Anda di halaman 1dari 12

CRITICAL JORNAL REVIEW (CJR)

RAVITALISASI SPRITUALITAS EKOLOGI PERSPEKTIF


PENDIDIKAN ISLAM
(Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kelompok
Mata Kuliah: Psikologi Agama)

DOSEN PENGAMPU:
Dr. MOHAMMAD AL FARABI, M.Ag

DISUSUN OLEH:
PAI-5/SEM VI
DAMA WULAN HARAHAP (0301173487)
FERRY DWI AFRIANDI (0301173482)
M. HAFIZ AN NUR (0301171282)
RAHMI PADILLAH HASIBUAN (0301173510)
SYAFA’ATUL HUSNAH (0301173508)
UMMI AIDA ADLINA SIREGAR (0301173509)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUMATRA UTARA
MEDAN
2020
KATA PENGANTAR
‫ميحرلا نمحرلا هللا‬ ‫بسم‬

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Puja dan puji kita kepada Allah yang senantiasa selalu memberikan
limpahan rahmat dan karunia yang tak terhingga sehingga kami mampu
menyelesaikan tugas journal review ini. Shalawat dan salam semoga tetap
tercurahkan kepada Nabi akhir zaman, dengan harapan kelak kita peroleh
syafa’atnya di hari kemudian. Aamiin.
Tugas ini ditulis sebagi tuntutan dan kewajiban dari mata kuliahPsikologi
Islam, pada Program Sarjana (S1) Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara Medan. Hal ini bertujuan untuk
memberikan sedikit pemahaman kepada pembaca tentang “Rrevitalisasi
Spritualitas Ekologi Perspektif Pendidikan Islam”. Sumber pengambilan data-data
dalam tulisan ini adalah sepenuhnya berasal dari jurnal yang ditulis oleh “Eko
Asmanto”. Oleh karena itu pembahasan dalam tulisan ini akan lebih fokus kepada
isi jurnal tersebut.
Sebagai hasil karya manusia biasa, kami menyadari masih banyak
kesalahan serta kekurangan yang terdapat dalam penulisan journal review ini,
karenanya penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif
dari pembaca. Kepada Dosen kami Bapak Dr. Mohammad Al Farabi, M.Ag.,
kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas arahan dan bimbingan.
Semoga tugas ini mampu mendorong penulis untuk menyelami kajian Psikologi
Agama.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Medan, Juni 2020


Reviewer,

Kelompok 3

i
DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR ............................................................................. i

DAFTAR ISI .......................................................................................... ii

I. Pengantar .............................................................................................. 1
II. Ringkasan artikel/ hasil penelitian ....................................................... 2
III. Keunggulan penelitian
a. Kegayutan antar elemen ................................................................... 4
b. Originalitas temuan .......................................................................... 4
c. Kemutakhiran masalah ..................................................................... 5
d. Kohesi dan koherensi isi penelitian .................................................. 5
IV. Kelemahan penelitian
a. Kegayutan antar elemen ................................................................... 5
b. Originalitas temuan .......................................................................... 5
c. Kemutakhiran masalah ..................................................................... 6
d. Kohesi dan koherensi isi penelitian .................................................. 6
V. Implikasi terhadap:
a. Teori ................................................................................................. 6
b. Program pembangunan di Indonesia ................................................ 6
c. Pembahasan dan Analisis ................................................................. 7
VI. Kesimpulan dan saran ......................................................................... 8

PUSTAKA ................................................................................................. 9

ii
Identitas Jurnal
Judul Jurnal : Revitalisasi Spritualitas Ekologi Perspektif Pendidikan
Islam
Penulis : Eko Asmanto
Email : ekoasmanto@umsida.ac.id
Lembaga Penerbit : Universitas Muhammmadiyah Sidoarjo
Kota Terbit : Sidiarjo, Jawa Timur
Tahun Terbit : 2015
Halaman : 22 Halaman
Volume/Edisi : Volume 11, No. 2, November 2015
ISSN : ISSN : 1411-0334, e-ISSN : 2460-0008

