Anda di halaman 1dari 8

Tugas Personal 1

Week 2, Sesi 3

1. Kehidupan produk terbagi menjadi 4 (empat) fase/ siklus hidup.


a. Sebutkan empat fase/ siklus produk.
b. Strategi-strategi apakah yang diterapkan pada setiap fase tersebut?

Jawab :

Produk dilahirkan. Mereka hidup dan mereka mati. Mereka dibuang oleh masyarakat yang
berubah. Hal ini merupakan penyebab adanya pemikiran kehidupan produk yang terbagi menjadi
empat fase. Fase-fase tersebut adalah pengantar, pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan.
Dalam keempat tahap dari analisa Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini memiliki
beberapa strategi yaitu :

1. Tahap pengantar

a. Strategi peluncuran cepat (rapid skimming strategy)

Peluncuran produk baru pada harga tinggi dengan tingkat promosi yang tinggi. Perusahaan
berusaha menetapkan harga tinggi untuk memperoleh keuntungan yang mana akan digunakan
untuk menutup biaya pengeluaran dari pemasaran.

b. Strategi peluncuran lambat (slow skimming strategy)

Merupakan peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Harga tinggi untuk
memperoleh keuntungan sedangkan sedikit promosi untuk menekan biaya pemasaran.

c. Strategi penetrasi cepat (rapid penetration strategy)

Merupakan peluncuran produk pada harga yang rendah dengan biaya promosi yang besar.
Strategi ini menjanjikan penetrasi pasar yang paling cepat dan pangsa pasar yang paling besar.

d. Strategi penetrasi lambat (slow penetration strategy)

Merupakan peluncuran produk baru dengan tingkat promosi rendah dan harga rendah. Harga
rendah ini dapat mendorong penerimaan produk yang cepat dan biaya promosi yang rendah.

2. Tahap Pertumbuhan

Selama tahap pertumbuhan perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk mempertahankan


pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin dengan cara:

MGMT6159 - Operational Management-R1


a. Meningkatkan kualitas produk serta menambahkan keistimewaan produk baru dan gaya yang
lebih baik.

b. Perusahaan menambahkan model – model baru dan produk – produk penyerta (yaitu, produk
dengan berbagai ukuran, rasa, dan sebagainya yang melindungi produk utama)

c. Perusahaan memasuki segmen pasar baru.

d. Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi yang baru.

e. Perusahaan beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product awareness
advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk (product preference advertising)

f. Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif terhadap harga dilapisan
berikutnya.

3. Tahap Kedewasaan

a. Perusahaan meninggalkan produk mereka yang kurang kuat dan lebih berkonsentrasi sumber
daya pada produk yang lebih menguntungkan dan pada produk baru.

b. Memodifikasi pasar dimana perusahaan berusaha untuk memperluas pasar untuk merek yang
mapan.

c. Perusahaan mencoba menarik konsumen yang merupakan pemakai produknya.

d. Menggunakan strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement) yaitu bertujuan


menambah keistimewaan baru yang memperluas keanekagunaan, keamanan atau kenyaman
produk.

e. Strategi defensif dimana perusahaan untuk mempertahankan pasar yang mana hasil dari
strategi ini akan memodifikasi bauran pemasaran.

f. Strategi peningkatkan mutu yang bertujuan meningkatkan kemampuan produk, misalnya daya
tahan, kecepetan, dan kinerja produk.

g. Strategi perbaikan model yang bertujuan untuk menambah daya tarik estetika produk seperti
model, warna, kemasan dan lain – lain.

h. Menggunakan take-off strategy yang mana marupakan salah satu strategi yang digunakan
untuk mencapai fase penerimaan konsumen baru, strategi ini dapat memperbaharui pertumbuhan
pada saat produk masuk dalam kematangan.

4. Tahap Penurunan

a. Manambah investasi agar dapat mendominasi atau menempati posisi persaingan yang baik.

MGMT6159 - Operational Management-R1


b. Mengubah produk atau mencari penggunaan/manfaat baru pada produk

c. Mencari pasar baru

d. Tetap pada tingkat investasi perusahaan saat ini sampai ketidakpastian dalam industri dapat
diatasi

e. Mengurangi investasi perusahaan secara selesktif dengan cara meninggalkan konsumen yang
kurang menguntungkan.

f. Harvesting strategy untuk mewujudkan pengembalian uang tunai secara cepat

g. Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan.

2. Pada pengembangan produk digunakan strategi eksternal dan strategi internal. Apakah
perusahaan harus menggunakan kedua strategi tersebut atau bisa hanya dengan salah satu
strategi? Berikan penjelasan. Petunjuk: Gunakan text book/ e-book dalam menyelesaikan
soal ini.

Jawab :

Menurut panduan e-book aspek pengembangan bisnis harus memperhatikan kedua aspek baik
secara eksternal maupun internal. Pada gambar terlampir di bawah akan ditemukan beberapa
konsep yang dapat dijadikan acuan bagi para pengusaha.

