Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH DISCHARGE PLANNING

Di susun oleh :

1. Riszeki Fitria (201701093)


2. Dwi Putri Ramadhani (201701109)
3. Putri Dhyas A.p. (201701115)
4. Lailatul Fitriya. (201701124)
5. Nabilah Eka Finia (201701125)
6. Lestari (201701129)
7.. Aldina Maghfiroh f.z (201701096)
Yogas Prasiga(201701126)

STIKES BINA SEHAT PPNI KAB.MOJOKERTO PROGRAM STUDI S1


KEPERAWATAN TAHUN AJARAN 2020-2021
2
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr wb

Puji dan syukur kehadirat Tuhan atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang telah
dilimpahkan kepada penyusun sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah Manajemen
Keperawatan tentang “Discharge Planning”.

Dalam kesempatan ini penyusun mengucapkan terimah kasih kepada Dosen


pembimbing mata kuliah Manajemen Keperawatan, yang telah membantu mengarahkan dan
memberi batasan dalam penyusunan makalah ini.

Penyusun menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna,
sehingga diharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun, agar dapat memberikan manfaat bagi pembaca
pada umumnya.

Akhir kata kami mengucapkan terimah kasih.

Wassalamu’alaikum wr wb

Mojokerto, 22 Mei 2020

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
BAB 1 1
PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah Bagaimanakah konsep tentang discharge planning dalam asuhan
keperawatan pada pasien ? 1
1.3 Tujuan 1
1.4 Manfaat 2
1.4.1 Bagi institusi 2
1.3.2 Bagi mahasiswa 2
1.4.3 Bagi masyarakat 2
TINJAUAN PUSTAKA 3
2.1 Pengertian Discharge Planning 3
2.2 Tujuan Discharge Planning 4
2.3 Manfaat Discharge Planning 4
2.3.1 Bagi Pasien : 4
2.3.2 Bagi Perawat : 5
2.5 Komponen Discharge Planning 6
2.6 Tahap-tahap Discharge Planning 6
2.6.1 Pengkajian 7
2.6.2 Diagnosa 7
2.6.3 Perencanaaan : Hasil yang diharapkan 7
2.6.4 Implementasi 8
2.6.5 Evaluasi 8
2.7 Alur atau Mekanisme Discharge Planning 8
2.8 Tindakan Keperawatan pada Waktu Perencanaan Pulang 9
2.9 Jenis pemulangan Pasien 10
2.10 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Discharge Planning 10
BAB III 11
NASKAH ROLEPLAY 11
3.1 Ruang Kepala Ruangan 11
3.2 Ruang Perawat 11
3.4 Ruang Pasien 12
3.5 Ruang Perawat (diskusi discharge planning dengan tim) 13
3.6 Perawat datang ke kamar pak mario untuk menyampaikan rencana pulang. 14
BAB IV 17

2
PENUTUP 17
4.1 Kesimpulan 17
4.5 Saran 17
4.5.1 Bagi institusi 17
4.5.2 Bagi mahasiswa 17
4.5.3 Bagi masyarakat 17
DAFTAR PUSTAKA 18

3
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Discharge planning adalah suatu proses dimana mulainya pasien mendapatkan


pelayanan kesehatan yang diikuti dengan kesinambungan perawatan baik dalam proses
penyembuhan maupun dalam mempertahankan derajat kesehatannya sampai pasien
merasa siap untuk kembali ke lingkungannya. Discharge planning menunjukkan beberapa
proses formal yang melibatkan team atau memiliki tanggung jawab untuk mengatur
perpindahan sekelompok orang ke kelompok lainnya (RCP, 2001).
Perawat adalah salah satu anggota team Discharge Planner, dan sebagai discharge
planner perawat mengkaji setiap pasien dengan mengumpulkan dan menggunakan data yang
berhubungan untuk mengidentifikasi masalah aktual dan potensial, menentukan tujuan
dengan atau bersama pasien dan keluarga, memberikan tindakan khusus untuk mengajarkan
dan mengkaji secara individu dalam mempertahankan atau memulihkan kembali kondisi
pasien secara optimal dan mengevaluasi kesinambungan Asuhan Keperawatan. Hal ini
merupakan usaha keras perawat demi kepentingan pasien untuk mencegah dan meningkatkan
kondisi kesehatan pasien, dan sebagai anggota tim kesehatan, perawat berkolaborasi dengan
tim lain untuk merencanakan, melakukan tindakan, berkoordinasi dan memfasilitasi total
care dan juga membantu pasien memperoleh tujuan utamanya dalam meningkatkan derajat
kesehatannya.

