Anda di halaman 1dari 18

PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HILIR

DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG


Jalan Lintas Bagansiapiapi Batu 6 Bagan Punak Meranti - Bagansiapiapi

KERANGKA ACUAN KERJA


( KAK )

PROGRAM :
PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI,
RAWA DAN JARINGAN PENGAIRAN LAINNYA

KEGIATAN :
PENGADAAN PETA GEOSPASIAL DAERAH IRIGASI DAN RAWA
(D.I.R) KAB. ROKAN HILIR

TAHUN ANGGARAN 2020

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
1. LATAR BELAKANG
Semakin berkembangnya populasi penduduk, menyebabkan desakan kebutuhan lahan yang
semakin meningkat, terutama untuk mencukupi kebutuhan pokok, yaitu pangan dan papan.
Ketersediaan sumber daya yang terbatas dan kebutuhan populasi yang semakin meningkat perlu
diserasikan dan diselaraskan untuk keberlanjutannya.

Lahan sebagai sumber daya pokok dalam usaha pertanian, perlu dikelola dengan baik dalam
rangka pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Sistem usaha tani terpadu yang mendukung
pengelolaan lahan yang baik diharapkan dapat menahan laju alih fungsi lahan.

Terkait dengan hal tersebut, telah diterbitkan Peraturan Perundang - Undangan guna menahan
laju alih fungsi lahan kawasan lindung dan sawah yang tidak terkendali, antara lain :
a. Undang - Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
b. Undang - Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
c. Undang - Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian
Pangan Berkelanjutan.

Kebijakan Satu Peta atau One Map Policy terlahir karena Informasi Geospasial Tematik (IGT) yang
dibangun tidak merujuk pada satu sumber rujukan Peta Dasar (Peta Rupa Bumi). Selama
Informasi Geospasial Tematik (IGT) tidak merujuk pada Peta Dasar yang dibangun oleh instansi
yang berkompeten dan berkewenangan Badan Informasi Geospasial (BIG) maka Informasi
Geospasial Tematik (IGT) yang dibangun tersebut akan menimbulkan tumpang tindih atau
kesimpangsiuran. Peta perizinan pemanfaatan lahan dari instansi - instansi terkait masih ada yang
belum mengikuti standar yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan perundangan, baik
klasifikasi obyek geografis, skala maupun georeferensinya.

Dalam Undang - Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial, disebutkan bahwa
Badan Informasi Geospasial (BIG) adalah penyelenggara Informasi Geospasial Dasar yaitu Jaring
Kontrol Geodesi dan Peta Dasar yang menjadi acuan untuk menjamin keterpaduan informasi
nasional. Atas dasar amanat Undang - Undang tersebut mengintegrasikan berbagai peta yang
dimiliki sejumlah instansi pemerintah ke dalam satu peta dasar (One Map), yang dapat digunakan
sebagai alat bantu pengambilan keputusan terkait dengan kepemilikan atau penguasaan lahan.
Sebagaimana diamanatkan di dalam Undang - Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan,
bahwa air beserta sumber – sumbernya termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya,

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang mempunyai manfaat serba guna dan dibutuhkan
manusia sepanjang masa, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun budaya.

Sejalan dengan tugas pokoknya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Rokan
Hilir berupaya untuk mengelola serta mengembangkan kemanfaatan air atau sumber air serta
pengaturan air irigasi dan jaringan irigasi beserta bangunan pelengkapnya. Irigasi adalah usaha
penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya
meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak.
Daerah irigasi adalah kesatuan lahan yang mendapat air dari satu jaringan irigasi. Jaringan irigasi
adalah saluran, bangunan, dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang
diperlukan untuk penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan, dan pembuangan air irigasi.
Dalam rangka pengembangan, pembangunan, peningkatan, serta pengelolaan jaringan irigasi
diperlukan data yang akurat yang didapat dari perencanaan melalui survey dan pendataan serta
desain.

