Anda di halaman 1dari 45

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT

“SOSIALISASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TERKAIT


PENGELOLAAN SAMPAH DI RT 07 KALIRANDU, BANGUNJIWO, KASIHAN,
BANTUL, YOGYAKARTA”

TIM PENGUSUL :

Ketua : Ns. Dinasti Pudang Binoriang, M.Kep, Sp.Kep.Kom

Anggota : Arif Rahman S.Kep., Ns


Melda Indrawati S.Kep., Ns
Moh. Rozani S.Kep., Ns
Murwanti S.Kep., Ns
Ratna Agustiningrum S.Kep., Ns
Yeni Isnaeni S.Kep., Ns

PROGRAM MAGISTER KEPERAWATAN


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2018
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT
1. Judul Pengabdian : Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terkait
Pengelolaan sampah di RT 07 Kalirandu,
Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta
2. Bidang : Keperawatan
3. Ketua Tim Pengusul :
a. Nama Lengkap : Dinasti Pudang Binoriang, M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.Kom
b. NIDN/NIK :
c. Jabatan Fungsional :
d. Golongan :
e. Program Studi : Ilmu Keperawatan
f. Bidang Keahlian : Keperawatan Komunitas
g. No HP : +6285-643-383-033
h. Alamat e-mail : dinasti.binoriang@umy.ac.id
4. Jumlah Anggota : 6 orang (mahasiswa)
5. Lokasi Kegiatan : RT 07 Kalirandu, Bangunjiwo,
Kasihan, Bantul, Yogyakarta
6. Waktu Pelaksanaan : Kamis, 01 Maret 2018
7. Biaya Pengabdian : Pribadi Rp :

Yogyakarta, Maret 2018


Mengetahui
Ketua Kelompok Ketua Tim Pengusul

Arif Rahman S.Kep.,Ns Dinasti Pudang Binoriang, M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.Kom

Ka Prodi Magister Keperawatan

Fitri Arofiati, S.Kep.,Ns, MAN, Ph.D


RINGKASAN

Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) adalah tindakan yang dilakukan oleh
perorangan, kelompok, masyarakat yang sesuai dengan norma- norma kesehatan untuk
memperoleh derajat kesehatan yang optimal, menolong dirinya sendiri dan berperan serta
aktif dalam pembangunan kesehatan.
Salah satu masalah yang berkaitan dengan PHBS adalah tentang pengelolaan sampah.
Sampah merupakan masalah yang kadang dianggap sepele oleh sebagian masyarakat, padahal
sampah sampai saat ini masih menjadi permasalah yang membutuhkan solusi dan kesadaran
bersama baik perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Hasil observasi di RT 07 Kalirandu, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta
ditemukan sampah masih berserakan di sekitar rumah, pengelolaan sampah hanya di bakar
disekitar perumahan, tanpa menyadari dampak dan akibat yang ditimbulkan dari aktifitas
tersebut untuk lingkungan sekitar.
Berdasarkan hal itu, maka perlu adanya penyadaran masyarakat tentang pengelolaan
sampah yang benar sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan dampah yang merugikan
apabila sampah tidak dikelola dengan baik.
Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 01 Maret 2018 di RT 07
Kalirandu, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, yang dihadiri 26 orang warga baik
laki-laki maupun perempuan. Kegiatan ini mengangkat tema perilaku pola hidup bersih sehat
dan pengelolaan sampah di tatanan rumah tangga. Media kegiatan ini adalah power point,
vidio, dan poster yang dibagikan pada warga. Setelah diberi pendidikan kesehatan dampah
sampah yang tidak di kelola dengan baik, warga dan perangkat desa berinisiatif untuk
menindaklanjuti melakukan penanganan sampah rumah tangga dan lingkungan.
DAFTAR ISI
Halaman Judul.....................................................................................................................
Lembar Pengesahan.............................................................................................................
Ringkasan............................................................................................................................
Daftar isi..............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................
BAB II KAJIAN PUSTAKA..............................................................................................
BAB III METODE DAN MATERI....................................................................................
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.............................................................................
BAB V PENUTUP..............................................................................................................
KESIMPULAN...................................................................................................................
SARAN................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................
Lampiran Lampiran.............................................................................................................
Lampiran I Surat Tugas Ketua Tim Pengusul.....................................................................
Lampiran II Biodata Tim Pengabdian Masyarakat..............................................................
Lampiran III Fotocopy Ktm................................................................................................
Lampiran IV Daftar Hadir...................................................................................................
Lampiran V Ucapan Terimakasih........................................................................................
Lampiran VI satuan acara pembelajaran.............................................................................
Lampiran VII Materi dan Leaflet........................................................................................
Lampiran VIII Foto Kegiatan..............................................................................................
Lampiran IX Rincian Biaya Kegiatan.................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Analisa Situasi
B. Permasalahan Mitra
Berdasarkan wawancara yang di lakukan Kepada Ketua Dukuh dan Kepala
LPMD Kalirandu, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta menyatakan bahwa
belum ada pengelolaan sampah khususnya di RT 07, dari hasil observasi didapatkan
pembuangan sampah di lakukan dengan mengumpulkan sampah kemudian
membakarnya. Kepala LPMD mengatakan dulu sudah pernah di berikan penyuluhan
terkait pemilahan sampah namun sampai sekarang belum dilakukan oleh masyarakat
khususnya RT 07 Kalirandu. Bapak Dukuh dan Kepala LPMD mengatakan
masyarakat sampai saat ini masih melakukan pembakaran sampah di lahan kosong
yang berada di samping rumah mereka, mereka masih belum mengetahui bahaya apa
saja yang di timbulkan akibat membakar sampah, mereka juga belum mengetahui apa
dampak positif dari dilakukannya pengelolaan sampah dengan cara memilahnya.
C. Solusi yang Di Tawarkan
Pengelolaan sampah baik itu dengan cara melakukan pemilahan sampah
dipengaruhi oleh pengetahuan, informasi yang didapatkan, kemauan warga dan
support dari seluruh perangkat desa terkait juga warga RT 07 itu sendiri. Sehingga
dibutuhkan kegiatan untuk menambah pengetahuan warga, dan mengingatkan
kembali terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terkait pengelolaan sampah.
D. Tujuan Kegiatan
1. Tujuan Umum
Meningkatkan pengetahuan warga RT 07 Kalirandu, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul,
Yogyakarta terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terkait pengelolaan sampah yang
baik dan benar.
2. Tujuan Khusus
a. Memberdayakan keluarga untuk tahu, mau dan mampu melaksanakan PHBS
terkait pengelolaan sampah dan berperan aktif dalam gerakan kesehatan di
masyarakat.
b. Meningkatkan dukungan dan peran aktif Tim penggerak PKK, Kader secara
berjenjang dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga.
c. Meningkatkan Kebijakan yang mendukung pelaksanaan pembinaan PHBS di
Rumah Tangga.
E. Manfaat Kegiatan
Warga dapat mengetahui cara pengelolaan sampah secara sederhana sehingga
mengurangi jumlah warga yang membakar sampah di sekitar tempat tinggalnya. Warga
dapat mengetahui tentang bahaya jika sampah di buang sembarangan terlebih lagi bahaya
jika sampah di bakar. Terhindarnya warga Dusun Kalirandu, khususnya RT 07 dari
penyakit yang di akibatkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik. Sehingga
lingkungan menjadi bersih, sehat dan nyaman.
F. Target Kegiatan
G. Jadwal Kegiatan
No Kegiatan Februari Maret
1 Pengkajian Permasalahan Mitra 20 Februari 2018
2 Penyusunan Proposal 21-28 Februari 2018
3 Implementasi 01 Maret 2018
4 Pelaporan 05-15 Maret 2018

