Anda di halaman 1dari 175

LAPORAN AKTUALISASI

OPTIMALISASI PELAKSANAAN PERSIAPAN PASIEN


OPERASI DENGAN BUKU SAKU PERSIAPAN PRA
OPERASI (BUSAPI) PADA PERAWAT DI RUANG KELAS III
DAN RUANG OBGYN RSUD TONGAS KABUPATEN
PROBOLINGGO

Disusun Oleh :
Desi Rahmawati S.Kep., Ns
NIP. 19931224 201903 2 012
NDH: 10

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XCV


POLA KEMITRAAN PEMERINTAH KABUPATEN
PROBOLINGGO DENGAN PEMERINTAH
PROVINSI JAWA TIMUR
2019
ii
iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan
karuniaNya yang berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan
Aktualisasi Optimalisasi Pelaksaan Persiapan Pasien Operasi Dengan Buku
Saku Persiapan Pra Operasi (BUSAPI) Pada Perawat di Ruang Kelas III dan
Ruang Obgyn RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo tepat waktu dengan
bantuan dan bimbingan coach dan mentor.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang
sebesar-besarnya atas dukungan yang diberikan kepada penulis selama
penyusunan Laporan,kepada yang terhormat:
1. Bapak dr. Hariyawan Dwi Tamtomo, M.MKes selaku Direktur RSUD
Tongas Kabupaten Probolinggo yang telah memberikan ijin untuk
pelaksanaan kegiatan aktualisasi di RSUD Tongas Kabupaten
Probolinggo
2. Ibu dr. Ria Tjahjandani, M.M selaku Mentor dan Kepala Bidang
Pelayanan Kesehatan RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo yang telah
membimbing, memberi masukan, serta memberikan fasilitas yang ada di
instansi guna mendukung kegiatan Aktualisasi.
3. Para Widyaiswara khususnya Dr H. Jariayanto, M.Si, selaku Coach yang
berkenan meluangkan waktu untuk membimbing, memberi arahan, serta
masukan dalam menyelesaikan Laporan Aktualisasi ini.
4. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Bapak Dodik Nur Baskoro dan
Jajaran panitia penyelenggara, khususnya Bapak Hendra yang telah
banyak memberikan arahan selama Latsar.
5. Ibu,ayah, dan mas yang selalu mendukung dan memberi semangat
kepada penulis dalam pelaksanaan Latsar.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran demi penyempurnaan laporan
sangat penulis harapkan.
Probolinggo 12 November 2019

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................... i


LEMBAR PERSETUJUAN .............................................................. ii
BERITA ACARA.............................................................................. iii
KATA PENGANTAR ....................................................................... iv
DAFTAR ISI ..................................................................................... v
DAFTAR TABEL ............................................................................. vii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ......................................................................... 1
1.2 Tujuan Aktualisasi .................................................................... 4
1.3 Manfaat Aktualisasi .................................................................. 4
1.4 Ruang Lingkup ........................................................................ 5
BAB II GAMBARAN UNIT KERJA
2.1 Deskripsi Organisasi .......................................................... 7
2.2 Visi, Misi dan Motto Organisasi .......................................... 9
2.3 Kedudukan,Tugas Pokok, dan Struktur Organisasi Unit Kerja 9
2.4 Uraian Tugas Jabatan ....................................................... 12
BAB III DESKRIPSI LAPORAN AKTUALISASI
3.1 Identifikasi dan Penetapan Isu.................................................. 13
3.2 Gagasan Pemecahan Isu ......................................................... 17
3.3 Matrik Rencana Kegiatan Aktualisasi ....................................... 19
3.4 Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi ..................................... 28
BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI
4.1 Deskripsi Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi ............................. 30
4.2 Hasil Capaian Pelaksanaan Aktualisasi .................................... 45
4.3 Analisa dampak ........................................................................ 47
BAB VPENUTUP
4.1 Kesimpulan ............................................................................... 57
4.2 Saran ......................................................................................... 57

v
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Identifikasi Penetapan Isu AKPL .................................. 12


Tabel 3.2 Teknik USG .................................................................... 14
Tabel 3.3 Matrix Tahapan Aktualisasi .......................................... 19
Tabel 3.4 Jadwal Kegiatan Aktualisasi ......................................... 25
Tabel 4.1 Pelaksanaan Hasil Capaian Aktualisasi....................... 45
Tabel 4.2 Analisa Dampak ............................................................. 48

vii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Denah RSUD Tongas ................................................ 6


Gambar 2.2 Struktur Organisasi ................................................... 9
Gambar 3.1 Diagram alu Pemecahan Isu ..................................... 16

viii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan salah satu bagian dari Aparatur
Sipil Negara (ASN) yang memiliki peranan penting dalam mengelola
pemerintahan di Indonesia. PNS adalah pegawai yang telah memenuhi
syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi
tugas Negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-
undangan. Berdasarkan UU no.5 tahun 2014 Tentaang Aparatur Sipil Negara
(ASN), PNS memiliki kekuatan dan kemampuan profesional, berintegritas
tinggi dalam melaksanakan tugas, berbudaya kerja serta dipercaya publik
dengan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki peranan yang menentukan
dalam mewujudkan visi dan misi negara yang tertuang dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Berdasarkan
Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)
pasal 10 dijelaskan bahwa fungsi dari ASN yaitu: 1) Pelaksana kebijakan
publik 2) Pelayan publik 3) Perekat dan pemersatu bangsa. Salah satu fungsi
ASN yang sangat sering kita temui yaitu sebagai Pelayan Publik.
Calon PNS Daerah Kabupaten Probolinggo merupakan generasi
penerus birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Probolinggo. Dalam Peraturan
Lembaga Administrasi Negara Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ditetapkan bahwa Sebelum
diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) seorang CPNS harus
menjalani Diklat Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) yang terintegrasi. Pendidikan
Latihan Dasar yang dilaksanakan kali ini merupakan pola baru dengan
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yaitu akuntabilitas, nasionalisme,
etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi (ANEKA). Adanya DIKLATSAR
diharapkan dapat membawa perubahan, pemikiran baru, serta performa
pelayanan ASN dalam masing-masing instansi, termasuk di rumah sakit.

1
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 tahun 2008,
Rumah Sakit sebagai salah satu pelayanan kesehatan dituntut memberi
pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan
dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Pelayanan kesehatan di
Rumah Sakit merupakan kebutuhan dan tuntutan dari pemakai jasa
pelayanan (pasien) yang mengharapkan penyembuhan dan pemulihan yang
bekualitas dan penyediaan pelayanan kesehatan yang befokus pada
kepuasan dan keselamatan pasien. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan
2011 dijelaksan bahwa keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem
dimana rumah sakit membuat asuhan yang lebih aman meliputi asasemen
resiko, identifikasi, dan mengelolaan hal yang berhubungan dengan resiko
pasien, pelaporan dan analisis insiden, tindakan selanjutnya serta
implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya resiko dan mencegah
terjadinya cidera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan
suatu tindakan melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan
yang seharusnya diambil.
Keselamatan pasien penting dilakukan untuk menjamin keselamatan
pasien selama dirawat serta meminimalkan suatu insiden kejadian. Insiden
adalah setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan
atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada pasien.
Dalam upaya mencegah terjadinya kejadian yang tidak diharapkan pada
pasien perlu ditumbuhkan budaya rumah sakit yang mendukung
keselamatan pasien dan peningkatan mutu pelayanan. Setiap rumah sakit
harus menerapkan enam sasaran keselamatan pasien, meliputi ketepatan
identifikasi pasien, peningkatan komunikasi yang efektif, peningkatan
keamanan obat yang perlu diwaspadai, kepastian tepat lokasi-tepat
prosedur-tepat pasien operasi, pengurangan risiko jatuh, dan pengurangan
risiko infeksi. Pengurangan resiko infeksi menjadi bagian penting dalam
menjalankan komitmen mutu pelayanan rumah sakit.
Angka kejadian Infeksi Luka Operasi (ILO) secara global bervariasi
dimana di Amerika ditemukan mencapai 2,6%, di Austraila mencapai 2,8% di
negara-negara Asia Tenggara mencapai 7,8 (WHO, 2015). Hal tersebut

2
menandakan bahwa ILO masih menjadi permasalahan di negara-negara
berkembang. Berdasarkan laporan komite Pencegahan Dan Pengendalian
Infeksi (PPI) angka kejadian ILO di RSUD Tongas pada tahun 2017
mencapai 6,8%, tahun 2018 mencapai 5,7%, sedangkan sejak bulan Januari
hingga September 2019 angka kejadian ILO mancapai 1%. ILO dapat
dicegah dan berkaitan dengan keselamatan pasien. ILO dapat dicegah
dengan melakukan persiapan pra operasi secara benar (WHO, 2016).
Persiapan pasien pra operasi merupakan serangkaian persiapan yang
dikakukan pada pasien yang akan menjalani operasi berupa persiapan
fisiologis, pemeriksaan penunjang serta persiapan psikologis (Smeltzer dkk,
2011). Di RSUD Tongas cukup sering ditemukan persiapan pasien operasi
yang belum benar. Menurut laporan Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit
(TKPRS) RSUD Tongas pada tahun 2017 kejadian potensi cidera pada
pasien pra operasi sejumlah 30 kajadian tahun 2018 menurun menjadi 21
kejadian. Pada tahun 2019, ditemukan sembilan kejadian insiden potensi
cidera pasien pra operasi dengan perincian sebagai berikut: bulan Mei 2019
terdapat satu insiden pasien belum diberikan antibiotik profilksis sebelum
operasi, bulan Juli 2019 ditemukan satu insiden pasien belum menjalani
pencukuran untuk operasi sectio caecaria, satu pasien belum diberikan
profilaksis antibiotik, satu pasien belum terpasang kateter untuk operasi yang
diperkirakan berjalan lama. Bulan Agustus ditemukan dua insiden pasien
batal operasi karena minum saat harus dipuasakan, satu pasien menjalani
pencukuran yang tidak tepat. Bulan September ditemukan 1 pasien belum
diberikan atibiotik profilaksis. Hal ini membuktikan bahwa insiden potensi
cidera ini merupakan hal yang serius, dapat mengancam keselamatan
pasien serta memperbesar resiko terjadinya infeksi luka operasi (ILO).
Kondisi tersebut diharapkan segera mendapatkan pehatian khusus.
Perawat menjadi tenaga kesehatan yang berada disisi pasien untuk
memenuhi kebutuhan perawatan selama 24 jam. Perawat juga bertanggung
jawab terhadap kondisi pasien termasuk persiapan pra operasi.
Pengetahuan perawat penting untuk ditingkatkan agar dapat melakukan
persiapan pra operasi dengan baik dan benar sehingga operasi berjalan

3
dengan lancar, aman, serta meminimalkan resiko cidera dan resiko infeksi
yang terjadi pada pasien. Di RSUD Tongas ruang perawatan yang paling
sering menjalankan oeprasi yaitu ruang kelas III dan ruang obgyn.
Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi yang ditawarkan adalah
Optimalisasi Pelaksaan Persiapan Pasien Operasi Dengan Buku Saku
Persiapan Pra Operasi (BUSAPI) Pada Perawat di Ruang Kelas III dan
Ruag Obgyn RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo.

1.2. Tujuan Aktualisasi


Setelah mengikuti kegiatan pelatihan dasar ini peserta diklat
diharapkan mampu mengaktualisasikan rancangan yang telah dibuat
berdasarkan nilai-nilai dasar profesi ASN sehingga dapat tercapai tujuan
sebagai beikut:
1.2.1 Tujuan Jangka Pendek
Terwujudnya pelaksanaan persiapan pasien operasi yang benar
dengan Buku Saku Persiapan Pra Operasi (BUSAPI) pada perawat di
ruang kelas III dan ruang obgyn RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo.
1.2.2 Tujuan Jangka Menengah
Terwujudnya lembar evaluasi berupa formulir timbang terima pra
operasi
1.2.3 Tujuan Jangka Panjang
a) Menetapkan formulir timbang terima sebagai bagian dari rekam
medis RSUD Tongas
b) Kejadian infeksi daerah operasi menurun atau tidak ada
c) Tidak terjadinya insiden potensi cidera akibat ketidaktepatan
persiapan pra operasi .

1.3. Manfaat Aktualisasi


Adapun manfaat pelaksanaan aktualisasi ini adalah sebagai berikut :
1. Manfaat Internal :
a) Membiasakan melaksanakan standar pelayanan yang telah ada;

4
b) Membiasakan Petugas Pemberi Asuhan dan ASN menerapkan
nilai– nilai ANEKA;
c) Memantau kondisi persiapan operasi pasien dengan mudah;
d) Meningkatkan pengetahuan Petugas Pemberi Asuhan tentang
persiapan pra operasi yang sesuai standar.
2. Manfaat Eksternal:
a) Masyarakat mendapat pelayanan yang baik sesuai standar;
b) Meningkatkan kepuasan masyarakat serta mempercepat proses
pemulihan setelah operasi.

1.4. Ruang Lingkup


Agar pembahasan tidak meluas atau menyimpang, maka perlu dibuat
suatu batasan masalah. Ruang lingkup permasalahan yang akan di bahas
dalam penulisan laporan ini berada pada instansi rawat inap kelas III dan
ruang obgyn. Ruang lingkup yang akan di bahas dalam laporan ini
mengenai:
1. Pelaksanaan konsultasi dan diskusi dengan Mentor terkait
rancangan aktualisasi yang dibuat.
2. Pelaksanaan konsultasi dan diskusi dengan Coach terkait
rancangan aktualisasi yang dibuat..
3. Pelaksanaan koordinasi dengan perawat terkait rancangan
aktualisasi yang dibuat.
4. Pelaksanaan koordinasi dengan rekam medis terkait rancangan
aktualisasi yang dibuat.
5. Pembuatan rencana jadwal aktualisasi.
6. Perancangan dan Pembuatan Buku Saku Persiapan Pra Operasi
dan lembar form timbang terima pra operasi sebagai evaluasi dari
pelaksaaan Buku Saku Persiapan Pra Operasi.
7. Penyusunan Peraturan Direktur, SK, SOP, Petunjuk Teknis yang
berkaitan dalam Buku Saku Persiapan Pra Operasi dan lembar
form timbang terima pra operasi.

5
8. Pelaksanaan sosialisasi pada rekan kerja terkait Buku Saku
Persiapan Pra Operasi dan form timbang terima pra operasi.
9. Penerapan penggunaan form timbang terima pra operasi.
10. Identifikasi hasil penggunaan form timbang terima pra operasi
11. Penyusunan laporan dan dokumentasi kegiatan.

6
BAB II
GAMBARAN LEMBAGA / INSTITUSI

2.1. Deskripsi Organisasi

Rumah Sakit Umum Daerah Tongas Kabupaten Probolinggo yang


merupakan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo dengen status
Badan Layanan Unit Daerah type D Non Pendidikan dengan
No.1284/Menkes/SK/VIII/2005.

Gambar 2.1 Denah Lokasi Rumah Sakit Umum Daerah Tongas Probolinggo

Alamat : Jl Tongas No. 229, Karang Sawo, Curahdringu,


Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo .
Luas Tanah : 21570 m2
Luas Bangunan : 6.065 m2

7
Sejarah RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo adalah sebagai berikut:
Rumah Sakit Umum Daerah Tongas dibangun sejak tahun 2000
sampai dengan akhir tahun 2001 dan difungsikan pada Tanggal 21 Maret
2002. Berdiri diatas lahan bekas kantor penyuluhan pertanian Kecamatan
Tongas dan lahan milik Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Pada awalnya
Rumah Sakit Tongas operasionalnya diambilkan dari tenaga Puskesmas
Tongas dan secara bertahap dengan adanya tambahan tenaga pegawai,
maka Rumah Sakit Umum Daerah Tongas berdiri sendiri melalui SK Bupati
Probolinggo No. 141 Tahun 2002.
RSUD Tongas adalah Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten
Probolinggo, yang menjadi Satuan Kerja (SATKER) tersendiri sejak Tanggal
1 Januari 2009. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan
No.1284/Menkes/SK/VIII/2005 tentang ijin operasional RSUD Tongas
dengan kriteria Rumah Sakit Tipe D dan pada tahun 2011 sudah
terakreditasi 5 Pelayanan dan mendapatkan Sertifikasi ISO 9001:2008 pada
Tanggal 19 Desember 2011.
RSUD Tongas yang mempunyai tugas umum pelayanan masyarakat,
Rumah Sakit ini memiliki ijin operasional yang telah diperpanjang
berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Probolinggo Nomor:
445/002/IORS/426.116/2017 tanggal 21 Pebruari 2017.
Berdasarkan Keputusan Bupati Probolinggo Nomer :
440/1044/426.12/2012 tanggal 27 Desember 2012 tentang Penetapan
Rumah Sakit Umum Daerah Tongas Kabupaten Probolinggo Sebagai Satuan
Kerja Perangkat Daerah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

8
2.2. Visi, Misi, dan Tata Nilai Organisasi

Visi, Misi dan Motto RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo, yakni:

Visi: Mengacu pada Visi Kabupaten Probolinggo “Terwujudnya Masyarakat


Kabupaten Probolinggo Berakhlak Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan
dan Berdaya Saing”

Misi :
a. Mengacu Pada Misi Ke 2 Bupati Yaitu Meningkatkan Kesejahteraan
Masyarakat Yang Berkeadilan Melalui Peningkatan Kualitas
Sumberdaya Manusia Dan Menurunkan Angka Kemiskinan
b. Mengacu Pada Tujuan Ke 2 Yaitu: Meningkatkan Kualitas
Sumberdaya Manusia dengan indikator tujuan: indeks
pembangunan manusia
c. Mengacu pada sasaran ke 4 yaitu: meningkatkan kualitas
kesehatan dengan indikator sasaran: indeks kesehatan

Motto: “Melayani Dengan Senyum”

2.3. Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi, dan Struktur Organisasi Unit


Kerja
2.3.1. Kedudukan RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo
RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo merupakan rumah sakit
milik Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Secara resmi mulai beroperasi
tanggal 21 Maret 2002. Rsud Tongas Kabupaten Probolinggo Kabupaten
Probolinggo telah menjadi Rumah Sakit kelas D Non Pendidikan
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan
No.1284/Menkes/SK/VIII/2005. Berdasarkan Keputusan Bupati
Probolinggo Nomer : 440/1044/426.12/2012 tanggal 27 Desember 2012
tentang Penetapan Rumah Sakit Umum Daerah Tongas Kabupaten

9
Probolinggo Sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menerapkan
Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
2.3.2. Tugas Pokok
Berdasarkan Keputusan Bupati Probolinggo Nomer:
440/1044/426.12/2012 tanggal 27 Desember 2012 tentang Penetapan
Rumah Sakit Umum Daerah Tongas Kabupaten Probolinggo Sebagai
Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menerapkan Pola Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). RSUD Tongas yang
mempunyai tugas umum pelayanan masyarakat.
Rumah Sakit ini memiliki ijin operasional yang telah diperpanjang
berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Probolinggo Nomor:
445/002/IORS/426.116/2017 tanggal 21 Pebruari 2017. Keberadaan
RSUD Tongas lebih bersifat sosio ekonomi atau non profit dan lebih
menekankan pelayanan social kepada masyarakat tidak mampu dan
sekaligus sebagai rujukan puskesmas dan unit-unit kesehatan lainnya di
wilayah Kabupaten Probolinggo.

2.3.3. Fungsi
RSUD Tongas menyelenggarakan fungsi :
1. Pelayanan medis
2. Pelayanan penunjang medis dan non medis
3. Pelayanan asuhan keperawatan
4. Pelayanan rujukan
5. Pengelolaan administrasi dan keuangan

2.3.4. Struktur/ Susunan Organisasi


Bagan Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Tongas
Tongas sesuai Peraturan Daerah Nomor : 15 Tahun 2007 adalah
sebagai berikut :

10
DIREKTUR RSUD
dr. Haryawan Dwi Tamtomo M.MKes

KELOMPOK TENAGA SUB BAGIAN TATA USAHA


FUNGSIONAL Lis Trilastuti S.Sos

SEKSI PELAYANAN KESEHATAN & SEKSI PERENCANAAN &


KEPERAWATAN PENGEMBANGAN
Dr. Ria Tjahjandani, M.M Hadi Siswojo, S.E

11
2.4 Uraian Tugas Jabatan

Unit Kerja : RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo


Probolinggo
Jabatan : Perawat Ahli Pertama di Instalasi Bedah Sentral
RSUD Tongas
Tugas Pokok dan Fungsi :
1. Menyiapkan ruang operasi dalam keadaan siap pakai.
2. Menyiapkan alat, bahan habis pakai dan kebutuhan lain untuk
operasi.
3. Memastikan persiapan pasien sebelum operasi sudah dilakukan,
memeriksa kondisi pasien sebelum operasi, serta memeriksa
kelengkapan dokumen dan kebutuhan lain yang diperlukan selama
operasi.
4. Memastikan operasi berjalan dengan lancar, membantu selama
proses operasi berlangsung.
5. Membersihkan peralatan dan kebersihan kamar operasi setelah
operasi selesai.
6. Memeriksa keadaan pasien setelah operasi serta melengkapi
dokumen yang diperlukan.
7. Mengajarkan manajemen nyeri pada individu
8. Mencatat, menyusun laporan dan rekapitulasi jumlah kunjungan
pasien di buku register .
9. Pelaksaan program pengembangan.

12
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Penetapan Isue Yang Diangkat


a. Unit Kerja : RSUD Tongas (Instalasi Bedah Sentral)
b. Jabatan : Perawat Ahli Pertama
c. Uraian Tugas :
1. Menyiapkan ruang operasi dalam keadaan
siap pakai.
2. Menyiapkan alat, bahan habis pakai dan
kebutuhan lain untuk operasi.
3. Memastikan persiapan pasien sebelum
operasi sudah dilakukan, memeriksa kondisi
pasien sebelum operasi, serta memeriksa
kelengkapan dokumen dan kebutuhan lain
yang diperlukan selama operasi.
4. Memastikan operasi berjalan dengan lancar,
membantu selama proses operasi
berlangsung.
5. Membersihkan peralatan dan kebersihan
kamar operasi setelah operasi selesai.
6. Memeriksa keadaan pasien setelah operasi
serta melengkapi dokumen yang diperlukan.
7. Mengajarkan manajemen nyeri pada individu
8. Mencatat, menyusun laporan dan rekapitulasi
jumlah kunjungan pasien di buku register
9. Pelaksaan program pengembangan.

