Anda di halaman 1dari 12

SEMINAR ANALISA JURNAL

“Effects of Interruptions on Triage Process in Emergency Department: A


Prospective, Observational Study”

Pembimbing: Siti Fadlilah, S.Kep., Ns., MSN

Disusun guna memenuhi penugasan pada stase Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis

Disusun oleh:

Kelompok 17

Onik Mayowi (19160087)


A.A Dwi Aristya Sukma Adi (191600176)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA

2020
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Perawatan gawat darurat erat kaitannya dengan proses triase sebagai salah satu
upaya untuk menentukan kondisi pada pasien gawat darurat terutama di instalasi gawat
darurat (IGD). kondisi klien/kegawatannya yang memerlukan tindakan segera. Dalam
triage, perawat dan dokter mempunyai batasan (respon time) untuk mengkaji Triage
sendiri adalah suatu sistem pembagian/klasifikasi prioritas pasien berdasarkan berat
ringannya keadaan dan memberikan intervensi secepatnya yaitu ≤ 10 menit (Habib et
al., 2016). Bedasarkan triage tingkat prioritas (kegawatdaruratan) dibedakan menjadi
tiga yaitu gawat darurat, gawat tidak darurat dan darurat tidak gawat (Mardalena,
2016). Namun selain memberi manfaat berupa pemberian pertolongan untuk kondisi
kritis atau emergensi sehingga nyawa korban dapat tertolong, triase juga dapat
menimbulkan dampak negatif bagi pasien jika respon time perawat triase lambat nyawa
pasien tidak akan tertolong jika keadaan pasien kritis atau emergensi.
Data yang diperoleh tahun 2017 kunjungan pasien ke instalasi gawat darurat
(IGD) di seluruh Indonesia mencapai 4.402.205. jumlah yang signifikan ini dimana
memerlukan perhatian yang cukup besar terhadap pelayanan pasien gawat darurat.
Kebanyakan pasien yang masuk IGD dengan kondisi emergency dan kebanyakan kasus
dispnea yang berkaitan dengan sistem pernafasan, kecepatan penanganan tenaga
kesehatan sangat penting sekali terutama pada prosedur ABC. Apabila rentang waktu
tanggap semakin lama dilakukan maka peluang keselamatan pasien akan semakin kecil
terutama pada pasien dengan masalah Airway, Breathing, Circulation (Kemenkes,
2009).
Tingginya risiko dari dampak negatif triase menjadi salah satu point penting
dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan kondisi krisis/emergensi
guna untuk meminimalkan terjadinya kematian. Salah satu cara untuk meminimalkan
kejadian kematian adalah dengan cara triage yang cepat dan tepat. Respon time triage
dan prioritas triase menjadi salah satu keberhasilan untuk meminimalkan terjadinya
kematian pada pasien emergensi sehingga penulis tertarik untuk menganalisa jurnal
yang berjudul “Effects of Interruptions on Triage Process in Emergency Department:
A Prospective, Observational Study”.
B. Tujuan
1. Tujuan umum
Mahasiswa mampu menganalisa dan memahami hasil dari jurnal “Effects of
Interruptions on Triage Process in Emergency Department: A Prospective,
Observational Study”.
2. Tujuan khusus
a. Mahasiswa mampu menganalisis judul dan nama peneliti, tujuan
penelitian, waktu dan tempat penelitian, serta metode penelitian yang
digunakan
b. Mahasiswa mampu menganalisis hasil penelitian
c. Mahasiswa mampu menganalisis korelasi isi jurnal dengan teori dan
realita di klinik
d. Mahasiswa mampu menganalisis SWOT penerapan jurnal di klinik dan
analisis PICO
e. Mahasiswa mampu menganalisis implementasi keperawatan dan
manfaat jurnal.
BAB II

JURNAL YANG DIAMBIL

(Terlampir)
BAB III

PEMBAHASAN (ANALISIS)

