Anda di halaman 1dari 8

POPULASI DAN SAMPEL

Makalah ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok 2


Mata Kuliah: Statistik Pendidikan

DOSEN PENGAMPU: FATMA SARAH, S.Pd.I, M.pD

DISUSUN OLEH:
Kelompok 2
Sem. VI/PAI-5

FERRY DWI AFRIANDI (0301173482)


UMMI AIDA ADLINA SIREGAR (0301173509)
IRMA YUNITA (0301171333)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUMATRA UTARA
MEDAN
2020
POPULASI DAN SAMPEL

A. Populasi
1. Pengertian Populasi
Populasi berasal dari kata bahasa Inggris yaitu Population, yang berarti jumlah
penduduk. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2013: 117). Generalisasi tersebut bisa saja
dilakukan terhadap objek penelitian dan bisa juga dilakukan terhadap subjek penelitian.
Sax (1978) menyatakan bahwa populasi adalah keseluruhan manusia yang terdapat
dalam area yang telah ditetapkan, sedangkan Truckman mengemukakan bahwa populasi atau
target populasi adalah kelompok dari mana peneliti mengumpulkan informasi dan kepada
siapa kesimpulan akan digambarkan.1 Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan
benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan hanya sekedar jumlah yang ada obyek atau
subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh
subyek dan obyek yang diteliti itu.2 Dalam penelitian populasi dibedakan menjadi 2 (nana
Syaodih Sukmadinata, 2009) yaitu populasi secara umum dan populasi target (target
population). Populasi teraget adalah populasi yang menjadi sasaran keterbelakuan
kesimpulan penelitian kita.
Contoh:
Populasi Umum: Adalah seluruh dosen negeri di Sumatera Utara
Populasi Target : Adalah seluruh dosen FITK di Sumatera Utara
Maka hasil penelitian kita tidak berlaku bagi dosen diluar fakultas FITK
Dalam melakukan penelitian kita harus mempunyai objek dan juga subjek penelitian.
Objek penlitian melekat pada subjek penelitian. Objek penelitian adalah sesuatu yang akan
menjadi bahan perhatian penelitian tersebut yaitu anggota populasi yang terdiri dari orang-
orang biasa disebut dengan subjek penelitian. Sedangkan subjek penelitian adalah sesuatu
dimana objek penelitian tersebut melekat atau menjadi sumber dari objek penelitian, yang
biasanya dalam penelitian pendidikan berupa peserta didik, guru, kepala sekolah, orang tua
siswa, dan semua elemen pada pendiidkan yang menghasilkan karakteristik-karakteristik atau
sifat yang menjadi perhatian para peneliti.

1
Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, (Jakarta: Kencana,
2014), h. 145.
2
Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (mixed Methods) (Bandung: Alfabeta, 2014), h. 119.
Menurut Muri (2007: 182) secara umum dapat dikatakan beberapa karakteristik
populasi yaitu:
a. Merupakan keseluruhan dari unit analisis sesuai dengan informasi yang akan diinginkan.
b. Dapat berupa manusia/indvidu, hewan, tumbuh-tumbuhan, benda-benda atau objek
maupun kejadian-kejadian yang terdapat dalam suatu area/daerha tertentu yang telah
ditetapkan.
c. Merupakan batas-batas (Boundary) yang mempunyai sifat-sifat tertentu yang
memungkinkan peneliti menarik kesimpulan dari keadaan itu.
d. Memberikan pedoman kepada apa atau siapa hasil penelitian itu dapat digeneralisasikan.

2. Jenis-jenis Populasi
a. Populasi berdasarkan atas jumlah, dibedakan menjadi:
1. Populasi Fisik
Populasi yang berbentuk fisik yaitu populasi dimana objek penelitian bersumber, ini
dikatakan juga dengan nilainya generalisasi yang berhubungan dengan subjek penelitian.
Misalkan saja kita akan meneliti motivasi belajar siswa SMA Negeri 20 Medan, kita katakana
keseluruhan siswa yang akan kita lihat bagaimana motivasinya merupakan populasi
penelitian kita. Siswa SMA Negeri 20 Medan yang berjumlah 520 orang. Semua siswa SMA
Negeri 20 Medan yang berjumlah 520 orang tersebut adalah populasi penelitian kita. Ini
merupakan populasi real yang berbentuk fisik, ini dapat diketahui bahwa populasi tersebut
adalah nyata ( real ). Populasi fisik ini jika ditinjau dari jumlah elemen populasinya terbagi
menjadi dua:
1. Populasi terbatas (definite) yaitu obejk penelitiannya dapat dihitung, seperti luas sawah,
jumlah ternak, jumlah murid, dan jumlah mahasiswa.
2. Populasi tak terbatas (Infinite) yaitu objek penelitian yang mempunyai jumlah yang tak
terbatas, atau sulit dihitung jumlahnya, seperti pasir di pantai.

