Anda di halaman 1dari 16

1 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Clinical Science Session

Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)


Tonsilitis, Faringitis, Laringitis

Oleh:
Chua Fu Lin

1840312773

 Preseptor:

dr. Novialdi, Sp. THT-KL(K), FICS

BAGIAN TELINGA HIDUNG TENGGOROK BEDAH KEPALA LEHER


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
RSUP DR M. DJAMIL PADANG
2019
2 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Clinical Science Session

Tonsilitis, Faringitis dan Laringitis

Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)


Chua Fu Lin1

1.4 Manfaat Penulisan


Affiliasi penulis : 1. Profesi Dokter FK UNAND
Manfaat penulisan Clinical Science Session
(Fakultas Kedokteran Universitas Andalas);
ini adalah menambah wawasan dan
pengetahuan mengenai tonsilitis, faringitis,
PENDAHULUAN
laringitis.

1.1 Latar Belakang


TINJAUAN PUSTAKA

Infeksi saluran pernapasan atas adalah


A. TONSILITIS
penyakit yang paling sering datang ke layanan
kesehatan primer. Etiologi yang menyebabkan
Anatomi Tonsil
infeksi pada saluran kebanyakan disebabkan
Tonsil adalah massa yang terdiri dari
karena virus, dilanjutkan dengan bakteri dan bisa
jaringan limfoid dan ditunjang oleh jaringan ikat
juga disebabkan oleh pemakaian kortikosteroid
dengan kriptus didalamnya. Terdapat tiga
inhalan yang terus menerus dan berlangsung
macam tonsil yaitu tonsila faringeal (adenoid),
lama. 1
tonsil palatina dan tonsila lingual yang ketiga-
Diagnosis ditegakkan berdasarkan
tiganya membentuk lingkaran yang disebut cincin
anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
Waldeyer. Tonsil palatina yang biasanya disebut
penunjang. Diagnosis banding dari penyakit ini
tonsil saja terletak didalam fossa tonsil. Pada
begitu luas dan dapat terjadi bersamaan.
kutub atas tonsil sering kali ditemukan celah
Tatalaksana yang diberikan juga sering
intratonsil yang merupakan sisa kantong pharynx
disamaratakan dengan pemberian antibiotik.2
yang kedua. Kutub bawah tonsil biasanya
melekat pada dasar lidah.3 Tonsil faringeal dalam
1.2 Tujuan Penulisan
kapsulnya terletak pada mukosa dinding lateral
Tujuan penulisan Clinical Science Session ini
rongga mulut. Di depan tonsil, arkus faring
adalah untuk mengetahui definisi, epidemiologi,
anterior disusun oleh otot palatoglosus, dan
etiologi, patogenesis, diagnosis, tatalaksana,
dibelakang dari arkus faring posterior disusun
komplikasi dan prognosis tonsilitis, faringitis, dan
oleh otot palatofaringeus.4 Permukaan medial
laringitis.
tonsil bentuknya beraneka ragam dan
mempunyai celah yang disebut kriptus. Epitel
1.3 Metode Penulisan
yang melapisi tonsil ialah epitel skuamosa yang
Metode penulisan Clinical Science Session
juga meliputi kriptus. Didalam kriptus biasanya
ini adalah dengan studi kepustakaan dengan
ditemukan leukosit, limfosit, epitel yang terlepas,
merujuk pada berbagai literatur.
bakteri dan sisa makanan. Permukaan lateral
tonsil melekat pada fasia pharynx yang sering
3 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

juga disebut kapsul tonsil. Kapsul ini tidak yang terletak di bawah dan belakang angulus
melekat erat pada otot pharynx, sehingga mudah mandibulae.3
dilakukan diseksi pada tonsilektomi.3
Fisiologi Tonsil
Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)
Tonsila palatina adalah suatu jaringan
limfoid yang terletak di fossa tonsilaris di kedua
sudut orofaring dan merupakan salah satu
bagian dari cincin Waldeyer. Tonsila palatina
lebih padat dibandingkan jaringan limfoid lain.
Permukaan lateralnya ditutupi oleh kapsul tipis
dan di permukaan medial terdapat kripta. Tonsila
palatina merupakan jaringan limfoepitel yang
berperan penting sebagai sistem pertahanan
tubuh terutama terhadap protein asing yang
masuk ke saluran makanan atau masuk ke
saluran nafas (virus, bakteri, dan antigen
makanan). Mekanisme pertahanan dapat bersifat
spesifik atau non spesifik. Apabila patogen
menembus lapisan epitel maka sel-sel fagositik
mononuklear pertama-tama akan mengenal dan
mengeliminasi antigen.5 Tonsil merupakan
Gambar 1. Cincin Waldeyer
jaringan limfoid yang mengandung sel limfoid
yang mengandung sel limfosit, 0,1-0,2% dari
Tonsil mendapat darah dari arteri palatina minor,
kesuluruhan limfosit tubuh pada orang dewasa.
arteri palatine asendens, cabang tonsil arteri
Proporsi limfosit B danT pada tonsil adalah
maksila eksterna, arteri pharynx asendens dan
50%:50%, sedangkan di darah 55-75%:15-30%.
arteri lingualis dorsal. Tonsil lingual terletak di
Pada tonsil terdapat sistem imun kompleks yang
dasar lidah dan dibagi menjadi dua oleh
terdiri atas sel M (sel membran), makrofag, sel
ligamentum glosoepiglotica. Di garis tengah, di
dendrit dan antigen presenting cells) yang
sebelah anterior massa ini terdapat foramen
berperan dalam proses transportasi antigen ke
sekum pada apeks, yaitu sudut yang terbentuk
sel limfosit sehingga terjadi APCs (sintesis
oleh papilla sirkum valata. Tempat ini
immunoglobulin spesifik). Juga terdapat sel
kadangkadang menunjukkan penjalaran duktus
limfosit B, limfosit T, sel plasma dan sel
tiroglossus dan secara klinik merupakan tempat
pembawa Ig G. Tonsil merupakan organ limfatik
penting bila ada massa tiroid lingual (lingual
sekunder yang diperlukan untuk diferensiasi dan
thyroid) dan kista duktus tiroglosus. Vena-vena
proliferasi limfosit yang sudah disensitisasi.
menembus m.constrictor pharyngeus superior
Tonsil mempunyai dua fungsi utama yaitu
dan bergabung dengan vena palatine eksterna,
menangkap dan mengumpulkan bahan asing
vena pharyngealis, atau vena facialis. Aliran limfe
dengan efektif dan sebagai organ produksi
pembuluhpembuluh limfe bergabung dengan
antibodi dan sensitisasi sel limfosit T dengan
nodi lymphoidei profundi. Nodus yang terpenting
antigen spesifik.5,6 7 Tonsil merupakan jaringan
dari kelompok ini adalah nodus jugulodigastricus,
kelenjar limfa yang berbentuk oval yang terletak
4 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