H. Rincian Biaya
No Penggunaan Jumlah
1 Cetak Laporan Rp. 26.500
2 Cetak Leaflet Rp. 32.000
3 Konsumsi Rp. 375.000
4 Print lembar Pretest Rp. 24.000
Jumlah Rp. 457.500

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


1. Definisi Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan
pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga,
kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan
informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan
perilaku melalui pendekatan pimpinan (advocacy), bina suasana (social support) dan
pemberdayaan masyarkat (enpowermnet) sebagai suatu upaya untuk membantu
masyarakat mengenali dan mengetahui masalah sendiri, dalam tatanan rumah tangga,
agar dapat menerapkan cara- cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara dan
meningkatkan kesehatan. (Kemenkes, 2011).
2. Tujuan, Manfaat dan Sasaran PHBS
a. Tujuan Umum PHBS
Meningkatnya Rumah Tangga ber-PHBS di Dusun Kalirandu, Bantul, Yogyakarta.
b. Tujuan Khusus PHBS
1) Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemapuan masyarakat
termasuk swasta dan dunia usaha, dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan
yang optimal.
2) Memeperdayakan masyarakat dalam memelihara meingkatkan melindungi
kesehatan sehingga masyarakat sadra dan mampu secara mandiri ikut aktif
dalam meningkatkan status kesehatannya.
3) Meningkatkan kulitas hidup.
4) Memberdayakan keluarga untuk tahu, mau dan mampu melaksanakan PHBS
dan berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
5) Meningkatkan dukungan dan peran aktif Tim penggerak PKK, Kader secara
berjenjang dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga.
6) Meningkatkan Kebijakan yang mendukung pelaksanaan pembinaan PHBS di
Rumah Tangga.
3. Manfaat PHBS
Dengan melaksanakan PHBS di Rumah Tangga akan diperoleh beberapa manfaat
secara langsung meupun tidak langsung sebagai berikut:

a. Bagi Rumah Tangga


1) setiap anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit
2) pertumbuhan dan perkembangan anak lebih baik
3) produktivitas kerja anggota keluarga meningkat
4) pengeluaran biaya rumah tangga yang semula untuk biaya lain yang tidak
bermanfaat untuk kesehatan, dapat dialihkan untuk pemenuhan gizi keluarga,
biaya pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga
5) Mengurangi atau meniadakan biaya pengobatan dalam keluarga
b. Bagi Masyarakat
1) Masyarakat mampu mengupayakan terciptanya lingkungan yang tertata rapi
dan sehat.
2) Masyarakat mampu mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan
yang dihadapinya
3) Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada untuk
penyembuhan penyakit dan peningkatan kesehatannya.
4) Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya
Masyarakat (UKBM) untuk pencapaian PHBS di Rumah Tangga.
4. Sasaran PHBS
Meliputi tatanan rumah tangga, tatanan institusi pendidikan, tatanan tempat kerja,
tatanan tempat- tempat umum dan tatanan institusi kesehatan (Albar, 2003).
Sedangkan Sasaran pembinaan PHBS di Rumah Tangga adalah seluruh anggita rumah
tangga, yaitu: (a) Pasangan Usia Subur; (b) Ibu Hamil dan Menyusui; (c) Anak,
remaja, dan Dewasa; (d) Usia Lanjut; (e) Pengasuh Anak.
B. Sampah
1. Definisi
Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk
padat (Undang-undang RI, 2008). Sampah Rumah Tangga adalah sampah yang berasal dari
kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik.
Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga adalah Sampah Rumah Tangga yang berasal dari
kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum,
dan/atau fasilitas lainnya (Perpres, 2017).

