Anda di halaman 1dari 10

Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-ISSN: 2548-964X

Vol. 2, No. 2, Februari 2018, hlm. 612-621 http://j-ptiik.ub.ac.id

Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Gudang pada PT


Mitra Pinasthika Mulia Surabaya
Arel Riedsa Adiguna1, Mochamad Chandra Saputra 2, Fajar Pradana3
Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Email: 1arel.riedsa@gmail.com, 2andra@ub.ac.id, 3fajar.p@ub.ac.id

Abstrak
Manajemen gudang merupakan kegiatan pengelolaan barang yang tersimpan dalam gudang. PT Mitra
Pinasthika Mulia Surabaya merupakan perusahaan yang menggunakan sistem manajemen gudang
sebagai faktor pendukung kinerja dalam perusahaan. PT MPM berencana membangun sistem
manajemen gudang baru karena menurut bisnis analis PT MPM, saat ini sistem manajemen gudang
yang dimiiliki belum menunjang kegiatan operasional. PT MPM bekerja sama dengan vendor yang
merupakan pengembang sistem untuk mengembangkan sistem manajemen gudang baru. Dalam
mengembangkan sistem dibutuhkan dokumentasi perancangan sistem dan analisis kebutuhan dari
masalah yang ditimbulkan sistem lama untuk membantu PT MPM menyampaikan sistem seperti apa
yang diinginkan kepada vendor. Oleh karena itu, penelitian ini menjelaskan bagaimana menganalisis
dan merancang sebuah sistem yang dapat dipahami oleh vendor dan PT MPM. Analisis perancangan
dilakukan menggunakan metode FAST (Framework for the Application of System Thinking) pada
empat fase awal. Pada tiga fase pertama dihasilkan hasil analisis kebutuhan dengan PIECES sebagai
kerangka untuk klasifikasi masalah, pada fase desain logis dihasilkan usecase, activity diagram,
sequence diagram, wirefame, class diagram, CDM, dan PDM. Selain itu, pada proses evaluasi
perancangan menggunakan metode consistency analysis terbukti memiliki nilai presentase 100%
konsisten dan termasuk kategori correctness pada uji correctness yang membuktikan bahwa kebutuhan
sistem dengan perancangan sistem bersifat konsisten dan benar.
Kata kunci: FAST, PIECES, correctness, consistency analysis.

Abstract
Warehouse management is managing activity of goods stored in warehouse. PT Mitra Pinasthika
Mulia Surabaya is a company that applies warehouse management system to support its performance.
However, PT MPM needs a new warehouse management system because, based on analyst business of
PT MPM, the current warehouse management system can not support the operational activities. PT
MPM cooperates with a system developer vendor to develop new warehouse management systems. In
developing the system, PT MPM requires documentation system design and analysis the problems in
the old system in order to arrange a system that can optimally support the company performance.
Therefore, the research's goal is to analyze and design a system that can be understood by vendors
and PT MPM. The design analysis was using the FAST (Framework for the Application of System
Thinking) method in four phases. The first three phases produced requirement analysis with PIECES
as the framework for classification of problems, while the logical design phase produce usecase,
activity diagram, sequence diagram, wirefame, class diagram, CDM, and PDM. The process of design
evaluation was analyzed by using consistency analysis method to prove that it has a 100% percentage
value consistent and was included as the correctness category on the correctness test so the system
design was concluded as consistent and correct.
Keywords: FAST, PIECES, correctness, consistency analysis.

sistem manajemen gudang sebagai faktor


1. PENDAHULUAN pendukung sistem kerja dalam perusahaan.
PT Mitra Pinasthika Mulia (PT. MPM) Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan
merupakan perusahaan yang menggunakan PT MPM, sistem gudang yang dimiliki PT

Fakultas Ilmu Komputer


Universitas Brawijaya 612
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 613