pada kedua sisi belakang tenggorokan. Dalam terjadi pada anak-anak, namun jarang terjadi
keadaan normal tonsil membantu mencegah pada anakanak muda dengan usia lebih dari 2
terjadinya infeksi. Tonsil bertindak seperti filter tahun. Tonsilitis yang disebabkan oleh spesies
untuk memperangkap bakteri dan virus yang Streptococcus biasanya terjadi pada anak usia 5-
Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)
masuk ke tubuh melalui mulut dan sinus. Tonsil 15 tahun, sedangkan tonsilitis virus lebih sering
juga menstimulasi sistem imun untuk terjadi pada anak-anak muda. 7
memproduksi antibodi untuk membantu melawan
Klasifikasi
infeksi. Tonsil berbentuk oval dengan panjang 2-
5 cm, masing-masing tonsil mempunyai 10-30 Tonsilitis dapat diklasifikasikan menjadi
kriptus yang meluas ke dalam jaringan tonsil. tonsilitis akut dan tonsilitis kronik. Tonsilitis
Tonsil tidak selalu mengisi seluruh fossa akut dibagi kepada tonsilitis viral dan
tonsilaris, daerah yang kosong diatasnya dikenal bakterial. Tonsilitis membranosa contohnya
sebagai fossa supratonsilar. Tonsil terletak di tonsilitis difteri juga merupakan salah satu
1
lateral orofaring. Secara mikroskopik tonsil terdiri jenis klasifikasi tonsilitis. Tonsil dapat
atas tiga komponen yaitu jaringan ikat, folikel membesar bervariasi. Kadang-kadang tonsil
germinativum (merupakan sel limfoid) dan dapat bertemu di tengah. Standar untuk
jaringan interfolikel (terdiri dari jaringan limfoid). pemeriksaan tonsil berdasarkan
Lokasi tonsil sangat memungkinkan terpapar pemeriksaan fisik diagnostik diklasifikasikan
benda asing dan patogen, selanjutnya berdasarkan ratio tonsil terhadap orofaring
membawanya ke sel limfoid. Aktivitas imunologi (dari medial ke lateral) yang diukur antara
terbesar tonsil ditemukan pada usia 3 – 10 pilar anterior kanan dan kiri. Ukuran tonsil
tahun.5,6 dibagi menjadi:

Definisi Gambar 2: Grading tonsilitis

Tonsilitis adalah peradangan tonsil palatina yang


merupakan bagian dari cincin
Waldeyer.Peradangan ini dapat disebabkan oleh
infeksi virus dan bakteri. Rute penyebaran infeksi
adalah melalui airborne droplets dan kontak
langsung. Penyakit ini dapat terjadi pada semua
umur, terutama pada anak-anak.1

Epidemiologi
Di Indonesia infeksi saluran pernafasan akut
(ISPA) masih merupakan penyebab tersering
morbiditas dan mortalitas pada anak. Insiden
penyakit tonsilitis pada praktek umum di Inggris
adalah sebanyak 100 per 1000 populasi dalam
setahun. Tonsilitis akut lebih sering terjadi pada
anak-anak, namun jarang terjadi pada anak usia
di bawah dua tahun.7 Tonsilitis paling sering
5 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)

Gambar 5: tonsilitis viral


Gejala tonsilitis viral lebih menyerupai
common cold yang disertai rasa nyeri tenggorok.
Penyebab yang paling sering adalah virus
Epstein Barr. Hemofilus influenzae merupakan
Gambar 3. Ukuran tonsil
penyebab tonsilitis akut supuratif. Jika terjadi
infeksi virus coxschakie, maka pada
 T0: post tonsilektomi
pemeriksaan rongga mulut akan tampak luka-
 T1: tonsil masih terbatas dalam
luka kecil pada palatum dan tonsil yang sangat
fossa tonsilaris
nyeri dirasakan pasien.
 T2: sudah melewati pilar anterior, Terapi
tapi belum melewati garis lstirahat, minum cukup, analgetika, dan
paramedian (pilasr posterior) antivirus diberikan jika gejala berat.
 T3: sudah melewati garis 2. Tonsilitis bakterial
paramedian, belum melewai garis
median
 T4: sudah melewati garis median