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimanakah konsep tentang discharge planning dalam asuhan keperawatan pada
pasien ?

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan umum

Untuk mengetahui konsep tentang discharge planning dalam asuhan keperawatan


pada pasien.

1.3.2 Tujuan khusus

1. Untuk mengetahui pengertian discharge planning


2. Untuk mengetahui tujuan discharge planning
3. Untuk mengetahui manfaat discharge planning
4. Untuk mengetahui prinsip discharge planning
5. Untuk mengetahui komponen discharge planning
6. Untuk mengetahui tahap-tahap discharge planning
7. Untuk mengetahui alur dan mekanisme discharge planning
8. Untuk mengetahui tindakan kepeawatan pada waktu perencanaan pulang
9. Untuk mengetahui jenis pemulangan pasien
10. Untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam discharge planning

1
1.4 Manfaat

1.4.1 Bagi institusi


Menambah referensi tentang konsep discharge planning dalam Manajemen Keperawatan
agar dapat melaksanakan asuhan keperawatan secara konprehensif pada pasien.

1.3.2 Bagi mahasiswa


Menambah pengetahuan tentang konsep discharge
planning dalam Manajemen Keperawatan agar dapat melaksanakan asuhan
keperawatan secara konprehensif pada pasien.

1.4.3 Bagi masyarakat


Menurunkan jumlah kekambuhan, penurunan kembali ke rumah sakit, dan kunjungan ke
ruangan kedaruratan yang tidak perlu kecuali untuk beberapa diagnosa serta dapat
kembantu klien untuk memahami kebutuhan setelah perawatan dan biaya pengobatan.

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Discharge Planning

Discharge planning adalah proses sistematis yang diberikan kepada pasien ketika
akan meninggalkan tempat pelayanan kesehatan, baik pulang kerumah maupun akan
melakukan perawatan dirumah sakit lain (Taylor)
Kozier (2004) mendefinisikan discharge planning sebagai proses mempersiapkan
pasien untuk meninggalkan satu unit pelayanan kepada unit yang lain didalam atau diluar
suatu agen pelayanan kesehatan umum.
Jackson (1994) menyatakan bahwa discharge planning merupakan proses
mengidentifikasi kebutuhan pasien dan perencanaannya dituliskan untuk memfasilitasi
keberlanjutan suatu pelayanan kesehatan dari suatu lingkungan yang lain.
Rindhianto (2008) mendefinisikn discharge planning sebagai perencanaan kepulangan
pasien dan memberikan informasi kepada klien dan keluarganya tentang hal-hal yang perlu
dihindari dan dilakukan sehubungan dengan kondisi penyakitnya.
Discharge planning (perencanaan pulang) merupakan komponen sistem perawatan
berkelanjutan, pelayanan yang diperlukan klien secara berkelanjutan dan bantuan untuk
perawatan berlanjut pada klien dan membantu keluarga menemukan jalan pemecahan
masalah dengan baik, pada saat tepat dan sumber yang tepat dengan harga yang terjangkau
(Doenges & Moorhouse, 2000).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa discharge planning adalah komponen sistem
perawatan berkelanjutan sebagai perencanaan kepulangan pasien dan memberikan informasi
kepada pasien dan keluarganya yang dituliskan untuk meninggalkan satu unit pelayanan
kepada unit yang lain didalam atau diluar suatu agen pelayanan kesehatan umum, sehingga
pasien dan keluarganya mengetahui tentang hal-hal yang perlu dihindari dan dilakukan
sehubunagan dengan kondisi penyakitnya.

