Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Praktek klinik merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa kesehatan termasuk
didalamnya mahasiswa keperawatan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah
diperolehnya di akademik. Proses pembelajaran yang terintegrasi dalam kurikulum
berbasis kompetensi menuntut pembelajaran tuntas pada mahasiswa. Dengan kata lain,
setelah mahasiswa mendapatkan pembelajaran secara konsep dan teori di akademik,
pencapaian kompetensi untuk keterampilan psikomotor dapat dicapai dengan melibatkan
lahan praktik seperti puskesmas atau rumah sakit.
Rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan yang mempunyai misi untuk
memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan
masyarakat, juga sebagai tempat pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan serta tempat
penelitian dan pengembangan kesehatan. Keperawatan merupakan salah satu bentuk
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan di rumah sakit. Sehingga pada Praktek Klinik
Mahasiswa I dan II Program Studi S1 Keperawatan STIKes Kuningan dilaksanakan di
Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan.
Dalam kegiatannya, mahasiswa akan dibimbing oleh Pembimbing Klinik dan
Pembimbing Akademik dalam mencapai target pada mata kuliah konsep keperawatan
dasar. Kegiatan tersebut berupa menganalisis suatu ruangan beserta menilai kinerja
perawat.
Selain untuk mencapai target atau kompetensi yang diberikan, dengan adanya praktek
klinik ini mahasiswa dapat mengasah skill dalam menyusun perencanaan manajmen
keperawatan suatu unit ruang rawat . Hal ini tidak dapat diasah hanya dengan melihat
atau belajar saja, tetapi didapatkan dengan seringnya bertanya dan diskusi antara
mahasiswa dengan perawat.

1
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang muncul yaitu “Bagaimana hasil pencapaian target PKM I
dan II yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan?”
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dilaksanakannya Praktek Kliniik Mahasiswa (PKM) I dan II di Rumah
Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan ini adalah untuk mendidik mahasiswa
dalam mengaplikasikan konsep dan teori yang telah didapatkannya di akademik untuk
mencapai kompetensi pada aspek keterampilan dan psikomotor mata kuliah Konsep
Dasar Keperawatan
2. Tujuan Khusus
Setelah selesai melaksanakan kegiatan praktek keperawatan,di harapkan mahasiswa
dapat berkonpeten dalam asuhan keperawatan.

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Perawat
Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan baik didalam maupun
diluar negeri sesuai dengan peraturan perundang- undangan (Permenkes, 2010)
Perawat atau Nurse berasal dari bahasa latin yaitu dari kata Nutrix yang berarti
merawat atau memelihara. Perawat adalah seseorang yang berperan dalam merawat atau
memelihara, membantu dan melindungi seseorang karena sakit, injury dan peruses
penuaan (Harlley, 1997).
Perawat Profesional adalah perawat yang bertanggung jawab dan berwewenang
memberikan pelayanan keperawatan secara mandiri dan atau berkolaborasi dengan
tenaga kesehatan lain sesuai dengan kewenagannya (Depkes RI, 2002 dalam Aisiyah
2004).
Menurut UU RI NO 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, mendefinisikan Perawat
adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakkan
keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya, yang diperoleh melalui pendidikan
keperawatan (www.pustakaindonesia.or.id).
Sedangkan menurut international Council of Nurses (1965), perawat adalah
seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan keperawatan, berwenang di
Negara bersangkutan untuk memberikan pelayanan dan bertanggung jawab dalam
peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit serta pelayanan terhadap pasien.
Perawat adalah seorang yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan
tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui
pendidikan keperawatan (UU kesehatan No 23 tahun 1992)
Perawat dapat diartikan sebagai tenaga profesional yang mempunyai kemampuan,
tanggung jawab, dan kewenangan dalam melaksanakan dan memberikan perawatan
kepada pasien yang mengalami masalah kesehatan. Sedangkan menurut Undang-Undang
Nomor : 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, yang dimaksud dengan perawat adalah
seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi keperawatan, baik di dalam maupun di luar

3
negeri, yang diakui oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Selain pengertian tersebut diatas, para ahli juga mengemukakan pendapatnya tentang apa
yang dimaksud dengan perawat, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Robert Priharjo.
Perawat adalah salah satu tenaga tim kesehatan yang mempunyai waktu paling lama
dan dapat mengadakan kontak dengan pasien.
2. Ns. Asmadi
Perawat adalah tenaga kesehatan yang paling sering dan paling lama berinteraksi
dengan klien., sehingga perawat adalah pihak yang paling mengetahui perkembangan
kondisi kesehatan klien secara menyeluruh dan bertanggung jawab atas klien.
Perawat merupakan penolong utama klien dalam melaksanakan aktivitas penting
guna memelihara dan memulihkan kesehatan klien atau mencapai kematian yang
damai.
3. Achir Yani S. Hamid.
Perawat adalah orang pertama dan secara konsisten selama 24 jam sehari menjalin
kontak dengan pasien, perawat sangat berperan dalam membantu memenuhi
kebutuhan spiritual pasien.
4. Virginia Henderson.
Perawat adalah seseorang yang membantu individu baik yang sehat maupun yang
sakit, dari lahir hingga meninggal agar dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari
secara mandiri, dengan menggunakan kekuatan, kemauan, atau pengetahuan yang
dimiliki. 
5. Harlley.
Perawat adalah seseorang yang berperan dalam merawat dan memelihara, membantu
dan melindungi seseorang karena sakit, injury, dan proses penuaan.
6. Taylor C. Lilis C. Lemone.
Perawat adalah seseorang yang berperan dalam merawat dan membantu seseorang
dengan melindunginya dari sakit, luka, dan proses penuaan. 

