Anda di halaman 1dari 11

Hendra Rohman, dkk Analisis Efisiensi BOR, LOS, TOI, ……

ANALISIS EFISIENSI BOR, LOS, TOI, DAN BTO


BERDASARKAN GRAFIK BARBER JOHNSON

EFFICIENCY ANALYSIS BOR, LOS, TOI, AND BTO BASED ON


BARBER JOHNSON GRAPH
Hendra Rohman, Ibnu Mardiyoko, Novia Putri Ayuningtyas

REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN,


POLTEKKES BHAKTI SETYA INDONESIA, YOGYAKARTA,
INDONESIA
Correspondence author: hendrarohman@mail.ugm.ac.id

ABSTRAK

Titik pertemuan pada Grafik Barber Johnson Rumah Sakit Umum Rajawali
Citra tahun 2016-2017 antara BOR, LOS, TOI, dan BTO berada di luar daerah
efisiensi. Pada tahun 2016 nilai BOR 54,2 %, LOS 2,89 hari, TOI 2,44 hari, dan
BTO 68,2 kali. Sedangkan pada tahun 2017 nilai BOR 53,9 %, LOS 2,75 hari,
TOI 2,35 hari, dan BTO 71,3 kali. Nilai BOR ideal adalah 75 % - 85 %, LOS 3-12
hari, TOI 1-3 hari, BTO lebih dari 30 kali. Penelitian ini melakukan penghitungan
ulang, interpretasi pergeseran titik Grafik Barber Johnson untuk mengetahui
efisiensi penggunaan tempat tidur tahun 2016-2017, dan mengidentifikasi
penyebabnya. Jenis penelitian dengan deskriptif pendekatan kualitatif. Rancangan
case study dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.
Teknik pengumpulan data diperoleh dengan metode observasi, wawancara dan
studi dokumentasi. Uji validitas menggunakan triangulasi sumber. Instrumen yang
digunakan adalah pedoman wawancara, pedoman observasi. Hasil penelitian
berdasarkan Grafik Barber Johnson di Rumah Sakit Umum Rajawali Citra tahun
2016-2017, titik pertemuan keempat parameter BOR, LOS, TOI dan BTO berada
di luar daerah efisien dan terjadi pergeseran titik menjauh dari daerah efisien.
Titik pertemuan keempat parameter tahun 2016 lebih mendekat pada daerah
efisien daripada tahun 2017 menjauhi dari daerah efisien. Faktor penyebab tidak
efisien di rumah sakit adalah adanya pasien dirujuk, APS, pasien meninggal
kurang atau lebih dari 48 jam, letak atau lokasi keberadaan rumah sakit, promosi,
kurangnya sarana dan fasilitas, serta kurangnya pemerataan tempat tidur.

Kata Kunci : Grafik Barber Johnson, Efisiensi, Rekam Medis

ABSTRACT

Intersection point BOR, LOS, TOI and BTO on the Barber Johnson Chart of
the Rajawali Citra General Hospital in 2016-2017 was beyond the efficient area.
In 2016 the BOR value was 54.2%, LOS 2.89 days, TOI 2.44 days, and BTO 68.2

Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika Vol. 3, September 2018


ISSN Cetak : 2528-7621 dan ISSN Online: 2579-93803 11
Hendra Rohman, dkk Analisis Efisiensi BOR, LOS, TOI, ……

times. In 2017 the BOR value was 53.9%, LOS 2.75 days, TOI 2.35 days, and
BTO 71.3 times. The ideal BOR values are 75% - 85%, LOS 3-12 days, TOI 1-3
days, BTO more than 30 times. This study conducted a recount, interpretation of
the shift of Barber Johnson's Graph point to determine the efficiency of the use of
beds in 2016-2017, and identify the cause. Type of research with descriptive
qualitative approach. The design of case study and sampling using purposive
sampling technique. Data collection techniques using observation, interviews and
documentation studies. Validity test using source triangulation. The instruments
used were interview and observation guides. Based on the Barber Johnson Graph
of the Rajawali Citra General Hospital in 2016-2017, intersection four point
parameter BOR, LOS, TOI and BTO were beyond efficient and achievable regions
of efficient areas. Intersection point in 2016 parameter was more pronounced in
the efficient area in 2017 away from the efficient area. The inefficiency factor in
hospital was the presence of referred patients, patients request, patients dying less
or more than 48 hours, hospital location, promotion, less facilities and lack of
even distribution of beds.

