Anda di halaman 1dari 14

Tugas Kelompok 2

Fieldtrip RS. PKU Muhammadiyah


Penerapan Rumah Sakit Pendidikan PKU
Muhammadiyah Gamping

Disusun Oleh
Ady Irawan NIM. 20171050037
Alfi Rusdianti NIM. 20171050004
Argitya Righo NIM. 20171050018
Arif Munandar NIM. 20171050028
Eka Firmansyah Pratama NIM. 20171050005
Erviana NIM. 20171050041
Muhammad Azis NIM. 20171050010

Program Studi Magister Keperawatan


Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
2018
Kata Pengantar

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT,


karena berkat rahmat dan hidayah-Nyalah kelompok dapat menyelesaikan
penyusunan laporan tugas kelompok berkaitan dengan Penerapan Rumah Sakit
Pendidikan PKU Muhammadiyah Gamping.

Kelompok mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada


pihak-pihak yang telah memberikan masukan kepada makalah ini. Oleh karena itu
kelompok ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Novita Kurniasari, S.Kep.,Ns.,M.Kep selaku mentor mata


ajar elektif Clinical Teaching.
2. Semua rekan-rekan seangkatan yang telah memberikan
dorongan dan motivasi dalam penyusunan laporan tugas mandiri elektif
Clinical Teaching.
3. Pihak-pihak lain yang tidak bisa kelompok sebutkan satu-
persatu yang juga telah banyak membantu baik support maupun do’a.
Kelompok merasakan dalam penyusunan laporan tugas mandiri ini begitu
banyak hambatan, namun berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak maka
kelompok dapat menyelesaikan sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan
penulis. Kritik dan saran sangat kelompok harapkan agar penyusunan laporan
tugas kelompok ini untuk lebih baik lagi dimasa yang akan datang.
Kelompok berharap semoga amal baik yang telah diberikan oleh semua pihak
akan mendapatkan balasan dari Allah SWT, dan semoga laporan tugas makalah
ini sangat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin yaa Robbal’alamin.

Yogyakarta, Mei 2018


Tim

Daftar Isi

Kata Pengantar.......................................................................................... i
Daftar Isi .................................................................................................... ii
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang ..................................................................................... 1
B. Masalah ................................................................................................ 2
C. Tujuan Masalah .................................................................................... 2
BAB II
Pembahasan
A. Konsep Rumah Sakit Pendidikan (RSP)
1. Definisi RSP..................................................................................... 3
2. Tujuan Penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan....................... 3
3. Kedudukan dan Peran Rumah Sakit Pendidikan.............................. 3
4. Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan................................................ 3
5. Ruang Lingkup................................................................................. 4
B. Analisis Penerapan Rs. Pendidikan
1. Standar 1 .......................................................................................... 5
2. Standar 2........................................................................................... 7
3. Standar 3........................................................................................... 7
4. Standar 4........................................................................................... 8
5. Standar 5 .......................................................................................... 8
BAB III
Penutup
A. Kesimpulan .......................................................................................... 10
B. Saran .................................................................................................... 10
Daftar Pusataka
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Rumah sakit pendidikan merupakan sebuah standar rumah sakit berbasis
pendidikan yang digunakan saat ini dengan berkolaborasi dengan pendidikan
di perguruan tinggi kedokteran. Rumah sakit pendidikan di Indonesia saat ini
belum banyak hanya terdapat beberapa rumah sakit pendidikan yang
berkembang.
Rumah sakit ini ditujukan pada lahan mahasiswa praktek untuk di bidang
kedokteran. Pada bidang lain juga turut berpartisipasi aktif dalam
membangun sebuah tempat praktek di rumah sakit ini seperti contohnya
keperawatan. Keperawatan merupakan sebuah profesi yang bergerak tidak
hanya bergerak dibidang biopsikososiocultural bahkan meliputi semua aspek
yang terdapat pada pasien yang ditangani tersebut.
Tempat praktek untuk keperawatan bisa dilakukan pada rumah sakit
pendidikan ini sebagai lahan untuk melakukan asuhan keperawatan kepada
pasien dan tempat untuk berkolaborasi dengan tim medis lainnya seperti
Dokter, Bidan, Farmasi dan lain-lain. Praktek yang dilakukan untuk saat ini
yaitu dilakukan oleh program studi magister universitas muhammadiyah
yogyakarta ke rumah sakit pendidikan yang ada di daerah ini seperti RS. PKU
Muhammadiyah di Gamping, Yogyakarta.
Praktek ini didasari oleh adanya mata kuliah elektif yaitu mata kuliah
clinical teaching yang ada pada program magister tersebut. Mahasiswa
melakukan salah satu rangkaian pembelajaran yaitu filedtrip ke rumah sakit
tersebut untuk mengambil data yang diperlukan sesuai yang ada pada modul
pembelajaran untuk tugas kelompok pertama. Tugas kelompok ini dilakukan
bertujuh semuanya. Permasalahan yang akan digali pada rumah sakit
pendidikan ini yaitu berdasarkan pada standar rumah sakit pendidikan yang
ada saat ini. Terdapat 5-6 standar yang dikaji pada penugasan kali ini yang
lebih ditekankan pada pemecahan permasalahan yang ada di rumah sakit
pendidikan tersebut untuk dibahas serta dipersentasikan didepan kelas pada
pertemuan berikutnya.

