Anda di halaman 1dari 14

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK ANAK

USIA DINI

Makalah

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bimbingan Konseling PAUD

Yang Diampu Oleh Tomas Iriyanto, M.Pd

Disusun Oleh :

Novita Hermawati (180153603036)

Nurbaiti Isnani (180153603072)

Pupuh Dwi Fitrika (180153603042)

Purpitasari (180153603025)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN KEPENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN PRASEKOLAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

FEBRUARI 2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
dengan rahmat, dan anugerah-Nya penulis dapat menyusun makalah ini dengan
judul “Program Bimbingan dan Konseling untuk Anak Usia Dini” yang disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan Konseling PAUD. Tidak lupa pada
kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada bapak Tomas
Iriyanto, M.Pd selaku dosen yang membimbing penulis sehingga dapat
menyelesaikan tugas ini dengan baik. Penulis menyadari bahwa untuk
meningkatkan kualitas makalah ini membutuhkan kritik dan saran demi perbaikan
makalah di waktu yang akan datang. Akhir kata, semoga makalah ini dapat
bermanfaat untuk penulis dalam mempelajari aspek-aspek tersebut, dan dapat
bermanfaat untuk kedepannya sebagai pendidik.

Malang, Februari 2020

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Seorang guru atau pendamping harus mempelajari tentang program
bimbingan dan konseling anak usia dini, karena dalam dunia pendidikan anak
usia dini guru atau pendamping selain berperan sebagai pengajar juga berperan
sebagai pembimbing. Dengan memahami program bimbingan dan konseling anak
usia dini, mudah bagi guru atau pendamping untuk mengetahui karakteristik anak
yang dihadapi, serta pendekatan yang akan guru atau pendamping gunakan dalam
melaksanakan layanan bimbingan.
Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling anak usia dini harus
terintegrasi dengan proses pembelajaran. Dengan ini guru atau pendamping anak
usia dini harus memahami bagaimana mengintegrasikan bimbingan dalam
pembelajaran bagi anak usia dini. Guru atau pendamping diharapkan mampu
menyusun program bimbingan dan konseling untuk anak usia dini di sekolah.
Guru atau pendamping diharapkan akan mampu menjelaskan ciri dan lingkup
bimbingan dan konseling anak usia dini, menjelaskan syarat-syarat program
bimbingan dan konseling anak usia dini, serta menyusun dan melaksanakan
program bimbingan dan konseling anak usia dini.
Tentu saja kemampuan-kemampuan tersebut penting untuk dikuasai oleh
guru atau pendamping karena dalam melaksanakan layanan bimbingan perlu
menguasai materi dan cara menyusun layanan bimbingan dan konseling anak usia
dini. Agar dapat menguasai materi guru atau pendamping perlu untuk mengetahui
ciri serta persyaratan, penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan
konseling anak usia dini.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja ciri dan lingkup bimbingan dan konseling anak usia dini ?
2. Apa saja persyaratan program bimbingan dan konseling anak usia dini ?
3. Bagaimana cara menyusun dan melaksanakan program bimbingan dan
konseling bagi anak usia dini ?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui ciri dan lingkup bimbingan dan konseling anak usia
dini.
2. Untuk mengetahui persyaratan program bimbingan dan konseling anak
usia dini.
3. Untuk mengetahui cara menyusun dan melaksanakan program bimbingan
dan konseling bagi anak usia dini.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Ciri Dan Lingkup Bimbingan Dan Konseling Anak Usia Dini
1. Ciri Bimbingan Dan Konseling Anak Usia Dini
Menurut Syaodih, E (2004) ada beberapa ciri bimbingan dan konseling bagi anak
usia dini yang dapat dijadikan rujukan badi guru atau pendamping, yaitu
sebagai berikut :