4
7. George Pickett dan John J. Hanlon.
Perawat adalah profesional dan teknisi tingkat tinggi yang memberikan perawatan
intensif bagi pasien yang sakit parah.
Selain itu, pengetian perawat juga dapat ditemukan di dalam :
1. Internasional Council of Nursing.
Perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan keperawatan,
berwenang di negara yang bersangkutan untuk memberikan pelayanan dan
bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit serta
pelayanan terhadap pasien. 
2. Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Perawat profesional adalah perawat yang bertanggung jawab dan berwenang
memberikan pelayanan keperawatan  secara mandiri dan atau berkolaborasi dengan
tenaga kesehatan lain sesuai sesuai dengan kewenangannya.
Selain istilah perawat profesional dikenal juga istilah perawat vokasional, yaitu seseorang
yang telah lulus pendidikan Diploma III Keperawatan dan Sekolah Perawat Kesehatan
yang terakreditasi dan diakui oleh pejabat yang berwenang.
Jadi perawat merupakan seseoarang yang telah lulus pendidikan perawat dan memiliki
kemampuan serta kewenangan melakukan tindakan kerpawatan berdasarkan bidang
keilmuan yang dimiliki dan memberikan pelayanan kesehatan secara holistic dan
professional untuk individu sehat maupun sakit, perawat berkewajiban memenuhi
kebutuhan pasien meliputi bio-psiko-sosio dan spiritual.

5
B. Keperawatan
Keperawatan merupakan suatu bentuk layanan kesehatan professional yang merupakan
bagian integral dari layanan kesehatan berbasis ilmu dan kiat keperawatan, yang
berbentuk bio-psiko-sosio-spiritual komprehensif yang ditujukan bagi individu, keluarga,
kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit, yang mencakup keseluruhan proses
kehidupan manusia (Lokakarya keperawatan nasional, 1983)
Menurut lokakarya (1983) adalah sebagai bentuk pelayanan yang merupakan bagian
integral dari pelayanan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan berbentuk pelayanan bio-
psiko-sosio-spiritual yang komprehensif di tujukan kepada individu, keluarga, dan
masyarakat, baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan.
Menurut Roger keperawatan sebagai profesi yang menggabungkan unsur ilmu
pengetahuan dan seni. Keperawatan sebagai ilmu merupakan ilmu pengetahuan
humanistik yang mempelajari sifat dan arahpengembangan manusia sebagai satu
kesatuan yang utuh dengan lingkungan.
Menurut Handerson mendefinisikan keperawatan yaitu membantu individu yang sakit
dan yang sehat dalam melaksanakan aktivitas yang memiliki kontribusi terhadap
kesehatan dan penyembuhan.individu tersebut mampu mengerjakannya tanpa bantuan
bila iya memiliki kekuatan, kemauan, dan pengetahuan yang di butuhkan.
Pengertian Keperawatan. Pada dasarnya keperawatan merupakan tindakan atau aktivitas
yang berkaitan dengan memelihara dan merawat seseorang yang dilakukan oleh seorang
perawat. Menurut Undang-Undang Nomor : 38 tahun 2014 tentang Keperawatan, yang
dimaksud dengan keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu,
keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik dalam keadaan sakit maupun sehat.
Sedangkan para ahli berpendapat bahwa yang dimaksud dengan keperawatan diantaranya
adalah sebagai berikut :
1. Virginia Henderson.
Keperawatan adalah upaya membantu individu baik yang sehat maupun yang sakit
untuk menggunakan kekuatan, keinginan dan pengetahuan yang dimilikinya sehingga
individu tersebut mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari, sembuh dari penyakit
atau meninggal dunia dengan tenang. 
2. Florence Nightingale.

6
Keperawatan adalah suatu proses menempatkan pasien dalam kondisi paling baik
untuk beraktivitas.
3. Martha Roger.
Keperawatan adalah pengetahuan yang ditujukan untuk mengurangi kecemasan
terhadap pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, perawatan
dan rehabilitasi penderita sakit serta penyandang cacat.
4. Callista Roy.
Keperawatan adalah disiplin ilmu yang berorientasi kepada praktek keperawatan
berdasarkan ilmu keperawatan, yang ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada
klien.
5. Dorothea Orem.
Keperawatan adalah proses aksi dan interaksi untuk membantu individu dari berbagai
kelompok umur dalam memenuhi kebutuhannya dan menangani status kesahatan
mereka pada saat tertentu dalam suatu siklus kehidupan. 
6. Imogene King.
Keperawatan adalah suatu profesi yang memberikan bantuan pada individu dan
kelompok untuk mencapai, memelihara, dan mempertahankan derajat kesehatan
dengan memperhatikan, memikirkan, menghubungkan, menentukan dan melakukan
tindakan perawatan  sehingga individu atau kelompok berperilaku yang sesuai dengan
kondisi keperawatan.
7. Betty Newman.
Keperawatan adalah suatu profesi yang unik dengan memperhatikan seluruh faktor-
faktor yang mempengaruhi respon individu terhadap stres, tekanan intra, inter dan
ekstra personal.
8. Abdellah Faye.
Keperawatan adalah seni ilmu dalam memberikan pelayanan kepada individu,
keluarga, dan masyarakat.
9. Peplau.
Keperawatan adalah suatu hasil proses kerja sama manusia dengan manusia lainnya
supaya menjadi sehat atau tetap sehat.

