Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULAN

1.1 Latar Belakang

Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) yang merupakan pusat
rujukan nasional semakin banyak menerima pasien-pasien penyakit jantung koroner (PJK)
dengan fraksi ejeksi rendah. Gagal Jantung akibat penyakit jantung koroner memiliki
mortalitas yang tinggi dan jika dilakukan bedah pintas arteri coroner (BPAK) saja,
peningkatan fraksi ejeksi (fungsi pompa jantung) tidak signifikan dibuktikan oleh peneitian
Ilirjana dkk (25,6 + 5,2  31,08 + 5,5). Peningkatan fungsi jantung yang tidak signifikan ini
menyebabkan peningkatan kapasitas fisik yang juga tidak optimal.

Belakangan ini sudah banyak penelitian tentang terapi sel punca pada pasien BPAK akibat
gagal jantung iskemik. Beberapa penelitian yang melakukan terapi CD133+ bone marrow
stem cell secara transepikardial, diantaranya dilakukan oleh Stamm dkk pada follow up bulan
ke-6 dan ke-18 hanya mendapatkan peningkatan fraksi ejeksi dan perbaikan perfusi miokard
yang signifikan pada kelompok perlakuan , sedangkan penelitian oleh Nasseri dkk pada
follow up 6 bulan hanya mendapatkan perbaikan scar size dan perfusi regional miokard, yang
tidak diikuti perbaikan fungsi ventrikel kiri dan performa fisik yang bermakna. Penelitian
oleh Soetisna pada tahun 2018 di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita
(RSJPDHK) yang melakukan terapi serupa, disertai implantasi transeptal pada follow-up 6
bulan diperoleh hasil yang signifikan terhadap peningkatan Left Ventricular Ejection
Fraction, Wall Motion Score Index, 6 Minute Walking Test, kadar Vascular Endotelial
Growth Factor dan penurunan scar size. Namun menurut Nesteruk (2016) yang melakukan
pengamatan di Regeneration and Translation Center terhadap hasil jangka panjang dari
berbagai penelitian yang melakukan terapi CD 133+ bone marrow stem cell pada pasien
BPAK akibat gagal jantung iskemik menyimpulkan proses regenerasi miokard dapat terus
berlangsung sampai 5 tahun. Berdasarkan analisa Nesteruk tersebut , maka akan dilakukan
penilaian jangka menengah terhadap regenerasi miokard dan performa fisik secara objektif
maupun subjektif pada penelitian Soetisna dkk.