a) Proses Bimbingan Dan Konseling Harus Disesuaikan Dengan Pola


Pikir Dan Pemahaman Anak.
Pelaksanaan bimbingan dan konseling bagi anak usia dini relatif
cukup sulit untuk dilaksanakan. Seseorang yang sudah terbiasa melakukan
bimbingan terhadap siswa sekolah menengah misalnya, belum tentu dapat
melakukan bimbingan terhadap anak usia dini. Kondisi ini terjadi bukan
disebabkan karena berbedanya langkah-langkah bimbingan, telapi lebih
disebabkan oleh perbedaan karakteristik anak yang dibimbing.
Dialog dengan anak usia dini untuk menemukan dan memberikan
pemahaman tentang masalah yang sedang dihadapi relatif sulit dilakukan.
Pola pikir anak usia dini yang masih sangat sederhana dengan penguasaan
bahasa yang masih terbatas akan menyulitkan guru atau pembımbing
untuk memahami apa yang disampaikan anak. Keluguan bahasa dan pola
pikir sederhana pada anak menuntut guru atau pendamping untuk
menguasai teknik-teknik atau cara lain supaya dapat memahami apa yang
dikatakan atau dirasakan anak.
Misalnya guru atau pendamping menemukan seorang anak yang
sering mengisap ibu jarinya, mungkin guru atau pendamping melihat
perilaku itu sebagai perilaku yang kurang tepat dan perlu diperbaiki. Pada
saat proses bimbingan, guru perlu memahami mengapa anak tersebut
berperilaku seperti itu.
b) Pelaksanaan Bimbingan Terintegrasi Dengan Pembelajaran
Pelaksanaan bimbingan dan konseling dilaksanakan secara bersama-
sama dengan pelaksanaan pembelajaran, artinya guru atau pendamping
pada saat akan merencanakan kegiatan pembelajaran harus juga
memikirkan bagaimana perencanaan bimbingannya. Dengan kata lain,
pada saat guru memikirkan program pembelajaran juga harus memikirkan
tentang program bimbingannya. Pemisahan antara program pembelajaran
dengan program bimbingan tidak perlu dilakukan secara ketat, hal ini
berangkat dari pandangan bahwa pengembangan pada anak usia dini
dilakukan secara bersama untuk semua aspek perkembangan termasuk
upaya membantu mengatasi masalah yang dialami anak.
c) Waktu Pelaksanaan Bimbingan Sangat Terbatas.
Interaksi guru atau pendamping dengan anak relatif tidak lama, rata-
rata pertemuan dalam sehari hanya 2,5-3 jam. Keterbatasan waktu ini
mengharuskan guru atau pendamping untuk meramu kegiatan secara
efektif baik yang terkait dengan pengembangan dalam kegiatan
pembelajaran secara rutin maupun melaksanakan bimbingan bagi anak.
Pemanfaatan waktu yang efisien oleh guru atau pendamping akan
mempengaruhi hasil yang ditunjukkan anak berupa perubahan perilaku
yang diharapkan. Pengembangan seluruh aspek perkembangan secara
umum tidak dapat dipisahkan. Artinya, dalam mengembangkan salah satu
aspek perkembangan secara bersama-saina juga harus mengembangkan
aspek-aspek lainnya.
Misalnya, guru atau pendamping akan memperkenalkan konsep dasar
matematika sederhana pada anak-anak. Pada saat guru memperkenalkan
kaidah-kaidah dasar matematika sederhana yang berkaitan dengan aspek
kognitif maka pada saat yang bersamaan guru juga harus dapat
menumbuhkan rasa senang pada diri anak tentang materi matematika
sederhana tersebut. Upaya mendorong anak untuk menyenangi
matematika sederhana merupakan kegiatan bimbingan.
d) Pelaksanaan Bimbingan Dilaksanakan Dalam Nuansa Bermain