MPM digunakan untuk mengelola berkas bentuk Unified Modelling Language yang
terkait dengan penyimpanan berkas dalam merupakan standar Bahasa yang banyak
gudang. digunakan di dunia industri untuk
mendefinisikan kebutuhan, analisis dan desain,
PT. MPM berencana untuk membangun
serta memodelkan arsitektur dalam
fasilitas gudang dan sistem manajemen gudang
pemrograman berorientasi objek (Sukamto &
baru untuk meningkatkan kapasitas gudang
Shalahuddin, 2014). Evaluasi peracangan
serta kualitas kinerja dari sistem gudang.
terhadap analisis kebutuhan yang digunakan
Menurut bisnis analis PT MPM saat ini sistem
adalah consistency analysis dan uji correctness.
manajemen gudang yang dimiiliki belum
Consistency analysis digunakan untuk
menunjang / mempermudah operasional.
melakukan analisis konsistensi pada hasil
PT. MPM bekerja sama dengan vendor perancangan sistem dengan pemanfaatan
untuk mengembangkan sistem manajemen hubungan antar elemen perancangan. Selain itu,
gudang yang baru. Vendor merupakan untuk mengukur kesesuaian kebutuhan proses
pengembang sistem yang akan membangun bisnis yang ada dengan perancangan sistem
sistem manajemen gudang berdasarkan (Nistala & Kumari, 2013). Sedangkan uji
kebutuhan yang diberikan oleh pihak MPM. correctness digunakan untuk melakukan
Dibutuhkan dokumentasi perancangan sistem koreksi terhadap keseuaian spesifikasi
dan analisis kebutuhan dari permasalahan yang kebutuhan dari sistem dengan fungsi dari sistem
ditimbulkan sistem lama dan kebutuhan baru yang akan dikembangkan. (Mili & Tchier,
untuk membantu PT MPM menyampaikan 2015).
perancangan sistem seperti apa yang diinginkan
Atas dasar uraian diatas, penulis mengambil
kepada vendor. Menurut Whitten, dan Bentley
topik penelitian analisis perancangan sistem
(2007) analisis kebutuhan sistem merupakan
yang berjudul “Analisis Perancangan Sistem
fase paling kritis dari sebuah proyek. Davis
Informasi manajemen gudang pada PT
(1993) dan Leffingwell (1997) dalam Siahaan
Mitra Pinasthika Mulia Surabaya”.
(2012) juga menyatakan bahwa 40% – 60%
Penelitian ini bertujuan untuk membantu
kesalahan dalam proyek pengembangan
menganalisa permasalahan dan
perangkat lunak yang muncul berawal dari
mendokumentasikan perancangan sistem yang
kesalahan pada tahapan analisis kebutuhan. Hal
diinginkan PT Mitra Pinasthika Mulia.
ini diperkuat oleh data statistik yang
diungkapkan oleh Hull (2011) berdasarkan data
2. LANDASAN KEPUSTAKAAN
survei yang dilakukan oleh Standish Group,
menyatakan bahwa alasan umum kegagalan 2.1 Kajian Pustaka
sebuah proyek bukanlah karena hal teknis tapi Kajian pustaka yang digunakan pada
terletak pada aspek non-teknis yaitu tahapan penelitian ini adalah penilitian terdahulu oleh
analisis kebutuhan. Nistala & Kumari yang berjudul “An Approach
Salah satu metode pengembangan sistem to Carry Out Consistency Analysis on
yang umum digunakan untuk pengembangan Requirements”. Tujuan penelitian ini untuk
sistem adalah metode FAST (Framework for mengukur kesesuaian perancangan
the Application of System Thinking). Metode menggunakan metode consistency analysis.
FAST merupakan metode gabungan praktik- Penelitian selanjutnya dari Kamalrudin &
praktik terbaik dalam beberapa metodologi Sidek (2015) berjudul “ A Review On Software
yang dikemas dalam kerangka kerja cerdas Requirements and Consistency Management”.
yang cukup fleksible untuk menyediakan tipe Penelitian tersebut betujuan untuk meninjau
tipe berbeda strategi proyek. FAST didukung terhadap definisi 3C yang merupakan
oleh kerangka kerja PIECES yang digunakan correctness, completeness, dan correctness
untuk mengidentifikasi permasalahan pada terhadap kebutuhan sistem.
sistem lama dan memetakan permasalahan yang
ada berdasarkan kategori yang disebutkan Penelitian terakhir dari Naung & Mon Oo
dalam tiap hurufnya Performance, Information, (2014) berjudul “Information System
Economic, Control, Efficiency, Service Requirement Gathering using FAST
(Whitten, Bentley, & Dittman, 2007). Hasil dari Framework:Critical Analysis”. Penelitian
analisis kebutuhan akan di modelkan ke dalam tersebut menjelaskan bagaimana melakukan
pengumpulan kebutuhan sistem dalam
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 614
Problem X X
pengembagan sistem menggunakan FAST. Analysis