3
2.2 Tujuan Discharge Planning

Tujuan utama adalah membantu klien dan keluarga untuk mencapai tingkat kesehatan
yang optimal. Discharge planning yang efektif juga menjamin perawatan yang berkelanjutan
di saat keadaan yang penuh dengan stress.
Menurut Naylor (1990), tujuan discharge planning adalah meningkatkan kontinuitas
perawatan, meningkatkan kualitas perawatan dan memaksimalkan manfaat sumber pelayanan
kesehatan. Discharge Planning dapat mengurangi hari rawatan pasien, mencegah
kekambuhan, meningkatkan perkembangan kondisi kesehatan pasien dan menurunkan beban
perawatan pada keluarga dapat dilakukan melalui Discharge Planning. Discharge planning ini
menempatkan perawat pada posisi yang penting dalam proses pengobatan pasien dan dalam
team discharge planner rumah sakit, pengetahuan dan kemampuan perawat dalam proses
keperawatan dapat memberikan kontinuitas perawatan melalui proses discharge planning
Menurut Mamon et al (1992), pemberian discharge planning dapat meningkatkan
kemajuan pasien, membantu pasien untuk mencapai kualitas hidup optimum sebelum
dipulangkan. Beberapa penelitian bahkan menyatakan bahwa discharge planning memberikan
efek yang penting dalam menurunkan komplikasi penyakit, pencegahan kekambuhan dan
menurunkan angka mortalitas dan morbiditas (Leimnetzer et al,1993: Hester, 1996).
Seorang Discharge Planners bertugas membuat rencana, mengkoordinasikan dan
memonitor dan memberikan tindakan dan proses kelanjutan perawatan (Powell,1996).
Perawat dianggap sebagai seseorang yang memiliki kompetensi lebih dan punya
keahlian dalam melakukan pengkajian secara akurat, mengelola dan memiliki komunikasi
yang baik dan menyadari setiap kondisi dalam masyarakat. (Harper, 1998 ).
2.3 Manfaat Discharge Planning

2.3.1 Bagi Pasien :


1. Dapat memenuhi kebutuhan pasien
2. Merasakan bahwa dirinya adalah bagian dari proses perawatan sebagai bagian yang aktif
dan bukan objek yang tidak berdaya
3. Menyadari haknya untuk dipenuhi segala kebutuhannya
4. Merasa nyaman untuk kelanjutan perawatannya dan memperoleh support sebelum
timbulnya masalah.
5. Dapat memilih prosedur perawatannya
6. Mengerti apa yang terjadi pada dirinya dan mengetahui siapa yang dapat dihubunginya

4
7. Menurunkan jumlah kekambuhan, penurunan kembali di rumah sakit, dan kunjungan ke
ruangan kedaruratan yang tidak perlu kecuali untuk beberapa diagnosa
8. Membantu klien untuk memahami kebutuhan setelah perawatan dan biaya pengobatan
2.3.2 Bagi Perawat :
1. Merasakan bahwa keahliannya di terima dan dapat di gunakan
2. Menerima informasi kunci setiap waktu
3. Memahami perannya dalam sistem
4. Dapat mengembangkan ketrampilan dalam prosedur baru
5. Memiliki kesempatan untuk bekerja dalam setting yang berbeda dan cara yang
berbeda
6. Bekerja dalam suatu sistem dengan efektif
7. Sebagai bahan pendokumentasian dalam keperawatan
2.4 Prinsip Discharge Planning
1. Kordinasi (saling berhubungan)
2. Interdisiplin (saling menjaga, disiplin ilmu,keterampilan sesuai standar keperawatan)
3. Pengenalan secara dini mungkin (penjelasan tentang apa yang kita informasi)
4. Perencanaan secara hati-hati
5. Melibatkan klien dan keluarga dalam memberikan perawatan

Karakteristik indikasi kebutuhan discharge planning


1. Kurang pengetahuan tentang pengobatan
2. Isolasi sosial
3. Diagnosa baru penyakit kronik
4. Operasi besar
5. Perpanjangan operasi besar
6. Orang labil
7. Penatalaksanaan dirumah secara kompleks
8. Kesulitan finansial
9. Ketidakmampuan menggunakan sumber rujukan /fasilitas pelayanan kesehatan
10. Penyakit terminal

5
Prioritas klien yang mendapatkan discharge planning
1. Umur diatas 70 tahun
2. Maltipe diagnosis
3. Resiko kematian yang tinggi
4. Terbatas mobilitas fisik
5. Keterbatasan merawat diri sendiri
6. Penurunan status kognisi/kognitif
7. Resiko terjadi cedera
8. Tunawisma
9. Fakir miskin
10. Penyakit kronis
11. Pasien diagnosis baru
12. Penyalahgunaan zat
13. Sering keluar masuk emergency
2.5 Komponen Discharge Planning

