Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPEGROUP

INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI


SISTEM PERNAPASAN DI KELAS XI IPASMA NURUL FALAH
PEKANBARU TAHUN AJARAN 2013/2014

1]
Ermina Sari, 2] Zamifa Hautruviana
1]
e-mail: erminasari@yahoo.com
2]
e-mail: Zahirazahra3@gmail.com
Universitas Lancang Kuning

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group


Investigation terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem pernapasan di kelas XI IPA SMA
Nurul Falah Pekanbaru. Penelitian ini termasuk kuasi eksperimen. Desain penelitian ini adalah
preetest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA
di SMA Nurul Falah Pekanbaru dengan sampel sebanyak 68 siswa yang diambil dengan
menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest,
posttest dan lembar observasi siswa dan guru. Teknik analisis data menggunakan uji-t jika data
berdistribusi normal dan varians homogen. N-gain kelas kontrol dengan kategori sedang (0,52)
dan kelas eksperimen dengan kategori tinggi (0,75). Hasil uji-t N-gain terdapat perbedaan
signifikan antara N-gain kelas kontrol dan N-gain kelas eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian
ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Group Investigation
terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem pernapasan di kelas XI IPA SMA Nurul Falah
Pekanbaru Tahun Ajaran 2013/2014.

Kata kunci: Group investigation, hasil belajar, sistem pernapasan

THE INFLUENCE OF COOPERATIVELEARNINGTYPE GROUP INVESTIGATION ON


STUDENT LEARNING ACHIEVEMENTINRESPIRATORYSYSTEMATCLASSXI
SCIENCESENIOR HIGH SCHOOLNURULFALAHPEKANBARU
ACADEMIC YEAR2013/2014

ABSTRACT

This reaseach intent to knowthe influence of cooperative learning type Group


Investigationonstudent learning achievement in the respiratorysystem at classXI Science Senior
High SchoolNurulFalahPekanbaru. This reaseach wasquasi-experimentalreaseach. The designof
this studywaspretest-posttest control group design. The populationwere all studentsinclass
XIscience senior high schoolNurulFalahPekanbaruwith at otal sample of68students with make
use of technik simple random sampling. Data collected throughpretest, posttestandobservation
sheetsof studentsandteachers. The technik analysis of data using t-test if the data were norrmally
distributed and variances homogene. N-gain for the control class categorized as medium level

1
(0,52) and for the eksperiment class categorized as high level (0,75). The result of t-test for N-
gain showed that N-gain for the control and experiment class were significantly difeerent. Based
on result it can be concluded that there was an influence of cooperativelearningtype group
investigationon student learning achievement inrespiratorysystematclassXI science senior high
schoolNurulFalahPekanbaruAcademic Year2013/2014.

Keywords: Groupinvestigation, learning achievement, respiratory system.