I. Pengantar
Desakan untuk menyelesaikan masalah yang kronik diberbagai belahan
dunia terhadap krisis lingkungan turut memunculkan sebuah erpaduanantara
agama dan gerakan ekologi di abad 21 di kalangan para pakar lingkungan. Bahkan
dalam tiga dekade terakhir, masyarakat agama turut memunculkan pengembangan
kearifan nilai-nilai lingkungan sebagai bentuk imajinasi kesadaran spritualitas diri
pada lingkungan berdasarkan ada nilai-nilai primordialyang telah ada dalam
tradisi agama-agama dunia.
Meskipun pakar lingkungan berseakat bahwa ersoalan ekologis yang
dihadapi sangatlah memiliki akar metafisik alam, bahkan konseptualisasi dan
pemaknaan terhadap alam. Namun agama telah memberikan sebuah konsep yang
menjawab problematika ekologi dalam menghubungkan interelasi antara manusia
dan alam, yang secara metafisik telah mengembangkan konse kesadaran manusia
dalam etika ekologi.
Dalam kenyataannya agama Islam telah meninggalkan warisan religi yang
kuat dalam kehidupan sosial, namun para ilmuwan menyebutnya sebagai diamnya
kekuatan muslim dalam menyikapirealita krisis ekologi. Namun demikian ragam
argumen tersebut turutmenguatkan jika telah terjadi erkembangan yang signifikan
pada kerusakan lingkungan sebagai krisis ekologi yang urgen dalam seluruh
dimensi kehidupan manusia, yang dalam hal ini sangat membutuhkan temuan

1
ajaran spritualitas Islam dalam menggambarkan keterhubungan antara manusia
dan lingkungannya. Melalui implementasi raktik lingkungan yang bersaskan jaran
ekologi dari agama Islam, setidaknya pandangan demikian dalam frame pakar dan
aktivitas lingkungan saat ini dinyatakan sebagai bentuk penggalian sistem nilai
baru yang disesuaikan dengan kehidupan manusia medern, tanpa menolak
tuntunan ajaran yang telah menghubungkan Islam dan ekologi itu sendiri.

II. Ringkasan artikel/hasil penelitian


Artikel ini menggambarkan riset lapangan yang menyintesis spritualitas
ekologi Islam (eco-sprituality) dari teks suci, tradisi, dan pemikiran kontemporer,
yang kemudian mengilistrasikan bagaimana spritualitas turut meramaikan lanskap
pendidikan Islam (educational landscape of Islam). Pengetahuan seputar
hubungan antara manusia dan alam, baik terhadap fungsi diciptakannya alam,
maupun pada fungsi kehidupannya, merupakan hal mendasar dalam rancangan
pendidikan dan gerakan eco-Islamic global terhadap komunitas masyarakat ramah
lingkungan. Saat kepedulian Islam terhadap lingkungan yang tidak sekedar
digambarkan dalam diskursus ekoteologi, namun kemajuan imajinasi terhadap
lingkungan turut menunjukkan bagaimana sebuah keyakinan digunakan sebagai
gerakan yang menciptakan perubahan sosial (social change).
Para pakar lingkungan Islam menguatkan pentingnya pendekatan ekologi
dalam membangun keterhubungan antara manusia dan lingkungannya sebagai
sebuah fondasi spritualitas etika manusia. Namun sejumlah tokoh agama
menyatakan bahwa fakta spritual yang luas meliputi beberapa domain makna yang
berbeda telah berkembang dan mengakar dalam berbagai budaya, bangsa bahkan
kelompok agama. Hal senada juga dijelaskan Hill serta Emmons dan Crumpler
yang menyatakan bahwa spritualitas merupakan pengalaman ersonal terhada
hubungan manusia dengan sesuatu yang trasenden (al-muta’ali) dan yang suci (l-
muqaddas).
Dalam ekosofi Islam ala Nasr, wacana Sppritual ekologis mengenalkan
telaah hubungan spesifik antara Tuhan, manusia dan alam yang keterhubungannya
digambarkan dalam imajinasi keharmonisan manusia terhadap alam. Melalui
imajinasi spritualitas manusia terhada realita krisis lingkungan, yang sebenarnya

