Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN


POST SECTIO CAESAREA INDIKASI PRESENTASI BOKONG
RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

OLEH :

NAHDHATUR RUGHAISYIAH

20194030096

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2020
DEFINISI DEFINISI KLASIFIKASI
Sectio Caesarea (SC) merupakan suatu Presentasi bokong atau letak sungsang Presentasi bokong murni ( Frank Breech)
persalinan buatan dimana janin adalah keadaan janin yang letaknya memanjang Presentasi bokong lengkap/sempurna
dilahirkan dengan cara melakukan insisi membujur dalam rahim dengan kepala berada (complete breech)
pada dinding abdomen/laparatomi dan di atas (fundus uteri) dan bokong berada di Presentasi bokong tidak lengkap (incomplete
dinding uterus/histerotomi dengan bawah breech)
syarat rahim dalam keadaan utuh (kavum uteri) (Khasanah, 2014; Reny, 2017) (Insani, 2018; Khasanah, 2014;
(Novita, Donel, & Nurlisis, 2018)

JENIS
POST SECTIO CAESAREA ETIOLOGI
Segmen bawah: insisi melintang
Segmen Bawah: Insisi Membujur INDIKASI PRESENTASI BOKONG Gerakan janin yang bebas (hidroamnion, kehamilan kembar, bobot
Sectio Caesarea Klasik janin rendah/premature)
Oleh: Nahdhatur Rughaisyiah Gangguan akomodasi (kelainan bentuk uterus, tumor rahim, ekstensi
Sectio Caesarea Extraperitoneal
tungkai janin, plasenta terletak di daerah kornu fundus uteri)
Histerektomi Caesarea
Gangguan fiksasi ( plasenta previa, panggul sempit, hidrosefalus,)
(Andriani, 2012; Esta, 2017)
Relaksasi uterus ( rahim sangat elastis, multiparitas, multifetus,
persalinan sungsang sebelumnya, kelainan uterus, dan tumor
pelvis)
(Dibah, 2012; Khasanah, 2014)

INDIKASI
Indikasi dari ibu
Faktor usia, Plasenta previa, panggul sempit, disproporsi
sefalopelfik, ruptur uteri mengancam, partus lama,
preeklamsi-eklamsi, riwayat SC sebelumnya, komplikasi
kehamilan disertai penyakit (jantung,DM), HIV positif DIAGNOSIS
sebelum inpartu, Ketuban Pecah Dini, dan kegagalan Anamnesis
induksi.
Palpasi: pemeriksaan Manuver leopold
Auskultasi : denyut jantung janin (DJJ)
Indikasi dari janin
VT (Vagina toucher) : terbagi 3 tonjolan tulang yaitu kedua
Fetal distress/gawat janin, mal presentasi dan mal
tubera ossis ischii dan ujung os sacrum, anus, genetelia anak
posisi kedudukan janin,prolapse tali pusat,macrosomia,
(Dibah, 2012; Insani, 2018; Khasanah, 2014)
janin kembar

(Cunningham et al. 2012; Esta, 2017)

PENATALAKSANAAN
Penatalakasanaan Keperawatan, meliputi :
Palpasi abdomen untuk menentukan letak janin, persentasi, posisi, fleksi,
KONTRAINDIKASI dan perkiraan berat janin
Janin mati, terlalu premature untuk bertahan Pengkajian kontraksi uterus untuk frekuensi, durasi, intensitas, dan
hidup, ada infeksi pada dinding abdomen, perubahan aktivitas uterus dari yang terakhirkali dicatat
anemia berat yang belum diatasi, kelainan Dapat diraba lebih jelas adanya bokong yang ditandai dengan adannya
kongenital, Tidak ada / kurang sarana /
sakrum, kedua tuber ossis iskii, dan anus.
fasilitas / kemampuan
Dilakukan pemeriksaan apakah bokong masuk kedalam rongga panggul
(Esta, 2017) dengan garis pangkal paha melintang atau miring.
Pantau selama proses persalinan apakah terjadi kemajuan pada persalinan
atau terjadi tanda – tanda bahaya yang mengancam kehidupan janin.

