Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL BOOK REPORT (CBR)

PSIKOLOGI AGAMA
(Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kelompok
Mata Kuliah: Psikologi Agama)

DOSEN PENGAMPU:

Dr. MOHAMMAD AL FARABI, M.Ag

DISUSUN OLEH:
SEM. VI/PAI-5
DAMA WULAN HARAHAP (0301173487)
FERRY DWI AFRIANDI (0301173482)
M. HAFIZ AN NUR (0301171282)
RAHMI PADILLAH HASIBUAN (0301173510)
SYAFA’ATUL HUSNAH (0301173508)
UMMI AIDA ADLINA SIREGAR (0301173509)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUMATRA UTARA
MEDAN
2020
I. IDENTITAS BUKU
Judul : Psikologi Agama (Memahami Perilaku dengan
Mengaplikasikan Prinsip-prinsip Psikologi)
Penulis : Prof. Dr. H. Jalaluddin
Penerbit : Rajawali Pers
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2016
Desain Cover : Octiviena
Tebal : 398 halaman
ISBN : 978-979-769-817-1

II. PENGANTAR BUKU


Pada buku “Psikologi Agama” Memahami Perilaku dengan
Mengaplikasikan Prinsip-prinsip Psikologi karangan Prof. Dr. H. Jalaluddin. Di
dalam buku ini juga memuat pembahasan sebanyak 14 bab, di mulai dari bab
Pendahuluan, Psikologi Agama Sebagai Disiplin Ilmu, Perkembangan Psikologi
Agama, Perkembangan Jiwa Keagamaan Pada Anak dan Remaja, Perkembangan
Jiwa Keagamaan Pada Orang Dewasa dan Usia Lanjut, Kriteria Orang Yang
Matang Beragama, Agama dan Kesehatan Mental, Kepribadian dan Sikap
Keagamaan, Pengaruh Kebudayaan Terhadap Jiwa Keagamaan, Problema dan
Jiwa Keagamaan, Pengaruh Pendidikan Terhadap Jiwa Keagamaan, Gangguan

1
Dalam Perkembangan Jiwa Keagamaan, Agama dan Pengaruh Dalam Kehidupan,
Tingkah Laku Keagamaan Yang Menyimpang. Keempat belas bab tersebut dirinci
dengan sub bab di dalamnya hingga sangat jelas dan dapat memberi kita wawasan
mengenai psikologi agama
Pada buku ini juga mempunyai referensi yang cukup banyak. Hal ini dapat
dilihat dari daftar pustaka yang tertera pada halaman belakang buku. Bila
dibandingkan dengan buku yang lain dengan pembahasan tentang ilmu psikologi
agama buku ini lebih mempunyai pembahasan yang lebih lengkap yang cukup
dapat digunakan untuk pembelajaran.
Cover pada buku ini didesain dengan warna yang sederhana dan tidak
mencolok warna cokelat dengan tulisan judul berwarna merah. Buku ini juga
penting sebagai buku teks bagi mahasiswa yang belajar di fakultas ilmu tarbiyah
dan keguruan atau psikologi. Selain itu untuk kepentingan pendidikan agama
dibahas juga perkembangan jiwa agama anak-anak dan remaja, kriteria-kriteria
orang yang sudah dewasa dalam beragama, hubungan agama dan kesehatan
mental, hubungan kepribadian demam sikap keberagaman seseorang dan lain-lain.

