Anda di halaman 1dari 1

Terwujudnya interaksi sosial yang berkualitas di kelas ini penting karena sangat berpengaruh terhadap

keberhasilan warga kelas dalam pencapaian prestasi, baik prestasi individu sebagai manusia maupun
prestasi pembelajaran di kelas, sebagai seorang guru sangat penting sekali mengenal karakter yang
melekat pada seorang anak didik /peserta didik, mereka berasal dari background keluarga dan
lingkungan yang berbeda, oleh sebab itu saya berinteraksi menggunakan kedekatan emisional dan
berusaha mengetahui apa yang menjadi kegemaran dan daya tarik mereka sehingga mereka mau belajar
dan bisa menjadi siswa yang lebih beradab, dengan terjadi kedekatan emosional yang baik tentunya
kegiatan belajar yang berkualitas bisa berjalan dengan baik dan manfaatnya bisa terwujud seperti
Mendukung terwujudnya kelas yang berprestasi dan bermartabat;, Menghilangkan keinginan untuk
berperilaku buruk bagi warga kelas, Membangun karakter siswa menjadi lebih mudah, Mengurangi atau
menghilangkan terjadinya korban pelecehan terhadap warga kelas, Terbangunnya kelas yang kompak,
solid, dengan prestasi tinggi. Ketika suasana atau interaksi kelas seperti maka bisa diapastikan
kenyamanan dan keselamatan semua anak bisa ditanggulangi tentunya juga dengan melibatkan semua
pihak seperti pihak sekolah semua guru menerapkan pentingnya menghormati orang yang lebih besar
dan menyayangi temennya yang usianya lebih kecil tentunya dengan mencontoh semua guru disekolah,
meminta para orang tua dirumah untuk mengawasi dan membimbing anak didik dengan menekankan
tingkah laku yang baik dalam pergaulan, melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk
memastikan apa yang peserta didik dapatkan dari rumah dan sekolah bisa diterapkan dalam kehidupan
bermasyarakat, meminta dan melibatkan juga pihak berwenang seperti kepolisian untuk memberikan
edukasi tentang bahaya Narkoba, pelanggaran lalu lintas, balapan liar di jalan. Oleh sebab itu juga
penting mempertimbangkan beberapa aspek seperti mengalisis kebutuhan siswa dan mengalisis resiko
yang timbul ketika memperaktikkan kebijakan baru dalam pembelajaran, misalnya pada saat itu saya
memberikan pelajaran tentang advertisement (iklan), saya menganalisis terlebih dahulu iklan apa yang
sesuai dengan kebutuhan mereka pada level SMP, contoh saya memilih iklan -iklan yang tidak
menampilkan konten dewasa, disamping juga saya menganilisis resiko apa yang kan muncul ketika saya
memilih iklan atau menyuruh mereka ketika mencari di media cetak atau elektronik.