Pelaksanaan bimbingan dan konseling bagi anak usia dini
dilaksanakan dalam nuansa bermain karena prinsip ini merupakan esensi
aktivitas anak usia dini. Prinsip ini mengikuti dunia anak yang senantiasa
sarat dengan dunia bermain. Bermain merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari dunia anak dan bahkan dapat dikatakan tiada hari tanpa
bermain. Bermain bagi anak merupakan suatu aktivitas tersendiri yang
sangat menyenangkan yang mungkin tidak bisa dirasakan atau
dibayangkan oleh orang dewasa.
Dalam bermain anak belajar mengembangkan kemampuan fisik-
motorik, kognitif, bahasa dan sosial-emosionalnya. Melalui bermain pula,
guru atau pendamping dapat melakukan bimbingan dan konseling.
e) Adanya Keterlibatan Teman Sebaya
Usia dini adalah masa peralihan dari lingkungan keluarga ke
lingkungan sekolah sebagai lingkungan yang lebih luas. Pada usia ini,
ketertarikan anak pada interaksi teman sebaya mulai tumbuh dan
berkembang, anak sering terlihat berkelompok dan berkomunikasi dengan
teman sebayanya. Dorongan untuk mendapatkan teman dalam aktivitas
bermain, membuat anak memiliki keterikatan terhadap teman sebaya.
Keterlibatan teman sebaya menjadi suatu aspek yang perlu
dipertimbangkan guru atau pendamping dalam melaksanakan bimbingan
dan konseling pada anak usia dini karena melalui teman sebaya upaya
mengatasi masalah khususnya masalah sosial emosional dapat dipandang
sebagai cara yang cukup tepat untuk membantu mengatasi masalah yang
dialami anak. Contoh yang dapat dikaji berkaitan dengan interaksi teman
sebaya dapat dilihat pada suatu kegiatan tertentu di dalam atau di luar
kelas. Seorang anak yang memiliki masalah dalam penyesuaian diri
dengan lingkungannya, dapat dibantu lewat interaksi dengan sebaya.
Misalnya, guru mengajak anak untuk mengikuti kegiatan kelompok
membuat sarang burung. Anggota kelompok melaksanakan tugas masing-
masing sesuai dengan kesepakatan dalam kelompok, sementara anak yang
bermasalah dilibatkan sebagai peserta pasif. Dengan bantuan guru, anak
tersebut sedikit demi sedikit diajarkan untuk mau berinteraksi dengan
lingkungan. Selain itu, guru dapat melibatkan teman sebaya untuk
mengerjakan tugas tersebut secara bersama-sama karena anak memiliki
kebutuhan dengan teman sebaya maka keterlibatan teman sebaya dalam
layanan bimbingan yang dilakukan guru dapat menjadi media yang tepat
bagi anak.
f) Adanya Keterlibatan Orang Tua
Orang tua merupakan pihak yang tidak dapat dipisahkan dari proses
bimbingan dan konseling karena orang tua merupakan orang yang paling
dekat dengan anak. Ketika anak sedang belajar di PAUD, guru atau
pendamping berperan sebagai pengganti orang tua, sedangkan waktu yang
tersedia untuk melaksanakan layanan bimbingan relatif sangat terbatas.
Mengingat permasalahan yang dihadapi anak tidak dapat dibiarkan
begitu saja maka peran orang tua dalam membantu tumbuh kembang anak
merupakan suatu hal yang sangat penting. Agar diperoleh kerjasama yang
baik dengan orang tua maka guru atau pendamping perlu memiliki
kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga dapat menyampaikan
permasalahan yang dihadapi anak dan dapat mendorong orang tua untuk
turut membantu mengatasi masalah yang dihadapi anak.