13
3.1.1 Identifikasi Isu
Berdasarkan pengalaman melaksanakan tugas sebagai guru
dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, terdapat beberapa isu
diantaranya yaitu:
1. Belum tepatnya persiapan pasien pra operasi di ruangan.
2. Belum adanya form asuhan keperawatan perioperatif.
3. Belum optimalnya pelaksanaan timeout saat operasi.
4. Stok bahan habis pakai dan beberapa obat-obatan terkadang tidak
tersedia di Farmasi
5. Ketidak tepatan waktu operasi

Dari beberapa isu diatas, langkah selanjutnya adalah


mempertimbangkan isu mana yang akan menajdi prioritas utama yang
dapat dicari solusi berdasarkan peran dan wewenang jabatan di
instansi. Selanjutnya menganalisis isu tersebut menggunakan metode
A (Aktual), K (Kekhalayakan), P (Problematik), L (Kelayakan) untuk
mengetahui isu mana yang dominan. Nilai AKPL ini didapat dari hasil
diskusi dengan rekan kerja.

Tabel 3. 1 Seleksi Isu Menggunakan Metode AKPL


No Isu A K P L Total

1. Belum tepatnya persiapan pasien pra 4 4 4 5 17


operasi di ruangan
2. Belum adanya form asuhan 3 4 4 5 16
keperawatan perioperatif
3. Belum optimalnya pelaksanaan timeout 4 3 3 5 15
saat operasi
4. Stok bahan habis pakai dan beberapa 4 3 3 4 14
obat-obatan terkadang tidak tersedia

5. Ketidak tepatan waktu operasi 4 2 3 3 12

14
Adapun kriteria penetapan indikator AKPL, yaitu:
Aktual :
1: Pernah benar-benar terjadi
2: Benar-benar sering terjadi
3: Benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan
4: Benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaran
5: Benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan.
Kekhalayakan
1: Tidak menyangkut hajat hidup orang banyak
2: Sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak
3: Cukup menyangkut hajat hidup orang banyak
4: Menyangkut hajat hidup orang banyak
5: sangat menyangkut hajat hidup orang banyak
Problematik
1: Masalah sederhana
2: Masalah kurang kompleks
3: Masalah cukup kompleks namun tidak perlu segera dicarikan solusi
4: Masalah kompleks
5: Masalah sangat kompleks sehingga perlu dicarikan segera
solusinya
Kelayakan
1: Masuk akal
2: Realistis
3: Cukup masuk akal dan realistis
4: Masuk akal dan realistis
5: Masuk akal, realistis, dan relevan untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalah.

Berdasarkan penetapan isu dengan menggunakan teknik AKPL, dapat


dikerucutkan menjadi tiga isu yang kemudian akan dipertimbangkan
kembali untuk dijadikan isu prioritas. Kemudian tiga isu tersebut kembali

15
diidentifikasi dengan menggunakan teknik U (Urgency), S (Seriousness),
dan G (Growth).

Tabel 3. 2 Seleksi Isu Menggunakan Metode USG


No Isu U S G Total

1. Belum tepatnya persiapan 5 5 4 14


pasien pra operasi di ruangan

2. Belum adanya form asuhan


4 4 4 12
keperawatan perioperatif

3. . Belum optimalnya pelaksanaan


3 4 4 11
timeout saat operasi

Adapun kriteria penetapan indikator USG, yaitu:


Urgency :
1 : Tidak penting
2 : Kurang penting
3 : Cukup penting
4. : Penting
5. : Sangat penting
Seriousness :
1 : Akibat yang ditimbulkan tidak serius
2 : Akibat yang ditimbulkan kurang serius
3 : Akibat yang ditimbulkan cukup serius
4. : Akibat yang ditimbulkan serius
5. : Akibat yang ditimbulkan sangat serius
Growth :
1 : Tidak berkembang
2 : Kurang berkembang
3 : Cukup berkembang
4. : Berkembang
5 : Sangat berkembang

16
3.1.2 Penetapan Isu

Berdasarkan isu yang di uji dengan menggunakan metode AKPL


dan USG, maka dapat di peroleh isu prioritas yang harus ditangani
terlebih dahulu, yaitu “Belum tepatnya persiapan pasien pra operasi
di ruangan”. Pemilihan isu tersebut dilakukan dengan analisis dampak
jika hal tersebut tidak ditangani maka akan berdampak pada hal-hal
berikut:

1. Tidak terpenuhinya persiapan pasien pra operasi dengan baik.


2. Tertundanya operasi karena kesalahan persiapan.
3. Proses operasi berjalan dengan tidak lancar akibat persiapan
operasi yang salah.
4. Meningkatnya resiko insiden potensi cidera serta resiko infeksi
karena persiapan operasi yang tidak tepat.
Dari isu yang diambil, apabila tidak segera ditangani, masalah
tersebut akan berdampak lebih kompleks menyangkut keselamataan
serta kelancaran proses operasi pasien.

3.2 Gagasan Pemecahan Isu


Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis mengusulkan
sebuah gagasan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan
menerapkan penggunaan Buku Saku Persiapan Pra Operasi yang berisi
tentang pedoman persiapan pasien operasi yang diperuntukkan bagi
perawat di RSUD Tongas. Untuk mewujudkan gagasan di atas, maka
dibutuhkan beberapa rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan aktualisasi
nilai-nilai dasar di tempat kerja. Rangkaian aktualisasi adalah sebagai
berikut:

1. Pelaksanaan konsultasi dan diskusi dengan Mentor terkait


rancangan aktualisasi yang dibuat.
2. Pelaksanaan konsultasi dan diskusi dengan Coach terkait
rancangan aktualisasi yang dibuat..

17
3. Pelaksanaan koordinasi dengan perawat terkait rancangan
aktualisasi yang dibuat.
4. Pelaksanaan koordinasi dengan rekam medis terkait rancangan
aktualisasi yang dibuat.
5. Pembuatan rencana jadwal aktualisasi.
6. Perancangan dan Pembuatan Buku Saku Persiapan Pra Operasi
dan lembar form timbang terima pra operasi sebagai evaluasi dari
pelaksaaan Buku Saku Persiapan Pra Operasi.
7. Penyusunan Peraturan Direktur, SK, SOP, Petunjuk Teknis yang
berkaitan dalam Buku Saku Persiapan Pra Operasi dan lembar
form timbang terima pra operasi.
8. Pelaksanaan sosialisasi pada rekan kerja terkait Buku Saku
Persiapan Pra Operasi dan form timbang terima pra operasi.
9. Penerapan penggunaan form timbang terima pra operasi.
10. Identifikasi hasil penggunaan form timbang terima pra operasi
11. Penyusunan laporan dan dokumentasi kegiatan.

3.2 Diagram Alur Pemecahan Isu


Proses pemecahan isu dapat dilihat dari diagram alur di bawah ini

Gambar 3.1 Diagram Alur Pemecahan Isu

Pelaksanaan konsultasi dan diskusi dengan Mentor terkait


rancangan aktualisasi yang dibuat

Pelaksanaan konsultasi dan diskusi dengan Coach terkait


rancangan aktualisasi yang dibuat

Pelaksanaan koordinasi dengan perawat terkait rancangan


aktualisasi yang dibuat

Pelaksanaan koordinasi dengan rekam medis terkait


rancangan aktualisasi yang dibuat

18
Pembuatan rencana jadwal aktualisasi

Perancangan dan Pembuatan Buku Saku Persiapan Pra


Operasi dan lembar form timbang terima pra operasi
sebagai evaluasi dari pelaksaaan Buku Saku Persiapan
Pra Operasi

Penyusunan Peraturan Direktur, SK, SOP, Petunjuk Teknis


yang berkaitan dalam Buku Saku Persiapan Pra Operasi
dan lembar form timbang terima pra operasi
1. OP yang berkaitan dalam Buku Saku Persiapan Pra
Pelaksanaan sosialisasi pada rekan kerja terkait Buku
Operasi
Saku Persiapan Pra Operasi dan form timbang terima pra
operasi

Penerapan penggunaan form timbang terima pra operasi

Identifikasi hasil penggunaan form timbang terima pra


operasi

Penyusunan laporan dan pengumpulan dokumentasi


kegiatan

3.2 Matriks Rencana Kegiatan Aktualisasi


Nama : Desi Rahmawati S.Kep., Ns.

Unit Kerja : RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo

Identifikasi isu :

1. Belum tepatnya persiapan pasien


pra operasi di ruangan
2. Belum adanya form asuhan
keperawatan perioperatif

19
3. Belum optimalnya pelaksanaan
timeout saat operasi
4. Stok bahan habis pakai dan
beberapa obat-obatan terkadang
tidak tersedia di Farmasi
5. Ketidak tepatan waktu operasi
Isu yang diangkat : Belum tepatnya persiapan pasien pra
operasi di ruangan.
Gagasan pemecahan isu : Optimalisasi Pelaksaan Persiapan Pasien
Operasi Dengan Buku Saku Persiapan
Pra Operasi (BUSAPI) Pada Perawat di
Ruang Kelas III dan Ruang Obgyn RSUD
Tongas Kabupaten Probolinggo

20
Tabel 3.3 Matrix Tahapan Aktualisasi

TAHAPAN KEGIATAN KETERKAITAN KONTRIBUSI


PENGUATAN
SUBSTANSI TERHADAP
NO KEGIATAN OUTPUT/HASIL NILAI
MATA VISI – MISI
ORGANISASI
PELATIHAN ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
1. Pelaksanaan 1. Menghubungi mentor 1. Terlaksananya Akuntabilitas: Memberikan Menguatkan nilai
konsultasi dan 2. Memamaparkan kegiatan (Kepemimpinan, kontribusi dalam organisasi
diskusi dengan masalah dan konsultasi Transparansi,. terhadap visi berupa nilai
Mentor terkait gagasan pemecahan dengan Mentor Tanggung Rumah sakit santun,
rancangan isu terkait Jawab) yakni kerjasama,
aktualisasi 3. Memaparkan rancangan Etika Publik “Terwujudnya transparansi,
rancangan aktualisasi aktualisasi (hormat, integritas dan
yang dibuat Masyarakat
yang sudah dibuat 2. Pernyataan komunikatif, profesional dapat
Kabupaten
4. Meminta saran dan dukungan dari jelas,sopan diperkuat
masukan serta mentor santun) Probolinggo
persetujuan dari 3. Format hasil Whole of Berakhlak Mulia
mentor mengenai konsultasi Government Yang Sejahtera
rancangan aktualisasi dengan Mentor (Kerjasama, Berkeadilan dan
4. Dokumentasi koordinasi) Berdaya Saing”
kegiatan Komitmen
5. Tersusunnya Mutu
Draft (Efektif,efisien,
Rancangan profesional)
Aktualisasi
2. Pelaksanaan 1. Memamaparkan 1. Format hasil Akuntabilitas: Memberikan Menguatkan nilai
konsultasi dan masalah dan konsultasi (Kepemimpinan, kontribusi dalam organisasi
diskusi dengan gagasan pemecahan dengan Coach Transparansi,. terhadap visi berupa nilai
Coach terkait isu 2. Dokumentasi Tanggung Rumah sakit santun
rancangan 2. Memaparkan kegiatan Jawab) yakni transfparansi,
aktualisasi rancangan Etika Publik “Terwujudnya integritas dan
aktualisasi yang (hormat, profesional dapat
yang dibuat Masyarakat
sudah dibuat dan komunikatif, diperkuat
Kabupaten
hasil diskusi dengan jelas,sopan

21
mentor. santun) Probolinggo
3. Meminta saran dan Whole of Berakhlak Mulia
masukan serta Government Yang Sejahtera
persetujuan dari (Kerjasama, Berkeadilan dan
Coach mengenai koordinasi) Berdaya Saing”
rancangan Komitmen
aktualisasi Mutu
(Efektif,efisien,
profesional)
3. Pelaksanaan 1. Menghubungi 1. Terlaksananya Akuntabilitas: Memberikan Menguatkan nilai
koordinasi perawat koordinasi (Kepemimpinan, kontribusi dalam organisasi
dengan 2. Memamaparkan dengan perawat Transparansi,. terhadap misi berupa nilai sopan
perawat terkait masalah dan medis Tanggung Rumah sakit santun,
rancangan gagasan pemecahan 2. Adanya Jawab) yakni transparan,
aktualisasi isu undangan Etika Publik: meningkatkan inovatif,
3. Memaparkan 3. Adanya (sopan santun ) kualitas koordinasi dapat
yang dibuat
rancangan aktualisasi notulensi Komitmen kesehatan diperkuat
yang sudah dibuat 4. Adanya daftar mutu : dengan indikator
4. Meminta saran dan hadir (Inovatif) sasaran: indeks
masukan 5. Adanya Whole of kesehatan
dokumentasi Goverment
kegiatan (WOG)
(Koordinasi)
4. Pelaksanaan 1. Menghubungi rekam 1. Terlaksananya Akuntabilitas: Memberikan Menguatkan nilai
koordinasi medis koordinasi (Kepemimpinan, kontribusi dalam organisasi
dengan rekam 2. Memamaparkan dengan rekam Transparansi,. terhadap misi berupa nilai
medis terkait masalah dan medis Tanggung Rumah sakit sopan santun,
rancangan gagasan pemecahan 2. Adanya Jawab) yakni transparan,
aktualisasi isu undangan Etika Publik: meningkatkan inovatif,
3. Memaparkan 3. Adanya (sopan santun) kualitas koordinasi dapat
yang dibuat
rancangan notulensi Komitmen kesehatan diperkuat

22
aktualisasi yang 4. Adanya daftar mutu : dengan indikator
sudah dibuat hadir (Inovatif) sasaran: indeks
4. Meminta saran dan 5. Adanya Whole of kesehatan
masukan dokumentasi Goverment
kegiatan (WOG)
(Koordinasi)
5. Pembuatan Membuat rencana jadwal Terbentuknya Profesional Memberikan Menguatkan nilai
rencana jadwal aktualisasi rencana jadwal (kompeten, kontribusi dalam organisasi
aktualisasi aktualisasi integritas) terhadap misi berupa, integritas,
Inovatif Rumah sakit konsisten, dan
(Melaksanakan yakni: profesional dapat
ide baru) meningkatkan diperkuat
Akuntabel kualitas
(Bertanggung sumberdaya
jawab) manusia dengan
indikator tujuan:
indeks
pembangunan
manusia
6. Perancangan 1. Mengumpulkan Terbentuknya Profesional Memberikan Menguatkan nilai
bahan utuk Buku Saku (kompeten, kontribusi dalam organisasi
dan
pembuatan buku Persiapan Pre integritas) terhadap misi berupa
Pembuatan saku dan lembar form Operasi dan form Inovatif Rumah sakit integritas,inovatif
timbang terima pra timbang terima pra (Melaksanakan yakni: dan professional,
Buku Saku
operasi operasi ide baru) meningkatkan konsisten dapat
Persiapan Pra 2. Membuat buku saku Akuntabel kualitas diperkuat.
dan form timbang (Bertanggung sumberdaya
Operasi dan
terima pra operasi jawab) manusia dengan
lembar form 3. Mengkonsultasikan indikator tujuan:
dengan mentor indeks
timbang terima
pembangunan

23
pra operasi manusia
sebagai
evaluasi dari
pelaksaaan
Buku Saku
Persiapan Pra
Operasi

7. Penyusunan 1. Mengumpulkan Terbentuknya Profesional Memberikan Menguatkan nilai


bahan utuk Peraturan Direktur, (kompeten, kontribusi dalam organisasi
Peraturan
pembuatan SK, SOP integritas) terhadap misi berupa
Direktur, SK, Peraturan Direktur, Inovatif Rumah sakit integritas,inovatif,
SK, SOP (Melaksanakan yakni: konsisten, dan
SOP, Petunjuk
2. Membuat Peraturan ide baru) meningkatkan professional dapat
teknis yang direktur, SK, SOP Akuntabel kualitas diperkuat.
3. Mengkonsultasikan (Bertanggung sumberdaya
berkaitan
dengan mentor jawab) manusia dengan
dalam Buku 4. Mengajukan indikator tujuan:
Peraturan Direktur, indeks
Saku
Sk, SOP pada pembangunan
Persiapan Pra Direktur RSUD manusia
Tongas
Operasi dan
lembar form
timbang terima
pra operasi

24
8. Pelaksanaan 1. Menggandakan buku 1. Terlaksananya Akuntabilitas Memberikan Melakukan
sosialisasi saku, form timbang sosialisasi buku (Kejelasan, kontribusi sosialisasi maka
pada rekan terima pra operasi, saku persiapan Transparansi, terhadap misi nilai santun,
kerja terkait operasi, SOP, pre operasi dan Kepercayaan) Rumah sakit integritas,
Buku Saku petunjuk teknis pengisian form Nasionalisme yakni amanah,
Persiapan Pra pengisian Form timbang terima Amanah, meningkatkan kompeten,
timbang terima pra operasi Percaya diri) kualitas profesional dapat
Operasi dan
2. Berkoodinasi dengan 2. Adanya Etika Publik: kesehatan diperkuat
form timbang kepala ruang kelas III undangan (Sopan,Hormat) dengan indikator
terima pra dan ruang obgyn untuk 3. Adanya Profesional sasaran: indeks
operasi. sosialisasi notulensi (kompeten, kesehatan
3. Bekoordinasi dengan 4. Adanya daftar integritas)
bidang pelayanan hadir
kesehatan 5. Adanya
4. Melakukan sosialisasi dokumentasi
terkait buku saku kegiatan
persiapan pra operasi
serta pengisian form
timbang terima pra
operasi
5. Mendistribusikan buku
saku, form timbang
terima pra operasi,
operasi, SOP,
petunjuk teknis
pengisian Form
timbang terima ke
masing-masing
ruangan

25
9. Penerapan 1. Memeriksa dokumentasi orm Akuntabilitas Memberikan Menguatkan nilai
penggunaan kelengkapan pengisian timbang terima pra (Kejelasan, kontribusi dalam organisasi
form timbang form timbang terima operasi telah diisi Kepercayaan, terhadap misi berupa nilai
terima pra pra operasi saat di oleh perawat Tanggung Rumah sakit santun, integritas
operasi kamar operasi ruangan jawab, yakni dan profesional
2. Melakukan koordinasi Integritas) meningkatkan dapat diperkuat
dengan rekam medis Nasionalisme kualitas
untuk kelangkapan (Disiplin) kesehatan
pengisian form Etika Publik: dengan indikator
timbang terima pra (Sopan, Hormat sasaran: indeks
operasi Tanggung kesehatan
jawab)
Whole of
Goverment
(WOG)
(Koordinasi)
10. Identifikasi 1. Melakukan monitoring Terlaksananya Akuntabilitas Dengan Menguatkan nilai
hasil pengisian form identifikasi hasil (Tanggung melakukan dalam organisasi
penggunaan timbang terima pra penggunaan form jawab, identifikasi hasil berupa nilai
form timbang operasi timbang terima pra Transparansi, penggunaan santun, disiplin,
terima pra 2. Memvalidasi persiapan operasi Kejelasan, form timbang integritas dan
operasi pra operasi yang Integritas, terima pra profesional dapat
dilakukan perawat Konsisten) operasi diperkuat
kepada pasien. Anti korupsi maka termasuk
3. Memvalidasi pada (Disiplin) dalam visi
rekam medis Etika Publik Rumah sakit
4. Menvalidasi pada (Sopan) yakni
komite PPI dan “Terwujudnya
TKPRS atas kejadian Masyarakat

26
infeksi Luka operasi Kabupaten
(ILO) dan insiden Probolinggo
kejadian keselamatan Berakhlak Mulia
pasien Yang Sejahtera
5. Mengidentifikasi hasil Berkeadilan dan
dari pengumpulan Berdaya Saing”
data.
6. Menyimpulkan hasil
dari identifikasi
11. Penyusunan 1. Melakukan konsultasi Tersusunnya Akuntabilitas Memberikan melakukan
laporan dan dengan Coach dan laporan hasil (Tanggung kontribusi penyusunan
pengumpulan mentor tentang hasil aktualisasi jawab, terhadap visi laporan maka
dokumentasi aktualisasi transparansi, Rumah sakit nilai santun,
kegiatan 2. Menyusun laporan kejelasan, yakni disiplin,jujur,
integritas, “Terwujudnya integritas dan
konsisten) profesional dapat
Masyarakat
Anti korupsi diperkuat
Kabupaten
(Disiplin, jujur)
Etika Publik Probolinggo
(Transparansi) Berakhlak Mulia
Whole of Yang Sejahtera
goverment Berkeadilan dan
(koordinasi) Berdaya Saing”
Komitmen
Mutu:
(Efektif,efisien,
profesional)

27
3.4 Jadwal Rencana Kegiatan

Untuk bisa mengaplikasikan kegiatan Akualisasi, diperlukan jadwal yang


harus sudah tersusun agar rencana aktualisasi bisa terwujud sesuai dengan
waktu yang direncanakan. Berikut merupakan jadwal rencana kegiatan
aktualisasi yang akan dilaksanakan di RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo

Tabel 3.4 Jadwal Rencana Kegiatan

Oktober November
No. Kegiatan
III IV V I II

1. Pelaksaaan konsultasi dan diskusi


dengan Mentor terkait rancangan
aktualisasi yang dibuat

2. Pelaksaaan konsultasi dan diskusi


dengan Coach terkait rancangan
aktualisasi yang dibuat

3. Pelaksanaan koordinasi dengan


perawat terkait rancangan aktualisasi
yang dibuat.
4. Pelaksanaan koordinasi dengan
rekam medis terkait rancangan
aktualisasi yang dibuat.
5. Pembuatan rencana jadwal
rancangan aktualisasi.
6. Perancangan dan Pembuatan Buku
Saku Persiapan Pra Operasi dan
lembar form timbang terima pra
operasi sebagai evaluasi dari
pelaksaaan Buku Saku Persiapan
Pra Operasi

28
7. Penyusunan Peraturan Direktur, SK,
SOP, Petunjuk Teknis yang berkaitan
dalam Buku Saku Persiapan Pra
Operasi dan lembar form tmbang
terima pra operasi
8. Pelaksanaan sosialisasi pada rekan
kerja terkait Buku Saku Persiapan
Pra Operasi dan form timbang terima
pra operasi.