2.2 Analisis dan Perancangan Requirement X


Analysis
Analisis dan perancangan sistem merupakan Logical x
langkah awal dalam pengembangan sistem Design

untuk menentukan kebutuhan, permasalah yang Decision (A system analysis transition phase)
Analysis
dapat diatasi dari adanya sebuah sistem yang
akan dibangun, dan sistem seperti apa yang Physical X
Design and
akan dibuat (Whitten & Bentley, 2007). integration

Construction X
2.3 Sistem Informasi and Testing

Sistem Informasi merupakan suatu sistem di Instalaltion x


and Delivery
dalam organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian yang
2.6 Scope Definition
mendukung fungsi operasi organisasi yang
bersifat manajerial (Sutabri, 2016). Fase pertama pada metode FAST yaitu
Definisi Lingkup atau Scope Definition. Fase
2.4 Pemrograman Berioentasi Obyek
ini menentukan ukuran dan batas batas proyek,
Metodologi berorientasi obyek merupakan visi proyek, semua batasan atau limit, partisipan
strategi pembangunan sistem yang proyek yang dibutuhkan, anggaran, dan jadwal
mengorganisasikan sistem sebagai kumpulan (Whitten, et al., 2007).
obyek yang berisi data dan operasi yang
2.6.1 PIECES
diberlakukan terhadapnya (Sukamto &
Shalahuddin, 2014). Metode PIECES merupakan kerangka kerja
yang digunakan untuk klasifikasi permasalahan
2.5 Framework the Application of System
yang ada berdasarkan kategori yang disebutkan
Thinking
dalam tiap hurufnya Performance, Information,
Framework Application of System Thinking Economic, Control, Efficiency, Service
atau FAST merupakan kerangka kerja cerdas (Whitten & Bentley, 2007).
yang cukup fleksible untuk menyediakan tipe
2.7 Problem Analysis
tipe berbeda proyek maupun strategi dan berisi
gabungan dari praktik praktik penggunaan Problem analysis atau analisis masalah
metode pengembangan sistem yang dapat merupakan fase selanjutnya dari definisi
ditemui dalam banyak metode refensi dan lingkup. Fase analisis masalah mempelajari
komersial (Whitten & Bentley, 2007). sistem yang ada dan menganalisa temuan –
temuan untuk menyediakan tim proyek dengan
FAST terdiri dari beberapa fase, tiap fase
pemahaman yang lebih mendalam akan
menghasilkan produk jadi yang selanjutnya
masalah masalah yang akan memicu proyek
digunakan dalam mengerjakan fase berikutnya.
(Whitten, et al., 2007).
Produk yang dihasilkan pada tiap fase
didokumentasikan untuk membantu proses 2.8 Requirement Analysis
pengembangan. Jumlah fase yang digunakan Fase selanjutnya setelah analisis masalah
sebanyak 8 fase meliputi, Fase Analisis dan
adalah analisis persyaratan/ kebutuhan atau
Perancangan (Definisi Lingkup, analisis requirements analysis. Fase ini sangat penting
masalah, analisis kebutuhan/persyaratan, desain dalam menciptakan sistem informasi baru.
logis), fase peralihan (analisis keputusan), dan Sistem baru akan selalu dievaluasi, terutama
fase implementasi (desain dan integrasi fisik,
seberapa besar persyaratan yang telah dipenuhi
konstruksi dan pengujian, dan instalasi dan oleh sistem tersebut. Oleh karena itu, fase ini
pengiriman). dapat menentukan persyaratan dalam sebuah
Tabel 1. Fase FAST sistem baru.
Classic Phases
2.9 Logical Design
FAST Phases Project System System System
Initiation Analysis Design Implementation Fase logical design atau desain logis
Scope X merupakan aktifitas lebih lanjut mengenai
Definition dokumen kebutuhan bisnis menggunakan

Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya


Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 615

model sistem yang menggambarkan struktur b) Process layer yang Berisi proses dan sub-
data, bisnis proses, alur data, dan antar muka proses yang harus ada untuk mencapai
pengguna. Dengan kata lain fase ini tujuan organisasi.
memvalidasi kebutuhan yang ditetapkan pada
c) Requirements layer yang berisi kunci dari
fase analisis kebutuhan (Whitten, et al., 2007).
kebutuhan sistem berdasarkan proses dan
2.9.1 UML (Unified Modelling Language) sub-proses.
UML merupakan bahasa visual untuk d) Specification layer yang menghasilkan
pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah analisis kebutuhan dalam bentuk
sistem dengan menggunakan diagram dan teks spesifikasi kebutuhan.
teks pendukung (Sukamto & Shalahuddin,
2) Configuration Structure
2014). Pemodelan yang digunakan pada
penelitian ini meliputi usecase, activity Tahap ini memberikan panduan dalam
diagram, sequence diagram, class diagram, identifikasi layer dan menghubungkan 4 layer
Conceptual Data Model, Physical Data Model, pada komponen yang pertama. Setiap elemen
dan wireframe pada tiap layer akan dijelaskan pada tahap ini.
2.9.2 Conceptual Data Model 3) Consistency Analysis
CDM (Conceptual Data Model) atau model Tahap ini berguna untuk memberikan validasi
konsep data adalah konsep yang berhubungan dari tahap kedua, dengan cara menggambarkan
dengan sudut pandang pengguna dalam hubungan antara 4 layer yang telah
menyimpan data pada tabel dalam basis data. didefinisikan dengan digambarkan dalam
CDM digambarkan dalam bentuk tabel dan bentuk diagram consistency analysis.
relasi pada setiap tabel (Sukamto & 4) Requirement Consistency Index
Shalahuddin, 2014).
Requirement Consistency Index berfungsi
2.9.3 Physical Data Model untuk melakukan perhitungan terhadap
PDM (Physical Data Model) adalah model persentasi konsistensi dalam pendefinisian
yang menggunakan tabel untuk menjelaskan kebutuhan. Proses perhitungan RCI dituliskan
data serta hubungan antar data. Setiap tabel pada persamaan 1.
memiliki sejumlah atribut dimana setiap atribut
A
pada tabel terdiri dari atribut unik dan tipe data RCI  (1)
dari setiap atribut. PDM merupakan konsep BC
yang menjelaskan detail dari bagaimana data Keterangan
disimpan dalam basis data. PDM juga
merupakan bentuk fisik perancangan basis data A : Jumlah elemen kebutuhan yang konsisten.
yang siap untuk di implementasi ke dalam B : Jumlah total elemen kebutuhan.
DBMS (Sukamto & Shalahuddin, 2014).
C : Jumlah elemen kebutuhan yang terdefinisi
2.9.4 Consistency Analysis secara tidak benar.
Requirement consistency analysis 2.9.5 Correctness
merupakan metode untuk melakukan analisis
konsistensi pada hasil perancangan sistem Pengujian kesesuaian berfokus pada
dengan pemanfaatan hubungan antar elemen kebutuhan dan perancangan sistem yang akan
perancangan (Nistala & Kumari, 2013). Dalam dikembangkan dengan memeriksa apakah
penerapannya terdapat 4 langkah kerja yaitu: komponen fungsi pada sistem yang telah di
rancang sesuai dengan spesifikasinya.
1) Layers and Configuration Items
Syarat pemenuhan kebutuhan correctness
Tahap ini mendeskripsikan asal dari 4 layer apabila kandidat program memiliki korelasi
yang akan dianalisis. Layer tersebut antara lain: terhadap setiap kebutuhan dari pengguna.
a) Business layer yang berisi tujuan Syarat pemenuhan kebutuhan partially
organisasi yang diperoleh dari proses correctness apabila kandidat program memiliki
yang berjalan pada sebuah organisasi. sebagian besar korelasi terhadap setiap
kebutuhan dari pengguna.

Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya


Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 616

Syarat pemenuhan kebutuhan terminate Tabel 3 informasi


normally apabila kandidat program sebagian Faktor Sistem saat ini
besar atau keseluruhan tidak memiliki korelasi
Output - Kurangnya informasi yang
terhadap kebutuhan dari pengguna.
diperlukan dan relevan