7
10. Jean Watson.
Keperawatan adalah filsafat dalam usaha merawat untuk memberi definisi hasil
tindakan keperwatan dengan memperhatikan aspek humanistik dalam kehidupan.
11. Levine.
Keperawatan adalah bagian budaya yang direfleksikan dengan ide-ide dan nilai-nilai,
di mana perawat memandang manusia itu sama, merupakan suatu rangkaian disiplin
dalam menguasai organisasi atau kumpulan yang dimiliki individu dalam menjalin
hubungan manusia sekitarnya.
Sedangkan dalam  Lokakarya Keperawatan, mengartikan keperawatan sebagai :
pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial-spiritual
yang menyeluruh ditunjukkan kepada individu, kelompok dan masyarakat baik sehat
maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
C. Pelayanan Keperawatan
Pelayanan keperawatan merupakan bentuk pelayanan yang holistic terhadap manusia
dengan berdasarkan pada standar pelayanan keperawatan dan kode etik keperawatan
(Ake, 2003). Pelayanan keperawatan adalah suatu upaya yang dilakukan untuk
memberikan asuhan keperawatan kepada masyarakat sesuai dengan kaidah profesi
perawat. Pelayanan keperawatan profesional dilakukan diberbagai tatanan pelayanan
kesehatan termasuk di dalam masyarakat dan di rumah sakit (Kusnanto, 2004). Pelayanan
keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dapat
menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan (Kamaruzzaman, 2009).
Menurut penelitian Huber (1996, dalam Kamaruzzaman, 2009) mengatakan bahwa
sebanyak 90% pelayanan yang dilakukan di rumah sakit adalah pelayanan keperawatan.
Pelayanan keperawatan yang diberikan akan berdampak pada pasien sebagai penerima
jasa layanan keperawatan. Dampak yang terjadi jika pelayanan keperawatan yang
diberikan tidak baik yaitu pasien akan merasa enggan untuk kembali berobat ke rumah
sakit tersebut (Azwar, 1997 dalam Kamaruzzaman, 2009). Pelayanan keperawatan adalah
upaya yang dilakukan perawat untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.
Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan keselamatan. Keselamatan pasien
(patient safety) di rumah sakit menjadi fokus utama pelayanan kesehatan saat ini. Era

8
keselamatan pasien di dunia dimulai dari negara Australia dengan program Australian
Council for Safety and Quality In Health Care yang dibentuk oleh MON Australia pada
tahun 2000. Era keselamatan pasien di Indonesia dibentuk oleh PERSI pada tahun 2005
dengan nama Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Keselamatan pasien di rumah
sakit mulai diakreditasi oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada tahun 2008.
Akhirnya, tahun 2009 muncul Undang-undang tentang Rumah Sakit yaitu keselamatan
pasien wajib dilaksanakan oleh Rumah Sakit (Tandiari, 2012).

9
BAB III

GAMBARAN UMUM RSUD 45 KUNINGAN

A. Sejarah Singkat RSUD 45 Kuningan


Keberadaan Rumah Sakit Umum dimulai sejak zaman Penjajahan Belanda yaitu kurang
lebih antara tahun 1920 sampai tahun 1930 dengan di awali penempatan seorang dokter
yang bernama dr. Djoendjoenan di Kuningan, kemudian pada tahun 1932 di Kuningan
ada Garnisun Tentara Belanda yang bertugas mengurusi kesehatan rakyat Kuningan pada
saat itu.
Pada saat yang bersamaan di kota Sumedang di bangun sebuah Rumah Sakit
sederhana yang di cat hitam (hideung), sehingga rumah sakit itu dinamakan Rumah Sakit
hideung dan merupakan Rumah Sakit Rujukan dari Garnisun Kuningan karena pada saat
itu di wilayah Jawa Barat, Kota Sumedang merupakan pusat kekuasaan (Ibu Kota
Provinsi).
Pada akhir tahun 1932 Garnisun tentara Belanda di bubarkan dan dokter
militernya pun dipindahkan. Maka sejak itu bekas markas Garnisun Tentara Belanda
yang merupakan tempat pelayanan kesehatan masyarakat dan dijalankan oleh seorang
tenaga mantri (perawat), di bantu oleh seorang tenaga administrasi.
Dalam upaya meningkatkan Kesehatan Masyarakat di wilayah jajahannya,
Pemerintah Belanda mengutus seorang dokter yang bernama dr. Gadroen, untuk
mengunjungi pusat pelayanan di Kuningan yang pada saat itu belum punya nama.
Adapun kunjungannya yaitu setiap hari selasa dan rabu.
Pada tahun 1934 Regenchep yaitu Institusi Kesehatan Pemerintah Belanda
mengangkat seorang dokter yaitu dr. M. Djoenaedi dan pada tahun 1935 beliau di angkat
oleh Inspeksi Kesehatan sebagai Dokter Pemerintah dan di perbantukan kepada
Regenchep Kuningan.

