Anda di halaman 1dari 1

Kepemimpinan Perempuan Dalam Islam

kedudukan perempuan akan dibagi menjadi dua :

Normatif, yaitu penegasan al-Qur’an terhadap kesetaraan laki-laki dan perempuan yang mana mereka
berkedudukan sama. Yang membedakan hanya ketakwaan.

Kontekstual, yaitu upaya untuk menguraikan lebih dalam terhadap suatu ayat yang dimana Allah SWT
tidak menyebutkan secara detail ataupun spesifik, dengan pendekatan sosiologis ataupun geografis.

Adapun kedudukan normatif perempuan adalah :

Perempuan sebagai pribadi/Individu

Sebagai perempuan yang kelak akan menjadi ibu dituntut memiliki kriteria : beriman, bertaqwa, berilmu
dan beramal shaleh, amanah dan jujur, ikhlas dan sabar, berakhlaq yang mulia, sehat jasmani dan
rohani, dewasa dan berwibawa, terampil, teguh pendirian.

Perempuan Sebagai Ibu

Aktivitas pokok bagi seorang wanita adalah sebagai ibu dan pengatur rumah tangga (ummun wa rabbah
al-bayt).

Perempuan sebagai Istri

Seorang isteri bukanlah mitra (syarîkah) hidup suami. Melainkan isteri lebih merupakan sahabat
(shâhibah) suami. Bagi seorang istri ia harus mempunyai kewajiban yang bersifat psikis. Artinya ia harus
menyiapkan dirinya untuk dijadikan tempat pengaduan bagi suaminya. Mampu diajak diskusi dan
musyawarah dan musyawarah dalam memecahkan permasalahan.