2. Arah Kebijakan Pengurangan dan Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah
Sejenis Sampah Rumah Tangga
Pengurangan dan penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah
Rumah Tangga meliputi peningkatan kinerja di bidang:
a. Pengurangan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
1) Pembatasan timbulan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah
Rumah Tangga
2) Pendauran ulang Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
3) Pemanfaatan kembali Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah
Tangga.
b. Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
dilakukan melalui:
1) Pemilahan
2) Pengumpulan
3) Pengangkutan
4) Pengolahan
5) Pemrosesan akhir.
3. Strategi pengurangan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah
Tangga meliputi:
a. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria dalam pengurangan Sampah Rumah
Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
b. Penguatan koordinasi dan kerja sama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
c. Penguatan komitmen lembaga eksekutif dan legislatif di pusat dan daerah dalam
penyediaan anggaran pengurangan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah
Rumah Tangga
d. Peningkatan kapasitas kepemimpinan, kelembagaan, dan sumber daya manusia dalam
upaya pengurangan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
e. Pembentukan sistem informasi
f. Penguatan keterlibatan masyarakat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi
g. Penerapan dan pengembangan sistem insentif dan disinsentif dalam pengurangan Sampah
Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
h. Penguatan komitmen dunia usaha melalui penerapan kewajiban produsen dalam
pengurangan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
(Perpres, 2017).

4. Strategi penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah
Tangga meliputi:
a. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria
b. penguatan koordinasi dan kerja sama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
c. penguatan komitmen lembaga eksekutif dan legislatif di pusat dan daerah dalam
penyediaan anggaran penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah
Rumah Tangga
d. peningkatan kapasitas kepemimpinan, kelembagaan, dan sumber daya manusia dalam
penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
e. pembentukan sistem informasi
f. penguatan keterlibatan masyarakat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi
g. penerapan dan pengembangan skema investasi, operasional, dan pemeliharaan
h. penguatan penegakan hukum
i. penguatan keterlibatan dunia usaha melalui kemitraan dengan Pemerintah Pusat
j. penerapan teknologi penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah
Rumah Tangga yang ramah lingkungan dan tepat guna
k. penerapan dan pengembangan sistem insentif dan disinsentif dalam penanganan Sampah
Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (Perpres, 2017).
5. Hirarki Pengelolaan Limbah
Hirarki pengelolaan limbah telah diadopsi dalam berbagai bentuk oleh sebagian
besar negara industri. Hirarki adalah alat kebijakan yang berguna untuk melestarikan
sumber daya, untuk mengatasi kekurangan lahan TPA, untuk meminimalkan polusi
udara dan air, dan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat. Di
banyak negara berkembang, beberapa aspek dari hierarki ini sudah ada, karena praktik
tradisional berputar di seputar penggunaan kembali limbah, dan daur ulang telah
ditetapkan (Karunarathne, 2015).
Hirarki Pengelolaan Limbah (UNEP,2005).

Keterangan:

1. REDUCE: Kurangi toksisitas atau dampak negatif dari limbah yang dihasilkan.
2. RE-USE: Gunakan kembali bahan-bahan yang diperoleh dari aliran limbah.
3. RECYCLE dan COMPOST: Daur ulang, kompos, atau pulihkan bahan untuk digunakan sebagai
input langsung atau tidak langsung terhadap produk baru.
4. CREATE ENERGI: Sembuhkan energi dengan insinerasi, pencernaan anaerobik, atau proses serupa,
Kurangi volume limbah sebelum dibuang.
5. DISPOSED: Buang sisa limbah padat dengan cara yang ramah lingkungan, umumnya di tempat
pembuangan sampah (UNEP, 2005)

6. Konsep 3R (Reduce, Re-use, Recycle)


Menurut USEPA, (2002), untuk pengelolaan lingkungan yang baik tercapai bila
konsep 3R dilaksanakan sesuai dengan urutannya. Konsepnya mengacu pada Reduce,
Reuse and Recycle. Konsep ini menekankan pada peningkatan rasio bahan daur ulang,
penggunaan bahan baku dan limbah pabrik serta pengurangan keseluruhan sumber
daya dan energi yang digunakan.

a. Reduce/mengurangi dapat dicapai dengan langkah-langkah berikut:


1) Mengurangi jumlah bahan baku dan energi yang digunakan per produk dengan
mengubah disain produk atau mengubah proses produksi
2) Mengurangi jumlah produksi dengan memperpanjang umur produk atau
memperbaiki teknologi perbaikan dan perawatan
3) Mengurangi jumlah limbah yang dibuang dengan mengurangi volume limbah
atau dengan memilih bahan baku daur ulang.
b. Reuse/Penggunaan kembali bisa mengacu pada tindakan berikut
1) Berulang kali menggunakan produk setelah mencuci atau tindakan lain yang
tepat (cangkir yang dapat digunakan kembali, botol yang dapat dikembalikan,
pakaian bekas, dll.)
2) Menggunakan kembali suku cadang yang berasal dari produk bekas yang
dibongkar.
c. Recycle/ daur ulang adalah menggunakan semua atau sebagian produk bekas sebagai
bahan baku dalam produk yang sama atau lainnya dengan merobek-robek, memulihkan
bahan berharga atau tindakan lainnya yang tepat.
7. Dampak Pengelolaan Sampah yang Tidak Benar
a. Terhadap Kesehatan
Pengelolaan sampah yang tidak baik merupakan media yang subur untuk
berkembangnya vektor-vektor penyakit seperti serangga, tikus, dan binatang
lainnya untuk berkembang biak sehingga dapat menyababkan timbulnya penyakit.
1) Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal
dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum.
Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan
cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
2) Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
3) Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salahsatu contohnya
adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita(taenia). Cacing ini
sebelumnya masuk kedalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya
yang berupa sisa makanan/sampah.
b. Terhadap Lingkungan
1) Dapat mengganggu estetika dan polusi udara akibat pembusukan sampah oleh
mikroorganisme.
2) Pembuangan sampah ke saluran air menyebabkan pendangkalan saluran dan
cairan rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau sungai akan
mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa
spesien akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan
biologis. Penguraian sampah yang di buang kedalam air akan menghasilkan
asam organik dan gas cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap,
gas ini pada konsentrasi tinggi dapat meledak.
3) Dapat menyebakan banjir jika sampah dibuang di sembarang tempat. Terutama
ke saluran yang daya serapnya sudah menurun.

c. Terhadap Ekonomi
Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat
kesehatan masyarakat. Hal penting disini adalah meningkatnya pembiayaan (untuk
mengobati kerumah sakit).
d. Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak
memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika
sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung
membuang sampahnya dijalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering
dibersihkan dan diperbaiki.
8. Inovasi Terbaru Pengelolaan Sampah

BAB III
METODE DAN MATERI
A. Metode Pelaksanaan Kegiatan
Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, metode yang di gunakan adalah
dengan memberikan pendidikan kesehatan dan sosialisasi terkait PHBS dan
pengelolaan sampah
B. Alat dan Media
Alat dan media yang digunakan adalah berupa :
1. LCD
2. Laptop
3. Leaflet
C. Sasaran
Sasaran kegiatan yang dilakukan adalah Ibu-Ibu dan Bapak-bapak warga desaRT 07
Kalirandu
D. Prosedur Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada hari Kamis, 01 Maret 2018 pukul
19.30-22.00 WIB bertempat di Rumah Bapak Parja ST.,M.SI (kepala Lurah
Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Tahap pelaksanaan kegiatan meliputi:
1. Pembukaan oleh Ibu Ratna Agustiningrum
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Bapak Arif Rahman
3. Sambutan-sambutan
a. Sambutan oleh ketua kelompok pengabdian masyarakat oleh Pak Arif Rahman
b. Sambutan oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat oleh Dinasti Pudang
Binoriang, M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.Kom
c. Sambutan oleh Bapak Lurah Bangunjiwo Pak Parja ST.,M.SI
4. Penyampaian Materi oleh Murwanti
5. Diskusi dan Tanya jawab
6. Penutup
7. Foto bersama

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pendidikan kesehatan dilakukan pada hari Kamis, 01 Maret 2018 di rumah Bapak
Parja.,ST.,M.SI Rt 07 Kalirandu, Bangun Jiwo, Kasihan, Bantul. Jumlah peserta pendidikan
kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih Sehat dan pengelolaan Sampah di Tatanan Rumah
Tangga sebanyak 26 orang. Sebagian peserta antusias dengan materi yang disampaikan
sampai melebihi kontrak waktu yang disepakati.

Setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan diskusi tingkat
pengetahuan peserta meningkat ditunjukkan dengan nilai post test dengan rata- rata …….
Ketika dilakukan diskusi, warga mengaku sudah memiliki tong sampah di rumah akan tetapi
banyak warga yang masih membuang sampah di lubang galian buatan kemudian dibakar.
Warga menyadari bahwa masih banyak sampah yang ada di kebun dan halaman tetapi
terkadang sampah itu dibuang oleh warga perumahan. Warga mengatakan bahwa sudah tau
dari dampak membakar sampah, tetapi karna belum ada tempat pembuangan sampah
sementara (TPS) warga masih mmebunga di lubang galian dan di bakar, setelah diberikan
pendidikan kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih Sehat dan Pengelolaan Sampah warga
berjanji akan membuang sampah dengan memisahkan antara sampah organik dan anorganik
serta mengurangi pembakaran sampah dan siap untuk meningkatkan perilaku hidup bersih
dan sehat.

Berdasarkan hasil dari Pendidikan Kesehatan dengan hasil Penelitian yang sudah ada
maka dapat disimpulkan bahwa dengan pendidikan kesehatan dapat meningkatkan
pengetahuan seseorang mengenai suatu hal. Disebutkan pula dalam beberapa penelitian
kegiatan pendidikan kesehatan menunjukkan selalu memberikan efek positif terhadap
peningkatan pengetahuan dan akan semakin lebih baik apabila dilakukan secara
berksinambungan.

BAB V

PENUTUP
A. Kesimpulan

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan
yang dilakukan atas kesadaran anggota keluarga atau keluarga dapat menolong diri
sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan kegiatan kesehatan
masyarakat. Salah satu yang mempengaruhi kesehatan adalah pengelolaan sampah.
Sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk
padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau
tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang kelingkungan.
Salah satu cara yang dapat digunakan dalam penanganan sampah adalah dengan
pendidikan kesehatan tentang pengelolaan sampah yang benar. Dalam pendidikan ini
diberikan informasi tentang sampah dengan berbagai macam jenis dan cara
pengelolaannya sehingga masyarakat dengan kesadaran sendiri dapat mengelola
sampah sesuai jenisnya sehingga berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh
pengelolaan sampah yang tidak benar dapat dihindari.