BAB I

2
PENDAHULUAN Pembelajaran kooperatif mengajarkan
keterampilan-keterampilan khusus yang
Pembelajaran merupakan salah satu mengarah pada kognitif siswa agar dapat
upaya untuk mencapai tujuan pendidikan bekerja sama dengan baik di dalam
yakni meningkatkan dan menciptakan kelompoknya, seperti menjadi pendengar
sumber daya manusia yang berkualitas, agar yang baik, siswa diberi lembar kegiatan
semua itu tercapai seorang pendidik yang berisi pertanyaan atau tugas yang
hendaknya mengupayakan apa yang direncanakan untuk diajarkan. Selama kerja
diajarkan dapat dipahami sepenuhnya oleh kelompok, tugas anggota kelompok adalah
peserta didik. Proses belajar mengajar mencapai ketuntasan (Slavin dalam
adalah inti dari kegiatan di sekolah seperti Muchlisin, 2008).Menurut Carin dalam
IPA (biologi) yang merupakan salah satu Muchlisin (2008), beberapa ciri – ciri
pembelajaran disekolah yang sebaiknya pembelajaran kooperatif adalah: a) setiap
diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang anggota memiliki peran, b) terjadi hubungan
mendorong siswa untuk lebih aktif dalam interaksi langsung di antara siswa, c) setiap
belajar baik fisik maupun mental, karena anggota kelompok bertanggung jawab atas
IPA merupakan ilmu yang mempelajari belajarnya dan juga teman-teman
segala sesuatu yang ada disekitar kita sekelompoknya, d) guru membantu
kemudian mencatat dan melakukan mengembangkan keterampilan keterampilan
percobaan (Saktiyono, 2009). Meningkatkan interpersonal kelompok, dan e) guru hanya
hasil belajar siswa, guru sering mengalami berinteraksi dengan kelompok saat
kesulitan, dalam hal ini merupakan masalah diperlukan.
yang selalu muncul setiap kali proses belajar Berdasarkan penjelasan pembelajaran
mengajar. Proses belajar mengajar dapat kooperatif di atas maka, dalam hal ini saya
mencapai tujuan pembelajaran, sebaiknya menggunakan salah satu dari berbagai jenis
guru menggunakan suatu trik atau model- pembelajaran kooperatif yaitu pembelajaran
model pembelajaran yang bervariasi dan kooperatif tipe group investigation. Group
disesuaikan dengan materi yang akan investigationmerupakan salah satu
menjadi objek pembelajaran. bentukmodel pembelajaran kooperatif yang
Dewasa ini menggunakan model menekankan padapartisipasi dan aktivitas
pembelajaran kooperatif karena model siswa untuk mencari materi(informasi)
pembelajaran kooperatif tidak hanya unggul pelajaran yang akan dipelajari melalui
tetapi dapat mempengaruhi hasil belajar. bahan– bahan yang tersedia, misalnya dari
Menurut Solihatin (2007) model buku pelajaran/siswa dapat mencari melalui
pembelajaran kooperatif merupakan suatu internet. Siswa dilibatkansejak perencanaan,
model pembelajaran yang membantu siswa baik dalam menentukan topic maupuncara
dalam mengembangkan pemahaman dan untuk mempelajari nya melalui investigasi.
sikapnya sesuai dengan kehidupan nyata Tipe inimenutut para siswa untuk memiliki
dimasyarakat, sehingga dengan bekerja kemampuan yangbaik dalam komunikasi
secara bersama-sama diantara sesama maupun dalam keterampilan proses
anggota kelompok akan meningkatkan kelompok (Handayani, 2013).
motivasi, produktivitas, dan perolehan
belajar.
BAB II
Pembelajaran kooperatif siswa belajar METODE PENELITIAN
bersama dalam kelompok- kelompok kecil
yang saling membantu satu sama lain.