2
adalah krisis sritual dan religiusitas manusia terhadap apa yang disebut Nasr
sebagai akibat dari kelalaian manusia modern pada kebenaran abadi (perennial
truths).
Sebagai pembaruan ekologi, maka konseptualisasi spritual ekologis sangat
dibutuhkan guna menjawab kebutuhan yang berkelanjutan dengan memunculkan
kesadaran spritual akan alam sebagai ciptaan tuhan yang harus tetap dijaga
sakralitasnya melalui kesadaran dalam bersikap dan beretika. Daloam peran
pembangunannya, konseptualisasi akan lebih menekankan para pengimbangan
antara dimensi spritualisas lingkungan dengan dimensi aktivitas lingkungan yang
berasaskan kesadaran ekologis berpersektif keilahian atau teologis dan
meresakralisasi alam baik dengan menjaga keseimbangan ekosistem maupun
mengutamakan keberlanjutan alam.
Struktur pengetahuan ekologi Islam dalam penelitian ini menggambarkan
pengetahuan atas segala sesuatu yang eksis berdasar pada sains Alquran sebagai
wahyu Ilahi yang secara konseptual membentuk karakteristik sains terintegrasi
dan memiliki keterikatan dengan nilai-nilai dan etik wahyu yang mendasari
bangunan sains dan keilmuan secara paradigmatik. Adapun tujuan akhir dari sains
tersebut bermuara pada pengungkapan kebesaran Tuhan sebagai sumber segala
kehidupan. Hal demikian menggambarkan bangunan eistemologi yang holistik
dan integral, yang tidak hanya berbasis sains medern tapi juga mengadopsi bahkan
bersinergi dengan spritualitas agama-agama dunia dan kearifan tradisi lokal.
Kondisi demikian merupakan tantangan besar agama-agama dunia untuk
menghidupkan kembali kekayaan nilai-nilai spritualitas agama, yaitu dengan
merevitalisasi peran agama yang etis, bermoral, serta ramah alam dan lingkungan.
Ekspresi keagamaan setidaknya tidak sekedar menjadi perhatian publik, namun
lebih fokus pada spritual modernitas yang bermakna holistis, menyentuh, tatanan
kosmis yang menempatkan isu-isu lingkungan secara komprehensif pada sikap
dan ide yang solutif. Salah satiu ide tersebut menghidupkan kembali gerakan
ekologi melalui fase ekologi dengan keprihatinan hubungan antara manusia
dengan Tuhan dan alam.
Dari ringkasan artikel di atas, penting kiranya komunitas masyarakat
Muslim menyelenggarakan aktivitas eco-Islam secara formal maupun informal,

3
baik konferensi, pelatihan, workshop, maupun seminar. Upaya tersebut tidak lain
hanyalah untuk menumbuhkan semangat dan kebersamaan dalam penyelamatan
lanet bumi dari tindakan perusakan ekologis.

III. Keunggulan penelitian


a. Kegayutan antar elemen
Dari pembahasan elemen/bagian memiliki keterkaitan/kegayutan
yang hirarki antara komponen yang satu dengan komponen yang lainnya.
Keterkaitan ini terlihat dari segi penjelasannya yang menyeluruh dimana
didalamnya terkandung tentang revitalisasi spritualitas ekologi dalam
perspektif pendidikan Islam.
Setiap bentuk tulisan didalam penelitian tersebut mempunyai ciri khas
tulisan yang cocok dalam menyampaikan pemahamannya kepada
masyarakat. Secara rinci Eko Asmanto melanjutkan pembicaraan
mengenai Revitalisasi Spiritualitas Ekologi Perspektif Pendidikan Islam.
b. Originalitas temuan
Sebuah karya tulis dikatakan original apabila tidak ada elemen dalam
karya tulis tersebut yang memiliki kesamaan persis dengan karya tulis
yang lainnya. Begitu pula dengan jurnal, sebuah jurnal dikatakan original
apabila semua elemen yang ada di dalam jurnal tersebut terbukti. Jurnal ini
merupakan jurnal yang original/asli karena setiap kutipan yang ada di
dalamnya tertulis pada lembar rujukan.
Dan keaslian tersebut dapat dilihat pula melalui definisi-definisi yang
ada di dalam jurnal. Selain itu jurnal ini juga tidak memiliki kesamaan
dengan jurnal lainnya. Teori dan konsep yang digunakan penulis dalam
menjelaskan bahwa ide dangan gagasan begitu cemerlang dan juga
mengadopsi pemikiran maju dari sebuah imajinasi ekologi yang adil,
hormat, dan tanggung jawab dalam interaksi dan keterkaitannya dengan
manusia dan alam guna untuk menyelamatkan masyarakat dari
ketidaktahuan mengenai pengetahuan agama.