9. Penerapan penggunaan form


timbang terima pra operasi
10. Identifikasi hasil penggunaan form
timbang terima pra operasi
11. Penyusunan laporan dan
pengumpulan dokumentasi kegiatan

29
BAB IV
PELAKSANAAN AKTUALISASI

Bagian ini menjelaskan secara berturut-turut hal-hal berkaitan dengan


deskripsi pelaksanaan kegiatan aktualisasi, hasil capaian kegiatan
aktualisasi, dan analisis dampak.
4.1 Deskripsi Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi
Deskripsi pelaksanaan kegiatan dijabarkan secara berturut-turut dari
kegiatan pertama sampai kegiatan kesebelas.
1) Kegiatan 1
a. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan 1 : Pelaksaaan konsultasi dan diskusi dengan
Mentor terkait rancangan aktualisasi yang dibuat
Waktu Pelaksanaan : 15 Oktober 2019
Tempat Pelaksanaan : Ruang Kepala Sie Pelayanan Medis dan
Keperawatan RSUD Tongas
Kegiatan pertama yang telah dilakukan adalah
melakukan konsultasi dan dan diskusi dengan Mentor terkait
rancangan aktualisasi yang dibuat. Rancangan aktualisasi yang
dimaksud meliputi seluruh rangkaian kegiatan aktualisasi yang
telah direncanakan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendapat izin serta
persetujuan mengenai rancangan aktualisasi yang akan
dijalankan. Selain itu agar mendapatkan bimbingan dan arahan
dari Mentor yang dapat dijadikan bahan perbaikan dalam
melaksanakan aktualisasi sesuai tahapan kegiatan yang telah
dirancang. Adapun bukti dari kegiatan tesebut terdapat pada
lampiran 1

30
b. Aktualisasi Nilai-nilai Dasar yang Melandasi Kegiatan
Akuntabilitas. Dalam pelaksanaan kegiatan ini akuntabilitas
diimplentasikan dengan memberikan informasi secara jelas,
terbuka, bertanggung jawab terhadap data pada rancangan
aktualisasi yang dibuat, memiliki inisiatif untuk berkonsultasi
serta berdiskusi.
Etika Publik Dalam pelaksanaan kegiatan ini etika publik
diimplementasikan dengan memberikan informasi secara
komunikatif dan sopan, menghormati Mentor, melakukan
diskusi dan menerima koreksi, masukan serta kritik yang
membangun dari pihak yang terkait
Whole of Government. Dalam penyusunan dan pelaksanaan
kegiatan ini dilakukan koordinasi dan kerja sama dengan
pimpinan.
Komitmen Mutu. Dalam hali ini penulis melakukan kegiatan
tersebut berdasarkan profesionalisme, bertanggung jawab,
serta konsisten dalam pelaksanaannya.
c. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan dalam berkonsultasi kepada Mentor sebelum memulai
suatu tindakan memberikan kontribusi pada pencapaian visi
Rumah sakit yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten
Probolinggo Berakhlak Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan dan
Berdaya Saing dapat terwujud
d Penguatan Nilai Organisasi
Dengan terlaksananya kegiatan konsultasi dan diskusi dengan
Mentor maka nilai sopan, santun,kerjasama, tanggung jawab
dapat diperkuat untuk mewujudkan visi Rumah sakit yakni
“Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Probolinggo Berakhlak
Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan dan Berdaya Saing” agar
dapat terwujud.

31
2) Kegiatan 2
a. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan 2 : Melakukan diskusi dengan Coach
Waktu Pelaksanaan : 10 Oktober dan 13 November 2019
Tempat Pelaksanaan : -
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar mendapat koreksi
atau saran dari pembimbing atau Coach sehingga terjalin
komunikasi yang baik demi tercapainya pelaksanaan
aktualisasi di RSUD Tongas. Kegiatan diskusi dengan Coach
ini dilaksanakan dalam dua bentuk, yaitu tatap muka secara
langsung. Adapun bukti dari kegiatan tesebut terdapat pada
lampiran 2.
b. Aktualisasi Nilai-nilai Dasar yang Melandasi Kegiatan
Akuntabilitas. Dalam pelaksanaan kegiatan ini akuntabilitas
diimplentasikan dengan memberikan informasi secara terbuka,
bertanggung jawab terhadap data pada rancangan aktualisasi
yang dibuat, memiliki inisiatif untuk berkonsultasi serta
berdiskusi
Etika Publik Dalam pelaksanaan kegiatan ini diperlukan
adanya kesopan santunan dalam berkomunikasi. Serta
diperlukan penyampaian yang jelas serta komunikatif
Whole of Government Tentunya koordinasi sangat diperlukan
dalam pelaksanaan ini, untuk pembuatan laporan yang sesuai
standar.
Komitmen Mutu Dalam hali ini penulis melakukan kegiatan
tersebut berdasarkan profesionalisme, bertanggung jawab,
serta konsisten dalam pelaksanaannya.
c. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan dalam berkonsultasi kepada Coach memberikan
kontribusi pada pencapaian visi Rumah sakit yakni
“Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Probolinggo Berakhlak

32
Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan dan Berdaya Saing dapat
terwujud
d Penguatan Nilai Organisasi
Dengan terlaksananya kegiatan konsultasi dan diskusi dengan
Coach maka nilai sopan, santun,kerjasama, tanggung jawab
dapat diperkuat untuk mewujudkan visi Rumah sakit yakni
“Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Probolinggo Berakhlak
Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan dan Berdaya Saing” agar
dapat terwujud.

3) Kegiatan 3
a. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan 3 : Pelaksanaan koordinasi dengan perawat terkait
rancangan aktualisasi yang dibuat.
Waktu Pelaksanaan : 18 Oktober 2019
Tempat Pelaksanaan : Ruang istirahat IBS RSUD Tongas
Berdasarkan koordinasi dengan perawat-perawat,
didapatkan:
a. Perawat mengerti dan memahami alasan kenapa isu
tersebut yang diangkat.
b. Didapat saran serta masukan guna melaksanakan
aktualisasi.
c. Didapat dukungan oleh perawat dalam melaksankan
aktualisasi.
Adapun bukti dari kegiatan tesebut terdapat pada
lampiran 3.
b. Aktualisasi Nilai-nilai Dasar yang Melandasi Kegiatan
Akuntabilitas
Dalam kegiatan ini, penulis harus memilik tanggungjawab,
profesional, dan berintegritas dalam menyampaikan rancangan
aktualisasi yang telah dibuat.

33
Etika Publik Dalam pelaksanaan kegiatan ini diperlukan
adanya kesopan santunan dalam berkomunikasi. Serta
diperlukan penyampaian yang jelas serta komunikatif.
Komitmen Mutu Dalam hali ini penulis melakukan kegiatan
tersebut berdasarkan profesionalisme, bertanggung jawab,
serta konsisten dalam pelaksanaannya.
Whole of Government Tentunya koordinasi sangat diperlukan
dalam pelaksanaan ini, sebab dalam pelaksanaannya
diperlukan kerja sama tim.
c. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan koordinasi dengan perawat, memberikan kontribusi
Memberikan kontribusi terhadap misi Rumah sakit yakni
meningkatkan kualitas kesehatan dengan indikator sasaran:
indeks kesehatan.
d Penguatan Nilai Organisasi
Dengan terlaksananya kegiatan koordinasi dengan perawat
maka nilai sopan, santun,kerjasama, tanggung jawab,
profesionalisme dapat diperkuat untuk mewujudkan visi Rumah
sakit yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Probolinggo
Berakhlak Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan dan Berdaya
Saing” agar dapat terwujud.

4) Kegiatan 4
a. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan 4: Pelaksanaan koordinasi dengan rekam medis
terkait rancangan aktualisasi yang dibuat.
Waktu Pelaksanaan : 19 Oktober 2019
Tempat Pelaksanaan : Ruang Rekam Medis RSUD Tongas
Berdasarkan koordinasi dengan rekan dokter, didapatkan:
a. Perawat mengerti dan memahami rencana aktualiasi
yang akan dilaksanakan.

34
b. Didapat saran serta masukan guna melaksanakan
aktualisasi.
c. Didapat dukungan oleh rekam medis dalam
melaksankan aktualisasi.
Adapun bukti dari kegiatan tesebut terdapat pada
lampiran 4.
b. Aktualisasi Nilai-nilai Dasar yang Melandasi Kegiatan
Akuntabilitas
Dalam kegiatan ini, penulis harus memilik tanggungjawab,
profesional, dan berintegritas dalam menyampaikan rancangan
aktualisasi yang telah dibuat.
Etika Publik Dalam pelaksanaan kegiatan ini diperlukan
adanya kesopan santunan dalam berkomunikasi. Serta
diperlukan penyampaian yang jelas serta komunikatif.
Komitmen Mutu Dalam hali ini penulis melakukan kegiatan
tersebut berdasarkan profesionalisme, bertanggung jawab,
serta konsisten dalam pelaksanaannya.
Whole of Government Tentunya koordinasi sangat diperlukan
dalam pelaksanaan ini, sebab dalam pelaksanaannya
diperlukan kerja sama tim.
c. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan koordinasi dengan rekam medis memberikan
kontribusi Memberikan kontribusi terhadap misi Rumah sakit
yakni meningkatkan kualitas kesehatan dengan indikator
sasaran: indeks kesehatan.
d Penguatan Nilai Organisasi
Dengan terlaksananya kegiatan koordinasi dengan perawat
maka nilai sopan, santun,kerjasama, tanggung jawab,
profesionalisme dapat diperkuat untuk mewujudkan visi Rumah
sakit yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Probolinggo
Berakhlak Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan dan Berdaya
Saing” agar dapat terwujud.

35
5) Kegiatan 5
a. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan 5 : Pembuatan rencana jadwal aktualisasi
Waktu Pelaksanaan : 16 Oktober 2019
Tempat Pelaksanaan : IBS RSUD Tongas
Dari kegiatan ini maka penulis dapat menentukan waktu
yang tepat dalam melaksanakan aktualisasi sesuai dengan
jadwal yang sudah direncanakan sebelumnya.
Dalam penyusunan rencana aktualisasi, penulis mencari
data jumlah rekam medik pasien yang menjalani operasi
selama bulan September dan Oktober. Sehingga dari jumlah
tersebut bisa ditetapkan berapa hari rencana aktualisasi akan
dilaksanakan. Hasilnya ialah rencana aktualisasi ini akan
dilakasanakan selama 10 hari. Dengan estimasi target
pelaksaaan persiapan pra operasi serta pengisian form timbang
terima pra operasi akan dievaluasi kelengkapannya selama 10
hari. Adapun bukti dari kegiatan tesebut terdapat pada
lampiran 5.
b. Aktualisasi Nilai-nilai Dasar yang Melandasi Kegiatan
Profesional. Yaitu penulis betul-betul harus totalitas,
berintegritas serta memiliki kompetensi dalam mencerna,
mengolah informasi, data, dan menlihat kondisi, situasi untuk
meyusun jadwal agar dapat dilaksanakan tepat sesuai rencana
Inovatif. Dimana penulis melaksanakan ide baru tentang
aktualisasinya dituangkan dalam penyusunan rencana jadwal
aktualisasi
Akuntabilitas. Yaitu dalam implementasinya, penulis harus
mampu menjalankan kegiatan ini sesuai dengan jadwal yang
telah ada. Sehingga pertanggung jawaban penulis sangat
dibutuhkan.

36
c. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan menyusun rencana jadwal aktualisasi memberi
kontribusi terhadap misi Rumah sakit yakni: meningkatkan
kualitas sumberdaya manusia dengan indikator tujuan: indeks
pembangunan manusia
d Penguatan Nilai Organisasi
Dengan terlaksananya kegiatan penyuausnan jadwal kegiatan
maka nilai tanggung jawab, profesionalisme, kreatifitas dapat
diperkuat untuk mewujudkan visi Rumah sakit yakni
“Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Probolinggo Berakhlak
Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan dan Berdaya Saing” agar
dapat terwujud.

6) Kegiatan 6
a. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan 6: Perancangan dan Pembuatan Buku Saku
Persiapan Pra Operasi dan lembar form timbang
terima pra operasi sebagai evaluasi dari
pelaksaaan Buku Saku Persiapan Pra Operasi
Waktu Pelaksanaan : 21-24 Oktober 2019
Tempat Pelaksanaan : Ruang administrasi IBS RSUD
Tongas, Rumah
Perancangan buku saku persiapan pra operasi dan
lembar form timbang terima pra operasi tersebut disesuaikan
dengan hasil dari koordinasi dengan mentor, perawat senior,
dokter anastesi, serta rekam medis. Setelah perancangan
selesai penulis melakukan konsultasi kembali untuk
dilakukan revisi sebelum buku saku persiapan pra operasi
dan form timbang terima siap dicetak dengan jumlah banyak.
Adapun bukti dari kegiatan tesebut terdapat pada lampiran
6.

37
b. Aktualisasi Nilai-nilai Dasar yang Melandasi Kegiatan
Profesional. Dalam pelaksanaan ini penulis betul-betul harus
totalitas, berintegritas serta memiliki komampuan dalam
mencerna, mengolah informasi, data, masukan, saran untuk
menyusun buku saku persiapan pra operasi serta form timbang
terima pra operasi sebagai evaluasi dari pelaksaaan buku saku
pra operasi.
Inovatif. Dalam implementasinya penulis berpikir kreatif agar
gagasan yang dimiliki dapat dipadukan sehingga menghasilkan
sesuaitu yang baru atau dapat memberi pembaharuan
Akuntabilitas: Yaitu dalam implementasinya, penyusunan
tersebut memerlukan rasa tanggung jawab.
c. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan merancang dan membuat buku saku persiapan pra
operasi serta form timbang terima pra operasi memberi
kontribusi terhadap misi rumah sakit sakit yakni: meningkatkan
kualitas sumberdaya manusia dengan indikator tujuan: indeks
pembangunan manusia
d Penguatan Nilai Organisasi
dengan adanya kegiatan merancang dan membuat buku saku
persiapan pra operasi serta form timbang terima pra maka nilai
integritas,inovatif dan professional, konsisten dapat diperkuat
untuk mewujudkan visi Rumah sakit yakni “Terwujudnya
Masyarakat Kabupaten Probolinggo Berakhlak Mulia Yang
Sejahtera Berkeadilan dan Berdaya Saing” agar dapat
terwujud.

38
7) Kegiatan 7
a. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan 7 : Penyusunan Peraturan Direktur, SK, SOP,
petunjuk teknis yang berkaitan dalam Buku Saku
Persiapan Pra Operasi dan lembar form tmbang
terima pra operasi
Waktu Pelaksanaan : 28-30 Oktober 2019
Tempat Pelaksanaan : Ruang administrasi IBS RSUD
Tongas, Rumah
Penyusunan Peraturan Direktur, SK, SOP, petunjuk teknis
harus sesuai dengan peraturan yang berlaku di RSUD
Tongas. Adapun tujuan dibuatnya peraturan tersebut
sebagai landasan hukum agar aktualiasi kita dapat
dijalankan oleh seluruh Bidan dan Perawat RSUD Tongas.
Adapun bukti dari kegiatan tesebut terdapat pada lampiran
7.
b. Aktualisasi Nilai-nilai Dasar yang Melandasi Kegiatan
profesional
Profesional. Dalam implementasinya penulis melakukan
koordinasi dengan baguan TU agar isi naskah Peraturan
Direktur, SK, dan SOP, petunjuk teknis sesuai dengan kaidah
yang berlaku di RSUD Tongas.
Inovatif. Dalam implementasinya penulis menuangkan idenya
melalui Peraturan Direktur, SK, dan SOP, petunjuk teknis agar
pelaksanaan aktualisasi dapat berjalan lancar dan diterima oleh
warga RSUD Tongas.
Akuntabilitas. Dalam implementasinya, penyusunan tersebut
memerlukan rasa tanggung jawab.
c. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan penyusunan Peraturan Direktur, SK, SOP, petunjuk
teknis tersebut memberikan kontribusi terhadap misi Rumah

39
sakit yakni: meningkatkan kualitas sumberdaya manusia
dengan indikator tujuan: indeks pembangunan manusia
d. Penguatan Nilai Organisasi
Nilai inovatif, tanggung jawab, kompeten, efektif dan efisien
dapat menguatkan visi dari rumah sakit yakni “Terwujudnya
Masyarakat Kabupaten Probolinggo Berakhlak Mulia Yang
Sejahtera Berkeadilan dan Berdaya Saing” agar dapat
terwujud.

8) Kegiatan 8
a. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan 8 : Pelaksanaan sosialisasi pada rekan kerja terkait
Buku Saku Persiapan Pra Operasi dan form
timbang terima pra operasi
Waktu Pelaksanaan : 1-2 November 2019
Tempat Pelaksanaan : Ruang pertemuan, ruang kelas III dan
Ruang Obgyn RSUD Tongas
Langkah awal ialah menyebarkan undangan, kemudian
mengadakan sosialisai mengenai alasan isu yang diangkat
serta gagasan/ ide perubahan guna mengatasi permasalahan
tersebut. Lalu dipaparkan rencana pelaksaaan aktualisasi
menggunakan busapi serta evaluasinya menggunakan form
timbang terima. Adapun peserta yang hadir ditetapkan sebagai
penanggung jawab ruangan dalam monitoring pengisian form
timbang terima. Adapun bukti dari kegiatan tesebut terdapat
pada lampiran 8.
b. Aktualisasi Nilai-nilai Dasar yang Melandasi Kegiatan
Etika Publik: Dalam implementasi nya harus menjunjung
sopan santun, serta jelasnya informasi yang disampaikan.
Komitmen Mutu: Dalam implementasinya diperlukan sebuah
profesionalisme untuk mendapatkan sebuah kesepakatan.

40
Whole of Goverment: Yaitu dalam implementasinya,
pelasanaan tersebut diperlukan kerja sama antara dokter dan
perawat d suatu ruang perawatan.
Nasionalisme: Dalam implementasinya tidak membeda-
bedakan antara profesi yang terkait dengan pelaksanaan
aktualisasi.
c. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan sosialisasi pada rekan kerja terkait Buku Saku
Persiapan Pra Operasi dan form timbang terima pra operasi
memberikan kontribusi terhadap misi Rumah sakit yakni
meningkatkan kualitas kesehatan dengan indikator sasaran:
indeks kesehatan
d Penguatan Nilai Organisasi
Nilai-nilai berupa profesional, sopan-santun, koordinasi, tidak
memberda-bedakan dapat menguatkan visi dari rumah sakit
yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Probolinggo
Berakhlak Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan dan Berdaya
Saing” agar dapat terwujud

9) Kegiatan 9
a. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan 9 : Penerapan penggunaan form timbang terima
pra operasi
Waktu Pelaksanaan :2 Oktober-11 November 2019
Tempat Pelaksanaan : Ruang Kelas III dan Ruang Obgyn
RSUD Tongas
Kegiatan ini dimulai ketika ada pasien yang akan
dijawalkan operasi. Maka perawat/bidan yang sudah dibekali
dengan buku saku persiapan pra operasi, serta standar
prosedur operasioanal (SPO) dapat menerapkan persiapan
operasi pada pasien. Setelah itu perawat/bidan dapat
mendukumentasikan tindakan yang sudah dilakukan,

41
keadaan umum pasien sebelum ioperasi serta persiapan
yang perlu dibawa saat operasi pada form timbang terima.
Setelah persiapan sudah lengkap maka pasien
diantar ke kamar operasi oleh perawat yang telah
menlaksanakan persipan pra operasi, perawat kemudian
melakukan timbang terima pasien dengan perawat kamar
operasi menggunakan form timbang terima pra operasi Di
kamar operasi akan dikaji ulang oleh perawat kamar operasi
dan dikonfirasi jika form timbang terima pra operasi telah
terisi lengkap. Adapun bukti dari kegiatan tesebut terdapat
pada lampiran 9.
b. Aktualisasi Nilai-nilai Dasar yang Melandasi Kegiatan
Akuntabilias. Dalam implementasinya diperlukan sebuah
pertanggung jawaban dalam pengisian form timbang terima
pasien pra operasi.
Etika Publik: Dalam implementasinya harus menjunjung sopan
santun, serta jelasnya informasi yang disampaikan
Nasionalisme. Dalam implementasinya perawat/bidan tidak
membeda-bedakan pasien.
Whole of Goverment: Yaitu dalam implementasinya,
pelasanaan tersebut diperlukan kerja sama antar perawat di
suatu ruang perawatan.
c. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan penerapan penggunaan form timbang terima pra
operasi memberikan kontribusi terhadap misi Rumah sakit yakni
meningkatkan kualitas kesehatan dengan indikator sasaran:
indeks kesehatan
d Penguatan Nilai Organisasi
Nilai-nilai berupa profesional, sopan-santun, koordinasi, tidak
memberda-bedakan dapat menguatkan visi dari rumah sakit
yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Probolinggo

42
Berakhlak Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan dan Berdaya
Saing” agar dapat terwujud

10) Kegiatan 10
a. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan 10: identifikasi hasil penggunaan form timbang terima
pra operasi
Waktu Pelaksanaan: 2 Oktober-11November 2019
Tempat Pelaksanaan : IBS RSUD Tongas
Setelah pasien diantar ke ruang operasi, perawat
ruangan melakukan timbang terima dengan perawat kamar
operasi, kemudian perawat kamar operasi melakukan
validasi data pada pasien. Perawat kamar operasi juga
memeriksa kelengkapan operasi dan form timbang terima
pra operasi. Dari monitoring didapatkan hasil pelaksanaan
persiapan pra operasi berjalan dengan baik. Data kejadian
potensi cidera serta infeksi luka operasi akan dibandingkan
dengan data sebelum penerapan busapi. Perbandingan
tesebut menggunakan grafik sederhana. Adapun bukti dari
kegiatan tesebut terdapat pada lampiran 10.
b. Aktualisasi Nilai-nilai Dasar yang Melandasi Kegiatan
Akuntabilias: Dalam implementasinya diperlukan sebuah
tanggung jawab dalam melakukan identifikasi hasil aktualisasi.
Komitmen Mutu. Diperlukan juga profesonalsme dalam
melakukan monitoring dan evaluasi serta interpretasi hasil dari
penerapan persiapan pra operasi yang benar sesuai busapi
Anti korupsi. Diperlukan komitemn disiplin untuk menjalankan
monitoring serta evaluasi bagi pelaksanaan persiapan operasi
Etika Publik. Diperlukan sikap yang sopan santun antar
perawat/bidan dalam memberi pelayanan persiapan pra
operasi.
c. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi

43
Kegiatan monitoring dan evaluasi memberikan kontribusi pada
visi Rumah sakit yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten
Probolinggo Berakhlak Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan dan
Berdaya Saing”.
d Penguatan Nilai Organisasi
Nilai-nilai berupa profesional, sopan-santun, disiplin,
bertanggung jawab dapat menguatkan visi dari rumah sakit
yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Probolinggo
Berakhlak Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan dan Berdaya
Saing” agar dapat terwujud.