B. Saran

Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang sampah ada keinginan dari


masyarakan dan perangkat desa untuk mengelola sampah terutama sampah rumah
tangga dan lingkunga sekitar. Kita selalu pemberi pendidikan kesehatan harus
memberi apresiasi dengan mengunjungi desa tersebut untuk melakukan evaluasi
apakah benar-benar ada tindak lanjut dan sebagai bentuk perhatian kita.

DAFTAR PUSTAKA

Dasanayaka, M. (2009). Successful Intergraded Urban Planning Approach to Solid Waste


Management in Sri Lanka, Central Environment Authority.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017. Kebijakan Dan Strategi
Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
diakses tanggal 19 Maret 2018 dari https://id.scribd.com/document/367422633/Perpres-
Kebijakan-Dan-Strategi-Nasional-Pengelolaan-Sampah-Rumah-Tangga-Dan-Sampah-
Sejenis-Sampah-Rumah-Tangga.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008. Pengelolaan Sampah. Diakses


tanggal 19 Maret 2018 dari http://www.menlh.go.id/DATA/UU18-2008.pdf.

UNEP, (2005). Solid Waste Management (Volume II: Regional Overviews and Information
Sources), CalRecovery, Inc. and UNEP International Environmental Technology Centre
(IETC) 
USEPA, (2002). Solid Waste Management: A Local Management with Global Impact 

LAMPIRAN

Lampiran I Surat Tugas Ketua Tim Pengusul


Lampiran II Biodata Tim Pengabdian Masyarakat
CURICULUM VITAE
DATA PRIBADI

Nama : Melda Indrawati S.Kep.,Ns.,

Alamat : Dusun III RT/RW 006/000 Desa Sausu Taliabo, Kabupaten Parigi
Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah

Pekerjaan : Mahasiswa

Tempat / Tgl Lahir : Tolai, 23 Mei 1993

Agama : Hindu

Status : Belum Menikah

NIM : 20171050044

NIK : 7208066305930002

PENDIDIKAN

S1 : Program Studi Ilmu Keperawatan, Stikes Surya Global Yogyakarta

Profesi NERS : Program Studi Profesi Ners, Stikes Surya Global Yogyakarta

ORGANISASI

CURICULUM VITAE
DATA PRIBADI

Nama : Moh. Rozani.,S.Kep.,Ns

Alamat : Dusun I, RT/RW 001/000, Desa Bugis, Kecamatan Mepanga,


Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Pekerjaan : Mahasiswa

Tempat / Tgl Lahir : Tada/ 08 April 1993

Agama : Islam

Status : Belum Menikah

NIM : 20171050045

NIK : 7208120804930001

PENDIDIKAN

S1 : Program Studi Ilmu Keperawatan, STIK Indonesia Jaya

Profesi NERS : Program Studi Ilmu Keperawatan, STIKes Strada

ORGANISASI

CURICULUM VITAE
DATA PRIBADI

Nama : Ratna Agustiningrum.,S.Kep.,Ns

Alamat : Krajan, RT 002/RW 008 Jomboran, Klaten Tengah, Klaten

Pekerjaan : Mahasiswa

Tempat / Tgl Lahir : Klaten/ 03 Agustus 1989

Agama : Islam

Status : Menikah

NIM : 20171050047

NIK : 3310264308890001

NIRA : 33100080658

PENDIDIKAN

S1 : Program Studi Ilmu Keperawatan, STIKES Muhammadiyah Klaten

Profesi NERS : Program Studi Ilmu Keperawatan, STIKES Muhammadiyah Klaten

ORGANISASI

1. Anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Kabupaten Klaten


CURICULUM VITAE

DATA PRIBADI

Nama : Yeni Isnaeni.,S.Kep.,Ns

Alamat : Dusun Jarakan Timur 025/010, Kelurahan Sambak, Kecamatan


Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
Pekerjaan : Mahasiswa

Tempat / Tgl Lahir : Kebumen, 09 november 1985

Agama : Islam

Status : Menikah

NIM : 20171050048

NIK : 1303130125

NIRA : 34020131429

PENDIDIKAN

S1 : Program Studi Ilmu Keperawatan, STIKES Muhammadiyah Gombong

Profesi NERS : Program Studi Ilmu Keperawatan, STIKES Muhammadiyah Gombong

ORGANISASI

1. Anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Yogyakarta


CURICULUM VITAE

DATA PRIBADI

Nama : Murwanti, S.Kep., Ns.

Alamat : Desa Bipak Kali RT.04, Kec. Gunung Bintang Awai, Kab. Barito
Selatan, Kalimantan Tengah

Pekerjaan : Perawat

Tempat / Tgl Lahir : Bantul/ 10 Oktober 1976

Agama : Islam

Status : Menikah

NIM : 20171050046

NIRA : 62040200611

NIP : 19761010 200003 2 009

NIK : 6471055010760026

PENDIDIKAN

S1 : Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran UGM

Profesi NERS : Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran UGM

ORGANISASI

1. Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Kabupaten Barito Selatan.


CURICULUM VITAE

DATA PRIBADI

Nama : Arif Rahman, S.Kep., Ns.