4
c. Kemutakhiran masalah
Setelah reviewer membaca jurnal ini, pereview menyimpulkan bahwa
jurnal ini sudah cukup mutakhir, karena pembahasan dalam jurnal sangat
jelas dan relevan dengan keadaan yang sekarang yaitu membahas
spritualitas dalam perspektif pendidikan Islam.
Kemutakhiran jurnal juga dapat dilihat dari terbitan jurnal yaitu pada
tahun 2015 yang kurun waktunya pas lima tahun terakhir.
d. Kohesi dan koherensi isi penelitian
Kohesi disebut juga keterpaduan bentuk, sedangkan koherensi disebut
juga keterpaduan makna. Jurnal ini adalah jurnal yang kohesi di setiap
pembahasannya, hal ini dapat dilihat dari paragraf satu dengan yang
lainnya saling berkaitan.
Koherensi atau keterpaduan makna di dalam jurnal juga baik. Hal ini
di karenakan setiap paragraf dan kalimat pada jurnal berpadu. Dan dapat
dilihat dari awal jurnal tersebut, penulis telah menjelaskan mengenai
budaya pendidikan Islam berbasis spiritual ekologi sehingga didalam
jurnal tersebut selalu membahas tentang bagimana untuk menghidupkan/
merevitaslisasi kembali suatu pembelajaran/pendidikan Islam berbasi
spiritual ekologi tersebut. Oleh sebab itu, hubungan antara awal penulisan
hingga akhir penulisan saling berkaitan.

IV. Kelemahan Penelitian


a. Kegayutan antar elemen
Pada dasarnya pembahasan jurnal ini sudah saling berkaitan. Tetapi
ada beberapa elemen yang kurang berhubungan, seperti pada halaman 344,
antara paragraf pertama dan kedua menurut reviewer kurang berkaitan dan
ada beberapa kalimat yang sulit dipahami.
b. Originalitas temuan
Pada segi temuan reviewer melihat bahwa tidak adanya kelemahan
ataupun kekurangan terhadap jurnal ini, hal ini dikarenakan jurnal telah
memuat banyak elemen ataupun teori yang terbukti adanya. Selain itu

5
jurnal ini juga memuat banyak referensi yang membuat keoriginaliatasan
jurnal ini terlihat.
c. Kemutakhiran masalah
Setelah penyusun membaca jurnal ini, penyusun menyimpulkan
bahwa jurnal sudah cukup mutkahir karena pembahasan dalam jurnal
sangat jelas yang mana membahas spiritual ekologi dalam Islam yang
menggambarkan sebagai kajian yang esensi. Maka dari itu penyusun tidak
menemukan kelemahan pada kemutkahiran masalah jurnal.
d. Kohesi dan koherensi isi penelitian
Dari keterkaitan hubungan dan penjelasan gagasan yang ada juga teori
yang ada pada jurnal tersebut hampir tidak ada kekurangannya karena
pada segi kohesi dan dan koherensi membuat poin lebih besar kepada
keunggulan dalam jurnal.

V. Implikasi terhadap:
a. Teori
Jurnal Revitalisasi Spiritualitas Ekologi Perspektif Pendidikan Islam,
implikasi atau keterlibatan terhadap teori-teori yang dijabarkan jurnal
merupakan teori-teori yang dianggap mampu terlaksanakan.
Berdasakan teori-teori yang dipaparkan dalam jurnal seorang pembaca
maupun reviewer akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang lebih
luas mengenai spritualitas baik dari segi konsep dan pemahaman teoritis.
b. Program pembangunan di Indonesia
Menurut reviewer, jurnal ini sangat baik dan menarik untuk dibaca.
Dimana spiritual ekologis mengenalkan telaah hubungan spesifik antara
Tuhan, manusia, dan alam, yang keterhubungannya digambarkan dalam
imajinasi keharmonisan manusia terhadap alam.
Jika membahas mengenai program pembangunan di Indonesia, dalam
kehidupan bernegara pemerintah selalu mengambil kebijakan
pembangunan dalam upaya melakukan perubahan yang lebih baik lagi
bagi warganya dan untuk meningkatkan keseimbangan hidup setiap warga
yang juga umat beragama agar lebih baik lagi. Dan dari program