2. MAKSUD DAN TUJUAN


2.1 MAKSUD
Layanan konsultansi ini dimaksudkan untuk membantu Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kabupaten Rokan Hilir dalam Kegiatan Pengadaan Peta Geospasial Daerah
Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir dalam bentuk tersedianya data spasial bagi wali data
Informasi Geospasial Tematik (IGT) daerah irigasi sebagai kewenangan Kabupaten Rokan hilir
yang mendukung kebijakan satu peta (KSP).
2.2 TUJUAN
Tujuan kegiatan ini adalah
1. Untuk mendapatkan data yang akurat mengenai kawasan irigasi dilokasi yang
dimaksud dalam pekerjaan melalui kegiatan survey dan pendataan yang akan
dijadikan rekomendasi dan dasar pelaksanaan pengembangan, pembangunan,
peningkatan serta pengelolaan jaringan irigasi.
2. Melalui kegiatan Pemetaan Geospasial ini data atribut dan spasial yang terintegrasi
didalam Sistim Informasi Geografis mampu memberikan informasi yang akurat,
cepat dan tepat yang menjadi kewenangan Kabupaten Rokan Hilir
3. Dengan tersusunnya data dan tersedianya Peta Daerah Irigasi maka analisa GIS
dalam mengatasi masalah banjir, Abrasi Sungai, perencanaan dimensi tanggul dan
saluran irigasi di Kabupaten Rokan Hilir, serta informasi lainnya yang berguna bisa

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
didapatkan dengan cepat serta akurat bagi pemangku kepentingan dalam hal ini
Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten
Rokan Hilir

3. SASARAN
Sasaran yang hendak dicapai dalam menyelesaikan Perencanaan jasa konsultansi ini adalah
tersedianya dokumen jasa konsultansi Pengadaan Peta Geospasial Daerah Irigasi dan Rawa
(D.I.R) Kabupaten Rokan Hilir yang komprehensif

4. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA


Nama Kuasa Pengguna Anggaran : WELLY ZUKIAR, ST
Organisasi Pengguna Jasa : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Rokan Hilir.

5. SUMBER PENDANAAN
Untuk pelaksanaan kegiatan ini dibiayai oleh APBD Kabupaten Rokan Hilir Tahun Anggaran 2020,
melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Dinas
Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Rokan Hilir. Dengan Harga Perhitungan Sendiri
(HPS) sebesar Rp. 998.800.000,- (Sembilan Ratus Sembilan Puluh Delapan Juta Delapan Ratus
Ribu rupiah). Biaya dimaksud telah pula memperhitungkan PPN sesuai peraturan yang berlaku.

6. REFERENSI HUKUM
Referensi hukum digunakan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini
sehingga tidak keluar dari jalur - jalur hukum dan peraturan - peraturan yang berlaku. Referensi
Hukum yang diperlukan :
1. Undang - Undang RI No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan
2. Undang - Undang RI No. 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup.
3. Undang - Undang RI No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional;
4. Peraturan Menteri PUPR No. 4 tahun 2015 tentang Wilayah Sungai;
5. Peraturan Menteri PUPR No. 6 tahun 2015 tentang Eksploitasi Dan Pemeliharaan Sumber
Air dan Bangunan Pengairan;
6. Peraturan Menteri PUPR No. 7 tahun 2015 tentang Pantai;

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
7. Peraturan Menteri PUPR No. 8 tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Jaringan
Irigasi;
8. Peraturan Menteri PUPR No. 9 tahun 2015 tentang Penggunaan Sumber Daya Air;
9. Peraturan Menteri PUPR No. 10 tahun 2015 tentang Rencana Teknis Tata Pengaturan Air
dan Tata Pengairan;
10. Peraturan Menteri PUPR No. 11 tahun 2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Rawa;
11. Peraturan Menteri PUPR No. 12 tahun 2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan
Jaringan Irigasi;
12. Peraturan Menteri PUPR No. 13 tahun 2015 tentang Penanggulangan Bencana Akibat
Daya Rusak Air;
13. Peraturan Menteri PUPR No 14 tahun 2015 tentang Kriteria Penetapan Status Irigasi;
14. Peraturan Menteri PUPR No. 16 tahun 2015 tentang Eksploitasi Dan Pemeliharaan
Jaringan Irigasi Rawa Lebak;
15. Peraturan Menteri PUPR No. 18 tahun 2015 tentang Iuran Eksploitasi Dan Pemeliharaan
Bangunan Pengairan;
16. Peraturan Menteri PUPR No. 23 tahun 2015 tentang Pengelolaan Aset Irigasi:
17. Peraturan Menteri no. 25/PRT/M/2014) Tentang Penyelenggaraan Data dan Informasi
Geospasial Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
18. Peraturan Menteri PUPR No. 26 tahun 2015 tentang Pengalihan Alur Sungai;
19. Peraturan Menteri PUPR No. 28 tahun 2015 tentang Sempadan Sungai dan Danau;
20. Peraturan Menteri PUPR No. 29 tahun 2015 tentang Rawa;
21. Peraturan Menteri PUPR No. 30 tahun 2015 tentang Pengembangan dan Pengelolaan
Sistem Irigasi;
22. Keputusan Presiden No. 57 tahun 1993 tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Tata Ruang
Nasional;

7. LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH


PENGETAHUAN
7.1 Lingkup Kegiatan
a. Ruang lingkup pekerjaan jasa konsultansi Pengadaan Peta Geospasial Daerah Irigasi dan
Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir Tahun Anggaran 2020 ini adalah:
I. TAHAP I PENDAHULUAN
Pada tahap pendahuluan berisi kegiatan:
I.1. Penyusunan dan Diskusi RMK

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
I.2. Persiapan Kantor/Alat, Tenaga Ahli dan Administrasi Perizinan
I.3. Survei Pendahuluan
I.4. Pengumpulan Data Sekunder dan Sosialisasi
II. TAHAP II SURVEI DAN INVESTIGASI
Adapun tahapan ini meliputi kegiatan:
II.1. Survei inventarisasi kondisi lapangan
II.2. Survei Jaringan Irigasi
II.3. Survey Sosial, Ekonomi dan Lingkungan
II.4. Penyusunan dan Diskusi Laporan Pendahuluan (intern)
II.5. Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM)
III. TAHAP III : PEMETAAN INFORMASI GEOSPASIAL
III.1. Luasan Baku
III.2. Luasan Potensial
III.3. Luasan Fungsional
III.4. Jaringan Irigasi

b. Lokasi pekerjaan jasa konsultansi ini adalah di Kabupaten Rokan Hilir

Gambar 1 : Peta Administrasi Kabupaten Rokan Hilir

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
Data dan fasilitas penunjang yang dapat disediakan adalah :
1. Penyedian oleh Pengguna Jasa
 Laporan dan Data (bila ada) Kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu
serta fotografi (bila ada)
 Akomodasi dan ruang kantor
Kuasa Pengguna Anggaran tidak menyediakan akomodasi dan ruang kantor, serta
perlengkapannya, sehingga penyedia jasa harus menyediakannya sendiri
 Staf pengawas / pendamping
Kuasa Pengguna Anggaran akan menunjuk Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan
Direksi Teknis Kegiatan yang akan mendampingi dan mengawasi secara langsung
pelaksanaan pekerjaan jasa konsultansi ini.
2. Penyedian oleh Penyedia Jasa
Penyedia jasa harus menyediakan semua fasilitas yang diperlukan sebagai berikut :
 Kantor/studio lengkap dengan peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan
pekerjaan seperti komputer, printer, scanner, peralatan gambar, peralatan tulis dan
barang - barang habis pakai,
 Biaya mobilisasi dan demobilisasi staf penyedia jasa dari dan ke lokasi kegiatan,
 Peralatan/instrument pengukuran yang memenuhi standar presisi yang diperlukan
dan telah direkomendasi oleh Direksi Teknis,
 Biaya akomodasi dan perjalanan dinas untuk keperluan kegiatan lapangan,
 Fasilitas transportasi termasuk kendaraan bermotor yang layak ( minimal produksi 5
tahun terakhir) untuk inspeksi pekerjaan lapangan,
 Biaya pengadaan tenaga harian dan pembantu,
 Keperluan biaya sosial dan pengobatan selama pekerjaan lapangan di lokasi
kegiatan.
Selain hal tersebut di atas, Penyedia jasa juga harus bertanggung jawab penuh
terhadap penyediaan dan pemeliharaan semua fasilitas dan peralatan/instrument
sehingga memenuhi standar ketelitian saat pelaksanaan pekerjaan.
Peralatan/instrumen tersebut harus disetujui dan direkomendasikan terlebih dahulu
oleh Direksi Teknis Kegiatan. Untuk mutu data yang dipakai dalam analisa pekerjaan,
Konsultan wajib memeriksa kembali, bila ternyata data tidak teliti, tidak realistik atau
kurang memadai/kurang lengkap, maka konsultan harus memberitahukan hal ini
kepada Pemberi Pekerjaan. Selanjutnya pihak pemberi Pekerjaan akan mengambil
langkah - langkah yang diperlukan agar pekerjaan dapat diteruskan.

