Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penemuan struktur dobel helix DNA setengah abad yang lalu
menunjukkan mekanisme untuk duplikasinya yaitu oleh mekanisme
duplikasi semikonservatif dari sekuens nukleotida pada dua untaian DNA.
Segera setelah itu ,langkah fundamental berikutnya yang terjadi yaitu
elusidasi dari mekanisme replikasi DNA telah ditemukan setelah dapat
diisolasinya enzim DNA polimerase. Kemudain setelah beberapa tahun
kemudian mekanisme dasar dari replikasi DNA dan komponen enzim
penggeraknya telah diketahui ,kebanyakan melalui pendekatan genetika
dan secara biokimia in vitro.
Bahan genetika yang ada pada setiap jasad akan mengalami proses
perbanyakan sebagai salah satu terapan sangat penting dalam proses
pertumbuahn sel atau perbanyakan partikel virus. Proses perbanyakan
bahan genetika dikenal sebagai proses replikasi. Studi awal mengenai
proses perbanyakan bahan genetika dilakukan pada jasad yang
genomnya berupa molekul DNA. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa
pada jasad tertentu, khususnya kelompok virus tertentu, genomnya
berupa RNA. Genom yang berupa molekul RNA ini juga akan direplikasi
genom yang berupa molekul DNA.
Replikasi bahan genetika dapat dikatakan sebagi proses yang
mengawali pertumbuhan sel, meskipun sebenarnya pertumbuhan
merupakan suatu resultan banyak proses yang salaing berkaitan satu
sama lain. Sel mempunyai mekanisme replikasi bahan genetika yang
dilengkapi dengan system penyunting mekanisme replikasi bahan
genetika yang dilengkapi dengan system penyunting (editing) yang sangat
akurat sehingga bahan genetika yang diturunkan kepada sel anakan
(progeny) mempunyai komposisi yang sangat identik dengan komposisi
bahangenetik sel induk. Replikasi bahan genetika diikuti oleh
pertumbuahan sel-sel anakan yang membawa duplikasi bahan genetika
hasil replikasi. Oleh karena itu, kesalahan dalam proses replikasi bahan
genetika dapat mengakibatkan perubahan pada sifat sifat sel anakan.
Mekanisme replikasi bahan genetika sanagt kompleks dan
melibatkan banyak protein yang masing-masing mempunyai peranan
spesifik, protein-protein yang terlibat di dalam proses replikasi bahan
genetic dapat mengakibatkan perubahan pada sifat-sifat sel anaka.
Mekanisme replikasi bahan genetika sangat kompleks dan
melibatkan banyak protein yang masing-masing mempunyai peranan
spesifik. Protein-protein yang terlibat di dalam proses replikasi bahan
genetika dikode oleh gen-gen yang terdapat di dalam bahan genetika itu
sendiri.oleh karena itu, ada kaitan fungsional.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian replikasi DNA?


2. Bagaimana Proses Replikasi DNA?
3. Bagaimana Perbedaan Replikasi DNA Eukariot dan Prokariot?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian dari replikasi DNA.


2. Mengetahui proses dari replikasi DNA.