Maka sejak itu pusat Pelayanan Kesehatan di Kuningan diadakan lagi dengan menambah
beberapa pegawai sedangkan dr.Gadroen sejak saat itu di tarik lagi ke Sumedang.
Sekitar tahun 1941 di Kuningan ada penambahan seorang dokter lagi yaitu dr.
Sanusi. Pada tahun 1945 Institusi Kesehatan di Kuningan membantu mengembangkan

10
perluasan bangunan pusat pelayanan kesehatan walaupun dengan dana yang sangat
terbatas, sehingga dapat di pergunakan dan dapat membantu perjuangan Revolusi waktu
itu. Pada saat agresi I yaitu tahun 1947 Tentara Belanda menyerang Kuningan dan atas
perintah Militer maka pusat pelayanan kesehatan tersebut di tinggalkan dan semua di
ungsikan.
Setelah perjuangan kemerdekaan dan berakhirnya masa Revolusi Kemerdekaan
serta seiring dengan perjalanan waktu dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan pusat tersebut terus berkembang.
Apalagi setelah Kuningan menjadi kabupaten yaitu pada tahun 1946, karena
setiap kabupaten harus mempunyai Institusi Rumah Sakit sebagai sarana pelayanan
kesehatan bagi masyarakat. Maka pusat pelayanan kesehatan tersebut akhirnya di jadikan
Rumah Sakit walaupun pada saat itu kondisinya sangat sederhana. Sedangkan pemberian
nama Rumah Sakit Umum ”45” Kuningan disesuaikan dengan semangat juang dari para
pejuang kemerdekaan angkatan ”45” karena beliau-beliau yang punya semangat untuk
membangun Rumah Sakit tersebut.
B. Kedudukan Tugas Pokok Dan Fungsi Rumah sakit Umum Daerah 45 Kuningan
1. Kedudukan Rumah Sakit Umum Daerah ”45” Kuningan
Rumah Sakit Umum Daerah ”45” Kabupaten Kuningan adalah unit pelaksana Daerah
di bidang Kesehatan yang bertanggung jawab langsung kepada Bupati dan Wakil
Bupati Kuningan
2. Tugas Pokok Organisasi
Sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 05 Tahun 2015 dan Peraturan
Bupati Kuningan Nomor 11 tahun 2015, bahwa Rumah Sakit Umum Daerah ”45”
Kabupaten Kuningan mempunyai tugas pokok melaksanakan upaya kesehatan secara
berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan,
pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan serta
pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan.

11
3. Fungsi Organisasi
Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut Rumah Sakit mempunyai fungsi :
a. Menyelenggarakan Pelayanan Medis
b. Menyelenggarakan Pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis
c. Menyelenggarakan Pelayanan dan Asuhan Keperawatan
d. Menyelenggarakan Pelayanan Rujukan
e. Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan
f. Menyelenggarakan Penelitian dan Pengembangan
g. Menyelenggarakan Administrasi Umum dan Keuangan
h. Pelaksanaan Tugas-Tugas Lain yang diberikan oleh Bupati
4. Susunan Organisasi
a. Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keungan, yang membawahkan ;
1) Kepala Bagian Umum dan Sumber Daya Kesehatan (SDK), yang
membawahkan ;
a) Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Sumber Daya Kesehatan (SDK)
b) Kepala Sub Bagian Kesekretariatan dan Rumah Tangga
c) Kepala Sub Bagian Perlengkapan
2) Kepala Bagian Keuangan yang membawahkan ;
a) Kepala Sub Bagian Perbendaharaan
b) Kepala Sub Bgaian Verifikasi dan Akuntansi
c) Kepala Sub Bagian Penerimaan Pendapatan
3) Kepala Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan yang membawahkan;
a) Kepala Sub Bagian Perencanaan
b) Kepala Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan

12
b. Wakil Direktur Pelayanan, yang membawahkan ;
1) Kepala Bidang Pelayanan, yang membawahkan ;
a) Kepala Sub Bidang Pelayanan Medis
b) Kepala Sub Bidang Penunjang Medis
c) Kepala Sub Bidang Rekam Medis dan Sistem Informasi Kesehatan
2) Kepala Bidang Perawatan, yang membawahkan ;
a) Kepala Sub Bidang Asuhan & Penunjang Pelaksana Keperawatan
b) Kepala Sub Bidang Etika & Mutu Pelayanan Keperawatan
C. Instalasi Pelayanan Medis Dan Penunjang Medis
1. Instalasi Rawat Inap
a. Ruang Perawatan Anak
b. Ruang Perawatan Bedah
c. Ruang Perawatan Dalam
d. Ruang VIP
2. Instalasi Rawat Jalan
a. Klinik Anak
b. Klinik Penyakit Dalam
c. Klinik Kebidanan dan Kandungan
d. Klinik THT
e. Klinik Mata
f. Klinik Penyakit Kulit dan Kelamin
g. Klinik Jiwa
h. Klinik Gigi dan Mulut
i. Klinik Syaraf
j. Klinik Jantung
k. Klinik Orthopedi
l. Klinik Bedah
m. Klinik Paru
n. Klinik Bedah Syaraf
o. Klinik Urologi
p. Klinik Anastesi

13
q. Klinik Thalasemia
r. Klinik Edelwiss
3. Instalasi Gawat darurat
4. Instalasi Bedah Sentral
5. Instalasi Anastesi
6. Instalasi Intensiv
7. Instalasi Reproduksi Berbantu
8. Instalasi Rehabilitasi Medis
9. Instalasi Pemulasaran Jenazah
10. Instalasi Laboratorium
11. Instalasi Farmasi
12. Instalasi Radiologi
13. Instalasi Pemasaran Sosial dan SIM RSU
14. Instalasi Laundry
15. Instalasi Sanitasi
16. Instalasi
17. Instalasi Pendidikan dan Pelatihan
18. Instalasi CSSD
19. IPSRS
20. Instalasi Gizi
21. Instalasi Administrasi Pasien
22. Unit Hemodialisa
23. Unit PKRS
Sebagai acuan Pelaksanaan tugas dan fungsi RSUD ”45” Kabupaten Kuningan telah
menertibkan Tupoksi dari masing-masing wakil Direktur, Kepala Bagian, Kepala
Bidang, Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi serta Instalasi.

