Anda di halaman 1dari 13

1.

Pengertian TAK
Terapi kelompok merupakan psikoterapi yang dilakukan
sekelompok pasien bersama – sama dengan jalan diskusi satu sama lain
yang di pimpin atau di arahkan oleh seorang terapis atau petugas
kesehatan jiwa yang terlatih ( Pedoman Rehabilitasi Pasien Mental
Rumah Sakit Jiwa di Indonesia dalam Yosep, 2007 ). Terapi kelompok
adalah teraapi psikologi yang dilakukan secara untuk memberikan
stimulasi bagi pasien dengan gangguan linterpersonal ( Yosep, 2008 ).
Terapi aktivitas kelompok ( TAK ) dibagi empat yaitu terapi
aktivitas kelompok stimulasi kognitif atau persepsi, terapi aktivitas
stimulasi sensori, terapi aktivitas orientasi relita, dan terapi aktivitas
kelompok sosialisasi ( keliat, 2004).
Terapi aktivitas kelompok ( TAK ) stimulasi adalah terapi yang
menggunakan aktivitas sebagai stimulus terkait dengan pengalaman dan
atau kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok ( keliat, 2004 ).
2. Aktivitas TAK
a. Terapi aktivitas kelompok stimulasi perepsi : Mengenal halusinasi
seperti waktu terjadinya halusinasi, situasi terjadinya halusinasi,
perasaan saat terjadi halusinasi.
b. Terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi : Mengontrol halusinasi
dengan menghardik.
c. Terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi : Mengontrol halusinasi
dengan melakukan kegiatan.
d. Terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi : Mencegah halusinasi
dengan bercakap – cakap.
e. Terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi : Mengontrol halusinasi
dengan patuh minum obat.
B. Tujuan
1. Tujuan umum:
Klien mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang
diakibatkan oleh paparan stimulasi kepadanya.
2. Tujuan khusus:
a. Klien dapat mengenal halusinasi.
b. Klien mengenal waktu terjadinya halusinasi.
c. Klien mengenal situasi terjadinya halusinasi
d. Klien mengenal perasaannya pada saat terjadi halusinasi

C. Karakteristik Klien
a. Nama : Yogi
Jenis Kelamin : Laki – Laki
Umur : 24 tahun
Alamat : Cahaya Maju
Hobi : Memasak, Menyanyi
Riwayat Halusinasi : Satu minggu sebelum dibawa kerumah sakit,
kakak pasien meninggal dunia dan pasien sering mendengar suara kakak
yang sudah meninggal memangil – manggil namanya.
b. Nama : Rosi
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 32 tahun
Alamat : Cahaya Maju
Hobi : Menyanyi, Membaca, Menari
Riwayat Halusinasi : Empat hari sebelum dibawa ke rumah sakit pasien
bertingkah aneh, pasien sering melihat wanita cantik yang mengikutinya.
c. Nama : Dewi
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 20 tahun
Alamat : Kesugihan
Hobi : Menyanyi, Menari
Riwayat Halusinasi : Dua hari sebelum dibawa kerumah sakit pasien
bertingkah aneh, pasien merasa seluruh badannya di gerumuti belatung.
d. Nama : Fatimah
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 35 tahun
Alamat : Cahaya Maju
Hobi : Membaca, Menari
Riwayat Halusinasi : Lima hari sebelum dibawa kerumah sakit anak
pasien meninggal dunia, dan pasien merasa melihat anaknya yang sudah
meninggal.
e. Nama : Nonik Ratna Palupi
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 40 tahun
Alamat : Cahaya Maju
Hobi : Nonton film, Menyanyi, Menari
Riwayat Halusinasi : Tiga hari sebelum dibawa ke rumah sakit pasien
bertingkah aneh, pasien mendengar suara – suara yang menyuruhnya
membunuh.
D. Masalah Keperawatan
Masalah keperawatan menurut keliat dkk ( 2005 ) menerangkan bahwa
empat masalah keperawatan pada gangguan halusinasi, diantaranya adalah
resiko mencederai diri, gangguan sensori atau persepsi, isolasi sosial: menarik
diri, gangguan pemeliharaan kesehatan.
E. Kreteria Evaluasi
1. Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada
tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai
dengan tujuan TAK. Untuk TAK stimulasi persepsi halusinasi ,
kemampuan yang diharapkan adalah mengenal halusinasi, waktu
terjadinya, situasi terjadinya halusinasi, dan perasaan saat terjadi
halusinasi dan masukkan ke dalam formulir evaluasi pada tabel.
2. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada
catatan proses keperawatan tiap klien. Contoh: klien mengikuti TAK
stimulasi persepsi: halusinasi s. Klien mampu menyebutkan isi
(menyuruh memukul), waktu (pukul 9 malam), situasi (jika sedang
sendiri), perasaan (kesal dan geram). Anjurkan klien mengidentifikasi
halusinasi yang timbul dan menyampaikan kepada perawat.