2. Lingkup Layanan Bimbingan


Bimbingan bagi anak usia dini terdiri atas lima bentuk layanan, yaitu :
a) Layanan Pengumpulan Data
Layanan pengumpulan data dimaksudkan untuk menjaring informasi-
informasi yang diperlukan guru atau pendamping anak usia dini dalam
memahami karakteristik, kemampuan dan permasalahan yang mungkin
dialami anak. Data ini penting karena untuk memberikan bantuan terhadap
anak, seorang guru atau pendamping yang berperan sebagai pembimbing
perlu mengetahui siapa anak yang dibimbing, bagaimana latar belakang
kehidupannya, siapa orang-orang yang dekat dengannya, apa masalah
yang mungkin dihadapi dan sebagainya. Dengan berbekal pemahaman
terhadap anak, guru atau pendamping dapat lebih menentukan upaya
bimbingan yang akan dilakukannya.
b) Layanan Informasi
Layanan informasi dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan
pemahaman baik untuk anak maupun bagi orang tua. Untuk anak usia dini
yang relatif masih usia muda, masih sangat sedikit informasi atau
pengetahuan yang diketahui dan dipahami anak. Sebaliknya bagi orang
tua, melalui layanan informasi ini diharapkan dapat menambah wawasan
khususnya yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Layanan
informasi ini bersifat preventif atau pencegahan. Selain dari itu, juga
merupakan upaya pengembangan kemampuan yang dimiliki anak
c) Layanan Konseling
Layanan konseling dimaksudkan untuk memberikan bantuan bagi anak
yang diduga mengalami masalah tertentu, baik yang menyangkut masalah
pribadi, sosial atau masalah lainnya. Proses konseling pada anak usia dini
berbeda dengan konseling yang dilakukan pada remaja atau orang dewasa.
Remaja atau orang dewasa cenderung menyadarı bahwa dirinya
mengalami masalah tertentu dan memiliki keinginan untuk memperbaiki
masalahnya, sehingga pada proses konseling remaja atau orang dewasa
cenderung datang sendiri menemui petugas bimbingan.
Berbeda dengan anak usia dini, anak belum bisa menyadari bahwa
mereka memiliki masalah tertentu. Guru atau pendamping dapat
menganggap seorang anak memiliki masalah dilihat dari perubahan
tingkah laku atau kemampuan yang ditunjukkan anak. Mungkin guru atau
pendamping melihat satu anak mengalami penurunan kemampuan, atau
anak tidak menunjukkan peningkatan kemampuan, mungkin juga anak
menunjukkan perubahan sikap yang tiba-tiba. Oleh karena anak masih
bersifat labil dan bertingkah laku apa adanya maka gurulah yang dapat
mengetahui adanya perubahan sikap yang ditunjukkan anak.
d) Layanan Penempatan
Layanan penempatan, yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan
anak memperoleh penempatan yang tepat sesuai dengan kondisi dan
potensinya. Melalui layanan penempatan ini diharapkan anak dapat berada
pada posisi dan pilihan yang tepat. Ketika anak sedang belajar mungkin
akan ditemukan anak-anak yang memiliki kemampuan-kemampuan yang
cukup tinggi. Misalnya, dalam hal inteligensi, dapat dilihat dari
kemampuan penyelesaian pekerjaan atau kemampuan merespons berbagai
hal yang diberikan guru atau pendamping pada anak. Seorang anak yang
cerdas umumnya dapat dengan mudah dan cepat menyelesaikan suatu
persoalan yang diberikan padanya, sementara anak lambat menunjukkan
kemampuan sebaliknya.
Layanan penempatan dapat diberikan pada anak yang memiliki
kemampuan berbeda, hal ini dimaksudkan agar anak mendapatkan layanan
dan kesempatan untuk lebih mengembangkan kemampuan yang
dimilikinya. Selain diberikan pada anak berkemampuan lebih maka
layanan penempatan juga perlu diberikan pada anak berkemampuan
kurang. Hal ini dilakukan karena anak perlu diberi kesempatan untuk
mengembangkan diri sesuai kapasitas kemampuannya.
e) Layanan Evaluasi Dan Tindak Lanjut
Layanan evaluasi dan tindak lanjut merupakan layanan untuk
mengetahui tingkat keberhasilan penanganan yang telah dilakukan guru
atau pendamping. Ukuran keberhasilan suatu layanan bimbingan dan
konseling dapat dilihat dari seberapa jauh perubahan perilaku yang terjadi
pada anak. Keberhasilan layanan bimbingan dan konseling pada anak usia
dini tidak dapat dihitung dalam ukuran waktu yang pendek karena
kemampuan anak untuk memahami, beradaptasi, dan merubah perilaku
bukanlah suatu hal yang mudah. Anak akan sangat dipengaruhi oleh
keadaan di saat anak berada, dan setiap anak memiliki kapasitas
kemampuan yang berbeda-beda.
Layanan evaluasi dan tindak lanjut dilakukan di akhir kegiatan
program bimbingan yang direncanakan guru atau pendamping, dan dengan
dilakukannya layanan tindak lanjut guru atau pendamping dapat
mengetahui keberhasilan layanan yang telah dilakukannya, yang berkaitan
dengan pengumpulan data, penyampaian informasi, pelaksanaan konseling
pada anak, dan layanan penempalan yang telah dilakukan.
Melalui layanan ini, guru atau pendamping dapat menganalisis
berbagai sebab ketidakberhasilan program yang telah direncanakan, serta
dengan layanan tindak lanjut dapat memberikan perbaikan terhadap proses
bimbingan yang dilakukan. Selain itu, dengan layanan ini dapat
memberikan umpan balik kepada pihak lain sehingga atas dasar umpan
balik itu dapat dilakukan usaha perbaikan program bimbingan. Dengan
demikian, layanan tindak lanjut sekaligus berfungsi sebagai alat penilaian
terhadap program bimbingan yang telah dilaksanakan.