3. METODOLOGI - Informasi tidak akurat


Input - Data tidak tertangkap sesuai dengan
Metodologi penelitian merupakan
kebutuhan
mekanisme penyelesaian masalah penelitian
dan menjelaskan mengenai metode yang Data - Data tidak terorganisasi dengan baik
tersimpan
digunakan selama penelitian ini. Tahap yang - Data tidak dapat di akses
digunakan pada penelitian ini adalah studi - Data tidak fleksible, tidak mudah
literature, observasi dan pengumpulan data, untuk memebuhi kebutuhan
definisi lingkup, analisis masalah, analisis informasi baru
kebutuhan, desain logis, pengujian
perancangan, dan kesimpaulan dan saran. 3. Economy
Tabel 4 ekonomi
4. ANALISIS KEBUTUHAN
Faktor Sistem saat ini
4.1 Framework the Application of System
Biaya & - Biaya terlalu tinggi (Pada beberapa
Thinking manfaa proses manual dari segi operasional
Metode FAST pada penelitian ini t sistem gudang menyebabkan
pegawai masih menggunakan kertas
digunakan sebagai metode pengumpulan untuk proses dokumentasi yang
kebutuhan dan perancangan dalam proses berlebihan untuk rekap data)
pengembangan sistem manajemen gudang PT
MPM. Fase yang digunakan pada penelitian ini 4. Control
hingga fase desain logis.
Tabel 5 kontrol
4.2 Scope Definition
Faktor Sistem saat ini
Pada fase ini akan membahas mengenai Kontrol - Beberapa proses operasional belum
fungsi kapasitas, dan isi suatu proyek. Fase ini terakomodir pada sistem
akan memberikan batasan sistem akhir yang
- Sistem yang dilakukan 1 orang
dapat diverifikasi oleh pemilik sistem. Hasil untuk mengolah data berjumlah
dari penyampaian lingkup proyek adalah besar setiap bulannya dapat
pernyataan masalah. Pernyataan masalah pada menyebabkan kesalahan dalam
fase ini hanya untuk mencatat dan melakukan input
mengklasifikasikan masalah kedalam bentuk - Peraturan atau pedoman privasi
PIECES, bukan untuk pemecahan masalah. data sedang (atau bisa) dilanggar

4.2.1 PIECES - Tata kelola berkas dalam jumlah


besar pada gudang mengakibatkan
Berikut merupakan hasil klasifikasi penumpukan
permasalahan: Keamanan - Penyimpanan berkas berupa
dokumen dapat menyebabkan
1. Performance kehilangan atau bahkan kerusakan
Tabel 2 kinerja apabila tidak ada penyimpanan
pada sistem
Faktor Sistem saat ini
Throughput - Jumlah pekerja yang bertanggung 5. Efficiency
jawab menyebabkan resiko human
error tinggi Tabel 6 efisiensi
Response - Proses operasional yang masih
Time secara manual mempengaruhi Faktor Sistem saat ini
permintaan informasi yang
menghabiskan waktu lama.
- Banyak nya data yang yang
dikelola tidak diakomodir oleh
pencarian yang mudah

2. Information

Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya


Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 617

Efisiensi - Proses pencarian data yang masih dan file kemudahan pinjam
waktu, manual dapat membutuhkan waktu dipinjam proses kembali
tenaga, dan yang lebih banyak sehingga lainnya
biaya menyebabkan penurunan kualitas
Sistem Sistem saat Sering Menyediakan
proses operasional
hanya ini terjadi sistem yang
- Penggunaan kertas yang berlebihan dapat menyediak human dapat
dapat mempengaruhi pengeluaran digunakan an satu error dan digunakan
satu aktor user untuk waktu untuk semua
pengelolaa tunggu divisi untuk
6. Service
n file pada yang tinggi mempercepat
Tabel 7 pelayanan sistem apabila kinerja
permintaan
Faktor Sistem saat ini tinggi
Pelayanan - Proses rekap yang dikerjakan oleh 1 Beberapa Sistem saat Beberapa Membuat
orang dengan transaksi berkas pada proses ini hanya proses sistem yang
gudang yang tinggi dapat operasional mengakom membutuhk terotomatisas
mengurangi kualtas layanan sistem masih odir daftar an waktu i dari mulai
(sistem tidak reliable) manual file yang lama file disimpan
tersimpan untuk dalam
- Proses operasional belum terintegrasi,
dan file mencapai gudang
dan terotomatisasi secara
keluar target hingga file
keseluruhan
(dipinjam) dikelola