FORMULIR EVALUASI
TAK STIMULASI PERSEPSI: HALUSINASI
No Nama Klien Menyebut Menyebut Menyebut Menyebut
Isi halusinasi waktu terjadi situasi perasaan saat
halusinasi terjadi halusinasi
halusinasi
1. Yogi Hernawan ( Yogi )

2. Rosiana Saputri ( Rosi )

3. Dewi Fatull Mutoharoh ( Dewi )

4. Fatimah ( Fatimah )

5. Nonik Ratna Palupi ( Nonik )

Sumber: Keliat dan Akemat (2004). Keperawatan Jiwa: Terapi aktivitas


kelompok.Jakarta:EGC.

Petunjuk pengisian:
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.
2. Untuk tiap klien, beri penilaian kemampuan mengenal halusinasi: isi,
waktu, situasi, dan perasaan.
3. Jika klien mampu beri tanda √
4. Jika klien tidak mampu beri tanda X

F. Pengorganisasian Terapi Aktivitas Kelompok


1. Terapis
a. Leader : Rizka Nurmala Sari
b. Co Leader : Noti Mardiana Majid
c. Fasilitator :
1.) Nurul Laela Istiqomah
2.) Ani Safitri
3.) Halima Tusadiah
2. Peran Fungsi
a. Tugas Leader :
1. Memimpin jalannya terapi aktivitas kelompok
2. Merencanakan, mengatur, mengontrol, dan mengembangkan
jalannya terapi aktivitas kelompok
3. Membuka acara terapi aktivitas kelompok
4. Memimpin diskusi kelompok
5. Memberikan informasi
6. Menutup acara
b. Tugas Co Leader :
1. Mendampingi leader
2. Mengambil posisi leader jika pasif
3. Mengarahkan kembali posisi peminpin kepada leader
4. Menjadi motivator
c. Tugas Fasilitator :
1. Membantu dan menjelaskan tugas yang harus dilakukan klien
sebagai anggota kelompok
2. Membantu mempersiapkan klien dan sarana yang menunjang
ketika kegiatan kelompok berlangsung
3. Memberikan motivasi kepada klien untuk tetap aktif dalam
melaksanakan terapi aktivitas kelompok
3. Seleksi Klien
Kegiatan terapi kelompok ini akan diikuti oleh :
1. Klien yang tenang dan kooperatif
2. Klien yang tidak mengalami proses fikir
3. Klien yang mempunyai emosi yang terkontrol
4. Klien yang tidak mengalami gangguan kesehatan fisik.
4. Nama Klien yang Ikut
1. Yogi Hermawan ( Yogi )
2. Rosiana Saputri ( Rosi )
3. Dewi Fatull Mutoharoh ( Dewi )
4. Fatimah ( Fatimah )
5. Ani Safitri ( Ani )
5. Waktu
Terapi Aktivitas Kelompok akan dilaksanakan pada:
Hari/ Tanggal : Senin, 6 Juni 2020
Waktu : 09.00 – 09.45 WIB
Tempat : Ruang ......
6. Tempat
Setting tempat pada Terapi Aktivitas Kelompok

