Anda di halaman 1dari 25

BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

3.1.1 Sejarah Perusahaan

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau selanjutnya disebut BGR didirikan

pada tanggal 11 April 1977 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 1976

yang bergerak di bidang jasa pergudangan di Semarang, Jawa Tengah. Sebagai

suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BGR turut mengemban misi

menunjang kebijaksanaan pemerintah dan membantu pelaku bisnis dan industri,

khususnya dibidang penyelenggara jasa penyewaan dan pengelolaan ruangan serta

proses pengiriman barang dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip

pengelolaan usaha yang sehat dan undang-undang perseroan terbatas. Dalam

perjalanannya, BGR melakukan transformasi menjadi perusahaan jasa logistik,

dengan visi menjadi perusahaan jasa logistik yang memberikan solusi, handal dan

terkemuka dengan moto "Total Logistics Solution", BGR siap menjadi mitra

terpercaya perusahaan Anda dalam menangani berbagai kegiatan logistik.

Hingga saat ini, 100% sahamnya masih dimiliki oleh Pemerintah Republik

Indonesia melalui Kementerian Negara BUMN selaku pemegang saham. Gagasan

didirikannya BGR berdasarkan adanya kebutuhan badan usaha yang dapat

mengelola fasilitas pendukung sarana distribusi pupuk yang memadai berupa

fasilitas gudang yang lokasinya menjangkau ke sentra-sentra pertanian. Pada saat

itu, pemerintah membangun gudang sebanyak 32 unit yaitu di Jawa, Bali,

Kalimantan Selatan melalui Depertemen Perdagangan.

38
39

Bisnis utama BGR adalah menyediakan, menyewakan dan mengelola

ruangan gudang, baik tertutup maupun terbuka (open storage) dan

menyelenggarakan jasa pergudangan lainnya. Dalam perkembangannya, BGR

menambah jasa-jasa trasportasi baik darat maupun udara dan pengurusan eskpor-

impor serta mengkombinasikannya dengan jasa pergudangan yang telah ada

menjadi paket- paket jasa logistik.

Hingga saat ini, BGR berperan sebagai penyedia jasa pergudangan dan

logistik yang memiliki jaringan infrastruktur hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Tercatat Kantor Cabang yang dikelola BGR adalah 24 cabang. Pangkal pinang

adalah sub cabang termuda yang baru dibuka pada 3 September 2014. Dari sisi

fasilitas, saat ini BGR mengelola sekitar 600 gudang yang terdiri dari gudang

milik, gudang sewa dan gudang manajemen yang luasnya sekitar 1 juta meter

persegi yang tersebar di seluruh Indonesia. Gudang Milik sebanyak 150 unit

dengan kapasitas 455.800 ton, Gudang Sewa sebanyak 200 unit dengan

kapasitas756.500 ton dan Gudang Manajemen sebanyak 129 unit dengan

kapasitas 342.632 ribu ton.

Untuk mengembangkan visi dan misi PT Bhanda Ghara Reksa (Persero)

menjadi perusahaan jasa logistik yang profesional, beretika, terkemuka di

Indonesia serta mampu bersaing dipasar global. Wilayah usaha PT Bhanda Ghara

Reksa meliputi seluruh Indonesia, dengan didukung kantor-kantor cabang yang

tersebar di kota-kota besar seperti Medan, Padang, Dumai, Palembang, Lampung,

Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar,

Banjarmasin, Mataram, Kupang, Samarinda, Pontianak, Palu dan Sorong.


40

Perjalanan panjang selama 41 tahun dan kemampuan perusahaan

memberikan kontribusi yang positif kepada para pemangku kepentingannya telah

membuktikan bahwa BGR menjadi perusahaan yang handal. PT Bhanda Ghara

Reksa berkantor pusat Jl. Kalibesar Timur No. 5-7, Jakarta 11110. Dan untuk PT

Bhanda Ghara Reksa Bandung berlokasi di JL. Soekarno Hatta No.503B

Bandung Jawa Barat . Website: www.bgrindonesia.co.id. Visi PT Bhanda Ghara

Reksa yaitu menjadi menjadi perusahaan logistik dengan solusi terintegrasi, andal

dan terpercaya. Misi PT Bhanda Ghara Reksa yaitu mengembangkan bisnis

logistik nasional, memberikan pelayanan prima untuk kepuasan pelanggan,

mengembangkan infrastruktur dan teknologi secara berkelanjutan,

mengembangkan sumber daya manusia yang inovatif dan profesional, serta

menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan berlandaskan tata kelola

perusahaan yang baik.