11) Kegiatan 11
a. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan 11: Penyusunan laporan dan pengumpulan
dokumentasi kegiatan
Waktu Pelaksanaan : 10-12 November 2019
Tempat Pelaksanaan : IBS RSUD Tongas, Rumah
Dalam kegiatan ini perlu disiapkan yaitu data aktualisasi,
hasil aktualisasi serta laporan aktualisasi yang akan di
konsultasikan ke mentor guna didapat laporan yang sesuai
dengan tata aturan penulisan laporan. Adapun bukti dari
kegiatan tesebut terdapat pada lampiran 11.
b. Aktualisasi Nilai-nilai Dasar yang Melandasi Kegiatan
Akuntabilias: Dalam implementasinya diperlukan sebuah
tanggung jawab dalam melakukan penyusunan laporan hasil
aktualisasi.
Etika publik: Diperlukan juga profesonalisme dalam
melakukan penyusunan laporan hasil aktualisasi serta
transparansi.
Whole of Government: Diperlukan kerjasama dengan mentor
guna didapatkan laporan yang sesuai dengan aturan.

44
Anti korupsi dalam penyusuanan diperlukan kejujuran dalam
pelaksanaan aktualisasi
Komitmen Mutu: diperlukan konsistensi dalam berkomitmen
agar pelaksanaan dapat berjalan efekti, efisie, profesional
sehingga laporan dapat menggambarkan secara nyata
pelaksanaan yang sudah dilakukan
c. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan penyusunan laporan dan pengumpulan dokumentasi
kegiatan memberikan kontribusi pada visi Rumah sakit yakni
“Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Probolinggo Berakhlak
Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan dan Berdaya Saing”.
d Penguatan Nilai Organisasi
Nilai-nilai berupa profesional, jujur, disiplin, bertanggung jawab ,
kerjasama, transparasi dapat menguatkan visi dari rumah sakit
yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Probolinggo
Berakhlak Mulia Yang Sejahtera Berkeadilan dan Berdaya
Saing” agar dapat terwujud.

4.2 Hasil Capaian Pelaksanaan Aktualisasi


Tabel 4.1 Pelaksanaan Hasil Capaian Aktualisasi
No Kegiatan Hasil Capaian
1 Pelaksanaan konsultasi dan  Mendapat dukungan dalam
diskusi dengan Mentor terkait melaksanakan aktualisasi
rancangan aktualisasi yang
dibuat  Mendapatkan bimbingan
dalam melakukan kegiatan
aktualisasi
 Mendapat masukan
mengenai alur melakukan
aktualisasi, target jangka
pendek, menengah dan
panjang, dokumentasi

45
No Kegiatan Hasil Capaian
kegiatan aktualisasi

2 Pelaksanaan konsultasi dan  Mendapat saran pembuatan


diskusi dengan Coach terkait laporan aktualisasi, saran
rancangan aktualisasi yang
dibuat dalam presentasi saat
seminar serta pembuatan
bukti konsultasi.
3 Pelaksanaan koordinasi dengan  Mendapat dukungan dalam
perawat terkait rancangan pelaksanaan aktualisasi
aktualisasi yang dibuat
 Mendapat saran dalam
pembuatan buku saku dan
form timbang terima
persiapan pra operasi
4 Pelaksanaan koordinasi dengan  Mendapat dukungan dalam
rekam medis terkait rancangan pelaksanaan aktualisasi
aktualisasi yang dibuat
 Mendapat saran terkait alur
penerapan form timbang
terima
5 Pembuatan rencana jadwal  Jadwal aktualisasi selama
aktualisasi 10 hari
6 Perancangan dan Pembuatan  Terbentuknya Buku Saku
Persiapan Pre Operasi dan
Buku Saku Persiapan Pra
form timbang terima pra
Operasi dan lembar form timbang operasi
terima
7 Penyusunan Peraturan Direktur,  Terbentuknya Peraturan
SK, SOP, petunjuk teknis yang Direktur, SK, SOP
berkaitan dalam Buku Saku
Persiapan Pra Operasi dan
lembar form timbang terima pra
operasi

46
No Kegiatan Hasil Capaian
8 Pelaksanaan sosialisasi pada  Dukungan dari perawat di
rekan kerja terkait Buku Saku RSUD Tongas
Persiapan Pra Operasi dan form
timbang terima pra operasi.
9 Penerapan penggunaan form  Pengisian form timbang
timbang terima pra operasi terima pra operasi sesuai
implementasi dari buku
saku persipan pra operasi
(busapi)
10 Identifikasi hasil penggunaan  Didapatkan hasil
form timbang terima pra operasi
pelaksaaan aktualiasi.
Perbandingan kejadian ILO
serta kejadian potensi
cidera sebelum dan
sesudah adanya buku saku
persiapan pra operasi
11 Penyusunan laporan dan  Tersusunnya laporan
pengumpulan dokumentasi
kegiatan aktualisasi

4.3 Analisa Dampak


Analisa dampak merupakan kegiatan untuk menganalisa dampak
yang ditimbulkan jika aktualisasi ini tidak dilakukan. Kegiatan aktualisasi
ialah kegiatan untuk menangani isu atau permasalahan yang muncul di
institusi tempat penulis bekerja. Untuk mengatasi isu tersebut, penulis
merumuskan solusi berupa penggunaaan buku saku persiapan operasi
(BUSAPI) dengan mengimplementasikan nilai-nilai ANEKA untuk
optimalisasi pelaksaan persiapan pasien operasi. Berikut ini adalah
sajian analisis dampak yang terjadi jika kegiatan aktualisasi ini tidak
diterapkan:

47
1. Tidak terpenuhinya persiapan pasien pra operasi dengan baik.
2. Tertundanya operasi karena kesalahan persiapan.
3. Proses operasi berjalan dengan tidak lancar akibat persiapan
operasi yang salah.
4. Meningkatnya resiko insiden potensi cidera serta resiko infeksi
karena persiapan operasi yang tidak tepat.
Beberapa dampak yang dijabarkan di atas merupakan kumpulan
masalah jika tidak ditangani. Hal ini tentu akan merugikan baik instansi
maupun masyarakat dalam segi pelayanan kesehatan. Penulis melalui
kegiatan aktualisasi telah mengurangi sekaligus meminimalisir dampak-
dampak di atas.
Penulis juga melakukan analisa dampak terhadap resiko jika tidak
diimplementasikannya nilai-nilai dasar ANEKA dalam kegiatan aktualisasi.
Analisis dampak nilai-nilai dasar ANEKA ini akan disajikan dalam bentuk
matrik berikut:
Tabel 4.2 Analisa Dampak
No Kegiatan Nilai-nilai Dasar Dampak Bila Tidak di
Aktualisasikan
1 Pelaksanaan Akuntabilitas: Akuntabilitas: tanpa
konsultasi dan diskusi (Kepemimpinan,
rasa tanggung jawab
dengan Mentor terkait Transparansi,.
Tanggung Jawab) kegiatan konsultasi
rancangan aktualisasi
Etika Publik
yang dibuat tidak akan terlaksana,
(hormat,
komunikatif, tidak ada dukungan
jelas,sopan santun)
dari mentor
Whole of
Government Etika Publik: Proses
(Kerjasama,
konsultasi tidak akan
koordinasi)
Komitmen Mutu dihargai.
(Efektif,efisien,
Whole of
profesional)
Government: Tidak
ada dukungan dari
mentor
Komitmen Mutu:

48
No Kegiatan Nilai-nilai Dasar Dampak Bila Tidak di
Aktualisasikan
Tidak terlaksana
dengan baik kegiatan
aktualisasi

2 Pelaksanaan Akuntabilitas: Akuntabilitas: tanpa


konsultasi dan diskusi (Kepemimpinan,
rasa tanggung jawab
dengan Coach terkait Transparansi,.
Tanggung Jawab) rancangan aktualisasi
rancangan aktualisasi
Etika Publik
yang dibuat tidak akan selsai
(hormat,
komunikatif, sehingga kegiatan
jelas,sopan santun)
konsultasi tidak akan
Whole of
Government terlaksana, tidak ada
(Kerjasama,
dukungan dari coach
koordinasi)
Komitmen Mutu Etika Publik: Proses
(Efektif,efisien,
konsultasi tidak akan
profesional)
dihargai.
Whole of
Government: Tidak
ada dukungan dari
coach
Komitmen Mutu:
Tidak terlaksana
dengan baik kegiatan
aktualisasi
3 Pelaksanaan Akuntabilitas: Akuntabilitas: Jika
koordinasi dengan (Kepemimpinan,
tidak ada rasa
perawat terkait Transparansi,.
Tanggung Jawab) tanggung jawab dan
rancangan aktualisasi
Etika Publik:
yang dibuat kemampuan
(sopan santun )
Komitmen mutu : memimpin eserta
(Inovatif)
menyampaikan
Whole of
Goverment (WOG) gagasan maka

49
No Kegiatan Nilai-nilai Dasar Dampak Bila Tidak di
Aktualisasikan
(Koordinasi) kegiatan koordinasi
tidak dapat terlaksana
Etika Publik: Tidak
dihargai oleh senior
sehingga tidak
mendapat dukungan
Komitmen Mutu:Hasil
pelaksanaan tidak
sesuai harapan
Whole of
Government :kegiatan
tidak berjalan sesuai
rencana
4 Pelaksanaan Akuntabilitas: Akuntabilitas: Jika
(Kepemimpinan,
koordinasi dengan tidak ada rasa
Transparansi,.
rekam medis terkait Tanggung Jawab) tanggung jawab dan
Etika Publik:
rancangan aktualisasi kemampuan
(sopan santun)
yang dibuat Komitmen mutu : memimpin eserta
(Inovatif)
menyampaikan
Whole of
Goverment (WOG) gagasan maka
(Koordinasi)
kegiatan koordinasi
tidak dapat terlaksana
Etika Publik: Tidak
dihargai oleh senior
sehingga tidak
mendapat dukungan
Komitmen Mutu:Hasil
pelaksanaan tidak
sesuai harapan
Whole of

50
No Kegiatan Nilai-nilai Dasar Dampak Bila Tidak di
Aktualisasikan
Government :kegiatan
tidak berjalan sesuai
rencana

5 Pembuatan rencana Profesional Profesional: Kegiatan


(kompeten,
jadwal aktualisasi aktualisasi tidak dapat
integritas)
Inovatif berjalan jika penulis
(Melaksanakan ide
tidak totalitas dalam
baru)
Akuntabel bekerjasama serta
(Bertanggung
menyiapkan bahan
jawab)
yang akan digunakan
dalam aktualisasi
Inovatif: tanpa inofasi
melaksanakan ide
baru penulis tidak
akan dapat
menerapkan
aktualisasi inovasi.
Akuntabiltas:Kegiatan
aktualisasi tidak sesuai
dengan harapan bila
penulis tidak
bertanggungjawab
terjhadap rencana
jadwalnya
6 Perancangan dan Profesional Profesional: Jika
(kompeten,
Pembuatan Buku Saku penulis tidak
integritas)
Persiapan Pra Operasi Inovatif menggunakan
(Melaksanakan ide
dan lembar form berbagai sumber dan
baru)
timbang terima Akuntabel saran maka buku saku

51
No Kegiatan Nilai-nilai Dasar Dampak Bila Tidak di
Aktualisasikan
(Bertanggung persiapan pra operasi
jawab)
dan form timbang
terima pra operasi
tidak dapat terbentuk
Inovatif: Jika penulis
tidak berani
mengeluarkan ide
kreatifitasnya maka
pembuatan buku saku
persiapan pra operasi
dan form timbang
terima pra operasi
akan terhambat
Akuntabilitas: Tidak
didapat form yang
sesuai dengan
kebutuhan
7 Penyusunan Peraturan Profesional Profesional: Jika
(kompeten,
Direktur, SK, SOP, penulis tidak membuat
integritas)
petunjuk teknis yang Inovatif Peraturan Direkur, SK,
(Melaksanakan ide
berkaitan dalam Buku SOP maka
baru)
Saku Persiapan Pra Akuntabel implementasi tidak
(Bertanggung
Operasi dan lembar akan mempunyai
jawab)
form timbang terima payung hukum
pra operasi Inovatif: Jika penulis
tidak berani
oengajukan idenya
membuat Peraturan
Direktur, SK, SOP
maka implementasi

52
No Kegiatan Nilai-nilai Dasar Dampak Bila Tidak di
Aktualisasikan
akan terhambat
Akuntabilitas: Jika
penulis tidak
mengajukan Perauran
Direktur, SK, SOP
maka aktualisasi tidak
dapat dijalankan oleh
petugas lain
SOP tidak dapat
disahkan sesuai
standar

8 Pelaksanaan Akuntabilitas Akuntabiltas :Maksud


(Kejelasan,
sosialisasi pada rekan tujuan aktualisasi tidak
Transparansi,
kerja terkait Buku Saku Kepercayaan) tercapai
Nasionalisme
Persiapan Pra Operasi Nasionalisme: Jika
Amanah,
dan form timbang Percaya diri) penulis tidak percaya
Etika Publik:
terima pra operasi. diri maka
(Sopan,Hormat)
Profesional penyampaian maksud
(kompeten,
dan tujuan sosialiasi
integritas)
tidak akan dimengerti
peserta
Etika Publik :Tidak
dihargai sehingga
proses terhambat
Profesional: Jika tidak
dijalankan scara
profesional kegiatan
sosialisasi akan
terhambat

53
No Kegiatan Nilai-nilai Dasar Dampak Bila Tidak di
Aktualisasikan

9 Penerapan Akuntabilitas Akuntabilitas:


(Kejelasan,
penggunaan form Penerapan berjalan
Kepercayaan,
timbang terima pra Tanggung jawab, tidak sesuai rencana.
Integritas)
operasi Nasionalisme: Muncul
Nasionalisme
(Disiplin) rasa apatis/ ketidak
Etika Publik:
pedulian.
(Sopan, Hormat
Tanggung jawab) Etika Publik: Tidak
Whole of
dihargai sehingga
Goverment (WOG)
(Koordinasi) penerapan terganggu.
Whole of
Government: Tidak
ada koordinasi
sehingga pelakanaan
terhambat.
10 Identifikasi hasil Akuntabilitas Akuntabilitas:Hasil
penggunaan form (Tanggung jawab,
tiak sesuai harapan
timbang terima pra Transparansi,
operasi Kejelasan, Anti korupsi:
Integritas,
Pelaksanaan akan
Konsisten)
Anti korupsi terhambat
(Disiplin)
Etika Publik: Tidak
Etika Publik
(Sopan) dihargai rekan
sejawat, pelaksanaan
terhambat
11 Penyusunan laporan Akuntabilitas Akuntabilitas:
(Tanggung
dan pengumpulan Penyusunan laporan
jawab,
dokumentasi kegiatan transparansi, tidak sesuai dengan
kejelasan,
standar atau saran
integritas,
konsisten) coach dan mentor
Anti korupsi
Anti Korupsi: Isi
(Disiplin, jujur)
54
No Kegiatan Nilai-nilai Dasar Dampak Bila Tidak di
Aktualisasikan
Etika Publik laporan tidak dapat
(Transparansi)
dipertanggung
Whole of
goverment jawabkan.
(koordinasi)
Etika Publik: tidak
Komitmen Mutu:
dihargai oleh mentor ,
(Efektif,efisien,
coach serta perawat
profesional)
senior
Whole of goverment
Konsultasi terkait
pembuatan laporan
tidak dapat berjalan
dengan lancar
sehingga sulit
mendapat saran yang
membangun laporan
agar lebih baik
Komitmen Mutu:
kualitas penyusunan
laporan kurang bisa
dipertanggung
jawabkan

55
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kegiatan aktualisasi yang terdiri dari sebelas kegiatan dapat
terlaksana dengan baik. Semua kegiatan aktualisasi dilaksanakan
dengan mengimplementasikan nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi yang diakronimkan menjadi ANEKA. Melalui tahapan-tahapan
kegiatan yang telah dilaksanakan, inovasi melalui buku saku persiapan
pra operasi (BUSAPI) telah berhasil menjadi solusi terhadap isu
pelaksanaan persiapan pasien pra operasi di ruang kelas III dan ruang
Obgyn RSUD Tongas.
Buku saku persiapan pra operasi (BUSAPI) berisi tentang
pedoman singkat tata cara persiapan pra operasi. Buku tersebut dapat
menjadi pedoman perawat maupun bidan dalam mempersiapkan pasien
yang akan menjalani operasi. Evaluasi dari pelaksanaan busapi tersebut
diwujudakan dalam bentuk form timbang terima pra operasi, dimana
perawat /bidan mendokumentasikan kegiatan yang sudah dilakukan
pada pasien yang akan menjalani operasi.
Pelaksanaan implementasi selama 10 hari menunjukkan hasil
yang signifikan. Perawat/bidan betul-betul menjalankan persiapan
operasi sesuai pedoman, dan data menunjukkan daanya penurunan
angka kejaian infeksi luka operasi (ILO) sebelum diterapkan BUSAPI
pada bulan Januari-September mencapai 1% stelah diterapkan turun
menjadi nol persen. Sedangkan untuk kejadian potensi cidera pra
operasi angka kejadiannya dari bulan Januari-September mencapai 9
kasus, setelah diterapkannya menurun menjadi nol kasus.
Penulis berharap kedepannya agar budaya pemberian persiapan
operasi yang baik dan benar dapat diteruskan sehingga meminimalkan
kejadian ILO serta potensi cidera yang berdampak pada kualitas mutu

56
pelayanan rumah sakit serta kepuasan pelanggan yang menggunakan
jasa rumah sakit.

5.2 Saran
Dari pelaksanaan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ANEKA di
RSUD Tongas, saran yang diberikan antara lain:
1. Perawat/Bidan
Pelaksanaan persiapan pra operasi beserta pendokumentasiannya
yang baik dan benar sesuai dengan busapi diharapkan terus
dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi budaya pelayanan
prima RSUD Tongas
2. Manajemen RS
Form timbang terima pra operasi dapat diusulkan menjadi bagian
rekam medik agar dapat diterapkan seterusnya selain untuk
memenuhi persyaratan akreditasi SNARS juga sebagai upaya
menjaga mutu pelayanan.

57
DAFTAR PUSTAKA

Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan
Minimal di Rumah Sakit.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


Hk.02.02/Menkes/251/2015 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan
Kedokteran Anestesiologi Dan Terapi Intensif

Peraturan Menteri Kesehatan No 1691 tahun 2011 tentang Keselamatan Pasien


Rumah Sakit.

Smeltzer & Bare (2013), Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Burner & Suddarty
Edisi 8 Jakarta: EGC.

WHO 2015, Implementation Manual To Support The Prevention Of Surgical Site


Infections At The Facility Level – Turning Recommendations Into Practice
Diakses pada 8 Oktober 2019 melalui https://www.who.int/infection-
prevention/publications/implementation-manual-prevention-surgical-site-
infections.pdf?ua=1

WHO 2016. Global Guidelins For The Prevention Of Surgical Site Infection. Diakses
pada 8 Oktober 2019 melalui https://www.who.int/gpsc/global-guidelines-
web.pdf?ua=1

Assosiatoin of surgical Technology. AST Standards of Practice for Skin Prep of the
Surgical Patient.Diakses pada 9 Oktober 2019 melalui
http://www.ast.org/uploadedFiles/Main_Site/Content/About_Us/Standard_Ski
n_Prep.pdf

Sientifif Electronic Library Online (SCIELO). Practical Recommendations for


Preoperative Skin Antisepsis. Diakses pada 9 Oktober 2019 melalui
http://www.scielo.org.co/pdf/inf/v22n1/0123-9392-inf-22-01-00046.pdf
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
KONSULTASI
DENGAN MENTOR

1. SURAT
PERNYATAAN
MENTOR
2. BERITA ACARA
BIMBINGAN
3. DOKUMENTASI
DOKUMENTASI
DOKUMENTASI DENGAN MENTOR

Foto Kegiatan Konsultasi dengan Mentor


LAMPIRAN 2
KONSULTASI
DENGAN COACH

1. BERITA ACARA
BIMBINGAN
2. DOKUMENTASI
DOKUMENTASI

DOKUMENTASI DENGAN COACH

LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 3
KOORDINASI
DENGAN PERAWAT
IBS

1. UNDANGAN
2. DAFTAR HADIR
3. NOTULENSI
4. DOKUMENTASI
DOKUMENTASI
LAMPIRAN 4
KOORDINASI
DENGAN REKAM
MEDIS

1. UNDANGAN
2. DAFTAR HADIR
3. NOTULENSI
4. DOKUMENTASI
DOKUMENTASI
LAMPIRAN 5
PEMBUATAN
RENCANA JADWAL
RANCANGAN
AKTUALISASI

1. JADWAL
AKTUALISASI
2. DOKUMENTASI
JADWAL PELAKSANAAN AKTUALIASI
No. Kegiatan Tanggal Output
Pelaksanaan

1. Pelaksaaan konsultasi dan 15 Oktober 2019


1. Surat tugas
diskusi dengan Mentor terkait
2. Lembar
rancangan aktualisasi yang konsultasi
3. Dokumentasi
dibuat

2. Pelaksaaan konsultasi dan 10 Oktober dan 13 1. Lembar


November 2019 konsultasi
diskusi dengan Coach terkait
2. Dokumentasi
rancangan aktualisasi yang
dibuat

3. Pelaksanaan koordinasi 18 Oktober 2019 1. Undangan


dengan perawat terkait 2. Daftar hadir
3. Notulensi
rancangan aktualisasi yang
4. Dokumentasi
dibuat.
4. Pelaksanaan koordinasi 19 Oktober 2019 1. Undangan
dengan rekam medis terkait 2. Daftar hadir
3. Notulensi
rancangan aktualisasi yang
4. Dokumentasi
dibuat.
5. Pembuatan rencana jadwal 16 Oktober 2019 1. Jadwal aktualiasi
2. Dokumentasi
rancangan aktualisasi.
6. Perancangan dan 21-24 Oktober 2019 1. Buku Saku
Pembuatan Buku Saku Persiapan Pre
Operasi
Persiapan Pra Operasi dan 2. Form timbang
lembar form timbang terima terima pra
operasi
pra operasi sebagai evaluasi
3. Dokumentasi
dari pelaksaaan Buku Saku
Persiapan Pra Operasi
7. Penyusunan Peraturan 28-30 Oktober 2019 1. Peraturan
Direktur, SK, SOP, petunjuk Direktur
2. SK
teknis yang berkaitan dalam 3. SOP
Buku Saku Persiapan Pra 4. Petunjuk teknis
Operasi dan lembar form
timbang terima pra operasi
8. Pelaksanaan sosialisasi pada 1-2 November 1. Undangan
rekan kerja terkait Buku Saku 2019 2. Daftar hadir
3. Notulensi
Persiapan Pra Operasi dan
4. Dokumentasi
form timbang terima pra
operasi.