I. Tonsilitis akut 1

Gambar 6 : strawberry tougue


Radang akut tonsil dapat disebabkan kuman
grup A Streptokokus hemolitikus yang dikenal
sebagai strept throat, pneumokokus,
Streptokokus viridan dan Streptokokus piogenes.
Infiltrasi bakten pada iapisan epitel jaringan tonsil
akan menimbulkan reaksi radang berupa
keluarnya leukosit polimorfonuklear sehingga
terbentuk detritus. Detritus ini merupakan
Gambar 4: perbandingan tonsilitis bakterial
kumpulan leukosit, bakteri yang mati dan epitel
dan viral
yang terlepas. Secara klinis detritus ini mengisi
kriptus tonsil dan tampak sebagai bercak kuning.
1. Tonsilitis viral
6 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Bentuk tonsilitis akut dengan detritus yang jelas Terapi


disebut tonsilitis folikularis Bila bercak-bercak Antibiotika spektrum lebar penisilin,
detritus ini menjadi satu, membentuk alur-alur eritromisin. Antipiretik dan obat kumur yang
maka akan menjadi tonsilitis lakunaris mengandung desinfektan.
Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)
Komplikasi
Pada anak sering menimbulkan kompli-kasi
otitis media akut, sinusitis, abses peritonsil
(Quincy thorat), abses parafaring, bronkitis,
glomerulonefritis akut, miokarditis, artritis serta
septikemia akibat infeksi v. Jugularis interna
(sindrom Lemierre). Akibat hipertrofi tonsil akan
Gambar 7: tonsilitis folikuraris
menyebabkan pasien bernapas melalui mulut,
tidur men-dengkur (ngorok), gangguan tidur
karena ter-jadinya sleep apnea yang dikenal
sebagai Obstructive Sleep Apnea Syndrome
(OSAS).
II. Tonsilitis membranosa
Penyakit yang termasuk dalam golongan
tonsilitis membranosa ialah (a) Tonsilitis difteri,
(b) Tonsilitis septik (septic sore throat), (c)
Angina Plaut Vincent, (d) Penyakit kelainan
darah seperti leukemia akut, anemia pernisiosa,
Gambar 8: tonsilitis lakunaris neutro-penia maligna serta infeksi
mononukleosis, (e) Proses spesifik lues dan
Bercak detritus ini juga dapat melebar tuberkulosis, (f) lnfeksi jamur moniliasis,
sehingga terbentuk semacam membran semu aktinomikosis dan blastomikosis, (g) lnfeksi virus
(pseudo-membrane) yang menutupi tonsil. morbili, pertusis dan skarlatina.
Gejala dan tanda 1. Tonsilitis difteri
Masa inkubasi 2-4 hari. Gejala dan tanda Frekuensi penyakit ini sudah menurun
yang sering ditemukan adalah nyeri tenggorok berkat keberhasilan imunisasi pada bayi dan
dan nyeri waktu menelan, demam dengan suhu anak. Penyebab tonsilitis difteri ialah kuman
tubuh yang tinggi, rasa lesu, rasa nyeri di sendi- Coryne bacterium diphteriae, kuman yang
sendi, tidak nafsu makan dan rasa nyeri di termasuk Gram positif dan hidung di saluran
telinga (otalgia). Rasa nyeri di telinga ini karena napas bagian atas yaitu hidung, faring dan laring.
nyeri alih (referred pain) melalui saraf Tidak semua orang yang terinfeksi oleh kuman
n.glosofaringeus (n.IX). Pada pemeriksaan tam- ini akan menjadi sakit. Keadaan ini tergantung
pak tonsil membengkak, hiperemis dan terdapat pada titer anti toksin dalam darah seseorang.
detritus berbentuk folikel, lakuna atau tertutup Titer anti toksin sebesar 0.03 satuan per cc
oleh membran semu. Kelenjar submandibula darah dapat dianggap cukup memberikan dasar
membengkak dan nyeri tekan. imunitas. Hal inilah yang dipakai pada tes Schick.
Tonsilitis difteri sering ditemukan pada anak
berusia kurang dari 10 tahun dan frekuensi
7 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