3.1.2 Struktur Organisasi dan Fungsi

Kantor cabang Bandung ini terklasifikasi dalam kategori Branch I yaitu

satuan organisasi di lingkungan Perusahaan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero)

yang berkedudukan di tingkat Provinsi/Kota/Kabupaten. Branch I berada di

bawah dan tanggungjawab kepada Direktur Utama. Branch I dipimpin oleh

seorang General Manager yang bertanggungjawab kepada Direktur Utama.


Berikut ini adalah struktur organisasi PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Cabang Bandung :

GENERAL MANAGER
SUB DIVRE I (BRANCH I)
Bandung
BRANCH
ADMINISTRATION

MANAGER SUPERVISOR SENIOR


OPERATIONAL ACCOUNTING SUPERVISOR
HR, QSHE, IT & GA

SUPERVISOR SUPERVISOR
SUPERVISOR SUPERVISOR ACCOUNTING SUPERVISOR SUPERVISOR
MARKETING & DISTRIBUTION
DISTRIBUTION WAREHOUSE STAFF HR, QSHE & IT GENERAL
SERVICES AFFAIR
CASHIER
HR STAFF GENERAL
MARKETING
MARKETING DISTRIBUTION WAREHOUSE LEAD
AFFAIR STAFF
EXECUTIVE
EXECITIVE OFFICER STAFF WAREHOUSE

COLLECTION QSHE & IT SECURITY


DISTRIBUTION OFFICER STAFF OFFICER
ADMINISTRATOR WAREHOUSE
ADMINISTRATOR

CHECKER

Gambar III.1.
Struktur Organisasi PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Tbk Cabang Bandung

41
Berikut ini merupakan tugas dan tanggungjawab berdasarkan fungsi dari

setiap bagian:

1. General Manager Branch I

Tugas seorang General Manager Branch I adalah memimpin dan

mengelola seluruh kegiatan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Cabang

Bandung secara efektif sesuai visi dan misi yang sudah ditetapkan oleh

direksi.

Adapun tanggungjawab General Manager Branch I, yaitu:

a. Merencanakan kebijakan dibidang pemasaran, operasi, keuangan

serta sumber daya manusia.

b. Melaksanakan kebijakan dan usaha-usaha untuk menunjang

pelaksanaan tugas-tugas pokok PT Bhanda Ghara Reksa (Persero)

Cabang Bandung.

c. Mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan PT Bhanda Ghara

Reksa (Persero) Cabang Bandung yang telah ditetapkan, membina

dan mengelola seluruh kegiatan tata laksana PT Bhanda Ghara

Reksa (Persero) Cabang Bandung.

d. Mengendalikan serta mengawasi seluruh aktivitas PT Bhanda

Ghara Reksa (Persero) Cabang Bandung, baik sektor lini dan staff.

e. Menyampaikan laporan berkala PT Bhanda Ghara Reksa (Persero)

Cabang Bandung kepada Direksi.

42
43

2. Manager Operation

Manager Operation mempunyai tugas pokok dan tanggungjawab

melaksanakan kegiatan pergudangan dan kegiatan pengelolaan distribusi

baik darat, laut dan udara maupun kurir express serta proyek supply

chain dan waste integrated solution (WIS).

3. Senior Supervisor/Supervisor Accounting

Senior Supervisor/Supervisor Accounting mempunyai tugas pokok dan

tanggungjawab dalam melaksanakan kebijakan pusat di tingkat Branch I

dalam bidang keuangan akuntansi.

4. Senior Supervisor Human Resource, Quality Safety Health & Environment

(QSHE), Information Technology & General Affair

Senior Supervisor HR, QSHE, IT & GA mempunyai tugas dan

tanggungjawab melaksanakan kebijakan pusat dalam pelaksanaan di

bidang SDM, Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L),

teknologi informasi dan umum.