1. Jadwal kontrol dan menjelaskan pentingnya melakukan kontrol.


2. Perawatan di rumah
Meliputi pemberian pengajaran atau pendidikan kesehatan (health education) mengenai :
diet, mobilisasi, waktu kontrol dan tempat kontrol. Pemberian pembelajaran disesuaikan
dengan tingkat pemahaman pasien dan keluarga. mengenai perawatan selama pasien di
rumah nanti.
3. Obat-obatan yang masih diminum dan jumlahnya
Pada pasien yang akan pulang dijelaskan obat-obatan yang masih diminum, dosis, cara
pemberian, dan waktu yang tepat minum obat.
4. Obat-obatan yang dihentikan
Meskipun ada obat-obatan yang tidak diminum lagi oleh pasien, obat- obatan tersebut tetap
dibawakan ke pasien.
5. Hasil pemeriksaan
Hasil pemeriksaan luar sebelum MRS dan hasil pemeriksaan selama MRS dibawakan ke
pasien waktu pulang
6. Surat-surat seperti : surat keterangan sakit, surat kontrol dan lain-lain.
2.6 Tahap-tahap Discharge Planning

6
2.6.1 Pengkajian
Pengkajian mencakup pengumpulan dan pengorganisasian data tentang klien. Ketika
melakukan pengkajian kepada klien, keluarga merupakan bagian dari unit perawatan. Klien
dan keluarga harus aktif dilibatkan dalam proses discharge agar transisi dari rumah sakit ke
rumah dapat efektif. Elemen penting dari pengkajian discharge planning adalah :
1. Data kesehatan
2. Data pribadi
3. Pemberi perawatan
4. Lingkungan
5. Keuangan dan pelayanan yang dapat mendukung
2.6.2 Diagnosa
Diagnosa keperawatan didasarkan pada pengkajian discharge planning, dikembangkan untuk
mengetahui kebutuhan klien dan keluarga. Keluarga sebagai unit perawatan memberi dampak
terhadap anggota keluarga yang membutuhkan perawatan. Keluarga penting untuk
menentukan apakah masalah tersebut aktual atau potensial.
2.6.3 Perencanaaan : Hasil yang diharapkan

Menurut Luverne & Barbara (1988), perencanaan pemulangan pasien membutuhkan


identifikasi kebutuhan spesifik klien. Kelompok perawat berfokus pada kebutuhan rencana
pengajaran yang baik untuk persiapan pulang klien, yang disingkat dengan METHOD, yaitu:
1. Medication (obat)
Pasien sebaiknya mengetahui obat yang harus dilanjutkan setelah pulang.
2. Environment (Lingkungan)
Lingkungan tempat klien akan pulang dari rumah sakit sebaiknya aman. Pasien juga
sebaiknya memiliki fasilitas pelayanan yang dibutuhkan untuk kontinuitas perawatannya.
3. Treatrment (pengobatan)
Perawat harus memastikan bahwa pengobatan dapat berlanjut setelah klien pulang, yang
dilakukan oleh klien atau anggota keluarga. Jika hal ini tidak memungkinkan, perencanaan
harus dibuat sehingga seseorang dapat berkunjung ke rumah untuk memberikan keterampilan
perawatan.
4. Health Teaching (Pengajaran Kesehatan)
Klien yang akan pulang sebaiknya diberitahu bagaimana mempertahankan kesehatan.
Termasuk tanda dan gejala yang mengindikasikan kebutuhan pearwatan kesehatan tambahan.
5. Outpatient referral
Klien sebaiknya mengenal pelayanan dari rumah sakit atau agen komunitas lain yang dapat
meningkatan perawatan yang kontinu.

7
6. Diet
Klien sebaiknya diberitahu tentang pembatasan pada dietnya. Ia sebaiknya mampu memilih
diet yang sesuai untuk dirinya.
2.6.4 Implementasi
Implementasi adalah pelaksanaan rencana pengajaran dan referral. Seluruh pengajaran yang
diberikan harus didokumentasikan pada catatan perawat dan ringkasan pulang (Discharge
summary). Instruksi tertulis diberikan kepada klien. Demonstrasi ulang menjadi harus
memuaskan. Klien dan pemberi perawatan harus memiliki keterbukaan dan melakukannya
dengan alat yang akan digunakan di rumah.
Penyerahan homecare dibuat sebelum klien pulang. Informasi tentang klien dan
perawatannya diberikan kepada agen tersebut. Seperti informasi tentang jenis pembedahan,
pengobatan (termasuk kebutuhan terapi cairan IV di rumah), status fisik dan mental klien,
faktor sosial yang penting (misalnya kurangnya pemberi perawatan, atau tidak ada pemberi
perawatan) dan kebutuhan yang diharapkan oleh klien. Transportasi harus tersedia pada saat
ini
2.6.5 Evaluasi
Evaluasi terhadap discharge planning adalah penting dalam membuat kerja proses discharge
planning. Perencanaan dan penyerahan harus diteliti dengan cermat untuk menjamin kualitas
dan pelayanan yang sesuai. Evaluasi berjalan terus-menerus dan membutuhkan revisi dan
juga perubahan.
Evaluasi lanjut dari proses pemulangan biasanya dilakukan seminggu setelah klien berada di
rumah. Ini dapat dilakukan melalui telepon, kuisioner atau kunjungan rumah (homevisit).
Keberhasilan program rencana pemulangan tergantung pada enam variabel :
1. Derajat penyakit
2. Hasil yang diharapkan dari perawatan
3. Durasi perawatan yang dibutuhkan
4. Jenis-jenis pelayanan yang diperlukan
5. Komplikasi tambahan
6. Ketersediaan sumber-sumber

