Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Pencegahan ISPA pasca bencana tanah longsor


Hari/Tanggal : Rabu / 07 Maret 2018
Pukul : 09.00-09.45 WIB
Sasaran : Pengungsi yang berada di tenda pengungsian di Kab. Brebes
Tempat : Tenda pengungsian Kec Salem, Kab Brebes, Provinsi Jawa Tengah

A. LATAR BELAKANG
Alam merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia, oleh
karena itu manusia tidak dapat dipisahkan dari alam. Alam memang sangat erat
kaitannya dengan kehidupan manusia, akan tetapi selain menguntungkan alam juga dapat
merugikan bagi manusia, contohnya akhir-akhir ini banyak sekali bencana alam
khususnya di Indonesia. Bencana alam seperti gunung meletus,banjir, dan tanah longsor.
Tanah longsor merupakan peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan massa
batuan atau tanah. Tanah yang memiliki komposisi sebagian besar lempung dengan
sedikit pasir dan bersifat subur. Tanah pelapukan yang berada di atas batuan kedap air
pada perbukitan/punggungan dengan kemiringan sedang hingga terjal berpotensi
mengakibatkan tanah longsor pada musim hujan dengan curah hujan berkuantitas tinggi.
Jika perbukitan tersebut tidak ada tanaman keras berakar kuat dan dalam, maka kawasan
tersebut rawan bencana tanah longsor.
Akibat dari tanah longsor Menimbulkan korban jiwa, Terjadinya kerusakan infra
struktur, Rusaknya sumber mata pencarian warga, Munculnya berbagai macam penyakit.
Penyakit yang di timbulkan akibat bencana tanah longsor adalah ISPA.
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) adalah penurunan kemampuan pertahanan alami
jalan nafas dalam menghadapi organisme asing yang terjadi secara tiba-tiba, menyerang
hidung, tenggorokan, telinga bagian tengah serta saluran napas bagian dalam sampai ke
paru-paru. Biasanya menyerang anak usia 2 bulan-5 tahun. (Whaley and Wong; 1991;
1418).
B. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan di harapkan para pengungsi khususnya ibu yang
mempunyai anak 2 bualan sampai 5 tahun dapat mengetahui tentang cara pencegahan
ISPA.
2. Tujuan instruksional khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan para pengungsi mampu :
a. Menjelaskan pengertian ISPA.
b. Menjelaskan penyebab ISPA.
c. Menjelaskan tanda dan gejala ISPA.
d. Menjalaskan pencegahan ISPA di pengungsian pasca bencana tanah longsor.
C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Materi (Terlampir)
1. Pengertian ISPA.
2. Penyebab ISPA.
3. Tanda dan Gejala ISPA.
4. Pencegahan ISPA di pengungsian pasca bencana tanah longsor.
2. Sasaran / Target
Sasaran : Pengungsi yang berada di tenda pengungsian di Kab. Brebes
Target : Para pengungsi ibu – ibu yang mempunyai anak usia 2 bulan sampai
5 tahun
3. Metoda
a. Ceramah
b. Tanya jawab.
4. Media dan Alat
a. Leaflet.
b. Poster.
5. Waktu dan Tempat
Hari / Tanggal : Rabu / 07 Mareti 2018
Jam : 09.00 – 09.45 WIB
Tempat : Tenda pengungsian Kec Salem, Kab Brebes,
Provinsi Jawa Tengah
6. Pengorganisasian
Moderator : Liliani Permata Sari
Presenter : Indah Fitri Anita Sari
Observer : Ilham Wahyu Wibisono
Fasilitator : Ayunda Eka Karnita
7. Setting Tempat

= Moderator = Fasilitator

= Presenter = Obserfer

D. Kegiatan Penyuluhan
No. Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Waktu
I Pembukaan
- Moderator memberikan salam -Menjawab salam 5 menit
- Mederator memperkenalkan -Mendengarkan dan
anggota penyuluh memperhatikan
- Moderator menjelaskan tentang -Mendengarkan dan
topik penyuluhan. memperhatikan
- Mederator memnuat kontrak. -Mendengarkan dan
- Mederator menjelaskan tujuan memperhatikan
penyuluhan.
II Pelaksanaan
- Menggali pegetahuan peserta - Mengemukakan 30 menit
tentang pengertian ISPA pendapat.
- Memberikan reinforcement dan - Mendengarkan dan
meluruskan konsep. memeperhatiakan
- Menjelaskan tentang - Mendengarkan dan
pengertian ISPA. memeperhatiakan.
- Menggali pengetahuan tentang - Mengemukakan
penyebab ISPA. pendapat.
- Menjelaskan tentang penyebab - Mendengarkan dan
ISPA. memeperhatiakan
- Menjelaskan tentang tanda dan - Mendengarkan dan
gejala ISPA. memeperhatiakan
- Menjelaskan tentang upaya - Mendengarkan dan
pencegahan ISPA.. memeperhatiakan
- Memberikan reinforcement - Mendengarkan dan
pada peserta yang mengajukan memeperhatiakan
pertanyaan - Mendengarkan dan
memeperhatiakan