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
8. PENDEKATAN DAN METODOLOGI
8.1. Pendekatan
Dalam pelaksanaan studi dimaksud untuk mendapatkan kualitas pekerjaan yang
baik sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan
Kerja (Term of refference), penyedia jasa diwajibkan untuk melakukan asistensi,
diskusi dan presentasi terkait dengan substansi pelaksanaan Pembuatan Peta
Geospasial Daerah Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir. Asistensi dan diskusi
dilakukan pada saat penyedia jasa mengajukan usulan rencana kerja tahap
berikutnya, semua kegiatan tersebut di atas harus tercatat dan ditandatangani
oleh kedua belah pihak dan bersifat mengikat.
8.2. Metodologi
Secara umum masing - masing pekerjaan tersebut adalah :
a. Pekerjaan persiapan yang meliputi
1) sosialisasi kepada masyarakat,
2) kelompok tani,
3) pemerintahan desa, dan pemangku kepentingan lainnya.
4) Mobilisasi dan demobilisasi personil,
5) Penyediaan kantor lapangan, peralatan kantor, peralatan survei,
kendaraan operasional, dan lain-lain.
b. Pengumpulan data primer dan sekunder
Data primer meliputi :
1) pendataan/inventarisasi jaringan irigasi dengan penelusuran
menggunakan GPS pemetaan dan,
2) validasi data deliniasi sawah beririgasi guna verifikasi luasan lahan
oncoran hasil dijitasi peta/citra satelit dan/atau data sekunder
lainnya, terutama pada citra satelit atau data lainnya yang tidak
dapat diidentifikasi dengan baik atau tidak tersedia data yang
memadai untuk didijitasi.
Data sekunder yaitu :
1) Kelompok data spasial, antara lain :
a) peta situasi daerah irigasi,
b) data citra satelit,

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
c) peta rupa bumi,
d) peta penggunaan lahan,
e) peta pola dan struktur ruang, serta peta lainnya yang dibutuhkan
sebagai acuan dalam melakukan Penyusunan Informasi Geospasial
Tematik (IGT) Daerah Irigasi;
2) Kelompok data atribut, antara lain :
a) skema bangunan dan jaringan irigasi,
b) data pengelolaan aset irigasi,
c) data luas lahan sawah.
c. Pengolahan data,
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi sistem informasi
geografis (SIG). Pengolahan data meliputi :
1) plotting titik bangunan atau trase jaringan irigasi,
2) deliniasi areal sawah beririgasi (jika belum tesedia peta lahan sawah
BIG),
3) juga dijitasi fitur di permukaan bumi lainnya yang relevan,
4) penyusunan dan pengisian data atribut spasial hasil inventarisasi
jaringan dan luasan areal sawah beririgasi,
5) editing data spasial berupa operasi geometrik, transformasi
koordinat, overlay data spasial dan operasi spasial lainnya.
c. Analisis SIG untuk menentukan areal sawah oncoran, dengan
memanfaatkan data sekunder dan primer yang tersedia, dengan teknik
operasi spasial pada aplikasi SIG. Analisis SIG digunakan untuk menetapkan
lahan sawah beriirigasi yang dioncori dari jaringan irigasi pada lokasi
daerah irigasi.
d. Survey Pengecekan Lapangan dan Dokumentasi
Survey pengecekan lapangan (groundcheck) dilaksanakan dengan
menggunakan alat GPS pemetaan. Pengecekan lapangan dimaksudkan
sebagai validasi atas data hasil analisis SIG pada lahan sawah beriirigasi.
Pengecekan lapangan dilakukan dengan intensitas sampling minimal 10%,
dari jumlah luas lahan hasil interpretasi citra, ditekankan pada lahan
sawah yang berdampingan dengan daerah irigasi lainnya, sesuai dengan
arahan dari Direksi Teknis. Pengecekan lapangan juga memperhatikan
informasi dari kelompok tani/masyarakat atau petugas lapangan terhadap