tertinggi pada usia 2 - 5 tahun walaupun pada


orang dewasa masih mungkin menderita
penyakit ini.
Gejala dan tanda
Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)
Gambaran klinik dibagi dalam 3 golongan
yaitu gejala umum, gejala lokal dan gejala akibat
eksotoksin.
(a) Gejala umum seperti juga gejala infeksi
lainnya yaitu kenaikan suhu tubuh biasa-nya
subfebris, nyeri kepala, tidak nafsu makan,
badan lemah, nadi lambat serta keluhan nyeri
Gambar 10: Bullneck
menelan.
(c) Gejala akibat eksotoksin yang dikeluar-
(b) Gejala lokal yang tampak berupa tonsil
kan oleh kuman difteri ini akan menim-bulkan
membengkak ditutupi bercak putih kotor yang
kerusakan jaringan tubuh yaitu pada jantung
makin lama makin meluas dan ber-satu
dapat terjadi miokarditis sampai decompensatio
membentuk membran semu. Membran ini dapat
cordis, mengenai saraf kranial menyebabkan
meluas ke palatum mole, uvula, nasofaring,
kelumpuhan otot palatum dan otot-otot
laring, trakea dan bronkus dan dapat menyumbat
pernapasan dan pada ginjal menimbulkan
saluran napas. Membran semu ini melekat erat
albuminuria.
pada dasarnya, sehingga bila diangkat akan
Diagnosis
mudah berdarah. Pada perkembangan penyakit
Diagnosis tonsilitis difteri ditegakkan ber-
ini bila infeksinya berjalan terus, kelenjar limfa
dasarkan gambaran klinik dan pemeriksaan
leher akan membengkak sedemikian besarnya
preparat langsung kuman yang diambil clan
sehingga leher menyerupai leher sapi (bull neck)
permukaan bawah membran semu dan
atau disebut juga Burgemeester's hats.
didapatkan kuman Corynebacterium diphteriae.
Terapi Anti Difteri Serum (ADS) diberikan segera
tanpa menunggu hasil kultur, dengan dosis
20.000 - 100.000 unit tergantung dari umur dan
beratnya penyakit. Antibiotika Penisilin atau
Eritromisin 25 -50 mg per kg berat badan dibagi
dalam 3 dosis selama 14 haft Kortikosteroid 1,2
mg per kg berat badan per hari. Antipiretik untuk
simtomatis. Karena penyakit ini menular, pasien
harus diisolasi. Perawatan harus istirahat di
tempat tidur selama 2 - 3 minggu.
Gambar 9: tonsilitis difteri
Komplikasi
Laringitis difteri dapat berlangsung cepat,
membran semu menjalar ke laring dan me-
nyebabkan gejala sumbatan. Makin muda usia
pasien makin cepat timbul komplikasi ini.
Miokarditis dapat mengakibatkan payah jantung
8 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

atau dekompensasio cordis. Kelumpuhan otot Gambar 11: tonsilitis kronis


palatum mole, otot mata untuk akomodasi, otot
faring serta otot laring sehingga menimbulkan B. FARINGITIS
kesulitan menelan, suara parau dan kelumpuhan
Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)
otot-otot pernapasan. Albuminuria sebagai akibat Anatomi Faring
komplikasi ke ginjal. Faring terletak dibelakang cavum nasi, mulut,
Ill. Tonsilitis kronik dan laring. Bentuknya mirip corong dengan
Faktor predisposisi timbulnya tonstlitis kronik bagian atasnya yang lebar terletak di bawah
ialah rangsangan yang menahun dari rokok, cranium dan bagian bawahnya yang sempit
beberapa jenis makanan, higiene mulut yang dilanjutkan sebagai eosophagus setinggi
buruk, pengaruh cuaca, kelelahan fisik dan vertebra cervicalis enam. Dinding faring terdiri
pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat. atas tiga lapis yaitu mukosa, fibrosa, dan
Kuman penyebabnya sama dengan tonsilitis akut muskular.8
tetapi kadang-kadang kuman berubah menjadi Berdasarkan letak, faring dibagi atas tiga bagian
kuman golongan Gram negatif. yaitu : nasofaring, orofaring, dan laringofaring. 8
Patologi 1. Nasofaringx
Karena proses radang berulang yang timbul Nasofaring terletak dibelakang rongga hidung, di
maka selain epitel mukosa juga jaringan limfoid atas palatum molle. Nasopharynx mempunyai
terkikis, sehingga pada proses penyembuhan atap, dasar, dinding anterior, dinding posterior,
jaringan limfoid diganti oleh jaringan parut yang dandinding lateral. Bagian atap dibentuk oleh
akan mengalami pengerutan sehingga kripti corpus ossis sphenoidalis dan pars basilaris
melebar. Secara klinik kripti ini tampak diisi oleh ossis occipitalis. Kumpulan jaringan limfoid yang
detritus. Proses berjalan terns sehingga disebut tonsila pharyngeal, yang terdapat
menembus kapsul tonsil dan akhirnya didalam submucosa. Bagian dasar dibentuk oleh
menimbulkan perlekatan dengan jaringan di permukaan atas palatum molle yang miring.
sekitar fosa tonsilaris. Pada anak proses ini Dinding anterior dibentuk oleh aperture nasalis
disertai dengan pembesaran kelenjar limfa posterior, dipisahkan oleh pinggir posterior
submandibula. septum nasi. Dinding posterior membentuk
Gejala dan tanda permukaan miring yang berhubungan dengan
Pada pemeriksaan tampak tonsil mem- atap. Dinding ini ditunjang oleh arcus anterior
besar dengan permukaan yang tidak rata, kriptus atlantis. Dinding 3 lateral pada tiap-tipa sisi
melebar dan beberapa kripti terisi oleh detritus. mempunyai muara tuba auditiva ke faring.
Rasa ada yang mengganjal di tenggorok, Kumpulan jaringan limfoid di dalam submukosa
dirasakan kering di tenggorok dan napas berbau. di belakang muara tuba auditiva disebut tonsila
tubaria.
2. Orofaring
Orofaring disebut juga mesofaring, dengan batas
atasnya adalah palatum mole, batas bawahnya
adalah tepi atas epiglotis, kedepan adalah
rongga mulut, sedangkan kebelakang adalah
vertebra servikal. Orofaring mempunyai atap,
dasar, dinding anterior, dinding posterior, dan
9 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