9. Penerapan penggunaan form 2 November-11 1. Form timbang


November 2019 terima pra
timbang terima pra operasi
operasi yang
terisi
2. Dokumentasi

10. Identifikasi hasil penggunaan 2 November-11 1. Hasil evaluasi


form timbang terima pra 2. Dokumentasi
operasi November 2019

11. Penyusunan laporan dan 10-12 November 1. Dokumentasi


pengumpulan dokumentasi 2019
kegiatan
DOKUMENTASI
LAMPIRAN 6

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN


BUKU SAKU PERSIAPAN PRA
OPERASI DAN LEMBAR FORM
TIMBANG TERIMA PRA OPERASI

1. BUKU SAKU PERSIAPAN


PRA OPERASI
2. FORM TIMBANG TERIMA
PRA OPERASI
3. DOKUMENTASI
BUKU SAKU PERSIAPAN
PRA OPERASI
(BUSAPI)

RSUD TONGAS
PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO
Jl. Raya Tongas No. 229 Telp (0335) 511837
email : rsudtongas.kabprob@gmail.com
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita
sebagai hambanya, sehingga sampai saat ini kita masih bisa melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab
sebagai perwujudan dari ibadah yang kita jalankan.
Penyusunan Buku Saku Persiapan Pra Operasi (BUSAPI) ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada
perawat dalam meningkatkan pemberian pelayanan asuhan keperawatan pada persiapan pasien pra operasi.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak dr. Hariyawan Dwi Tamtomo, M.MKes selaku Direktur RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo yang te-
lah memberikan ijin untuk pelaksanaan kegiatan aktualisasi di RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo.
2. Ibu dr. Ria Thajandani, M.M selaku Mentor dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan RSUD Tongas Kabupaten
Probolinggo yang telah membimbing, memberi masukan, serta memberikan fasilitas yang ada di instansi guna
mendukung kegiatan Aktualisasi.
3. Dr. H. Jariayanto, M.Si, selaku Coach yang berkenan meluangkan waktu untuk membimbing, memberi arahan,
serta masukan selama Aktualisasi ini.
4. dr. Raden Sudarmi W.Sp.An, Eko Prasetyo I, Amd.Kep, yang berkenan meluangkan waktu untuk membimbing
memberi saran untuk penyusuanan dan pembuatan buku saku ini.
5. Seluruh rekan perawat ruang kelas III dan ruang obgyn RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo.
Akhir kata terima kasih kepada semua, dan kami menyadari bahwa buku saku persiapan pra operasi ini ma-
sih perlu penyempurnaan lebih lanjut, maka kami berharap masukan, koreksi, serta kri k membangun demi ke-
sempurnaan buku ini.

Probolinggo, Oktober 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................................... 1
A. Latar belakang.................................................................................................................................... 1
B. Tujuan ............................................................................................................................................... 2
C. Manfaat............................................................................................................................................. 2
BAB II MATERI PERSIAPAN PRA OPERASI............................................................................................. 3
A. PERSIAPAN FISIK .............................................................................................................................. 3
1.Mandi ................................................................................................................................................. 3
2. Menghilangkan rambut........................................................................................................................ 4
3. Kebersihan lambung dan kolon ............................................................................................................ 5
4. Maintenance cairan ............................................................................................................................ 6
5. Nutrisi ................................................................................................................................................ 6
6. Pengosongan kandung kemih ............................................................................................................... 7
7. Membersihkan cat kuku,makeup .......................................................................................................... 7
8. Pemberian an bio k profilaksis............................................................................................................ 7
9. Penandaan daerah operasi .................................................................................................................. 7
10. La han pra operasi ........................................................................................................................... 8
B. PERSIAPAN PENUNJANG .................................................................................................................. 8
1. Persiapan dokumen penunjang ............................................................................................................ 9
2. Pemeriksaan status anastesi ................................................................................................................. 9
3. Informed consent ................................................................................................................................ 9
4. Persiapan mental/psikis ....................................................................................................................... 10
5. Persiapan darah ................................................................................................................................. 10
6. Persiapan cairan/obat.......................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 11

iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 tahun 2008, Rumah Sakit sebagai salah satu pelayanan ke-
sehatan dituntut memberi pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan men-
jangkau seluruh lapisan masyarakat. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan 2011 dijelaksan bahwa keselamatan pa-
sien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan yang lebih aman melipu asasemen
resiko, iden fikasi, dan mengelolaan hal yang berhubungan dengan resiko pasien, pelaporan dan analisis insiden,
ndakan selanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan mbulnya resiko dan mencegah terjadinya
cidera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu ndakan melaksanakan suatu ndakan atau -
dak mengambil ndakan yang seharusnya diambil.
Keselamatan pasien pen ng dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien selama dirawat serta meminimal-
kan suatu insiden kejadian. Insiden adalah se ap kejadian yang dak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan
atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada pasien. Dalam upaya mencegah terjadinya keja-
dian yang dak diharapkan pada pasien perlu ditumbuhkan budaya rumah sakit yang mendukung keselamatan
pasien dan peningkatan mutu pelayanan. Se ap rumah sakit harus menerapkan enam sasaran keselamatan pasi-
en, melipu ketepatan iden fikasi pasien, peningkatan komunikasi yang efek f, peningkatan keamanan obat yang
perlu diwaspadai, kepas an tepat lokasi-tepat prosedur-tepat pasien operasi, pengurangan risiko jatuh, dan pe-
ngurangan risiko infeksi. Pengurangan resiko infeksi menjadi bagian pen ng dalam menjalankan komitmen mutu
pelayanan rumah sakit.
Angka kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO) secara global bervariasi dimana di Amerika ditemukan mencapai
2,6%, di Austraila mencapai 2,8% di negara-negara Asia Tenggara mencapai 7,8 (WHO, 2015). Hal tersebut me-
nandakan bahwa IDO masih menjadi permasalahan di negara-negara berkembang. Berdasarkan laporan komite
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi (PPI) angka kejadian IDO di RSUD Tongas mencapai 7,1% sejak bulan Janu-
ari hingga Agustus 2019. IDO dapat dicegah dan berkaitan dengan keselamatan pasien. IDO dapat dicegah de-
ngan melakukan persiapan pra operasi secara benar (WHO, 2016).
Persiapan pasien pra operasi merupakan serangkaian persiapan yang dikakukan pada pasien yang akan men-
jalani operasi berupa persiapan fisiologis, pemeriksaan penunjang serta persiapan psikologis (Smeltzer dkk, 2011).
Di RSUD Tongas cukup sering ditemukan persiapan pasien operasi yang belum benar. Beberapa persiapan pra
operasi yang belum benar diatnaranya: belum diberikan an bio k profilaksis untuk persiapan pra operasi, belum
menjalani pencukuran, belum terpasang kateter untuk operasi yang diperkirakan berjalan lama, pasien batal ope-
rasi karena minum saat harus dipuasakan pasien menjalani pencukuran yang dak tepat. Hal ini membuk kan ba
hwa insiden potensi cidera ini merupakan hal yang serius, dapat mengancam keselamatan pasien serta memper-
besar resiko terjadinya infeksi daerah operasi (IDO). Kondisi tersebut diharapkan segera mendapatkan peha an
khusus.

1
Perawat menjadi tenaga kesehatan yang berada disisi pasien untuk memenuhi kebutuhan perawatan selama
24 jam. Perawat juga bertanggung jawab terhadap kondisi pasien termasuk persiapan pra operasi. Pengetahuan
perawat pen ng untuk di ngkatkan agar dapat melakukan persiapan pra operasi dengan baik dan benar sehing-
ga operasi berjalan dengan lancar, aman, serta meminimalkan resiko cidera dan resiko infeksi yang terjadi pada
pasien. Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi yang ditawarkan adalah Op malisasi Pelaksaan Persiapan Pa-
sien Operasi Dengan Buku Saku Persiapan Pra Operasi (BUSAPI) Pada Perawat di RSUD Tongas Kabupaten Probo
linggo.

B. Tujuan
Buku saku Persiapan Pra Operasi (BUSAPI) diharapkan dapat memberikan pedoman dan edukasi pada pera-
wat sehingga perawat mampu mengaplikasikan persiapan pra operasi dengan benar demi peningkatan pelaya-
nan dan keselamatan pasien di RSUD Tongas.

C. Manfaat
Adapun manfaat BUSAPI (Buku Saku Persiapan Pra Operasi) ini diharapkan:
1. Manfaat Internal :
a) Membiasakan melaksanakan standar pelayanan yang telah ada;
b) Meningkatkan pengetahuan Petugas Pemberi Asuhan tentang persiapan pra operasi yang sesuai stan-
dar.
2. Manfaat Eksternal:
a) Masyarakat mendapat pelayanan yang baik sesuai standar;
b)Meningkatkan kepuasan masyarakat serta mempercepat proses pemulihan setelah operasi.

2
BAB II MATERI PERSIAPAN PASIEN PRA OPERASI
Persiapan pasien pra operasi merupakan serangkaian persiapan yang dikakukan pada pasien yang akan menja-
lani operasi berupa persiapan fisiologis, pemeriksaan penunjang serta persiapan psikologis (Smeltzer & Bare,
2011).
Persiapan langkah-langkah pra operasi:
A. Persiapan Fisik
1. Mandi (personal hygene)
Hal yang diperha kan untuk persiapan mandi pasien menjelang operasi antara lain :
a. Mandi merupakan hal pen ng yang dibutuhkan sebelum operasi untuk menghilangkan kotoran, minyak,
mikroorganisme di kulit.
b. Menurut WHO (2016), mandi untuk persiapan operasi disarankan untuk se daknya dilakukan dua kali
sebelum operasi dilaksanakan yakni pada malam sebelum operasi dan pagi hari menjelang operasi.
c. Mandi dilakukan dengan membersihkan seluruh tubuh termasuk keramas dengan menggunakan cairan
chlorhexidin gluconate (CHG) 4%, sabun an sep c, atau sabun biasa.
d. Cairan sabun sebaiknya dilbiarkan selama 5 menit di atas kulit agar mikroorganisme dapat terbunuh se-
cara maksimal sebelum dibilas
e. Penggunaan sabun-sabun tersebut jangan sampai mengenai mukosa di tubuh seper mulut, mata.

(a) (b) (c)


Gambar 1. a) sabun biasa b) CHG 4% c) sabun an sep c

CATATAAN PENTING: mandi dilakukan 2 kali, pada malam sebelum operasi dan pagi hari menjelang operasi dengan
memnbersihkan seluruh tubuh menggunakan CHG 4%, sabun an sep c, sabun biasa yang dibiarkan selama 5 menit
di atas permukaan kulit sebelum dibilas

3
2. Menghilangkan rambut
Hal yang perlu diperha kan dalam menghilangkan rambut antara lain:
a. Pada saat mandi dengan cairan CHG 4%, sabun an sep c, atau sabun biasa, rambut seharusnya sudah
bersih. Namun bila rambut dirasa menggangu proses berjalannya operasi atau persiapan mandi pasien
dirasa kurang meyakinkan untuk menekan mikroorganisme maka menghilangkan rambut dapat dikaku-
kan.
b. Tujuan lain menghilangkan rambut untuk memudahkan daerah eksposur serta memudahkan dalam pro-
ses hac ng.
c. Terdapat banyak cara yang dapat digunakan untuk menghilangkan rambut: menggunakan clipper bedah,
depilatory cream, pencukur rambut konvensional.
d. Saat ini, mencukur rambut dalam Associa on Of Periopera ve Registered Nurse (AORN) (2015) sudah -
dak disarankan karena dapat menimbulkan iritasi dan menjadi port de entry mikroorganisme.
e. Rekomendasi WHO (2016), menghilangkan rambut menggunakan clipper bedah lebih direkomendasikan
karena clipper bedah dak langsung menyentuh kulit sehingga meminimalkan mbulnya iritasi kulit.
f. Cara lain untuk menghilangkan rambut yakni menggunakan depilatory cream dimana krim tersebut mam-
pu merontokkan rambut-rambut setelah diolesi.
g. Menghilangkan rambut sebaiknya dilakukan sesegera sebelum waktu operasi, bukan semalam sebelum
operasi (WHO, 2016).
h. Mengilangkan rambut yang benar adalah degan cara mencukur rambut dari atas ke bawah (searah de-
ngan pertumbuhan rambut).

(a) (b) (c)


Gambar 2. a) Clipper bedah b) depilatory cream c) pencukur konvensional
CATATAN PENTING: menghilangkan rambut lebih utama disarankan menggunakan cliiper bedah atau depilatory
cream daripada pencukur konvensioanal. Dilakukan dengan cara mencukur rambut dari atas ke bawah (searah de-
ngan pertumbuhan rambut) sesegera sebelum waktu operasi. Idealnya dilakukan 30 menit sebelum operasi dimulai
setelah/saat an bio k profilakis dimasukkan

4
3. Kebersihan lambung dan kolon
Tujuan dari pengosongan lambung dan kolon untuk menghindari aspirasi (masuknya cairan lambung ke par
paru) dan menghindari kontaminasi feses ke area pembedahan sehingga menghindarkan terjadinya infeksi
daerah operasi pasca pembedahan.
Intervensi keperawatan yang bisa diberikan diantaranya:
a. Pasien dipuasakan selama 7 sampai 8 jam
b.Pedoman Puasa pada operasi elek f menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK
02 tahun 2015 dapat dilihat di Tabel 1.
Tabel 1. Pedoman puasa pada opersi elek f berdasarkan umur dan makanan

Cairan bening
Susu Formula
Umur Padat (Jam) (air putih, teh) ASI (Jam)
(Jam)
(Jam)
Neonatus 4 2 4 4
< 6 bualn 4 2 6 4
6-36 bulan 6 3 6 4
>36 bulan 6 2 6
Dewasa 6-8 2

c. Pasien dilakukan ndakan pengosongan lambung dan kolon dengan ndakan enema/lavement/klisma/
huknah.
d. Prosedur enema/lavement/klisma/huknah adalah suatu prosedur untuk memasukkan cairan ke dalam
colon memalui anus.
e. Enema bertujuan untuk meragsang peristal k kolon supaya dapat buang air besar, membersihkan colon
untuk persiapan operasi.
f. Enema diberikan melalui cairan gliserin, namun saat ini sering digunakan obat laxa ve yang diberikan se-
cara supposutoria.
g. Khusus pada pasien yang membutuhkan operasi CITO (segera), seper pada pasien kecelakaan lalu lintas,
maka pengosongan lambung dapat dilakukan dengan cara pemasangan NGT (naso gastric tube).
TIPS: Hal yang sering dak terpantau oleh perawat adalah puasa. Untuk itu kerjasama perawat, pasien serta keluar-
ga diperlukan untuk menjaga puasa yang sudah dijadwalkan. Hal yang dapat dilakukan perawat yaitu dengan mele-
takkan papan puasa yang berisi jam mulai puasa, agar se ap orang yang melewa papan tersebut menger bahawa
pasien sedang berpuasa sehingga dapat sama-sama menjaga agar pasien tetap berpuasa sesuai jam yang ditentu
kan
5
4. Maintenance cairan
a. Rumatan/maitenance cairan pra operasi menjadi hal pen ng yang dilakukan sebelum operasi.
b. Tujuannya untuk menggan asupan cairan selama pasien dipuasakan, menggan kehilangan darah.
c. Pasien dewasa dengan indikasi dak ada pembatasan cairan (restrict) dapat dilakukan pemberian cairan
dengan Rumus Holiday Segar:
4x 10 kg pertama + 2x 10 kg kedua +1x sisa BB=..... cc/jam
Misal terdapat pasien dengan BB 50 kg maka total maintenance cairan yang diberikan adalah 4x 10 + 2x 10 +
d. Pada pasien anak-anak pemberian cairan digunakan perhitungan:
4xkgbb/jam.
e. Selain itu untuk menggan kehilangan cairan selama puasa digunakan perhitungan
P= lama puasa (jam)x maintenance cairan.
Misal pasien puasa selama 4 jam maka cairan penggan puasa adalah 4X 90= 360cc.
f. Untuk maintenance cairan perlu diperha kan kondisi pasien, bila mengalami dehidrasi pasein perlu men-
dapatkan loading terlebih dahulu agar kebutuhan cairannya terpenuhi. Begitu pula bila pasien mengalami
pembatasan cairan, maka pemberian caira perlu diperha kan secara ha -ha .
g. Instruksi dari DPJP maupun dokter anastesi menjadi sangat pen ng untuk diiku dengan memperha kan
kondisi pasien.
h. Dalam mainetanca cairan perlu diperha an pula kaidah yang benar dalam pemasangan infus.
i. Pada persiapan pra operasi sebaiknya infus dipasang pada vena yang besar, teknik asep k saat memasang
infus, serta lokasi pemasangan infus.
j. Bila pasien hendak dilakukan operasi pada daerah kiri maka sebaiknya infus dipasang di tubuh sebelah ka-
nan begitu pula sebaliknya.
CATATAN PENTING:
Maintenance cairan pasien dewasa:
4x 10 kg pertama + 2x 10 kg kedua +1x sisa BB=..... cc/jam
Maintenance cairan pasien anak:
4xkgbb/jam
Perlu diperha an kondisi pasien mengalami restrict atau dehidrasi
Pemasangan infus memperha kan lokasi vena, besar vena, teknik asep k

5. Nutrisi
a. Kebutuhan nutrisi ditentukan dengan mengukur nggi badan dan berat badan, lingkar lengan atas, ka-
dar protein darah (albumin).

6
b. Segala bentuk defisiensi nutrisi harus di koreksi sebelum pembedahan untuk memberikan protein yang
cukup untuk perbaikan jaringan.
c. Kondisi gizi buruk dapat mengakibatkan pasien mengalami berbagai komplikasi pasca operasi dan menga-
kibatkan pasien menjadi lebih lama dirawat di rumah sakit.
d. Pengkajian gizi oleh ahli gizi menjadi pen ng dilakukan sbelum operasi.
e. Perawat juga berperan dalam memo vasi dan mengedukasi pasien serta keluarga untuk mengonsumi ma-
kanan bergizi sebelum dan sesudah operasi untuk mempercepat proses penyembuhan dan meminimalkan
kejadian resiko infeksi.

6. Pengosongan Kandung Kemih


a. Pengosongan kandung kemih dilakukan dengan melakukan pemasangan kateter.
b. Tujuannya untuk pengosongan isi bladder dan mengobservasi balance cairan.
c. Kateter urin biasanya dipasang untuk operasi yang diperkirakan berjalan lama.

7. Membersihkan cat kuku, makeup


a. Sebelum operasi pen ng untuk membersihakan cat kuku dan makeup.
b. Tujuannya untuk memudahkan mengetahui kondisi pasien bila mengalami sianosis serta menghindari
tumbuhnya mikroorganisme yang dapat menempel pada cat kuku maupun makeup.
c. Makeup berwarna merah juga dapat menggangu penggunaan electrosurgerypen (cauter). Warna merah
diperkirakan dapat memperbesar resiko terjadinya combus o pada saat operasi.

8. Pemberian an bio k profilaksis


a. Pemberian an bio k profilaksis pen ng sebelum operasi karen merupakan bagian dari skin prepara on
yang dapat memperkecil resiko mbulnya infeksi daerah operasi.
b. An bio k profilaksis diberikan 30 menit sebelum operasi dimulai sesuai dengan dosis yang diinstruksikan
oleh DPJP.
c. Pemberian an bio k profilaksis berbeda dengan pemberian a bio k yang sudah terprogram.

9. Penandaan daerah operasi


a. Penandaan daerah operasi adalah suatu ndakan penandaan area operasi oleh dokter operator bedah
sebelum prosedur operasi dilakukan.
b.Tujuannya untuk mencegah terjadinya kesalahan lokasi pembedahan.
c. Penandaan daerah operasi dilakukan pada tubuh yang memiliki 2 sisi dengan memberikan tanda centang
( )

7
8.La han Pra Operasi
Berbagai la han sangat diperlukan pada pasien sebelum operasi, hal ini sangat pen ng sebagai persia-
pan pasien dalam menghadapi kondisi pasca operasi, seper : nyeri daerah operasi, batuk dan banyak lendir
pada tenggorokan. La han- la han yang diberikan pada pasien sebelum operasi, antara lain :
a. La han Nafas Dalam
1) La han nafas dalam sangat bermanfaat bagi pasien untuk mengurangi nyeri setelah operasi dan dapat
membantu pasien relaksasi agar dapat meningkatkan kualitas dur.
2) Teknik ini juga dapat meningkatkan ven lasi paru dan oksigenasi darah setelah anastesi umum.
3) Dengan melakukan la han tarik nafas dalam secara efek f dan benar maka pasien dapat segera mem-
praktekkan hal ini segera setelah operasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.
b. La han Batuk Efek f
1) La han batuk efek f juga sangat diperlukan bagi klien terutama klien yang mengalami operasi dengan
anestesi general karena pasien akan mengalami pemasangan alat bantu nafas selama dalam kondisi ter-
anestesi.
2) Dengan adanya banyak lendir kental di tenggorokan setelah anastesi general, la han batuk efek f sa-
ngat bermanfaat bagi pasien setelah operasi untuk mengeluarkan lendir atau sekret tersebut.
c. La han Gerak Sendi
1) Pasien/keluarga pasien seringkali mempunyai pandangan yang keliru tentang pergerakan pasien setelah
operasi.
2) Banyak pasien yang dak berani menggerakkan tubuh karena takut jahitan operasi sobek atau takut luka
operasinya lama sembuh.
3) La han gerak sendi merupakan hal pen ng bagi pasien agar pasien dapat segera melakukan berbagai
pergerakan yang diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan
4) Pasien selesai operasi dan segera bergerak maka pasien akan lebih cepat merangsang usus (peristal k
usus) sehingga pasien akan lebih cepat kentut/ flatus.
5) Keuntungan lain adalah menghindarkan penumpukan lendir pada saluran pernafasan dan terhindar dari
kontraktur sendi dan terjadinya dekubitus.
6) Tujuan lainnya adalah memperlancar sirkulasi untuk mencegah stasis vena dan menunjang fungsi perna-
fasan op mal.

B. Persiapan Penunjang
Persiapan penunjang merupakan bagian yang dak dapat dipisahkan dari ndakan pembedahan. Tanpa ada-
nya hasil pemeriksaan penunjang, maka dokter bedah dak mungkin bisa menentukan ndakan operasi yang ha-
rus dilakukan pada pasien.

8
1. Persiapan dokumen penujang:
a. Sebelum dokter mengambil keputusan untuk melakukan operasi pada pasien, dokter melakukan berbagai
pemeriksaan terkait dengan keluhan penyakit pasien sehingga dokter bisa menyimpulkan penyakit yang
diderita pasien.
b. Setelah dokter bedah memutuskan untuk dilakukan operasi maka dokter anstesi berperan ntuk menentu-
kan apakah kondisi pasien layak menjalani operasi.
c. Untuk itu dokter anastesi juga memerlukan berbagai macam pemerikasaan laboratorium terutama peme-
riksaan masa perdarahan (bledding me) dan masa pembekuan (clo ng me) darah pasien, elektrolit se-
rum, hemoglobin, protein darah, dan hasil pemeriksaan radiologi berupa foto thoraks dan EKG.
d. Permeriksaan tersebut di atas adalah pemeriksaan penunjang yang dapat menunjang proses terjadinya
operasi.
e. Hasil pemeriksaan penujang harus dibawa saat pasien menjalani operasi.