B. Masalah
Dari latar belakang diatas didapatkan sebuah permasalahan yang akan
dibahas pada penugasan kali ini yaitu Apa-apa saja permasalahan yang
etrdapat pada rumah sakit pendidikan di RS. PKU Muhammadiyah tersebut
dan bagaimana solusi dari pemecahan permasalahan tersebut?

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dari penugasan ini yaitu mahasiswa mampu menganalisa
berbagai macam permasalahan yang ada pada rumah sakit pendidikan di PKU
Muhammadiyah tersebut beserta penyelesaiannya.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui permasalahan yang ada pada rumah sakit pendidikan
di Rs. PKU Muhammadiyah
b. Untuk menganalisa memecahkan permasalahanyang ada pada rumah
sakit pendidikan di Rs. PKU Muhammadiyah.
c. Untuk memberikan proyek inovasi dari pemecahan permasalahan dari
rumah sakit pendidikan di Rs. PKU Muhammadiyah.
BAB II
Pembahasan
A. Konsep Standar Rumah Sakit Pendidikan (RSP)
1. Definisi RSP
Dari berbagai definisi yang ada, pada prinsipnya pengertian rumah sakit
pendidikan (“Teaching Hospital”) adalah rumah sakit yang juga digunakan
untuk pendidikan kedokteran. Rumah sakit pendidikan juga merupakan
rumah sakit yang ber “Afiliasi”, serta satu atau lebih pendidikan yang terkait
dengan kesehatan seperti, keperawatan, kesehatan masyarakat, tenaga
kesehatan dan kedokteran Gigi. Memperhatikan uraian tersebut diatas dan
berdasarkan fungsi Rumah Sakit dalam proses pendidikan profesi kedokteran,
dapat dirumuskan RS Pendidikan di Indonesia adalah Rumah Sakit yang
merupakan jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan digunakan sebagai
wahana pembelajaran klinik untuk memenuhi modul pendidikan dalam
rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi
Kedokteran (DepKes RI, 2009 : 4).
Rumah sakit pendidikan diharapkan memiliki kemampuan pelayanan
yang lebih dari rumah sakit non pendidikan terutama meliputi:
a. Penjaminan mutu pelayanan dan keselamatan pasien serta kedokteran
b. berbasis bukti.
c. Penerapan Metode Penatalaksanaan Terapi terbaru.
d. Teknologi Kedokteran yang bertepat guna.
e. Hari rawat yang lebih pendek untuk penyakit yang sama.
f. Hasil pengobatan dan survival rate yang lebih baik.
g. Tersedianya konsultasi dari Staf Medis Pendidikan, selama 24 jam.

2. Tujuan Penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan


Tujuan penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan adalah sebagai
berikut:
a. Meningkatkan mutu pelayanan di RS Pendidikan;
b. Meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikanprofesi
kedokteran;
c. Meningkatkan penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan
danTeknologi Kedokteran di RS Pendidikan.

3. Kedudukan dan Peran Rumah Sakit Pendidikan


Kedudukan rumaj sakit pendidikan sebagai salah komponen yang
sangatmenentukan keberhasilan proses pembelajaran klinik yang
meliputipengetahuan (Knowledge), kemampuan psikomotor (Skill), dan
perilaku(Attitude) sesuai kompetensi sebagaimana ditetapkan dalam modul
pendidikan berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran.Seiring
dengan kebutuhan pembelajaran klinik peserta didik terutama dalam rangka
menjamin mutu keluaran dan hasil peserta didik yang sesuai dengan standar
kompetensi, maka tidak semua Rumah Sakit dapat secara serta merta menjadi
RS Pendidikan.
Rumah sakit yang telah berdiri dan operasional memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat bila akan ditambah fungsinya sebagai RS
Pendidikan haruslah memenuhi kriteria sebagaimana ditentukan dalam
Standar Rumah Sakit Pendidikan. Untuk itu dalam rangka menjamin mutu
pendidikan profesi kedokteran sekaligus menjamin mutu pelayanan medik di
RS Pendidikan, maka dipandang perlu dilakukan Standarisasi Rumah Sakit
Pendidikan.

4. Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan


Rumah Sakit Khusus (Afiliasi/Eksilensi) dapat mempunyai Rumah
SakitSatelit berupa Rumah Sakit Khusus lainnya dan Rumah Sakit Umum
yangmempunyai pelayanan unggulan tertentu sebagai
jejaringnya.Berdasarkan hal tersebut maka disusun Standar RS Pendidikan
menjadi:
a. Standar RS Pendidikan Utama
RS Pendidikan Utama adalah rumah sakit jejaring institusi
pendidikanKedokteran yang digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik
pesertadidik untuk memenuhi seluruh atau sebagian besar modul pendidikan
dalamrangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi
Kedokteran agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif, RS
Pendidikanharus memiliki visi dan misi yang jelas, yang menunjang
tercapainya tujuanpendidikan profesi kedokteran.
b. Standar RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi)
RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) adalah Rumah Sakit Khusus
atauRumah Sakit Umum dengan unggulan tertentu yang menjadi pusat
rujukanpelayanan medik tertentu yang merupakan jejaring Institusi
PendidikanKedokteran dan digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik
untukmemenuhi modul pendidikan tertentu secara utuh dalam rangka
mencapaikompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran.
c. Standar RS Pendidikan Satelit
RS Pendidikan Satelit adalah RS jejaring Institusi PendidikanKedokteran
dan jejaring RS Pendidikan Utama yang digunakan sebagaiwahana
pembelajaran klinik peserta didik untuk memenuhi sebagian
modulpendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan
StandarPendidikan Profesi Kedokteran.
Untuk setiap jenis RS Pendidikan ditetapkan Standar dengan masing-
masingkriterianya, mengacu pada World Federation of Medical
Education(WFME), sebagai berikut :
a. Standar Visi, Misi, Komitmen dan Persyaratan.
b. Standar Manajemen dan Administrasi.
c. Standar Sumber Daya Manusia untuk program pendidikan klinik.
d. Standar Penunjang Pendidikan.
e. Standar perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinis
yangberkualitas.
Standar dan parameter penilaiannya ini lebih merupakan standar
input,yang harus dipenuhi sebagai dasar penilaian kepatuhan institusi
terhadapstandar yang telah ditetapkan dalam rangka penetapan sebagai
RSPendidikan, setelah melalui persyaratan Akreditasi Rumah Sakit
dariDepartemen Kesehatan RI.Untuk akreditasi dan reakreditasi, penetapan
parameter penilaiansebaiknya merupakan bagian dari instrumen penilaian
akreditasi pendidikankedokteran yang disusun bersama oleh para pemangku
kepentinganpendidikan profesi kedokteran.

5. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Standar RS Pendidikan ini adalah untuk Rumah
SakitUmum dan Rumah Sakit Khusus yang digunakan oleh Institusi
PendidikanKedokteran sebagai wahana pendidikan kedokteran meliputi :
a. Visi, Misi, Komitmen dan persyaratan;
b. Manajemen dan Administrasi;
c. Sumber Daya Manusia untuk program pendidikan klinik;
d. Penunjang pendidikan;
e. Perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinik yangberkualitas