4.3 Problem Analysis 4.4 Requirement Analysis


Dari definisi ruang lingkup diketahui 1. Spesifikasi kebutuhan
bahwa daftar permasaahan dan solusi di
jelaskan pada tabel 8. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak
merupakan hasil dari analisis permasalahan dan
Tabel 8 permaslahan dan solusi
kebutuhan dari sistem yang harus dipenuhi oleh
Masalah Penyebab Dampak Solusi sistem manajemen gudang yang baru. seperti
contoh spesifikasi kebutuhan pegelolaan file
Proses Sistem saat Proses Menyediakan
pencarian ini tidak pencarian fitur terkait dengan pencarian file dapat mengatasi
berkas menyediak membutuhk pencarian permasalahan proses pencarian file.
yang an layanan an waktu untuk
membutuh pencarian lama mempercepat 2. Kebutuhan fungsional
kan waktu proses
lama pencarian
Kebutuhan fungsional merupakan hasil dari
analisis permasalahan sistem saat ini dan
Terjadi Sistem File yang Menyediakan kebutuhan tambahan yang diperlukan
penumpuk tidak menumpuk fitur kontol
an berkas menyediak terlalu kadaluarsa berdasarkan pemangku kepentingan sistem.
dalam an kontrol banyak untuk Hasil dari analisis permasalahan seperti proses
gudang file sulit untuk mengingatka pencarian yang membutuhkan waktu lama akan
diakibatka kadaluarsa proses n file file di akomodir kedalam fungsi kelola file dimana
n tidak ada pengelolaa yang tidak
terdapat fitur pencarian file, permasalahan
kontrol nnya digunakan
berkas lagi penumpukan berkas dalam gudang akan
diakomodir oleh fungsi sistem verifikasi file
Sistem Sistem saat Lambat Mengintegras
belum ini berbasis dalam ikan setiap
kadaluarsa dan permasalah yang lain akan
mengakom php dan proses divisi dengan diakomodir pada sistem.
odir digunakan input data gudang untuk
integritasi pada dan rekap mempermuda 5. PERANCANGAN SISTEM
pada setiap gudang informasi h transaksi
divisi saja pada gudang 5.1 Logical Design
dengan
gudang Setelah tahap analisis kebutuhan peneliti
dapat menggambarkan model sistem untuk
Informasi Sistem saat Sistem Menyediakan
dari rekap ini hanya sekarang fitur rekap memvalidasi persyaratan bisnis untuk
data pada menyediak kurang file, kelengkapan dan konsistensi. Fase desain logis
operasional an rekap komplek pengingat file menafsirkan persyaratan bisnis ke dalam model
tidak daftar file tidak kadaluarsa, sistem berupa diagram UML untuk menunjukan
lengkap yang mengakom pencarian
disimpan odir file, file
sistem independen dari solusi teknis. peneliti

Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya


Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 618

menarik model sistem untuk dikelompokkan


dalam model data logis, model proses logis dan
model antarmuka logis yang mewakili
persyaratan data dan informasi (Pengetahuan),
persyaratan proses bisnis (Proses) dan
persyaratan antarmuka sistem (Komunikasi).
5.1.1 Use case
Hasil dari kebutuhan fungsional sistem
manajemen gudang akan di transformasikan ke
dalam bentuk diagram use case untuk
mengetahui perilaku dari user terhadap sistem
dan sistem terhadap user. Gambar 4.3
merupakan diagram usecase dari sistem
manajemen gudang PT MPM.

Gambar 1 usecase sistem manajemen gudang


5.1.2 Usecase scenario
Skenario use case akan menjelaskan
bagaiman perilaku pengguna dan sistem
dari setiap use case berdasarkan diagram
use case yang telah dibuat. Usecase yang
diambil contoh adalah usecase mengelola
Gambar 2 diagram activity mengelola file
file.
5.1.3 Activity Diagram 5.1.4 Seqence Diagram

Activity diagram atau diagram aktivitas Sequence diagram atau diagram alur
berisi aliran kerja dari sebuah sistem berisi aliran kerja dari sistem yang sesuai
manajemen gudang. Berikut penjelasan dengan pemrograman berorientasi obyek
mengenai setiap usecase dari sistem dimana terdapat interaksi antar kelas pada
manajemen gudang dalam bentuk diagram sistem. Berikut penjelasan mengenai alur
aktivitas. Gambar 3 menjelaskan mengenai tambah file pada usecase mengelola file.
diagram aktifitas pada mengelola file.

Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya


Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 619

transformasi dari struktur tabel yang ada


pada Conceptual Data Model. Physical
Data Model menampilkan hubungan,
primary key serta foreign key dari setiap
tabel untuk saling berhubngan dengan
tabel lain.