5. Senior Supervisor Marketing and Services

Senior Supervisor Marketing & Services mempunyai tugas pokok dan

tanggungjawab dalam melaksanakan kebijakan dan pengendalian

kegiatan pemasaran, penjualan serta pelayanan pelanggan Branch


44

3.1.3 Aktivitas / Kegiatan Perusahaan

Sesuai Anggaran Dasar Perusahaan yang disahkan oleh Akte Notaris

Rahmat Umar S.H. No. AHUAH.01.03-0970632 tanggal 25 Oktober 2015 serta

sesuai tujuan pendirian Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah

No. 25 tahun 1976, BGR menjalankan usaha di bidang Integrated Logistics

Solution, termasuk di dalamnya penyelenggaraan jasa penyewaan dan

pengelolaan gudang serta proses pengiriman barang. Namun pada

perkembangannya, Perseroan yang telah berkiprah selama lebih dari 40 tahun ini

kini memperluas lingkup layanannya dengan merambah jasa Waste Integrated

Solution. Perseroan terus mengedepankan inovasi yang berkelanjutan sehingga

dapat memberikan nilai tambah atas produk dan layanan yang diberikan dengan

didukung oleh komitmen tinggi terhadap ketepatan dan kecepatan waktu

pengiriman barang, pemberian tarif yang kompetitif serta jaminan mutu dan

keamanan guna mewujudkan service excellence sebagaimana yang diharapkan

para pelanggan.

Pada awal didirikan pada tanggal 11 April 1977 berdasarkan Peraturan

Pemerintah No. 25 tahun 1976, Perseroan hadir untuk menjawab kebutuhan akan

dibentuknya suatu badan usaha yang melayani pengelolaan fasilitas pendukung

sarana distribusi pupuk yang memadai, berupa fasilitas gudang dengan lokasi

hingga ke sentrasentra pertanian. Pada kurun waktu 1975-1977, Pemerintah

melalui Departemen Perdagangan saat itu telah membangun sebanyak 32 unit

gudang yang tersebar di Jawa, Bali, dan Kalimantan Selatan.

Kemudian seraya fokus pada kegiatan menyediakan, menyewakan dan

mengelola ruangan gudang, baik tertutup maupun terbuka (open storage) dan
45

menyelenggarakan jasa pergudangan lainnya, BGR terus mengembangkan jasa-

jasa lain yang menggunakan trasportasi darat, laut maupun udara serta pengurusan

eskpor-impor. Layanan ini dikembangkan secara terintegrasi dengan solusi

pergudangan yang telah ada dan mengemasnya dalam beragam paket jasa logistik.

Inovasi BGR tak pernah berhenti di mana Perseroan terus memaksimalkan

peluang pada bidang jasa-jasa penunjang yang relevan, yaitu penyediaan jasa pest

control dan fumigasi. Pada tahun 2004, BGR juga memasuki bidang layanan

Collateral Management Service (CMS) yang cukup menjanjikan profitabilitas

yang baik bagi perusahaan. Lalu pada tahun 2016, BGR mulai merambah jasa

layanan Logistik Limbah atau disebut Waste Integrated Solution (WIS) sehinga

semakin memperkuat posisi unggul perusahaan di industri jasa logistik. Pada

tahun 2018, guna memperkuat daya saing perusahaan dan memberikan nilai

tambah terhadap produk dan layanan yang diberikan, Perseroan melakukan

transformasi yang menyeluruh di berbagai aspek terkait sistem, bisnis dan budaya

perusahaan. Transformasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan

perkembangan bisnis yang ada serta kebutuhan pelanggan yang terus meningkat

sehingga dibutuhkan suatu perbaikan yang signifikan untuk mendukung proses

bisnis serta penyediaan layanan kepada pelanggan dan pada akhirnya dapat

berkontribusi pada pencapaian visi BGR menjadi perusahaan logistik digital yang

unggul di masa depan.

3.2 Metode Penelitian

Penelitian yang dilakukan memerlukan suatu metode sebagai langkah-

langkah yang harus ditempuh oleh peneliti dalam memecahkan suatu

permasalahan untuk mencapai tujuan. Metode yang digunakan peneliti dalam


46

penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan tipe penelitian deskriptif

verifikatif.

Menurut Sugiyono (2017:8) penelitian kuantitatif adalah:


Metode penelitian kuantitatif dapat dikatakan sebagai metode penelitian
yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti
pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan
instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik,
dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Pendekatan deskriptif menurut Sugiyono (2017:35) adalah:


Pendekatan metode penelitian deskriptif ini dilakukan untuk mengetahui
keberadaan variable mandiri, baik hanya pada saat variabel atau lebih
(variabel yang berdiri sendiri atau variabel bebas) tanpa membuat
perbandingan variabel itu sendiri dan mencari hubungan dengan variabel
lain.