dinding lateral. Bagian atap dibentuk oleh sebenarnya bukan merupakan kapsul yang
permukaan bawah palatum molle dan isthmus sebenarnya.
pharygeus. Kumpulan kecil jaringan limfoid
terdapat di dalam submukosa permukaan bawah
Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)
palatum molle. Bagian dasar dibentuk oleh
sepertiga posterior lidah dan celah antara lidah
dan permukaan anterior epiglotis. Membrana
mukosa yang meliputi sepertiga posterior lidah
berbentuk irregular, yang disebabkan oleh
adanya jaringan limfoid dibawahnya, yang
disebut tonsil linguae. Membrana mukosa
melipat dari lidah menuju ke epiglotis. Pada garis
tengah terdapat elevasi, yang disebut plica
glosso epiglotica mediana, dan dua plica glosso Gambar 12: pembagian faring

epiglotica lateralis. Lekukan kanan dan kiri plica


Definisi Faringitis
glosso epiglotica mediana disebut vallecula. 8
Faringitis adalah penyakit inflamasi dari
Dinding anterior terbuka ke dalam rongga mulut
mukosa dan submukosa pada tenggorokan,
melalui isthmus oropharynx (isthmus faucium).
Jaringan yang terkena meliputi orofaring,
Dibawah isthmus ini terdapat pars pharyngeus
nasofaring, hipofaring, tonsil, dan adenoid.9
linguae. Dinding posterior disokong oleh corpos
Faringitis merupakan peradangan dinding faring
vertebra cervicalis kedua dan bagian atas corpus
yang dapat disebabkan oleh virus (40-60%),
vertebra cervicalis ketiga. Pada kedua sisi
bakteri (5-40%), alergi, trauma, toksin, dan lain-
dinding lateral terdapat arcus palate glossus
lain. 9
8
dengan tonsila palatina diantaranya. Struktur
Virus dan bakteri melakukan invasi ke faring
yang terdapat di rongga orofaring adalah dinding
dan menimbulkan reaksi inflamasi local.Infeksi
posterior pharynx, tonsil palatina, fossa tonsila
bakteri grup A Streptokokus β hemolitikus dapat
serta arcus pharynx anterior dan posterior, uvula,
menyebabkan kerusakan jaringan yang hebat,
tonsila lingual dan foramen sekum. Fossa
karena bakteri ini melepaskan toksin
Tonsilaris Fossa tonsilaris adalah sebuah
ekstraselular yang dapat menimbulkan demam
recessus berbentuk segitiga pada dinding lateral
reumatik, kerusakan katup jantung,
oropharynx diantara arcus palatoglossus di
glomerulonephritis akut karena fungsi glomerulus
depan dan arcus palatopharyngeus dibelakang.
terganggu akibat terbentuknya kompleks antigen-
Fossa ini ditempati oleh tonsila palatina. 8 Batas
antibodi. Bakteri ini banyak menyerang anak usia
lateralnya adalah m.konstriktor pharynx superior.
sekolah, orang dewasa dan jarang pada anak
Pada batas atas yang disebut kutub atas (upper
umur kurang dari 3 tahun. Penularan infeksi
pole) terdapat suatu ruang kecil yang dinamakan
melalui secret hidung dan ludah (droplet
fossa supra tonsila. Fossa ini berisi jaringan ikat 9
infection).
jarang dan biasanya merupakan tempat nanah
memecah keluar bila terjadi abses. Fossa tonsila Klasifikasi Faringitis

diliputi oleh fasia yang merupakan bagian dari Faringitis dibagi menjadi:9

fasia bukopharynx, dan disebut kapsul yang 1. Faringitis akut


a) Faringitis viral
10 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

b) Faringitis bakterial dewasa dan pada anak <5 tahun diberikan 50


c) Faringitis fungal mg/kgBB dibagi dalam 4-6 kali pemberian/hari.
d) Faringitis gonorea
2. Faringitis kronik
Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)
a) Faringitis kronik hiperplastik
b) Faringitis kronik atrofi
3. Faringitis spesifik
a) Faringitis luetika
b) Faringitis tuberkulosis

