Anda di halaman 1dari 2

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk

mengetahui hubungan perilaku merokok, kebiasaan minum kopi dan

lingkungan dengan kejadian insomnia pada lansia di Kelurahan Balusu

Wilayah Kerja Puskesmas Balusu dan setelah menganalisa data peneitian

yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Ada hubungan perilaku merokok dengan kejadian insomnia pada lansia di

Kelurahan Balusu Wilayah Kerja Puskesmas Balusu dengan nilai p=

0.000<0.05.

2. Ada hhubungan kebiasaan minum kopi dengan kejadian insomnia pada

lansia di Kelurahan Balusu wilayah Kerja Puskesmas Balusu dengan nilai

p=0.000<0.05.

3. Ada hubungan kondisi lingkungan dengan kejadian insomnia pada lansia

di Kelurahan Balusu Wilayah Kerja Puskesmas Balusu dengan nilai

p=0.000<0.05.

B. Saran

1. Bagi perkembangan IPTEK, diharapkan dapat memperkaya khasanah

ilmu pengetahuan dan sebagai bahan bacaan bagi peneliti selanjutnya.

2. Bagi instansi tempat penelitian, merupakan salah satu sumber, bagi dinas

kesehatan Kabupaten Toraja Utara dan Puskesmas Balusu dalam rangka

63
penentuan kebijakan untuk pencegahan akan gangguan tidur (insomnia)

pada lansia.

3. Bagi perkermbangan profesi keperawatan, merupakan profesi belajar

dalam asuhan keperawatan ditingkat keluarga pada khususnya, dan pada

masyarakat umumnya mengenai gangguan tidur yang umumnya

menyerang lansia ini, guna mengupayakan pencegahan agar

meminimalisir terjadinya gangguan tidur tersebut.

4. Bagi petugas kesehatan, perlu memberikan pengetahuan yang lebih

mengenai gangguan tidur khususnya pada lansia, perlunya petugas

kesehatan melakukan penyuluhan keluarga lansia tentang proses

pencegahan gangguan tidur, agar keluarga memberikan motivasi ataupun

dorongan kepada penderita untuk menjaga pola hidup karena keluarga

merupakan orang terdekat dengan penderita yang setiap saat dapat

memonitoring untuk mencapai kesehatan lansia yang optimal dan

mengkaji lebih mendalam mengenai gangguan tidur khyususnya pada

lansia yang amat rentan dengan hal ini.

5. Bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan meneliti

variabel yang belum diteliti sehingga penelitian yang selanjutnya dapat

meningkatkan pengetahuan ke lansia tentang insomnia (gangguan tidur).

64