Anda di halaman 1dari 1

Sudahkan pasien Anda mencapai target terapi?

Target terapi1:
Gula darah preprandial kapiler : 80-130 mg/dl
Gula darah 1-2 jam PP kapiler : <180 mg/dl
HbA1c : < 7% (atau individual)

1% penurunan HbA1c mengurangi 43 %


risiko amputasi ekstremitas bawah
atau penyakit vaskular perifer yang fatal2

Kapan Saat Intensifikasi dengan 1 kali Injeksi Bolus


Berdasarkan Konsensus Insulin PERKENI 2015?3

Strategi Urutan Terapi Insulin pada DMT2

Apakah dengan insulin basal sudah mencapai target? Cara memulai intensifikasi dengan 1 kali
injeksi insulin bolus :
Target Gula Darah Puasa : Tercapai
Target HbA1c : Tercapai Tambahkan 1 injeksi insulin cepat sebelum
Lanjutkan makan terbesar.

Awal: 4 U, 0,1 U/kgBB, atau 10% dosis


Target Gula Darah Puasa : Belum Tercapai basal. Jika HbA1c < 8% pertimbangkan
Target HbA1c : Belum Tercapai untuk menurunkan dosis basal dengan
jumlah yang sama.
Naikkan dosis insulin basal 10-15% atau 2-4 U,
Penyesuaian: naikkan dosis 1-2 U atau
1-2 kali/minggu sampai tercapai sasaran Gula Darah puasa
10-15%, 1-2 kali/minggu sampai sasaran
SMBG (Self-Monitoring Blood Glucose)
Target Gula Darah Puasa : Tercapai tercapai.
Target HbA1c : Belum Tercapai
Hipoglikemia: tentukan dan atasi penyebab,
Intensifikasi Insulin
turunkan dosis 2-4 U atau 10-20%.

Dosis basal : >0,5 U/kgBB/hari


Intensifikasi insulin

Apabila dengan penggunaan basal saja terjadi hipoglikemia,


tentukan dan atasi penyebab, turunkan dosis 4 U atau 10-20%

Referensi:
1. PERKENI. KONSENSUS Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia, 2015.
2. Stratton IM et al. Association of glycaemia with macrovascular and microvascular complications of type 2 diabetes (UKPDS 35):
prospective observational study. BMJ. 2000;321(7258):405-412.
3. Adapted from PB PERKENI. Konsensus Insulin PERKENI, 2015.

Nantikan informasi penting mengenai insulin pada pesan-pesan kami berikutnya!

Klik jika Dokter ingin mendapatkan informasi mengenai pengobatan


JOIN diabetes lebih lanjut melalui media elektronik lainnya.

Balas pesan WhatsApp ini dengan “Tidak Setuju” jika Dokter tidak ingin mendapatkan pesan WhatsApp lebih lanjut.

For education purpose only

2020 © Novo Nordisk A/S