B. Persyaratan Program Bimbingan Dan Konseling Anak Usia Dini.


Menurut Syaodih (2004) dalam menyusun suatu program bimbingan dan
konseling pada anak usi dini, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Prinsip Dasar Bimbingan Dan Konseling Anak Usia Dini
Pelaksanaan bimbingan dan konseling pada anak usia dini tidak
menggunakan waktu dan ruang tersendiri seperti halnya bimbingan pada
jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bimbingan dan konseling dilaksanakan
secara bersama-sama dengan proses pembelajaran. Nuansa bermain menjadi
bagian dari pelaksanaan bimbingan karena dunia anak adalah dunia bermain.
Bimbingan dilakukan oleh guru atau pendamping dan tidak dilakukan oleh
petugas khusus, artinya guru atau pendamping memiliki fungsi ganda selain
sebagai pengajar juga sebagai pembimbing.
2. Esensi Bimbingan Dan Konseling
Bimbingan dan konseling menggunakan prinsip bimbingan untuk semua
anak (guidance for all). Dalam pelaksanaannya, bimbingan juga diarahkan
untuk membantu orang tua agar memiliki pemahaman dan motivasi untuk turut
mengembangkan kemampuan anak karena kelekatan anak usia dini terhadap
orang tua relatif masih tinggi. Bimbingan diberikan pada anak dimaksudkan
agar anak dapat berkembang secara optimal sesuai dengan kapasitas
kemampuan masing-masing.
3. Orientasi Bimbingan Dan Konseling
Bimbingan dan konseling pada anak usia dini berorientasi perkembangan
karena usia dini adalah masa pengembangan berbagai aspek kemampuan yang
dimiliki anak. Masa ini sering disebut sebagai masa "golden age" atau masa
keemasan karena pada masa ini anak sangat peka untuk mendapatkan
rangsangan-rangsangan. Pengembangan yang dilakukan sejak masa ini akan
memberikan pengaruh yang sangat berarti bagi tumbuh kembang anak di
kemudian hari.
4. Konsep Yang Mendasari Pengelolaan Bimbingan Dan Konseling
Pelaksanaan bimbingan dan konseling pada anak usia dini pada dasarnya
berangkat dari pemahaman tentang perkembangan anak bahwa setiap anak
memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda. Anak memiliki
dunia sendiri dan anak tidak dapat disamakan dengan orang dewasa atau
remaja.
Masa anak usia dini merupakan masa yang paling menentukan. Bila pada
masa ini anak tidak mengalami perkembangan yang baik dan bahkan banyak
menemukan berbagai hambatan maka anak akan mengalami kesulitan dalam
perkembangan di masa-masa selanjutnya. Seorang ahli psikologi mengatakan
bahwa masa lima tahun pertama merupakan "bapaknya kehidupan", apabila
pada lima tahun pertama ini kehidupan anak rapuh maka anak akan mengalami
kesulitan dalam kehidupan pada masa berikutnya.
5. Bentuk Layanan Bimbingan Dan Konseling
Istilah bentuk layanan bimbingan menunjuk pada jumlah anak pada saat
guru atau pendamping melakukan bimbingan. Bentuk layanan bimbingan dapat
dilakukan secara individual atau kelompok. Layanan bimbingan diberikan
dalam bentuk individual apabila permasalahan yang dihadapi anak bersifat
khusus sehingga memerlukan bimbingan khusus. Misalnya, untuk membantu
perkembangan motorik halus seorang anak. Anak perlu bimbingan individual
agar perkembangan motorik dapat berkembang dengan baik.
6. Setting Layanan Bimbingan Dan Konseling
Setting layanan bimbingan dan konseling pada anak usia dini dapat
menggunakan setting individual, kelompok dan klasikal. Setting ini digunakan
sangat tergantung dari kebutuhan layanan bimbingan. Misalnya bila guru atau
pendamping akan membantu hal-hal yang berkaitan dengan masalah pribadi
atau keterampilan mungkin dapat menggunakan setting individual, sebaliknya
apabila berkaitan dengan masalah sosial maka guru dapat menggunakan setting
kelompok.