2. Pemeriksaan Status Anestesi


a. Sebelum dilakukan anastesi demi kepen ngan pembedahan, pasien akan mengalami pemeriksaan status
fisik yang diperlukan untuk menilai sejauh mana resiko pembiusan terhadap diri pasien oleh dokter anas-
tesi.
b. Contoh status fisik yang berpotensi meningkatkan resiko terhadap anastesi seper : pasien dengan leher
pendek, memiliki rahang kecil, memiliki riwayat alergi, memiliki postur tubuh skoliosis/lordosis, terpasang
gigi palsu, atau memiliki gigi yang mudah goyah, memiliki hipertensi yang terlalu nggi, obesitas.
c. Pemeriksaan yang biasa digunakan adalah pemeriksaan dengan menggunakan metode ASA (American
Society of Anasthesiologist).
d. Pemeriksaan ini dilakukan karena obat dan teknik anastesi pada umumnya akan mengganggu fungsi per-
nafasan, peredaran darah dan sistem saraf.

3. Inform Consent
a. Inform Consent pen ng dibawa dan diperiksa sebelum pasien operasi karena terkait dengan aspek hukum
dan tanggung jawab dan tanggung gugat.
b. Baik pasien maupun keluarganya harus menyadari bahwa ndakan medis, operasi sekecil apapun mempu-
nyai resiko. Oleh karena itu se ap pasien yang akan menjalani ndakan medis, wajib mendapat informasi
yang detail terkait dengan segala macam prosedur pemeriksaan, pembedahan, pembiusan yang akan dija-
lani, serta menuliskan surat pernyataan persetujuan dilakukan ndakan medis (pembedahan dan anastesi).

9
a. Jika petugas belum menjelaskan secara detail, maka pihak pasien/ keluarganya berhak untuk menanyakan
kembali sampai betul- betul paham. Hal ini sangat pen ng untuk dilakukan karena jika dak maka penye-
salan akan dialami oleh pasien/ keluarga setelah ndakan operasi yang dilakukan ternyata dak sesuai de-
ngan gambaran keluarga.
b. Pasien atau orang yang bertanggung jawab terhadap pasien wajib untuk menandatangani surat pernyataan
persetujuan operasi sebagai aspek e k hukum. Ar nya apapun ndakan yang dilakukan pada pasien terkait
dengan pembedahan, pasien ataupun keluarga (orang yang bertanggung jawab) mengetahui manfaat dan
tujuan serta segala resiko dan konsekuensinya.

4. Persiapan Mental/ Psikis


a. Persiapan mental merupakan hal yang dak kalah pen ngnya dalam proses persiapan operasi karena
mental pasien yang dak siap atau labil dapat berpengaruh terhadap kondisi fisiknya.
b. Ketakutan dan kecemasan yang mungkin dialami pasien dapat dideteksi dengan adanya perubahan-peru-
bahan fisik seper : meningkatnya frekuensi denyut jantung dan pernafasan, tekanan darah, gerakan-gera-
kan tangan yang dak terkontrol, telapak tangan yang lembab, gelisah, menayakan pertanyaan yang sama
berulang kali, sulit dur, dan sering berkemih.
c. Perawat perlu mengkaji mekanisme koping yang biasa digunakan oleh pasien dalam menghadapi stres.
d. Disamping itu perawat perlu mengkaji hal-hal yang bisa digunakan untuk membantu pasien dalam meng-
hadapi masalah ketakutan dan kecemasan ini, seper adanya orang terdekat, ngkat perkembangan pa-
sien, faktor pendukung/support system

5. Persiapan darah
a. Persiapan darah dibutuhkan bergantung pada kondisi pasien.
b. Bila awalnya pasien memiliki hemoglobin rendah, dokter operator atau dokter anastesi akan memberikan
instruksi untuk menyiapkan darah sebelum ataupun selama operasi.
c. Kondisi lain yang memungkinkan untuk disiapkannya darah yakni operasi yang berdurasi lama, dengan kon-
disi hemodinamik pasien yang dak stabil.

6. Persiapan cairan/ obat


a. Persiapan cairan atau obat juga bergantung dengan kondisi pasien.
b. Dokter operator maupun dokter anastesi memiliki per mbangan khusus dimana ada kemungkinan akan
memberikan obat-obatan selain obat anastesi untuk operasi.
c. Persiapan cairan dan obat-obatan menjadi pen ng disiapakan dan dicek ulang, mengingat ketersediaan
obat di kamar operasi yang terbatas baik jumlah maupun variasinya.

10
DAFTAR PUSAKA
Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.02.02/Menkes/251/2015 Tentang Pedoman Nasio-
nal Pelayanan Kedokteran Anestesiologi Dan Terapi Intensif
Peraturan Menteri Kesehatan No 1691 tahun 2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
Smeltzer & Bare (2013), Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Burner & Suddarty Edisi 8 Jakarta: EGC.
WHO 2015, Implementa on Manual To Support The Preven on Of Surgical Site Infec ons At The Facility Level –
Turning Recommenda ons Into Prac ce Diakses pada 8 Oktober 2019 melalui https://www.who.int/infection-
prevention/publications/implementation-manual-prevention-surgical-site-infections.pdf?ua=1
WHO 2016. Global Guidelins For The Preven on Of Surgical Site Infec on. Diakses pada 8 Oktober 2019 melalui
https://www.who.int/gpsc/global-guidelines-web.pdf?ua=1
Assosiatoin of surgical Technology. AST Standards of Prac ce for Skin Prep of the Surgical Pa ent.Diakses pada 9
Oktober 2019 melalui http://www.ast.org/uploadedFiles/Main_Site/Content/About_Us/Standard_Skin_Prep.pdf
Sien fif Electronic Library Online (SCIELO). Prac cal Recommenda ons for Preopera ve Skin An sepsis. Diakses
pada 9 Oktober 2019 melalui http://www.scielo.org.co/pdf/inf/v22n1/0123-9392-inf-22-01-00046.pdf

11
CATATAN :
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................

12
CATATAN :
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................

13
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................

14
Disusun oleh :
Desi Rahmawati, S.Kep., Ns
2019
NO. RM :

FORMULIR TIMBANG NAMA :


TERIMA PRA OPERASI TGL LAHIR : UMUR:
JENIS KELAMIN: L/P
ALAMAT :
TANGGAL OPERASI : JAM OPERASI : ASAL RUANGAN :

DOKTER OPERATOR : RENCANA OPERASI :


DOKTER ANANSTESI : RENCANA ANASTESI :
DIAGNOSA MEDIS :

A. STATUS FISIK
Tingkat Kesadaran  CM Apatis Derilium Somnolen Stupor Koma
GCS E...... V...... M......
Pernafasan Spontan Alat Bantu.............. O2...........l/menit
Tanda vital Nadi......x/menit RR.....x/menit Suhu.....0C TD.........mmHg Skala nyeri:..........
HIS: .............x/m, DJJ:.............x/m
Pemeriksaan dalam: .................................................

Pemeriksan fisik penting:..........................................

Riwayat penyakit  Jantung DM Hipertensi Asma Alergy, ............


Lain-lain:.............
Riwayat operasi  Tidak Ya
 Jenis tindakan......... RS............... Tahun..........
B. PERSIAPAN OPERASI
Gelang identitas pasien  Tidak Ya
Penandaan operasi/marker  Tidak Ya
Puasa  Tidak Ya Puasa makan jam:......... Puasa minum jam:........
Antibiotik profilaksis  Tidak Ya Jenis:.......... Dosis:............ Jam pemberian:........
Pengobatan lain  Tidak Ya Jenis:.......... Dosis:............ Jam pemberian:........
Cukur  Tidak Ya
Lavement  Tidak Ya
Personal hygiene  Tidak Ya
Gigi palsu dilepas  Tidak Ya
Asesoris dilepas  Tidak Ya
Cat kuku dihapus  Tidak Ya
Makeup dihapus  Tidak Ya
Infus  Tidak Ya, Jumlah....... Lokasi.............. Lancar Tidak lancar
Cateter  Tidak Ya
NGT  Tidak Ya
Tampon  Tidak Ya , Jumlah....... Lokasi..............
C. DOKUMEN REKAM MEDIS D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Informed consent pembedahan  Tidak Ya Laboratorium  Tidak Ya
Hb: .........
Informed consent tindakan anastesi  Tidak Ya HBSAG  Negatif Positif

SEP  Tidak Ya Foto X-ray  Tidak Ya


Surat Perintah Masuk RS  Tidak Ya ECG  Tidak Ya
USG  Tidak Ya
Obat-obatan yang disertakan  Tidak Ya Cairan/darah yang disertakan  Tidak Ya
Jenis Jumlah Keterangan Jenis Jumlah Keterangan
1. 1.
2. 2.
3. 3.
4. 4.

Siap operasi Ya  Tidak,alasan..........................

PERAWAT RUANGAN PERAWAT IBS

(tanda tangan & nama terang) (tanda tangan & nama terang)
DOKUMENTASI
LAMPIRAN 7

PENYUSUNAN PERATURAN
DIREKTUR, SK, SOP, PETUNJUK
TEKNIS YANG BERKAITAN
DALAM BUKU SAKU PERSIAPAN
PRA OPERASI DAN LEMBAR FORM
TMBANG TERIMA PRA OPERASI

1.PERATURAN DIREKTUR
2. SK TIM
3. SOP
4. PETUNJUK TEKNIS
5. DOKUMENTASI
KUMPULAN SOP TINDAKAN PERSIAPAN
PRA OPERASI

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO


RSUD TONGAS
Jl. Raya Tongas No. 229 Telp (0335) 511837
email : rsudtongas.kabprob@gmail.com
PROBOLINGGO
MEMASANG INFUS

No Dokumen No Revisi Hal


IGD.00/SPO/44/2019 01 1 dari 3

Ditetapkan
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
22-10-2019
(SPO)
dr. HARIAWAN DWI TAMTOMO,M.KES
NIP.19710422 200212 1 002

1. PENGERTIAN Memasukkan cairan atau obat langsung ke dalam pembuluh darah


vena dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang lama dengan
menggunakan infus set
2. TUJUAN 1. Sebagai tindakan pengobatan
2. Mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan dan elektrolit
3. Memberikan zat makanan pada pasien yang tidak dapat/ tidak
boleh makan melalui mulut.
4. Sebagai persiapan tindakan operasi
3. KEBIJAKAN Sebagai acuan bagi perawat dalam penerapan langkah-langkah
asuhan keperawatan pada pelaksanaan tindakan untuk menyiapkan
dan memberikan infus
4. PROSEDUR PERSIAPAN ALAT
a. Standart infus
b. Cairan infus
c. Infus set
d. Kapas
e. Alkohol 70%
f. Kasa steril
g. Plester
h. Pengalas dan oerlak
i. Gunting
j. Bengkok
k. Sarung tangan
PERSIAPAN PASIEN
Memberikan penjelasan kepada pasien tentang tindakan yang akan
dilakukan
MEMASANG INFUS

No Dokumen No Revisi Hal


IGD.00/SPO/44/2019 01 2 dari 3

PROSEDUR
a. Mencuci tangan
b. Membawa peralatan ke pasien
c. Mengatur posisi pasien dengan posisis supine (terlentang)
d. Menyiapkan infus set dan cairan infus untuk siap digunakan
dengan cara:
 Lepaskan penutup botol cairan lalu desinfeksi dengan kapas
alkohol dan tusukkan pipa saluran udara dan saluran infus
 Isi selang infus: tekan bilik drip dan lepaskan, biarkan terisi
1/3 sampai ½ penuh. Tutup jarum dibuka, cairan dialirkan
sampai keluar, sehingga udara tidak ada pada selang infus,
lalu klem ke posisi off, pastikan selang bersih dari udara dan
gelembung udara, ujung selang ditutup kembali.
e. Memakai satung tangan
f. Memeriksa ulang cairan yang akan diberikan
g. Menyiapkan area yang akan diinfus.
h. Memasang perlak dan pengalas di bawah anggota badan yang
akan dipasang infus
i. Melakukan fiksasi
j. Menentukan vena yang akan ditusuk. Untuk persiapan operasi
dipilih vena yang besar, perifer, lurus, konstant, dilakukan pada
sisi tubuh berlawanan dengan lokasi yang akan dilakukan operasi
k. Desinfeksi area yang akan ditusuk dengan diameter 5-19 cm
melingkar dari arah dalam ke luar
l. Menusuk jarum infus/abocat pada vena yang telah ditentukan
m. Menutup bagian yang ditusuk dengan kasa steril dan pelster
n. Menulis tanggal dan ukuran jarum infus/ abocath pada plester
bagian luar
o. Menghitung jumlah tetesan infus sesuai dengan kebutuhan
p. Memperhatikan reaksi pasien
q. Pasien dirapikan
r. Peralatan dirapikan dan dikembalikan pada tempatnya
s. Cuci tangan
MEMASANG INFUS

No Dokumen No Revisi Hal


IGD.00/SPO/44/2019 01 3 dari 3

t. Catat waktu pemasangan, jenis cairan, dan jumlah cairan di status


pasien
5. UNIT TERKAIT Instalasi rawat inap
IGD
PONEK
HCU
IBS
PENANDAAN AREA OPERASI

No Dokumen No Revisi Hal


SPO/ /PAB/2019 01 1 dari 2

Ditetapkan
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
30-10-2019
(SPO)
dr. HARIAWAN DWI TAMTOMO,M.M.KES
NIP.19710422 200212 1 002

1. PENGERTIAN Suatu tindakan penandaan area operasi oleh dokter operator


bedah sebelum prosedur operasi dilakukan
2. TUJUAN Untuk mencegah terjadinya kesalahan lokasi pembedahan
3. KEBIJAKAN 1. Keputusan Direktur RSUD TONGAS Kabupaten Probolinggo
Nomor : 875 / PAB / 01 / 426.802 / 2019 Tentang
Pemberlakuan Standart Operating Prosedur Dan Panduan
Pelayanan Kamar Operasi.

2. Keputusan Direktur RSUD TONGAS Kabupaten Probolinggo


Nomor : 875 / PAB / 02 / 426.802 / 2019 Tentang Pedoman
Pelayanan Bedah di Kamar Operasi .

3. Keputusan Direktur RSUD TONGAS Kabupaten Probolinggo


Nomor : 875 / PAB / 03 / 426.802 / 2019 Tentang Pedoman
Pelayanan anestesi di Kamar Operasi.

4. PROSEDUR 1. Beri salam pada pasien “Selamat pagi/siang/malam…………”

2. Perkenalkan identitas diri “ Saya, dr………., dokter bedah….., saya


yang akan melakukan tindakan pembedahan pada Bpk/Ibu?....”

3. Konfirmasi Identitas

4. Pastikan bahwa pasien sadar, bila kesadaran menurun


libatkan keluarga

5. Jelaskan prosedur penandaan area operasi “Saya


dr………….akan memberi tanda pada area dimana akan
dilakukan tindakan pembedahan, dengan maksud dan
tujuan…………….”

6. Lakukan penandaan area operasi dengan tanda lingkaran (√)

7. Dokumentasikan pada formulir penandaan area operasi di


PENANDAAN AREA OPERASI

No Dokumen No Revisi Hal


SPO/ /PAB/2019 01 2 dari 2

rekam medis pasien

5. UNIT TERKAIT Instalasi Bedah Sentral


Instalasi Rawat Jalan
Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Gawat Darurat
LAVEMENT

No Dokumen No Revisi Hal


SPO/07/RI/2019 01 1 dari 2

Ditetapkan
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
22-10-2019
(SPO)
dr. HARIAWAN DWI TAMTOMO,M.KES
NIP.19710422 200212 1 002

1. PENGERTIAN Suatu tindakan memasukkan cairan ke dalam rectum dan kolon


melalui anus
2. TUJUAN 1. Mengurangi rasa tidak nyaman akibat distensi abdomen
2. Merangsang usus untuk kembali normal
3. Mengembalikan pola eleminasi yang normal
4. Membersihkan dan mengosongkan isi kolon untuk pemeriksaan
atau untuk persiapan prosedur pembedahan
3. KEBIJAKAN Kebijakan irektur RSUD Tongas No 445/012/426.802/2016
Tentang Pedoman Pelayanan Rawat Inap dan Pedoman
Pengorganisasian Rawat Inap

4. PROSEDUR PERSIAPAN ALAT


1. Cairan hangat NaCl
2. Spuit 10cc/20cc
3. Selang kanul (sonde no 8/10)
4. Perlak dan pengalas
5. Vaseline/ jely
6. Skort/ celemek
7. Handscoon bersih
8. Bengkok
9. Kapas cepok
10. Baki sampah

PERSIAPAN PASIEN
Menjelaskan kepada pasien tentang prosedur tindakan yang akan
dilakukan

PROSEDUR
1. Menjelaskan prosedur kerja pada klien atau wali dan minta
persetujuannya
2. Perawat mencuci tangan
3. Memakai skort/ celemek
LAVEMENT

No Dokumen No Revisi Hal


SPO/07/RI/2019 01 2 dari 2

4. Memakai handscoon bersih


5. Mempersiapkan cairan NaCl untuk lavement (suhu 370C untuk
anak-anak dan 40,50-430C untuk dewasa)
6. Memasang perlak/alas di bawah bokong klien
7. Mengolesi ujung kanul dengan vasline atau jely sepanjang 7,5-
10cm
8. Memasukkan ujung kanul kedalam anus sepanjang 7,5-10cm
9. Mengambil cairan NaCl dengan spuit
10. Masukkan cairan NaCl secara perlahan pada kanul
11. Mengobservasi cairan yang keluar (jumlah, warna, dan,
konsitensi feses)
12. Membersihkan daerah anus, bokong, dan kulit sekitarnya
dengan kapas cebok
13. Membuang sampah ke baki sampah
14. Membereskan peralatan
15. Merapikan tempat
16. Melepas handscoon
17. Mencuci tangan
18. Mendokumentasikan hasil pada lembar observasi
5. UNIT TERKAIT Instalasi Rawat Inap
Instalasi Gawat Darurat
HCU
PONEK
PENCUKURAN DAERAH OPERASI

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 1 dari 2

Ditetapkan
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
22-10-2019
(SPO)
dr. HARIAWAN DWI TAMTOMO,M.KES
NIP.19710422 200212 1 002

1. PENGERTIAN Menghilangkan rambut pada daerah operasi dengan cara mencukur


2. TUJUAN 1. Terciptanya area operasi yang bersih (bebas dari rambut/bulu).
2. Mencegah terjadinya infeksi daerah operasi.
3. KEBIJAKAN Sebagai acuan bagi perawat dalam penerapan langkah-langkah
asuhan keperawatan pada pelaksanaan tindakan untuk mencukur
daerah operasi

4. PROSEDUR PERSIAPAN ALAT


1. Handscoon bersih.
2. Perlak.
3. Handuk kecil/waslap.
4. Clipper Electric/ silet tajam .
5. Cairan desinfektan/betadine/foam pencukur.
6. Plester.
7. Kom berisi air bersih.

PERSIAPAN PASIEN
Menjelaskan kepada pasien tentang prosedur tindakan yang akan
dilakukan

PROSEDUR
1. Waktu yang tepat untuk melakukan pencukuran adalah 30menit
atau sesegera sebelum operasi dimulai.
2. Dokter harus menulis atau menyampaikan perintah untuk
mencukur.
3. Pasien harus menandatangani persetujuan operasi.
4. Daerah yang dicukur harus berupa daerah persegi dengan batas
luarnya kira-kira 2-3 cm daerah insisi sebenarnya. Bila
ditemukan lesi di daerah pencukuran laporkan pada Dokter.
5. Semua pencukuran dilakukan setelah kulit pasien dibasahi.
6. Gunakan cairan desinfektan/ foam pencukur atau betadine juga
dapat merupakan pilihan, tetapi pastikan bahwa pasien tidak
alergi terhadap cairan desinfektan atau foam tersebut.
PENCUKURAN DAERAH OPERASI

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 2 dari 2

7. Jaga privacy pasien dengan membatasi tirai dan hanya daerah


yang akan dicukur diperlihatkan.
8. Gunakan handscoon bersih
9. Cukur rambut menggunakan alat clipper/silet tajam dengan
gerakan yang tegas ke arah tumbuhnya rambut dan kulit jangan
tergores atau melipat karena mikroorganisme dapat masuk pada
kulit yang mengalami lesi.
10. Setelah pencukuran selesai, keringkan daerah tersebut dengan
menggunakan handuk atau waslap, angkat semua rambut yang
lepas (menggunakan plester agar lebih mudah dan bersih), dan
tinggalkan pasien dalam keadaan rapi dan nyaman.
11. Setelah selesai pencukuran catat pada lembar terintegritas pada
status pasien dan form serah terima pra operasi setelah selesai
pencukuran.
12. Buang sarung tangan, kassa yang telah digunakan pada tempat
sampah yang sesuai, bersihkan baki, kembalikan pada tempat
semula.
5. UNIT TERKAIT Instalasi Rawat Inap
Instalasi Gawat Darurat
PONEK
HCU
IBS
MEMBERIKAN OBAT MELALUI RECTUM

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 1 dari 2

Ditetapkan
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
22-10-2019
(SPO)
dr. HARIAWAN DWI TAMTOMO,M.KES
NIP.19710422 200212 1 002

1. PENGERTIAN Pemberian obat-obat tertentu melalui rectum dengan cara


dioleskan, memasukkan obat supositori, mengalirkan cairan obat
misalnya clysma dan lain-lain.
2. TUJUAN 1. Untuk mengobati rectum.
2. Membersihkan rectum hingga colon sebagai persiapan operasi
3. Melunakkan serviks sebelum melahirkan
4. Merangsang kontraksi uterus setelah melahirkan/ operasi
5. Medikasi penghilang rasa nyeri setelah operasi, setelah
melahirkan
3. KEBIJAKAN Sebagai acuan bagi perawat dalam penerapan langkah-langkah
asuhan keperawatan pada pelaksanaan tindakan untuk memberikan
obat melalui rectum

4. PROSEDUR PERSIAPAN ALAT


1. Baki obat.
2. Obat sesuai pesanan dokter
3. Handscoon bersih
4. Jelly

PERSIAPAN PASIEN
Menjelaskan kepada pasien tentang prosedur tindakan yang akan
dilakukan

PROSEDUR
1. Mencocokan obat dengan pesanan dokter.
2. Mencuci tangan.
3. Menyiapkan obat dan dekatkan pada pasien
4. Siapkan pasien dalam posisi SIM.
5. Pakai handscoon bersih, ambil obat dan beri sedikit jelly,
masukkan obat perlahan-lahan sedalam jari telunjuk dengan
MEMBERIKAN OBAT MELALUI RECTUM

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 2 dari 2

memberitahu pasien untuk nafas dalam.