1. Faringitis Akut Gambar 13. Faringitis Viral


2
a. Faringitis Viral
Gejala dan tanda faringitis viral adalah b. Faringitis bakterial
demam disertai rinorea, mual, nyeri tenggorokan
Infeksi grup A Streptokokus β
dan sulit menelan.Pada pemeriksaan tampak
hemolitikus merupakan penyebab faringitis akut
faring dan tonsil hiperemis. Rinovirus
pada orang dewasa (15%) dan pada anak (30%).
menimbulkan gejala rhinitis dan beberapa hari
Gejala dan tandanya adalah nyeri kepala yang
kemudian akan menimbulkan faringitis. Virus
hebat, muntah kadang-kadang disertai demam
influenza, coxsachievirus dan cytomegalovirus
dengan suhu yang tinggi, jarang disertai batuk.
tidak menghasilkan eksudat. Coxachievirus
Pada pemeriksaan tampak tonsil membesar,
dapat menimbulkan lesi vesicular di orofaring
faring dan tonsil hiperemis dan terdapat eksudat
dan lesi kulit berupa mauclopapular rash.
di permukaannya. Beberapa hari kemudian
Adenovirus selain menimbulkan gejala faringitis,
timbul bercak petechiae pada palatum dan faring.
juga menimbulkan gejala konjungtivitis terutama
Kelenjar limfa leher anterior membesar, kenyal,
pada anak. Epstein Barr Virus (EBV)
dan nyeri pada penekanan.
menyebabkan faringitis yang disertai produksi
Terapi:
eksudat pada faring yang banyak. Terdapat
a. Antibiotik diberikan terutama bila diduga
pembesaran kelenjar limfa di seluruh tubuh
penyebab faringitis akut ini grup A
terutama retroservikal dan hepatosplenomegali.
Faringitis yang disebabkan HIV-1 Streptokokus β hemolitikus. Penicillin G
menimbulkan keluhan nyeri tenggorok, nyeri Benzatin 50.000 U/kgBB, IM dosis tunggal,

menelan, mual, dan demam. Pada pemeriksaan atau amoksisilin 50 mg/kgBB dosis dibagi 3

tampak faring hiperemis, terdapat eksudat, kali/hari selama 10 hari dan pada dewasa 3 x

limfadenopati akut di leher dan pasien tampak 500 mg selama 6-10 hariatau eritromisin 4 x

lemah. 500 mg/hari

Terapinya adalah istirahat dan minum yang b. Kortikosteroid: deksametason 8-16 mg, IM, 1

cukup. Kumur dengan air hangat. Analgetika jika kali. Pada anak 0.08-0.3 mg/kgBB, IM, 1 kali.

perlu dan tablet isap. Antivirus metisoprinol c. Analgetika

(Isoprenosine) diberikan pada infeksi herpes d. Kumur dengan air hangat atau antiseptic.

simpleks dengan dosis 60-100 mg/kgBB dibagi


dalam 4-6 kali pemberian/hari pada orang
11 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

1: Kemungkinan faringitis karena streptococcus


5%-10%. Tidak perlu pemeriksaan lebih lanjut
dan antibiotic.
2: Kemungkinan faringitis karena streptococcus
Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)
11%-17%. Kultur bakteri faring dan antibiotic
hanya bila hasil kultur positif
3: Kemungkinan faringitis karena streptococcus
28%-35%. Kultur bakteri faring dan antibiotic
Gambar 14. Faringitis Streptococcal sp.
hanya bila hasil kultur positif
4-5: Kemungkinan faringitis karena streptococcus
51%-53%. Terapi empiris dengan antibiotic dan
atau kultur bakteri faring
Alternatif pada Pasien yang Alergi Penisilin
Tabel 4. Skoring
Eritromisin oral atau klindamisin dapat
diberikan untuk pasien yang alergi terhadap
penisilin.

Tabel . Dosis Klindamisin dan Eritromisin

Faringitis akibat infeksi bakteri


streptococcus group A dapat diperkirakan
dengan menggunakan Centor criteria, yaitu :

Pada modified Centor criteria ditambah kriteria


umur:

- 2-14 tahun (+1)

- 15-44 tahun (0) c. Faringitis Fungal

- 45 tahun keatas (-1) Candida dapat tumbuh di mukosa


rongga mulut dan faring. Keluhan nyeri
Penilaian skornya:
tenggorok dan nyeri menelan. Pada pemeriksaan

0: Kemungkinan faringitis karena streptococcus tampak plak putih di orofaring dan mukosa faring

1%-2.5%. Tidak perlu pemeriksaan lebih lanjut lainnya hiperemis. Pembiakan jamur ini dilakukan

dan antibiotic. dalam agar Saburoud dextrose.2


Terapi dengan Nystatin 100.000-400.000
2 kali/hari dan analgetika. 2
12 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Jika infeksi berkembang menjadi penyakit


radang panggul (PID) , gejala mungkin termasuk
yang berikut :

- Jurnal Kesehatan
Nyeri perut bagian bawah Andalas. 2019;
: gejala 1(1)
paling
konsisten PID
- Peningkatan cairan vagina atau cairan dari
Gambar 15. Faringitis Jamur
uretra mukopurulen
- Disuria : Biasanya tanpa urgensi atau
d. Faringitis Gonorea
frekuensi

Disebabkan oleh bakteri Neisseria - Nyeri tekan daerah serviks

gonorrhoeae. Bakteri menyebar melalui oral seks - Nyeri adneksa (biasanya bilateral) atau

dengan pasangan yang terinfeksi. Sebagian massa adneksa

besar infeksi tenggorokan tidak menghasilkan - Perdarahan intermenstrual


- Demam, menggigil, mual, dan muntah
gejala (asimtomatik). 2
( kurang umum )
Penyakit ini paling sering terjadi pada pria
Pada laki-laki , gejala urogenital utama
yang homoseksual. Faktor risiko nya yaitu,
gonore meliputi :
aktivitas seksual dengan banyak pasangan, dan
- Uretritis
melakukan seks oral.
- Epididimitis akut
- Striktur uretra
- Infeksi dubur : Dapat dengan nyeri , pruritus,
atau tenesmus