L CL
K
K

F
F

K K

K
F

Keterangan Gambar :
L : Leader

: Co Leader
CL

K
: Klien/ Pasien

: Fasilitator
F

7. Alat – alat :
a. Spidol
b. Papan tulis/whiteboard/flipchart
c. Papan nama
d. Balon
e. Peniti
f. Musik Box / Speaker
g. Kabel Pc
G. Proses Terapi Aktivitas Kelompok
1. Fase Orientasi
a. Salam terapeutik
1.) Leader memberikan salam kepada semua klien
2.) Leader memperkenalkan diri dan anggota kelompoknya seperti
co leader, fasilitator dan observer serta menyebutkan nama
panggilan leader dan anggotanya (pakai papan nama)
3.) Menanyakan nama dan nama panggilan semua klien (beri papan
nama).
b. Evaluasi/validasi
1.) Menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak
1.) Leader menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan,
yaitu mengenal pengalaman halusinasi.
2.) Leader menjelaskan aturan main, sebagai berikut:
a. Lamanya kegiatan 45 menit
b. Leader membacakan tata tertib
c. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
2. Fase Kerja
a. Leader menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu mengenal
halusinasi tentang isinya, waktu terjadinya, situasi terjadinya,
perasaan klien pada saat terjadi halusinasi dan jenis halusinasi.
b. Leader meminta klien untuk menceritakan isi halusinasi, kapan
terjadinya, situasi yang membuat terjadi, perasaan klien saat terjadi
halusinasi. Klien di tunjuk dengan permainan musik balon, yaitu
pasien berdiri dibelakang garis yang di tentukan, setelah itu co leader
akan memainkan lagu dan pasien akan berjoged, saat musiknya
berhenti pasien berlari ke depan dan meletuskan balon yang ada di
depannya, pasien yang bisa memecahkan balon akan menceritakan
pengalaman halusinasinya, permainan musik balon akan dimainkan
secara berurutan sampai semua klien mendapat giliran, hasilnya akan
ditulis di whiteboard .
c. Beri pujian pada klien yang melakukan dengan baik.
d. Simpulkan isi, waktu terjadi, situasi terjadi, dan perasaan klien dari
pengalaman halusinasinya.
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
1.) Leader menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
2.) Leader memberi pujian atas keberhasilan kelompok.
b. Tindak Lanjut
1.) Leader meminta klien untuk melaporkan isi, waktu, situasi dan
perasaannya jika terjadi halusinasi.
c. Kontrak yang akan datang
1.) Menyepakati TAK yang akan datang, yaitu cara mengontrol
halusinasi.
2.) Menyepakati waktu dan tempat.
H. Antisipasi Masalah
a. Tata Tertib
1.) Peserta bersedia mengikuti terapi aktivitas kelompok
2.) Peserta berpakaian rapi dan bersih
3.) Peserta tidak diperbolehkan makan, minum, merokok selama
mengikuti terapi aktivitas kelompok
4.) Peserta harus hadir 5 menit sebelum acara berlangsung
5.) Peserta tidak boleh meninggalkan ruangan selama terapi aktivitas
kelompok berlangsung
6.) Jika ada pertanyaan peserta mengangkat tangan terlebih dahulu dan
berbicara setelah dipersilahkan oleh leader
7.) Anggota harus berperan aktif dalam terapi aktivitas kelompok
8.) Anggota harus bersikap terbuka
9.) Waktu sesuai dengan yang sudah disepakati