Menurut Sugiyono (2017:8) metode verifikatif adalah metode penelitian

melalui pembuktian untuk menguji hipotesis hasil penelitian deskriptif dengan

perhitungan statistika sehingga didapat hasil pembuktian yang menunjukan

hipotesis ditolak atau diterima.

Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan atau menguraikan

permasalahan yang berkaitan dengan pertanyaan variabel mandiri yaitu

mendeskripsikan periode penagihan piutang, rasio kas, rasio lancar, ROE dan

kinerja keuangan, sedangkan analisis verifikatif adalah analisis model dan

pembuktian yang berguna untuk mencari kebenaran dari hipotesis yang diajukan

sehingga dapat menghasilkan hipotesis yang sebenarnya . Penelitian verifikatif

dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui periode penagihan piutang, rasio

kas, rasio lancar dan ROE terhadap kinerja keuangan.


47

3.2.1 Desain Penelitian

Dalam sebuah penelitian, membuat desain penelitian adalah salah satu hal

yang perlu diperhatikan. Desain penelitian digunakan untuk melihat pengaruh

antara variabel yang diteliti dengan cara mengumpulkan data, mengolah,

menganalisis dan menginterpretasikan data dalam menguji hipotesis statistik.

Desain penelitian secara kuantitatif menurut Sugiyono (2017) dapat

digambarkan pada gambar sebagai berikut ini:

Populasi &
Sampel

Rumusan Landasan Perumusan Pengumpulan Analisis


Masalah Teori Hipotesis Data Data

Kesimpulan
dan Saran

Sumber: Sugiyono (2017:30)

Gambar III.2.
Desain Penelitian
48

3.2.2 Operasionalisasi Variabel

Menurut Sugiyono (2017) “variabel penelitian pada dasarnya adalah

segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajar sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik

kesimpulannya”. Variabel penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Variabel Independen (X)

Menurut Sugiyono (2017) “variabel independen (bebas) merupakan

variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau

timbulnya variabel dependen (terikat)”. Variabel independen dalam

penelitian ini yaitu:

a. Periode Penagihan Piutang (X1)

Rasio kinerja ini mengukur kemampuan perusahaan dalam

pengembalian piutang usaha terhadap pendapatan perusahaan (Diana,

2016). Husnan (2013) mengungkapkan bahwa rasio ini menunjukkan

seberapa cepat piutang dilunasi dalam satu periode. Periode penagihan

piutang yang tinggi menimbulkan adanya risiko piutang tersebut tidak

tertagih (Agustin, 2016).

b. Rasio Kas (X2)

Rasio kas merupakan rasio yang mengukur kemampuan membayar

utang lancar dengan kas yang dapat segera dicairkan atau diuangkan

(Diana, 2016). Kondisi rasio kas yang terlalu tinggi juga kurang bagus

karena ada dana yang menganggur atau tidak digunakan secara optimal

(Noviani & Kurnia, 2014).


49

c. Rasio Lancar (X3)

Rasio lancar merupakan rasio yang berguna untuk mengetahui sejauh

mana aktiva lancar dapat memenuhi kewajiban lancar sehingga

perusahaan dapat menutupi hutang dengan aset yang dimiliki

perusahaan (Marginingsih, 2017). Rasio lancar yang tinggi

menandakan perusahaan berkemampuan tinggi dalam melunasi utang

lancarnya (Pongoh, 2013).

d. ROE (X4)

Rasio ini mengukur kemampuan modal sendiri terhadap laba bersih

perusahaan (Diana, 2016). ROE menunjukkan keberhasilan atau

kegagalan pihak manajemen dalam memaksimumkan tingkat hasil

pengembalian investasi pemegang saham dan menekankan pada hasil

pendapatan sehubungan dengan jumlah yang diinvestasikan

(Wahyuningsih & Widowati, 2016).

2. Variabel Dependen (Y)

Sugiyono (2018) menyatakan “variabel terikat adalah variabel yang

dipengaruhi atau variabel yang menjadi akibat, karena adanya variabel

bebas”. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kinerja keuangan

perusahaan (Y). Kinerja keuangan merupakan tingkat pencapaian hasil

atau tujuan perusahaan, tingkat pencapaian misi perusahaan dan

pelaksanaan tugas secara aktual (Arfah, 2011). Kinerja keuangan dalam

penelitian ini diproksikan dengan NPM (Net Profit Margin).

