan adanya wabah
covid-19 ini pancasila makin memburuk kondisinya di indoneisia.
Banyaknya ketidak adilan dimasyarakat, contohnya saat ini bantuan untuk
orang yang tidak mampu justru dimanfaatkan oleh banyak oknum untuk dinikmati
sendiri dan orang-orang yang seharusnya tidak berhak. Persatuan di Indonesia
terpecah belah, hingga saat ini banyak masyarakat yang saling menghina,
menjatuhkan, memfitnah khusunya di media sosial.dan juga HAM saat ini seakan
menjadi eksklusif untuk didapatkan.
 Pancasila adalah dasar negar dan ideologi bangsa yang berperan sebagai pedoman
dalam kehidupan dan berbangsa sebagaimana pancasila adalah wujud dari cita-cita
luhur serta tujuan utama bangsa indonesia.
Pancasila ditetapkan sebagai falsafah, dasar negara dan ideologi bangsa karena
pancasila memiliki isi dan makna yang bertujuan untuk menjadikan kehidupan
manusia menjadi lebih teratur dan terarah dengan baik. Di dalam pancasila juga
terkandung ideologi dan nilai-nilai yang wajib dijadikan dasar dalam kehidupan
bagi warga negara indonesia, dimana pada zaman sekarang dimana masyarakat
mudah untuk dipengaruhi dan dimanfaatkan sehingga menggoyahkan dasar
kehidupan yang seharusnya diterapkan yaitu pancasila.
Dan juga pancasila sebagai dasar dimana untuk mengatur agar
penyelenggaraan aparatur negara menjadi bersih dan berwibawa. Serta seagai
dasar dalam mentata negara yang merdeka dan berdaulat.

5. JELASKAN MAKNA KEBEBESAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT


TERUTAMA SAAT COVID-19.
Kebebasan berpendapat dijamin dalam UUD 1945 dan juga menjadi salah satu
makna dari pancasila yang harus dijunjung tinggi negara dan seluruh warganya.
Menyampaikan pendapat merupakan bagian dari demokrasi dalam rangka
menyelenggarakan keadilan sosial dan HAM.
Tetapi saat covid-19 ini, kebebasan dalam menyampaikan pendapat menjadi
seperti dibatasi, seperti baru-baru ini,  Polri mengeluarkan Surat Telegram bernomor
ST/1100/IV/HUK.7.1./2020 tanggal 4 April 2020, menyikapi pandemi global virus
Corona atau Covid-19. Salah satu isinya menyangkut pidana terkait penghinaan
terhadap presiden dan pejabat negara.
Saat pandemi covid-19 ini justru malah dijadikan ajang untuk membungkam
kebebasan dalam menyampaikan pendapat, bahkan ada ibu rumah tanggan di
gorontalo yang di amankan karena bercanda soal virus covid-19 yang dimana
diunggah di media sosial. Serta ada pula ancaman yang ditujukan untuk diskusi di
salah satu kampus indonesia, yang seharusnya kebebasan berpendapat dijunjung
tinggi.
Banyak sekali kebebasan menyampaikan pendapat yang di batasi oleh
masyarakat itu sendiri, pemerintah,bahkan aparat penegak hukum. kebebasan
berpendapan menjadi sesuatu yang eksklusif sehingga bahkan ada ancaman, teror, dan
fitnah yang dilayangkan kepada orang yang menyampaikan pendapat.