Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA TN.E.S DENGAN POST OPERASI FRAKTUR COLLUM


FEMUR DEXTRA

DI SUSUN OLEH :

NAMA : INDAH NOVITA SARI

NIM : P27220018016

KELAS : 2A D-III KEPERAWATAN

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN

POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA

TAHUN 2019/2020
KASUS PERIOPERATIF
PADA Ny.Y DENGAN POST OPERASI FRAKTUR FEMUR

A. PENGKAJIAN
I. Pengkajian, dilakukan pada tanggal 23 Juni 2020 pukul 08.00 WIB. Data diperoleh
dari pasien dan keluarga pasien
1. Identitas Pasien
Nama : Tn.E.S
Umur : 36 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Status : Kawin
Agama : Islam
Alamat : Sragen
Pendidikan : SMK
Pekerjaan : Swasta
No.register : 77985xxx
Diagnosa medis pre operasi : fraktur collum femur dextra
2. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Ny.A
Umur : 32 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Sragen
Hubungan : Istri
3. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama : mengeluh nyeri pada pangkah paha kanan, kelemahan otot
tungkai kanan.
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengatakan saat pasien mengecat tembok lalu pasien jatuh dari
ketinggian 4 meter mengakibatkan patah tulang. Kemudian pada tanggal 22
juni 2020 jam 10.00 pasien langsung dibawa kerumah sakit untuk
mendapatkan perawatan. Selanjutnya dokter menyarankan pasien untuk
melakukan operasi lalu pasien langsung menjalankan operasi patah
tulangnya. Pada tanggal 23 juni 2020 pukul 08.00 dilakukan pengkajian
didapatkan vital sign tekanan darah 110/90 mmhg. Denyut nadi 68 kali
permenit, pernafasan 21 kali permenit, temperatur 36,30c, tinggi badan
159cm, dan berat badan 58kg.

Inspeksi statis adanya bekas incisi, tidak adanya inflamasi dan atrofi otot,
terpasang infus pada tangan kanan. Inspeksi dinamis pasien belum mampu
berjalan normal. Palpasi pemeriksaan dengan cara menekan meraba dan
memegang area tubuh pasien untuk mengetahui adanya nyeri tekan area
bekas incisi. Pemeriksaan nyeri didapat nilai skala nyeri 7 , nyeri seperti
ditusuk-tusuk, nyeri semakin bertambah bila digunakan untuk bergerak dan
hilang timbul. Pasien tampak meringis menahan sakit. Pasien tampak gelisah
dan proktektif Pasien mengatakan tidak bisa melakukan apapun dan selalu
dibantu oleh istrinya. Pasien mengatakan takut apabila bergerak takut
meraskan nyeri. Kekuatan otot kaki kanan 2. Pasien mengalami mobilitas
fisik terganggu dengan keadaan lemah, nampak kesulitan membolak-balikan
posisi, ketidak mampuan memenuhi kebutuhan ADLnya dan mengalami
fraktur. Pasien nampak terbaring di tempat tidur, pasien hanya bisa
mengerakkan ekstremitas atas karena extremitas bawah bagian dextra
mengalami fraktur. Pasien nampak berbaring selama 24 jam, terlihat pucat,
bengkak dan nyeri, pasien bisa mengerakkan kaki sebelah kanan dengan
bantuan dari perawat.

c. Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit apapun.
d. Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang memiliki riwayat
penyakit menular atau menurun seperti DM, HT, TBC, HIV/AIDS dll
4. Pola fungsional
a. Pola Nutrisi
Sebelum sakit : dalam batas normal
Selama sakit : Pasien makan 3x/hari sesuai diet dari RS dan minum ± 1500
cc/hari
b. Pola Eliminasi
Sebelum sakit : dalam batas normal
Selama sakit : pasien mengatakan setelah operasi hingga hari ini pasien
belum BAB . BAK pasien menggunakan cateter, warna kuning jernih.
c. Pola Istirahat/tidur
Sebelum sakit : dalam batas normal
Selama sakit : pasien mengatakan kadang terbangun karena merasakan
nyeri
d. Pola aktivitas dan latihan
1) Sebelum sakit
Kemampuan 0 1 2 3 4 Keterangan :
perawatan diri 0 : mandiri
Makan/minum √
1 : dengan alat
Mandi √
bantu
Toileting √
2 : dibantu
Berpakaian √ orang lain
Mobilisasi ditempat √ 3 : dibantu alat
tidur & orang lain
Berpindah √
4 : tergantung
Ambulasi/ROM √
total

