Anda di halaman 1dari 5

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN (LOG BOOK)

PEMASANGAN KATETER DI RUANG RUBY RSUD


Dr. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN

OLEH :

IRA PUSPITA LISTIARINI

NIM 19.31.1367

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS

STIKES CAHAYA BANGSA BANJARMASIN

TAHUN AKADEMIK 2019 - 2020


LEMBAR PENGESAHAN

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN (LOG BOOK)


PEMASANGAN KATETER DI RUANG RUBY RSUD
Dr. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN

OLEH :

IRA PUSPITA LISTIARINI

NIM 19.31.1367

Mengetahui,

Banjarmasin, Februari 2020

Preseptor Akademik Preseptor Klinik

( Aditya Suparna., S.Kep.,Ns ) ( Makmun., S.Kep.,N )


Analisa Sintesa Tindakan Keperawatan

(LOG BOOK)

1. Tindakan keperwatan yang dilakukan :


Memasang kateter uretra.
2. Nama klien : Tn. A
3. Diagnosa Medis : SNH dd SH
4. Diagnosa Keperawatan : - Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral
- Gangguan Rasa Nyaman : Nyeri akut
5. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional :
a. Definisi
Memasukkan selang karet atau plastik melalui uretra dan ke dalam
kandung kemih
b. Tujuan
1. Menghilangkan distensi kandung kemih
2. Penatalaksanaan kandung kemih
3. Mendapatkan urine steril
4. Mengosongkan kandung kemih secara lengkap
c. Prosedur
Terapi dilakukan pada penderita :
1. Kandung kemih inkopeten
2. Prostat hipertrofi
d. Persiapan
Alat :
1. Bak instrument steril berisi
2. Pinset anatomis
3. Duk
4. Kassa
5. Kateter
6. Spuit 20 cc
7. Pelumas
8. Urine bag
9. Plaster dan gunting
10. Selimut mandi
11. Perlak/pengalas
12. Bak berisi air hangat, waslap, handuk
13. Bengkok
14. Pispot
e.       Cara kerja
1. Memasang sampiran dan menjaga privacy
2. Pasang perlak atau alas pada klien
3. Mengatur posisi supinasi dan melepaskan pakaian bawah
4. Pasang urin bag
5. Isi spuit dengan aquades
6. Memasang duk steril
7. Dekatkan bengkok dan kapas sublimat
8. Lakukan penis hygiene
9. Buka set kateter dan berikan jelly di ujung kateter
10. Masukkan kateter sedalam 15-23 cm sampai urin mengalir
11. Jika menggunakan indwelling kateter, isi balon dengan cairan
aquades
12. Fiksasi kateter
13. Melepas duk, pengalas
14. Merapikan pasien

6. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara


pencegahanya :
Bahaya :
a.       Infeksi
b.      Striktur uretra
c.       Ruptur uretra
d.      Perforasi buli-buli
e.       Pendarahan
f.       Balon pecah atau tidak bisa dikempeskan
Pencegahan : lakukan pemasangan kateter uretra sesuai dengan prosedur
tindakan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan prinsip tindakan,
seperti pengecekan balon kateter sebelum pemasangan, memperhatikan
teknik steril, pemasangan secara gentle, pemberian lubrikasi, dan
mengunakan kateter yang sesuai.
7. Tujuan tindakan :
Pemasangan kateter uretra dimaksudkan untuk pemantauan pengeluaran urin
(output) pada klien karena pasien mengalami penurunan kesadaran dan harus
di pantau lewat input dan ouputnya.
8. Hasil yang didapat dan maknanya :
S :-
O : terdapat pengeluaran urin pada klien meskipun sedikit yaitu : 150 CC,
A : Masalah belum teratasi ditandai dengan pengeluaran urin yang sedikit
P : Pertahankan intervensi :
-          Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian antidiuretik sesuai
kebutuhan
-          Pertahankan keakuratan catatan asupan dan pengeluaran

9. Identifikasi tindakan keperawatan lainya yang dapat dilakukan untuk


mengatasi masalah/diagnosa tersebut. (kolaborasi/mandiri) :
a. Monitor TTV
b. Monitor BUN
c. Berikan diuretik sesuai kebutuhan