Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

ALAT PELINDUNG DIRI DI RCC INDUSTRIES

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Program Profesi Ners Angkatan XIII
Stase Keperawatan Komunitas

Kelompok 4 :
1. Lilis Anisa Solihat
2. Ruth Riani Nainggolan

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XII


UNIVERSITAS BHAKTI KENCANA
BANDUNG
2020

|Universitas Bhakti Kencana


SATUAN ACARA PENYULUHAN
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

Topik : kesehatan kerja


Sub Topik : Pentingnya penggunakan alat pelindung diri (APD)
Hari/Tanggal : Jum’at , 13 maret 2020
Waktu / Jam : 30 Menit / 10.00-10.30 WIB
Tempat : RCC Industries
Sasaran : Para Pekerja RCC Industries
Pelaksana : Mahasiswa PPN XIII Universitas Bhakti Kencana

1. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan diharapkan para pekerja RCC
industries dapat memahami tentang pentingnya alat pelindung diri (APD).
B. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 15 menit diharapkan
pengunjung mampu :
a. Memahami Pengertian Alat Pelindung Diri (APD)
b. Memahami dan mengetahui tentang manfaat penggunaan alat pelindung diri
c. Memahami dan mengetahui berbagai macam alat pelindung diri
d. Memahami dan mengetahui akibat tidak memakai alat pelindung diri
e. Memahami dan mengetahui macam-macam penyakit yang timbul selama
bekerja
f. Mempraktekan cara menggunakan APD dengan benar.

2. MATERI
Terlampir

|Universitas Bhakti Kencana


A. MEDIA
a. Poster
b. Power Point

B. METODE
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Dokumentasi

C. SETTING TEMPAT

Moderator Penyaji

Fasilitator
P P P P P

P P P P P

P P P P P

P P P P P

Observer dan Notulen Pembimbing Akademik & CI

D. PENGORGANISASIAN
a. Pembimbing Akademik : Raihany SM S.Kep., Ners M.Kep
Inggrid Dirgahayu S.Kp., M.KM
b. Penyaji : Ghazy alghifari
c. Moderator : Lilis Anisa Solihat
d. Observer dan Notulen : Lis Ita Fatmalasari
e. Demonstran : Ghazy alghifari

|Universitas Bhakti Kencana


f. Fasilitator : Fitri Khoirunnisa
Asri Rahayu
Wielyana Rama
E. KEGIATAN PENYULUHAN
No Tahapan dan Waktu Kegiatan Pendidikan Kegiatan Peserta
1 5 menit sebelum acara Petugas menyiapkan daftar Peserta penyuluhan mengisi
dimulai hadir, ruangan dan tempat daftar hadir dan duduk di
untuk peserta penyuluhan tempat yang telah
disediakan.
2 Pendahuluan 5 menit Pembukaan:
1. Mengucapkan salam dan 1. Menjawab salam
memperkenalkan diri 2. Mendengarkan tujuan dan
2. Menyampaikan tujuan maksud dari penyuluhan
dan maksud penyuluhan 3. Menyetujui kontrak waktu
3. Menjelaskan kontrak 4. Mendengarkan materi
waktu dan mekanisme penyuluhan yang
4. Menyebutkan materi diberikan
penyuluhan
3 Pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan:
15 menit 1. Menggali 1. Menjelaskan apabila
pengetahuan dan mengetahui tentang alat
pengalaman peserta pelindung diri (APD)
tentang pentingnya 2. Mendengarkan materi
alat pelindung diri penyuluhan yang
(APD) disampaikan
2. Menjelaskan materi 3. Peserta penyuluhan
a. Pengertian Alat mengajukan pertanyaan
Pelindung Diri mengenai materi yang
b. Jenis-jenis alat belum dipahami
pelindung diri 4. Mendengarkan dan
c. Manfaat alat memperhatikan jawaban
pelindung diri penyaji mengenai
d. Akibat tidak pertanyaan peserta
memakai alat penyuluhan
pelindung diri
e. macam-macam
penyakit yang
timbul selama
bekerja
f. cara pemakaina
alat pelindung diri

|Universitas Bhakti Kencana


dengan benar

3. Memberikan
kesempatan peserta
untuk mengajukan
pertanyaan mengenai
materi yang
disampaikan
4. Menjawab pertanyaan
yang diajukan oleh
peserta penyuluhan
4 Penutup 5 menit Evaluasi:
1. Menanyakan kembali 1. Peserta penyuluhan
materi yang telah menjawab pertanyaan
disampaikan yang diajukan oleh penyaji
2. Penyaji menyimpulkan 2. Peserta penyuluh
materi yang telah mendengarkan kesimpulan
disampaikan materi yang disampaikan