2) Selama sakit
Kemampuan 0 1 2 3 4 Keterangan :
perawatan diri 0 : mandiri
Makan/minum √
1 : dengan alat
Mandi √
bantu
Toileting √ 2 : dibantu
Berpakaian √ orang lain
Mobilisasi ditempat √ 3 : dibantu alat
tidur & orang lain
Berpindah √
4 : tergantung
Ambulasi/ROM √
total

e. Pola Personal Hygine


Pasien mengatakan kebutuhan personal hygine selalu dibantu oleh istrinya dan
semuanya dilakukan oleh istrinya.
f. Pola Hubungan Sosial
Pasien mengatakan hubungan dengan keluarga masih terjalin dengan baik.
g. Persepsi Konsep Diri
Pasien mengatakan merasa khawatir kalau dirinya tidak bisa sembuh seperti
semula dan takut akan merepotkan anak dan istrinya.
h. Pola Seksualitas dan Reproduksi
Pasien mengatakan mempunyai istri dan 2 orang anak.
i. Pola Koping Stress
Pasien mengatakan semua masalah selalu diceritakan kepada istrinya dan selalu
terbuka dengan keluarganya
j. Pola Nilai dan Kepercayaan
Pasien mengatakan tetap beribadah seperti biasa meski harus beribadah di tempat
tidur.
5. Pemeriksaan Fisik
a. Kesadaran : GCS 15 (E4M6V5).
b. Keadaan Umum : Compos Metis, lemah
c. BB : 58 Kg
d. TB : 159 cm
e. IMT : 23,2
f. TTV : TD: 110/90 mmhg. Denyut nadi 68 kali permenit,
pernafasan 21 kali permenit, temperatur 36,30c
g. Pemeriksaan Fisik (Head to toe) :
1) Kepala
Bentuk mesochepal, benjolan tidak ada, kulit kepala bersih,tidak ada luka
2) Rambut
Rambut agak kotor, beruban beberapa, rontok tidak ada.
3) Mata
Konjunctiva tidak anemis, sklera putih, reflek cahaya +/+.
4) Telinga
Bersih, serumen tidak ada, simetris antara kanan kiri
5) Hidung
Hidung bersih, bentuk simetris,tidak ada luka dan benjolan
6) Gigi dan mulut
Mukosa bibir kering, gigi bersih.
7) Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan kelenjar getah bening.
8) Dada
Dinding dada simetris, tidak ada peningkatan penggunaan otot bantu
pernafasan
9) Paru
Inspeksi : pada paru-paru didapatkan data tulang iga simetris kanan Kiri,
Palpasi : vocal fremitus anteria kanan dan kiri simetris, tidak nyeri tekan.
Auskultasi : suara napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan
Perkusi : suara paru-paru sonor pada paru kanan da kiri.
10) Jantung
Cor: reguler, gallop dan murmur tidak ada.
11) Abdomen
Inspeksi : abdomen simetris, bentuk datar dan tidak luka
auskultasi: peristaltik 9x/menit.
Palpasi : tidak ada nyeri
Perkusi : suara timpani.
12) Punggung
Tidak ada luka dekubitus.
13) Integumen
Terdapat luka post operasi dipaha kanan ,warna kulit pucat dibagian
ektermitas yang terdapat luka, akral dingin. Inspeksi statis adanya bekas
incisi, tidak adanya inflamasi dan atrofi otot, terpasang infus pada tangan
kanan. Inspeksi dinamis pasien belum mampu berjalan normal.
14) Genitalia
Bersih.
15) Anggota gerak atas
Ektermitas atas tangan kanan dan kiri tidak terjadi kelemahan, kekuatan otot
5
16) Anggota gerak bawah
Ektermitas bawah kaki kanan kekuatan otot 2 dan ektermitas bawah
kaki kiri kekuatan otot 5