2
III. RINGKASAN BUKU
PSIKOLOGI AGAMA
Para ilmuwan Barat menganggap filsafat sebagai induk dari segala ilmu.
Sebab filsafat merupakan tempat berpijak kegiatan keilmuwan (Jujun S.
Suriasumanteri, 1990: 22). Dengan demikian, psikologi termasuk ilmu cabang
dari filsafat. Dalam kaitan ini, psikologi agama dan cabang psikologi lainnya
tergolong disiplin ilmu ranting dari filsafat.
Dalam pengertiannya Psikologi agama menurut Prof. Dr. Zakiah Daradjat
adalah cabang psikologi yang meneliti dan menelaah kehidupan beragama pada
seseorang dan mempelajari berapa besar pengaruh keyakinan agama itu dalam
sikap dan tingkah laku serta keadaan hidup pada umumnya. Disamping itu,
psikologi agama juga mempelajari pertumbuhan dan perkembangan jiwa agama
pada seseorang, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keyakinan tersebut.
Ruang lingkup kajian psikologi dalam buku ini dipaparkan terdapat lima
point lapangan kajian yaitu:
a. Bermacam-macam emosi yang menjalar di luar kesadaran yang ikut menyertai
kehidupan beragama orang biasa umum, seperti rasa lega dan tenteram sehabis
sembahyang, rasa lepas dari ketegangan batin sesudah berdoa atau membaca
ayat-ayat suci, perasaan tenang, pasrah, dan menyerah setelah berdzikir dan
ingat kepada Allah ketika mengalami kesedihan dan kekecewaan yang
bersangkutan.
b. Bagaimana perasaan dan pengalaman seseorang secara individual terhadap
Tuhannya, misalnya rasa tenteram dan kelegaan batin.
c. Mempelajari, meneliti, dan menganalisis pengaruh kepercayaan akan adanya
hidup setelah mati (akhirat ) pada tiap-tiap orang.
d. Meneliti dan mempelajari kesadaran dan perasaan terhadap kepercayaan yang
berhubungan dengan surga dan neraka serta dosa dan pahala yang turut
memberi pengaruh terhadap sikap dan tingkah lakunya dalam kehidupan.
e. Meneliti dan mempelajari bagaimana pengaruh penghayatan seseorang
terhadap ayat-ayat suci kelegaanya batinnya.
Adapun pendekatan psikologi agama dalam pendidikan Islam ternyata
telah dilakukan di periode awal perkembangan Islam. Fungsi dan peran kedua

3
orang tua sebagai teladan yang terdekat kepada anak telah diakui dalam
pendidikan Islam. Bahkan agama dan keyakinan seseorang anak dinilai tergantung
dari keteladanan parang orang tua mereka.
Perkembangan psikologi agama dapat ditandai dengan banyaknya para
pakar-pakar psikologi yang membuat karya tulis, baik berupa buku maupun
artikel dan jurnal yang memuat kajian tentang mengenai psikologi agama. Dan
juga perkembangan psikologi agama dapat dilihat dengan adanya pengenalan
mata kuliah psikologi agama di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Dalam buku Psikologi Agama ini juga membahas tentang Perkembangan
agama pada anak-anak, remaja, orang dewasa, dan juga pada usia lanjut.
Perkembangan remaja dilihat melalui tiga tingkatan, yaitu: : 1)The Fairy Tale
Estage (tingkatan dongeng), 2) The realistis stage (tingkat kenyataan ), 3) The
individual stage (tingkat individu). Dan pada perkembangan jiwa agama pada
remaja di mana perkembangan itu ditandai dengan perkembangan jasmani dan
rohani dan perkembangan itu menurut W. Starbuck antara lain : pertumbuhan
pikiran dan mental, perkembangan perasaan, petrimbangan Social, perkembangan
moral, sikap dan minat, ibadah.
Sejalan dengan tingkat perkembangan usia pada orang dewasa sikap
keberagaman orang dewasa mempunyai ciri-ciri yaitu : Menerima kebenaran
agama secara berdasarkan pertimbangan pemikiran yang matang bukan sekedar
ikut-ikutan, cenderung bersifat realis, bersikap positif terhadap ajaran dan norma-
norma agama, tingkat ketaatan beragama didasarkan atas pertimbangan dan
tanggung jawab diri, bersikap lebih terbuka dan wawasan yang lebih luas,
bersikap lebih kritis terhadap materi ajaran agama, sikap keberagaman cenderung
mengarah kepada tipe-tipe kepribadian masing-masing, terlihat adanya hubungan
sikap keberagaman dengan kehidupan sosial.
Perkembangan jiwa keagamaan pada usia lanjut semakin orang bertambah
umur maka sikap dan perilaku beragamanya semakin lebih teratur dan lebih
sempurna dan digambarkan seperti bangun trapesium semenjak bayi hingga
berusia lanjut keadaan beragamanya semakin menanjak.
Dari perkembangan agama dilihat dari empat tingkatan usia yang ada
maka terdapat juga orang yang matang dalam beragama yaitu orang yang