C. Penyusunan Dan Pelaksanaan Program Bimbingan Dan Konseling Anak Usia


Dini
1. Penyusunan Program
Menurut Miller (Rochman Natawidjaja : 1998) program bimbingan yang
baik, yaitu program yang apabila dilaksanakan akan efisien dan efektif.
Program tersebut memiliki ciri :
a) Program itu disusun dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata
dari para siswa di sekolah yang bersangkutan.
b) Kegiatan bimbingan diatur menurut skala prioritas yang ditentukan
kebutuhan siswa dan kemampuan petugas.
c) Program dikembangkan berangsur-angsur, dengan melibatkan semua
tenaga pendukung di sekolah dalam merencanakannya.
d) Program itu memiliki tujuan yang ideal, tetapi realistis dalam
pelaksanaanya.
e) Program itu mencerminkan komunikasi yang berkesinambungan
diantara semua anggota staf pelaksanaannya.
f) Menyediakan fasilitas yang diperlukan.
g) Penyusunannya sesuai dengan program pendidikan di lingkungan
sekolah yang bersangkutan.
h) Memberikan kemungkinan pelayanan pada semua siswa.
i) Memperlihatkan peranan yang penting dalam menghubungkan dan
memadukan sekolah dengan masyarakat.
j) Berlangsung sejalan dengan proses penilaian diri baik mengenai
program itu sendiri maupun kemajun dari siswa yang dibimbing serta
mengenai kemajuan pengetahuan, keterampilan dan sikap para
petugas pelaksanaannya, dan
k) Program itu menjamin keseimbangan dan kesinambungan pelayanan
bimbingan.
Gerald A Gladstein (dalam shertzer dan stone, 1988) berpendapat bahwa
layanan bimbingan dan konseling yang bermutu harus mampu membantu siswa
tidak hanya sebatas mengatasi masalah-masalah pendidikan dan pekerjaan, tetapi
juga mampu mengatasi masalah-masalah pribadi siswa tersebut.
Menurut Hatch dan stefflre (dalam juntika N:2003) suatu perencanaan
program harus memuat beberapa aspek kegiatan tersebut :
a) Adanya kebutuhan
b) Analisis situasi
c) Menentukan alternative kemungkinan
d) Memilih aktivitas yang akan dilakukan.
Manfaat dilakukannya perencanaan program adalah :
a) Adanya kejelasan arah pelaksanaan program bimbingan
b) Adanya kemudahan mengontrol dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan
bimbingan yang dilakukan.
c) Terlaksananya program bimbingan secara lancar, efisien, dan efektif.

2. Pelaksanaan Program Pelaksanaan bimbingan dan konseling yang


berorientasi kepada semua anak.