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
keberadaan lahan sawah yang belum masuk di dalam peta hasil
interpretasi citra. Pengambilan dokumentasi dalam pengecekan
dilaksanakan pada bangunan utama, saluran pembawa, bangunan irigasi
penting lainnya serta lahan sawah beririgasi. Lokasi pengecekan lapangan
dan dokumentasi didiskusikan dan disepakati dengan Pengguna Jasa/
Direksi Teknis dengan pertimbangan kebutuhan data, serta kesesuaian
anggaran yang disediakan.
e. Komparasi Data dan Pembahasan
Hasil survey pengecekan lapangan dikomparasi dengan hasil analisis SIG
guna mendapatkan data luas lahan sawah beririgasi yang tervalidasi.
Pembahasan dan komparasi data dilakukan bersama dengan petugas
Operasi dan Pemeliharaan Irigasi dan Rawa, Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan, Direksi Teknis, serta dengan instansi lainnya yang terkait
diantaranya Dinas Pertanian.
f. Menyusun Peta Luas Sawah Beririgasi
Data luas sawah beririgasi yang telah dibahas dan ditetapkan selanjutnya
dituangkan dalam bentuk peta digital maupun peta hardcopy. Ketentuan
standar peta, Pekerjaan ini dilaksanakan dengan urutan kegiatan sebagai
berikut : tata letak, format serta skala peta disusun berdasarkan :
i. Ketentuan yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor
25/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaran Data dan Informasi
Geospasial Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat,
ii. Standar penyusunan peta yang digunakan Badan Informasi
Geospasial.
g. Diskusi dan Pelaporan Kegiatan, Menyusun laporan penyelenggaraan
kegiatan yang sedikitnya memuat : progres pekerjaan, hasil pengumpulan
data, hasil analisis, hasil dokumentasi, serta kesimpulan dan rekomendasi.
h. Laporan kegiatan dibahas pada diskusi laporan pendahuluan dan
laporan akhir yang dihadiri oleh instansi dan stakeholder lainnya
terkait pelaksanaan kegiatan Pengadaan Peta Geospasial Daerah Irigasi
dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir.

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
9. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Konsultan harus menyelesaikan pelaksanaan perencanan ini dalam waktu 180 (Seratus
Delapan Puluh ) Hari kalender, termasuk kegiatan pembahasan dengan pemberi tugas dan
instansi terkait lainnya.

10. TENAGA AHLI


Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan perencanaan ini adalah :
1. Team Leader
Mempunyai sertifikat keahlian Ahli Madya Geodesi (217) yang dikeluarkan oleh
Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembang Jasa Konstruksi
(LPJK), Ketua Tim disyaratkan seorang Sarjana Teknik Geodesi (S1) lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri
yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan
sejenis. Diutamakan yang telah mempunyai pengalaman sebagai ketua tim
minimal selama 8 tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli
konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Sebagai ketua tim. Tugas utamanya adalah
memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim kerja dalam
pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai.

2. Tenaga Ahli Geodesi


Mempunyai sertifikat keahlian Ahli Madya Geodesi (217 ) yang dikeluarkan oleh
Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembang Jasa Konstruksi
(LPJK), Tenaga Ahli disyaratkan seorang Sarjana Geodesi (S1) lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri
yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan
sejenis. Diutamakan yang telah mempunyai pengalaman sebagai Tenaga Ahli
Geodesi minimal selama 5 tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan
tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Sebagai Tenaga Ahli, tugas
utamanya adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim
kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai.

3. Tenaga Ahli Sipil Hidrologi

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
Mempunyai sertifikat keahlian Ahli Madya Sumber Daya Air (211) yang
dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembang
Jasa Konstruksi (LPJK), Tenaga Ahli disyaratkan seorang Sarjana Sipil (S1) lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri
yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan
sejenis. Diutamakan yang telah mempunyai pengalaman sebagai Tenaga Ahli Sipil
Hidrologi minimal selama 5 tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan
tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Sebagai Tenaga Ahli, tugas
utamanya adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim
kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai.