2.7 Alur atau Mekanisme Discharge Planning

Keluar Rumah Sakit


Monitor (sebagai program service savety) oleh : keluarga dan petugas.
Perencanaan pulang
Lain-lain
Program HE:
8
1. Kontrol dan obat/perawatan
2. Diet
3. Aktivitas dan istirahat
4. Perawatan diri
Penyelesaian administrasi
Selama Perawatan
Pasien baru diterima oleh Karu dan PP
1. PP menyampaikan: kemungkinan penyakit pasien, perkiraan lama pasien dirawat,
intervensi keperawatan/medis yang biasa dilakukan di ruangan, biaya perawatan,
2. PP mengorientasikan ruangan kepada keluarga pasien.
1. Menyampaikan pendidikan kesehatan:
- Konsep penyakit
- Terapi & intervensi yang akan diberikan
- Pola diet
- Aktivitas dan istirahat
- Tanggal & tempat kontrol
2. Menjelaskan prosedur, manfaat, dan efek samping dari setiap terapi dan intervensi yang
akan diberikan pada klien & keluarga:
- Proses perawatan di ruangan
- Pemenuhan kebutuhan nutrisi yg adekuat
3. Mendokumentasikan
PP membawa status pasien, kemudian mengkaji, merencanakan dan mendelegasikan pada PA
Awal Masuk Rumah Sakit
2.8 Tindakan Keperawatan pada Waktu Perencanaan Pulang

Tindakan perawatan yang diberikan pada waktu perencanaan pulang yaitu meliputi :
a. Pendidikan (edukasi, redukasi, reorientasi) pendidikan kesehatan diharapkan bisa
mengurangi angka kambuh dan meningkatkan pengetauan pasien.
b. Program pulang bertahap
Bertujuan untuk melatih pasien kembali kelingkungan keluarga dan masyarakat antara lain
apa yang harus dilakukan pasien di rumah sakit, apa yang harus dilakukan keluarga.
c. Rujukan

9
Integritas pelayanan kesehatan harus mempunyai hubungan langsung antara perawatan
community dengan rumah sakit sehingga dapat mengetahui perkembangan pasien dirumah.
2.9 Jenis pemulangan Pasien

1. Conditinal discharge (pulang sementara atau cuti), keadaan pulang ini dilakukan
apabila kondisi pasien bagus tidak terdapat kompilikasi. Pasien untuk sementara dirawat
di rumah namun harus ada pengawasan dari pihak rumah sakit atau Puskesmas terdekat.
2. Absolute discharge (pulang mutlak atau selmanya) cara ini merupakan akhir dari
hubungan pasien dengan rumah sakit. Namun apabila pasien perlu dirawat kembali maka
prosedur perawatan dapat dilakukan kembali.
3. Judical discharge (pulang paksa) kondisi ini pasien diperbolehkan pulang walaupun
kondisi kesehatan tidak memungkinkan untuk pulang, tetapi pasien harus dipantau dengan
melakukan kerjsama dengan perawat puskesmas terdekat.
2.10 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Discharge Planning

Meskipun pasien telah dipulangkan, penting bagi pasien dan keluarga mengetahui apa yang
telah dilaksanakan dan bagaimana mereka dapat meneruskan untuk meningkatkan status
kesehatan pasien. Selain itu, ringkasan pulang tersebut dapat disampaikan oleh perawat
praktisi/perawat home care dan mungkin dikirim ke dokter primer/dokter yang terlibat untuk
dimasukkan dalam catatan institusi untuk meningkatkan kesinambungan perawatan dengan
kerja yang kontinu ke arah tujuan dan pemantauan kebutuhan yang berubah (Doenges &
Moorhouse, 2000).
Discharge Planning harus disesuaikan dengan :
1. Kebutuhan klien, tersedianya tim kesehatan
2. Dimulai sejak awal masuk rumah sakit
3. Disusun oleh tim

