Anda di halaman 1dari 35

PENATALAKSANAAN

COVID-19 DI KOMUNITAS &


PRE HOSPITAL

HASAN RAHIM, S.Kep.,Ns.,MARS.

HIMPUNAN PERAWAT GAWAT DARURAT DAN BENCANA INDONESIA


WILAYAH SULAWESI SELATAN
Objective Learning
• Memahami skenario intervensi keperawatan kesehatan
masyarakat terbebas dari penularan;
• Memahami skenario langkah-langkah penanganan
operasional klinik yang harus diambil jika kemungkinan terjadi
lonjakan penularan di komunitas.
LATAR BELAKANG
Status Darurat
WHO Bencana
Wabah
Indonesia Menetapkan
Penyakit akibat
melaporkan 2 COVID-19 Virus Corona
Kasus sebagai
WHO konfirmasi PANDEMI
Menetapkan COVID-19
nCov menjadi 11 29
WHO COVID-19
Menetapkan
2 Maret Maret Feb-29
PHEIC atau 12 Feb 2020 2020 Mei
KKMMD
WHO 2020 2020
Menyatakan 30 Jan
Kasus Kluster 2020
Pneumonia di
WUHAN 31Des
2019
Kapan COVID-19 di +62
TREND ANGKA KESAKITAN & KEMATIAN
(PER 17 MARET 2020)

100000
86.434
200
172 80000
150
SAKIT 60000
100 SAKIT
SEMBUH 47.350
SEMBUH
50 MENINGGAL 40000
9 MENINGGAL
5
0 20000
INDONESIA 7.477
0
162 NEGARA
Sebaran Kasus Terkonfirmasi di Dunia

Sumber: Jhon Hopkins University, 26 Mei 2020


Prinsip Utama Penatalaksanaan COVID-19 di
Komunitas
• PUTUSKAN RANTAI INFEKSI/TRANSMISI COVID-19 (Prinsip umum dalam menghadapi
wabah):
a. Cegah (prevent)
b. Skrining/Deteksi (detect)
c. Tangani kasus dan determinan (response)
d. Social & physical distancing
e. Protect health workers
• SPEED, CEPAT ( karena contact rate Covid-9 sangat tinggi)
• KEWILAYAHAN EPIDEMIOLIGI, KEWILAYAHAN WABAH, BUKAN KEWILAYAHAAN
ADMINISTRATIF
• DILEMA ANTARA KEBIJAKAN PEMBATASAN SOSIAL DAN KEPENTINGAN EKONOMI:
“People are the real wealth of a nation “ (Amarta Sen, Nobel Ekonomi)
“Human capital is the central issue in economic development” (Gary Becker, Nobel
Ekonomi)
By ASCOBAT GANI, WEBMINAR ADINKES 09 04 20
STRATEGI OPERASIONAL “PREVENT – DETECT – RESPONS”

Menggerakkan Menggerakkan
Mesin Birokrasi Mesin Sosial
Gubernur, Bupati, Camat, Warga, Filantropis, Relawan,
Desa/Lurah Industri, Toga dan Toma

Regulasi • Pedoman • Fasilitas isolasi berbasis masy •


Unity of command • Contact tracing • Gerakan masy
Sinkronisasi, integrasi • utk social distancing • “APD” masy
Ruang untuk inovasi lokal (masker)
Strategi Membendung Air Keruh di Hulu

Dinkes Puskesmas Rumah Sakit


Susun rencana aksi 2 -3 bulan RDT • Penanganan kasus
kedepan • Analisis kontak • Penangana kasus
demograsfi: kluster penduduk RDT (+) • Contact tracing: dg
• Analis epidemiologi: test camat, kades, masy • Mgt
(people, place, time) • PoA 3 Isosasi rumah atau di faskes •
bulan kedepan (Prev-Det- Ketersediaan paket obat utk 5
Resp-distancing-proteksi hari (AV, AB, Roboransia) •
nakes) • Monev: aplikasi IT Monev: aplikasi online (??)
Tujuan Tatalaksana COVID-19 di Komunitas
• Mencegah terjadinya wabah, menunda penyebaran,
memperlambat dan menghentikan penularan;
• Memberikan perawatan yang optimal untuk semua pasien,
terutama yang sakit parah (severe and critical ill);
• Meminimalkan dampak epidemi pada sistem kesehatan, pelayanan
sosial/publik, dan kegiatan ekonomi;
• Memastikan bahwa pasien COVID-19 dapat mengakses perawatan
yang menjamin keselamatan jiwa, tanpa mengorbankan kesehatan
masyarakat dan keselamatan petugas kesehatan.
Tingkat Keparahan COVID-19
Mild Moderate Severe Critical ill