Alamat : jl. Sidikan Sorosutan, Kec. Umbulharjo Yogyakarta

Pekerjaan : Mahasiswa

Tempat / Tgl Lahir : Rato/10 Desember 1991

Agama : Islam

Status : Belum Menikah

NIM : 20171050039

NIK : 5206121012910003

PENDIDIKAN

S1 : Program S1 Keperawatan Stikes Mega Rezky Makassar

Profesi NERS : Program Profesi Ners Stikes Mega Rezky Makassar

ORGANISASI
Lampiran III Fotocopy Ktm
Lampiran IV Daftar Hadir

Lampiran V Ucapan Terimakasih


Lampiran VI satuan acara pembelajaran
SATUAN ACARA PENYULUHAN

SOSIALISASI PHBS DALAM TATANAN RUMAH TANGGA DAN CARA


PEMILAHAN SAMPAH

Disusun Oleh :

Arif Rahman 20171050039

Melda Indrawati 20171050044

Moh. Rozani 20171050045

Murwanti 20171050046

Ratna Agustiningrum 20171050047

Yeni Isnaeni 20171050048

PROGRAM PASCA SARJANA

MAGISTER KEPERAWATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YIGYAKARTA

2017/ 2018

SATUAN ACARA PENYULUHAN


POKOK BAHASAN :Keperawatan Komunitas
SUB POKOK BAHASAN :PHBS Dalam Tatanan Rumah Tangga dan Cara Pemilahan
Sampah
HARI / TANGGAL : Kamis, 01 Maret 2018
WAKTU : 60 Menit
SASARAN : Perkumpulan Ibu – Ibu Dukuh Kalirandu Rt VII
TEMPAT : Dukuh Kalirandu Rt VII
I. TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 60 menit diharapkan masyarakat
Dukuh Kalirandu khususnya Rt VII dapat meningkatkan pengetahuan tentang Perilaku
Hidup Bersih Sehat dan cara Pemilahan Sampah.

II. TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 60 menit diharapkan masyarakat
dukuh Kalirandu khususnya Rt VII dapat :

1. Mengetahui Definisi PHBS


2. Mengetahui Tujuan PHBS
3. Mengetahui Manfaat PHBS
4. Mengetahui Sasaran PHBS
5. Mengetahui Definisi Sampah
6. Mengetahui Klasifikasi Sampah
7. Mengetahui Pengelolaan Sampah
8. Mengetahui Dampak Pengelolaan Sampah yang tidak Benar
III. KEGIATAN PENIDIKAN KESEHATAN
No. Tahap Waktu Kegiatan Media

1. Pembukaan 5 menit 1. Mengucapkan salam


2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan maksud dan tujuan
4. Kontrak waktu
5. Apersepsi dengan menggali
pengetahuan klien tentang
PHBS dan cara Pengelolaan
Sampah

2. Pelaksanaan 45 menit 1. Menje a.LCD


laskan materi b.Power
a. Mengjelaskan Definisi Point
PHBS
b. Menjelaskan Tujuan PHBS
c. Menjelaskan Manfaat
PHBS
d. Menjelaskan Sasaran PHBS
e. Menjelaskan Definisi
Sampah
f. Menjelakan Klasifikasi
Sampah
g. Menjelaskan Pengelolaan
Sampah
h. Menjelaskan Dampak
Pengelolaan Sampah yang
tidak Benar
2. Mem
beri kesempatan audiens untuk
bertanya (diskusi).
3. Melak
ukan post test
3. Penutup 10 menit 1. Evalu
asi
2. Kesi
mpulan
3. Meng
ucapkan salam

IV. METODA
Diskusi .

V. SETTING TEMPAT

Keterangan :

Layar

Penyaji

Audiens

VI. MEDIA
1. LCD
2. Power Pouit
3. Leafleat

VII. MATERI PENYULUHAN


Terlampir

VIII. MATERI EVALUASI


1. Jelaskan pengertian PHBS !
2. Jelaskan manfaat dan tujuan PHBS
3. Sebutkan indicator PHBS dalam Rumah Tangga !
4. Jelaskan pegertian sampah
5. Jelaskan pengelolaan sampah yang benar !
IX. KRITERIA EVALUASI
a. Audiens mampu menjelaskan pengertian PHBS.
b. Audiens mampu menyebutkan manfaat dan tujuan PHBS.
c. Audiens mampu menyebutkan 5 dari 10 indikator PHBS.
d. Audiens mampu menjelaskan definisi sampah.
e. Audiens mampu menjelaskan cara pemilahan sampah dengan benar.
X. EVALUASI
1. Standar Persiapan
a. Menyiapkan materi penyuluhan
b. Melakukan mentoring
c. Menyiapkan tempat
d. Menyebarkan undangan kepada audiens
e. Menyiapkan media penyuluhan
2. Standar Proses
a. Kader Kesehatan dan masyarakat RT 07 kalirandu
b. Kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal ( tempat dan waktu)
c. Tersedianya alat dan media
d. Penyuluh melakukan kegiatan sesuai dengan perannya
e. Seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan sampai selesai
f. Diakhiri dengan evaluasi tentang jalannya kegiatan
3. Standar Hasil
a. Kogntif
1) Audiens mampu menjelaskan pengertian PHBS.
2) Audiens mampu menyebutkan manfaat dan tujuan PHBS.
3) Audiens mampu menyebutkan 5 dari 10 indikator PHBS.
4) Audiens mampu menjelaskan definisi sampah.
5) Audiens mampu menjelaskan cara pemilahan sampah dengan benar.
b. Afektif
1) Audiens berjanji akan melakukan perilaku hidup bersih sehat dan mau
melakukan pemilahan sampah.
c. Psikomotor
1) Audiens mampu melakukan perlaku hidup bersih sehat dalam tatnan rumah
tangga dan mampu melakukan pemilahan sampah dengan benar.
XI. MATERI
2.1 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
a. Definisi Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)

Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan


pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga,
kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan
informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan
perilaku melalui pendekatan pimpinan (advocacy), bina suasana (social support) dan
pemberdayaan masyarkat (enpowermnet) sebagai suatu upaya untuk membantu
masyarakat mengenali dan mengetahui masalah sendiri, dalam tatanan rumah tangga,
agar dapat menerapkan cara- cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara dan
meningkatkan kesehatan. (Kemenkes, 2011).