6. Rapikan alat-alat.
7. Rapikan dan kembalikan pasien ke posisi semula.
8. Cuci tangan dan dokumentasikan tindakan pada catatan
terintegrasi.
5. UNIT TERKAIT Instalasi Rawat Inap
Instalasi Gawat Darurat
PONEK
HCU
IBS
MEMASANG KATETER

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 1 dari 3

Ditetapkan
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
22-10-2019
(SPO)
dr. HARIAWAN DWI TAMTOMO,M.KES
NIP.19710422 200212 1 002

1. PENGERTIAN Memasukkan slang karet (kateter) melalui uretra ke dalam


kandung kemih.
2. TUJUAN 1. Mengambil air kemih steril untuk bahan pemeriksaan
2. Untuk mengukur sisa air kemih.
3. Mengurangi tegangan kandung kemih.
4. Mengosongkan kandung kemih sebelum diadakan pembedahan.
Untuk mencegah dekubitus pada penderita yang mangalami
inkontenensia urin
5. Penatalaksanaan pasien yang dirawat karena trauma medula
spinalis, gangguan neuromusculer, atau inkompenten kandung
kemih, serta pasca operasi besar.
3. KEBIJAKAN Sebagai acuan bagi perawat dalam penerapan langkah-langkah
asuhan keperawatan pada pelaksanaan tindakan untuk pemasangan
kateter

4. PROSEDUR PERSIAPAN ALAT


1. Kapas steril 3 buah
2. Cucing steril
3. Folley katheter sesuai ukuran
4. Sepasang sarung tangan steril
5. Aquabides
6. Spuit 10 cc.
7. Urine ba
8. Gunting + plester
9. Bethadine cair
10. Perlak + pengalas
11. Bengkok + plastik
12. Jelly
MEMASANG KATETER

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 2 dari 3

PERSIAPAN PASIEN
Menjelaskan kepada pasien tentang prosedur tindakan yang akan
dilakukan

PROSEDUR
1. Mencuci tangan
2. Menjaga privacy pasien
3. Memasang perlak dan pengalas di bawah pantat pasien.
4. Mengisi spuit dengan aquabidest sesuai keperluan tergantung
yang diinstruksikan tiap kemasan kateter
5. Membuka cucing steril
6. Meletakkan kapas steril dan betadin pada cucing
7. Membuka cateter dan dipertahankan agar tetap steril
8. Menggunakan sarung tangan steril
Pada wanita :
a. Membuka labia mayora dengan jari telunjuk dan ibu jari
tangan kiri, lalu sedikit ditarik ke atas
b. Membersihkan daerah labia kanan dan kiri dengan kapas
dari atas ke bawah terakhir bagian meatus. Kapas hanya
sekali pakai
c. Menentukan orifisium urethra
d. Melumasi ujung katheter dengan jelly kemudian
masukkan perlahan-lahan sepanjang 5 – 7,5 cm dan
pasien dianjurkan untuk nafas panjang
Pada pria :
a. Tangan kiri memegamg penis pasien di bawah glands
penis dengan ibu jari dan jari telunjuk serta preputium ke
bawah
b. Dengan kapas dibersihkan dengan arah melingkar dari
sebelah dalam keluar minimal 3x
c. Melumasi ujung kateter dengan jelly sekitar 15 – 18 cm
d. Memasukkan kateter sepanjang 18 – 23 cm dengan
menegakkan penis 90º, pasien dianjurkan nafas panjang

9. Jika pada waktu memasukkan katheter terasa ada tahanan


sebaiknya dihentikan sebentar, lalu dilanjutkan lagi
10. Mengisi balon katheter perlahan-lahan sampai adanya tahanan
balon ± 15 – 20 cm
11. Menghubungkan katheter dengan urine bag
12. Memfiksasi katheter dengan plester
MEMASANG KATETER

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 3 dari 3

13. Merapikan dan mengatur kembali posisi pasien yang nyaman


14. Membersihkan dan mengembalikan alat-alat di tempatnya
semula
15. Mencuci tangan
16. Mencatat pada catatan perawat tentang prosedur yang telah
dilaksanakan, kondisi perineum, jumlah, warna/ bau urine dan
reaksi pasien.
5. UNIT TERKAIT Instalasi Rawat Inap
Instalasi Gawat Darurat
PONEK
HCU
IBS
MEMASANG NGT

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 1 dari 2

Ditetapkan
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
22-10-2019
(SPO)
dr. HARIAWAN DWI TAMTOMO,M.KES
NIP.19710422 200212 1 002

1. PENGERTIAN Memasang selang plastik lunak melalui nasofaring pasien ke dalam


lambung dengan tujuan pembuangan sekret gastric, pemasukkan
nutrisi dan cairan dan pemasukan larutan ke dalam lambung.
2. TUJUAN 1. pembuangan sekret gastrik / kumbah lambung.
2. Pemasukkan larutan ke dalam lambung untuk pemeriksaan
diagnostik
3. Pemasukkan nutrisi dan cairan.
3. KEBIJAKAN Sebagai acuan bagi perawat dalam penerapan langkah-langkah
asuhan keperawatan pada pelaksanaan tindakan pemasangan NGT
4. PROSEDUR PERSIAPAN ALAT
1. Selang lambung (NGT) ukuran disesuaikan usia
2. Jelly
3. Stetoscope
4. Spuit 10
5. Bengkok
6. Handuk/Tissue
7. Plester dan gunting

PERSIAPAN PASIEN
Menjelaskan kepada pasien tentang prosedur tindakan yang akan
dilakukan

PROSEDUR
1. Mencuci tangan
2. Membawa peralatan ke dekat pasien
3. Meletakkan handuk di bawah kepala pasien bila pasien
berbaring, meletakkan handuk/tissue di kerah baju pasien bila
dalam posisi duduk
4. Mengukur panjangnya selang lambung dari pangkal hidung ke
telinga lalu ke prossesus xipoideus
MEMASANG NGT

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 2 dari 2

5. Memberi batas panjang selang lambung yang telah diukur


dengan plester
6. Memberi jelly pada selang lambung sepanjang 7,5 – 10 cm
7. Memasukkan selang lambung ke salah satu lubang hidung:
Posisi kepala ekstensi, bila selang sudah sampai oropharing,
posisi kepala flexi. Bila pasien batuk – batuk berhenti
memasukkan selang lambung dan pasien dianjurkan nafas
dalam. Setelah relaks dilanjutkan memasukkan selang lambung.
8. Mengecek apakah selang lambung sudah masuk lambung
dengan menghisap cairan lambung/ masukkan udara 5 – 10 cc
dan didengar dengan stetoscope pada perut kiri kwadran atas
9. Plester selang lambung ke ujung hidung
10. Menutup selang lambung/ menyambung selang lambung dengan
plastik penampung
11. Merapikan pasien dan lingkungannya
12. Membereskan alat – alat dan mencuci tangan
13. Mendokumentasikan prosedur tindakan di status pasien.
5. UNIT TERKAIT Instalasi Rawat Inap
Instalasi Gawat Darurat
PONEK
HCU
IBS
PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 1 dari 2

Ditetapkan
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
22-10-2019
(SPO)
dr. HARIAWAN DWI TAMTOMO,M.KES
NIP.19710422 200212 1 002

1. PENGERTIAN Antibiotik profilaksis adalah antibiotik digunakan bagi pasien yang


belum terkena infeksi, tetapi diduga mempunyai peluang besar
untuk mendapatkannya, atau bila terkena infeksi dapat
menimbulkan daampak buruk bagi pasien misal akan menjalani
operasi
2. TUJUAN Untuk mengurangi insidensi infeksi luka pascabedah. Sangat
penting untuk mengenal perbedaan antara profilaksis dan
pengobatan empiris.
3. KEBIJAKAN Sebagai acuan bagi perawat dalam penerapan langkah-langkah
asuhan keperawatan pada pelaksanaan tindakan pemberian
antibiotik profilaksis.
4. PROSEDUR PERSIAPAN ALAT
1. Selang lambung (NGT) ukuran disesuaikan usia

2. Jelly

3. Stetoscope

4. Spuit 10

5. Bengkok

6. Handuk/Tissue

7. Plester dan gunting

PERSIAPAN PASIEN
Menjelaskan kepada pasien tentang prosedur tindakan yang akan
dilakukan

PROSEDUR
1. Pemilihan jenis antibiotik ditentukan oleh masing-masing
PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 2 dari 2

dokter penanggung jawab pasien (DPJP)


2. Dokter harus menulis atau menyampaikan perintah untuk
membeikan antibiotik profilaksis.
3. Pastikan tepat obat dan lihat tanggal kadaluarsa obat
4. Campurkan sediaan Antibiotik dngan aquadest sesuai kebutuhan
5. Lakukan skin test sebelum melakukan injeksi intracutan pada pasien
sebanyak 0,5cc, kemudian buatlah tanda melingkar sekitar 1cm dari
area injeksi, Tulis jam dan nama antibiotik yang diinjeksi.
6. Lihat reaksi selama 15 menit. Bila ada reaksi alergi, pemberian obat
dihentikan
7. Bila tidak ada reaksi alergi obat pada pasien, antibiotik diberikan
melalui infus NaCl 100ml plus antibiotik tadi atau diinjeksikan secara
perlahan-lahan melalui Intra Vena (IV)
8. Bila pasien diduga KPD maka segera diberikan antibiotik profilaksis
9. Pasien pre operasi antibiotik diberikan 1 jam sebelum pelaksanaan
operasi.

5. UNIT TERKAIT Instalasi Rawat Inap


Instalasi Gawat Darurat
PONEK
HCU
IBS
SERAH TERIMA PASIEN

No Dokumen No Revisi Hal


SPO/ /PAB/2019 01 1 dari 1

Ditetapkan
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
30-10-2019
(SPO)
dr. HARIAWAN DWI TAMTOMO,M.KES
NIP.19710422 200212 1 002

1. PENGERTIAN Tata cara serah terima pasien yang akan dioperasi antara
perawat ruangan/ bangsal dan staf kamar operasi.
2. TUJUAN Untuk mengetahui kelengkapan operasi meliputi : inform consent
pembedahan, anestesi, pembiayaan, assemen bedah dan
assmen anestesi.
3. KEBIJAKAN 1. Keputusan Direktur RSUD TONGAS Kabupaten Probolinggo
Nomor : 875 / PAB / 01 / 426.802 / 2019 Tentang
Pemberlakuan Standart Operating Prosedur Dan Panduan
Pelayanan Kamar Operasi.

2. Keputusan Direktur RSUD TONGAS Kabupaten Probolinggo


Nomor : 875 / PAB / 02 / 426.802 / 2019 Tentang Pedoman
Pelayanan Bedah di Kamar Operasi .

3. Keputusan Direktur RSUD TONGAS Kabupaten Probolinggo


Nomor : 875 / PAB / 03 / 426.802 / 2019 Tentang Pedoman
Pelayanan anestesi di Kamar Operasi.

4. PROSEDUR 1. Persiapkan pasien calon operasi sesuai dengan instruksi dokter.

2. Persiapkan semua status pasien termasuk informed consent


dan form timbang terima pra operasi untuk dibawa bersama
pasien ke ruang operasi.

3. Sertakan perlengkapan penunjang operasi misalnya :


persediaan obat-obatan atau persediaan darah yang diperlukan
saat operasi.

4. Pasien dipanggil ke kamar operasi 45 menit sebelum


operasi dilakukan.

5. Serah terima pasien antara perawat ruangan dan perawat


kamar operasi dilakukan di ruang premedikasi dengan
SERAH TERIMA PASIEN

No Dokumen No Revisi Hal


SPO/ /PAB/2019 01 2 dari 1

membacakan dan menandatangani form timbang terima pra


operasi.

6. Periksa kelengkapan serah terima, profilaksis, sediaan darah


bila ada.

5. UNIT TERKAIT Instalasi Bedah Sentral ; Instalasi Rawat Jalan


Instalasi Rawat Inap ; Instalasi Gawat Darurat.
PERSIAPAN OPERASI ELEKTIF

No Dokumen No Revisi Hal


SPO/ /PAB/2019 01 1 dari 2

Ditetapkan
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
30-10-2019
(SPO)
dr. HARIAWAN DWI TAMTOMO,M.KES
NIP.19710422 200212 1 002

1. PENGERTIAN Operasi yang direncanakan dimana sebelum operasi sudah


diperiksa lengkap. Bisa santai
2. TUJUAN Memiliki pemahaman dalam mempersiapkan pasien yang
bisa direncanakan dengan lebih baik, baik secara psikis maupun
fisik.
3. KEBIJAKAN 1. Keputusan Direktur RSUD TONGAS Kabupaten Probolinggo
Nomor : 875 / PAB / 01 / 426.802 / 2019 Tentang
Pemberlakuan Standart Operating Prosedur Dan Panduan
Pelayanan Kamar Operasi.

2. Keputusan Direktur RSUD TONGAS Kabupaten Probolinggo


Nomor : 875 / PAB / 02 / 426.802 / 2019 Tentang Pedoman
Pelayanan Bedah di Kamar Operasi .

3. Keputusan Direktur RSUD TONGAS Kabupaten Probolinggo


Nomor : 875 / PAB / 03 / 426.802 / 2019 Tentang Pedoman
Pelayanan anestesi di Kamar Operasi.

4. PROSEDUR 1. Bila pasien sudah dijadwal untuk operasi elektif oleh dr


operator

2. Konsulkan pasien dengan dokter spesialis anestesi.

3. Dr spesialis anestesi akan memberikan edukasi dan penjelasan


kepada pasien, keluarga atau mereka yang bertanggung
jawab terhadap pasien mengenai persiapan dan tindakan
pembiusan

4. Mintakan tanda tangan persetujuan pembiusan kepada


pasien, keluarga atau mereka yang bertanggung jawab terhadap
PERSIAPAN OPERASI ELEKTIF

No Dokumen No Revisi Hal


SPO/ /PAB/2019 01 2 dari 2

pasien.

5. Dokter spesialis anestesi memeriksa kondisi pasien dengan


syarat – syarat sbb :

a. Sistem kardio vaskular :

 tekanan darah : dibawah 160/100 mmHg

 Akut miokard infark : minimal 6 bulan setelah serangan

 Pasien dengan pengobatan anti koagulan harus stop 1


minggu sebelum operasi atau INR kurang dari 1,5 EKG
dilakukan sebagai screening untuk pasien lebih dari 40 th

 Penyakit jantung yang serius akan menjalani operasi


besar dilakukan echocardiogram minimal EF 40 %

b. Sistem pernafasan :

 Tidak ada infeksi akut seperti pneumonia, tonsilitis,


bronchopneumonia

 COPD sudah mendapatkan pengobatan dan fisioterapi


sehingga didapatkan fungsi paru yang maksimal

 X – Ray usia di atas 50 th atau tanda – tanda kelainan


paru, foto yang sudah ada 3 bln sebelumnya masih dapat
digunakan (kecuali ada tanda – tanda kelainan paru akut)

 Merokok untuk operasi besar stop paling lambat


seminggu sebelum operasi

 Untuk anak operasi elektif jangan ada batuk – batuk

c. Endokrin :

 Gula darah dibawah 200 mg/dl

d. Laboratorium

 Operasi sedang : minimal CBC, CT, BT dan GD


random

 Operasi Besar : CBC, CT, BT dan kimia darah


(ureum/creatinin, Na/K dan bila dianggap perlu fungsi
hati)
PERSIAPAN OPERASI ELEKTIF

No Dokumen No Revisi Hal


SPO/ /PAB/2019 01 3 dari 2

 Hemoglobin : pasien dengan ASA 1 minimal Hb 9 gr %

e. Darah

 Operasi besar yang diperkirakan perdarahan lebih dari


500 cc dilakukan crossmatch

f. Medikasi

 Sebelum operasi, pasien mendapatkan obat – obatan


premidikasi

 Obat rutin seperti asma, jantung, anti hipereksi tetap


diberikan dengan sedikit air putih (PO)

g. Gastroentritis

 Untuk pasien dewasa puasa selama 6 jam

 Untuk pasien anak – anak selama 4 jam

5. UNIT TERKAIT Instalasi Bedah Sentral


PERSIAPAN OPERASI CITO

No Dokumen No Revisi Hal


SPO/ /PAB/2019 01 1 dari 1

Ditetapkan
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
30-10-2019
(SPO)
dr. HARIAWAN DWI TAMTOMO,M.KES
NIP.19710422 200212 1 002

1. PENGERTIAN Operasi yang tidak di rencanakan dan harus segera dilakukan untuk
menyelamatkan nyawa dan fungsi organ tubuh.
2. TUJUAN Sebagai acuan langkah – angkah pasien yang perlu operasi cito
3. KEBIJAKAN 1. Keputusan Direktur RSUD TONGAS Kabupaten Probolinggo
Nomor : 875 / PAB / 01 / 426.802 / 2019 Tentang
Pemberlakuan Standart Operating Prosedur Dan Panduan
Pelayanan Kamar Operasi.

2. Keputusan Direktur RSUD TONGAS Kabupaten Probolinggo


Nomor : 875 / PAB / 02 / 426.802 / 2019 Tentang Pedoman
Pelayanan Bedah di Kamar Operasi .

3. Keputusan Direktur RSUD TONGAS Kabupaten Probolinggo


Nomor : 875 / PAB / 03 / 426.802 / 2019 Tentang Pedoman
Pelayanan anestesi di Kamar Operasi.

4. PROSEDUR 1. Menjelaskan kepada pasien tentang tindakan yang


akan dilakukan.

2. Dokter poliklinik/dokter jaga memberitahu pasien (jika


sadar) dan keluarga tentang perlunya operasi cito.

3. Dokter jaga segera mengkonsulkan ke dokter spesialis


yang terkait yaitu dokter spesialis bedah dan dokter
spesialis anestesi Konsul cito harus dilakukan saat pasien
masih berada di IGD atau IRNA.
PERSIAPAN OPERASI CITO

No Dokumen No Revisi Hal


SPO/ /PAB/2019 01 2 dari 1

4. Dokter spesialis anestesi dapat memberikan instruksi


melalui telepon dan bila tidak berhalangan dapat datang
segera ke IGD untuk memeriksa kondisi pasien dan hasil
lab. Sesingkat mungkin.

5. Jika pasien dan keluarga setuju dilakukan operasi cito


maka pasien atau keluarga harus menandatangani
persetujuan tindakan medik dan persetujuan pembiusan dan
disaksikan oleh keluarga dan perawat.

6. Jika keluarga pasien tidak ada dan pasien tidak sadar,


perawat IGD akan melapor ke supervisor yang bertugas,
dan supervisor akan melaporkan ke wadir supaya
mengetahui dan menyetujui tindakan operasi dan anestesi

7. Pasien yang akan di operasi bila mungkin puasa ± 6


jam (dewasa), dan ± 4 jam (bayi).

5. UNIT TERKAIT Instalasi Bedah Sentral


Instalasi Gawat Darurat
Instalasi Rawat Inap
PENDIDIKAN KESEHATAN: PRE OPERASI

No Dokumen No Revisi Hal


SPO/07/RI/2019 01 1 dari 2

Ditetapkan
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
22-10-2019
(SPO)
dr. HARIAWAN DWI TAMTOMO,M.KES
NIP.19710422 200212 1 002

1. PENGERTIAN Membantu pasien untuk memahami dan meyiapkan mental untuk


pembedahan dan penyembuhan post operasi
2. TUJUAN 1. Mengurangi kecemasan pre operasi
2. Memberikan pemahaman tentang persiapan pre operasi
3. Memberikan pemahaman tentang cara perawatan post operasi
3. KEBIJAKAN Sebagai acuan bagi perawat dalam penerapan langkah-langkah
asuhan keperawatan pada pelaksanaan tindakan untuk memberikan
pendidikan kesehatan pre operasi

4. PROSEDUR PROSEDUR
1. Berikan informasi kepada pasien dan keluarga tanggal, waktu
dan lokasi pembedahan
2. Berikan informasi kepada pasien dan orang terdekat berapa lama
operasi akan dijalani
3. Kaji pengalaman pembedahan terdahulu dan tingakat
pengetahuan klien terkait dengan pembedahan
4. Kaji kecemasan pasien/keluarga terkait dengan pembedahan
5. Berikan waktu kepada pasien untuk mengajukan pertanyaan dan
mendiskusikan hal-hal yang menjadi perhatian
6. Gambarkan rutinitas yang dilakukan sebelum operasi (persiapan
puasa, mandi, anastesi, diet, pelepasan protease, emnghapus cat
kuku atau makeup, dll )
7. Jelaskan medikasi pra operatif, efek yang akan terjadi dan
rasionalisasi penggunaan
8. Berikaan informasi kepada orang terdekat tentang tempat
menunggu hasil pembedahan dengan tepat
PENDIDIKAN KESEHATAN: PRE OPERASI

No Dokumen No Revisi Hal


SPO/07/RI/2019 01 2 dari 2

9. Diskusikan manajemen nyeri yang mungkin dilakukan


10. Berikan penjelasan tentang rutinitas post operatif/peralatan yang
mungkin digunakan (penggantian balutan, pengobatan dll) dan
berikan penjelasan tentang tujuan masing-masing.
11. Berikan penjelasan kepada pasien teknik mengubah posisi
ditempat tidur dengan tepat
12. Evaluasi kemampuan pasien untuk memdemonstrasikan cara
mengubah posisi dengan tepat
13. Berikan penjelasan kepada pasien cara batuk efektif dan nafas
dalam
14. Evaluasi kemampuan pasien dalam mendemontrasikan cara
batuk efektif dan nafas dalam dengan tepat
15. Tekankan pemtingnya ambulasi dini
16. Berikan informasi tentang bagaimana mereka dapat membantu
dalam masa penyembuhan
17. Dukung pemberian informasi oleh tanaga kesehatan lain dengan
tepat
18. Identifikasi harapan pasien setelah pembedahan
19. Libatkan keluarga dan orang terdekat.
5. UNIT TERKAIT Instalasi Rawat Inap
Instalasi Gawat Darurat
HCU
PONEK
FORM TIMBANG TERIMA PRA OPERASI

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 1 dari 2

Ditetapkan
Direktur
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
22-10-2019
(SPO)
dr. HARIAWAN DWI TAMTOMO,M.M.KES
NIP.19710422 200212 1 002

