Anda di halaman 1dari 5

“Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia”

Oleh : Arif Munandar

Saya adalah mahasiswa pascasarjana berusia 27 tahun yang sedang menempuh


pendidikan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Saat ini saya aktif dalam
Himpunan Mahasiswa Magister Keperawatan (HIMAGIKA) yang merupakan
organisasi pascasarjana satu-satunya di program studi saya. Saya berasal dari daerah
yang terletak di ujung timur pulau Sumbawa Provinsi NTB, nama daerahnya adalah
kabupaten Bima. Saat ini saya sedang menempuh semester 2 dengan program studi
yang saya ambil adalah Magister Keperawatan.
Saya mengambil program studi ini karena relevan dengan program studi yang
saya ambil ketika jenjang Sarjana yaitu  Pendidikan Keperawatan. Saya mengambil
jurusan ini bukan hanya karena asal-asalan ketika memilih jurusan, namun karena
berbagai pertimbangan yang saya dapat dari orang-orang terdekat saya. Jurusan
keperawatan memang tidak terlalu populer seperti jurusan kedokteran, namun saya
percaya bahwa jurusan ini adalah tonggak utama lahirnya generasi unggul yang
nantinya dapat membanggakan bangsa Indonesia.
Kita ingat dengan tujuan nasional negara kita sebagaimana yang tertuang
dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pada alinea keempat yang salah satunya
adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Langkah yang bisa ditempuh untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa adalah lewat pendidikan. Melalui pendidikan, suatu
bangsa dapat mencetak bibit-bibit unggul dan melalui pendidikan pula, kita dapat
mengejar ketertinggalan dari bangsa lain pada berbagai bidang aspek kehidupan
misalkan sains, teknologi, maupun ekonomi.
Indonesia sebenarnya sangat mampu untuk mencetak bibit-bibit unggul
generasi muda karena Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia (SDM) berupa
populasi usia produktif yang jumlahnya sangat besar. Potensi inilah yang perlu
dikelola dan dimanfaatkan dengan baik agar kualitas generasinya menjadi generasi
yang berkarakter, cerdas, terampil dan kompetitif. Langkah yang dapat ditempuh
untuk meningkatkan kuliatas generasi penerus ini adalah melalui pendidikan yang
bermutu. Dewasa ini, pemerintah secara intensif melalukan perbaikan dalam bidang
pendidikan yaitu dengan membuat berbagai kebijakan dan program yang membantu
seluruh masyarakat mendapatkan pendidikan yang bermutu.
Apa yang telah saya jabarkan di atas merupakan salah satu alasan mengapa
saya memilih jurusan keperawatan. Dengan saya masuk ke jurusan keperawatan saya
dapat membantu bangsa ini mencetak generasi unggul di masa yang akan datang.
Menjadi tenaga perawat yang baik dan berkualitas akan membentuk generasi yang
membanggakan bangsa.
Faktor lain yang memotivasi saya untuk mengambil jurusan magister
keperawatan karena sampai saat ini mata pelajaran keperawatan merupakan mata
pelajaran yang masih menjadi momok menakutkan bagi siswa bukan hanya di jenjang
sarjana tapi juga di jenjang profesi. Dalam mata pelajaran keperawatan, siswa dituntut
untuk memahami konsep dengan cara merepresentasikan suatu fenomena kehidupan
sehari-hari dalam bentuk pemberian asuhan keperawatan kepada pasien.
Beberapa mantan murid ibu dosen saya yang sekarang ada di jenjang sarjana
pernah bercerita bahwa keperawatan adalah mata pelajaran yang sangat sulit bagi
mereka, banyak bidang yang harus mereka hafal dan juga diharuskan memiliki
kemampuan intelektual yang baik dan logika berpikir yang runtut. Ketika saya praktik
di RSUD provinsi NTB, banyak mahasiswa yang mengeluh bahwa mereka kurang
mengerti keperawatan, karena terlalu banyak persepsi yang saling tumpang tindih.
Mereka tidak tahu tindakan keperawatan mana yang harus digunakan ketika terdapat
suatu persoalan yang disajikan.  Selain itu juga ketika saya mengambil data awal untuk
proyek akhir saya dengan mewawancarai beberapa perawat di lima rumah sakit umum
di Kota Mataram  didapatkan bahwa, terdapat beberapa materi tentang keperawatan
yang dianggap sulit bagi mahasiswa. Kesulitan tersebut dikarenakan berbagai hal,
seperti karena materi terlalu abstrak sehingga mahasiswa sulit untuk
membayangkannya, keterbatasan media pembelajaran, serta konsep dasar yang masih
belum dikuasai oleh mahasiswa.
