Anda di halaman 1dari 2

NAMA : ALAN DWI SAPUTRA

NIM : PO71323181005

Identifikasi Morfologi Lalat

Lalat merupakan ordo diptera, menurut asal katanya “Di” artinya “dua”,
“Ptera” yang artinya sayap, dan arti keseluruhannya adalah serangga yang
memiliki dua sayap (sepasang sayap) atau unsecta yang bisa terbang. Adanya
sepasang sayap yang mempunyai membrane tersebut merupakan sayap bagian
depan , sedangkan sayap bagian belakang tidak berkembang dan mereduksi
menjadi alat keseimbangan (halter).
Lalat diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Hexapoda
Ordo : Diptera
Family : Muscidae, Sarchopagidae, Challiporidae, dll.
Genus : Musca, Stomoxys, Phenisia, Sarchopaga, Fannia, dll.
Spesies : Musca domestica, Stomoxy calcitrans, Phenesia sp, Sarchopaga sp,
Fannia sp,dll.
Morfologi lalat meliputi tubuh yang pendek dan ramping, telah beradaptasi
dengan gerakan udara. Tagma pertama dari lalat, kepala, terdiri atas ocelli, antena,
mata majemuk, dan bagian-bagian mulut (labrum, labium, mandibula, dan
maksila). Tagma kedua, toraks, menahan sayap dan memiliki otot-otot terbang
pada ruas kedua, yang bentuknya membesar. Ruas pertama dan ketiga bentuknya
lebih kecil. Pada ruas ketiga toraks terdapat halter, yang membantu
menyeimbangkan lalat selama terbang. Adaptasi lebih lanjut untuk terbang adalah
pengurangan jumlah ganglion saraf dan konsentrasi jaringan saraf di toraks, suatu
ciri yang paling berbeda pada infraordo Muscomorpha.
Lalat memiliki kepala yang dapat begergerak dengan mata dan sebagian
besar memiliki mata majemuk yang besar di sisi kiri dan kanan kepalanya, dengan
tiga ocelli kecil di atasnya. Untuk pengendalian arah pandangan, wilayah
jangkauan optik dianalisis oleh sekumpulan neuron yang sensitif terhadap
gerakan. satu bagian dari neuron-neuron ini diduga digunakan untuk
mengestimasi parameter-parameter gerakan sendiri, seperti mengoleng, berguling,
dan berbelok. Bentuk antena beragam, tetapi seringnya pendek untuk mengurangi
beban saat terbang.
Tidak ada spesies lalat yang memiliki gigi atau atau organ lainnya yang
memungkinkan mereka untuk memakan makanan padat. Lalat hanya
mengonsumsi makanan cair atau butiran-butiran kecil, seperti serbuk sari, dan
bagian-bagian mulut dan pencernaan mereka menunjukkan modifikasi yang
bervariasi sesuai dengan jenis makanannya.
Myiasis adalah invasi larva lalat dipterous pada jaringan
manusia dan hewan vertebrata lainnya. Larva ini biasanya hidup pada
makanan manusia, atau jaringan hewan yang nekrotik/busuk, atau feses.
Lalat rumah dapat menyebarkan sejumlah penyakit manusia karena
kebiasaan mereka mengunjungi hampir tanpa pandang bulu kotoran dan
bahan higienis lain dan bahan pangan masyarakatlainnya. Patogen dapat
ditularkan melalui tiga cara yang mungkin, yaitu:
a.dengan kaki, rambut tubuh,dan mulut lalat yang terkontaminasi.
b.lalat sering muntah pada makanan, dan makananini dapat menyebabkan
infeksi
.c.mungkin metode yang paling penting dari penyebaran adalah buang
air besar, yang sering terjadi pada makanan
.Melalui mekanisme di atas lalat rumahmenyebarkan sejumlah penyakit
bakteri, virus, dan protozoa, misalnya lalat pasir menyebarkan leishmaniasis,
tsetse lalat mengirimkan trypanosomes.