14
D. Visi Dan Misi RSUD 45 Kuningan
1. Visi :
”RUMAH SAKIT YANG BERMUTU
DAN PILIHAN UTAMA MASYARAKAT”
2. Misi :
a. Memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai standar yang dikemas dengan
sikap santun
b. Meningkatkan kuantitas dan kualitas pengelolaan kegiatan pendidikan dan
pelatihan untuk pengembangan kompentensi SDM
c. Mengembangkan luas lahan, fasilitas pelayanan dan bangunan Rumah Sakit yang
aman dan nyaman
d. Meningkatkan ketersediaan peralatan kesehatan dan kedokteran yang sesuai
dengan standard
e. Meningkatkan keamanan pasien (Patien Safety)
f. Meningkatkan kerjasama kemitraan dengan pihak ketiga
E. Tujuan, Moto, Nilai-Nilai RSUD 45 Kuningan
Berdasarkan misi yang telah dirumuskan, maka sasaran jangka menengah RSUD 45
Kuningan adalah sebagai berikut, disajikan pada table dibawah ini

Misi 1 : Memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai standar yang dikemas


dengan sikap santun
Tujuan : Terselanggaranya kegiatan pelayanan kesehatan yang yang berkualitas
sesuai standar yang dikemas dengan sikap santun
Sasaran : Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien sesuai dengan
standard dan dikemas dengan sikap santun
Indicator : a. Tercapainya akreditasi pelayanan kesehatan versi 2012
Kerja b. Prosentase kepuasan pelanggan

15
Misi 2 : Meningkatkan kuantitas dan kualitas pengelola kegiatan
pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan kompetensi SDM
Tujuan : Terselenggaranya kegiatan pendidikan dan pelatihan diseluruh
unit pelayanan dan manajemen
Sasaran : Meningkatkan ketersediaan SDM ysng memiliki kompetensi
sesuai standard disemua unit pelayanan dan manjemen
Indicator kerja : Jumlah SDM yang mengikuti diklat dan bersertifikat

Misi 3 : Mengembangkan luas lahan, fasilitas pelayanan dan bangunan


rumah sakit yang aman dan nyaman
Tujuan : 1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana
rumah sakit
2. Meningkatkan luas tanah untuk penambahan kapasitas
tempat tidur pasien
Sasaran : 1. Meningkatkan ketersediaan bangunan dan fasiliitas temapt
tidur pasien
2. Meningkatkan ketersediaan gedung perawatan kelas III
3. Meningkatkan ketersediaan gedung perawatan non kelas
Indicator kerja :  Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan
 Meningkatkan jumlah tempat tidur pasien kelas III
 Meningkatkan jumlah tempat tidur pasien non kelas

Misi 4 : Meningkatkan ketersediaan peralatan kesehatan dan kedokteran

16
yang sesuai dengan standar.
Tujuan : Pemenuhan kebutuhan peralatan kesehatan dan kedokteran yang
sesuai standar.
Sasaran : Terpenuhinya kebutuhan peralatan kesehatan dan kedokteran yang
sesuai strandar.
Indikator Kerja : Meningkatnya cukupan pelayanan kesehatan

Misi 5 : Meningkatkan kesehatan pasien (patien Safety)


Tujuan : Terselanggaranya perlindungan keamanan pasien
Sasaran : Meningkatnya keamanan pasien
Indikator kerja : Data kejadian tidak diharapkan (KTD)

Misi 6 : Meningkatkan kerjasama kemitraan dengan pihak ketiga


Tujuan : Terselenggaranya kerjasama kemitraan dengan pihak ketiga
Sasaran : Meningkatnya kerjasama kemitraan dengan pihak ketiga
Indikator : Dokumen naskah kerjasama (MoU)
kinerja

1. Moto RSUD 45 Kuningan


“kesembuhan anda adalah kebahagian kami”
2. Nilai-Nilai RSUD 45 Kuningan

17
Nilai-nilai yang dikembangkan terangkai dalam kata “EMPAT LIMA”, yang
mengandung makna:
E : “Empati”
M : “Manusiawi”
P : “Profesional”
A : “Aman dan nyaman”
T : “Terjangkau”
L : “Lingkungan yang asri”
I : “Ikhlas dalam melayani”
M : “Melayani dengan santun”
A : “Amanah”
F. Data Umum Tahun 2018
1. Nama RSU : Rumah Sakit Umum Daerah “45” Kabupaten
Kuningan
2. Nomor Kode Satker : 3208013
3. Kelas RSU : B Non Pendidikan
4. Alamat/Telepo/Fax : Jl. Jend. Sudirman No. 68 Kuningan,
Tlp. (0232) - 871885, 871065 Fax 874701
5. Jumlah Tempat Tidur : 223 TT
6. Luas Lahan/Tanah RSU : 20.130 M2
7. Luas Bangunan : 13.686 M2
8. No Surat Ijin Operasional : 445.1/Kep.15/I.25b/IPRSU-B-BPMPT/2014
9. Masa Berlaku Surat Ijin : 30 Desember 2019
10. Status Akreditasi : Tingkat Paripurna Bintang 5
11. Tanggal Berlaku Akreditasi : 08 Januari 2018
12. Berlaku sampai dengan : 27 November 2020
13. Pemilik/Pengelola : Pemerintah Kabupaten
14. Kabupaten/Kota/Provinsi : Kabupaten Kuningan