10
BAB III

NASKAH ROLEPLAY

3.1 Ruang Kepala Ruangan

Perawat : “ Selamat pagi bu Riva

Perawat Riva : “ Ya selamat pagi “

Perawat : “ Disini saya mau menyampaikan perkembangan pasien px Mario ”

Perawat Riva : “ Iya silahkan duduk mbak “

Perawat : “ Jadi begini bu Riva bu Lusi jadi hasil dari perkembangan px Mario sudah baik
dan dari pemeriksaan LAB peningkatan Trombosit dan Hematokrit,disini hematokritnya juga
sudah dalam rentang normal dan pasien sudah tidak mengalami demam,menurut saya dan tim
diruangan sudah boleh pulang dan saya berencana akan memberikan discharge planning
kepada px Mario

Perawat Lusi : “ Kalau boleh tau apa saja yang dubutuhkan dalam discharge planning ini “

Perawat : “ Dari rencana format yang sudah saya buat untuk discharge planning yang
dibutuhkan untuk px Mario,disini kami akan memberikan penyuluhan tentang demam
berdarah dan apa saja yang harus di perhatikan saat dirumah nantik disini juga saya sudah
menyiapkan leflet.

Perawat Riva : “ Boleh sih ,nantik kalau ada dokter visite tinggal lapor saja ya,secara kita liat
saja discharge planning ini boleh di pulangkan apa tidak kita tunggu dari dokter yang
visite,sudah jelas ya “

Perawat : “ Iya sudah,baik bu saya permisi dulu ya “

3.2 Ruang Perawat

Dokter : “ Selamat pagi “

11
Perawat : “ Selamat pagi dok “

Dokter : “ Diruangan ini pasien saya ada berapa ya “

Perawat : “ Sekitar ada 5 dok “

Dokter : “ Ini ruang penyakit dalam ya “

Perwat : “ Iya dok “

Dokter : “ Px pak Mario kemarin itu bagaimana kabarnya ya “

Perawat : “ Sudah lebih mendingan dari kemarin dok nafsu makannya juga sudah lebih bagus
dan panasnya juga sudah turun

Dokter : “ Apa ada LAB terakhirnya “

Perawat : “ Ada dok”

Dokter : “ Iya sudah bagus hasil LAB nya,baik sekarang kita ke px sekarang “

Perawat : “ Baik mari dok “

3.4 Ruang Pasien

Perawat : “ Selamat pagi “

Kel Px : “ Pagi “

Dokter : “ Bagaiman keadannya sekarang pak buk “

Pasien : “ Baik dok “

Perawat : “ Sesuai dengan yang sudah saya bilang kemarin.bagaimana keadaan bapak
sekarang “

Pasien : Alhamdulillah sudah baik mbak “

Perawat :” Untuk nafsu makannya bagaimana pak “

Pasien :” Untuk hari ini 1 porsi habis “

Dokter : “ Kalau begitu saya periksa dulu ya keadaannya “

Pasien : “ Baik dok “

12
Dokter : “ Kondisi bapak sudah baik,dari kondisi fisik dan nafsu makan bapak itu sudah
bagus dan jangan lupa di jaga pola makan dan juga pola minumnya agak banyak supaya tidak
dehidrasi supaya tubuh bapak tidak kekurangan cairan “

Pasien : “ Baik dok “

Perawat : “ Baik pa apa tidak ada yang di tanyak kan sebelum kami keluar “

Pasien : “ sudah tidak ada mbak “

Dokter : “ Yasudah kalau begitu kami permisi dulu ya pak buk “

Pasien : “ Iya dok “

Perawat : “ Selamat pagi “

Pasien : “ Selamat pagi juga “

3.5 Ruang Perawat (diskusi discharge planning dengan tim)

Perawat Riva : “ Dokter apa tadi sudah melihat kondisi pak Mario ?”

Dokter :” Oh iya saya sudah lihat”

Perawat Riva : “ Sebenarnya tadi kita sudah berdiskusi untuk rencana pulang pak Mario
ini,bagaimana dok ini tadi hasil LAB nya juga sudah saya lihat trombosit sama hematokritnya
sudah normal?”