Pelaksanaan bimbingan konseling bagi semua anak usia dini didasarkan


bahwa semua anak membutuhkan bimbingan, dan setiap anak memiliki
karakteristik dan kebutuhan yang berbeda satu sama lain. Untuk membantu
semua kebutuhan anak maka guru atau pendamping dapat menyusun program
bimbingan dan konseling sesuai kebutuhan anak. Seperti yang diungkapkan
oleh Syaodih (2004) didalam program bimbingan dan konseling anak usia
dini perlu mencangkup:
a) Rancangan program yang berisi tujuan, lingkup, kegiatan, alat bantu,
dan evaluasi program
b) Pelaksanaan program
c) Evaluasi program
Dalam pelaksanaan program, guru atau pendamping perlu melakukan langkah-
langkah seperti:
a) Mengidentifikasi kemampuan dan kebutuhan anak usia dini terkait
pada potensi, kecakapan, dan kebutuhannya.
b) Menentukan layanan bimbingan dan konseling yang akan dilakukan.
3. Pelaksanaan bimbingan dan konseling yang berorientasi kepada masalah
yang dihadapi anak.
Layanan bimbingan yang berorientasi kepada masalah yang dihadapi anak
adalah layanan yang berbentuk konseling. Konseling merupakan suatu bentuk
layanan yang intensif dalam membina kemampuan atau aspek-aspek
perkembangan anak dan membantu memecahkan kemungkinan masalah yang
dihadapi anak sehingga anak mampu berkembang sesuai dengan yang
diharapkan.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam layanan konseling adalah :
a) Identifikasi masalah
b) Analisis masalah
c) Diagnosis
d) Prognosis
e) Pelaksanaan bantuan
f) Evaluasi dan tindak lanjut
g) Layanan evaluasi
h) Layanan tindak lanjut.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bimbingan konseling adalah suatu upaya untuk membantu agar anak usia
dini dapat berkembang secara optimal. Ada beberapa ciri dari bimbingan
konseling yaitu adanya proses bimbingan dan konseling yang disesuaikan
dengan pola pikir dan pemahaman anak, pelaksanaan bimbingan terintegrasi
dengan pembelajaran, waktu pelaksanaan bimbingan sangat terbatas,
pelaksanaan teman sebaya, dan adanya keterlibatan orang tua.
Bimbingan konseling bagi anak usia dini terdiri dari lima bentuk layanan
yaitu , layanan pengumpulan data, layanan informasi, layanan konseling,
layanan penempatan, dan layanan evaluasi dan tindak lanjut.
Faktor yang harus diperhatikan dalam melaksanakan bimbingan dan
konseling bagi anak usia dini adalah prinsip dasar bimbingan dan konseling,
esensi bimbingan dan konseling, orientasi bimbingan dan konseling, konsep
mendasar pengelolaan bimbingan dan konseling, bentuk layanan bimbingan
dan konseling, setting layanan bimbingan dan konseling.
Suatu program bimbingan dan konseling perlu memuat rancangan program
yang berisi tujuan, lingkup, kegiatan, alat bantu, dan evaluasi program.
B. Saran
Layanan konseling pada dasarnya merupakan suatu layanan yang bersifat
terapeutik (penyembuhan) dan layanan ini hanya dapat dilakukan oleh petugas
yang memiliki kemampuan atau kewenangan untuk melakukan konseling.
Pada dasarnya guru atau pendamping anak usia dini tidak dibekali secara
khusus untuk memiliki kemampuan konseling, guru atau pendamping dapat
menggunakan langkah ini sebagai gambaran atau upaya memahami perlakuan
yang dapat dilakukan bila menemukan permasalah pada anak. Apabila
ternyata masalah yang dihadapi anak cukup berat maka guru dapat melakukan
referral (mengalihtangankan) penanganan kepada ahlinya, misal dokter,
konselor, atau psikolog.
DAFTAR PUSTAKA
Syaodih, Ernawulan, Mubiar Agustin.2008.Bimbingan Konseling Untuk Anak
Usia Dini.Tangerang:Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.

Anda mungkin juga menyukai