5%
15%
40%

40%

Sumber: Data Kohort Secara Global Passien COVID-19, WHO 2020


Kebutuhan Sumber Daya
Tingkat Keparahan Penyakit Kebutuhan Sumber Daya

Mechanical Ventilation
Critical

Severe Oxygen therapy

Moderate

Isolation
Mild
Intervensi berdasarkan tingkat keparahan kasus dan
faktor risiko
Mild dan
Moderate dengan Faktor
Moderate Tanpa Faktor Severe dan Critical Ill
Resiko
Risiko
• Isolasi Mandiri di Rumah • Diinstruksikan untuk • Rawat inap untuk isolasi ketat
• Isolasi/digabungkan dan mengisolasi diri dan menelepon (atau gabung)
lakukan observasi ketat pada : hotline TGC COVID-19 untuk • Perawatan khusus/Intensive
Fasilitas kesehatan rujukan darurat sesegera • Lakukan tes/uji diduga kasus
(Puskesmas/Rumah Sakit), jika mungkin COVID-19 (suspect) sesuai
sumber daya memungkinkan; • Rawat inap untuk isolasi ketat dengan strategi diagnostik.
Fasilitas umum (misalnya (atau gabung)
stadion, sekolah, hotel) dengan • Lakukan tes/uji diduga kasus
kemudahan akses yang cepat COVID-19 (suspect) sesuai
ke sarana pelayanan kesehatan dengan strategi diagnostik.
yang telah disiapkan (TGC
COVID-19/PSC 119)
Faktor Resiko (Comorbid) COVID-19

PIS-PK
Kunjungan Intervensi Hipertensi
Data/Tracing
Keluarga Keluarga
Contact
Sehat Rentan

RAW DATA INDIVIDU Usia >60 Tahun


sebagai basis data di Kondisi penurunan
wilayah kerjanya. sistim imunitas tubuh
DM, CVD, PPOK (immunocompromising)
Skenario Penularan
No Cases Cluster of Cases
Tak Ada Kasus Mengalami kasus kluster dalam waktu,
lokasi geografis, atau paparan
umum/beberapa kluster

Community
Sporadic Cases
Transmission
Satu atau lebih kasus, Penyebaran lebih
diimpor atau diperoleh besar/wabah dari transmisi
secara lokal lokal
Prioritas Strategi Berdasarkan Skenario
No Cases Sporadic Cluster of Cases Community Transmission

• Menyiapkan protokol • Pemeriksaan (screening) dan • Lakukan pemeriksaan/screening • Lakukan pemeriksaan/screening


pemeriksaan (screening) dan triase di semua titik akses ke dan triase di semua titik akses dan triase semua titik akses ke
protokol triase di semua titik fasilitas pelayanan kesehatan ke sistem kesehatan sistem kesehatan
akses ke sistem pelayanan • Perawatan untuk semua pasien • Lakukan perawatan pada semua • Lakukan perawatan pada semua
kesehatan. yang dicurigai (suspect) COVID- pasien COVID-19 di area pasien suspect dan
• Menyiapkan hotline Pusat 19 di ruang isolasi tersendiri perawatan yang ditetapkan terkonfirmasi COVID-19 pada
Informasi TGC COVID-19, (atau gabung) sesuai dengan sesuai dengan tingkat area perawatan yang telah
Siapkan bangsal khusus untuk tingkat keparahan penyakit keparahan penyakit ditetapkan.
perawatan pasien COVID-19 di • Lanjutkan penelusuran kasus • Tingkatkan bangsal khusus atau • Tingkatkan fasilitas pelayanan
fasilitas kesehatan kontak dan lakukan karantina ICU menjadi bangsal COVID-19 kesehatan termasuk upaya
• Penemuan kasus secara aktif, dengan cepat dan sesegera dan rumah sakit COVID-19 penambahan atau penetapan
pelacakan dan pemantauan mungkin dan menyeluruh. • Jika terjadi peningkatan kasus sesegera mungkin rumah sakit
kasus kontak, melakukan melebihi kapasitas fasyankes yang ditunjuk untuk merawat
karantina kasus kontak, dan maka Isolasi kelompok risiko pasien COVID-19.
melakukan isolasi kasus terduga tinggi di fasilitas umum • Kembangkan sistem rujukan
(suspect) COVID-19 (misalnya stadion, gimnasium, terpusat.
hotel, atau tenda) • Tangani semua pasien
• Rencanakan untuk menambah terkonfirmasi COVID-19 dengan
faskes jika terjadi peningkatan risiko ringan (mild) dan rendah
kasus setiap 3-7 hari. (low) hingga sedang (moderate)
di fasilitas umum yang ditunjuk
(Hotel)
Intervensi Keperawatan Kesehatan Masyarakat
Pesan Komunitas/Masyarakat: HE: Gejala COVID-19, Libatkan semua orang melakukan cuci tangan, kebersihan
pernapasan, dan menjaga jarak fisik (physical distancing), akses informasi/hotline.