III Penutup
- Presenter menyimpulkan materi - Bersama presenter 10 menit
- Presenter mengadakan evaluasi menyimpulkan
tentang meteri
pengertian,penyebab,tanda dan - Menawab
gejala, dan pencegahan ISPA. pertanyaan
- Mederator menyimpulkan hasil
diskusi - Mendengarkan dan
- Mederator memberikan salam memperhatiakan.
- Menjawab salam

E. Evaluasi
1.    Evaluasi Struktur
a.    Satuan pengajar sudah siap satu hari sebelum dilaksanakannya kegiatan
b.    Alat dan tempat siap sebelum kegiatan dilaksanakan.
c.    Penyuluh sudah siap sebelum kegiatan dilaksanakan.
d. leaflet dan poster telah tersedia.
e. peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan.
2.    Evaluasi Proses
a. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
b. Alat dan tempat bisa digunakan sesuai rencana.
c.    Peserta mau atau bersedia untuk melakukan kegiatan yang telah direncanakan.
3.    Evaluasi Hasil
a.       75%  peserta dapat menjelaskan pengertian ISPA.
b.      75%  peserta dapat menjelaskan penyebab ISPA.
c.       75%  peserta dapat menyebutkan tanda dan gejala ISPA.
e.        75%  peserta dapat menjelaskan pencegahan ISPA.
Lampiran Materi
PENYAKIT DIARE PADA ANAK
1. Pengertian Diare
Diare adalah kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi yang lebih dari 3 kali
sehari, juga perubahan dalam jumlah dan konsistensi feses cair.
Diare adalah suatu keadaan dimana frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali
pada anak – anak dengan konsistensi encer, dapat berwarna hijau atau bercampur
lendir dan darah atau lendir saja.
2. Penyebab diare
a. Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit.
b. Infeksi oleh bakteri atau virus yang enyertai penyakit lain seperti : campak.
Infeksi telinga, infeksi tenggorokan malaria, dll.
c. Pemanis buatan.
d. Stress.
e. Faktor makanan : Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan, susu.
f. Minum air tidak dimasak
g. Berak disembarangan tempat
h. Makan dengan tangan kotor
i. Makan jajanan yang kurang bersih
3. Tanda dan gejala diare
Diare merupakan suatu keadaan dimana frekuensi buang air besar lebih dari 3
kali sehari dengan konsistensi encer bercampur lendir atau darah yang biasanya
disertai :
a. Muntah
b. Badan lesu
c. Panas
d. Tidak nafsu makan
e. Terdapat darah atau lendir oada feses
4. Akibat lanjut dari diare
a. Tahap dehidrasi, tanda- tanda :
1. Anak tetap aktif
2. Rasa haus tidak meningkat
3. Kelopak mata tidak cekung
4. BAK sering
b. Dehidrasi ringan – sedang tanda- tanda :
1. Anak gelisah
2. Rasa haus meningkat
3. Kelopak mata cekung
4. BAK mulai berkurang
c. Dehidrasi berat tanda – tanda :
1. Anak lemas atau tidak sadar.
2. Tidak mampu minum.
3. Kelopak sangat cekung.
4. Tugor kulit buruk.
d. Syok
e. Kematian
5. Penatalaksanaan diare
a. Anak diberikan cairan lebih dari biasanya.
b. Makanan harus tetap diberikan tapi hidari sayuran karena serat sulit untuk
dicerna sehingga bisa meningkatkan frekuensi diare.
c. Pemberian oralit dengan cara mencampur bubuk oralit dengan segelas air
matang.
d. Jika tidak mempunyai bubuk oralit dapat dibuat di rumah sendiri dengan cara :
Mencampur segelas air matang dengan 2 sendok teh gula dan 1 sendok teh
garam halus. Diminum setiap kali BAB.
e. Istirahat yang cukup.
f. Bila masih diare segera bawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
6. Pencegahan Diare
a. Selalu mencuci tangan sebelum dan setelah makan.
b. Menjaga kebersihan makan. Minuman,dan tempat tinggal
c. Buang air besar pada tempatnya (WC)
d. Berantas lalat agar tidak menghinggapi makanan.
e. Makan makanan yang bersih dan dimasak.