Konsep produk dikembangkan dari berbagai sumber, baik eksternal maupun internal ke
perusahaan. Konsep yang bertahan tahap ide produk berlanjut berbagai tahap, dengan hampir
konstan ulasan, umpan balik, dan evaluasi di lingkungan yang sangat partisipatif untuk
meminimalkan kegagalan.

Mendefinisikan hubungan ini adalah langkah pertama dalam membangun sistem produksi kelas
dunia. Untuk membangun sebuah kualitas, ada tujuh langkah dasar:

1) Identifikasi keinginan pelanggan. (Apa yang diinginkan pelanggan dalam produk ini?)
2) Identifikasi bagaimana barang / jasa akan memuaskan keinginan pelanggan. (Identifikasi
produk tertentu karakteristik, fitur, atau atribut dan menunjukkan bagaimana mereka akan
memuaskan pelanggan).

MGMT6159 - Operational Management-R1


3) Hubungkan keinginan pelanggan dengan produk-produk bagaimana. (Bangun sebuah matriks
yang menunjukkan keterkaitan hubungan).
4) Identifikasi hubungan antara bagaimana kabar perusahaan. (Bagaimana kabar kita mengikat
bersama? Untuk misalnya, dalam contoh berikut, ada hubungan tinggi antara listrik rendah
persyaratan dan fokus otomatis, paparan otomatis, dan jumlah piksel karena semuanya
memerlukan listrik).
5) Kembangkan peringkat penting. (Menggunakan peringkat dan bobot penting pelanggan
untuk hubungan yang ditunjukkan dalam matriks, hitung peringkat kepentingan kami).
6) Mengevaluasi produk yang bersaing. (Seberapa baik produk yang bersaing memenuhi
keinginan pelanggan?)
7) Tentukan atribut teknis yang diinginkan, kinerja Anda, dan pesaing kinerja terhadap atribut-
atribut ini).

Lingkungan bisnis merupakan faktor-faktor yang banyak mempengaruhi bisnis yang dilakukan
dalam dunia perdagangan (Umar, 2003; Nickels, McHugh, dan McHugh 2009). Menurut Umar
(2008, p.75), lingkungan bisnis yang dapat mempengaruhi suatu usaha dagang dipengaruhi oleh
faktor internal dan faktor eksternal. Dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Lingkungan Internal

a. Aspek keuangan.

Aspek keuangan merupakan tahap evaluasi untuk menentukan apakah suatu bisnis yang
dijalankan cukup menguntungkan untuk didirikan. Secara spesifik kajian aspek keuangan
bertujuan untuk:

 Menganalisis sumber dana untuk menjalankan usaha.


 Menganalisis besarnya kebutuhan biaya investasi yang diperlukan.
 Menganalisis besarnya kebutuhan modal kerja yang diperlukan.
 Memproyeksikan rugi laba perusahaan yang akan dijalankan.
 Memproyeksikan arus kas dari usaha yang akan dijalankan.
 Memproyeksikan neraca dari usaha yang akan dijalankan.
 Menganalisis sumber dana untuk menjalankan bisnis.

MGMT6159 - Operational Management-R1


 Menganalisis tingkat pengembalian investasi yang ditanamkan dengan berdasarkan analisis
kelayakan investasi (Suliyanto, 2010)

b. Aspek SDM

Analisis aspek sumber daya manusia menekankan pada ketersediaan dan kesiapan tenaga kerja
baik jenis/mutu tenaga kerja maupun jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk
menjalankan bisnis. Secara spesifik analisis sumber daya manusia bertujuan untuk (Suliyanto,
2010):

 Menganalisis jenis-jenis pekerjaan yang diperlukan untuk pembangunan bisnis.


 Menganalisis waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan yang
diperlukan untuk pembangunan bisnis.
 Menganalisis biaya yang diperlukan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan yang
diperlukan untuk pembangunan bisnis.
 Menganalisis persyaratan yang diperlukan untuk memangku pekerjaan pada suatu bisnis.
 Menganalisis metode pengadaan tenaga kerja untuk menjalankan bisnis.
 Menganalisis kesiapan tenaga kerja untuk menjalankan bisnis

c. Aspek Pemasaran

Aspek pemasaran termasuk ujung tombak bagi rencana pendirian perusahaan. Tanpa gambaran
yang cukup cerah, sulit untuk diharapkan bahwa usaha yang direncanakan dapat berjalan lancar.
Oleh karena itu, penelitian terhadap aspek ini perlu mendapat perhatian serius (Wibowo, 2007).
Bauran pemasaran pada dasarnya terdiri atas empat bidang strategi pemasaran, yaitu:

 Keputusan pemasaran yang akan mengubah ide dasar dari barang atau jasa secara
keseluruhan.
 Keputusan promosi yang akan mengkomunikasikan informasi yang berguna pada pasar
tujuan.
 Keputusan distribusi mengenai pengiriman produk kepada konsumen.
 Keputusan harga yang menyatakan nilai pertukaran uang dapat diterima pada barang atau
jasa.