2. Populasi Non Fisik


Populasi non fisik yaitu populasi yang berbentuk objek penelitian kita sendiri.
Misalkan kita akan meneliti motivasi belajar siswa SMA Negeri 20 Medan. Ketika penelitian
dilaksanakan dan ketika kita mengetahui bagaimana motivasi belajar siswa maka motivasi
belejar yang kita ketahui tersebut bukanlah motivasi belajar siswa yang sebenarnya, hal ini
dikarenakan bahwa motivasi belajar siswa yang sebenarnya tidak akan dapat diungkap secara
tepat, hal ini merupakan populasi yang sebenranya dari motivasi belajar siswa. Populasi ini
tidak berbentuk bilangan ia tidak nyata tetapi ada, namun populasi motivasi belajar siswa
yang sebenar nya yang tidak dapat diketahui.3

b. Populasi berdasarkan atas turunan dari populasi terbatas tetapi dengan ruang
lingkup yang lebih sempit, yang digolongkan menjadi:
1. Populasi teoritis, yaitu populasi yang diturunkan dari populasi terbatas, memungkinkan
hasil penelitian berlaku untuk lingkungan populasi yang lebih luas.
2. Populasi tersedia (Accessible Population), yaitu populasi turunan dari populasi teoritis
yang akan dilakukan penelitian dengan mempertimbangkan jumlah dana, waktu dan
tenaga yang tersedia dengan mmperhatikan karakteristik yang telah ditentukan pada
populasi teoritis.

c. Populasi berdasarkan atas variasi unsur pembentuk sumber data


1. Populasi bersifat homogen, yaitu populasi dimana sumber datanya yang unsur-unsur
pembentuknya memiliki sifat yang sama. Populasi semacam ini banyak dijumpai dalam
bidang ilmu keteknikan.
2. Populasi bersifat heterogen, yaitu populasi dimana pembentuk sumber data yang unsur-
unsurnya memiliki sifat-sifat atau keadaan yang bervariasi sehingga perlu diterapkan lebih
lanjut batas-batasnya baik secara kualitatif maupun kuantitatif.4

B. Sampel
1. Pengertian Sampel
Sampel adalah sebahagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut. Pengambilan sampel terjadi bila populasi besar dan penelitian tidak mungkin
mempelajari semua yang ada pada populasi tersebut, misalnya karna keterbatasan dana,
tenaga dan waktu, maka penelitian dapat menggunakan sampel yang di ambil dari populasi.
Apa yang diketahui dari sampel tersebut, kesimpulanya akan diberlakukan untuk populasi,
untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul refresentatif atau (mewakili)
populasi.
Apabila penelitian yang dilakukan terhadap populasi saja atau tidak melakukan
pengambilan sampel maka penelitian tersebut dikatakan sebagai penelitin penelitian atau
sensus. Dalam sensus seluruh poulasi dijadikan tempat pengumpulan data. Dalam sensus,
3
Indra Jaya Ardat, Penerapan Statistik Untuk Pendidikan (Medan , Perdana Mulya Sarana, 2013), h.
20-25.
Sukandarrumidi, Metodologi Penelitian Petunjuk Praktis Untuk Penelitian Pemula (Yogyakarta:
4

Gadjah Mada University Press, 2012), h. 47-49.