A. Judul dan nama peneliti


Judul penelitian yaitu “Effects of Interruptions on Triage Process in Emergency
Department: A Prospective, Observational Study” dan penelitian ini dilakukan oleh
1. Kimberly D. Johnson, PhD, RN, CEN
2. Gordon L. Gillespie, PhD, DNP, RN, CEN, CNE, CPEN
3. Kimberly Vance, MSN, RN, NE-BC
Analisis: penulisan judul jurnal sudah sesuai dengan kaidah penulisan judul yaitu
jumlah kata maksimal 12 kata. Selain itu, judul jurnal tersebut sudah mengidentifikasi
variabel yang ada dalam penelitian tersebut. Penelitian ini sudah dilakukan oleh orang
yang ahli dibidangnya yang mewakili institusi pendidikan dan juga klinis yang
dijelaskan di rincian peneliti bahwa penelitinya berasal dari:
a. Assistant Professor, College of Nursing, University of Cincinnati, 3110 Vine St,
Cincinnati, Ohio, USA 45219
b. Associate Professor, College of Nursing, University of Cincinnati, Cincinnati,
Ohio, USA
c. Assistant Chief Nursing Officer, Emergency Department Director, University
of Cincinnati Medical Center, Cincinnati, Ohio USA

Penulisan nama peneliti pada jurnal ini sudah memnuhi kriteria penulisan yaitu
penulis tidak mencantumkan gelar di jurnal ini namun penulis menjelaskannya
dalam bentuk nama institusi asal penulis.

B. Tujuan penelitian
Tujuan penelittian untuk menggambarkan gangguan yang terjadi selama triase dan
dampaknya terhadap proses triase dan hasil pasien.
Analisa: Tujuan penelitian tersebut sudah sesuai dengan judul, abstrak dan latar
belakang yang diungkapkan oleh peneliti. Hal tersebut sesuai dengan teori yaitu
pernyataan tujuan penelitian wajib dicantumkan pada bagian abstrak dan bagian akhir
dari latar belakang (Nieswiadomy & Bailey, 2018).
C. Tempat dan waktu penelitian
Penelitian dilakukan di UGD AS pada tahun 2015
Analisa: Pada jurnal sudah dicantumkan tempat dan waktu penelitian namun untuk
tempat penelitian kurang spesifik dijelaskan, tetapi jurnal ini sudah sesuai dengan
konsep penelitian harus jelas kapan dan dimana penelitian dilakukannya penelitian. Hal
tersebut sesuai teori dimana tempat penelitian merupakan salah satu komponen penting
yang harus dituliskan secara jelas namun apabila tempat penelitian tidak dituliskan
secara jelas maka tempat penelitian dapat dituliskan secara umum (Nieswiadomy &
Bailey, 2018).

D. Metode penelitian
1. Jenis penelitian
Jenis penelitian tidak dijelaskan.
Analisa: Pada jurnal tersebut tidak dijelaskan sama sekali jenis penelitian dan
desain penelitian apa yang digunakan sehingga tidak dapat disimpulkan apakah
jenis dan desain penelitian yang digunakan tersebut sesuai atau tidak. Padahal
jenis penelitian merupakan cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan
penelitian yang dilakukan dan memiliki langkah-langkah yang sistematis
sedangkan desain penelitian merupakan strategi yang dipilih oleh peneliti untuk
mengintegritasikan secara menyeluruh komponen riset dengan cara logis dan
sistematis untuk membahas dan menganalisis apa yang menjadi fokus penelitian
tersebut (Sugiyono, 2016).
2. Populasi, sampel dan teknik pengambilan sampel
Pada penelitian ini populasinya adalah perawat triase. Teknik pengambilan
sampel menggunakan convenience sampling pada 8 perawat triase yang masuk
dalam kriteria inklusi yaitu perawat triase, tugas untuk triase untuk pergeseran
ketika pengamatan terjadi.
Analisa:
1) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya
(Sugiyono, 2014). Berdasarkan definisi populasi peneliti sudah sesuai
dengan penelitiannya. Sampel penelitian pada penelitian ini juga sudah
sesuai, yaitu peneliti memikirkan azas keadilan dan yang bersedia
mengisi informed consent. Sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2014).
2) Pada penelitian tersebut juga telah dijelaskan secara rinci apa saja
kriteria inklusi ekslusi dari sampel yang diambil. Padahal teknik
pengambilan sampel, kriteria inklusi ekslusi dan instrumen merupakan
hal yang penting dalam suatu penelitian (Houser, 2018).
3) Teknik pengambilan sampling pada penelitian ini juga sudah sesuai.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik
nonprobability sampling berupa convenience sampling yaitu sampel
diambil/terpilih karena sampel tersebut ada pada tempat dan waku yang
tepat.
3. Instrumen penelitian
Instrumen penelitian menggunakan The Triage Interupsi Assessment Tool
(Tiat).
Analisa: Instrumen penelitian yang digunakan sudah sesuai karena TIAT
merupakan alat sederhana untuk melakukan triage serta instrumen tersebut
sudah valid dan reliabel sehingga hasil yang didapat valid dan reliabel. Sehingga
pemilihan instrumen penelitian tersebut sesuai dengan tujuan menggunakan
instrumen penelitian yaitu suatu alat pengumpul data yang digunakan untuk
mengukur fenomena dalam hal ini yaitu variabel penelitian (Sugiyono, 2016).
4. Cara pengambilan data
Peneliti mendatangi perawat yang sedang menjalankan shift, memberitahu
mereka tentang ruang lingkup dan tujuan penelitian dan diberikan inform
consent untuk diisi. Karena tidak ada data dikumpulkan pada pasien,
persetujuan dari pasien ED tidak diperlukan. Karena sifat dari triase, tidak ada
penjelasan diberikan kepada pasien sebelum triase kecuali pasien bertanya. Jika
pasien tidak menanyakan, mereka diberitahu tentang tujuan penelitian. Triage
diamati, dan data dicatat menggunakan Tiat. pengumpul data tetap berada di
luar ruangan triase untuk mengurangi risiko memiliki efek Hawthorne atau
pengumpul data menyebabkan gangguan. Meskipun di luar ruangan,
pengumpul data bisa melihat dan mendengar pertemuan perawat-pasien dan
mengamati gangguan yang terjadi.
Analisa: pada penelitian sudah dijelaskan cara pengambilan data namun tidak
dijelaskan secara rinci teknik apa yang digunakan. Selain itu, pada penelitian
tersebut juga tidak dijelaskan berapa kali data itu diambil hanya dijelaskan
bahwa dilakukan selama 118 pengamatan.