Keywords: Barber Johnson Chart, Efficiency, Medical Record

PENDAHULUAN dapat digambarkan dalam sebuah


grafik yang dikenal dengan Grafik
Pelaporan bertujuan untuk
Barber Johnson. Grafik Barber
menghasilkan laporan yang cepat,
Johnson ini merupakan grafik yang
tepat dan akurat yang secara garis
dapat menyajikan dan menganalisa
besar dapat dibedakan menjadi dua
efisiensi pemanfaatan tempat tidur
kelompok yaitu laporan internal
bagi segi mutu medis maupun
rumah sakit dan laporan eksternal
ekonomis dengan menampilkan
rumah sakit (Rustiyanto, 2010).
keempat indikator tersebut ke dalam
Menurut Permenkes Nomor 55
satu titik yang terdapat dalam grafik
Tahun 2013 tentang
dua dimensi. Kementrian Kesehatan
Penyelenggaraan Pekerjaan Perekam
Republik Indonesia dalam Sistem
Medis, salah satu kompetensi
Informasi Rumah Sakit 2011 (SIRS
perekam medis adalah statistik
6) telah menetapkan beberapa
kesehatan. Indikator yang digunakan
standar ideal indikator yang dapat
untuk menghitung statistik kesehatan
digunakan untuk menilai efisiensi
antara lain BOR (Bed Occupation
pelayanan rawat inap, yaitu: BOR 65
Rate) untuk menghitung presentase
% - 85 %, LOS 6 - 9 hari, TOI 1 - 3
tempat tidur terisi, LOS (Length Of
hari, BTO 40 - 50 kali, NDR < 25
Stay) untuk menghitung rata-rata
kematian per 1000 penderita keluar,
lama pasien dirawat, TOI (Turn Over
dan GDR < 45 kematian per 1000
Interval) untuk menghitung rata-rata
penderita keluar.
waktu luang tempat tidur, dan BTO
Grafik Barber Johnson selain
(Bed Turn Over) untuk menghitung
bermanfaat dalam menyajikan dan
produktifitas tempat tidur (Hatta,
menganalisa efisiensi pemanfaatan
2013).
tempat tidur juga bermanfaat dalam
Empat indikator tersebut
menggambarkan perkembangan
yaitu BOR, LOS, TOI, dan BTO
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika Vol. 3, September 2018
ISSN Cetak : 2528-7621 dan ISSN Online: 2579-93803 12
Hendra Rohman, dkk Analisis Efisiensi BOR, LOS, TOI, ……

efisiensi pelayanan rawat inap dari triangulasi sumber. Objek penelitian


tahun ke tahun, membandingkan adalah Grafik Barber Johnson
tingkat efisiensi antar unit atau antar Rumah Sakit Umum Rajawali Citra
rumah sakit, meneliti akibat dari Tahun 2016-2017. Teknik
perubahan kebijaksanaan, serta pengumpulan data menggunakan
memeriksa kesalahan laporan. Oleh teknik observasi, wawancara,
karena itu rumah sakit disarankan observasi, dan studi dokumentasi.
membuat Grafik Barber Johnson Instrumen dan alat dalam
dalam penyajian indikator penilaian pengumpulan data menggunakan
efisiensi pelayanan rawat inap. pedoman wawancara, check list
Berdasarkan hasil observasi, alat tulis, alat perekam,
pengamatan yang dilakukan oleh dan kalkulator.
peneliti pada tanggal 01 Maret 2018,
titik pertemuan pada Grafik Barber HASIL DAN PEMBAHASAN
Johnson Rumah Sakit Umum Di Rumah Sakit Umum
Rajawali Citra tahun 2016-2017 Rajawali Citra, pelaporan rumah
antara BOR, LOS, TOI, dan BTO sakit dilakukan secara rutin.
berada di luar daerah efisiensi. Pada Pelaporan rumah sakit salah satunya
tahun 2016 nilai BOR 54,2 %, LOS dengan mengukur tingkat efisiensi
2,89 hari, TOI 2,44 hari, dan BTO penggunaan tempat tidur diukur
68,2 kali. Sedangkan pada tahun menggunakan Grafik Barber
2017 nilai BOR 53,9 %, LOS 2,75 Johnson. Parameter yang digunakan
hari, TOI 2,35 hari, dan BTO 71,3 untuk pembuatan Grafik Barber
kali. Johnson adalah BOR (Bed
Berdasarkan hal tersebut, Occupation Rate), LOS (Length Of
peneliti ingin menghitung ulang dan Stay), TOI (Turn Over Interval), dan
menggambar Grafik Barber Johnson BTO (Bed Turn Over). Pembuatan
untuk mengetahui efisiensi dan perhitungan keempat parameter
penggunaan tempat tidur tahun 2016- tersebut dibuat secara rutin dan
2017, menginterpretasikan dilakukan secara komputerisasi
pergeseran titik Grafik Barber dengan menggunakan microsoft
Johnson tahun 2016-2017, excel.
mengetahui penyebab tidak Penghitungan keempat
efisiensinya penggunaan tempat tidur parameter tersebut bersumber pada
tahun 2016-2017. rekapitulasi sensus harian rawat inap
yang dilakukan berdasarkan ruang
METODOLOGI PENELITIAN perawatan atau bangsal.
Penelitian ini menggunakan Pengumpulan sensus harian tersebut
metode deskriptif dengan pendekatan dilakukan oleh perawat setiap hari
kualitatif dan rancangan studi dan sudah otomatis menggunakan
penelaahan kasus (case study). SIRS (Sistem Informasi Rumah
Subjek penelitian adalah 2 petugas Sakit) di Rumah Sakit Umum
pelaporan data yaitu perekam medis, Rajawali Citra.
2 petugas sensus harian rawat inap Grafik Barber Johnson Rumah
(SHRI) yaitu perawat bangsal, dan Sakit Umum Rajawali Citra Tahun
kepala instalasi rekam medis sebagai 2016-2017 di atas, dapat diketahui
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika Vol. 3, September 2018
ISSN Cetak : 2528-7621 dan ISSN Online: 2579-93803 13
Hendra Rohman, dkk Analisis Efisiensi BOR, LOS, TOI, ……