3
Penelitian ini merupakan penelitian Ho diterima, artinya data model regresi
kuasi eksperimen. Subali (2006) sederhana atau regresi berganda mengikuti
mengatakan bahwa penelitian kuasi sebaran normal, dan sebaliknya jika nilai KS
eksperimen merupakan suatu penelitian hitung > KS tabel atau P Value< 5% maka
yang mendekati eksperimen atau eksperimen Ho ditolak, artinya data model regresi
semu. Desain penelitian ini adalah Pretest- sederhana atau regresi berganda tidak
Posttest Control Group Design.Penelitian mengikuti sebaran normal (Wulandari,
telah dilaksanakan pada bulan Februari 2014 2010).
di kelas XI IPA SMA Nurul Falah
Pekanbaru Tahun Ajaran 2013/2014. Pengujian homogenitas dilakukan
Instrumen yang digunakan untuk mengetahui keseragaman data
adalahsilabus biologi SMA kelas XI, penelitian. Analisis regresi dan penilaian
rencana pelaksanaan pembelajaran (rpp), yang baik harus mempunyai sebaran data
lembaran tes, lembar kerja siswa, lembar yang homogen dan metode yang digunakan
observasi. untuk mengujinya adalah uji Levene (Leven
Analisis data yang digunakan dalam Test). Rumus Uji Levene (Levene Test)
penelitian ini secara kuantitatif. Analisis Sugiyono (2013) adalah sebagai berikut :
data kuantitatif dilakukan untuk mengetahui ഥ௜ି௏
(ே ି௞) ∑ ௡௜(௏ ഥ௞)
besarnya pengaruh hasil belajar siswa pada L= ഥ ഥ
(௞ିଵ) ∑(௏௜௝ି௏ ௜)
materi sistem pernapasan di kelas XI IPA ܸ௜௝ = |ܺ௜௝ − ܺത|
SMA Nurul Falah Pekanbaru Tahun Ajaran Data hasil pretest dan posttest jika
2013/2014. terdistribusi normal dan homogen maka,
Data utama dipakai untuk melihat dianalisis dengan menggunakan statistik uji-
peningkatan hasil belajar siswa, adalah data t dan U Mann-Whitney untuk non parametrik
hasil tes awal (pretest) maupun tes akhir jika data tidak berdistribusi normal atau
(posttest). Data tersebut dianalisis untuk tidak homogen. U Mann-whitney test
melihat skor hasil tes. Selanjutnya hasil tes merupakan alternatif lain untuk menguji
tersebut dihitung rata-ratanya. serta beda dari dua sampel.
menghitung N-gain antara tes awal dan tes Rumus Uji- t adalah Sugiyono (2013):
akhir. Menghitung N-gain dapat digunakan തതଵത− ܺ
ܺ തതଶത
rumus Meltzer (2002), adapun rumusnya ‫=ݐ‬
sebagai berikut: ඥܵଵଶ + ܵଶଶ
ௌ೛೚ೞ೟ష ௌ೛ೝ೐
N-gain = BAB III
ௌ೘ ೌೖೞష ௌ೛ೝ೐
PEMBAHASAN
Salah satu metode yang digunakan
untuk menguji kenormalan data adalah
Tabel 4.1
metode Klomogrov Smirnov (KS 21).
Rekapitulasi Hasil Data Pretest pada
Rumus uji Kolmogrov Smirnov menurut
Kelas Kontrol dan Eksperimen
Steel dalam Wulandari (2010):
N Kelas n Hasil Pretest Re
KS=│Fn(yi-1)─Fo(yi)│ o Ni Nilai Nilai rat
lai mini maks a
Nilai KS hitung yang diperoleh elanjutnya Id mu imu
dibandingkan dengan nilai KS tabel atau ea m m
dapat juga menggunakan nilai perbandingan l
signifikan dengan α=0,05. Jika nilai KS 1 Kontr 3 10 20,0 56,67 33,
hitung > KS tabel atau P Value> 5% maka ol 4 0 0 92

4
2 Ekspe 3 10 13,3 63,33 29, imen 05 a H0
rimen 4 0 3 22

Nilai uji normalitas pretest kelas


Data pretestpada Tabel 4.1 dapat kontrol dan kelas eksperimen dengan taraf
dilihat bahwa nilai minimum kelas kontrol signifikan (α) 0,05, nilai Asymp. Sig.(2-
20,00, nilai maksimum 56,67dan rerata kelas tailed) kelas kontrol 0,349>0,05 dan nilai
kontrol 33,92. Sedangkan nilai minimum Asymp. Sig. (2-tailed)kelas eksperimen
kelas eksperimen13,33, nilai maksimum 0,593 >0,05 diperoleh keputusan untuk
63,33dan rerata kelas eksperimen 29,22. masing-masing kelas terima H0yang artinya
Hasil data pretest kelas kontrol dan data berdistribusi normal (Lampiran14).
kelas eksperimen dapat dilihat pada diagram
batang sebagai berikut: Hasil uji homogenitaspretest kelas
kontrol dan kelaseksperimen dapat di lihat
pada tabel berikut ini:
100
Tabel 4.3
90
Rekaputilasi Hasil Uji Homogenitas
80
Pretest
70
Jeni Base α Keputu Keteran
60 s on san gan
Rerata