Oleh karena itu faktor-faktor tersebut saya sangat termotivasi untuk mengambil
jurusan pendidikan keperawatan dan melanjutkan ke magister keperawatan. Sebagai
seseorang yang nantinya akan menjadi tenaga perawat yang akan mengabdi untuk
mencerdaskan generasi-generasi penerus nanti, baik itu di institusi pelayanan ataupun
di perguruan tinggi, saya memiliki tugas untuk memberikan solusi dalam
pembelajaran keperawatan secara nyata. Saya akan membuat inovasi-inovasi baru
pada media pembelajaran keperawatan sehingga tidak ada lagi alasan seorang perawat
tidak menampilkan simulasi atau demonstrasi tentang fenomena tertentu pada materi
yang akan diajarkan.
Saya juga akan mengubah pemikiran mahasiswa sekarang yang berpikir bahwa
belajar keperawatan itu sulit dan terlalu banyak teori, sebenarnya belajar keperawatan
itu menyenangkan karena semua peristiwa yang kita lihat di kehidupan sehari-hari
dapat dijelaskan dengan keperawatan dan sebenarnya teorinya tidak banyak, meraka
hanya perlu mengerti hubungan teori satu dengan yang lainnya sehingga mereka tidak
perlu menghafal begitu banyak teori. Selain itu saya akan mentransfer ilmu yang saya
dapat kepada rekan kerja saya tentang media keperawatan apa saja yang dapat
digunakan untuk menjelaskan suatu materi dan bagaimana cara membuatnya, sehingga
kelas yang diajar tadi tidak akan pernah sehingga menciptakan kelas yang efektif,
efisien, dan menyenangkan. Dan yang terakhir saya akan melakukan penelitian secara
mandiri di bidang keperawatan sehingga saya dapat memberikan konstribusi positif
bagi pendidikan di Indonesia.
Harapan di masa yang akan datang, dengan bertambah baiknya kualitas
pembelajaran di Indonesia serta semakin baiknya sistem pendidikan di Indonesia,
diharapkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, maju, dan disegani oleh
bangsa lain, serta Indonesia bisa menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di
dunia, sehingga pendidikan di negara kita dapat digunakan sebagai referensi
pendidikan oleh negara-negara lain.
Sebagai mahasiswa pascasarjana, saya memang belum pernah mengharumkan
nama Indonesia di kancah internasional maupun nasional. Namun saya akan terus
berusaha sehingga nantinya saya bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah
internasional dan nasional melalui perserta didik yang akan saya bina. InsyaAllah.
Meskipun saya belum memiliki prestasi di tingkat internasional maupun nasional, saya
akan selalu menjaga nama baik bangsa Indonesia dan membuat bangga bangsa
Indonesia dengan tidak terlibat dalam kasus kriminal, penyalahgunaan narkoba,
menjadi teladan bagi orang lain serta saya berusaha sebaik mungkin untuk menjadi
warga negara yang baik. Selain itu, sebagai mahasiswa dan melalui organisasi yang
saya ikuti, saya bisa membantu masyarakat dengan beberapa kegiatan yang diadakan
oleh organisasi saya, misalkan seperti peduli Bencana alam yang didalamnya berisi
kegiatan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga serta memberikan
inspirasi kepada adik-adik yang ada di desa tersebut.
Sebagai salah satu anak Indonesia saya sadar betapa perlu adanya peran pemuda
dalam hal meningkatkan budaya literasi di negeri ini yang tidak dapat diselesaikan
hanya dengan satu dua orang dan satu dua tahun. Indonesia kedepannya adalah  tugas
bersama seluruh generasi muda yang tentu saja dengan tuntunan para penggerak
negara saat ini. Saatnya para generasi unggul mengambil peran untuk menjadi solusi
cerdas untuk Indonesia.
Rendahnya budaya literasi di indonesia, maka sebagai Generasi unggul yang
diharapkan untuk melanjutkan tonggak pemerintahan dimasa mendatang adalah
generasi yang cerdas dan kompetitif. Dua karakter ini saya peroleh dari visi adaanya
program beasiswa unggulan ini. Saya memahami adanya program beasiswa ini tak
serta merta untuk meningkatkan gairah belajar pada kaum muda, namun seperti yang
saya katakan sebelumnya bahwa beasiswa ini juga menjadi bagian besar untuk
mempersiapkan generasi unggul yang akan memegang kendali negeri dimasa
mendatang. Kembali ke survei yang di keluarkan oleh unesco tentang minat baca kita
yang masih kurang. Menurut pandangan saya dua karakter tadi, cerdas dan kompetitif
cukup mewakili generasi unggul yang dibutuhkan. Bagaimana pemuda mengambil
peran untuk menumbuhkan minat baca di indonesia.