1. PENGERTIAN Form timbang terima pra operasi adalah sebuah form yang memuat
tindakan yang sudah dilaksanakan kepada pasien sebagai persiapan
pasien sebelum menjalani operasi.
2. TUJUAN 1. Mengetahui persiapan operasi pasien yang sudah dilakukan dan
disiapkan
2. Memberi gambaran umum kondisi pasien sebelum operasi
3. Pasien mendapat persiapan operasi yang benar sesuai prosedur
yang ada.
3. KEBIJAKAN 1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor HK.02.02/MENKES/148/I/2010 Tentang Izin Dan
Penyelenggaraan Praktik Perawat
2. Permenkes RI nomer 269/MENKES/PER/III/2008 tentang
rekam medis
4. PROSEDUR Penanggung Jawab Pelaksanaan :
Diisi oleh perawat yang menangani pasien sesuai keadaan pasien di
instalasi rawat inap, IGD, PONEK, HCU.
Tenggang Waktu :
Pengisian form timbang terima operasi harus sudah selesai
dilakukan sebelum perawat ruangan melakukan timbang terima
pasien dengan perugas Kamar operasi di ruang pre medikasi.
Mekanisme Pengisian :
Isilah form timbang terima pra operasi dengan :
a) No rekam medik : Diisi oleh perawat sesuai dengan nomer
rekam medis yang berikan di awal pendaftaran
b) Nama: perawat mengisi nama pasien sesuai dengan gelang
FORM TIMBANG TERIMA PRA OPERASI

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 2 dari 2

identitas pasien/pada form pendaftaran


c) Tanggal lahir dan umur : perawat mengisi berdasarkan tanggal
lahir dan umur pasien sesuai dengan identitas pasien/pada form
pendaftaran
d) Jenis Kelamin : perawat mengisi dengan melingkari salah satu
jenis kelamin pasien L untuk laki-laki dan P untuk perempuan
sesuai kondisi pasien pada saat dilahirkan
e) Alamat : perawat mengisi berdasarkan alamat pasien sesuai
dengan identitas pasien/pada form pendaftaran
f) Tanggal operasi : perawat mengisi berdasarkan tanggal operasi
pasien
g) Jam operasi : perawat mengisi berdasarkan jam operasi pasien
h) Asal ruangan : perawat mengisi berdasarkan asal ruangan
pasien dirawat sebelum menuju kamar operasi.
i) Dokter operator : perawat mengisi nama dokter oeprator yang
akan melakukan operasi
j) Dokter anastesi : perawat mengisi nama dokter oeprator yang
akan melakukan anastesi
k) Rencana operasi : perawat mengisi tindakan operasi yang akan
dilakukan sesuai dengan informed consent pembedahan
l) Rencana ananstesi: perawat mengisi tindakan operasi yang
akan dilakukan sesuai dengan informed consent anastesi
m) Status fisik: status fisik berisikan kondisi terakhir pasien
sebelum dikirim menuju kamar oeprasi meliputi Tingkat
Kesadaran, nilai Gasglow Coma Scale (GCS), Status
Pernafasan apakah spontan atau menggunakan alat bantu,
Tanda-tanda Vital meliputi: jumlah Nadi/menit,
Pernafasan/menit, Suhu tubuh, Tekanan Darah, Skala Nyeri,
Jumlah HIS serta DJJ / menit, hasil Pemeriksaan Dalam, hasil
Pemeriksaan Fisik Penting, Riwayat Penyakit yang pernah atau
sedang dialami pasien, Riwayat Operasi yang mungkin pernah
FORM TIMBANG TERIMA PRA OPERASI

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 3 dari 2

dialami pasien
n) Persiapan operasi : berisikan tentang tindakan-tindakan yang
telah dilakukan pada pasien sebelum menjalani oeprasi,
meliputi: pemastian Gelang Identitas Pasien, Penandaan
Daerah Operasi, Puasa yang sudah dilakukan pasien, Antibiotik
Profilaksis yang sudah diberikan, Cukur, Lavement, Personal
Hygiene yakni mandi sebelum operasi, pemberian Pengobatan
Lain dalam terapi yang berkaitan dengan operasi seperti
MGSO4, nifedipin, glimepirid dll, Asesoris dan Protesa/ Gii
palsu pasien sudah dilepas atau tidak, Cat Kuku dan Makeup
pasien sudah dibersihkan atau tidak, apakah pasien terpasang
INFUS, NGT, Cateter, Tampon sebelum operasi.
o) Dokumen rekam medis: berisikan tentang kelengkapan
dokumen yang diperlukan selama operasi yakni: Informed
Consent Pembedahan, Informed Consent Tindakan Anastesi,
SEP bagi pasien BPJS, Surat Perintah Masuk RS yang
menandakan pasien benar-benar dirawat sebelum operasi dan
telah mendapatkan persiapan operasi sebelumnya
p) Pemeriksaan penunjang: berisi tentang pemeriksaaan
penunjang yang telah dilakukan yang mendukung atau
membatu dalam operasi meliputi hasil pemeiksaan
Laboratorium yang ditekankan fokus pada nilai HB, hasil
screening HBSG, hasil oto X-ray, ECG dan USG. Bagi pasien
lansia atau pasien dengan gangguan atau berpotensi mengalami
gangguan kardiovaskuler wajib mentyertakan ECG
q) Obat –obatan yang disertakan: berisi tentang obat-obatan yang
dibawa untuk operasi baik obat-obatan dari paket operasi
pasien maupun obat-obatan tambahan yang diintruksikan untuk
terus diberikan selama operasi berlangsung.
r) Cairan/darah yang disertakan: bersisi tentang jumlah dan jenis
cairan maupun darah yang dibawa untuk operasi.
FORM TIMBANG TERIMA PRA OPERASI

No Dokumen No Revisi Hal


2019 00 4 dari 2

s) Siap operasi: pernyataan kesiapan atau ketidak siapan pasien


untuk operasi, jika pasien tidak siap operasi dituliskan
alasannya.
t) Tanda tangan perawat ruangan dan perawat IBS: diisi dengan
membubuhkan tanda tangan dan nama terang perawat ruangan
serta perawat IBS yang telah melalukan timbang terima pasien
5. UNIT Instalasi Rawat Inap
TERKAIT Instalasi Gawat Darurat
HCU
PONEK
IBS
PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN
REKAM MEDIS: FORMULIR TIMBANG TERIMA
PERSIAPAN PRA OPRASI

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO


RSUD TONGAS
Jl. Raya Tongas No. 229 Telp (0335) 511837
email : rsudtongas.kabprob@gmail.com
PROBOLINGGO
DAFTAR ISI

A. PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 3

B. Ketentuan pengisian rekam medis .............................................................................................. 3

C. PENJELASAN CARA PENGISIAN.......................................................................................... 4

1. Formulir Timbang terima Pra Operasi ............................................................................... 4

2
A. PENDAHULUAN
Rekam medis adalah berkas yang berisi tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan,
tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien tersebut di suatu pelayanan kesehatan
(Peratutan Menteri Kesehatan No 269, 2008).
Berdasarkan peraturan tersebut isi rekam medis sekurang-kurangnya berisi :
a. Rekam medis rawat jalan teridiri dari : identitas, anmnesa, diagnose, dan tindakan/pengobatan
b. Rekam medis rawa inap terdiri dari : identitaas, anamnesa, riwayat penyait, hasil pemeriksaan
laboratorium/radiologi, diagnsa ,persetujuan tindakan medis, pengobatan, asuhan
keperawat/bidanan, catatan obeservasi klinis, haisl pengobatan dan resume medis.
Rekam medis di RSUD Tongas, terdiri dari data administrative dan data klinis pasien. Data
administrative diperlukan unutk mengisi identitas pasien. Sedangkan data klinis pasien berisikan
rekaman data atau informasi klinis untuk pasien dapat meliputi riwayat medis masa lalu, pemeriksaan
fisik ketika datang, instruksi diagnostic dan terapeutik, pemeriksaan secara klinis oleh tenaga
kesehatan, laporan hasil pemeriksaan,diagnosis akhir serta kondisi pasien saat pulang, instruksi akhir
sebelum pasien pulang.
Dengan adanya petunjuk teknis pengisian formulir ini diharapkan tenaga medis maupun non medis
mengerti dan memahami cara pengisian seperti tidak boleh menggunakan tipe-x dan hanya
diperkenankan mencoret jika terjadi kesalahan.

B. Ketentuan pengisian rekam medis


1. Kewajiban petugas untuk mengisi berkas rekam medis secara jelas, benar, lengkap
dan tepat waktu.
Jelas : dapat dibaca oleh setiap orang yang berkepentingan2.
Benar : sesuai dengan bukti diri pasien3.
Lengkap : berkas rekam medis yang diisi secara lengkap sesuai dengan pedoman
Tepat waktu : penyelesaian atau pengisian rekam medis sesuai dengan bataswaktu
yang telah ditetapkan dalam pedoman (2x24 jam berkas kembali ke
Unit rekam medis, 14 hari selesai dilengkapi di ruang
perawat/bidanan dan kembali ke unit rekam medis)
2. Setiap tindakan konsultasi yang dilakukan terhadap pasien, selambat-lambatnya
dalmwaktu 1 X 24 jam harus ditulis dalm lembaran rekam medis.
3. Semua pencatatan harus ditanda tangani oleh dokter/tenaga kesehatan lainnya
sesuaidengan kewenangan dan ditulis nama terangnya serta diberi tanggal dan jam.
4. Pencatatan yang dibuat oleh mahasiswa kedokteran dan mahasiswa lainnya
ditandatangani dan menjadi tanggung jawab dokter yang merawat atau oleh dokter
3
pembimbingnya.Catatan yang dibuat oleh residens harus diketahui oleh dokter
pembimbingnya.
5. Dokter yang merawat dapat memperbaiki kesalahan penulisan dan melakukannya
pada saat itu juga serta dibubuhi paraf.
6. Penghapusan tulisan dengan cara apapun tidak diperbolehkan.
7. Untuk data yang tidak diisi atau tidak dilakukan pengkajian diisi dengan tanda dash
(-)

C. PENJELASAN CARA PENGISIAN

1. Formulir Timbang Terima Pra Operasi


Formulir timbang terima pra operasi merupakan formulir yang digunakan untuk mendata
setiap tindakan yang sudah dilaksanakan kepada pasien sebagai persiapan pasien
sebelum menjalani operasi. Petunjuk pengisian formulir timbang terima pra operasi
sebagai berikut :

No. Item yang diisi Cara pengisian

A. IDENTITIAS PASIEN
1. No rekam medik diisi oleh perawat/bidan ruangan sesuai no RM pasien
2. Nama Perawat/bidan mengisi nama lengkap pasien sesuai dengan
identitas pasien di rekam medis atau label pasien
3. Tanggal lahir Perawat/bidan mengisi berdasarkan tanggal lahir pasien sesuai
dengan identitas pasien di rekam medis atau label pasien
4. Umur Perawat/bidan mengisi sesuai dengan umur pasien
5. Jenis Kelamin Perawat/bidan mengisi dengan melingkari (O) salah satu jens
kelamin pasien L/P
6. Alamat Perawat/bidan mengisi sesuai dengan alamat pasien
B. DATA MASUK PASIEN
1. Tanggal Operasi Perawat/bidan mengisi tanggal operasi operasi pasien
2. Jam Operasi Perawat/bidan mengisi jam operasi pasien
3. Asal Ruangan Perawat/bidan mengisi berdasarkan asal ruangan pasien
dirawat sebelum menuju kamar operasi
4. Dokter operator Perawat/bidan mengisi nama dokter oeprator yang akan
melakukan operasi
5. Dokter anastesi Perawat/bidan mengisi nama dokter oeprator yang akan
melakukan anastesi
6. Diagnosa Medis Perawat/bidan mengisi diagnosa medis pasien sebelum
operasi
7. Rencana Operasi Perawat/bidan mengisi tindakan operasi yang akan dilakukan
sesuai dengan informed consent pembedahan
8. Rencana Anastesi Perawat/bidan mengisi tindakan operasi yang akan dilakukan
4
sesuai dengan informed consent anastesi
C SATATUS FISIK
1. Tingkat Kesadaran Perawat/bidan mengisi tingkat kesadaran pasien dengan
memberi tanda centang(√) pada pilihan tingkat kesadaran
yakni: Compos Mentis (CM), Derilum, Somnolen, Spatis.
Strupor, Koma
2. GCS Perawat/bidan mengisi score Gasglow Coma Scale (GCS)
dengan memberi tanda centang(√) dan menulis angkanya
pada poin Eye (E), Verbal (V), Motorik (M)
3. Pernafasan Perawat/bidan mengisi status pernafasan pasien dengan
memberi tanda centang(√) pada pilihan Spontan atau Alat
Bantu, bila pien menggunakan Alat Bantu napas maka ditulis
jenis alat bantu nafas serta diisi jumlah Oksigen (O2) yang
diberikan pada poin yang disediakan
4. Tanda vital Perawat/bidan mengisi tanda-tanda vital pasien dengan
memberi tanda centang(√) dan menuliskan hasil pengukuran
pada poin Nadi, Frekuensi Nafas (RR), Suhu, Tekanan darah
(TD), Skala Nyeri
5. HIS- DJJ Bidan menulis jumlah HIS dan DJJ terakhir pasien di
ruangan sebelum dikirim ke kamar operasi
6. Pemeriksaan dalam Bidan menulis hasil pemeriksan dalam terakir pasien di
ruangan sebelum dikirim ke kamar operasi
7. Pemeriksaan fisik Perawat/bidan/Bidan mengisi pemeriksaan fisik penting
penting fokus pada temuan abnormal dari pemeriksaan fisik yang
menunjang dilakukan tindakan operasi
8. Riwayat penyakit Perawat/bidan mengisi riwayat penyakit yang sedang atau
pernah dialami pasien dengan memberi tanda centang(√)
pada poin penyakit Jantung, DMHipertensi, Asma, Alergy,
untuk alergi ditulis pencetus alergi, untuk poin lain-lain boleh
diisi riwayat penyakit sleain yang terdapat pada poin
sebelumnya
9. Riwayat operasi Perawat/bidan mengisi riwayat operasi yang pernah dialami
dialami pasien dengan memberi tanda centang(√) pada Tidak
(untuk tidak pernah) atau Ya (untuk pernah). Bila pernah
maka berikan tanda tanda centang(√) dan tulis sesuai
anamnesa pasien pada poin Jenis tindakan yang pernah
dilakukan, tempat RS dilakukan oeprsi sebelumnya, Tahun
dilakukan operasi sebelumnya.
D PERSIAPAN OPERASI
1. Gelang identitas Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (untuk
pasien mengecek bila tidak ada gelang pasien atau data gelang
pasien tidak benar sesuai dengan status pasien) atau Ya
(untuk mengecek ada dan benarnya gelang pasien sesuai
5
dengan status pasien)
2. Penandaan operasi/ Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
marker dilakukan site marking) atau Ya (sudah dilakukan site
marking)
3. Puasa Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
dilakukan puasa) atau Ya (sudah dilakukan puasa). Jika
dilakukan puasa maka diisi jam terakir makan dan jam
terakhir minum
4. Antibiotik Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
profilaksis diberikan antibiotik profilaksis) atau Ya (sudah diberikan
antibiotik profilaksis). Sebelum memberikan antibiotik harus
dilakukan skin test. Antibiotik profilaksis merupakan
atibiotik diberikan khusus sebelum operasi, bukan termask
bagian pengobatan rutin yang terprogram. Jika diberikan
antibiotik profilaksis harus ditulis jenis, dosis, dan jam
pemberian terakhir
5. Pengobatan lain Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
diberikan pengobatan lain) atau Ya (sudah diberikan
pengobatan lain). Contoh pengobatan lain yang berkaitan
dangan oeprasi: MgSO4, nifedipin, glimepirid, dobutamin,
dll. Jika diberikan pengbatan lain harus ditulis jenis, dosis
dan jam pemberian terakhir.
6. Cukur Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
atau belum dicukur daerah operasi) atau Ya (sudah dicukur
daerah operasi).
7. Lavement Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
dilakukan lavement pada pasien) atau Ya (sudah dilakukan
lavement pada pasien).
8. Personal hygiene Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
melakukan edukasi mandi dan belum memastikan sudah
mandi) atau Ya (sudah melakukan edukasi mandi serta sudah
memastikan pasien sudah mandi).
9. Gigi palsu dilepas Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (belum
melepas gigi palsu) atau Ya (sudah melepas gigi palsu).
10. Asesoris dilepas Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (belum
melepas asesoris) atau Ya (sudah melepas asesoris).
11. Cat kuku dihapus Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (belum
menghapus cat kuku) atau Ya (sudah menghapus cat kuku).
12. Makeup dihapus Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (belum
menghapus makeup) atau Ya (sudah makeup).
13. Infus Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (pasien
tidak terpasang infus) atau Ya (pasien terpasang infus). Bila
Ya, maka ditulis jumlah infus, lokasi, memberi tanda
6
centang(√) pada Lancar (bila infus lancar) atau Tidak lancar
(bila infus tidak lancar/macet)
14. Cateter Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (pasien
tidak cateter urin) atau Ya (pasien terpasang cateter urin).
15. NGT Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (pasien
tidak terpasang NGT) atau Ya (pasien terpasang NGT).
16. Tampon Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (pasien
tidak terpasang tampon) atau Ya (pasien terpasang tanpon).
Jika Ya maka diisi jumlah dan lokasi pemasangan tampon
E DOKUMEN REKAM MEDIS
1. Informed consent Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
pembedahan melampirkan informed consent pembedahan) atau Ya (sudah
melampirkan informed consent pembedahan).
2. Informed consent Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
tindakan anastesi melampirkan informed consent tindakan anastesi) atau Ya
(sudah melampirkan informed consent tindakan anastesi).
3. SEP Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
melampirkan SEP bagi pasien BPJS) atau Ya (sudah
melampirkan SEP bagi pasien BPJS).
4. Surat perintah Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
masuk RS melampirkan surat perintah masuk RS) atau Ya (sudah
melampirkan surat perintah masuk RS).
F PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Laboratorium Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
melampirkan hasil laboratorium) atau Ya (sudah melampirkan
hasil laboratorium). Bila Ya maka dapat ditulis nilai HB dan
memberi tanda centang(√) pada Negatif (bila pasien
dinayatakan HBSAG negatif), Positif (bila pasien dinyatakan
HBSAG positif)
2. Foto X-ray Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
melampirkan hasil foto X-ray) atau Ya (sudah melampirkan
hasil foto X-ray).
G Obat-obatan yang Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
disertakan membawa obat-obatan untuk operasi) atau Ya (membawa
obat-obatan untuk operasi). Jika ya maka ditulis jenis obat
serta jumlahnya
H. Cairan/Darah yang Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Tidak (tidak
disertakan membawa cairan/darah untuk operasi) atau Ya (membawa
cairan/darah untuk operasi). Jika ya maka ditulis jenis
cairan/darah serta jumlahnya
I. Siap operasi Perawat/bidan memberi tanda centang(√) pada Ya (pasien
siap menjalani operasi) atau Tidak (pasien tidak siap
menjalani operasi). Jika tidak siap maka ditulis alasannya.
7
J. Perawat Ruangan Perawat/bidan serta perawat IBS membubuhkan tanda tangan
dan Perawat IBS serta nama terang masing-masing setelah melakukan timbang
terima.

8
9
DOKUMENTASI
LAMPIRAN 8

PELAKSANAAN SOSIALISASI
PADA REKAN KERJA TERKAIT
BUKU SAKU PERSIAPAN PRA
OPERASI DAN FORM TIMBANG
TERIMA PRA OPERASI

1. UNDANGAN
2. DAFTAR HADIR
3. NOTULENSI
4. DOKUMENTASI
DOKUMENTASI
LAMPIRAN 9

PENERAPAN PENGGUNAAN
FORM TIMBANG TERIMA
PRA OPERASI

1. DOKUMENTASI
DOKUMENTASI
LAMPIRAN 10

IDENTIFIKASI HASIL
PENGGUNAAN FORM
TIMBANG TERIMA PRA
OPERASI

1. HASIL EVALUASI
2. DOKUMENTASI
HASIL AKTUALISASI

Dalam pelaksanaan aktualisasi ini penulis mengangkat isu yang ada di tempat
kerja sesuai tupoksi dari penulis. Adapun iu yang diangkat ialah belum optimalnya
pelaksanaan persiapan pra operasi di RSUD Tongas. Adanya isu tersebut
mengakibatkan dampak seperti meningkatnya kejadian Infeksi Luka Operasi (ILO),
meningkatnya kajadian potensi cidera. Atas dasar tersebut penulis mengguanakan
pemecahan masalah berupa pembuatan panduan singkat berupa Buku Saku Persiapan
Pra Operasi (BUSAPI). Selain itu penulis juga mengekapi penjelasan terkait tindakan
yang sesuai dengan kaidah BUSAPI menggunakan SOP. Sedangkan evaluasi dari
pelaksanaan BUSAPI menggunakan sebuah form timbang terima pra operasi. Tujuan
dari BUSAPI tersebut agar perawat mengetahui cara mempersiapkan pasien yang
benar sebelum operasi.
Adapun pelaksanaan aktualisasi ini dilakukan selama 10 hari. Dalam sepuluh
hari tersebut didapatkan hasil yang signifikan, dimana perawat serta bidan sudah
memberikan persiapan operasi yang benar dan baik pada pasien. Selama sepuluh hari
tim monitoring dari kamar operasi melakukan monitoring terhadap pengisian form
timbang terima, tim juga telah melakukan validasi data kepada pasien dan hasilnya
pasien sudah mendapatkan persiapan operasi yang benar. Adapun berdasarkan
laporan tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), kejadian ILO di RS Tongas
mengalami penurunan. Menurut Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit (TKPRS)
kejadian potensi cidera pra operasi juga mengalami penurunan setelah dilakukannya
implementasi dari BUSAPI. Hasil tersebut tentunya tidak bisa mewakili capaian
rumah sakit. Namun merupakan langkah awal yang baik menuju ke pelayanan
kesehatan yang bermutu.

Meksipun pada pelaksanaannya masih ditemukan hambatan seperti kurang


lengkap pengisian form timbang terima, namun hal tersebut dapat diatasi dengan
koordinasi yang baik antara perawat/bidan ruangan dan perawat kamar operasi.
Penulis berharap hasil tersebut akan menjadi penyemangat kepada petugas dalam
melaksanakan pelayanan kesehatan yang bermutu. Adapun target jangka panjangnya
agar form tersebut jadaikan bagian dari RM sehingga pelaksanan persiapan pra
operasi menjadi terus berkesinambungan karena adanya format evaluasi yang baku.
DOKUMENTASI
LAMPIRAN 11

PENYUSUNAN LAPORAN
DAN PENGUMPULAN
DOKUMENTASI KEGIATAN

1. DOKUMENTASI
DOKUMENTASI