4. Tenaga Ahli SIG


Mempunyai sertifikat keahlian Ahli Madya Geodesi (217) yang dikeluarkan oleh
Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembang Jasa Konstruksi
(LPJK), Tenaga Ahli disyaratkan seorang Sarjana Geodesi (S1) lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri
yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan
sejenis. Diutamakan yang telah mempunyai pengalaman sebagai Tenaga Ahli SIG
minimal selama 5 tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli
konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Sebagai Tenaga Ahli, tugas utamanya
adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim kerja dalam
pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai.

Selain itu diperlukan juga Asisten Tenaga Ahli untuk membantu kelancaran
kegiatan yang terdiri dari :

5. Asisten TA Geodesi/Pemetaan

- Berkemampuan melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam membantu


tugas/kewajiban Ahli Geodesi SDA sampai pekerjaan di nyatakan selesai.

- Atau Seorang Sarjana Teknik Strata 1 (S1) Jurusan Teknik Geodesi/Ilmu ukur
tanah/pengukuran citra satelit lulusan Universitas Negeri atau perguruan tinggi
swasta yang telah diakreditasi dengan pengalaman di bidangnya minimal 3

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
(tiga) tahun kerja.

- Berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang Sipil Sub bidang Prasarana


Keairan terutama pekerjaan sejenis di utamakan pernah bertugas melaksanakan
pekerjaan di bidang SDA

6. Asisten TA Sipil Hidrologi

- Berkemampuan melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam membantu


tugas/kewajiban Ahli Teknik Sipil SDA sampai pekerjaan di nyatakan selesai.

- Atau Seorang Sarjana Teknik Strata 1 (S1) jurusan Sipil Kelautan/Sipil


Hidro/Persungaian/Sumber Daya Air lulusan Universitas Negeri atau perguruan
tinggi swasta yang telah diakreditasi dengan pengalaman di bidang nya minimal
3 ( tiga ) tahun kerja.

- Berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang Sipil Sub bidang Prasarana


Keairan terutama pekerjaan sejenis di utamakan pernah bertugas melaksanakan
pekerjaan di bidang SDA.

7. Asisten TA SIG

- Berkemampuan melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam membantu


tugas/kewajiban Ahli SIG sampai pekerjaan di nyatakan selesai.

- Atau Seorang Sarjana Teknik Strata 1 (S1) Jurusan Teknik Geodesi/Ilmu ukur
tanah/pengukuran citra satelit lulusan Universitas Negeri atau perguruan tinggi
swasta yang telah diakreditasi dengan pengalaman di bidang nya minimal 3
(tiga) tahun kerja.

- Berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang Sipil Sub bidang Prasarana


Keairan terutama pekerjaan sejenis di utamakan pernah bertugas melaksanakan
pekerjaan di bidang SDA.
Selain itu diperlukan tenaga - tenaga pendukung untuk membantu kelancaran
kegiatan yang terdiri dari :

8. Surveyor Pengukuran

- Berkemampuan melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam melakukan survey


lapangan terutama pengumpulan data lapangan yang berkaitan dengan

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
pelaksanaan tugas pengukuran topografi menyangkut data fisik dan non fisik
yang mesti dilakukan sampai pekerjaan di nyatakan selesai.

- Seorang lulusan D III dari Pendidikan Tinggi/Sekolah Negeri atau perguruan tinggi
swasta yang telah diakreditasi dengan pengalaman di bidang nya minimal 3
(tiga) tahun kerja.

- Berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang Sipil Sub bidang Prasarana


Keairan terutama pekerjaan sejenis di utamakan pernah bertugas melaksanakan
pekerjaan di bidang SDA

9. Surveyor Identifikasi Lahan

- Berkemampuan melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam melakukan survey


Identifikasi Lahan terutama pengumpulan data lapangan yang berkaitan dengan
pelaksanaan tugas Ahli / Asisten Ahli Sumber Daya Air sampai pekerjaan di
nyatakan selesai.