F. Evaluasi
1) Evaluasi Struktur
a. SAP sudah dibuat satu hari sebelum dilaksanakan kegiatan
b.Alat dan tempat siap
c. Pembagian peran sudah diberikan
d.Perencanaan pendidikan kesehatan yang sesuai dan tepat
e. Mahasiswa, pendamping klinik dan peserta siap
2) Evaluasi Proses
a. Alat dan tempat bisa digunakan sesuai rencana
b. Peserta mau atau bersedia untuk mengikuti kegiatan yang telah
direncanakan.
3) Evaluasi Hasil
Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit didapat hasil
sebagai berikut :

|Universitas Bhakti Kencana


a. 80 % Peserta mampu menjawab pengertian alat pelindung diri
b. 80% Peserta mampu menjawab Jenis-jenis alat pelindung diri
c. 80% Peserta mampu menjawab Manfaat pemakaian alat pelindung diri
d. 80% Peserta mampu menjawab Akibat tidak memakai alat pelindung diri
e. 80% Peserta mampu menjawab macam-macam penyakit yang timbul selama
bekerja
f. 80% Peserta mampu menjawab cara pemakainan alat pelindung diri dengan
benar

|Universitas Bhakti Kencana


LAMPIRAN
1. Definisi Alat Pelindung Diri (APD)
Alat Pelindung Diri (APD) adalah seperangkat alat keselamatan yang
digunakan oleh pekerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya dari
kemungkinan adanya pemaparan potensi bahaya lingkungan kerja terhadap
kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Sedangkan menurut peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
nomor PER.08/MEN/VII/2010 tentang alat pelindung diri, Alat Pelindung Diri
selanjutnya disingkat APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan
untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh
tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Pengusaha wajib menyediakan APD
bagi pekerja/buruh di tempat kerja.
2. Jenis-jenis Alat Pelindng Diri (APD)
a. Helm Pengaman (Safety Helmet)

Tujuan menggunakan helm adalah untuk menghindari benturan benda tajam


dan berat yang dapat melukai kepala. Selain itu, kepala juga terlindung dari
api, percikan bahan kimia, suhu ekstrem, dan radiasi panas Helm digunakan
utamanya pada pekerjaan konstruksi, karena kemungkinan dari bahaya
material-material bangunan yang jatuh dari atas bangunan.
b.Penutup Telinga (Ear Muffs)

|Universitas Bhakti Kencana


Penggunaan ear muffs sangat tepat apabila Anda terpapar suara 40 hingga 50
dB dan 100–8000Hz. Ukurannya pun dapat mengakomodasi segala ukuran
telinga karena umumnya dibuat dengan bantalan cukup besar untuk menutup
seluruh daun telinga.

Meski begitu, sebaiknya hindari penggunaan ear muffs dalam jangka waktu


yang terlalu lama karena dikhawatirkan akan membuat bantalan mengerut
dan mengeras.

c. Penyumbat Telinga (Ear Plug)

Menggunakan ear plug dapat menghalau suara bising yang dapat merusak


organ dalam telinga hingga kurang lebih 30 dB. Anda dapat menemukan dua
jenis ear plug, yaitu yang dapat digunakan berkali-kali (non disposable) dan
sekali pakai (disposable). Disposable ear plug umumnya berbahan dasar
kapas sedangkan non disposable ear plug berbahan dasar plastik cetak atau
karet.

d.Kacamata Pengaman (Safety Glasses)

Mata adalah organ vital yang sangat rentan karena teksturnya yang lunak dan
hanya dilapisi oleh kulit tipis, yaitu kelopak mata. Sehingga, penggunaan APD
untuk melindungi fungsi mata adalah hal yang wajib dilakukan. Kacamata
dapat menjaga mata, baik dari paparan debu maupun asap yang dapat
membuat mata iritasi, percikan cairan kimia yang umumnya terjadi di dalam
laboratorium, atau cahaya yang sangat terang dan panas seperti di area

