Anda di halaman 1dari 3

Nama : Deka Chandra Heryana

Kelas : XI•TKR

Mapel : PKKR

Materi : Pemeriksaan Komponen Alternator

Hari/Tanggal : Kamis, 11 Juni 2020

MELAKUKAN PEMERIKSAAN KOMPONEN ALTERNATOR

A. Pemeriksaan rotor alternator

Pemeriksaan rotor alternator meliputi:

1. Pemeriksaan bearing alternator


2. Pemeriksaan kondisi slip ring
3. pemeriksaan rotor coil denagan ohm meter, standar tahanan untuk regulator mekanik:
3,9-4,2 ohm. dan untuk tahanan dengan IC: 2,8-3,0 ohm.
4. Pemeriksaan hubungan rotor coil dengan bodi, tidak boleh ada hubungan

B. Pemeriksaan stator alternator


Pengetesan hubungan kawat lilitan dari kemungkinan putus atau terbuka dan pemeriksaan
kebocoran kawat ke bodi stator coil.

C. Pemeriksaan panjang sikat

Ukur panjang sikat, panjang sikat yang menonjol minimal 5,5 mm. Bila panajang siakt
kurang dari standar maka perlu diganti. Cara mengganti sikat: Keluarkan sikat lama dengan
cara memanaskan terminal siakat menggunakan solder kemudian ganti dengan siakt yang
baru. Panajang sikat baru pada alternator regulator mekanik: 12,5 mm sedangkan alternator
IC regulator sepanjang 16,5 mm.

D. pemeriksaan diode

Periksa semua diode menggunakan ohm meter seperti gambar di bawah ini.
Pemeriksaan diode negatif

1. Hubungkan clem positif ohm meter dengan bodi negatif (terminal negatif) dan
hubungkan clem negatif ohm meter dengan salah satu ujung stator (seperti gambar a
dan b). ohm meter harus menunjukan tidak bergerak.
2. Balik posisi, hubungkan clem positif ohm meter dengan salah satu ujung stator dan
hubungkan clem negatif ohm meter dengan bodi negatif (terminal negatif) seperti
gambar c. Jarum ohm meter harus bergerak.

Pemeriksaan Diode Positif


Periksa diode positif seperti gamabar dibawah ini.
Memeriksa Diode Positif