Kesiapan Fasilitas Kesehatan: Nilai kapasits fasyankes, perkuat protokol skrining dan triase, rencana
pengadaan APD/alkes/BMHP, tingkatkan kemampuan SDMK (Basic emergency care/ENIL), Pembatasan
Pengunjung.

Kesiapan staf/Tenaga Kesehatan: Staf yang berdedikasi, perkuat PPI melalui pelatihan, kepatuhan SOP

Kesiapan Sistem Rujukan: Aktifkan sistem rujukan/koordinasi, Siapkan ambulans khusus, Triase
kedatangan.

Menetapkan Area Perawatan COVID-19 Lengkap dengan Fasilitas Kesehatan: Rumah sakit penyangga,
RS Rujukan, Menyiapkan Fasilitas Publik untuk Isolasi.

Pertahankan layanan kesehatan esensial: Pelayanan kesehatan tetap berjalan, Redistribusi tenaga
kesehatan sesuai kebutuhan.
INTENSIFKAN PENDIDIKAN KESEHATAN (HE)
Intervensi Komunitas Untuk Mencegah Penularan
Lakukan pembersihan permukaan secara berulang

Lakukan Physical/Social Distancing dan Pembatasan

Tempelkan dan pasang media KIE terkait Pandemi dan cara


pencegahan di berbagai tempat

Batasi akses masuk ke Faskes

Sediakan sarana dan fasilitas untuk: • Hand hygiene • Penutup


mulut dan hidung (masker) • Tissue untuk etika batuk bersin

Berlakukan TRIAGE di daerah paling depan (SEBELUM PENGUNJUNG


MASUK FASKES)
LAKUKAN SKRINING AWAL DAN
TRIASE PADA SEMUA
PENGUNJUNG/PASIEN KE
PUSKESMAS

PERNAH KONTAK
PASIEN POSITIF COVID-19
SEDANG ATAU PERNAH
MENGALAMI:
TIDAK PERLU
SKRINING &
TRIASE
MEMERIKSAKAN DIRI
ATAU BERKUNJUNG KE NEGARA/ TIDAK  Demam ( 38˚c) TIDAK KE PUSKESMAS/RS
DAERAH ENDEMIS  Pilek
TETAP JAGA KESEHATAN
 Batuk
DALAM 14 HARI
 Sesak Napas
TERAKHIR?

YA YA

PERIKSAKAN DIRI
KE PUSKESMAS DAN
SEDANG ATAU PERNAH ISTIRAHAT YANG CUKUP
MENGALAMI:
 Demam ( 38˚c)
 Pilek
 Batuk
 Sesak Napas

YA TIDAK

Hubungi PSC 119 ext 9 atau KARANTINA DIRI SELAM A


Periksakan diri ke Puskesmas Terdekat: 14 HARI TERHITUNG SETELAH KO NT AK :
Lakukan RDT LAKUKAN PEMERIKSAAN RDT

ORANG TANPA
GEJALA (OTG)
ORANG DALAM
PEMANTAUAN LAKUKAN PEMERIKSAAN SWAB/PCR
(ODP) HASIL RAPID
TIDAK 2 X SELAMA 2 HARI BERTURUT-
TEST POSITIF ?
TURUT