B. Analisis Penerapan Rs. Penddikan


Penerapan yang dilakukan oleh kelompok kami menggunakan kombinasi
standar yang digunakan untuk menganalisa penerapan rumah sakit pendidikan
yang diterapkan di rumah sakit PKU Muhammadiyah yaitu menggunakan
standar tahun 2009 yang memuat 5 standar dan standar 2018 yang memuat 6
standar yang satu dengan lainnya saling kami lengkapi. Dibawah ini
merupakan perincian analisa setiap standar yang kami analisis yaitu sebagai
berikut:
1. Standar 1
Temuan :
Masalah yang ada pada standar 1 yang ditemukan ketika fieldtrip yaitu
belum adanya :
a. Pengaturan jumlah mahasiswa praktek yang masuk belum tertata
dengan baik.
b. Pembaharuan perjanjian kerjasama pihak rumah sakit dan institusi
pendidikan belum terupdate dengan baik.
Gap :
a. Pengaturan jumlah mahasiswa praktek telah diatur pasal 17 ayat 1 Bab
IV berkaitan dengan penyelengaraan pada UU No. 93 tentang rumah
sakit pendidikan berbunyi Rumah Sakit Pendidikan hanya dapat
menerima Mahasiswa sesuai dengan:
1) Rasio jumlah dosen dengan Mahasiswa; dan
2) Jumlah dan variasi jenis kasus penyakit.
b. Naskahperjanjian kerjasama (MOU) antara RS Pendidikan dengan
institusi pendidikan kedokteran diatur dalam pasal 22 Bab VI
berkaitan dengan jenis dan klasifikasi ayat 1 UU No. 44 tahun 2009.
Bunyi pasal 22 ayat 1 : Rumah Sakit dapat ditetapkan menjadi Rumah
Sakit pendidikan setelah memenuhi persyaratan dan standar rumah
sakit pendidikan. Pada standar 1 tahun 2009 dan SNARS 2018 yang
termasuk dalam elemen penilaian berbunyi ada kerja sama antara
rumah sakit dan institusi pendidikan yang sudah terakreditasi.
Solusi :
a. Mengadakan pengaturan jumlah mahasiswa praktek dengan
berdasarkan rasio jumlah dosen dengan mahasiswa yaitu jumlah dosen
tetap untuk semua jenis prodi adalah 6 orang,  rujukan sebelumnya
ada di Kepmendikbud no. 234/U/2000 dan SK Dirjen Dikti
no. 108/DIKTI/Kep/2001. Saat ini sudah ada rujukan yang lebih baru
yaitu Permendikbud no. 49 tahun 2014 tentang sistem nasional
pendidikan. Rasio dosen tetap dengan mahasiswa versi
Kepmendikbud no. 234/U/2000 dan  SK 108/DIKTI/Kep/2001
(bidang IPA 1:20, bidang IPS 1:30). Pengertiannya sebenarnya begini,
SK 234 mewajibkan untuk buka satu prodi minimal mahasiswa per
kelas harus ada 30 orang. Jikalau lebih dari 30 orang dibolehkan dan
tak ada batas maksimalnya, namun perbandingan harus sesuai dengan
nisbah dosen tetap dibanding mahasiswa yaitu 1: 20 untuk IPA dan 1:
30 untuk IPS, itu berlaku untuk Program S1 dan diploma. Jadi
umpamanya program keperawatan buka prodi S1, program
keperawatan termasuk IPA, misalnya mereka menerima 600
mahasiswa baru, maka mereka wajib memiliki dosen tetap sebanyak
600: 20 = 30 dosen tetap. Kemudian terbit Surat Edaran Dirjen Dikti
no. 2920/DT/2007 menjadi Standar rasio dosen tetap : mahasiswa =
1:25 (berlaku sama untuk bidang IPA dan IPS). Pada prinsipnya
ketentuan SK. 234. SK. 108 dan SE 2920 masih berlaku sepanjang tak
bertentangan dengan UU no.12 tahun 2012 dan Permendikbud no.49
tahun 2014.
b. Naskah perjanjian MOU antara rumah sakit dan pendidikan
diperbaharui sesuai dengan isi MOU dari pihak rumah sakit dengan
pendidikan yang terdapat dalam isi perjanjian sebelumnya untuk
diperbaharui lebih lanjut.
2. Standar 2
Temuan : Tidak ditemukan permasalahan distandar 2 ini sehingga
inovasi yang diberikan belum ada, sehingga kelompok kami belum dapat
mengidentifikasi inovasi apa yang seharusnya didapatkan untuk standar
2. Akan tetapi, untuk memaksimalkan inovasi pemecahan permasalahan
di standar 2 ini kami sepakat masih mempertahankan sistem yang ada
yang sedang berjalan di Rs. PKU muhammadiyah.
3. Standar 3
Temuan : permasalahan yang ditemukan dalam standar 3 yaitu
pengangkatan tenaga pendidik dirumah sakit.
Gap : pengembangan jenjang karir profesional perawat klinis
telah diatur dalam UU No. 40 tahun 2017 yang mana didalamnya
terdapat beberapa persyaratan terkait pengangkatan tenaga pendidik
dirumah sakit.Seleksi meliputi seleksi administrasi, kelayakan sehat fisik
serta psikologis dan kredensial edukasi yang meliputi keaslian ijazah,
transkrip nilai, sertifikat uji kompetensi dan memiliki Surat Tanda
Registrasi (STR). Kredensial terhadap asuhan kritis bisa dipersyaratkan
sesuai kebijakan organisasi. Seleksi dapat dilaksanakan melalui beberapa
tahapan yaitu seleksi administrative, psikotes, wawancara, kredensial,
dan validasi kompetensi (sesuai dengan kebijakan organisasi).
Solusi : diadakannya pembukaan tenaga pendidik yang sesuai
dengan syarat ketentuan seperti ijazah asli, transkrip nilai, sertifikat uji
kompetensi dan STR.
4. Standar 4
Temuan : Distandar 4 juga kami tidak menemukan permasalahan
sehingga inovasi yang diberikan belum ada, sehingga kelompok kami
belum dapat mengidentifikasi inovasi apa yang seharusnya didapatkan
untuk standar 4. Akan tetapi, untuk memaksimalkan inovasi pemecahan
permasalahan di standar 4 ini kami sepakat masih mempertahankan
sistem penunjang pembelajaran yang sudah ada yang sedang berjalan di
Rs. PKU muhammadiyah
5. Standar 5
Temuan : permasalahan yang ditemukan dalam standar 5 yaitu tidak
adanya sebuah pelatihan bagi staff untuk membahas mengenai evidence
based nursing terbaru. Kegiatan ini dapat menambah wawasan staff
dalam memberikan pelayanan sehari-hari kepada pasien dan sebagai
sarana update ilmu terbaru bagi perawat-perawat yang memiliki
kesibukan di pelayanan.
Gap : pengembangan dan pelatihan bagi staf tertuang dalam UU
No. 44 tahun 2009 tentang rumah sakit, pada pasal 5 point c dan d yang
berbunyi : c). penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya
manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian
pelayanan kesehatan; dan d). penyelenggaraan penelitian dan
pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka
peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu
pengetahuan bidang kesehatan.
Solusi : diadakan pelatihan bagi staf rumah sakit untuk menunjang
dalam pelayanan dalam rumah sakit bagi perawat dan staf medis lainnya.
BAB III
Penutup
A. Kesimpulan
Rumah sakit pendidikan merupakan standarisasi rumah sakit yang tidak
hanya diperuntukan ataupun berpusat pada pendidikan yang dikembangkan.
Akan tetapi, diperuntukan pula dengan berbagai ahli kesehatan yang
bergabung guna memperbaiki keadaan pasien ketika berobat dan
memperbaiki status pelajar yang hendak belajar maupun menimba ilmu
dirumah sakit tersebut. Rumah sakit pendidikan yang ada memiliki beberapa
standar yang meski diperhatikan yaitu terdapat 5 standar yang diusung pada
tahun 2009 dan 6 standar yang diusung pada tahun 2018. Kedua standar
tersebut memiliki kesamaan isi didalamnya sehingga memberikan
kelengkapan saling melengkapi satu dengan yang lainnya paa tiap standar
tersebut. Kelompok kami mengumpulkannya dalam bentuk 5 standar yang
ada yang sama memuat 6 standar terbarukan yang kami gunakan untuk
menganalisa permasalahan dan mencoba membantu memecahkan
permasalahan dengan memberikan sebuah inovasi pemecahan permasalahan
yang ada meskipun tidak semua standar yang kami dapati terdapat
permasalahan didalamnya.