15. Kabupaten : Terpencil Sangat Terpencil


16. Pendapatan Asli Daerah (RSU) : Rp 127.552.392.000
17. Fasilitas Rumah Sakit Antara Lain :

18
a. Tempat Tidur Bayi Baru Lahir : 16 Tempat Tidur
b. VIP : 10 Tempat Tidur
c. Kelas I : 36 Tempat Tidur
d. Kelas II : 36 Tempat Tidur
e. Kelas III : 89 Tempat Tidur
f. ICU : 8 Tempat Tidur
g. NICU : 5 Tempat Tidur
h. IGD : 12 Tempat Tidur
i. TT di Kamar Bersalin : 6 Tempat Tidur
j. TT di Ruang Isolasi : 23 Tempat Tidur
18. Pemanfaatan Rumah Sakit Antara Lain :

Uraian Tahun 2018


BOR 67%
LOS 3 Hari
Jumlah Kunjungan Rawat Jalan 137.968 Orang
Jumlah Rawat Inap Setahun 17.410 Orang
Jumlah Kunjungan Gangguan Jiwa 5.627 Orang

19. Layanan Unggulan Rumah Sakit :


a. RSSIB (Rumah Sakit Sayang Ibu Bayi)
b. Thalasemia
c. Hemodialisa
d. Pengembangan Intensive Care

19
20. Mobil Dinas
a. Mobil Dinas (Op. Direktur & Wadir) : 3 Buah (Berfungsi)
b. Ambulance : 4 Buah (Berfungsi)
c. Mobil Jenazah : Tidak Ada
d. Roda Dua (2) : Tidak Ada
21. Sumber Air Bersih
a. PAM : 3 Titik/Jalur (Berfungsi)
b. Sumur Bor/Artesis : -
c. Lain-lain/ Sumur gali : 1 Buah (Berfungsi)
22. Alat Penerangan
a. PLN : 2 line (gardu travo) @ 197.000 KVA)
b. Genset : 2 unit ( 350KVA + 500 KVA)
23. Cara Pembuangan Limbah
a. MOU dengan pihak ke Tiga : 1 Unit (Berfungsi)
b. IPAL : 1 Unit (Berfungsi)
24. Keuangan Tahun 2018

Tahun 2018
Penerimaan RS (PAD) Rp 127.552.392.000
Belanja Daerah Rp 162.615.010.448
25. Ketenagaan

No Pendidikan PNS BLUD Dokter Tamu Jumlah


1. Dokter Spesialis 22 4 0 26
2 Dokter umum 13 7 0 20
3 Dekter Gigi 2 0 0 2
4 Apoteker 9 2 0 11
5 Farmasi 9 17 0 28
6 Perawat Ahli 117 0 0 117

20
7 Perawat Terampil 27 64 0 91
8 Perawat Gigi 5 0 0 5
9 Tekniker Gigi 0 1 0 1
10 Bidan 32 24 0 56
11 Gizi 6 0 0 6
12 Radiologi 6 5 0 11
13 Analisis 5 13 0 18
Kesehatan
14 Sanitarian 5 0 0 5
15 Teknik 3 0 0 3
Elektromenedis
16 Fisioterafi 5 3 0 8
17 Rekam Medis 2 6 0 8
18 Pasca Sarjana (S2) 18 0 0 18
19 Sarjana (S1) 71 4 0 75
20 Sarjana Agama 2 0 0 2
21 IT 0 4 0 4
22 D. III 1 0 0 1
23 D. III Komputer 0 1 0 1
24 SLTA 58 6 0 64
25 SMP 0 1 0 1
26 SD 2 0 0 2
JUMLAH 420 162 0 582
G. Lahan Praktik PKM 1 Dan 2
1. Ruangan Cempaka
Ruang cempaka terdiri dari kamar 1, terdapat 10 bad, kamar 2 terdapat 2 bad, kamar 3
terdapat 11 bad, dan kamar 4 terdapat 3 bad.
Identitas Ruangan
a. Nama Unit : R. Cempaka
b. Kapasitas TT : 24 tempat
2. Ruangan Cendana
Ruangan Cendara terdiri dari kamar 1 isolasi terdapat 5 TT, kamar 2 terdapat 5 TT,
kamar 3 terdapat 3 TT, kamar 4 terdapat 3 TT, kamar 5 terdapat 3 TT, kamar 6
terdapat 3 TT.
Identitas Ruangan
a. Nama Unit : R. Cendana
b. Kapasitas TT : 22 tempat
3. Ruang Bougenville