Kekuatan Otot
5 5
2 5

Keterangan :
0 = (0%) paralisis sempurna
1 = (10%) tidak ada gerakkan, kontraksi otot dapat dipalpasi atau dilihat
2 = (25%) gerakan otot penuh melawan gravitasi, dengan topangan
3 = (50%) gerakan yang normal melawan gravitasi
4 = (75%) gerakan penuh yang normal melawan gravitasi dan melawan
tahanan minimal
5 = (100%) kekuatan normal, gerakan penuh yang normal

17) Pemeriksaan fisik pada luka post operasi antara lain :


a. Inspeksi
Kaki kanan terdapat luka post operasi ,terlihat pucat, bengkak dan nyeri.
tampak terdapat luka bekas jahitan kurang lebih 12 cm dibagian paha
kaki kanan

b. Palpasi
a) Kulit kering
b) akral dingin
d) nyeri dibagian luka
6. Pengakajian nyeri
P : pasien mengatakan nyeri bertambah jika bergerak
Q : nyeri seperti ditusuk-tusuk
R : paha kaki kanan
S : skala 7
T : hilang timbul

7. Pemeriksaan Penunjang
Hasil Rongent : tampak fraktur collum femur dextra

8. Terapi Pemberian Obat


a. Program therapi infus RL 20 tpm
b. inj.Cefotaxim 1gr/12 jam : sebagai Antibiotik
c. inj. Ketorolac 50mg/12 jam : mengurangi rasa nyeri
d. inj. Paracetamol 1 gr/8 jam : untuk mencegah hipertermi
B. DATA FOKUS PASIEN
Data Subjektif Data Objektif
1. Pasien mengeluh nyeri pada pangkah 1. Pasien tampak meringis menahan
paha kanan, kelemahan otot tungkai sakit.
kanan.
2. Pasien mengatakan sulit tidur karena 2. Pasien tampak gelisah dan proktektif
nyeri 3. tekanan darah 110/90 mmhg.
Denyut nadi 68 kali permenit,
3. Pasien mengatakan tidak bisa pernafasan 21 kali permenit,
melakukan apapun dan selalu dibantu temperatur 36,30c, tinggi badan
159cm, dan berat badan 58kg.
oleh istrinya. Pasien mengatakan takut 4. Inspeksi statis adanya bekas incisi,
apabila bergerak takut merasakan tidak adanya inflamasi dan atrofi
nyeri. otot, terpasang infus pada tangan
4. Pengakajian nyeri kanan.
P : pasien mengatakan nyeri 5. Inspeksi dinamis pasien belum
bertambah jika bergerak mampu berjalan normal.
Q : nyeri seperti ditusuk-tusuk 6. Palpasi pemeriksaan dengan cara
R : paha kaki kanan menekan meraba dan memegang
S : skala 7 area tubuh pasien untuk mengetahui
T : hilang timbul adanya nyeri tekan area bekas incisi
5. pasien mengatakan kadang terbangun 7. Pasien mengalami mobilitas fisik

karena merasakan nyeri terganggu dengan keadaan lemah,

6. Pasien mengatakan aktivitas seperti nampak kesulitan membolak-balikan

makan, mandi toileting, bergerak posisi, ketidak mampuan memenuhi

dibantu oleh keluarganya kebutuhan ADLnya dan mengalami


fraktur.
7. Pasien mengatakan kebutuhan
8. Pasien nampak terbaring di tempat
personal hygine selalu dibantu oleh
tidur, pasien hanya bisa
istrinya dan semuanya dilakukan oleh
mengerakkan ekstremitas atas karena
istrinya.
extremitas bawah bagian dextra
mengalami fraktur.
9. Pasien nampak berbaring selama 24
jam, terlihat pucat, bengkak dan
nyeri, pasien bisa mengerakkan kaki
sebelah kanan dengan bantuan dari
perawat.
10. Tampak terdapat luka bekas jahitan
kurang lebih 12 cm dibagian paha
kaki kanan
11. Pemeriksaan fisik pada luka post
operasi antara lain :
a. Inspeksi
Kaki kanan terdapat luka post
operasi ,terlihat pucat, bengkak
dan nyeri.
tampak terdapat luka bekas
jahitan kurang lebih 12 cm
dibagian paha kaki kanan
b. Palpasi
Kulit kering, pecah-pecah, akral
dingin
nyeri dibagian luka