Menjadi bagian dari program generasi unggul 2045 adalah kebanggaan bagi
saya. Secara tidak langsung tentunya saya telah menjadi bagian dari bagian dari skema
tersebut lantaran saat ini saya sedang mengenyam pendidikan magister di salah satu
perguruan tinggi di Kota Yogyakarta. Sungguh besar cita-cita saya untuk menjadi
orang yang beruntung yang dapat berjuang dan berkontribusi bagi bangsa. Dan saya
yakin bahwa saya adalah satu dari generasi unggul tersebut. Karena saya adalah
pribadi pekerja keras yang selalu haus akan ilmu pengetahuan. Sejak dua tahun
belakangan saya mencoba untuk mengabdikan diri untuk indonesia, dengan rendahnya
minat baca di indonesia saya membuat suatu wadah yang bergerak di bidang sosial
pendidikan.
Saya yakin menjadi bagian generasi unggul adalah generasi yang tak hanya
mementingkan dirinya sendiri melainkan pula memiliki awareness kepada orang lain.
Kegiatan sosial saya kebanyakan diperoleh saat saya menempuh pendidikan sarjana,
seperti mengajar anak-anak di desa di kalimantan utara, aktif mengunjungi desa-desa
dan daerah pesisir kota tarakan, ikut kegiatan organisasi mahasiswa yang tentunya 
melatih saya untuk berpikir kompleks mengenai relasi dan regenerasi. Dari mengikuti
berbagai kegiatan tersebut saya menyadari bahwa sebenarnya selama kegiatan
tersebut  saya tidak sedang meluangkan waktu bagi orang lain, melainkan kepada diri
saya sendiri. Karena saya belajar banyak dari kegiatan-kegiatan tersebut, kepribadian
saya menjadi lebih dewasa dan memahami makna kehidupan dari banyak orang yang
telah saya temui. Banyak orang telah menginspirasi saya, maka saya pun berusaha
menginspirasi orang lain melalui komunitas yang saya buat. Ketertarikan saya di dunia
sosial dan literasi terpupuk ketika di kuliah mengikuti pelatihan Bimbingan Teknis
yang dilaksanakan oleh badan pengembangan dan pembinaan bahasa
KEMENDIBUD.
Saya merasa bahwa untuk menjadi anak muda kebanggaan bangsa saya harus
berusaha lebih keras lagi untuk mengasah potensi dan skill yang dibutuhkan untuk
cita-cita diatas. Lantaran hingga saat ini saya sangat minim pengalaman terutama
dalam kegiatan karya tulis sedangkan saya ingin berkecimpung didalamnya. Saya
sedang mengembangkan skill saya dalam menulis feature yang kiranya dibutuhkan
untuk misi saya memotivasi anak Indonesia untuk mengejar pendidikan setinggi-
tingginya.
Mengapa saya kebanggaan bangsa? Karena saya berupaya memberikan contoh
kepada sekitar, betapa nikmatnya menjadi pemuda pemudi berilmu dan berpendidikan
tinggi mencambuk saya untuk menjadi warga negara yang budiman dan taat peraturan.
Dengan saya berpendidikan tinggi, minimal mendorong adik dan saudara saya untuk
bisa seperti saya. Saya yang lahir dan besar dari pulau Kalimantan utara ingin bisa
memotivasi teman-teman saya pentingnya pendidikan. Maka apabila semakin banyak
masyarakat Indonesia yang memahami pentingnya pendidikan, maka akan semakin
banyak pula problematika negeri yang terselesaikan.
Generasi unggul kebanggaan bangsa adalah saya. Yang berusaha memberikan
hal positif bagi sekitar. Yang tak kenal lelah untuk belajar. Yang memilih untuk
menjalankan hidup lebih bermakna. Yang berusaha untuk menjadi lebih baik setiap
harinya. Yang mencintai tanah air karena telah memberikan naungan nan nyaman
sejahtera. Saya adalah satu dari jutaan generasi unggul kebanggan bangsa bercita-cita
membangun Indonesia Literat. Semoga dengan adanya Beasiswa Unggulan ini  apa
yang menjadi cita-cita saya dapat terwujudkan. Amin YRA.