4
mempunyai sehat jiwa dan yang tidak berada sakit jiwa sedikitpun. Tipe orang
yang sakit jiwa yaitu : pesimis, introvet, menyenangi paham yang orthodok,
mengalami proses keagamaan ayan secara nun gradasi. Tipe orang yang sehat
jiwa yaitu : optimis dan gembira, ekstrovet dan tak mendalam, menyenangi ajaran
tauhid yang liberal.
Selain itu agama memiliki keterkaitan dengan kesehatan mental bahwa
kemungkinan ada pengaruh di antara keduanya. Apabila seseorang mempunyai
perilaku keagamaan yang benar maka tentulah kesehatan mentalnya baik pula
begitu pula sebaliknya.
Dalam buku ini penulis juga membahas mengenai problema dan jiwa
keagamaan. Problema dalam keagamaan adalah segala gejala dan perilaku
penyimpangan yang mencerminkan pola tingkah laku. Banyak penyimpangan-
penyimpangan yang terjadi dalam kehidupan beragama yang sebagai problem
kehidupan beragama tersebut. Terdapat empat fase dalam perubahan sikap
keagamaan pada arah yang menyimpang yaitu :
a. Munculnya persoalan yang dihadapi
b. Munculnya pengertian yang harus dipilih
c. Mengambil keputusan berdasarkan salah satu yang harus dipilih
d. terjadi keseimbangan
Agar tidak terjadinya problema-problema keagamaan maka dibutuhkanlah
pendidikan agar terhindar dari problema keagamaan tersebut. Dalam membentuk
keadaan jiwa yang beragama yang sebelumnya didasari oleh keadaan fitrah
manusia sejak dilahirkan yang mempunyai potensi akan ketuhanan maka masih
perlu adanya pendidikan baik pendidikan keluarga, lembaga pendidikan resmi,
dan pendidikan masyarakat. Dengan adanya pendidikan selain menguatkan jiwa
keagamaan maka dapat pula nantinya untuk menyelesaikan permasalahan yang
ada pada lingkup sosial serta pada lingkup pendidikan maka akan adanya
kompetensi yang dimiliki oleh seseorang dan mempunyai kriteria tertentu dalam
keagamaan.
Adapun agama, sangat besar pengaruh yang ditimbulkan dalam kehidupan,
baik itu bagi kehidupan individu, maupun kehidupan masyarakat. Hal ini
dikarenakan agama memiliki nilai-nilai bagi kehidupan manusia sebagai orang

5
perorang maupun dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat. Selain
itu agama juga memberikan dampak postif bagi kehidupan sehari-hari. Agama
dapat merubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Berangkat dari besarnya pengaruh agama dalam kehidupan seseorang
ataupun kehidupan masyarakat, ternyata masih ada tingkah laku-tingkah laku
keagamaan yang menyimpang. Penyimpangan tingkah laku ini dalam kehidupan
banyak terjadi. Dan dalam kehidupan masyarakat beragama penyimpangan yang
demikian itu sering terlihat dalam bnetuk tingkah laku keagamaan yang
menyimpang. Adapun tingkah laku keagamaan yang menyimpang seperti: Aliran
Klenik, Konversi Agama, Konflik Agama, Terorisme, Fatalisme, dan masih
banyak lagi bentuk-bentuk tingkah laku keagamaan yang menyimpang.

IV. KEUNGGULAN BUKU


a) Keterkaitan Antar Bab
Pada bab pertama buku ini adalah pendahuluan yang membahas
tentang hubungan antara manusia dengan Tuhannya sebagai hal yang di
kodrati sebagai hal yang berkebudayaan dan yang berkeberadaban dan
dengan pendekatan ilmu lain yaitu ilmu psikologi, ilmu sosiologi, ilmu
antropologi, ilmu pendidikan dan ilmu kebudayaan dapat mempelajari
tentang agama. Selanjutnya pada bab kedua dijelaskan mengenai Psikologi
Agama Sebagai Disiplin Ilmu dimana didalamnya dijelaskan mengenai
psikologi agama dan cabang Psikologi, pengertian, ruang lingkup,
hubungan antara psikologi agama dengan pendidikan Islam.
Secara keseluruhan bab yang terdapat dalam buku ini yaitu terdapat 14
bab, menurut kami pembahasan buku ini sangat terstruktur sehingga dapat
membuat pola pikir pembaca menjadi terarah dan mudah untuk mengikuti
ilmu yang disampaikan. Pokok pembahasan dari bab 1 (Satu) sampai
dengan bab 14 (Empat Belas) merupakan suatu kesatuan dalam
pembahasan psikologi agama. Kemudian penulis juga mengembangkan
beberapa point-point kecil namun cukup penting untuk dikaji.