sampel adalah populasi dan populasi adalah sampel itu sendiri. Oleh sebab itu dalam
penelitian sensus tidah ada generalisasi terhadap populasi fisik karena tidak ada pihak lain
yang menjadi sumber data penelitian di luar sampel penelitian. Disini sampel dikatakan
sebagai himpunan semesta sehingga tidak ada himpunan di luar himpunan sampel kita,
himpunan diluar sampel adalah himpunan kosong sehingga tidak di perhitungkan. Tetapi kita
tetap harus melakukan generalisasi terhadap populasi non fisik karena kita tidak dapat
mengetahui apakah kita telah dapat mengungkap objek penelitian secara menyeluruh hingga
perlu melakukan generalisasi. Sedangkan apabila kita mengambil sampel dari populasi
tersebut maka penelitian kita dikatan dengan kata penelitian survey atau penelitian sampel.
Kita ketahui bahwa sampel di ambil dari populasi, sampel menggambarkan keadaan
dari populasi. Hal tersebut berarti ketika berhubungan dengan statistik terdapat dua jenis
perhitungan statistik yang berkaitan dengan penelitian kita yaitu :
1. Adalah perhitungan statistik yang menggambarkan karakteristik dari kondisi populasi.
2. Adalah perhitugan statistik yang menggambarkan kondisi dari sampel penelitian.
Karakteristik pada populasi tersebut dikatakan sebagai parameter dan karakteristik
pada sampel dikatakan sebagai statistik. Ini menunjukan bahwa parameter yang merupakan
ukuran atau karakteristik populasi merupakan kondisi yang sebenarnya mengenai objek
penelitian kita, namun karena kita mengambil sampel maka karakteristik yang di dapat hanya
merupakan penduga bagi populasi penelitian kita.

2. Cara Pengambilan Sampel atau Teknik Sampling


Teknik Sampling adalah merupakan tekik pengambilan sampel. Untuk menentukan
sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai tekni sampling yang
digunakan. Macam-macam teknik sampling yaitu:
1. Probability Sampling (Pengambilan sampel berdasarkan peluang)
Adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap
anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini meliputi:
a. Simple Random Sampling (Pengambilan sampel secara acak)
Dikatan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan
secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada salam populasi itu. Cara demikian
dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.

b. Proportionate Stratified Random Sampling


Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan
berstrata secara proporsional.

c. Disproportionate Stratified Random Sampling


Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi
kurang proporsional.

d. Cluster Sampling (area sampling)


Sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau
sumber data sangat luas, misal penduduk suatu negara, propinsi atau kabupaten. 5 Untuk
menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya
berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan. Tempat sampling daerah ini sering
digunakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, tahap
berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga.

2. Nonprobability Sampling
Adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan
sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini
meliputi :
a. Sampling sistematis
Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sambil berdasarkan urutan dari anggota
populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang,
dari semua anggota itu diberi nomot urut yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100.
Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja, genap saja, atau kelipatan
dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan dari bilangan lima.

b. Sampling kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai
ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Sebagai contoh, akan melakukan
penelitian tentang pendapat masyarakat terhadap pelayanan masyarakat dalam urusan izin
mendirikan bangunan. Jumlah sampel yang ditentukan 500 orang. Lalu pengumpulan data
belum didasarkan pada 500 orang tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai, karena
belum memenuhi kuota yang ditentukan.

5
Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1995), h. 60-62.
c. Sampling Incidental
Sampling insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa
saja yang secara kebetulan/incidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai
sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

d. Sampling Purposive
Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
Misalnya akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan, maka sampel sumber datanya
adalah orang yang ahli makanan. Sampel ini lebih cocok digunakan pada penelitian kualitatif.

e. Sampling jenuh
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan
sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila populasi yang relative kecil, kurang dari 30
orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil.
Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.

f. Snowball sampling
Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil,
kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar.
Dalam penentuan sampel, pertama-tama dipilih satu atau dua orang tetapi dengan dua  orang
ini belim merasa lengkap terhadap data yang diberikan maka peneliti mencari orang yang
lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sebelumnya. Penelitian
kualitatif banyak menggunakan purposive dan snowball.
DAFTAR PUSTAKA

Jaya Ardat, Indra. Penerapan Statistik Untuk Pendidikan. Medan: Perdana Mulya Sarana,
2013.

Soehartono, Irawan. Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1995.

Sugiyono. Metode Penelitian Kombinasi (mixed Methods). Bandung: Alfabeta, 2014.

Sukandarrumidi. Metodologi Penelitian Petunjuk Praktis Untuk Penelitian Pemula.


Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2012.

Yusuf, Muri. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta:
Kencana, 2014.