E. Hasil penelitian
Delapan perawat (4 perempuan, 4 laki-laki) diikuti selama 118 pengamatan. Tujuh
puluh delapan (66,1%) pengamatan terjadi di pusat trauma Level 1. Semua pengamatan
terjadi 07:00-07:00. Usia rata-rata perawat adalah 37 (kisaran 25-59). Latar belakang
pendidikan termasuk gelar sarjana (n = 5) dan derajat asosiasi (n = 3). Tak satu pun dari
perawat papan bersertifikat perawat darurat. analisis chi-square tidak menemukan
hubungan antara perawat dan kehadiran interupsi ( X 2 = 9,285, p = 0,233). Selain itu,
tidak ada perbedaan yang signifikan antara durasi triase rata untuk masing-masing
perawat sebagaimana ditentukan oleh 1-way ANOVA (F [104,13] = 1,225, p = 0,358).
Analisa: Hasil penelitian pada penelitian ini sudah ditampilkan dengan jelas dan mudah
dimengerti. Penulisannya sudah memenuhi kriteria penulisan hasil dalam sebuah
penelitian yaitu mencantumkan presentase hasil.

F. Korelasi antara isi jurnal dengan teori


Jurnal ini sudah memuat korelasi yang baik antara isi dan teori. Dimana pada
jurnal ini menjelaskan tentang beberapa gangguan saat melakukan triase. Pasien yang
mencari perawatan untuk cedera atau penyakit akut mungkin saat wawancara triase
awal mereka terganggu karena berbagai alasan (misalnya, kebutuhan pasien lain,
kebutuhan pengunjung, atau kebutuhan staf). Gangguan dalam proses triase
menyebabkan gangguan yang dapat menyebabkan keterlambatan dalam memindahkan
pasien ke area perawatan, mengalihkan perawat dari mengumpulkan data triase yang
tepat, atau menyebabkan perawat membuat keputusan triase yang buruk. Kesalahan
selama triase dapat mempengaruhi hasil pasien dan menurunkan kualitas perawatan.
Selain itu, mereka dapat menyebabkan pasien merasa tidak dihargai dan rentan, dengan
mereka (Johnson, 2014).
Triase merupakan suatu proses penggolongan pasien berdasarkan tipe dan
tingkat kegawatan kondisi pasien. Kondisi pasien yang di prioritaskan ada dan tidaknya
gangguan pada ABC (Airway, Breathing, Circulation) dengan mempertimbangkan
probabilitas hidup pasien. Triase dalam keperawatan gawat darurat terbagi menjadi
beberapa metode yaitu: Metode START (Simple Triage and Rapid Treatment) yang
bertugas memilih pasien pada korban musibah bencana atau massal dengan waktu 30
detik atau kurang (Kushayati, 2014).