Berdasarkan uraian tersebut, variabel penelitian ini dapat dijelaskan dalam

tabel sebagai berikut:


50

Tabel III.1.
Operasionalisasi Variabel

Variabel Konsep Variabel Indikator Skala


Periode Periode penagihan 1. Total Piutang Nominal
Penagihan piutang digunakan Usaha
Piutang untuk memberikan 2. Total Pendapatan
(X1) ukuran tentang seberapa Usaha
cepat piutang
perusahaan menjadi
kas.

(Prajanto, 2019) (Prajanto, 2019)


Rasio Kas Rasio kas adalah rasio 1. Kas Rasio
(X2) yang mengukur 2. Bank
kemampuan membayar 3. Surat Berharga
utang lancar dengan kas Jangka Pendek
yang dapat segera 4. Utang Lancar
dicairkan. Semakin
tinggi nilai rasio kas
maka perusahaan
semakin mampu
melunasi utang
lancarnya.
(Sari, Husnah, & Fattah,
(Diana, 2016) 2016)
Rasio Lancar Rasio ini mengukur 1. Aktiva Lancar Rasio
(X3) kemampuan perusahaan 2. Kewajiban
sejauh mana aktiva Lancar
lancar dapat melunasi
utang jangka
pendeknya.

(Marginingsih, 2017) (Marginingsih, 2017)


ROE (X4) ROE merupakan rasio 1. Laba Setelah Rasio
yang mengukur Pajak
keberhasilan 2. Modal Sendiri
perusahaan dalam
menghasilkan laba
untuk para investor atau
pemegang saham

(Prajanto, 2019) (Prajanto, 2019)


Kinerja Merupakan prestasi 1. NPM (Net Profit Rasio
Keuangan yang dicapai oleh Margin)
(Y) perusahaan pada saat
tertentu dengan
menggunakan
51

perhitungan
berdasarkan tolak ukur
analisis rasio yang
didasarkan pada laporan
keuangan.
(Ramadhan & Syarfan,
(Saragih, 2013) 2016)

3.2.3 Sumber Data

Menurut Sugiyono (2017) mengemukakan bahwa “bila dilihat dari sumber

datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber

sekunder”. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber

sekunder. Menurut Sugiyono (2017:187) mengemukakan bahwa “sumber

sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada

pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen”.

Data sekunder berupa catatan atau laporan historis yang tersusun dalam

sebuah arsip yang telah dipublikasikan. Data yang digunakan dalam penelitian ini

diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah diterbitkan oleh

perusahaan PT Bhanda Ghara Reksa Tbk (Persero) Cabang Bandung tahun 2008-

2017. Data laporan keuangan tersebut diperoleh dari divisi keuangan PT Bhanda

Ghara Reksa Bandung.

3.2.4 Teknik Pengumpulan Data

Menurut Sugiyono (2017) mengungkapkan “teknik pengumpulan data

merupakan cara-cara untuk memperoleh data dan keterangan-keterangan yang

mendukung penelitian ini”. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data

sekunder. Menurut Sugiyono (2017:137) menjelaskan data sekunder adalah

Sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data

sekunder ini merupakan data yang sifatnya mendukung keperluan data primer
52

seperti buku-buku, literatur dan bacaan yang berkaitan dan menunjang penelitian

ini, dengan menggunakan teknik sebagai berikut:

1. Studi lapangan

Studi lapangan atau observasi, penulis melakukan pengumpulan data dengan

mempelajari data-data yang diperoleh dari PT Bhanda Ghara Reksa Bandung

yang berupa laporan keuangan dan profil perusahaan serta mengamati

kegiatan operasional perusahaan.

2. Studi kepustakaan

Studi kepustakaan merupakan teknik pengumpulan data dengan mempelajari

buku-buku yang berhubungan dengan litelatur-litelatur yang penulis teliti,

internet seperti jurnal, artikel, berita, dan lain-lain.

3. Riset Internet (Online Research)

Pada penelitian ini penulis berusaha memperoleh data dan informasi dari

berbagai situs-situs atau website di internet yang berhubungan dengan

penelitian ini.