Diagnosa

Kultur adalah tes diagnostik yang paling


umum untuk gonore, yaitu dengan asam
deoksiribonukleat (DNA) probe dan kemudian
Gambar 16. Faringitis Gonorea polymerase chain reaction (PCR) assay dan
ligand chain reaction (LCR). Probe DNA adalah
Gejala dan tanda
tes deteksi antigen yang menggunakan probe
Pada wanita , gejala urogenital utama untuk mendeteksi DNA gonore dalam spesimen.
gonore meliputi : Kultur swab dari tempat infeksi merupakan
standar kriteria untuk diagnosis di semua tempat
- Keputihan
potensial infeksi gonokokal. Kultur sangat
- Disuria
berguna ketika diagnosis klinis tidak jelas, ketika
- Perdarahan intermenstrual
kegagalan pengobatan telah terjadi, ketika
- Dispareunia ( hubungan seksual yang
pelacakan kontak yang bermasalah, dan ketika
menyakitkan )
pertanyaan hukum muncul.
- Nyeri perut bagian bawah
13 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

gambar 17: faringitis kronis


Terapi

Antara lain : 2 C. LARINGITIS

 Ceftriaxone 250 mg intramuscular (IM) single


Anatomi Laring10 Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)
dose PLUS atau IV
 Azithromycin 1 g PO single dose OR
 Doxycycline 100 mg PO twice a day for 7
days

2. Faringitis Kronis

Faringitis kronis atau persisten merupakan


masalah menjengkelkan dan menyakitkan bagi
pasien. Hal ini dapat bertahan selama lebih dari
3 bulan dan sangat mengganggu kehidupan
sehari-hari. Faringitis kronis bisa disebabkan
karena induksi yang berulang-ulang faringitis
akut atau karena iritasi faring akibat merokok
berlebihan dan penyalahgunaan alkohol,
seringkonsumsi minuman ataupun makanan
yang panas, dan batuk kronis karena alergi.
Bernafas melalui mulut, ini dapat disebabkan
oleh: Kelainan pada nasofarings, obstruksi pada
hidung, dan protruding teeth.2
Terdapat 2 bentuk yaitu faringitis kronik
hiperplastik dan faringitis kronik atrofi. Faktor
predisposisi proses radang kronik di faring ini
ialah rhinitis kronik, sinusitis, iritasi kronik oleh
rokok, minum alcohol, inhalasi uap yang
merangsang mukosa faring dan debu. Faktor lain
penyebab terjadinya faringitis kronik adalah
pasien yang biasa bernapas melalui mulut
karena hidungnya tersumbat. 2
14 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Laring merupakan bagian terbawah dari saluran Kartilago Krikoidea, 1 buah


nafas bagian atasdan terletak setinggi vertebra  Kartilago Aritenoidea, 2 buah
cervicalis IV - VI, dimana pada anak-anak dan 2. Kartilago minor, terdiri dari :
wanita letaknya relatif lebih tinggi. Bentuk laring  Kartilago Kornikulata Santorini, 2 buah
Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)
menyerupai limas segitiga terpancung dengan  Kartilago Kuneiforme Wrisberg, 2 buah
bagian atas lebih terpancung dan bagian atas  Kartilago Epiglotis, 1 buah
lebih besar dari bagian bawah. Batas atas laring
adalah aditus laring sedangkan batas kaudal
LARINGITIS AKUT 12
kartilago krikoid dan beberapa tulang rawan, baik
Radang akut laring, pada umumnya merupakan
yang berpasangan ataupun tidak. Komponen
kelanjutan dari rinofaringitis (common cold).
utama pada struktur laring adalah kartilago tiroid
Pada anak laringitis akut ini dapat menimbulkan
yang berbentuk seperti perisai dan kartilago
sumbatan jalan napas, sedangkan pada orang
krikoid. Os hioid terletak disebelah superior
dewasa tidak secepat pada anak.
dengan bentuk huruf U dan dapat dipalpasi pada
Etiologi
leher depan serta lewat mulut pada dinding faring
Sebagai penyebab radang ini ialah bakteri, yang
lateral. Dibagian bawah os hioid ini bergantung
menyebabkan radang lokal atau virus yang
ligamentum tirohioid yang terdiri dari dua sayap /
menyebabkan peradangan sistemik.
alae kartilago tiroid. Sementara itu kartilago
Gejala dan tanda 13
krikoidea mudah teraba dibawah kulit yang
Pada laringitis akut terdapat gejala radang
melekat pada kartilago tiroidea lewat kartilago
umum, seperti demam, dedar (malaise), serta
krikotiroid yang berbentuk bulat penuh. Pada
gejala lokal, seperti suara parau sampai tidak
permukaan superior lamina terletak pasangan
bersuara sama sekali (afoni), nyeri ketika me-
kartilago aritinoid ini mempunyai dua buah
nelan atau berbicara, serta gejala sumbatan
prosesus yakni prosesus vokalis anterior dan
laring. Selain itu terdapat batuk kering dan lama
prosesus muskularis lateralis Pada prosesus
kelamaan disertai dengan dahak kental. Pada
vokalis akan membentuk 2/5 bagian belakang
pemeriksaan tampak mukosa hiperemis,
dari korda vokalis sedangkan ligamentum vokalis
membengkak, terutama di atas bawah pita suara.
membentuk bagian membranosa atau bagian
Biasanya terdapat juga tanda radang akut di
pita suara yang dapat bergetar. Ujung bebas dan
hidung atau sinus paranasal
permukaan superior korda vokalis suara
Terapi
membentuk glotis. Kartilago epiglotika
Istirahat berbicara dan bersuara selama 2-3 hari.
merupakan struktur garis tengah tunggal yang
Menghirup udara lembab. Menghindari dari iritasi
berbentuk seperti bola pimpong yang berfungsi
pada faring dan taring, misalnya merokok,
mendorong makanan yang ditelan kesamping
makanan pedas atau minum es. Antibiotika
jalan nafas laring. Selain itu juga terdapat dua
diberikan apabila peradangan berasal dari paru.
pasang kartilago kecil didalam laring yang mana
Bila terdapat sumbatan taring, dilakukan
tidak mempunyai fungsi yakni kartilago
pemasangana pipa endotrakea, atau
kornikulata dan kuneiformis
trakeostomi.
Kartilago laring terbagi atas 2 (dua) kelompok,
yaitu :
1. Kelompok kartilago mayor, terdiri dari :
 Kartilago Tiroidea, 1 buah
15 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

