Anda di halaman 1dari 4

NAMA : ALAN DWI SAPUTRA

NIM : PO713203181005

PATOGENITAS DAN RESPON IMUN TERHADAP INFEKSI VIRUS


Patogenesis virus adalah studi tentang proses dan mekanisme di mana virus
menyebabkan penyakit di host target mereka, baik pada tingkat seluler atau
molekuler. Pembahasan mengenai patogenitas berkaitan pula dengan respon imun
tubuh terhadap virus, dalam hal ini meliputi :
 Port d’entree
1. Kulit : injeksi (HCV,HBV,HIV) ,gigitan (Flavivirus,rabies), atau Lesi
ringan (Pox, HSV)
2. Mulut/ saluran cerna
Naked virus dapat lolos dari asam lambung → kelainan setempat
(rotavirus) atau menyebar ketempat lain (HAV, HBV, polio)
3. Sexual/ Urogenital
4. Saluran napas
Menimbulkan kelainan setempat (influenza, co-vi, rhinovirus) atau
kelainan jauh (variola, varicella, rubella)
5. Plasenta
 Siklus replikasi virus
Proses dasar pada infeksi virus. Ekspresi dari siklus replikasi virus pada sel host :
- Tidak timbul efek secara langsung
- Efek sitopatologi diikuti dengan kematian sel
- Terjadi transformasi sel (hiperplasia→ kanker)
 Respon sel terhadap infeksi Virus

a) Respon imun non spesifik (innate)


• Permukaan tubuh
• Early non-specific or innate immune
– Interferon (IFN)
• Type I IFNs (IFN α and IFN β) (virus-infected cells)
• Type II IFN or IFN γ (activated T and NK cells)
– Natural killer (NK) cells
– Macrophages
b) Respon imun spesifik (adaptif)
- Cytotoxic T lymphocytes (CTLs)
- Helper T (Th) cells
- Antiviral antibodies

 Macam-macam imunitas tubuh, meliputi :


a) Imunitas non spesifik
Prinsip : mencegah infeksi
IFN tipe 1→menginduksi lingkungan antiviral
IFN α dan IFN β→mencegah replikasi virus dalam sel yang terinfeksi
Sel NK→ tahap awal→ tanpa bantuan MHC1
b) Imunitas spesifik
Humoral
• Efektif terhadap virus fase ekstrasel
• Mencegah virus menempel dan masuk ke sel host
• Sbg opsonin, ↑ eliminasi virus oleh fagosit
• Ig A→ virus mukosa sal napas dan sal cerna
Seluler
• Sel CD8 /CTL→membunuh sel yang terinfeksi→ bantuan MHC-1
• Sel CD4
 Penyebaran virus & tropism sel
a) Penyebaran dekat→ infeksi terlokalisir
b) Penyebaran jauh→ melewati tahapan→sentral fokus virus→ organ
sasaran→ penyebaran melalui aliran darah, limfatik atau neuronal
 Kerusakan sel & manifestasi klinik
a) Destruksi sel yang terinfeksi virus pada jaringan target
b) Gangguan fisiologik dengan adanya kerusakan jaringan
c) Gejala klinis :
d) Gejala umum yang berhubungan dengan infeksi virus (malaise,
anorexia).
 Mekanisme evasi virus terhadap respon antiviral
• Menghindar dari sasaran antibodi dan sel T
– Variasi antigen
– Perubahan asam amino (mutasi) pada protein yang menjadi
target antibodi dan sel T
– HIV, FMDV, influenza virus (antigenic drift&shift)
• Disrupt interferon system
• Mengkode sitokin homolog (vIL-10, vIL-6, vTNFR)
• Encode complement protein homologs
• Disrupt chemokine network
• Control the expression MHC molecules
 Faktor yang berperan dalam respons antivirus :
• Tempat masuknya virus
• Tempat virus melekat pada sel
• Aspek patogenesis infeksi virus
• Induksi interferon
• Respons antibodi dan CMI
 Vaksin
Vaksin adalah bahan antigen yang dibuat untuk menghasilkan kekebalan terhadap
suatu penyakit. Vaksin terhadap virus dapat dibagi atas ;

a) Vaksin virus hidup yaitu vaksin yang dibuat dari galur non virrulen yang
telah dilemahkan . Vaksin ini efektif dalam memacu respon antibody dan
limfosit sitotoksik
b) Virus vaksin mati yaitu vaksin yang diperoleh dari partikel virus yang
telah inaktif (tidak aktif) dan dapat dikombinasikan dengan virus lainnya
(polivalen)