efisiensi pengelolaan Rumah Sakit Tabel 2. Intepretasi Grafik Barber


Umum Rajawali Citra tahun 2016- Johnson di Rumah Sakit Umum
2017 dari titik pertemuan keempat Rajawali Citra Tahun 2016 – 2017
parameter BOR, LOS, TOI dan BTO No. Paramete Tahun Nilai
r 2016 2017 Ideal
berada di luar daerah efisien. BOR Grafik BJ Grafik
tahun 2016 yaitu 54,2 % dengan 55 BJ
tempat tidur, sedangkan BOR pada 1. BOR 54,2 53,9 75 - 85
tahun 2017 53,9 % dengan % % %
penambahan satu tempat tidur 2. LOS 2,89 2,75 3 – 12
Hari Hari hari
menjadi 56 tempat tidur. 3. TOI 2,44 2,35 1–3
Titik pertemuan keempat Hari Hari hari
parameter BOR, LOS, TOI dan BTO 4. BTO 68,2 71,3 > 30
berada di luar daerah efisien dan Kali Kali kali
terjadi pergeseran titik menjauh dari
daerah efisien. Di Rumah Sakit Grafik Barber Johnson
Umum Rajawali Citra dari tahun merupakan suatu grafik yang secara
2016 ke tahun 2017 terjadi visual dapat menyajikan dengan jelas
penambahan satu tempat tidur, tingkat efisiensi dari segi mutu
artinya penggunaan tempat tidur di pelayanan medis dan pendayagunaan
Rumah Sakit Umum Rajawali Citra sarana yang ada. Suatu usaha untuk
tidak efisien dan untuk nilai BOR mendayagunakan statistik rumah
turun meskipun terjadi penambahan sakit dalam rangka memenuhi
jumlah tempat tidur. Untuk kebutuhan manajemen tentang
meningkatkan nilai BOR yang indikator efisiensi pengelolaan
rendah, di Rumah Sakit Umum rumah sakit (Soejadi, 1996).
Rajawali Citra meningkatkan sumber Menurut hasil wawancara
daya manusia, meningkatkan yang dilakukan oleh peneliti dengan
pelayanan, melakukan promosi, perawat bangsal dan kepala instalasi
melakukan pelatihan bagi petugas, rekam medis, faktor yang
dan melakukan evaluasi. menyebabkan tidak efisiensinya
penggunaan tempat tidur di Rumah
Tabel 1. Perbandingan Hasil Sakit Umum Rajawali Citra adalah
Penghitungan Indikator Rawat Inap disebabkan karena adanya pasien
antara Rumah Sakit dan Peneliti yang dirujuk, pasien rawat inap yang
BOR LOS TOI BTO pulang atas permintaan sendiri
Hasil
(%) (Hari) (Hari) (Kali)
Rumah Sakit
(APS), pasien yang meninggal
2016 54 2,9 2,4 68 kurang atau lebih dari 48 jam, letak
2017 54 2,8 2,4 71 atau lokasi keberadaan rumah sakit,
Peneliti promosi, kurangnya sarana dan
2016 54,2 2,89 2,44 68,2 fasilitas, serta kurangnya pemerataan
2017 53,9 2,75 2,35 71,3 tempat tidur.

Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika Vol. 3, September 2018


ISSN Cetak : 2528-7621 dan ISSN Online: 2579-93803 14
Hendra Rohman, dkk Analisis Efisiensi BOR, LOS, TOI, ……

Keterangan: = Tahun 2016


= Tahun 2017
Gambar 4. Grafik Barber Johnson Rumah Sakit Umum Rajawali Citra Tahun 2016-2017
Titik pertemuan keempat parameter
Analisis terhadap Grafik Grafik Barber Johnson di Rumah
Barber Johnson menunjukan bahwa Sakit Umum Rajawali Citra tahun
titik pertemuan keempat parameter 2016 lebih mendekat pada daerah
pada tahun 2016 lebih mendekat efisien daripada tahun 2017
pada daerah efisien daripada tahun menjauhi dari daerah efisien. Hal
2017 menjauhi dari daerah efisien. tersebut dikarenakan karena titik

Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika Vol. 3, September 2018


ISSN Cetak : 2528-7621 dan ISSN Online: 2579-93803 15
Hendra Rohman, dkk Analisis Efisiensi BOR, LOS, TOI, ……

koordinat BTO (Bed Turn Over Tahun 2016-2017 terlihat jelas


Interval) gambar Grafik Barber bahwa titik pertemuan dari keempat
Johnson Rumah Sakit Umum indikator dari tahun 2016 dan tahun
Rajawali Citra Tahun 2016-2017 2017 masih berada di luar daerah
digunakan untuk mengetahui efisien.
pemakaian tempat tidur pada periode Di negara Albania, terdapat
tertentu, tidak sesuai dengan hasil 5.764 tempat tidur tersedia, tidak ada
perhitungan ulang yang dilakukan rumah sakit yang terletak di area
oleh peneliti. efisiensi dan hanya 1 rumah sakit
Hasil perhitungan yang yang berada di area yang kurang
dilakukan peneliti, titik koordinat optimal. Semua rumah sakit ditandai
BTO (Bed Turn Over Interval) pada dengan nilai BOR dan BTO yang
tahun 2016 yaitu (5,3;5,3) sedangkan rendah dan nilai TOI yang tinggi.
tahun 2017 yaitu (5,1;5,1). Pada Rumah sakit daerah menghasilkan
gambar Grafik Barber Johnson tingkat efisiensi yang lebih tinggi
Rumah Sakit Umum Rajawali Citra dengan variabilitas yang lebih rendah
Tahun 2016-2017 terlihat jelas di keempat indikator dibandingkan
bahwa titik koordinat BTO (Bed dengan rumah sakit kabupaten
Turn Over Interval) melebihi dari (rumah sakit daerah dan kabupaten
hasil perhitungan yang dilakukan LOS = 4,8 dan 5,3 hari; BOR = 39%
oleh peneliti sehingga gambar Grafik dan 28,8%; TOI = 7,5 dan 13,2 hari;
Barber Johnson tidak bertemu dalam BTO = 29.6 dan 19.7) (Lastrucci,
satu titik. Perhitungan tahun 2016 2016).
yaitu nilai BOR 54,2 %, LOS 2,89 Berdasarkan hasil penelitian
hari, TOI 2,44 hari, dan BTO 68,2 bahwa Rumah Sakit Umum Rajawali
kali. Sedangkan pada tahun 2017 Citra sudah menyajikan tingkat
nilai BOR 53,9 %, LOS 2,75 hari, efisiensi penggunaan tempat tidur
TOI 2,35 hari, dan BTO 71,3 kali. menggunakan Grafik Barber Johnson
Nilai BOR pada tahun 2016 dan dan grafik ini sudah dibuat secara
tahun 2017 terjadi penurunan yaitu komputerisasi. Hasil perhitungan
54,2 % menjadi 53,9 %. Hal tersebut keempat parameter tidak
disebabkan oleh penambahan jumlah menunjukkan perbedaan yang
tempat tidur, dari 55 buah tempat signifikan, namun gambar Grafik
tidur menjadi 56 buah tempat tidur. Barber Johnson Rumah Sakit Umum
Walaupun jumlah tempat tidur naik Rajawali Citra Tahun 2016-2017
akan tetapi nilai BOR turun. tidak sesuai dengan gambar hasil
Menurunnya nilai BOR membuat perhitungan ulang yang dilakukan
titik pertemuan menjadi lebih jauh oleh peneliti. Hal ini dikarenakan
dari daerah efisien. Penambahan adanya perbedaan nol koma pada
tempat tidur ini atas kebijakan pihak perhitungan yang dilakukan oleh
yayasan Rumah Sakit Umum peneliti. Pertemuan keempat
Rajawali Citra dan dilakukan karena parameter pada gambar Grafik
pihak rumah sakit telah melakukan Barber Johnson di Rumah Sakit
evaluasi terhadap pelayanan. Umum Rajawali Citra tahun 2016-
Berdasarkan Grafik Barber Johnson 2017 yang bersumber dari data
Rumah Sakit Umum Rajawali Citra pelaporan menunjukkan tidak

Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika Vol. 3, September 2018


ISSN Cetak : 2528-7621 dan ISSN Online: 2579-93803 16
Hendra Rohman, dkk Analisis Efisiensi BOR, LOS, TOI, ……

bertemunya keempat parameter dari posisi titik Grafik Barber


BOR, LOS, TOI, dan BTO dalam Johnson terhadap daerah efisien.
satu titik. Berdasarkan perhitungan Apabila titik Grafik Barber Johnson
dan analisa yang dilakukan peneliti terletak didalam daerah efisien
hal tersebut dikarenakan karena titik berarti penggunaan tempat tidur pada
koordinat BTO (Bed Turn Over periode yang bersangkutan sudah
Interval) untuk mengetahui efisien. Sebaliknya, apabila titik
pemakaian tempat tidur pada periode Grafik Barber Johnson masih berada
tertentu tidak tepat. Dengan diluar daerah efisien berarti
demikian sebaiknya bagian penggunaan tempat tidur pada
pelaporan melakukan pengecekan periode tertentu masih belum efisien
ulang maupun evaluasi terkait Sudra (2010).
dengan tidak bertemunya keempat Hasil perhitungan indikator
parameter dalam satu titik. rawat inap di Rumah Sakit
Jika dilihat dari tabel Gondanglegi Islam pada Januari
interprestasi Grafik Barber Johnson 2017 diperoleh nilai BOR 38,46%;
di Rumah Sakit Umum Rajawali AL.OS dari 2,55 hari; TOI 4,1 hari
Citra tahun 2016-2017, nilai BOR dan BTO 4,7 kali. Kemudian pada
tahun 2016 sebesar 54,2 % dan tahun bulan Februari 2017 diperoleh nilai
2017 sebesar 53,9 %. Standar BOR 43,29%; ALOS dari 2,75 hari;
efisiensi BOR adalah 75 % - 85 %. TOI 3,6 hari dan BTO 4,4 kali. Dan
Nilai LOS tahun 2016 sebesar 2,89 pada bulan Maret 2017 diperoleh
hari dan tahun 2017 sebesar 2,75 hari nilai BOR 44,44%; AVLOS sebesar
artinya rata-rata jumlah hari pasien 2,87%; TOI 3,6 hari dan BTO 4,8
rawat inap tidak efisien. Standar kali. hasil perhitungan poin atau
efisiensi LOS adalah 3-12 hari. Nilai garis indikator rawat inap pada grafik
TOI tahun 2016 sebesar 2,44 hari Barber-Johnson berada di luar area
dan tahun 2017 sebesar 2,35 hari efisien. Berdasarkan standar efisiensi
artinya rata-rata tempat tidur kosong Barber-Johnson menunjukkan bahwa
atau tersedia dalam periode tertentu Rumah Sakit Islam Gondanglegi
sudah efisien. Standar efisiensi TOI belum memenuhi standar efisiensi
adalah 1 – 3 hari. Nilai BTO tahun yang telah ditentukan karena grafik
2016 sebesar 68,2 kali dan tahun Barber-Johnson menunjukkan bahwa
2017 sebesar 71,3 kali artinya titik dan garis indikator berada di
pemakaian tempat tidur pada periode luar area efisien (Suhartinah et al.,
tertentu sudah efisien. Standar 2018).
efisiensi BTO adalah > 30 kali. Secara keseluruhan di rumah
Berdasarkan Grafik Barber Johnson sakit Albania, Grafik Barber Johnson
tersebut, juga diketahui bahwa telah menunjukkan tingkat efisiensi
pengelolaan tempat tidur di Rumah yang rendah dan heterogen dari
Sakit Umum Rajawali Citra Tahun sistem rumah sakit di semua
2016-2017 belum efisien indikator yang dianalisis. Temuan
dikarenakan kurangnya pemerataan jelas menunjukkan adanya kapasitas
tempat tidur. kelebihan bed mengingat tingkat
Interpretasi atau membaca pemanfaatan saat ini. Namun, ini
Grafik Barber Johnson dapat dilihat tidak menyiratkan adanya kapasitas

Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika Vol. 3, September 2018


ISSN Cetak : 2528-7621 dan ISSN Online: 2579-93803 17
Hendra Rohman, dkk Analisis Efisiensi BOR, LOS, TOI, ……

berlebih terhadap kebutuhan karena tetapi dapat mempengaruhi kepuasan


kepadatan tempat tidur di Albania pasien dan tersedianya untuk
jauh lebih rendah daripada yang kembali ke fasilitas kesehatan untuk
direkomendasikan untuk ukuran memperoleh pelayanan berikutnya
populasi. Penelitian lebih lanjut (Wijono, 1999).
diperlukan untuk mengidentifikasi Penyebab tidak efisiensinya
potensi hambatan dari permintaan penggunaan tempat tidur atau
yang mempengaruhi pemanfaatan penyebab rendahnya nilai BOR yaitu
rumah sakit (Lastrucci, 2016). adanya pasien yang dirujuk, APS,
Petugas melayani pasien dan pasien meninggal lebih dari 48
dengan cepat, akurat dan teliti. Selain jam maupun pasien meninggal yang
itu petugas rekam medis di tempat kurang dari 48 jam. Pasien selesai
pendaftaran pasien sudah perawatan keluar dari rumah sakit
memberikan pelayanan dengan baik dikategorikan hidup dan mati. Pasien
terbukti dengan memberikan dikatakan keluar hidup jika pasien
pelayanan kepada pasien dengan yang di pulangkan seizin dokter yang
mengutamakan 6 S (Salam, Sapa, merawat. Keluar hidup ada beberapa
Senyum, Santun, dan Sentuh). cara yaitu pasien pulang dengan
Dengan menggunakan 6 S tersebut, keadaan sembuh, kontrol, dirujuk,
diharapkan pasien akan merasa pasien dipindah ke rumah sakit lain,
senang dan nyaman terhadap melarikan diri dan pulang atas
pelayanan sehingga pasien akan permintaan sendiri. Sedangkan
datang untuk berobat kembali. pasien keluar dengan keadaan mati
Petugas rekam medis belum ada jika pasien yang keluar dalam
yang melakukan peningkatan keadaan mati. Pasien keluar mati
pendidikan, hal ini dapat berakibat dikategori pasien mati < 48 jam dan
pada pelayanan yang diberikan ≥ 48 jam. Pulang atas permintaan
kepada pasien. Oleh karena itu sendiri adalah pulang atas
sebaiknya diberikan kesempatan bagi permintaan pasien atau keluarga
petugas terutama petugas rekam pasien sebelum diputuskan boleh
medis untuk melakukan peningkatan pulang oleh dokter (Depkes, 2007).
pendidikan agar mempunyai Lokasi rumah sakit yang
kompetensi yang sesuai dengan letaknya kurang strategis karena
bidangnya. dipinggir kota dan masuk ke dalam
Pelayanan merupakan service wilayah pedesaan. Jadi apabila tidak
atau produk pada pelayanan umum diimbangi dengan promosi itu akan
yang termasuk dalam aspek pokok berpengaruh terhadap kualitas
rumah sakit. Pelayanan haruslah pelayanan yang ada di rumah sakit.
efisiensi, menguntungkan, tepat dan Apabila letak rumah sakit tidak
kompeten maka pelayanan yang strategis tetapi promosi yang
demikian diharapkan dapat dilakukan rumah sakit sudah bagus
mencukupi kebutuhan pasien otomatis masyarakat yang jauh akan
(Sabarguna, 2008). Keramahan datang ke rumah sakit. Selain itu di
berkaitan dengan pelayanan sekitarnya banyak rumah sakit yang
kesehatan yang tidak berhubungan aksesnya mudah dijangkau yang
langsung dengan efektifitas klinis, berada di tengah perkotaan serta

Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika Vol. 3, September 2018


ISSN Cetak : 2528-7621 dan ISSN Online: 2579-93803 18
Hendra Rohman, dkk Analisis Efisiensi BOR, LOS, TOI, ……

dekat jalan raya dan transportasi pendorong untuk kepuasan


umum yang mudah ditemui. pelayanan pada pasien dan fasilitas
Peningkatkan mutu rumah sakit dari yang masih kurang ini akan
segi pelayanan dengan mengikuti berpengaruh terhadap efisiensi
pelatihan bagi karyawan di semua pengelolaan rumah sakit. Dengan
unit termasuk tenaga kesehatan. demikian sebaiknya rumah sakit
Pelatihan yang diikuti diantaranya menambah sarana dan fasilitas yang
pelatihan manajemen rumah sakit belum terpenuhi seperti peralatan ct
serta pelatihan untuk yang active scan agar tercipta efisiensinya suatu
knowledge untuk kasus-kasus dari pelayanan.
yang rawat inap. Dengan diikutinya Rumah sakit sebagai tempat
pelatihan tersebut diharapkan peserta pelayanan tentu harus mendukung
yang mengikuti pelatihan dapat kelengkapan dan kenyamanan
membagi hasil dan pengalaman pelayanan. Pada dasarnya pelayanan
dalam pelatihan kepada tenaga yang memuaskan selain dari perilaku
kesehatan lain, sehingga apa yang juga dukungan dari fasilitas dan
didapat selama pelatihan dapat sarana yang sesuai sehingga
digunakan bersama untuk kepuasan pasien akan tercapai
meningkatkan pelayanan kepada (Sabarguna, 2008).
masyarakat. Di rumah sakit, penggunaan
Perihal tempat perlu tempat tidur masih ditemukan pasien
memperhatikan hal-hal yang terkait yang dititipkan di bangsal lain untuk
sebagai berikut: waktu yang singkat menunggu tempat tidur yang kosong
untuk dijangkau, lokasi mudah dan kadang-kadang masih ada pasien
dicapai, tempat parkir cukup, dan VIP menggunakan kelas 3. Tempat
keadaan tempat pelayanan seperti tidur yang tersedia di ruang
gedung dan ruang memenuhi syarat. pemulihan (recovery room), di ruang
Selain itu, pemasaran atau promosi persalinan, di ruang tindakan dan di
rumah sakit tidak hanya perlu ruang gawat darurat tidak dihitung
dikembangkan secara detail dan sebagai jumlah tempat tidur tersedia
operasional, tetapi perlu secara (Sudra, 2010).
konsepsional diatur agar lebih Jasa pelayanan pengobatan
terarah. Pengembangan pemasaran dan perawatan yang kurang
merupakan kerangka dasar yang memenuhi harapan pasien, biaya
memberi petunjuk arah lebih jelas pelayanan yang terlalu tinggi, tempat
sehingga pemasaran rumah sakit yang kurang nyaman, informasi yang
perlu diadakan (Sabarguna, 2008). kurang akurat dan memadai bagi
Sarana dan fasilitas masih pasien, tenaga medis/ paramedis
kurang dan belum memadai terutama yang kurang professional serta
peralatan penunjang medis. Hal ini proses seperti administrasi atau
dikarenakan belum lengkapnya birokrasi yang yang terlalu rumit
peralatan untuk ct scan, sehingga merupakan beberapa contoh kejadian
harus dirujuk ke rumah sakit lain. yang menimbulkan ketidakpuasan
Kurangnya jenis-jenis pelayanan sehingga pasien PAPS (Pulang Atas
yang ada di rumah sakit termasuk Permintaan Sendiri). Secara umum
sarana dan fasilitas merupakan ketidaknyamanan pasien pada waktu

Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika Vol. 3, September 2018


ISSN Cetak : 2528-7621 dan ISSN Online: 2579-93803 19
Hendra Rohman, dkk Analisis Efisiensi BOR, LOS, TOI, ……