|Universitas Bhakti Kencana


pengelasan,
Ada beberapa jenis kacamata yang penggunaannya disesuaikan dengan
kebutuhan Anda:
- Safety spectacles, digunakan untuk melindungi mata dari partikel yang
beterbangan. Dapat juga digunakan untuk menghalau panas berlebihan yang
tak dapat ditoleransi oleh mata;
- Safety goggles, dipakai ketika lokasi kerja yang harus Anda hadapi terpapar
uap, asap, atau kabut yang mengganggu penglihatan.Bentuknya yang
dilengkapi dengan segel pelindung di area mata membuat mata Anda
terhindar dari percikan cairan yang mungkin datang dari segala arah; serta
- Face shielddan welding helmet,APD yang mampu melindungi wajah Anda
secara utuh. Terkadang, bahaya kilatan api tak hanya berdampak pada mata,
namun juga wajah Anda.

e. Masker

f. Respirator

Masker pernafasan memiliki fungsi untuk menyaring cemaran bahan


kimia, partikel debu, mikroorganisme, asap, uap, aerosol, atau kotoran lain
yang mengotori udara yang Anda hirup. Sehingga, kesehatan organ
pernapasan dapat lebih terjaga dan sehat.
Respirator memiliki fungsi mirip seperti masker. Hanya saja
alat safety  ini biasa digunakan di lingkungan kerja berbahaya, seperti
misalnya lingkungan kimia, nuklir, gua dll
g. Pelindung Wajah (Face Shield)

|Universitas Bhakti Kencana


Face shield atau alat pelindung wajah adalah komponen APD yang
penting untuk mengurangi kemungkinan wajah terpapar cemaran air atau
udara, zat kimia berbahaya, percikan larutan panas, ataupun goresan benda
tajam lainnya. Biasanya alat ini digunakan pada aktivitas pengelasan.

h.Tali Pengaman (Safety Harness)

Safety harness pada dasarnya adalah bagian dari sabuk keselamatan


yang wajib digunakan orang yang harus berhadapan dengan ketinggian.
Ada dua macam safety harness: full body harness dan non-full. Sesuai
SK Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja, penggunaan full body
harness wajib untuk di tempat tinggi yang rawan terjatuh.
Supaya fungsinya dapat dirasakan secara maksimal, umumnya
penggunaan harness juga dilengkapi dengan berbagai peralatan lain,
seperti decender, rope clamp, dan karabiner.
i. Sabuk Pengaman (Safety Belt)

Sama seperti poin sebelumnya, alat ini juga digunakan ketika pekerja
bekerja di ketingian. Perbedaan antara safety harness dan safety belt bisa dilihat
dari bentuk ikatan dan fungsinya. bentuk ikatan full safety harness adalah

|Universitas Bhakti Kencana


menyelimuti seluruh tubuh.
Sedangkan safety belt hanya mengikat pada bagian pinggang saja. Alat
pelindung diri ini digunakan ketika resiko jatuh dari ketinggian minim,
berkebalikan dengan safety harness.

j. Sarung Tangan (Gloves)

Beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan larutan kimia, proses


pemanasan, ataupun komponen benda tajam, umumnya mengharuskan
pemakaian sarung tangan secara intensif mengingat tingginya risiko
cedera.Beberapa jenis sarung tangan yang paling banyak digunakan adalah:
- Cotton gloves  (sarung tangan berbahan dasar katun), berguna untuk memberi
proteksi dari goresan, sayatan, atau luka lainnya;
- Leather gloves (sarung tangan kulit), memiliki fungsi sama seperti sarung
tangan katun. Namun, material kulit umumnya lebih nyaman untuk
digunakan dan lebih kuat menahan benda yang berpotensi melukai tangan;
- Rubber gloves (sarung tangan karet), berfungsi untuk melindungi kulit dari
kontak langsung dengan minyak dan bahan perekat.Pekerjaan di laboratorium
juga kerap menggunakan sarung tangan karet; serta
- Sarung tangan yang didesain khusus agar mampu melindungi tangan ketika
harus bekerja di lokasi yang memiliki aliran listrik, baik tegangan rendah
maupun tinggi.

k.Sepatu Karet (Boots)

|Universitas Bhakti Kencana


Tanpa sepatu yang sesuai, kaki akan rentan terluka oleh benda tajam di
tanah ataupun kejatuhan benda berbahaya dari atas. Karena itu, menggunakan
sepatu boot berfungsi untuk melindungi kakidari tusukan benda tajam, bahan
kimia berbahaya, cairan yang terlalu dingin atau panas, dan lain-lain.
l. Sepatu Pengaman (Safety Shoes)