- Seorang lulusan D III dari Pendidikan Tinggi/Sekolah Negeri atau perguruan tinggi
swasta yang telah diakreditasi dengan pengalaman di bidangnya minimal 3
(tiga) tahun kerja.

- Berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang Sipil Sub bidang Prasarana


Keairan terutama pekerjaan sejenis di utamakan ernah bertugas melaksanakan
pekerjaan di bidang SDA.

10. Operator SIG

- Berkemampuan melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam melakukan


penggambaran teknis dengan menggunakan Auto Cad atau ArcGIS sampai pekerjaan
di nyatakan selesai.

- Seorang Sarjana Teknik Strata 1 (S1) jurusan Sipil Sarjana Geodesi lulusan
Universitas Negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi dengan
pengalaman di bidangnya minimal 3 (tiga) tahun kerja.

- Berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang Sipil Sub bidang Prasarana


Keairan terutama pekerjaan sejenis di utamakan pernah bertugas
melaksanakan pekerjaan di bidang SDA.

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
11. Tenaga Administrasi

- Berkemampuan melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam melakukan kegiatan


operasional computer baik untuk penulisan laporan dan atau pembuatan
gambar/peta dapat melaksanakan administratif perkantoran dan atau administratif
kegiatan lainnya yang setara sampai pekerjaan di nyatakan selesai.

- Seorang lulusan SLTA/Sederajat dari sekolah negeri atau yang telah di samakan
sekurangnya 3 (tiga) tahun kerja.

11. KELUARAN
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah tersusunnya dokumen
berupa Peta Geospasial Daerah Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir yang baik dan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

12. PELAPORAN
Laporan kegiatan yang harus dibuat dan diserahkan adalah :
a. Rencana Mutu Kontrak (RMK)
Penyusunan RMK merupakan kewajiban penyedia jasa. Laporan ini memuat rencana
tiap tahap kegiatan, yang digunakan dalam evaluasi dan monitoring mutu tiap
tahap kegiatan. Presentasi Pra Pelaksanaan Kegiatan yang membahas mengenai
Laporan RMK dilaksanakan pada minggu pertama dihadapan Direksi Teknis/Pemberi
Kerja sejak SPMK diterbitkan. Laporan harus diserahkan selambat - lambatnya 15 hari
sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.

b. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan memuat :
a. Penjelasan mengenai KAK;
b. Rencana mobilisasi personil, alat, dsb;
c. Rencana kegiatan/time schedule secara lengkap;
d. Laporan hasil kajian dan survey pendahuluan;
e. Pendekatan pekerjaan dengan hasil survey dan studi terdahulu;

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
f. Laporan segala temuan yang dijumpai dilapangan; Laporan harus diserahkan
selambat - lambatnya pada akhir bulan ke – 1 (satu) sejak SPMK. Diterbitkan sebanyak 5
(lima) buku laporan pendahuluan.

c. Laporan Antara
a. Pendahuluan, menjelaskan tentang latar belakang, maksud dan tujuan, ruang
lingkup pekerjaan, dan lokasi kegiatan;
b. Deskripsi Wilayah Kegiatan, menjelaskan tentang kondisi/profil daerah irigasi
pada lokasi kegiatan;
c. Aset Jaringan Irigasi, menjelaskan inventarisasi aset jaringan irigasi daerah irigasi
pada lokasi kegiatan berdasarkan data sekunder yang diperoleh;
d. Komparasi Data Luas Lahan Sawah Beririgasi, menjelaskan kajian komparasi luas
lahan sawah beririgasi dari hasil analisis SIG overlay serta dari hasil pengecekan
lapangan;
e. Kesimpulan dan Saran
f. Lampiran : Peta Daerah Irigasi dan Lahan Sawah Beririgasi Skala 1 : 5.000
Diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan Antara.

d. Konsep Laporan Akhir


Konsep Laporan Akhir memuat keseluruhan hasil studi beserta laporan - laporan
pendukungnya. Pembahasan/Diskusi Konsep Laporan Akhir dilaksanakan pada awal
bulan ke – 5 (lima) . Tanggapan dan saran yang berguna harus dituangkan dalam
Laporan Akhir. Laporan harus diserahkan selambat - lambatnya pada akhir bulan ke –
6 (enam). Diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku konsep laporan akhir dan 10 (sepuluh)
buku laporan akhir.