3.2.5 Rancangan Analisis Data Dan Hipotesis

A. Analisis Data

Kegiatan penelitian setelah data dari seluruh sumber data terkumpul

adalah melakukan analisis data, analisis data dalam penelitian ini berkaitan

dengan ada atau tidaknya pengaruh antar variabel yang diteliti. Analisis data yang

digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kuantitatif.

Menurut Sugiyono (2017:199) mengemukakan bahwa :


Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau
sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah
mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden,
mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan
data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab
53

rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk hipotesis yang telah


diajukan.

Dalam melakukan analisis data yang telah dikumpulkan, penulis

menggunakan perhitungan pengolahan dan penganalisaan dengan bantuan dari

program Eviews 10 dan program Microsoft Excel untuk meregresikan model yang

telah dirumuskan. Langkah-langkah analisis kuantitatif yang digunakan dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Analisis deskriptif

Menurut Sugiyono (2017:147) mengemukakan bahwa analisis deskriptif

merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara

mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul

sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku

untuk umum atau generalisasi. Tahapan analisis data dalam penelitian ini

adalah dengan cara sebagai berikut :

a. Periode Penagihan Piutang

1) Menentukan dan menghitung pertumbuhan serta mendeskripsikan

periode penagihan piutang dengan membandingkan total piutang usaha

dengan total pendapatan usaha yang terjadi dari tahun ke tahun pada

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Tbk Cabang Bandung tahun 2016-

2018.

2) Menarik kesimpulan dari hasil perhitungan yang diperoleh.

b. Rasio Kas

1) Menentukan dan menghitung pertumbuhan serta mendeskripsikan

rasio kas dengan membandingkan kas, bank dan surat berharga jangka

pendek dengan utang lancar yang terjadi dari tahun ke tahun pada PT
54

Bhanda Ghara Reksa (Persero) Tbk Cabang Bandung tahun 2016-

2018.

2) Menarik kesimpulan dari hasil perhitungan yang diperoleh.

c. Rasio Lancar

1) Menentukan dan menghitung pertumbuhan serta mendeskripsikan rasio

lancar dengan membandingkan jumlah aktiva lancar dengan jumlah

kewajiban lancar yang terjadi dari tahun ke tahun pada PT Bhanda Ghara

Reksa (Persero) Tbk Cabang Bandung tahun 2016-2018.

2) Menarik kesimpulan dari hasil perhitungan yang diperoleh.

d. ROE

1) Menentukan dan menghitung pertumbuhan serta mendeskripsikan ROE

dengan membandingkan laba setelah pajak dengan modal sendiri yang

terjadi dari tahun ke tahun pada PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Tbk

Cabang Bandung tahun 2016-2018.

2) Menarik kesimpulan dari hasil perhitungan yang diperoleh.

e. Kinerja Keuangan

1) Menentukan dan menghitung pertumbuhan serta mendeskripsikan kinerja

keuangan yang diproksikan menggunakan NPM dengan membandingkan

antara laba setelah pajak dengan total aktiva yang terjadi dari tahun ke

tahun pada PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Tbk Cabang Bandung tahun

2016-2018.

2) Menarik kesimpulan dari hasil perhitungan yang diperoleh.


55

2. Analisis Verifikatif

Penelitian verifikatif digunakan untuk menguji hipotesis hasil penelitian

deskriptif dengan perhitungan statistika sehingga dapat hasil yang

menunjukkan hipotesis ditolak atau diterima (Sugiyono, 2017:6).

a. Analisis Regresi Linear Berganda

“Analisis regresi dilakukan bila hubungan dua variabel berupa hubungan

kausal atau fungsional. Untuk menetapkan kedua variabel mempunyai

hubungan kausal atau tidak, maka harus didasarkan pada teori atau

konsep-konsep tentang dua variabel tersebut” (Sugiyono, 2017:269).

Sugiyono (2014:275) menyatakan bahwa analisia regresi linear digunakan

oleh peneliti bila peneliti bertujuan meramalkan bagaimana keadaan (naik

turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel

independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (dinaikan dan turunkan

nilainya).