6
pembangunan di Indonesia dimana salah satu bentuk programnya adalah
program pembangunan agama yang didalamnya memuat empat program
yaitu: (1) Program Peningkatan Pelayanan Kehidupan Beragama; (2)
Program peningkatan pemahaman dan pengamalan agama, serta
kerukunan hidup umat beragama; (3) Program peningkatan kualitas
pendidikan agama; (4) Program pembinaan lembaga-lembaga sosial
keagamaan dan lembaga pendidikan tradisional keagamaan.
Dan dengan adanya jurnal ini, maka dapat mendukung program
pembangunan Indonesia yaitu program pembangunan agama atau
meningkatkan spritualitas ummat yang sudah disebutkan diatas agar
terjalankan dengan baik sesuai tujuan yang diinginkan.
c. Pembahasan dan Analisis
Menurut reviewer, topik yang diangkat dalam jurnal ini sangat
menarik dan penting untuk dibaca. Topik yang diangkat sangat dibutuhkan
oleh semua orang sehingga setiap orang berminat untuk membaca jurnal
tersebut. Pembahasan yang disajikan juga cukup lengkap dan luas.
Jurnal ini juga dapat mendorong keingintahuan para pembaca untuk
lebih memahami lagi tentang Spritualitas Islam khususnya. Dan secara
tidak langsung dengan kritik jurnal ini mahasiswa telah meningkatkan
keterempilan mahasiswa/i dalam pengetahuan agama dan menganalisis
suatu permasalahan. Selain itu dengan memahami point demi point yang
disajikan diharapkan agar mahasiswa dapat membuat jurnal penelitian
yang sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku.

VI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan
bahwa pengetahuan seputar hubungan antara manusia dan alam, baik terhadap
fungsi diciptakannya alam, maupun pada fungsi kehidupannya merupakan hal
mendasar dalam rancangan pendidikan dan gerakan eco Islamic global terhadap
komunitas masyarakat ramah lingkungan.
Penting juga komunitas masyarakat Muslim menyelenggrakan aktivitas
eco Islam secara formal maupun informal, baik konferensi, pelatihan, workshop

7
maupun seminar. Upaya tersebut tidak lain hanyalah untuk menumbuhkan
semangat dan kebersamaan dalam penyelamatan planet bumi dari tindakan
perusakan ekologis. Teosentris spiritual ekologi Islam juga menyajikan sebuah
imajinasi ekologi yang adil, hormat, dan tanggung jawab dalam interaksi dan
keterkaitannya dengan manusia dan alam. Sementara pendidikan lingkungan turut
membantu aktualisasi amanah dan mandat sebagai khalifah Allah bagi tiap
manusia, yang disempurnakan dengan pengetahuan seorang Muslim terhadap
kewajiban syariat agamanya untuk menyelamatkan alam. Proses edukasi demikian
bukanlah sekedar bagian dari pengetahuan, namun lebih menitikberatkan pada
proses aksi terhadap alam sebagai bentuk etika manusia terhadap seluruh ciptaan
Allah Swt.
Saran
Dapat disadari bahwa konseptualisasi spiritual ekologi sangat dibutuhkan
guna menjawab kebutuhan yang berkelanjutan dengan memunculkan kesadaran
spiritual akan alam sebagai ciptaan Tuhan yang harus tetap dijaga sakralitasnya
melalui kesadaran dalam bersikap dan beretika. Begitu juga dengan peran
pembangunanya, karna konseptualisasi akan lebih menekankan para
pengimbangan antara dimensi spiritualisasi lingkungan dengan dimensi aktivitas
lingkungan yang berasaskan kesadaran ekologis.
Demikianlah Critical Jurnal Review ini dibuat oleh penyusun. Penyusun
menyadari jika dalam penulisan ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata
sempurna, dari itu penyusun berharap kritikan dan saran yang membangun dan
akan memperbaiki pada penelitian berikutnya.

8
Pustaka

Asmanto, Eko. 2015. Revitalisasi Spiritualitas Ekologi Perspektif Pendidikan


Islam. Sidiarjo: Tsaqafah Jurnal Peradaban Islam. Vol. 11, No. 2, ISSN :
1411-0334, e-ISSN : 2460-0008.