G. Korelasi antara isi jurnal dengan realitas klinik


Berdasarkan hasil pengamatan selama praktik di beberapa ruang intalasi gawat
darurat rumah sakit dapat disimpulkan bahwa rata-rata rumah sakit baik diwilayah
Yogyakarta maupun Jawa Tengah sudah menerapkan triase untuk menggolongkan
sistem kegawatdaruratan pasien. Saat perawat melakukan triase, terdapat beberapa
gangguan seperti pasien mengangkat telepon, atau ada percakapan dari perawat lain
sehingga mengganggu proses triase. Hal ini dapat mengganggu proses triase. Keadaan
di RS yang diamati selama praktik dan keadaan di penelitian tersebut sama persis tetapi
kelompok belum melihat adanya akibat dari interupsi yang terjadi selama triase di RS
yang diamati.

H. Analisa SWOT penerapan jurnal di klinik


1. Strenght:
Kekuatan jurnal ini jika diterapkan di rumah sakit dapat menjadi acuan untuk
melihat jenis-jenis gangguan saat triase, dampak interupsi dari triase dan untuk
meminimalkan terjadinya gangguan saat melakukan triase
2. Weakness
Kelemahan dari jurnal ini tidak ada tetapi kita harus tetap memperhatikan bahwa
interupsi dapat membahayakan triase karena dapat mengganggu proses pengobatan
selanjutnya.
3. Opportunities
Peluang jurnal tersebut diterapkan dirumah sakit cukup tinggi karena interupsi
sering terjadi. Dan rata-rata rumah sakit tidak membatasi atau menolak adanya
pengembangan ilmu pengetahuan
4. Threats
Ancaman pada penelitian ini yaitu jurnal ini tidak memiliki hubungan jadi dapat
beresiko perawat akan mengabaikan interupsi saat triase. Dan dapat membahayakan
saat pemberian terapi dan memprioritaskan pasien.

I. Analisa PICO
1. Patient: Penelitian dilakukan pada perawat yang sedang melakukan triase
2. Intervention: The Triage Interupsi Assessment Tool (Tiat) digunakan untuk
mengukur gangguan dalam praktek klinis untuk perawat yang sedang melakukan
triase
3. Comparison: Tidak memiliki variabel yang dibandingkan karena hanya melihat
kinerja perawat saat triase
4. Outcome: Tidak menemukan hubungan antara perawat dan interupsi

J. Implikasi keperawatan
Rumah sakit khususnya ruang instalasi gawat darurat dapat menerapkan triase dengan
tepat agar meminimalkan terjadinya gangguan saat melakukan triase dan dapat
menurunkan angka mortalitas dan morbiditas.

K. Manfaat jurnal
1. Bagi mahasiswa
Diharapkan jurnal tersebut dapat dijadikan referensi untuk menambah pengetahuan
mahasiswa terkait manfaat penerapan triase di ruang instalasi gawat darurat.
2. Bagi institusi (rumah sakit)
Diharapkan jurnal tersebut dapat dijadikan acuan bagi rumah sakit apabila ingin
menerapkan triase di ruang intalasi gawat darurat.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tidak ada gangguan saat melakukan proses triase tetapi
penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan saat melakukan triase dan prioritas pasien
serta untuk pengobatan lebih lanjut agar tidak terjadi kesalahan.
B. Saran
1. Bagi Mahasiswa
Diharapkan bagi mahasiswa kesehatan khususnya keperawatan untuk lebih
memperhatikan dalam memberikan intervensi keperawatan untuk meminimalkan
terjadinya gangguan dalam proses triase. Khusunya dalam keperawatan gawat
darurat.
2. Bagi Institusi (RS)
Bagi RS khusunya instalasi gawat darurat untuk menerapkan jurnal ini saat
melakukan triase agar dapat meminimalkan terjadinya gangguan saat melakukan
proses triase dan dapat mencegah terjadinya kesalahan dalam memprioritaskan dan
pemberian pengobatan selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA

Houser, J. (2018). Nursing Research Reading, Using and Creating Evidence (4th ed.).
Burlington: Jones & Bartlett Learning.

Johnson., & Kimberly, D., dkk. (2014). Causes and Occurrences of Interruptions During ED
Triage.

Kushayati, N. (2014). Analisa Metode Triase Prehospital pada Insiden Korban Massal (Mass
Casualy Incident).

Nieswiadomy, R. M., & Bailey, C. (2018). Foundations of Nursing Research (Seventh).


Boston: Pearson.

Sugiyono. (2014). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:


ALFABETA CV.