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan
yang dilakukan atas kesadaran anggota keluarga atau keluarga dapat menolong diri
sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan kegiatan kesehatan
masyarakat. (Albar, 2003).

Perilaku Hidup Bersih Sehat adalah tindakan yang dilakukan oleh perorangan,
kelompok, masyarakat yang sesuai dengan norma- norma kesehatan untuk
memperoleh derajat kesehatan yang optimal, menolong dirinya sendiri dan berperan
serta aktif dalam pembangunan kesehatan. (Ramli, 2017).

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup bersih sehat
adalah semua perilaku kesehatan untuk meciptakan suatu kondisi kesehatan yang
dilakukan oleh individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan membuka jalur
komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap dan perilaku sebagai suatu upaya untuk membantu masyarakat
mengenali dan mengetahui masalah sendiri, dalam tatanan rumah tangga, agar dapat
menerapkan cara- cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara dan
meningkatkan kesehatan.

b. Tujuan, Manfaat dan Sasaran PHBS


1) Tujuan Umum PHBS
Meningkatnya Rumah Tangga ber-PHBS di Dusun Kalirandu, Bantul, Yogyakarta.
2) Tujuan Khusus PHBS
a) Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemapuan masyarakat
termasuk swasta dan dunia usaha, dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan
yang optimal.
b) Memeperdayakan masyarakat dalam memelihara meingkatkan melindungi
kesehatan sehingga masyarakat sadra dan mampu secara mandiri ikut aktif
dalam meningkatkan status kesehatannya.
c) Meningkatkan kulitas hidup.
d) Memberdayakan keluarga untuk tahu, mau dan mampu melaksanakan PHBS
dan berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
e) Meningkatkan dukungan dan peran aktif Tim penggerak PKK, Kader secara
berjenjang dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga.
f) Meningkatkan Kebijakan yang mendukung pelaksanaan pembinaan PHBS di
Rumah Tangga.
3) Manfaat PHBS
Dengan melaksanakan PHBS di Rumah Tangga akan diperoleh beberapa manfaat
secara langsung meupun tidak langsung sebagai berikut:

c. Bagi Rumah Tangga


 setiap anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit
 pertumbuhan dan perkembangan anak lebih baik
 produktivitas kerja anggota keluarga meningkat
 pengeluaran biaya rumah tangga yang semula untuk biaya lain yang tidak
bermanfaat untuk kesehatan, dapat dialihkan untuk pemenuhan gizi
keluarga, biaya pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan
keluarga.
 Mengurangi atau meniadakan biaya pengobatan dalam keluarga
d. Bagi Masyarakat
5) Masyarakat mampu mengupayakan terciptanya lingkungan yang tertata rapi
dan sehat.
6) Masyarakat mampu mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan
yang dihadapinya
7) Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada untuk
penyembuhan penyakit dan peningkatan kesehatannya.
8) Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya
Masyarakat (UKBM) untuk pencapaian PHBS di Rumah Tangga.
4) Sasaran PHBS meliputi tatanan rumah tangga, tatanan institusi pendidikan, tatanan
tempat kerja, tatanan tempat- tempat umum dan tatanan institusi kesehatan (Albar,
2003). Sedangkan Sasaran pembinaan PHBS di Rumah Tangga adalah seluruh
anggita rumah tangga, yaitu: (a) Pasangan Usia Subur; (b) Ibu Hamil dan
Menyusui; (c) Anak, remaja, dan Dewasa; (d) Usia Lanjut; (e) Pengasuh Anak.
2.2 Sampah
A. Pengertian Sampah

Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik
industri maupun domestik (rumah tangga). Sementara didalam UU No 18 Tahun 2008
tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan sampah adalah sisa kegiatan sehari hari
manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik
atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah
tidak berguna lagi dan dibuang kelingkungan.

B. Klasifikasi Sampah
Jenis sampah yang ada disekitar kita cukup beraneka ragam, ada yang berupa
sampah rumah tangga, sampah industri, sampah pasar, sampah rumah sakit, sampah
pertanian, sampah institusi/ kantor/sekolah dan lainsebagainya.

Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu


sebagai berikut :

b. Sampah Organik, adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati


yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Sampah ini
dengan mudah dapat diuraikan melalui proses alami. Sampah rumah tangga
sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik,
misalnya sampah dari dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus (selain kertas,
karet dan plastik), tepung, sayuran, kulit buah, daun dan ranting. Selain itu,
pasar tradisional juga banyak menyumbangkan sampah organik seperti sampah
sayuran, buah-buahan dan lain-lain.

c. Sampah Anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non


hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan
bahan tambang. Sampah anorganik dibedakan menjadi : sampah logam dan
produk-produk olahannya, sampah plastik, sampah kertas, sampah kaca dan
keramik. Sebagian besar anorganik tidak dapat diurai oleh alam/
mikroorganisme secara keseluruhan (unbiodegradable). Sementara, sebagian
lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang lama. Sampah jenis ini pada
tingkat rumah tangga misalnya botol plastik, botol gelas, tas plastik, dan
kaleng.
Sampah Berbahaya merupakan limbah yang dapat merusak lingkungan
serta kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia. Berdasarkan Undang-
Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup, limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) adalah
zat, energi dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau
jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan,
merusak lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup,
kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Jika kita
cermati, ada banyak benda, barang, atau zat disekitar kita yang berpotensi
menjadi limbah B3. Berikut ini beberapa barang yang termasuk dalam limbah
B3 batu baterai bekas, pestisida, hairspray, jarum suntik bekas.