50 data trim
40 33,92 med
30 mean
20 Pret 0.311 0,0 Terima Homoge
10 est 5 H0 n
0
kontrol Uji homogenitas pretestdengan taraf
Gambar 4.1 Perbandingan nilai signifikan 0,05dilihat dari nilai Based on
pretest kelas kontrol dan kelas trimmed mean pretest adalah 0,311.
eksperimen Keputusan yang diperoleh adalah terima H0
karena nilai Based on trimmed mean pretest
Rerata pretest kelas kontroladalah 33,93 dan 0,311>0,05, maka dapat dikatakan data
kelas eksperimen adalah 29,22. Data pretest kelas kontrol dan kelas eksperimen
kemudian dianalisis dan diolah berasal dari varians yang homogen
menggunakan program SPSS(software (Lampiran15)
stastical package for social science) Tabel 4.4
Rekapitulasi Hasil Uji-t Data Pretest
Tabel 4.2 Jen t Sig. α Keput Ketera
Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas Pretest is (2- usan ngan
Kelas Asymp.s α Keput Ketera dat tail
ig.(2- usan ngan a ed)
tailed) Pret 2.1 0.0 0, Tolak berbed
Kontro 0,349 0, Terim Normal est 70 34 05 H0 a
l 05 a H0 signifik
Eksper 0,593 0, Terim Normal an

5
Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa
uji-t pretest kelas kontrol dan eksperimen 100
berbeda signifikan, dilihat dari nilai Sig. (2- 80
tailed) 0,034<0,05. Keputusan yang

Rerata
60
diperoleh adalah tolak H0 yang artinya
pretestpada kelas kontrol dan eksperimen 40
pada materi sistem pernapasan berbeda 20
signifikan atau mempunyai pengetahuan 0
awal kelas Asymp. Sig. (2-tailed) α Keputusan Keterangan
yang Kontrol 0,098 0,05 Terima H0 Normal
tidak Eksperimen 0,294 0,05 Terima H0 Normal Gam
sama bar
sebelum diberi perlakuan (Lampiran16 ). 4.2 Perbandingan nilai posttest kelas
Tabel 4.5 kontrol dan kelas eksperimen
Rekapitulasi Hasil Data Posttest
pada Kelas Kontrol dan Rerata kelas kontrol 68,73dankelas
Eksperimen eksperimen 82,45. Hasil data di atas
o Kelas n Hasil Posttest Rerata dilakukan uji normalitas, uji
kemudian
Nilai Nilai Nilai homogenitas, dan uji-t.Apabila data tidak
Ideal minimum maksimum normal dan homogen maka digunakan
1 Kontrol 34 100 43,33 80,00 68,73 nonparametrik yaitu U Mann-
statistik
2 Eksperimen 34 100 56,67 90,00 Whitney
82,45 test.
Tabel 4.6
Tabel 4.5 di atas dapat dilihat bahwa Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas Posttest
nilai minimum kelas kontrol 43,33,nilai
maksimum kelas kontrol 80,00 dan rerata Nilai uji normalitas dengan α (taraf
kelas kontrol 68,73. Nilai minimum kelas signifikan) 0,05 nilai Asymp. Sig. (2-tailed)
eksperimen 56,67, nilai maksimum90,00 dan kelas kontrol 0,098 dan kelas eksperimen
rerata kelas eksperimen 82,45, maka dapat 0,294. Keputusan yang dapat diambil pada
disimpulkan bahwa nilai posttest kelas kelas kontrol adalah terima H0 karena nilai
kontrol Kelas Based on trimmed α Keputusan Keterangan Asymp.
lebih mean Sig (2-
rendah Posttest 0,888 0,05 Terima H0 Homogen tailed)
dari 0,098>
kelas eksperimen. 0,05 dan keputusan pada kelas eksperimen
Perbandingan hasil data posttest pada adalah terima H0 karena nilai Asymp. Sig.
kelas kontrol dan eksperimen dapat dilihat (2-tailed) 0,294>0,05, maka dapat dikatakan
pada diagram batang berikut ini : data posttest kelas kontrol dan kelas
eksperimen berasal dari populasi yang
berdistribusi normal (Lampiran17).
Tabel 4.7
Rekapitulasi Hasil Uji
HomogenitasPosttest

