Anda di halaman 1dari 1

Tauhid adalah akar dalam seluruh keimanan dan seluruh nilai.

Dalam mempedalami tauhid kita dituntut


untuk memahami prosesnya diantaranya rukun iman dan rukun islam.

Rukun islam seperti yang kita ketahui diantaranya sahadat, shalat, zakat, puasa dan ibadah haji. Namun
apakah cukup dengan mengetahuinya saja? Tentu tidak, selain kita di tuntut mengetahuinya, kita juga
dituntut me-marifatnya.

Ma'rifat berarti mengetahui atau mengenal. Pengertian tersebut bisa diperluas lagi menjadi: cara
mengetahui atau mengenal Allah melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya yang berupa mahluq-mahluq
ciptaan-Nya. Sebab dengan hanya memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya kita bisa mengetahui
akan keberadaan dan kebesaran Allah SWT. Kita tentu yakin dan faham betul, bahwa tidak ada satu
mahluq pun walau sekecil atau sebesar apapun, yang ada dengan sendirinya.

Ma’rifat berasaldari kata – ‫ ﻋﺮﻑ‬yang artinya : mengetahui atau mengenal [6] .Ketika kita mencoba
berma’rifat kepada Allah dan mencoba lebih mengenal Allah,tentunya kita disisi lain haruslah
memahami konsep ketuhanan yang jelas dan memposisikan Tuhan dalam kehidupan sehari-
hari.Dinamakan ma’rifat karena pembicaraannya yang pokok adalah mengenal Allah swt [7] . Disisi lain
hal yang akan kita lakukan setelah mempercayai dan mengimani akan adanya sesuatu adalah kita
berusaha berma’rifat dan mengenal kepada apa yang kita telah percayai.Demikian pula ketika kita
berbicara tentang Iman kepada Allah swt, sebagai makhluk yang diciptakan oleh Sang Khaliq(Maha
Pencipta) yang telah kita Imani sebelum kita lebih jauh dan berma’rifat kepada-Nya.

Firman Allah ,

‫ ﻣﺎﺀﻓﺎﺧﺮﺝ ﺑﻪ‬-‫ﻳﺎﺍﻳﻬﺎﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﻋﺒﺪﻭﺍﺭﺑﻜﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﺧﻠﻘﻜﻢ ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺘﻘﻮﻥ ® ﺍﻟﺬﻱ ﺟﻌﻞ ﻟﻜﻢ ﺍﻻﺭﺽ ﻓﺮﺍﺷﺎﻭﺍﻟﺴﻤﺎﺀﺑﻨﺎﺀﻭﺍﻧﺰﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ‬
‫® ﻣﻦ ﺍﻟﺜﻤﺮﺍﺕ ﺭﺯﻗﺎﻟﻜﻢ ﻓﻼﺗﺠﻌﻠﻮﻪﻠﻟﺍ ﺍﻧﺪﺍﺩﺍﻭﺍﻧﺘﻢ ﺗﻌﻠﻤﻮﻥ‬

Artinya:”Wahai manusia,sembahlah Rabbmu yang telah menciptakanmu,dan orang-orang


sebelummuagar kamu bertaqwa.Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit
sebagai atap,dan Dia menurunkan hujan air(hujan) dari langit,lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu
segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu,karena itu jangan mengadakan tandiingan bagi Allah
,padahal kamu mengetahui” (QS.Al-Baqarah:21-22)