Berdasarkan wujud atau bentuknya dikenal tiga macam sampah atau


limbah yaitu : limbah cair, limbah padat, dan limbah gas. Contoh limbah cair
yaitu air cucian, air sabun, minyak goreng sisa, dll. Contoh limbah padat yaitu
bungkus snack, ban bekas, botol air minum, dll. Contoh limbah gas yaitu
karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), HCl, NO2, SO2 dll.

C. Pengelolaan Sampah
a. Pengelolaan Sampah Dengan Konsep 4R
- Reuse (menggunakan kembali) yaitu penggunaan kembali sampah secara
langsung,baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain. Caranya (a)
Gunakan plastik bekas belanja untuk pembungkus di kemudian hari (b)
Kaleng bekas dijadikan sebagai pot tanaman (c)Pakaian bekas dijadikan
sebagai lap, kerajinan tangan, dan lainnya.

- Reduce (mengurangi) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan


timbulnya sampah. Cara melakukannya yaitu Bawa tas belanja sendiri
untuk mengurangi sampah kantong plastic dan Membawa botol minuman
daripada membeli minuman dalam kemasan.

- Recycle (mendaur ulang) yaitu memanfaatkan kembali sampah setelah


mengalami proses pengolahan. 

- Replace (mengganti), yaitu usaha mengganti dengan memanfaatkan


barang ramah lingkungan. Usahakan untuk emnggunakan barang yang
bisa digunakan lebih dari sekali. Misalnya: ganti kantong kresek dengan
tas belanja dan hindari penggunaan Styrofoam.

Pengelolaan sampah meliputi penyimpanan, pengumpulan, dan


pemusnahan sampah sehingga sampah tidak mengganggu lingkungan
(Notoatmodjo, 2003):
a) Penyimpanan sampah
Yaitu penyimpanan sampah sementara sebelum sampah dimusnahkan.
Oleh karena itu dibutuhkan tempat sampah dengan syarat yang memadai
antara lain:
1. Konstruksinya kuat untuk mencegah kebocoran dan berseraknya
sampah.
2. Tempat sampah memiliki tutup dan mudah dibuka sehingga tidak
mengotori tangan.
3. Ukuran sampah disesuaikan sehingga mudah untuk diangkut.
b) Pengumpulan sampah
Sampah ditampung di tempat yang memadai kemudian diangkut serta
dibuang ke tempat pembuangan akhir.
c) Pemusnahan sampah
1. Dibakar (incenarator)
Yaitu memusnahkan sampah dengan cara membakar sampah, kerugian
dari cara ini adalah dapat menyebabkan polusi udara serta jika
dilakukan di dekat pemukiman dapat terjadi kebakaran.
2. Pengomposan (composting)
Yaitu pengolahan sampah menjadi pupuk (kompos), khususnya untuk
sampah organik daun-daunan, sisa makanan, dan sampah lain yang
dapat membususk.
3. Ditanam (landfill)
Sampah dimusnahkan dengan cara membuat lubang ditanah kemudian
sampah dimasukkan dan ditimbun dangan tanah.

Pengelolaan sampah adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam


menangani sampah sejak ditimbulkan sampai dengan pembuangan akhir.
Secara garis besar, kegiatan di dalam pengelolaan sampah meliputi
pengendalian timbulan sampah, pengumpulan sampah, transfer dan transport,
pengolahan dan pembuangan akhir.
D. Dampak Pengelolaan Sampah yang Tidak Benar
e. Terhadap Kesehatan
1. Pengelolaan sampah yang tidak baik merupakan media yang
subur untuk berkembangnya vektor-vektor penyakit seperti serangga,
tikus, dan binatang lainnya untuk berkembang biak sehingga dapat
menyababkan timbulnya penyakit.
4) Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus
yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat
bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic
fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang
pengelolaan sampahnya kurang memadai.
5) Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
6) Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salahsatu
contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing
pita(taenia). Cacing ini sebelumnya masuk kedalam pencernakan
binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa
makanan/sampah.
f. Terhadap Lingkungan
g. Dapat mengganggu estetika dan polusi udara akibat pembusukan
sampah oleh mikroorganisme.
h. Pembuangan sampah ke saluran air menyebabkan pendangkalan
saluran dan cairan rembesan sampah yang masuk kedalam drainase
atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan
dapat mati sehingga beberapa spesien akan lenyap, hal ini
mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian
sampah yang di buang kedalam air akan menghasilkan asam organik
dan gas cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas
ini pada konsentrasi tinggi dapat meledak.
i. Dapat menyebakan banjir jika sampah dibuang di sembarang tempat.
Terutama ke saluran yang daya serapnya sudah menurun.
j. Terhadap Ekonomi
1. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya
tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting disini adalah meningkatnya
pembiayaan (untuk mengobati kerumah sakit).
2. Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah
yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk
pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak
efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya dijalan. Hal ini
mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki

XII. DAFTAR PUSTAKA


Lampiran VII Materi dan Leaflet
Lampiran VIII Foto Kegiatan
Lampiran IX Rincian Biaya Kegiatan