Anda di halaman 1dari 13

ETIKA DAN KODE ETIK HUKUM

ARSITEK DALAM INDUSTRI


KONSTRUKSI DI INDONESIA

Dosen Pengampu : Nursyam S.T, M.T

ANDI OLA WIKRAMIWARDANA


[60100117013]
INDUSTRI KONSTRUKSI
DI INDONESIA
Perkembangan
Ekonomi Dunia

Bank Dunia (IMF/World Bank) dalam laporan terakhir


mengenai perkembangan ekonomi global menyebutkan
prospek perekonomian secara global dalam 10 tahun sejak
tahun 1995-2005 akan lebih cerah dibandingkan periode
tahun 1985-1995. Berbeda dengan dasawarsa tahun-tahun
sebelumnya, prospek cerah perekonomian dekade
mendatang ini menunjukkan gambaran yang lebih merata
dengan ditandai pertumbuhan ekonomi yang positif terjadi
hampir di semua kawasan.
Perkembangan Industri
Konstruksi di Indonesia
Pertumbuhan industri konstruksi Indonesia selama 4 Pelita yaitu
pada periode 1969/1979 - 1988/1989 dan Pelita V (sampai
dengan tahun 1993) terus menunjukkan laju pertumbuhan yang
cenderung berfluktuasi tajam. Pada periode 1989/1990 sampai
1992/1993, industri konstruksi Indonesia mengalami
perkembangan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 6% yang
relatif lebih baik jika dibandingkan perkembangan sektor-sektor
industri lainnya, seperti pertumbuhan pertanian sebesar 34% dan
sektor pertambangan 0,4% yang berselisish sedikit dengan
pertumbuhan ekonomi nasional pada masa itu, yang mampu
berkembang Law Review, Fakultas Hukum Universitas dengan
sebesar rata-rata 6,14%.
Yang menjadi ciri khas industri konstruksi adalah
berdasarkan teknologi yang selalu berkembang setiap
waktu, sehingga akhirnya industri konstruksi selalu
berkembang tanpa henti sesuai dengan kemajuan
peradaban manusia. Pada awalnya, konstruksi bersifat ke
arah industri jasa yang lebih banyak ditentukan oleh tingkat
kualifikasi manusianya daripada teknologinya yang
dilindungi oleh hak paten atau ketersediaan fasilitas modal
Sifat Industri
Industri konstruksi memiliki sifat berorientasi pada
Konstruksi
konsumen. Hal ini ditunjukkan dari hasil pendapatan
industri konstruksi, sebagian disumbangkan bagi
pengembangan penelitian dalam rangka pengembangan
teknologi konstruksi bagi kepuasan konsumen sebagai
orientasi industri konstruksi.
Tipe Proyek
Konstruksi

Secara umum, tipe proyek konstruksi dapat


dikategorikan :
Konstruksi Pemukiman {Residential
Construction)
Konstruksi Gedung {Building Construction)
Konstruksii Rekayasa Berat {Heavy
Engineering Construction)
Konstruksi Industri {Industrial Construction)
ETIKA ARSITEK
Kode etik lebih berbentuk aturan baku yang
sistematis sebagai panduan dan acuan bagi
seseorang/ sekelompok orang yang dalam hal
ini adalah Arsitek.

Peran dan posisi arsitek dalam industri


konstruksi secara mendasar berada dalam
tahap desain dimana seorang arsitek
melakukan penyelesaian desain suatu proyek
mengacu hasil input pada tahap sebelumnya
yaitu studi kelayakan (feasibility study)
masukan dari owner/'share holder dalam
industri konstruksi.
Etika Arsitek

Being "good" at designing "Good" Intentions in Relationships in


Architecture Architectural Practices
Faktor ini berangkat dari
filosofi bagaimana seorang Dalam pemahaman ini, diharapkan Keterlibatan berbagai
arsitek terlibat dalam proses adanya suatu prestasi dan sikap pihak pelaku konstruksi
desain dan bagaimana merancang yang memiliki nilai dalam desain merupakan
seorang arsitek memahami tambah di masa depan/ma&e hal penting kesempurnaan
serta mengetahui bagaimana things better in the future, yang desain. Keberhasilan suatu
melakukan desain. berarti desain seorang arsitek desain arsitektur perlu
selalu berkembang terus di masa memikirkan pihak lain.
depan.
Etika Arsitek

Buildings and Ethics


Architectural Virtues Architectural Ethics Beyond
Implicit in Them

Faktor ini menekankan Menekankan sikap dan peran


Pada akhirnya secara alamiah,
tentang knowing about arsitek yang tidak hanya mampu
bangunan dan perancang
architecture si perancang melakukan aktivitas professional
secara menyatu bersikap
yang wajib dimiliki untuk desain, tetapi juga mampu
secara ramah di lingkunganl
mengimplementasikan melakukan aktivitas lain dalam
environment untuk melayani
imajinasi ide ruang dalam bidang non arsitektur seperti
kebutuhan ruang masyarakat
desain konstruksi. pemerintahan, proyek-proyek
umum sebagai wujud desain
social yang bersifat profitable/non
secara nyata.
profitable
KODE ETIK HUKUM
ARSITEK
Kode etik arsitek secara hukum mengacu kepada beberapa peraturan hukum
nasional maupun internasional. Secara nasional, kode etik hukum arsitek
mengacu kepada Undang-Undang Jasa Konstruksi No. 18 tahun 1999, Peraturan
Pemerintah RI No 28, 29, 30 tahun 2000, Kode etik arsitek professional Ikatan
Arsitek Indonesia IAI, Code of Ethics AIA.
THANK
YOU