e. Laporan Akhir
Laporan Akhir memuat keseluruhan dari hasil studi beserta laporan - laporan
pendukungnya. Laporan Akhir yang harus diserahkan adalah sebagai berikut:
a. Laporan Utama;
b. Laporan Ringkas (Executive Summary);
c. Laporan pendukung masing - masing terdiri dari:
1) Laporan Survey
2) Laporan Dokumentasi Inventarisasi DI;

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
3) Album Gambar Laporan diserahkan sebelum kontrak berakhir dibuat
sebanyak 5 (lima) rangkap/buku.
4) Ketentuan tambahan:
1. Semua laporan dan data peta dalam bentuk SHP dimasukkan dalam
FlashDisc (mobile disc) secara lengkap dalam file ms-word dan ms-excel,
atau file lain yang disetujui KPA/PPTK tanpa dipassword, kecuali data
lapangan/data ukur dimasukkan dalam map karton.
2. Semua laporan dibuat dalam kertas HVS ukuran A4 kecuali ditentukan
lain dan dicetak serta dijilid dengan spiral atau laminasi.
3. Untuk gambar peta di cetak dalam kertas A1 berwarna, sedangkan
untuk Album Peta di cetak dalam kertas A3.

13. SUB BIDANG PERUSAHAAN


Sertifikat Badan Usaha (SBU) untuk pengadaan ini adalah SBU Kualifikasi Bidang Usaha
Konsultansi Spesialis dengan kode sub klasifikasi kode (SP 304) Jasa Survey Pembuatan
Peta.

14. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


Dalam pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi, penyedia jasa wajib menerapkan sistem
manajemen K3 dan menyusun Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (RK3K).
Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan jasa konsultansi harus mempertimbangkan
mencakup aspek-aspek K3.

15. FOTO DOKUMENTASI


Foto dokumentasi yang meliputi situasi lokasi dan foto dari setiap kegiatan serta foto
identifikasi permasalahan di lapangan.

16. LAIN – LAIN


a. Konsultan harus menunjuk seorang wakilnya yang sewaktu – waktu dapat di hubungi
dalam rangka pelaksanaan pekerjaan tersebut dan mempunyai kuasa untuk bertindak dan
mengambil keputusan atas nama konsultan.
b. Konsultan diminta menyerahkan foto atau gambar berkaitan dengan pelaksanaan
pekerjaan lapangan.
c. Konsultan harus selalu mendiskusikan usulan – usulan pekerjaan ini dengan Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)
d. Semua Peralatan yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan ini harus

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir
disediakan sendiri oleh Konsultan.
e. Hal – hal yang belum tercakup dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan ini akan di
jelaskan dalam acara penjelasan pekerjaan.
f. Apabila dikemudian hari ditemukan ketidakmantapan dalam penyajian data dan
akurasinya, maka konsultan diharuskan untuk memperbaikinya atas biaya sendiri.
Semua analisa dan perhitungan yang dipakai dalam perencanaan harus berdasarkan
Standar Pedoman dan Manual pada Ditjen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan
Umum.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan pedoman dan petunjuk bagi konsultan dalam
melakukan pekerjaan. Setelah melakukan pengamatan kondisi dilapangan, apabila ada hal - hal
yang dianggap tidak sesuai, maka konsultan dapat mengajukan usul perubahan kepada pemberi
pekerjaan dengan argument yang dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dengan tidak
mengurangi atau merubah substansi dan kualitas pekerjaan. Persetujuan dari pemberi tugas dapat
diberikan setelah mendapatkan rekomendasi dari Tim Teknis.

Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat untuk dijadikan pedoman dan petunjuk dalam
pelaksanaan dan apabila terdapat kekurangan dan kekeliruan akan diadakan perubahan/revisi
kemudian.

Bagansiapiapi, April 2020

KUASA PENGGUNA ANGGARAN (KPA)

BIDANG SUMBER DAYA AIR

DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG


KABUPATEN ROKAN HILIR

WELLY ZUKIAR, ST

NIP. 1975130 200212 1 004

KAK Pengadaan Peta Geospasial Daearh Irigasi dan Rawa (D.I.R) Kab. Rokan Hilir