12. Kekuatan Otot


5 5
2 5

C. ANALISA DATA

No Data focus Etiologi Problem


1 Data Subjektif Agens Nyeri Akut
1. Pasien mengeluh nyeri pada pangkah pencedera
paha kanan, kelemahan otot tungkai
fisik
kanan.
2. Pasien mengatakan sulit tidur karena
nyeri
3. Pasien mengatakan takut apabila
bergerak takut merasakan nyeri.
4. Pengakajian nyeri
P : pasien mengatakan nyeri bertambah
jika bergerak
Q : nyeri seperti ditusuk-tusuk
R : paha kaki kanan
S : skala 7
T : hilang timbul

Data Objektif
1. Pasien tampak meringis menahan sakit.
2. Pasien tampak gelisah dan proktektif
3. tekanan darah 110/90 mmhg. Denyut
nadi 68 kali permenit, pernafasan 21 kali
permenit, temperatur 36,30c, tinggi
badan 159cm, dan berat badan 58kg.

2 Data Subjektif Nyeri, Gangguan


1. Pasien mengatakan aktivitas seperti gangguan Mobilitas Fisik
makan, mandi toileting, bergerak neuromuskula
dibantu oleh keluarganya r
2. Pasien mengeluh nyeri pada pangkah
paha kanan, kelemahan otot tungkai
kanan.
3. Pasien mengatakan tidak bisa
melakukan apapun dan selalu dibantu
oleh istrinya. Pasien mengatakan takut
apabila bergerak takut merasakan
nyeri.

Data Objektif
1. Pasien tampak meringis menahan sakit.
2. tekanan darah 110/90 mmhg. Denyut
nadi 68 kali permenit, pernafasan 21 kali
permenit, temperatur 36,30c
3. Inspeksi statis adanya bekas incisi, tidak
adanya inflamasi dan atrofi otot,
terpasang infus pada tangan kanan.
4. Inspeksi dinamis pasien belum mampu
berjalan normal.
5. Pasien mengalami mobilitas fisik
terganggu dengan keadaan lemah,
nampak kesulitan membolak-balikan
posisi, ketidak mampuan memenuhi
kebutuhan ADLnya dan mengalami
fraktur.
6. Pasien nampak terbaring di tempat tidur,
pasien hanya bisa mengerakkan
ekstremitas atas karena extremitas bawah
bagian dextra mengalami fraktur.
7. Pasien nampak berbaring selama 24 jam,
terlihat pucat, bengkak dan nyeri, pasien
bisa mengerakkan kaki sebelah kanan
dengan bantuan dari perawat.
8. Kekuatan Otot
5 5
2 5
3 Data Subjektif Kelemahan Defisit
1. Pasien mengeluh nyeri pada pangkah perawatan diri
paha kanan, kelemahan otot tungkai
kanan..
2. Pasien mengatakan aktivitas seperti
makan, mandi toileting, bergerak dibantu
oleh keluarganya
3. Pasien mengatakan kebutuhan personal
hygine selalu dibantu oleh istrinya dan
semuanya dilakukan oleh istrinya.

Data Objektif
1. Pasien mengalami mobilitas fisik
terganggu dengan keadaan lemah,
nampak kesulitan membolak-balikan
posisi, ketidak mampuan memenuhi
kebutuhan ADLnya dan mengalami
fraktur.
2. Pasien nampak terbaring di tempat tidur,
pasien hanya bisa mengerakkan
ekstremitas atas karena extremitas bawah
bagian dextra mengalami fraktur.
3. Pasien nampak berbaring selama 24 jam,
terlihat pucat, bengkak dan nyeri, pasien
bisa mengerakkan kaki sebelah kanan
dengan bantuan dari perawat.

D. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri Akut Berhubungan dengan Agens Pencedera Fisik ditandai dengan pasien
mengeluh nyeri post operasi fraktur femur
2. Gangguan Mobilitas Fisik Berhubungan dengan Nyeri dan Gangguan Neuromuskular
ditandai dengan pasien mengeluh nyeri pada saat bergerak, pasien sulit menggerakkan
kakinya dan pasien dibantu keluarga dalam mobilisasi
3. Defisit Perawatan Diri Berhubungan dengan Kelemahan ditandai dengan kekuatan
otot kaki kanan 2 dan kebutuhan personal hygine dibantu oleh istrinya dan tergantung
total.
E. INTERVENSI KEPERAWATAN

Diagnosa
No Tujuan Intervensi
Keperawatan
1. Nyeri akut Setelah dilakukan O :
berhubungan tindakan 1. Identifikasi
dengan agens keperawatan selama lokasi,karakteristik,durasi,frekuensi
pencedera 3 x 24 jam, ,kualitas,intensitas nyeri
fisik diharapkan mampu 2. Identifikais skala nyeri
mengontrol nyeri 3. Identifikasi respon nyeri non verbal
dengan kriteria 4. Identifikasi faktor yang
hasil: memperberat dan memperingan
a. Laporan nyeri nyeri
terkontrol T:
meningkat 1. Berikan teknik non farmakologis
kemampuan untuk mengurangi nyeri
mengenali 2. Kontrol lingkungan yang
penyebab nyeri memperberat nyeri
meningkat 3. Fasilitasi istirahat dan tidur
b. Dukungan orang 4. Pertimbangkan jenis dan sumber
terdekat nyeri dalam pemilihan strategi
meningkat meredakan nyeri
c. Keluhan nyeri 5. Jelaskan penyebab, periode, dan
menurun pemicu nyeri
d. Penggunaan 6. Jelaskan strategi meredakan nyeri
anlgesik menurun E :
1. Anjurkan memonitor nyeri secara
mandiri
2. Ajarkan teknik non farmakologi
untuk mengurangi rasa nyeri
3. Anjurkan meningkatkan asupan
nutrisi dan cairan terutama
meningkatkan konsumsi protein
yang tinggi seperti telur, ayam,
daging merah
C:
Kolaborasi pemberian analgesik
2 Gangguan Setelah dilakukan O :
mobilitas fisik tindakan 1. Identifikasi adanya nyeri atau
berhubungan keperawatan selama keluhan fisik lainnya
dengan nyeri 3 x 24 jam, 2. Identifikasi fisik melakukan
dan gangguan diharapkan pergerakan
neuromuskular kemampuan 3. Monitor kondisi umum selama
mobilisasi melakukan mobilasi
meningkat . dengan T :
kriteria hasil: 1. Fasilitasi aktivitas mobilisasi
a. pergerakan dengan alat bantu
ektermitas 2. Fasilitasi melakukan pergerakan
meningkat 3. Jelaskan tujuan dari prosedur
b. ROM meningkat mobilisasi
c. kekuatan otot E:
meningkat 1. Anjurkan melakukan mobilisasi
d. kecemahan dini
menurun 2. Ajarkan mobilisasi sederhana
e. kaku sendi yang harus dilakukan
menurun C:
f. gerakan terbatas 1. Kolaborasi dengan ahli fisioterapi
menurun untuk membantu memulihkan
g. kelemahan fisik pergerakan klien
menurun
3 Defisit Setelah dilakukan O :
Perawatan Diri tindakan a. monitor tingkat kemandirian
berhubungan keperawatan selama b. identifikasi kebutuhan alat
dengan 3x 24 jam, bantu kebersihan diri,
kelemahan diharapkan defisit berpakain, berhias, dan makan
perawatan diri
N:
menurun dengan
kriteria hasil: 1. sediakan lingkungan yg
kemampuan mandi terapeutik(mis.suasana
meningkat hangat,rileks,privasi)
a. kemampuan 2. siapkan keperluan
mengenakan pribadi(mis.parfum,sikat
pakaian gigi,dan sabun mandi)
meningkat c. dampingi dalam melakukan
b. kemampuan perawatan diri sampai mandiri
makan d. fasilitas kemandirian,bantu jika
meningkat tidak mampu melakukan
c. kemampuan ke perawatan diri
toilet meningkat e. jadwalkan rutinitas perwatan
d. verbalisasi diri
keinginan
E:
melakukan
perawatan diri 1. anjurkan melakukan perawatan
meningkat diri secara konsisten sesuai
e. mempertahanka kemampuan
n kebersihan 2. anjurkan keluarga untuk selalu
diri meningkat menemani pasien dalam
f. mempertahanka melakukan perawatan diri
n kebersihan
C:
mulut
meningkat Kolaborasi dengan tenkes lain dalam

g. minat memantau keadaan pasien

melakukan
perawatan diri
meningkat

F. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

No Hari,tgl, Implementasi Respon TTD


Dx jam
1 Rabu , mengidentifikasi S : pasien mengatakan nyri di
23 Juni lokasi,karakteristik,duras paha bekas operasinya, nyeri
2020 i,frekuensi,kualitas,intens seperti ditusuk-tusuk, skala Indah
Jam itas nyeri nyeri 7, nyeri bertambah
09.30 mengidentifikasi skala apabila bergerak, nyeri hilang
nyeri timbul
mengidentifikasi respon O : pasien tampak meringis
nyeri non verbal kesakitan dan menahan nyeri
mengidentifikasi faktor
yang memperberat dan
memperingan nyeri

2 10.10 memberikan teknik non S : pasien mengatakan akan


farmakologis untuk melakukan napas dalam
mengurangi nyeri : napas apabila merasakan nyeri
dalam O : pasien tampak bisa indah
mempraktikkan teknik napas
dalam
2 11.40 mengidentifikasi adanya S : pasien mengatakan sulit
nyeri atau keluhan fisik bergerak karena terasa nyeri
lainnya dan nyeri bertambah apabila
mengidentifikasi fisik bergerak Indah
melakukan pergerakan O : pasien tampak cemas
Tampak luka bekas operasi
Pasien tampak meringis
kesakitan pada saat bergerak
3 12.30 Memonitor tingkat S : pasien mengatakan tidak
kemandirian bisa melakukan apa-apa
hanya bisa tidur ditempat
tidur saja indah
O : pasien tampak hanya tidur
ditempat tidur saja
2 13.30 memfasilitasi aktivitas S : pasien mengatakan akan
mobilisasi dengan alat berusaha melakukan
bantu pergerakan dengan bantuan
memfasilitasi melakukan alat dan orang lain indah
pergerakan O : pasien dan keluarga
tampak kooperatif
3 13.40 Mengidentifikasi S :pasien mengatakan akan
kebutuhan alat bantu menjaga kebersihan diri dan
kebersihan diri, akan meminta bantuan
berpakain, berhias, dan kepada keluarganya untuk indah
makan menjaga kebersihan dirinya
O : pasien tampak kooperatif

1 14.00 mengkontrol lingkungan S : keluarga pasien


yang memperberat nyeri mengatakan akan menjaga
memfasilitasi istirahat lingkungan sekitar pasien
dan tidur agar tetap tenang indah
O : pasien dan keluarga
tampak kooperatif
1 Rabu, 24 mengidentifikasi S : pasien mengatakan nyeri
Juni lokasi,karakteristik,duras sudah mulai berkurang tapi
2020 i,frekuensi,kualitas,intens masih merasakan nyeri
Jam itas nyeri apabila dipaksa bergerak, indah
08.00 mengidentifikasi skala skala nyeri 5, pasien
nyeri mengatakan akan mengontrol
mengidentifikasi respon nyerinya
nyeri non verbal O : pasien tampak lebih rileks
mengidentifikasi faktor TD = 100/90 mmHg
yang memperberat dan N = 82 x/menit
memperingan nyeri S = 36,6 ºC
RR = 20 x/menit
2 09.00 mengajarkan teknik non S : pasien mengatakan akan
farmakologi untuk mempraktikkan napas dalam
mengurangi rasa nyeri : dan akan berusaha tidak
Distraksi fokus ke nyeri serta indah
mengalihkan rasa nyerinya
O : pasien tampak sudah bisa
mempraktikkan napas dalam
dan sudah paham dengan
materi yang dijelaskan
3 10.00 Mendampingi dalam S : pasien mengatakan akan
melakukan perawatan berusaha melakukan
diri sampai mandiri dan perawatan diri secara mandiri
memfasilitasi seperti gosok gigi, cuci muka indah
kemandirian,bantu jika O : pasien tampak bisa
tidak mampu melakukan menggosok gigi dna mencuci
perawatan diri muka secara mandiri