6
b) Kemutakhiran Isi Buku
Dalam buku ini memiliki peran yang sangat membangun dalam
memberikan wawasan tentang Psikologi Agama kepada para pembaca
khususnya kepada para mahasiswa Pendidikan Agama Islam maupun
calon guru. Karena buku ini memiliki materi yang sangat lengkap sebagai
pengetahuan tentang pengertian psikologi agama, dasar Psikologi Agama
dan lain-lain yang berkaitan dengan pembahasan Psikologi Agama. Buku
ini juga merupakan terbitan yang belum lama dari mulai tahun 2016. Buku
ini juga memiliki body note yang mana pembaca dapat mengetahui
keakuratan isi buku pada setiap pembahasan. Dalam hal positif buku ini
mengajarkan kita banyak pelajaran penting yang lain dari Psikologi
Agama, yaitu perkembangan jiwa keagamaan dari kehidupan seseorang.

V. KELEMAHAN BUKU
a) Keterkaitan Antar Bab
Untuk kelemahan buku dilihat dari segi keterkaitan antar bab, menurut
kami tidak ada, di karenakan pada setiap bab pada buku saling berkaitan
satu bab dengan bab yang lainnya. Tetapi didalam beberapa bab terdapat
bahasa asing yang tidak di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ini
dapat dilihat pada bab 8 halaman 173, bab 9 halaman 215, dan bab 13
halaman 306. Dan juga terdapat beberapa istilah-istilah atau bahasa-bahasa
yang sulit dimengerti oleh pembaca.

b) Kemutakhiran Isi Buku


Buku ini tidak memberikan dampak negatif bagi para pembaca, bahkan
memberikan pelajaran dan pengetahuan yang sangat bermakna juga
memberi wawasan positif yang membangun karakter yang cerdas dalam
memahami Psikologi Agama dan mengaitkan problema-problema
keagamaan yang ada di lingkungan sekitar. Namun jika berbicara tentang
kekurangan buku, buku ini masih kurang dalam beberapa istilah pada isi
buku, yang mana buku ini menggunakan Bahasa Inggris tapi tidak disertai
terjemahan dan memungkinkan pembaca tidak menguasai Bahasa Inggris
tersebut.

7
VI. IMPLIKASI TERHADAP:
a) Teori/ Konsep
Dalam buku ini memiliki beberapa teori atau konsep mengenai
psikologi agama sebagai berikut:

b) Program Pembangunan Di Indonesia

c) Analisis mahasiswa (posisi kritis mahasiswa)


Menurut penulis, topik yang diangkat dalam buku ini sangat menarik
dan penting untuk dibaca. Topik yang diangkat sangat dibutuhkan oleh
semua orang sehingga setiap orang berminat untuk membaca buku
tersebut.
Buku ini juga dapat mendorong keingintahuan para pembaca untuk
lebih memahami lagi tentang Psikologi Agama (Memahami Perilaku
dengan Mengaplikasikan Prinsip-prinsip Psikologi). Adapun materi yang
disajikan juga actual yaitu pembahasannya membahas tentang
perkembangan jiwa keagamamaan baik pada usia anak-anak, remaja,
dewasa, dan usia lanjut.
Pada buku ini mempunyai pembahasan yang lengkap dan cukup untuk
digunakan sebagai referensi. Pada buku psikologi edisi revisi 2015 ini juga
disusun secara rapi dan sistematis dan banyak sejumlah perbaikan dan
penambahan materi baru, sehingga banyak yang dapat kita ketahui tentang
psikologi agama dari buku ini. Penulisan dalam buku ini dirinci dengan
sub bab di dalamnya sehingga sangat jelas dan dapat memberi kita
wawasan tentang psikologi agama.
Kalimat-kalimat yang ada pada buku ini juga mudah dimengerti
sehingga memudahkan pembaca untuk memahami isi dari buku tersebut.
Dan buku ini juga memberikan contoh-contoh yang konkrit atau nyata
dalam setiap pembahasannya.
Adapun saran untuk buku ini yaitu pada halaman terakhir buku
diberikan indeksi buku, agar memudahkan pembaca untuk menemukan
suatu kata atau istilah tertentu. Kemudian pada setiap kutipan-kutipan yang

8
berbahasa asing yang sulit dipahami diberikan terjemahan dalam Bahasa
Indonesia.

VII. Kesimpulan dan Saran


Kepustakaan