Dokter :” Ini hasil LAB hari ini ya ?”

Perawat Riva :” Iya hasil yang hari ini dok “

Dokter :” iya sudah bagus,tapi apa tidak menunggu beberapa hari lagi takutnya demam
lagi ?”

Perawat Riva :” Iya dok tapi dari keperawatan sendiri sudah baik,untuk observasinya juga
sudah baik,kita juga sudah berdiskusi dan juga bisa di rencana kan untuk pulang hari
ini,untuk demamnya nantik dari teman-teman sendiri akan melakukan discharge planning iya

Perawat Lusi :” pasiennya juga sudah lebih baik dan jika sudah rumah harus banyak istirahat
dan juga pasien itu seorang karyawan swasta

13
Dokter : “ Kalau memang seperti itu discharge planning harus benar-benar dilakukan dan
jangan lupa ajarkan cara perawatan saat dirumah pada keluarga

Perawat Riva : “ Saat demam ya dok?”

Dokter :” Iya seperti tindakan awal kepada pasien

Perawat Lusi :” Baik dok nantik akan di berikan leflet “

Dokter :” Baik pasien sudah boleh pulang “

Perawat Riva :” Jadi pasien Mario sudah boleh pulang dok “

Dokter :” Iya sudah boleh pulang,baik apa ada yang lain “

Tim Perawat :” Sudah tidak ada dok “

Perawat Riva : Untuk dokumennya nantik menyusul ya dok “

Dokter :” Iya nantik bisa di taruk di ruangan saya”

Perawat Riva: “ Baik dok”

Dokter :” Baik kalau begitu terima kasih,selamat pagi

Tim Perawat :” iya sama-sama dok,pagi juga dok

Perawat Lusi :” Baik kalau begitu segera siapakan untuk discharge planningnya ya mbak “

Perawat :” Baik Bu

3.6 Perawat datang ke kamar pak mario untuk menyampaikan rencana pulang.

Perawat riva :” selamat pagi pak mario dan bu firda, bagaimana kabarnya pak mario?”

Pak mario PX : “ Alhamdulilah baik”

Perawat riva : “ alhamdulilah baik ya, disini kami dari perawat yang jaga di ruangan mawar
ini yang shift pagi , saya ingin menyampikan bahwa dari hasil dokter melakukan
pemeriksaan, jadi dari catatan perkembangan pak mario kondisinya sudah bagus, dan bisa
dilakukan perawatan dirumah”

Bu firda KEL PX : “Berarti sudah boleh pulang sus?”

14
Perawat riva : “ iya sudah boleh pulang ibuk, o iya ini ada resepnya untuk ditebus pada hari
ini ya buk, tapi nanti sebelum ibu dan bapak pulang kami berencana akan melakukan
penyuluhan , nah penyuluhan ini penting untuk bekal perawatan pak mario dirumah ,
bagaimana apakah setuju jika kami memberikan penyuluhan?”

Pak mario dan bu firda : “ setuju “

Perawat riva : “ baik jika setuju , saya minta tanda tangan formulir persetujuannya ya bapak
ya, o iya enaknya kita melakukan penyuluhan sekarang atau nanti saja ya?”

Bu firda : “ sekarang saja tidak apa apa sus”

Perawat ;” baik, jadi yang akan melakukan penyuluhan yaitu teman saya , bu lina dan bu rita .
jadi nanti akan diberikan penyuluhan , silahkan ditanyakan jika nanti ada yang belum paham
supaya lebih jelas karena ini nanti untuk bekal perawatan. Baik saya permisi ya bu pak ,
penyuluhannya akan di lakukan oleh rekan saya , permisi selamat pagi”.

Perawat melakukan penyuluhan tentang demam berdarah kepada pasien dan keluarga

Perawat rita : “ baik pak mario, bapak tadi sudah diberi tahu kan kami akan melakukan
penyuluhan”

Pak mario :” iya sus”

Perawat rita :” baik , sebelumnya pak mario sudah tau apa belum pak , demam berdarah itu
apa?”

Pak mario : “ yang saya tau itu dari gigitan nyamuk , sudah itu saja”

Perawat rita : “ baik saya akan menjelaskan tentang penyakit demam berdarah ya , jadi
demam berdarah itu adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue . dan ciri
cirinya itu demam secara mendadak selama 2-7 hari, jadi bagaimana caranya bapak tau bapak
terkena demam berdarah apa enggak itu bapak harus melakukan lab , dari hasil lab tersebut
bapak jadi tau bagaimana keadaan bapak . biasanya lab nya itu hematokrit dan trombosit.
Lalu apakah bapak sudah tau bagaimana mencegah demam berdarah?