YA
HASIL NEGATIF 2 X BERTURUT-
TURUT: PENGOBATAN
JIKA GEJALA RINGAN: SIMPTOMATIK
ISOLASI MANDIRI DI RUMAH

JIKA GEJALA SEDANG:


ISOLASI DI RUMAH SAKIT DARURAT/
PUSKESMAS LAU

JIKA GEJAL A BERAT:


ISOLASI DI RUMAH SAKIT RUJUKAN COVID-
PASIEN DALAM 19: RSSM, RSWS, RSTC, RSSR, RS
PENGAWASAN PELAMONIA
(PDP)

SURAT PERNYATAAN SEHAT DARI


SEHAT YA DINAS KESEHATAN

MENINGGAL

PEMULASARAN/PEMAKAMAN SEHAT/NEGATIF
SESUAI SOP COVID-19 COVID-19
Alur Rujukan PDP Berat dan
Konfirmasi Positif
PRINSIP
• Cepat
• Tepat
• Safety

SURAT EDARAN Nomor : 440.1.1/04464/DISKES TENTANG


ALUR RUJUKAN PENANGANAN PASIEN COVID-19 DI PROVINSI
SULAWESI SELATAN
Alur Rujukan PDP Berat dan
Konfirmasi Positif

SURAT EDARAN Nomor : 440.1.1/04464/DISKES TENTANG


ALUR RUJUKAN PENANGANAN PASIEN COVID-19 DI PROVINSI
SULAWESI SELATAN
RS RSWS
UNHAS

KU MEMBURUK: RUJUK

RSUD
RSSR RSKD
DAYA

ODP/PDP INDIKASI
RI, RUJUK

GEJALA MEMBURUK/
PDP: RUJUK

OTG, ODP: Pemantauan, RDT/RT


RSUD
PCR; ISOLASI MANDIRI DI RUMAH SALEWANGANG
BAGAN ALUR KOMUNIKASI RUJUKAN COVID-19

Call Center: 0813 5662 6915


APA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH TENAGA
KESEHATAN
KEWASPADAAN PPI
 Terapkan Kewaspadaan Standar (Standard
Precautions)
 Edukasi Keluarga/Masyarakat Kewaspadaan Kontak
dan Droplet (Contact and Droplet Precautions)
 Pertahankan Kebersihan Lingkungan dengan prosedur
Desinfeksi secara benar dan konsisten
 Tetap di rumah jika demam dan ada gejala gangguan
pernapasan (Batuk dan Sesak)
Gunakan APD (Alat Pelindung Diri)
 Tenaga Kesehatan/Perawat Yang Tidak Kontak Erat dengan Suspek atau
Pasien Terkonfirmasi COVID-19
Pembatasan fisik DAN No physical barrier AND
Jaga Jarak Fisik minimal 1 m Physical distance is not feasible

Facemask
Glass or plastic barrier

No PPE required Use mask and eye protection


Personal Protective Equipment (PPE)
 Tenaga Kesehatan/Perawat Yang Kontak Erat dengan Suspek atau Pasien
Terkonfirmasi COVID-19 Harus Menggunakan APD
Conducting examinations of patients
with respiratory symptoms
WHO
KESIMPULAN
 Tatalaksana pencegahan penularan COVID-19 berbasis masyarakat
dititikberatkan pada penguatan kerjasama lintas sektor;
 Meningkatkan Tracing Contact/Case Finding Oleh Perawat Komunitas dan
Keluarga melalui PIS-PK;
 Diperlukan kesiapan Perencanaan Sumber Daya untuk menghadapi
berbagai skenario Penularan.
Referensi
• World Health Organization. Critical preparedness, readiness and response actions for COVID-19.
• World Health Organization. Considerations for quarantine of individuals in the context of
containment for coronavirus disease (COVID-19).
• World Health Organization. Infection prevention and control during health care when COVID-19 is
suspected.
• Pan American Health Organization. Prehospital Emergency Medical Services Readiness Checklist for
COVID-19: Instructive.
• World Health Organization. Rational use of personal protective equipment for coronavirus diseases
(COVID-19).
• World Health Organization. Operational considerations for case management of COVID-19 in health
facility and community. Interim guidance 19 March 2020.
• World Health Organization. Considerations for quarantine of individuals in the context of
containment for coronavirus disease (COVID-19). Interim guidance 19 March 2020.
• Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus
Disease (COVID-19), Revisi Ke-4 Tanggal 27 Maret 2020.