Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN

SOSIALISASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA RASIONAL (POSR) DI


PUSKESMAS

I. LATAR BELAKANG
Menurut WHO, lebih dari 50 % obat-obatan di dunia diresepkan dan diberikan
secara tidak tepat, tidak efektif dan tidak efisien. Terbalik dengan keadaan tersebut, kurang
lebih 1/3 penduduk dunia kesulitan mendapat akses memperoleh obat esensial. Di
Indonesia sendiri pada fasilitas pelayanan kesehatan masih banyak terjadi polifarmasi,
penggunaan antibiotik yang irasional dan swamedikasi tidak tepat. Hal tersebut
menunjukkan belum optimalnya penggunaan obat secara rasional.
Kebijakan Penggunaan Obat Rasional merupakan salah satu upaya untuk
memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, menjamin keamanan, efektifitas serta
biaya yang terjangkau dari suatu pengobatan yang diberikan kepada masyarakat di fasilitas
pelayanan kesehatan maupun pada pengobatan sendiri (self-medication).
Penggunaan obat dikatakan rasional yaitu apabila pasien menerima pengobatan
sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan, dalam
periode waktu yang adekuat dan dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat banyak.
Salah satu strategi peningkatan Penggunaan Obat Rasional di Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama, khususnya Puskesmas adalah dengan melalui pelatihan bagi Tenaga
Kesehatan. Berdasarkan hal tersebut untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat maka Puskesmas Monta melalui Petugas Ruang Obat Puskesmas perlu
melakukan sosialisasi Penggunaan Obat Secara Rasional (POSR) bagi Tenaga Kesehatan di
Puskesmas.
II. TUJUAN
II.1Umum
Terlaksananya pelayanan kesehatan yang bermutu yang dapat menjamin
keamanan, efektifitas dan efisiensi dari suatu pengobatan di Puskesmas.
II.2Khusus
Meningkatnya pengetahuan peserta tentang :
 Penggunaan obat yang rasional.
 Urgensi Monitoring Indikator Peresepan.
 Peran tenaga kesehatan dalam peningkatan penggunaan obat rasional.
III. PESERTA
Peserta yang diundang adalah kurang lebih 40 orang terdiri dari Bidan Desa dan
Petugas Puskesmas Pembantu serta Tenaga Kesehatan di Puskesmas.
IV. WAKTU DAN TEMPAT
Pelaksanaan kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 19 Desember
2019, Pukul 08.30 s.d selesai bertempat di Aula Puskesmas Wagir.
V. PROSES
a. Penyusunan kerangka acuan
b. Pembuatan Surat Undangan dan permohonan narasumber
c. Pengiriman Surat Undangan dan permohonan narasumber
d. Persiapan pelaksanaan kegiatan (Tempat dan kelengkapan sarana)
e. Pelaksanaan kegiatan
f. Evaluasi
VI. MATERI
a. Penggunaan Obat Secara Rasional
b. Evaluasi Pelaksanaan Penggunaan Obat Secara Rasional di Puskesmas
VII. METODE PERTEMUAN
Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode-metode sebagai berikut :
a. Pemaparan materi dari narasumber
b. Evaluasi Pelaksanaan Penggunaan Obat Secara Rasional di Puskesmas
c. Tanya jawab
VIII. DANA
Biaya diperoleh dari TP-BOK
IX. NARASUMBER
a. Kepala Instalasi Farmasi Kabupaten
b. Dokter Puskesmas
c. Petugas Ruang Obat
X. JADWAL DAN SUSUNAN ACARA KEGIATAN

WAKTU AGENDA PEMBICARA


08.30-08.45 Persiapan
08.45 –09.00 Pembukaan
09.00 – 09.30 Materi Penggunaan Obat Secara Kepala Instalasi Farmasi
Rasional (POSR) Kabupaten
09.30 – 10.00 Materi Penggunaan Obat Secara Dokter Puskesmas
Rasional (POSR)
10.00-10.30 Evaluasi Pelaksanaan Penggunaan
Obat Secara Rasional di Puskesmas
10.30 – 11.00 Tanya jawab dan diskusi
11.00 – 11.15 Penutup

XI. HASIL KEGIATAN


1. Peserta memiliki pengetahuan mengenai penggunaan obat secara rasional dan
kemampuan untuk mengimplementasikannya.
2. Pengolah data monitoring indikator peresepan dapat melakukan pelaporan secara
rutin setiap bulan.
3. Adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan penggunaan
obat secara rasional di Puskesmas.
XII. PENUTUP
Demikian kerangka acuan ini disusun sebagai pedoman dalam pelaksanaan
Sosialisasi Penggunaan Obat secara Rasional (POSR).

Tangga-Monta, 22 Juli 2019


Mengetahui,
Kepala Puskesmas Wagir Penanggung Jawab Kegiatan

drg. Prima Puspito Rini .