Dalam penelitian ini, analisis regresi linear berganda digunakan untuk

membuktikan sejauh mana pengaruh periode penagihan piutang, rasio kas,

rasio lancar dan ROE terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan

NPM pada PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Cabang Bandung Tbk tahun

2016-2018. Cara untuk dapat membuat ramalan melalui regresi, maka data

setiap variabel harus tersedia. Berdasarkan persamaan melalui

perhitungan. Persamaan regresi untuk empat predictor adalah sebagai

berikut :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3+ b3X4 + Ɛ

Sumber : Sugiyono (2017:253)


56

Keterangan :

Y = variabel terikat (Kinerja Keuangan)

A = bilangan berkonstanta X=0

b1,b2,b3 = koefisien regresi

X1 = variabel bebas (periode penagihan piutang)

X2 = variabel bebas (rasio kas)

X3 = variabel bebas (rasio lancar)

X4 = variabel bebas (ROE)

Ɛ = Eplison (pengaruh faktor lain) atau standart error

b. Koefisien Korelasi

Menurut Sugiyono (2017) “korelasi ganda (multiple correlation)

merupakan angka yang menunjukkan arah dan kuatnya hubungan antar

dua variabel independen secara bersama-sama atau lebih dengan satu

variabel independent”. Menurut Sunyoto (2016:57) mengemukakan tujuan

uji kolerasi adalah untuk menguji apakah dua variabel yaitu variabel bebas

dan variabel terikat mempunyai hubungan yang kuat ataukah tidak kuat,

apakah hubungan tersebut positif tau negatif.

Koefisien korelasi mempunyai nilai -1 ≤ r ≤ + 1, dimana :

1) Apabila r = +1 atau bernilai positif, maka korelasi antar kedua

variabel dikatakan sangat kuat dan searah, artinya jika variabel X naik

sebesar 1 maka Y juga akan naik sebesar 1 beg itupun sebaliknya.

2) Apabila r = 0, maka hubungan antara kedua variabel sangat lemah atau

tidak ada hubungan sama sekali.


57

3) Apabila r = -1, maka korelasi antar kedua variabel sangat kuat dan

berlawanan arah, artinya apabila variabel x naik sebesar 1 maka Y

akan turun sebesar 1 atau sebaliknya.

Menurut Sugiyono (2017:250) untuk memberikan intrepestasi

koefisien korelasinya digunakan pedoman sebagai berikut :

Tabel III.2.
Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan


0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
Sumber : Sugiyono (2017:250)

c. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengukur seberapa jauh

kemampuan model menerangkan variabel-variabel terikat atau seberapa

besar pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y)

yang dinyatakan dalam persentase. Besarnya koefisien determinasi

menurut Sugiyono (2017:159) dapat dihitung dengan rumus sebagai

berikut :

Kd = r2 x 100%

Sumber : Sugiyono (2017:159)

Keterangan :

Kd = Koefiisien Determinasi

r2 = Kuadrat koefisien korelasi


58

B. Rancangan Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada

tidaknya pengaruh periode penagihan piutang, rasio kas, rasio lancar dan ROE

terhadap kinerja keuangan secara parsial maupun simultan, maka dilakukan

pengujian hipotesis. Berikut pengujian hipotesis sebagai berikut :

1. Pengujian Secara Parsial

Pengujian secara parsial untuk melihat lebih jelas variabel mana dari

variabel bebas yang pengaruhnya signifikan terhadap persistensi laba

untuk menguji koefisien masing-masing variabel bebas tersebut dilakukan

uji t.

Menurut Ghozali (2013:98), uji t digunakan untuk:


"Menguji hipotesis secara parsial guna menunjukkan pengaruh tiap
variabel independen secara individu terhadap variabel dependen. Uji t
adalah pengujian koefisien regresi masing-masing variabel independen
terhadap variabel dependen untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
variabel independen terhadap variabel dependen".

Langkah-langkah dalam uji t adalah sebagai berikut :

a. Menentukan hipotesis

Adapun hipotesis statistik yang akan diuji dalam penelitian ini adalah :

1) Hipotesis parsial antara variabel bebas periode penagihan piutang

terhadap variabel terikat kinerja keuangan.

H1 = Ho : β = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara

periode penagihan piutang terhadap kinerja keuangan.

Ha : β ≠ 0 Terdapat pengaruh yang signifikan antara antara periode

penagihan piutang terhadap kinerja keuangan.

2) Hipotesis parsial antara variabel bebas rasio kas terhadap variabel

terikat kinerja keuangan.


59

H2 = Ho : β = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara

rasio kas terhadap kinerja keuangan.

Ha : β ≠ 0 terdapat pengaruh yang signifikan antara rasio kas terhadap

kinerja keuangan.

3) Hipotesis parsial antara variabel bebas rasio lancar terhadap variabel

terikat kinerja keuangan.

H3 = Ho : β = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara

rasio lancar terhadap kinerja keuangan.

Ha : β ≠ 0 terdapat pengaruh yang signifikan antara rasio lancar

terhadap kinerja keuangan.

4) Hipotesis parsial antara variabel bebas ROE terhadap kinerja

keuangan.

H4 = Ho : β = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara ROE

terhadap kinerja keuangan.

Ha : β ≠ 0 terdapat pengaruh yang signifikan antara ROE terhadap

kinerja keuangan.

b. Menentukan tingkat signifikansi

Uji signifikansi terhadap hipotesis yang telah ditentukan dengan

menggunakan uji t. Menurut Sugiyono (2017:255) rumus untuk menguji t

hitung adalah sebagai berikut :

Sumber : Sugiyono (2017:255)


60

Keterangan :

t = Nilai Uji t

r = Koefisien Korelasi parsial yang ditentukan

n = Jumlah Sampel

Cara untuk melakukan uji t adalah dengan membandingkan signifikansi t

hitung dengan ketentuan sebagai berikut :

Jika thitung > ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima

Jika thitung < ttabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak

Sedangkan kriteria dari pengambilan hipotesis yang digunakan = 0,05

ataun 5%. Yang memiliki ketentuan sebagai berikut:

Jika thitung ≥ ttabel, dengan a = 5% maka Ho ditolak artinya signifikan

Jika thitung ≤ ttabel, dengan a = 5% maka Ho diterima artinya tidak

signifikan.

2. Pengujian Secara Simultan

Dalam penelitian ini pengujian secara simultan menggunakan uji F.

melakukan uji F digunakan untuk menguji atau mengetahui tingkat

signifikansi dari pengaruh variabel independen secara serempak terhadap

variabel dependen uji F dilakukan dengan langkah membandingkan F hitung dan

Ftabel. Maka pengujian menggunakan uji statistik F dengan langkah-langkah

sebagai berikut :

a. Menentukan hipotesis

H5 = Ho : β = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara periode

penagihan piutang, rasio kas, rasio lancar dan ROE terhadap kinerja

keuangan.
61

Ha : β ≠ 0 Terdapat pengaruh yang signifikan antara antara periode

penagihan piutang, rasio kas, rasio lancar dan ROE terhadap kinerja

keuangan.

Menentukan tingkat signifikansi

Ditentukan dengan tingkat signifikansi dua arah (two tailed) sebesar 5%

atau α = 0,05, dengan rumus :

1) Df1 = k-1 (k = banyaknya variabel)

2) Df2 = n-k (n = jumlahnya sampel)

b. Mencari nilai Fhitung

Uji F digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh antara periode

penagihan piutang terhadap kinerja keuangan secara bersama-sama atau

serentak. Jika Fhitung > Ftabel, maka Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh

signifikan secara bersama-sama antara periode penagihan piutang terhadap

kinerja keuangan, sedangkan jika Fhitung < Ftabel, maka Ho ditolak, artinya

terdapat pengaruh signifikan secara bersama-sama antara periode

penagihan piutang, rasio kas dan ROE terhadap kinerja keuangan.

Cara menghitung Fhitung yaitu sebagai berikut :

Fhitung =

Sumber : Sugiyono (2017:252)

Keterangan :

R2 = Koefisien Korelasi ganda (simultan)

k = Jumlah variabel

n = Jumlah anggota sampel


62

Jika Fhitung ≥ Ftabel, maka Ho ditolak, artinya terdapat pengaruh signifikan

secara bersama-sama antara periode penagihan piutang terhadap kinerja

keuangan dan sebaliknya. Uji ini dilakukan dengan membandingkan

signifikansi, jika signifikansi > 5% maka Ha ditolak serta membandingkan

nilai F hasil perhitungan dengan F menurut tabel. Jika Fhitung > Ftabel, maka

Ha diterima dan begitupun sebaliknya. Adapun kriteria uji hipotesisnya

yaitu sebagai berikut :

Jika Fhitung < Ftabel, dengan a = 5% maka Ha ditolak artinya tidak

signifikan.

Jika Fhitung > Ftabel, dengan a = 5% maka Ha diterima artinya signifikan.