I. Strategi Pelaksanaan
1. Fase Orientasi
a. Salam Teraupetik
“ Selamat pagi semuanya ?”
“ Perkenalkan kami mahasiswa akper serulingmas cilacap, nama
saya Rizka Nurmala Sari saya paling suka di panggil Rizka, dari
ujung kanan ada Ani Safitri dia paling suka di panggil Ani, di
sebelahnya ada Nurul Laela Itiqomah paling suka di panggil Nurul,
di sebelah Nurul ada Halima Tusadiah dia paling suka di panggil
Halimah, terakhir disebelah saya ada Noti Mardiana Majid, dia
paling suka di panggil Noti ( Memakai Papan Nama )“
“Saya ingin tahu siapa nama kalian semua, dari ujung kanan siapa
namanya? Dan paling suka di panggil siapa ? ( diberi nama )”
b. Evaluasi atau Validasi
“ Bagus semuanya, ngomong – ngomong bagaimana perasaan kalian
semuanya pagi ini ?”
“Apakah kalian masih ingat dengan kami dan janji kita kemarin,
yaitu tentang kegiatan terapi kelompok ?”
c. Kontrak
“Bagus kalian masih mengingatnya, baiklah pada Terapi Aktivitas
Kelompok kali ini kita akan mengenal pengalaman halusinasi”
“Baiklah semuanya saya akan membacakan peratutan aktivitas hari
ini
1. Peserta bersedia mengikuti terapi aktifitas kelompok
2. Peserta berpakaian rapi dan bersih
3. Peserta tidak diperbolehkan makan, minum, merokok selama
mengikuti terapi aktivitas kelompok
4. Peserta harus hadir 5 menit sebelum acara berlangsung
5. Peserta tidak boleh meninggalkan ruangan selama terapi aktivitas
kelompok berlangsung
6. Jika ada pertanyaan peserta mengangkat tangan terlebih dahulu
dan berbicara setelah dipersilahkan leader
7. Anggota harus berperan aktif dalam terapi aktivitas kelompok
8. Anggota harus bersikap terbuka
9. Waktu sesuai dengan yang sudah di sepakati yaitu 45 menit
2. Fase Kerja
“ Baiklah Semuanya kegiatan ini kita mulai”
“Kami akan Membagikan kertas dan spidol kepada kalian, kemudian
kalian tuliskan pengalaman halusinasi seperti menyebutkan isi halusinasi,
waktu halusinasi, situasi saat halusinasi, perasaan saat halusinasi”
“ Bagus sekali semuanya sudah mengisi kertas yang kami bagikan,
sekarang kita mulai untuk membacakan pengalaman halusinasi yang
sudah kalian tulis, nanti kalian maju satu – satu dengan permainan musik
balon, nanti kalian berdiri di belakang garis yang sudah kami buat,
kemudian kami akan bagi peniti untuk memecahkan balon yang
terpasang di dinding, ingat peniti itu untuk memecahkan balon, setelah
itu teman saya noti akan menyalakan musik setelah musik menyala
kalian harus berjoged, setelah musiknya berhenti kalian maju ke depan
dan memecahkan balon dengan peniti, peserta yang berhasil
memecahkan balon akan membacakan pengalaman halusinasinya di
depan, permainan musik balon ini akan dimainkan secara berurutan
sampai semua peserta mendapat giliran membacakan hasil pengalaman
halusinasi di depan, bagaimana kalian setuju?”
“Baiklah kalau kalian setuju kita mulai permainannya”
“Terima kasih semuanya karena sudah membacakan pengalaman
halusinasi, dan semua yang kalian bacakan itu sangat baik”
“ Baiklah kalau pengalaman halusinasi muncul lagi kalian bisa
melakukan merhardik dengan cara jika kalian melihat atau mendengar
sesuatu kalian harus berbicara dengan keras husss... pergi dari saya,,,
jangan dekat – dekat saya kalian palsu atau ketika sedang makan
kemudian pengalaman halusinasi kalian datang kalian harus bilang
makanan ini enak, sangat... sangat enak, begitu di ulang – ulang sampai
suara dan bayangan itu tidak terdengar atau tidak nampak lagi, apakah
kalian paham.“
“Bagus kalau kalian paham, coba kalian peragakan! Nah begitu,....bagus!
Coba lagi, Bagus kalian semua sudah bisa menghardik, ingat kalau
pengalaman halusinasi kalian muncul lagi lakukan menghardik seperti
yang kami ajarkan.”
3. Fase Terminasi
“Bagaimana perasaan kalian setelah mengikuti kegiatan ini”
“Tepuk tangan untuk kalian semua, kalian semua sangat bagus”
“Mungkin dari kalian yang masih memiliki pengalaman halusinasi yang
belum di tulis, untuk itu sekarang kalian boleh menulisnya”
“Mas. Mas... Mba..mba besok kita ada akan ada terapi aktivitas
kelompok sseperti ini lagi dengan kegiatan mempraktekan cara
menghardik dan cara mengontrol halusinasi kalian semua dan dapat
diterapkan dirumah sakit dan sampai kalian pulang ke rumah.
DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI. 2019. Keperawatan Jiwa Teori dan Tindakan Keperawatan. Jakarta :

Dirjen Yanmed

Stuart & Sunden. 2018. Ilmu Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC

Yosep, Iyus. 2017. Keperawatan Jiwa. Bandung : Refika Aditama


Hartono,Yudi. 2010. Buku Ajar Keperawatan Jiwa.Jakarta : Salemba Medika

Isaacs, Ann.2014. Panduan Belajar : keperawatan kesehatan jiwa dan psikiatrik.

Jakarta : EGC

Keliat, Budi Anna.2014. Keperawatan Jiwa : Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta :

EGC

Keliat, Budi Anna. 2017. Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa. Jakarta :

EGC

Purwaningsih, wahyu dan Ina Karlina. 2019. Asuhan Keperawatan Jiwa.

Jogjakarta :NUHA MEDIKA

Riyadi, Sujono.2009. Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta : Graha Ilmu