Penatalaksanaan medis, meliputi :


Persalinan normal
KOMPLIKASI Sectio caesarea (SC).
Pada ibu: Perdarahan, infeksi, luka pada
kandung kemih
Pada janin: kematian perinatal, hipoksia

(Esta, 2017;Khasanah, 2014)

KOMPLIKASI
Pada ibu: Perdarahan, trauma jalan lahir,
Infeksi
PEMERIKSAAN PENUNJANG Pada janin: Sufokasi / aspirasi, Asfeksia,
Jumlah darah lengkap, Trauma Intrakranial, Fraktura / Dislokasi
hemoglobin/hematocrit (Hb/Ht): mengkaji (Dibah, 2012; Insani, 2018)
perubahan dari kadar praoperasi dan
mengevaluasi efek kehilangan darah pada
pembedahan. Urinalisis : kultur urin, darah,
vaginal, dan lokhea. PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG (Ultrasonografi) untuk mengetahui keadaan
letak janin
(Mitayani, 2013)
PATHWAY
PERUBAHAN POST SC
Perubahan fisiologis:
perubahan uterus
perubahan pada pengeluaran laktasi ibu

Perubahan psikologis:
perubahan sikap ibu yang fokus pada dirinnya
sendiri (taking in),
memerlukan dukungan dari anggota keluarga
yang lain (taking hold),
menerima tanggung jawab sebagai seorang ibu
dan dapat merawat diri sendiri dan bayinnya
(lettinggo)
(Khasanah, 2014)

PERSALINAN

Kala 1 Kala 2 Kala 3 Kala 4


Berlangsung lebih dari24 Serviks lengkap Kontraksi uterus -
jam Janin tidak keluar Plasenta tidak lahir
Perdarahan His kuat perdarahan
His lemah da sering Kepala tidak masuk PAP
Pembukaan tetap 3

PERSALINAN NORMAL GAGAL

Sectio Caesarea

Post Anastesi Insisi Abdomen Nifas

Penurunan ketahanan Cedera Terputusnya Penurunan Fisilogi Psikologis


Jaringan
dan kekuatan otot kandung kemih kontinuitas jaringan kerja pons s
terbuka
Lokhea krisis situasi
Merangsang Penurunan Proteksi
MK: MK:
area sensorik kerja otot kurang Involusio uterus
Intoleransi aktivitas Retensi urin
NOC:Toleransi eliminasi meningkat
terhadap aktivitas NOC: eliminasi Gangguan rasa Invasi
NIC: Manajemen urin nyaman bakteri
energi NIC: kateterisasi Penurunan MK:
urin, peristaltic Nyeri akut
MK: usus NOC: Tingkat Nyeri,
MK:
Nyeri akut Nyeri: Efek yang
Risiko infeksi
NOC: Tingkat Nyeri, mengganggu, Kontrol
NOC: kontrol
Nyeri: Efek yang MK: Nyeri
risiko
mengganggu, Kontrol Konstipasi NIC: manajemen nyeri
NIC: control
Nyeri infeksi
NIC: manajemen nyeri
Psikologis

taking in (1hr-2hr) taking hold (3hr-10hr) letting go (>10hr)


Ketergantungan

memerlukan dukungan dari menerima tanggung jawab


Fokus pada diri sendiri anggota keluarga yang lain sebagai seorang ibu
merasa khawatir akan
ketidakmampuan dan rasa tanggung
jawab dalam merawat bayi
MK keinginan untuk merawat
kesiapan meningkatkan bayi meningkat
proses kehamilan-
melahirkan
membutuhkan adaptasi MK
terhadap perubahan peran) kesiapan meningkatkan
menjadi orangtua

stress kurangnya informasi terkait


cara merawat diri dan bayi

ketidakadekuatan suplai
ASI atau produksi asi
sedikit MK
Defisien pengetahuan

MK
ketidakcukupan produksi ASI
ketidakefektifan pemberian ASI

DAFTAR PUSTAKA

Andriani. 2012. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Seksio Sesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Dompu 2010.

Cunningham, F.G. et al., 2012. Obstetri Williams Ed.23, Vol. R. Setia, ed., Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Dibah.2012. Hubungan Multiparitas dengan Angka Kejadian Presentasi Bokong di Bagian Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Periode 1 Januaru-31 Desember 2011.

Esta. 2017. Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Persalinan Sectio Caesarea Di Rsud Rantauprapat Tahun 2017.

Insani.2018. Manajemen Asuhan Kebidanan Intranatal Patologi Pada Ny “E” Dengan Persalinan Sungsang Di Rsud Syekh Yusuf Gowa Tahun 2018

Khasanah. 2014. Asuhan Keperawatan Pada Ny. R Dengan Post Sc Atas Indikasi Janin Letak Sungsang Di Ruang Dewi Kunthi RSUD Kota Semarang.

Mitayani. (2013). Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta: Salemba Medika.

Novita, Donel, & Nurlisis. 2018. Determinan Persalinan Sectio Caesraea Di Rumah Sakit Syafira Kota Pekanbaru. Ensiklopedia of Journal. Vol. 1 No.1 Edisi 2 Oktober

Reny, Yuli. (2017). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Maternitas. Aplikasi NANDA, NIC, dan NOC. Jakarta: Trans Info Media