21
Ruang bougenville terdiri dari kamar 1 terdapat 8 TT, kamar 2 terdapat 8 TT, kamar 3
terdapat 8 TT, kamar 4 terdapat 8 TT.
Identitas ruangan
a. Nama Unit : R. Bougenville
b. Kapasitas TT : 32 tempat
4. Ruangan Mawar
Ruangan Mawar terdiri dari kamar 1 terdapat 8 TT, kamar 2 terdapat 8 TT, kamar 3
terdapat 4 TT, kamar 4 terdapat 4 TT.
Identitas ruangan
a. Nama Unit : R. Mawar
b. Kapasitas TT : 24 tempat

5. Ruang Dahlia
Ruang dahlia terdiri dari kamar 1 terdapat 6 TT, kamar 2 terdapat 5 TT, kamar 3
terdapat 5 TT, kamar 4 terdapat 5 TT, kamar 5 terdapat 2 TT, kamar 6 terdapat 2 TT,
kamar 7 terdapat 2 TT.
Identitas Ruangan
a. Nama Unit : R. Dahlia
b. Kapasitas TT : 30 tempat
6. Ruang VK
Ruang VK terdiri dari kamar isolasi terdapat 1 TT, kamar 1 terdapat 2 TT, kamar 2
terdapat 4 TT.
Identitas Ruangan
a. Nama Unit : R. VK
b. Kapasitas TT : 7 tempat

22
BAB IV
TARGET DAN PENCAPAIAN PKM 1 DAN 2
A. Target Pencapaian Kompetensi
1. Konsep dasar keperawatan 1
2. Keperawatan medical bedah 1
3. Maternitas 1
4. Komunikasi keperawatan

NAMA KDK II KMB 1 MATERNITAS KOMUNIKASI


1 II
Febry A. R 86% 100% 40% 100%
Hapera 87% 100% 40% 100%
Ikke S. M 86% 100% 40% 100%
Panji . G 83% 100% 35% 100%
Indi R 76% 100% 20% 90%
Kiki N. S 78% 100% 20% 90%
Lea M 80% 100% 20% 100%
Lilik . U 80% 100% 20% 100%

23
Mia . M.S 92% 100% 80% 100%
Nanda . A 90% 100% 80% 100%
Neneng . S 92% 100% 80% 100%
Ima . R 92% 100% 80% 100%
Recky . T. D 97% 100% 80% 100%
Reza D. A 86% 100% 80% 100%
Shoolihaturrosyida 94% 100% 80% 100%
h
Shandro L. L 90% 100% 80% 100%
Nina . N 95% 100% 80% 100%
Reza . P 97% 100% 80% 100%
Vina . W 95% 100% 80% 100%
Silvia . S 90% 100% 80% 100%
Tika R 93% 100% 80% 100%
Sigit . R .M 90% 100% 80% 100%
Winarni 92% 100% 80% 100%
Yessi . S 90% 100% 80% 100%

B. Target yang sudah tercapai dalam PKM 1 dan 2


CEMPAKA, CENDANA, BOUGENVILLE, DAHLIA DAN VK
KELOMPOK 1
45

40

35

30

25
Tercapai
20 Tidak Tercapai

15

10

0
Febry Al R Hapera Ikke S.M Panji . G Indi. R Kiki. N.S Lea .M Lilik U

Disini penulis akan memaparkan serta membahas mengenai target yang sudah tercapai
secara keseluruhan. Dimulai dari target keperawatan dasar I. Dari 24 siswa selama 1 bulan ini

24
dari target 32 asuhan sudah ada yg mencapai target 80%-90%. Dari kelompok 1 dengan jumlah
mahasiswa 8 orang target yang tidak tercapai adalah :
a. Memasang Handscone steril,
Alasannya karena waktu pelaksanaan kebanyakan menggunakan hendscone bersih
bukan steril.
b. Obat topical
Alasannya karena tidak ada pasien yang menggunakan obat topical seperti salep

c. Perawatan gigi
Karena kebanyakan pasien menolak untuk melakukan perawatan gigi oleh perawat
dikarenakan bisa melakukan mandiri atau dibantu oleh pihak keluarga
Target komunikasi keperawatan II dari 5 komunikasi terapeutik sebagian sudah ada yang
mencapai target sampe 100%, tetapi ada yang masih 80%.
Target keperawatan maternitas I dari 18 asuhan hanya 20% yang tercapai karena
kelompok 1 belum dinas di ruang VK. Dan sebagian sudah tercapai di ruang nifas.

CENDANA, CEMPAKA, MAWAR, VK DAN DAKLIA


KELOMPOK 2
60

50

40

30

20
Tercapai
Tidak Tercapai
10

0
.S A
ng
S
a.
R .D
D.
A ah L.L
ia
M
nda e y.T . iy d r o
n Im ck nd
M Na Ne Re
za os
Re urr Sha
at
olih
o
Sh

25
Disini penulis akan memaparkan serta membahas mengenai target yang sudah
tercapai secara keseluruhan. Dimulai dari target keperawatan dasar II. Selama 1 bulan ini dari
target 32 asuhan sudah ada yg mencapai target 80%-90%.
Target komunikasi keperawatan II dari 5 komunikasi terapeutik sebagian sudah ada yang
mencapai target sampe 100%, tetapi ada yang masih 80%.
Target keperawatan maternitas I dari 18 asuhan sudah tercapai 80%.