proses perawatan di rumah sakit bisa atau lokasi keberadaan rumah sakit,
menjadi faktor pemicu pasien promosi, kurangnya sarana dan
memutuskan untuk PAPS (Pulang fasilitas, serta kurangnya pemerataan
Atas Permintaan Sendiri) (Thenie, tempat tidur.
2002). Peninjauan ulang terkait
dengan aplikasi yang digunakan
untuk menggambar Grafik Barber
KESIMPULAN Johnson di rumah sakit dan
meningkatkan pelatihan tentang
Hasil perhitungan keempat
sistem informasi manajemen rumah
parameter tidak menunjukkan
sakit serta peningkatan pendidikan
perbedaan yang signifikan, namun
bagi petugas tenaga kesehatan
gambar Grafik Barber Johnson di
terutama rekam medis agar
rumah sakit tidak sesuai dengan
mempunyai kompetensi yang sesuai
gambar hasil perhitungan ulang yang
dengan bidangnya.
dilakukan peneliti. Hasil perhitungan
keempaat parameter BOR, LOS, TOI
dan BTO sudah sesuai dengan rumus DAFTAR PUSTAKA
akan tetapi penggambaran garis Depkes RI. 2007. Direktorat Jenderal
keempat parameter BOR, LOS, TOI, Bina Pelayanan Medik, Standar
dan BTO di rumah sakit tidak sesuai Pelayanan Minimal Rumah
dengan skala. Sakit. Jakarta: Departemen
Titik pertemuan keempat Kesehatan RI.
parameter Grafik Barber Johnson di Hatta, Gemala R. 2013. Pedoman
rumah sakit tahun 2016 lebih Manajemen Informasi
mendekat pada daerah efisien Kesehatan di Sarana
daripada tahun 2017 menjauhi dari Pelayanan Kesehatan. Jakarta:
daerah efisien. Hasil perhitungan UI Press.
yang dilakukan peneliti titik Kementrian Kesehatan Republik
koordinat BTO (Bed Turn Over Indonesia. 2011. Juknis Sistem
Interval) pada tahun 2016 yaitu Informasi Rumah Sakit (SIRS
(5,3;5,3) sedangkan tahun 2017 yaitu 2011). Jakarta: Direktorat
(5,1;5,1). Pada gambar Grafik Barber Jenderal Bina Upaya
Johnson rumah sakit terlihat jelas Kesehatan.
bahwa titik koordinat BTO (Bed Lastrucci Vieri, M De Luca , MJ
Turn Over Interval) melebihi dari Caldés Pinilla, C Galanti, A
hasil perhitungan yang dilakukan Romolini, G Bonaccorsi, N
oleh peneliti sehingga gambar Grafik Persiani, (2016). The Barber-
Barber Johnson tidak bertemu dalam Johnson technique for
satu titik. assessing hospitals efficiency:
Faktor yang menyebabkan The case of the Republic of
tidak efisiensinya penggunaan Albania: Vieri Lastrucci.
tempat tidur di rumah sakit European Journal of Public
dikarenakan adanya pasien dirujuk, Health, Volume 26, Issue
pasien pulang atas permintaan suppl_1, 1 November 2016,
sendiri (APS), pasien meninggal ckw166.074, https://doi.org/10.
kurang atau lebih dari 48 jam, letak 1093/eurpub/ckw166.074.
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika Vol. 3, September 2018
ISSN Cetak : 2528-7621 dan ISSN Online: 2579-93803 20
Hendra Rohman, dkk Analisis Efisiensi BOR, LOS, TOI, ……

Peraturan Menteri Kesehatan Surabaya: Airlangga


Republik Indonesia No. 55 University Press.
Tahun 2013 tentang
Penyelenggaraan Pekerjaan
Perekam Medis.
Rustiyanto, E. 2010. Statistik Rumah
Sakit Untuk Pengambilan
Keputusan. Yogyakarta:
Konsorsium RSI Jateng &
DIY.
Sabarguna, B. S. 2008. Pemasaran
Pelayanan Rumah Sakit.
Jakarta: Sagung Seto
Soejadi, DR, DHHSA. 1996.
Efisiensi Pengelolaan Rumah
Sakit. Jakarta: Katiga Bina.
Sudra, Rano I. 2010. Statistik Rumah
Sakit Untuk Pengambilan
Keputusan. Yogyakarta: Graha
Ilmu.
Suhartinah, Muhammad Arief
Rachman, Muhammad
Masyhur, Asrianni Rindha
Wahyuningsih, Indicators
(BOR, ALOS, TOI and BTO)
(Study on Inpatient Indicators
at Gondanglegi Islamic
Hospital, Malang, Indonesia,
Journal of Health, Medicine
and Nursing, Vol 49 Tahun
2018, ISSN 2422-8419.
https://www.iiste.org/Journals/i
ndex.php/JHMN/article/view/4
2051/43293.
Thenie, H. 2002. Persepsi Pasien
Pulang Paksa Atas Pelayanan
Rumah Sakit. Jakarta: UI
Press.
Wijono, D, 1999. Manajemen Mutu
Pelayanan Kesehatan.

Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika Vol. 3, September 2018


ISSN Cetak : 2528-7621 dan ISSN Online: 2579-93803 21