Pak mario :” belum tahu sus “

15
Perawat rita :” jadi untuk mencegah demam berdarahh itu biasanya itu faktor dari
lingkungan , jadi sebaiknya membiasaan lingkungan bapak itu bersih,bebas dari sarang dan
jentik jentik nyamuk . seperti gerakan 3M itu loh, tahu kan apa itu 3M?

Bu firda :” Tau , menguras , mengubur , menutup.

Perawat rita :”betul , kemudian ditempat bapak apakah sudah ada koding ?”

Bu firda :” sementara masih jarang ,”

Perawat rita :” oke baik , selanjutnya jadi demam berdarah itu digolongkan menjadi empat ,
digolongkan berdasarkan pengarahannya , yang pertama yaitu derajat 1 : yaitu seperti yang
bapak alami seperti mual , muntah , tapi derajat pertama ini tidak ada pendarahan. Jika ada
pendarahan gusi atau lainnya itu sudah masuk derajat 2., lalu derajat 3 itu dimana pasien
sudah mengalami shock seperti akral dingin, nadi melemah , dimana derajat 3 itu pasien
harus segera dibawa kerumah sakit , selanjutnya derajat 4 , derajat 4 ini shock nya sudah
berat jadi pasien itu nadinya sudah tidak teraba . jadi jika bapak menemui ciri ciri seperti itu
berarti pasien harus segera dibawa kerumah sakit.”

Bu firda ; “ baik sus “

Perawat rita : “ baik berarti sudah paham ya bu ,pak.”

Perawat lina :” baik pak mario itu saja penyuluhan dari kami , terima kasih atas kerjasama
nya”

Perawat rita : “ nah bapak dan ibu tadi sudah tau kan sedikit tentang demam berdarah dan
sudah mendapat leaflet , jadi sekarang bapak dan ibu bisa pulang , kami pamit ya pak semoga
bapak bisa cepat pulih dan kembali beraktifitas “

Perawat lina :” baik kami permisi ya pak , bu”

Pak mario dan bu firda : “ baik sus terimakasih banyak”

Perawat lina : sama sama

16
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Discharge planning adalah komponen sistem perawatan berkelanjutan sebagai


perencanaan kepulangan pasien dan memberikan informasi kepada pasien dan keluarganya
yang dituliskan untuk meninggalkan satu unit pelayanan kepada unit yang lain didalam atau
diluar suatu agen pelayanan kesehatan umum, sehingga pasien dan keluarganya mengetahui
tentang hal-hal yang perlu dihindari dan dilakukan sehubunagan dengan kondisi penyakitnya

Tujuan utama discharge planning adalah membantu klien dan keluarga untuk
mencapai tingkat kesehatan yang optimal. Sedangkan, manfaat discarge planning bagi pasien
diantaranya dapat menurunkan jumlah kekambuhan, penurunan kembali ke rumah sakit, dan
kunjungan ke ruangan kedaruratan yang tidak perlu kecuali untuk beberapa diagnosa serta
dapat kembantu klien untuk memahami kebutuhan setelah perawatan dan biaya pengobatan.

Tahap-tahap discharge planning pada dasarnya sama dengan tahap-tahap dalam


asuhan keperawatan yaitu pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.

4.5 Saran

4.5.1 Bagi institusi


Diharapkan institusi dapat melaksanakan tahap-tahap discharge planning dalam memberikan
suhan keperawatan pada pasien secara tepat.

4.5.2 Bagi mahasiswa


Diharapkan mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang tata cara pelaksanaan discarge
planning dalam memberikan suhan keperawatan pada pasien secara tepat.

4.5.3 Bagi masyarakat


Diharapkan masyarakat dapat memahami tujuan dan manfaat dari discharge planning.

17
DAFTAR PUSTAKA

http://perawat191291.blogspot.com/2014/07/makalah-discharge-planning.html?m=1

https://youtu.be/6BcX1lqOGUc

https://id.scribd.com/document/351519963/Makalah-discharge-planning

https://books.google.co.id/books?
hl=id&lr=&id=Oka5DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA241&dq=info:6pFbmanzV6UJ:scholar.google.com/&ots=2X
7PD_ZZQy&sig=dQ9fdvQXfpbs25ft0ZuG3e2e7LE&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

18