6. EVALUASI
6.1 Consistency Analysis:Requirement
Configuration Structure
Proses evaluasi perancangan yang
Gambar 3 sequence diagram tambah file dilakukan dalam uji consistency analysis
terhadap pendefinisian kebutuhan dengan
5.1.5 Class Diagram menggunakan Requirement Configuration
Class diagram pada sistem manajemen Structure.
gudang menjelaskan atribut, fungsi, dan Langkah pertama adalah menentukan
hubungan dari setiap kelas yang dimiliki. komponen untuk memenuhi business layer,
Kelas diagram yang baik memiliki nilai process layer, requirement layer, dan
kopling yang rendah dan nilai kohesi yang specification layer. Pemetaan untuk
tinggi. Gambar 4 menjelaskan bagaimana memberikan relasi antar layer digunakan
hubungan class diagram tambah file untuk mengukur tingkat konsistensi.
terhadap sequence diagram. Menghitutng RCI (Requiremen
Consistency Index) dilakukan untuk
menghitung presentase konsistensi sistem
manajemen gudang.
Hasil pemetaan layer menjelaskan bahwa:
- Total kebutuhan (A) yang konsisten
berjumlah 73
- Total item kebutuhan (B) berjumlah 73
yang dimasukkan pada nilai B. (5 item
business layer, 13 item process layer,
41 item requirement later, dan 14 item
specification layer)
Gambar 4 hubungan class diagram tambah file - Total kebutuhan yang tidak terdefinisi
terhadap sequence diagram (C) berjumlah 0
5.1.6 Conceptual Data Model Setiap variable yang telah di
Conceptual Data Model sistem identifikasi akan dimasukkan dalam
manajemen gudang menjelaskan penilaian RCI sehingga menghasilkan nilai
bagaimana struktur tabel yang dimiliki 100 %. Hal ini membuktikan bahwa
beserta seperti apa relasi dari satu tabel ke konsistensi kebutuhan pada sistem
tabel lain. Seperti contoh pada gambar manajemen gudang terbukti konsisten.
5.67 yang menjelaskan relasi tabel loan 6.2 Correctness
dengan detail loan one to many, tabel
registration file dengan category many to Evaluasi ini bertujuan untuk
one, tabel destroy file dengan detail memastikan bahwasannya setiap kebutuhan
destroy one to many, tabel detail box yang dimiliki pada sistem sudah sesuai
dengan box many to one, dan seterusnya. (correctness) terhadap kebutuhan dan
perancangan dari PT MPM. Analisis
5.1.7 Physical Data Model kandidat program juga untuk melakukan
Physical Data Model sistem kesesuaian perilaku program dalam
manajemen gudang merupakan mengaasi permasalahan yang dialami

Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya


Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 620

sistem manajemen gudang yang lama. 3. Sedangkan hasil evaluasi sistem


Hasil dari kebutuhan sistem dan menggunakan uji correctness
perancangan sistem akan di identifikasi menjelaskan bahwa setiap kebutuhan
untuk menilai termasuk kategori apa yang terdapat pada spesifikasi
hubungan antar keduanya. Di umpamakan kebutuhan sudah sesuai atau tepat pada
kebutuhan sistem adalah himpunan R yang setiap fitur yang akan dimiliki oleh
memiliki 13 macam kebutuhan. sistem manajemen gudang. Untuk hasil
evaluasi sistem menggunakan metode
Fungsi sistem memiliki 13 macam consistency analysis terbukti memiliki
fungsi yang diumpamakan dengan nilai RCI sebesar 100 % konsisten
himpunan P. dengan mengidentifikasi dimana setiap layer yang ada pada
kebutuhan R dan P diketahui menghasilkan sistem manajemen gudang saling
nilai dom (R∩P) = dom (R). hal tersebut berhubungan.
membuktikan bahwa fungsi sistem tepat
sesuai dengan setiap kebutuhan dari DAFTAR PUSTAKA
spesifikasi kebutuhan.
Bittner, K., dan Spence, I., 2002. Use case
7. KESIMPULAN Modeling . [pdf] US: Addison
Wesley.
1. Hasil dari 3 fase awal adalah spesifikasi Dewi, R. K., 2015. Analisa dan Pemodelan
kebutuhan. Fase pertama menentukan Arsitektur Proses Bisnis
batasan lingkungan sistem dari sistem Kepegawaian dengan Metode
manajemen gudang PT MPM dan Framework for the Application of
mengklasifikasi setiap permasalahan System Thingking (Studi kasus
dengan menggunakan framework bagian kepegawaian UNMER
PIECES yang melakukan klasifikasi Malang). S1. Universitas
maslaah berdasarkan kinerja, informasi Brawijaya
atau data yang digunakan, ekonomi, Kamalrudin, M., dan Sidek, S., 2015 A
kontrol sistem, efisiensi dan layanan Review on Software Requirements
sistem yang akan dikembangkan. Fase Validation and Consistency
kedua menganalisis setiap Management. [pdf] Malaka:
permasalahan yang ditemui dan University Teknikal Malaysia
memberikan solusi dengan membuat Melaka. Tersedia di: <
sistem manajemen gudang baru seperti http://www.sersc.org/journals/IJSE
apa. Fase ketiga melakukan analisis IA/vol9_no10_2015/5.pdf>
kebutuhan yang telah ditentukan [diakses pada 29 Juni 2017]
berdasarkan solusi yang telah diberkan Leffingwell, D. dan Widrig, D., 2002. The
untuk selanjutnya di buat daftar Role of Requirement Traceabiity in
spesifikasi kebutuhan terhadap sistem System Development. The Rationl
baru yang dapat mengatasi e-zine. Tersedia di:
permasalahan dari sistem lama. <https://www.dropbox.com/s/poe8
e99rivhf3cj/Traceability%20Matri
2. Hasil dari fase keempat adalah
x.pdf?dl=0> [diakses 14 Februari
pemodelan sistem manajemen gudang
2017]
yang baru terhadap spesifikasi
Nistala, P., dan Kumari, P., 2013. An
kebutuhan sehingga terbentuk
Approach to Carry Out
perancangan sistem manajemen
Consistency Analysis on
gudang baru. perancangan sistem ini
Requirements. [pdf] Hyderabad:
mencakup pemodelan dari analisis
Tata Consultancy. Tersedia di: <
usecase, analisis aktifitas sistem
https://www.computer.org/csdl/pro
dengan pengguna dalam activity
ceedings/re/2013/9999/00/0663673
diagram, analisis alur sistem dalam
7.pdf> [diakses tanggal 14
sequence diagram. Analisis kelas pada
Februari 2017]
class diagram, analisis database dalam
Oo, P., dan Naung, Z., 2014. Information
CDM serta PDM dan wireframe sistem
Systems Requirement Gathering
manajemen gudang.

Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya


Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 621

using FAST Framework: Critical


Analysis. [pdf] Singapore: Quality
Power Management Pte Ltd.
Tersedia di: <
http://zinmyintnaung.eu5.org/myw
ork/REPORT_H6675.pdf >
Putri, O. A., 2016. Analisis dan
Perancangan Sistem Informasi
Pengelolaan Proposal Kegiatan
Program Mahasiswa Wirausaha
Universitas Brawijaya. S1.
Universitas Brawijaya.
Rosyadi, I. J., 2013. Analisa dan
Perancangan Sistem Informasi
Persediaan Barang dengan
menggunakan metode FAST pada
CV. Tri Jaya. S1. Universitas
Brawijaya.
Rumbaugh, J., Jacobson, I. & Booch, G.,
2005. The Unified Modeling
Language reference manual. 2nd
ed. Boston: Addison-Wesley.
Sukamto, R. A. dan Shalahuddin, M.,
2014. Rekayasa Perangkat Lunak
Terstruktur dan berorientasi objek.
Edisi 2. Bandung: Informatika
Sutabri, T., 2016. Sistem Informasi
Manajemen (edisi revisi),
Yogyakarta: ANDI
Wetherbe, C, J. dan Vitalari, P. N., 1994.
System Analysis and Design: Best
Practice. 4th ed. USA: West
Publishing Co.
Whitten, J. L. dan Bentley, L. D., 2007.
Systems Analysis and Design
Methods. [e-book] New York:
McGraw-Hill. Tersedia di:
<https://www.academia.edu/87878
30/Whitten_and_Bentley_2007_Sy
stem_Analysis_and_Design_Meth
ods_-
_7th_Edition?auto=download>
[diakses 13 Februari 2017]

Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya