Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH TENTANG SHOLAT BERJAMAH

DI SUSUN OLEH :

NAMA : RAMIYANA FOKAAYA

NPM : 06201900114

PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA

FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS

KHAIRUN TERNATE

TAHUN 2020
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Pasti anda ketahui bahwa shlat subuh adalah salah satu kewajiban yang
harus dilakukan oleh umat islam yang hakikatnya bagian dari shalat lima
waktu dilakukan tanpa kecuali . sehinga umat islam di anjurkan untuk
shalat lima waktu yang di tetapkan dalam aturan dalil dan hadis.

Shalat subuh sangat penting, karna yang pertama pendapat pahala dan
mengajarkan kita pada nilai- nilai, moral, dan sikap yang baik.
Kedua mengajarkan kita tentang dunia dan akhirat dan sebuah
kehidupan.

1.2 Rumusan masalah

1. Mengapa masiho menjadi anak pendiam dan pemurung ?


2. Apa penyebabnya tete aba meningal ?
3. Kenapa masiho harus shalat subuh?
BAB II PEMBAHASAN

2.1 pengertian shalat subuh

Shalat subuh adalah salah satu kewajiban yang dilakukan pada waktu antara terbit
fajar dan menjelang matahari terbit sebanyak dua rakaat

Setip hari masiho ditinggalkan di rumah, masiho tetap tegar dan tidak aktivitas
sekolahnya.setiap istirahat, ia tetap menghabiskan waktu membaca buku di
perpustakaan. Salah satu sikap yang membuat masiho tetap bersekolah yang selalu
menekankan saya syukur rezki yang di berikan allah SWT. Namun, kebahagian basiho
tidak berlangsung lama. Setiap hari ibu dan ayahnya pulang membawah kelelahan ke
rumah, ia mulai cemas. Apalagi kalau datang waktu subuh, ibu dan ayah segerah
meningalkan rumah dan kembali beraktifitas pasar gamalama.

Terbangun pada waktu subuh, masiho mengantar ibu dan ayahnya ke pintu rumah
belum lama menghilang di persimbangan jalan, tanpa di duga masiho, kawanan
perampok menyusup masuk ke dalam rumah. Mendapat sarangan tiba-tiba, masiho
hanya bisah duduk diam di kursi dan melihat perampok mengambil semua isi rumah
nya yang berharga. Herannya mulutnya tidak dibekam, dan perampok, seperti
memberi isyarat, agar masiho minta pertolongan, tetapi ia tidak berdiri, dan tidak
berteriak minta tolong . ia tetap duduk,namun, sejak kejadian itu, masiho berubah
menjadi anak pendiam dan pemurung. Setiap pulang dari sekolah, ia berjalan sendiri
dan menyendiri di rumah .

***

Suatu hari, dalam perjalan pulang ke rumah, ia di kejutkan dengan buku yang
berserakan di tempat sampah. Tidak pernah melihat buku di buang, seperti itu,
masiho berbelok arah menuju ke tempat sampah. Selesai membolak balik buku yang
berserakan, ia meraih buku tua yang menarik perhatiannya dan meningalkan
tempat sampah yang menusuk di hidung.

“ Belum tidur ? “

“sebentar lagi, ayah, “ jawab masiho baru selesai membaca buku yang di punggut di
tempat sampah. Ia igin melengkah dan menghampiri kedua orang tuanya, tetapi
urung ia lakukankan . ia sadar, ibu dan ayahnya butuh istrahat besok subuh mereka
akan kembali berdagang di pasar gamalama.
BAB III

PENUTUP

3.1 SARAN

Si tokoh dalam cerpen ini, mengajarkan kita tentang seorang anak


harus patutut kepada orang tua dan menjadi anak berguna bagi orang
lain . bersabar, tegar, dan bertakwah kepada allah SWT. Semoga
cerpen ini menjadi pelajaran yang baik bagi pembaca.

3.2 KESIMPULAN

Jadi kesimpulan dalam cerpen ini adalah kita mengambil hikmah dari
si tokoh ini , untuk menjadi sebuah pembelajaran yang patutut di
contohkan untuk anak-anak kita. Dan si tokoh yang di perankan dalam
cerpen ini terlihat bahwa anak ini memang sabar, tegar,walaupun ia
mendapatkan perhatian yang kurang dari ke dua orang tuanya.