Anda di halaman 1dari 1

www.habbat.

com

Sejarah habbatussauda
Kontribusi dari Susilo
Monday, 12 April 2004
Terakhir kali diperbaharui Tuesday, 10 October 2006

SEJARAH BLACK SEED.

Nigella sativa (Black Seed) ditemukan didaerah pekuburan Tutankhamen, memiliki peranan penting dalam praktek
kehidupan Mesir kuno. Walaupun peranan pentingnya dalam kehidupan Mesir kuno tidak diketahui secara pasti, namun
kita tahu bahwa apa yang dilakukan untuk Raja pada saat itu pastilah sesuatu hal yang sangat hati-hati dan terbaik.

Referensi tullisan pertama tentang Black seed pertama kali ditemukan dibuku Isaiah dalam Old Testament. Isaiah
menjelaskan. “For the black cumin is not threshed with a threshing sledge, nor is a cart wheel rolled over the cumin, but
the black cumin is beaten out with a stick, and the cumin with a rod.” (Isaiah 28:25, 27 NKJV). Easton 's Bible Dictionary
menjelaskan bahwa bahasa Yahudi untuk kata black cumin, “ketsah,” mengacu pada “pasti Nigella Sativa”, merupakan ordo
Ranunculaceae yang tumbuh liar di negara-negara Mediterania, dan dikembangbiakkan di Mesir dan Siria.”
Dioscoredes, ahli fisika Yunani di abad kesatu, melaporkan bahwa black seed dipakai untuk mengobati sakit kepala,
hidung tersumbat, sakit gigi, dan penyakit internis. Selain itu, juga digunakan untuk membantu masa menstruasi dan
meningkatkan produksi susu pada ibu menyusui.

Tokoh muslim, Al Biruni (973-1048), yang menggabungkan obat-obatan leluhur India dan Cina menyebutkan bahwa
black seed adalah sejenis biji-bijan yang disebut dengan alwanak dalam bahasa Sigzi. Kemudian, pernyataan ini
dibenarkan oleh Suhar Bakht yang menjelaskan bahwa black seed sebagai habb-i-Sajzi (viz. Biji-bijian Sigzi). Referensi
“biji-bijian” ini memungkinkan orang menggunakannya sebagai bahan nutrisi di abad ke 10 dan 11 Masehi.

Dalam system pengobatan di Greco-Arab/Unani-Tibb, yang berasal dari Hippocrates, Galen dan Ibnu Sina, black seed
merupakan penyembuh yang bernilai dalam mengobati disfungsi pencernaan dan hepatitis dan digambarkan sebagai
stimulan untuk kondisi-kondisi berbeda, pereda demam tinggi.

Ibnu Sina (980-1037), dalam karya terbesarnya “ The Canon of Medicine,” dianggap banyak orang sebagai buku paling
terkenal di dunia kedokteran, di Timur atau Barat, menyatakan black seed sebagai “menstimulasi energi di tubuh dan
membantu penyembuhan dari kelelahan atau kurang semangat”

Black seed juga termasuk dalam daftar obat-obat alamiah Al-Tibb al-Nabawi, dan menurut tradisi, “Memakai Black Seed
dapat mengobati semua penyakit, kecuali kematian.” Referensi kenabian dalam mendeskripsikan black seed sebagai
“penyembuh segala penyakit” tidak terlalu dibesar-besarkan ketika pertama kali muncul. Penelitian sebelumnya telah
menyediakan bukti yang mengindikasikan bahwa black seed memiliki kemampuan yang nyata dalam meningkatkan
system kekebalan tubuh manusia jika digunakan sepanjang waktu. Kalimat Nabi “mengandalkan pemakaian seed” juga
menganjurkan untuk pemakaian seed secara konsisten.

Black seed secara tradisional dan sukses digunakan dinegara-negara Timur Tengah dan Timur Jauh selama berabad-
abad untuk mengobati penyakit ringan termasuk asma dan bronchitis, rematik dan luka radang, meningkatkan produksi
susu buat ibu hamil, mengobati gangguan pencernaan, membantu menjaga sistem kekebalan tubuh, meningkatkan
kemampuan pencernaan dan pembuangan, dan melawan infeksi parasit. Minyaknya telah digunakan untuk mengobati
penyakit kulit, seperti eczema dan luka radang dan mampu mengobati gejala meriang.

Banyaknya fungsi yang bisa didapatkan dari black seed ini, yang dalam bahasa Arab disebut habbatu barakah, yang
berarti “Biji-bijian yang mengandung rahmat”

Sumber : www.sweetsunnah.com

http://habbat.com/madu Powered by Joomla! Generated: 11 June, 2008, 17:52