Serupa dengan boot, sepatu pengaman ini membantu kaki Anda


terlindung dari bahaya cairan kimia, tusukan benda tajam, benturan benda berat,
dan lain-lain.
Sepatu jenis ini umumnya lebih tahan lama dibandingkan dengan macam
sepatu yang lain, sehingga dapat tetap berfungsi optimal dalam periode waktu
yang panjang.
Anda dapat memilih material pembuat sepatu pengaman sesuai dengan
kebutuhan. Ada yang memang didesain supaya tahan selip, tahan bahan panas,
tahan listrik, dan tahan bahan kimia.

m.Jas Hujan (Raincoat)

|Universitas Bhakti Kencana


Meski terkesan tak terlalu penting, jas hujan berfungsi untuk melindungi
tubuh dari percikan air, baik ketika harus bekerja di bawah air hujan maupun
ketika mencuci peralatan dengan air dalam jumlah besar.
Beberapa jas hujan didesain khusus agar tak hanya tahan air namun juga
tahan panas danapi, seperti yang pada umumnya dipakai oleh para anggota
pemadam kebakaran.
n.Pelampung

Bicara mengenai pelampung, umumnya yang orang ingat adalah life


jacket yang digunakan para tim penyelamat di pesisir pantai atau kolam
renang. Padahal life jacket ini hanyalah salah satu dari bermacam—macam
jenis pelampung.
Ada juga buoyancy control device yang dapat diatur tingkat
terapungnya, offshore life jacket yang bermanfaat di perairan terbuka,
dannear shore vest untuk kondisi perairan yang tenang tanpa arus.
Sedangkan, yang paling banyak digunakan orang adalah jenis flotation
aid karena sangat nyaman dan dapat menunjang proses penyelamatan di air
tenang.

o. Rompi Safety

|Universitas Bhakti Kencana


Rompi sebagai komponen APD yang baik adalah yang berbahan
poliester dan mampu memantulkan cahaya karena telah didesain secara
khusus dengan tambahan reflektor.
Salah satu fungsi utama menggunakan alat ini adalah supaya pekerja
dapat terlihat dengan jelas pada waktu malam hari atau ketika penerangan tak
terlalu memadai.
p.Wearpack atau Coverall

Wearpack adalah pakaian khusus yang dipakai oleh orang-orang yang


memiliki risiko pekerjaan tinggi. Model pakaian ini umumnya menutupi leher
hingga mata kaki sehingga dapat mengamankan seluruh tubuh.
Pekerja bengkel, tambang, dan pemadam kebakaran adalah orang-orang
yang hampir selalu menggunakan wearpack demi keselamatan mereka.
Menggunakan APD ini diharapkan tubuh terlindung dari percikan minyak,
bensin, panas, api dll.
Bahan yang digunakan pun bervariasi. Ada yang menggunkan bahan
drill dan katun untuk pekerjaan yang tak bersentuhan dengan api. Namun ada
juga katun anti api yang mengurangi kemungkinan tubuh melakukan kontak
fisik dengan api.
Garis terang yang ada pada wearpack, umumya berwarna hijau
kekuningan, bernamascotch light supaya terhindar baik dari risiko tertabrak
kendaraan maupun kelalaian manusia lainnya.

|Universitas Bhakti Kencana


3. Manfat & Tujuan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
Tujuan Penggunaan Alat Pelindung Diri Yaitu :
a. Melindungi tenaga kerja apabila usaha rekayasa (engineering) dan
administratif tidak dapat dilakukan dengan baik.
b.Meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja
c. Menciptakan lingkungan kerja yang aman
Manfaat Penggunaan Alat Pelindung Diri Yaitu :
a. untuk melindungi seluruh/sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya
potensi bahaya/kecelakaan kerja.
b. Mengurangi resiko akibat kecelakaan.

4. Macam-macam penyakit yang timbul akibat tidak menggunakan alat


pelindung diri
- Fisik : kerusakan indera pendengaran, agioneorosis, heat rash, kejang-kejang,
panas, radang dingin, gangguan penglihatan, kanker
- Kimia : Pneumoconiosis, keracunan akibat zat kimia
- Biologis / Infeksi : penyakit Kulit,
- Fisiologis : luka, fraktur/ trauma
- Psikologis : Stress.
5. Standar Prosedur Pengguaan Alat Pelindung Diri

|Universitas Bhakti Kencana