B. Saran
Makalah yang kami buat ini tentunya memiliki sebuah kekurangan
didalamnya. Kami mohon jika terdapat kesalahan kami segera menerima
kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah yang kami
buat ini. Atas perhatian seluruh pihak yang terkait dalam pembuatan makalah
ini kami ucapkan terima kasih.
References
MenpenasRI. (2000). Pedoman pendirian perguruan tinggi . Jakarta : Menpenas
RI.
PermendikbudRI. (2012). Pendidikan Tinggi . Jakarta : Permendikbud RI.
PermendikbudRI. (2014). Standar nasional pendidikan tinggi . Jakarta :
Permendikbud RI.
PermenkesRI. (2017). Pengembangan jejang karir profesional perawat klinis.
Jakarta : Permenkes RI.
PerpemRI. (2015). Rumah sakit pendidikan . Jakarta : Perpem RI.
RI, D. (2009). Pedoman klasifikasi dan standar rumah sakit pendidikan . Jakarta :
Departemen Kesehatan RI.
RI, P. (2015). Rumah Sakit Pendidikan . Jakarta : Peraturan Pemerintah RI .
Sakit, K. A. (2018). Standar nasional akreditasi rumah sakit (1 ed.). Jakarta:
Komisi Akreditasi Rumah Sakit.
SKDirjendikti. (2001). Pedoman pembukaan program studi dan/ atau jurusan .
Jakarta: Depdiknas RI.
UUDRI. (2009). Rumah Sakit . Jakarta: UUD RI.