MAWAR, VK, CEMPAKA, BOUGENVILLE DAN DAHLIA


KELOMPOK 3
60

50

40

30

Tercapai
20 Tidak Tercapai

10

0
.N . P W .S R M W i.
S
na za .
via a. R. i. ss
i Re ina Sil Tik t. rn e
N V iS gi in
a Y
W

Disini penulis akan memaparkan serta membahas mengenai target yang sudah
tercapai secara keseluruhan. Dimulai dari target keperawatan dasar II. Selama 1 bulan ini dari
target keseluruhan 32 asuhan sudah ada yg mencapai target 80%-90%.
Target komunikasi keperawatan II dari target 5 kominikasi terapeutik sebagian sudah ada
yang mencapai target sampe 100%, tetapi ada yang masih 80%.
Target keperawatan maternitas I ddari 18 asuhan sudah tercapai 90%.

26
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat penulis kumpulkan dari data-data tersebut adalah :
Rumah Sakit Umum 45 Kuningan memiliki lokasi yang cukup strategis dan mudah
dijangkau oleh masyarakat, dengan ruangan – ruangan yang sudah tertata, sarana dan
prasarana yang cukup memadai.
Dan adapun analisis yang didapatkan dari adanya praktik klinik mahasiswa Stikes
Kuningan sebagai berikut :
1. Mahasiswa praktik memperoleh banyak ilmu dari ruangan-ruangan yang dijadikan
tempat praktik baik itu secara teori maupun praktik.
2. Dengan melakukan Praktik Klinik Mahasiswa (PKM) ini mahasiswa telah
mendapatkan pengalaman kerja yang nantinya akan menjadi bekal di dunia kerja
yang sesungguhnya.
3. Adapun hasil dari pencapaian target pada mata kuliah konsep dasar keperawatan,
keperawatan maternitas dan komunikasi dalam keperawatan secara keseluruhan
tercapai dengan baik.Untuk target yang tidak tercapainya sendiri dipengaruhi oleh
beberapa hal yang salah satunya yaitu pada saat praktek pasien dengan
4. Komunikasi antara mahasiswa dengan pembimbing dan perawat sangat penting.
Mahasiswa dituntut untuk aktif, bukan hanya menunggu untuk diajak tetapi harus
meminta untuk mencoba bermain peran dalam membina suatu tim.
B. Saran

27
Dari hasil analisis, ada beberapa saran yang penulis berikan baik rumah sakit, institusi,
dan mahasiswa dengan harapan saran tersebut dapat menjadi masukan yang baik.
1. Bagi Rumah Sakit
a. Pihak rumah sakit perlu memberikan perhatian pada beberapa unsur kualitas jasa
pelayanan rawat inap yang dianggap masih belum optimal seperti : sikap ramah
dokter, perawat, dan petugas rumah sakit lainnya dalam melayani pasien, dokter
yang terlambat dari jadwalnya, sebagian perawat di berbagai ruangan tidak
disiplin Rumah sakit diharapakan lebih sering mengadakan pelatihan agar
pegawai dapat terus memberikan pelayanan yang diinginkan oleh pasien, dengan
pelayanan baik agar Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan berstandar
Internasional dengan para karyawan yang dapat memuaskan para pasiennya.
b. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dapat diwujudkan melalui
peningkatan keterampilan dan motivasi kerja.Melengkapi data-data yang
mencakup seluruh program kerja Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan.
Memberikan reward atau apresiasi pada tenaga kesehatan yang memiliki prestasi
dan menunjukan adanya peningkatan dalam kinerja untuk memberikan motivasi
pada tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya.
2. Bagi Institusi
a. Diharapkan dapat meningkatkan keefektifan dalam belajar, pengetahuan,
kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam menerapkan atau
mengaplikasikan study yang telah didapatkan.
b. Diharpakan untuk melengkapi sumber-sumber buku perpustakaan sebagai bahan
informasi dan referensi yang penting dalam mendukung pembuatan laporan
pendahuluan bagi mahasiswa.
c. Sebaiknya bimbingan dilakukan secara professional sehingga terjadi keseragaman
konsep tentang Praktik Klinik Mahasiswa yang akan dilakukan.
d. Membuat buku panduan yang lebih efisien sesuai dengan target kompetensi yang
akan dilaksanakan masing-masing semester.

28
3. Bagi Mahasiswa
a. Dalam melaksanakan Praktik Klinik Mahasiswa (PKM), sebelum terjun langsung
ke lapangan kita harus sudah memiliki bekal materi tentang apa yang akan di
praktikan, baik itu di dapat dari referensi-referensi maupun bertanya secara
langsung pada pembimbing.
b. Kita harus memperhatikan keaktifan untuk memperoleh keterangan apa saja yang
masih belum kita ketahui dengan bertanya pada pembimbing klinik.
c. Meningkatkan komunikasi antara mahasiswa dengan pembimbing atau dengan
perawat.
d. Menjaga suasana seakrab mungkin dengan pembimbing klinik karena itu akan
mempengaruhi dalam proses kelancaran tanya jawab.
e. Membekali diri dengan keterampilan yang cukup seperti yang telah diajarkan.
f. Selama praktik hendaknya melaksanakan pekerjaan dengan ikhlas, disiplin, dan
giat untuk mencapai hasil yang optimal.

29
DAFTAR PUSTAKA

https://id.m.wikipedia.org/wiki/keperawatan

http://nerskholidrosyidimn.blogspot.com//2012/08/pengertian-perawat-dan-keperawatan.html

30