MGMT6159 - Operational Management-R1


d. Aspek Operasional

Proses operasional merupakan proses yang ada dalam aktivitas operasional organisasi yang
disajikan lebih detil mulai dari input, proses, dan output, yang mendefinisikan tujuan operasional
kegiatan perusahan berjalan sesuai dengan proses implementasi program etika bisnis perusahaan
dan dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur. Di samping itu, informasi operasi diperlukan
untuk melakukan perbaikanperbaikan secara terus menerus atas efisiensi dan efektivitas operasi
(Komite Nasional Kebijakan Governance, 2010; Tangkilisan, 2007) bertujuan untuk:

 Menganalisis kelayakan lokasi untuk menjalankan bisnis.


 Menganalisis besarnya skala produksi untuk mencapai tingkatan ekonomis.
 Menganalisis kriteria pemilihan mesin peralatan dan teknologi untuk menjalankan proses
produksi.
 Menganalisis layout bangunan dan fasilitas lainnya.
 Menganalisis teknologi yang akan digunakan.

2. Lingkungan Eksternal

a. Pendatang Baru

Menurut Pearce dan Robinson (2003, p.87) menyatakan pendatang baru ke suatu industri
membawa masuk kapasitas baru, keinginan untuk merenggut bagian pasar (market share), dan
sering kali sumber daya yang cukup besar. Ada tujuh sumber utama rintangan masuk yaitu
(Porter, 2007, p.40):

 Skala ekonomi.
 Diferensiasi produk.
 Kebutuhan modal.
 Biaya beralih pemasok (Switching cost).
 Akses saluran distribusi.
 Biaya tak menguntungkan bebas dari skala.
 Kebijakan pemerintah.

b. Pemasok Yang Kuat

MGMT6159 - Operational Management-R1


Menurut Pearce dan Robinson (2003, p.88) pemasok dapat memanfaatkan kekuatan tawar
menawarnya atas para anggota industri dengan menaikkan harga atau menurunkan kualitas
barang dan jasa yang dijualnya. Pemasok yang kuat karenanya, dapat menekan kemampulabaan
suatu industri. Kelompok pemasok kuat jika:

 Kelompok ini didominasi oleh sedikit perusahaan.


 Produk pemasok bersifat unik atau setidak-tidaknya terdiferensiasi.
 Pemasok tidak bersaing dengan produk-produk lain dalam industry.
 Pemasok memiliki kemampuan untuk melakukan integrasi maju ke industri pembelinya.
 Industri bukan merupakan pelanggan penting bagi pemasok.

c. Pembeli Yang Kuat Menurut

Pearce dan Robinson (2003, p.90) pembeli atau pelanggan dapat juga menekan harga, menuntut
kualitas lebih tinggi atau layanan yang lebih banyak, dan mengadu domba sesama anggota
industri. Semua ini dapat menurunkan laba industri.Kelompok pembeli kuat jika:

 Pembeli terkonsentrasi atau membeli dalam jumlah (volume) besar.


 Produk yang dibeli dari industri bersifat standar atau tidak terdiferensiasi.
 Produk yang dibeli dari industri merupakan komponen penting dari produk pembeli dan
merupakan komponen biaya yang cukup besar.
 Pembeli menerima laba yang rendah. Ini akan mendorong pembeli untuk menekan biaya
pembeliannya.
 Produk industri tidak penting bagi kualitas produk atau jasa pembeli.
 Produk industri tidak menghasilkan penghematan bagi pembeli.
 Pembeli mempunyai kemampuan untuk melakukan integrasi balik.

d. Produk Substitusi

Menurut Pearce dan Robinson (2003, p.101), produk subtitusi merupakan produk lain yang bisa
menggantikan produk tertentu dalam memenuhi kebutuhan yang sama.

e. Persaingan di antara para anggota industri Menurut Pearce dan Robinson (2003, p.91)
persaingan di kalangan anggota industri terjadi karena perusahaan berebut posisi dengan

MGMT6159 - Operational Management-R1


menggunakan taktik seperti persaingan harga, introduksi produk, dan perang iklan. Persaingan
tajam seperti ini bersumber pada sejumlah faktor:

 Jumlah peserta persaingan banyak dan kurang lebih setara dalam hal ukuran dan kekuatan.
 Pertumbuhan industri lambat, menyulut persaingan memperebutkan bagian pasar yang
melibatkan perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan ekspansi.
 Produk atau jasa tidak terdiferensiasi atau melibatkan biaya pengalihan.
 Biaya tetap tinggi atau produk bersifat mudah rusak, mengakibatkan alasan untuk
menurunkan harga.
 Penambahan kapasitas dalam jumlah besar.
 Hambatan keluar tinggi.
 Para peserta persaingan bersaing dalam hal strategi.

MGMT6159 - Operational Management-R1

Anda mungkin juga menyukai