6
Hasil uji homogenitas nilai posttest dikatakan data berbeda signifikan, ini
dengan α (taraf signifikan) 0,05 nilai Based artinya adanya pengaruhterhadap hasil
on trimmed mean pada uji levene adalah belajar siswa antara kelas eksperimen yang
0,888. Keputusan yang diperoleh adalah menggunakan model pembelajaran
terima H0 karena Based on trimmed mean kooperatif tipe group investigation dan kelas
0,888 >0,05, maka dikatakan data posttest kontrol yang hanya menggunakan metode
kelas kontrol dan kelas eksperimen berasal konvensional(Lampiran22).
dari varians yang homogen (Lampiran 18). Hipotesis yang dapat disimpulkan dari
analisis data di atas menyatakan bahwa
Tabel 4.8 terdapat pengaruh penerapan model
Rekapitulasi Hasil Uji-t Data pembelajaran kooperatif tipe Group
Posttest Investigation terhadap hasil belajar siswa
Jenis data t Sig. (2- α Keputusan Keterangan pada
Nilai tailed) materi
pada Posttest -8,008 0,000 0,05 Tolak H0 Berbeda sistem
Tabel Signifikan pernap
4.8 asan
menunjukkan bahwa kelas kontroldan kelas di kelas XI IPA SMA Nurul Falah
eksperimen berbeda signifikan, ini terlihat Pekanbaru.
dari nilai Sig. (2-tailed) data posttest adalah BAB V
0,000 dengan taraf α (taraf signifikan) 0,05. KESIMPULAN DAN SARAN
Keputusan yang diperoleh adalah tolak H0
karena nilai Sig.(2-tailed) 0,000<0,05,maka Kesimpulan
dapat dikatakan data berbeda signifikan, ini Berdasarkan hasil penelitian yang
artinya adanya perbedaan hasil belajar siswa telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
antara kelas kontrol dan kelas eksperimen terdapat pengaruh penggunaan model
pada materi sistem pembelajaran kooperatif tipe group
pernapasan(Lampiran19). investigation terhadap hasil belajar siswa
pada materi sistem pernapasan di kelas XI
Tabel 4.12 IPA SMA Nurul Falah Pekanbaru tahun
Rekapitulasi Hasil Uji-t Data N-gain ajaran 2013/2014. Hal ini dapat dilihat dari
Je t Sig. α Keput Ketera rerata posttest kelas eksperimen yaitu 82,45
nis (2- usan ngan dan kelas kontrol yaitu 68,73 sedangkan
Da tail dilihat dari rerata N-gain kelas eksperimen
ta ed) lebih tinggi dari kelas kontrol, pada kelas
N- - 0,0 0, Tolak Berbed eksperimen nilai rerata N-gain yaitu 0,75
gai 7.5 00 05 H0 a dengan kategori tinggi dan rerata N-gain
n 71 Signifi kelas kontrol yaitu 0,52 dengan kategori
kan sedang. Aktivitas siswa kelas control pada
pertemuan pertama dan kedua adalah
Tabel 4.12 menunjukkan nilai N-gain 74,70% dan 78,23%, sedangkankelas
kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki eksperimen pada pertemuan pertama dan
perbedaan yang signifikan, terlihat dari nilai kedua adalah 92,35% dan 93,52%. Aktivitas
Sig. (2-tailed)posttest adalah 0.000 dengan guru di kelas kontrol dan eksperimen dengan
taraf α (taraf signifikan) 0,05. Keputusan persentase 100%.Kelas eksperimen
yang diperoleh adalah tolak H0 karena nilai menggunakan model pembelajaran
Sig. (2-tailed) 0,000< 0,05, maka dapat