ed. Jakarta: Fakultas Kedokteran


Universitas Indonesia; 2016.
2. Shah RK. Acute Laryngitis [Internet].
Medscape. 2018 [cited 2018 Nov 19]. p.
Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)
10.Internet:
https://emedicine.medscape.com/article/8
64671-overview.
3. Rusmarjono, Kartoesoediro S. Tonsilitis
kronik. In: Buku Ajar Ilmu Kesehatan
Telinga Hidung Tenggorok Kepala &
Leher ed Keenam. FKUI Jakarta: 2007.
p212-25
4. Indo Sakka, Raden Sedjawidada, Linda
Gambar 18: Laryngitis akut
Kodrat, Sutji Pratiwi Rahardjo. Lapran
Penelitian : Kadar Imunoglobulin A
LARINGITIS KRONIS 14
Sekretori Pada Penderita Tonsilitis Kronik
Sering merupakan radang kronis laring
Sebelum Dan Setelah Tonsilektomi.
disebabkan oleh sinusitis kronis, deviasi septum
5. Nelson WE, Behrman RE, Kliegman R,
yang berat, polip hidung atau bronkitis kronis.
Arvin AM. Tonsil dan Adenoid. In: Ilmu
Mungkin juga disebabkan oteh penyaIahgunaan
Kesehatan Anak Edisi 15 Volum 2.
suara (vocal abuse) seperti berteriak-teriak atau
Jakarta: ECG,2000. p1463-4
biasa berbicara keras. Pada peradangan ini
6. Hassan R, Alatas H. Penyakit
seluruh mukosa laring hiperemis dan menebal,
Tenggorokan. In: Buku Kuliah Ilmu
dan kadang-kadang pada pemeriksaan patologik
Kesehatan Anak jilid 2. Jakarta :FKUI,
terdapat metaplasi skuamosa. Gejalanya ialah
2007.p930-33.
suara parau yang me-netap, rasa tersangkut di
7. Andrews BT, Hoffman HT, Trask DK.
tenggorok, sehingga pasien sering mendehem
Pharyngitis/Tonsillitis. In: Head and Neck
tanpa mengeluarkan sekret, karena mukosa
Manifestations of Systemic Disease.
yang menebal. Pada pemeriksaan tampak
USA:2007.p493-508
mukosa menebal, permukaannya tidak rata dan
8. Bailey BJ, Johnson JT, Newlands SD.
hiperemis: Bila terdapat daerah yang dicurigai
Tonsillitis, Tonsillectomy, and
menyerupal tumor, maka perlu dilakukan biopsi.
Adenoidectomy. In: Head&Neck Surgery-
Terapi yang terpenting ialah mengobati
Otolaryngology, 4 th edition. 2006
peradangan di hidung, faring serta bronkus yang
9. Rusmarjono dan Hermani B. Odinofagia.
mungkin menjadi penyebab laringitis kronis itu.
Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung
Pasien diminta untuk tidak banyak berbicara
Tenggorokan Kepala & Leher. Edisi
(vocal rest).
Ketujuh. Cetakan ke-5. Balai Penerbit
DAFTAR PUSTAKA FKUI. Jakarta: 2016
10. Pasha R. Pharyngeal And Adenotonsillar
1. Soepardi EA, Iskandar N, Bashiruddin J Disorder. In: Otolaryngology-Head and
RR. Buku ajar ilmu kesehatan telinga Neck Surgery. p158-165
hidung tenggorok kepala dan leher. 7th
16 Dokter Muda THT-KL Periode September - Octorber 2019
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

11. Bambang Hermani, Arie Cahyono.


Kelainan Laring. In: Buku Ajar Ilmu
Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok
Kepala & Leher ed Keenam. FKUI
Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 1(1)
Jakarta: 2007. p213
12. koufman JA, Bellafsky PC. Infectious and
inflammattory dieseases of the larnynx. in:
snow jr. Ballenger's otorhinolaryngology
head and neck surgery 16th edition p1048-
72
13. Ludlow CL, Mann EA. Neurogenic and
functional disorders of the larnyx. p1218-
53
14. lusk RP. Congemitial anomalies of the
larynx. BC decker in 2003 p1048-72