7
kooperatif tipe group investigation ini dapat Wringinanom. Jurnal PGSD. 02 (01):
membentuk peserta didik menjadi lebih 1-5. Tersedia
kreatif dan berani untuk mengemukakan http://www.Salsakoe@gmail.com [29
ide–ide mereka dalam belajar mandiri September 2013].
maupun berkelompok.
Meltzer, D. E. (2002). “ The Relationship
DAFTAR PUSTAKA Between Mathematics Preparation
and Conceptual Learning Gains in
Anderson & Krathwohl (2001). A Taxonomi Physics: A possible“ hidden
for Learning Teaching and Assesing, variabel” in Diagnostic Pretest
A Revision of Bloom’s Taxonomi of Scores”. American Journal of
Educational Objectivites. Addison: Physics. Tersedia:
New York. http://ojps.aip.org/ajp/. [9 Maret
2013].
Dhanny. (2009). Model Investigasi
Kelompok. Tersedia Muchlisin. (2008). Perbandingan Hasil
http://www.dhanny.blog.frindster.com Belajar Model Pembelajaran
[10 Maret 2013]. Kooperatif Tipe Grup Investigation
dengan Model Pembelajaran Ingkuiri
Dimyati & Mudjiono (2013). Belajar dan
pada Pelajaran Pengontrolan
Pembelajaran. Rineka Cipta: Jakarta.
Menggunakan PLC di Kelas III TPTL
Djamarah, S. B. (2010). Rahasia Sukses SMK Negeri 2 Bengkulu. Universitas
Belajar. Rineka Cipta: Jakarta. Negeri Padang: Padang. Tidak
Diterbitkan.
Ekocin, (2011). Model Pembelajaran Group
Investigation (GI). Tersedia Pratiwi, D. A. (2007). Biologi SMA Jilid 2
http://ekocin.wordpress.com [17 Maret untuk Kelas XI. Erlangga: Jakarta.
2014].
Radiyanti, S., wati, R., Kharis, M., Wahyudi.,
Faenkel & Wallen. (1993). How to Design Suripto. (2012). Penggunaan Model
and Evaluate Reaserch in Education. Pembelajaran Kooperatif Tipe Group
Mc-Hill: Singapore. Investigation dalam Peningkatan
Hasil Belajar IPS di Kelas IV SD.
Hamdani, D. (2012). Penerapan Model Tersedia
Pembelajaran Kooperatif Tipe http://www.chariez_em@yahoo.co.id.
Investigasi Kelompok dengan Media pdf [03 Juni 2013].
Software Microsoft Power Point untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di Rochmah, S. N. (2009). SMA Kelas 11
Kelas XI IPA 1 MAN Model Kota Biologi. Tersedia
Bengkulu. Jurnal Pendidikan. 01(01) : http://bse.mahoni.com. [21 november
1-9. Tersedia http://www.a-exacta- 2013].
viii-2-dedy-h.Pdf [13 Maret 2013].
Saktiyono. (2009). IPA Biologi 1 SMP dan
Handayani, A. T. (2013). Penerapan Model MTs untuk Kelas VII. Esis: Jakarta.
Pembelajaran Kooperatif Tipe Group
Sardiman, A, M. (2007). Interaksi dan
Investigation untuk Meningkatkan
Motivasi Belajar Mengajar. Raja
Prestasi Belajar Tema Lingkungan
pada Siswa Kelas II SDN Lebani Suko Grafindo Persada: Jakarta.

8
Siegel, S. (1992). Statistik Nonparametrik
untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Gramedia:
Jakarta.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor
yang Mempengaruhinya. Rineka
Cipta: Jakarta.
Slavin, E. R. (2013). Cooperative Learning:
Teori Riset dan Praktek. Nusa Media:
Bandung.
Solihatin. (2007). Cooperative Learning:
Analisis Model Pembelajaran IPS.
Bumi Aksara: Jakarta.
Subali, B. (2006). Quasi Eksperimental
Desain. Tersedia
http://www.socialreseachmethods.net
[13 Mei 2013].
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian
Pendidikan. Alfabeta: Bandung.
Suherman, E. (2008). Model Belajar dan
Pembelajaran Berorientasi Kompetisi
Siswa. Tersedia
http://www.pkab.wordpess.com [10
Maret 2012].
Wiratana, I.K., Sadia, I.W., Suma, S. (2013).
Penerapan Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Group Investigation
(GI) untuk Meningkatkan Hasil
Belajar IPS Siswa Kelas IV SDN 181
Pekanbaru. Jurnal Biologi. (03) : 1-12
Tersedia
Http://Www.Jurnal_Elwis_Ramadhan.
Pdf [30 November 2013].
Wulandari, A. (2010). Metode Penelitian.
Tersedia
http://www.Trinoval.web.com [27 Juli
2013].
Wulansari, E. (2008). Uji Normalitas
Kolmogorov Smirnov. Tersedia
http://www.mufusai.files.wordpress.pd
f [27 November 2013].