3 10.30 Menganjurkan S : pasien mengatakan akan


melakukan perawatan melakukan perawatan diri
diri secara konsisten secara mandiri secara
sesuai kemampuan konsisten dan bertahap indah
O : pasien tampak kooperatif

2 12.30 Berkolaborasi dengan S : pasien mengatakan akan


dokter dalam pemberian meminum obat yang sudah
analgesic dan antibiotik diberikan dan pasien
Berkolaborasi dengan mengatakan akan mengikuti indah
ahli fisioterapi untuk anjuran dari dokter
melakukan terapi O : pasien tampak kooperatif
pergerakan kepada
pasien
1 Kamis, mengidentifikasi S : pasien mengatakan nyeri
25 Juni lokasi,karakteristik,duras sudah lumayan berkurang,
2020 i,frekuensi,kualitas,intens skala nyeri 4 , tapi kadang
Jam itas nyeri masih terasa nyeri kalau
08.30 mengidentifikasi skala dipaksa bergerak
nyeri O : pasien tampak masih
mengidentifikasi respon cemas dan sudah bisa
nyeri non verbal mengontrol nyeri
mengidentifikasi faktor
yang memperberat dan
memperingan nyeri

1 Jam menganjurkan S : pasien mengatakan akan


09.00 meningkatkan asupan mengkonsumsi makan-
nutrisi dan cairan makanan yang mengandung indah
terutama meningkatkan protein tinggi
konsumsi protein yang O : pasien tampak kooperatif
tinggi seperti telur, ayam,
daging merah

1 Jam menganjurkan S : pasien mengatakan akan


09.30 memonitor nyeri secara mengontrol nyeri secara
mandiri berkala Indah
O : pasien tampak kooperatif
3 Jam Menganjurkan keluarga S : keluarga pasien
09.45 untuk selalu menemani mengatakan akan membantu
pasien dalam melakukan dan menemani pasien dalam indah
perawatan diri melakukan perawatan diri
O : keluarga pasien tampak
kooperatif
2 Jam mengajarkan mobilisasi S : pasien mengatakan akan
11.30 sederhana yang harus melakukan pergerakan
dilakukan seperti sederhana seperti yang sudah
menggerakkan jari2 kaki, diajarkan indah
ROM pada tangan, ROM O : pasien tampak sudah bisa
pada kaki mempraktikkan gerakan
ROM yang sudah di ajarkan

5 5
4 5
G. EVALUASI KEPERAWATAN

No Hari,tgl, Evaluasi TTD


Dx jam
1 Kamis , S :
23 Juni pasien mengatakan nyeri sudah lumayan berkurang,
2020 skala nyeri 4 , tapi kadang masih terasa nyeri kalau
Jam dipaksa bergerak indah
14.00 pasien mengatakan akan mengontrol nyerinya
pasien mengatakan akan mengkonsumsi makanan
yang mengandung protein tinggi seperti ikan kutuk,
telur, daging merah dll
O:
pasien tampak masih cemas dan sudah bisa
mengontrol nyeri
Pasien tampak kooperatif
A:
Masalah Teratasi Sebagian
P:
Pertahankan Intervensi
a. Identifikasi
lokasi,karakteristik,durasi,frekuensi,kualitas,i
ntensitas nyeri
b. Identifikais skala nyeri
c. Identifikasi respon nyeri non verbal
d. Identifikasi faktor tang memperberat dan
memperingan nyeri
e. Berikan teknik non vfarmakologis untuk
mengurangi nyeri
f. Kontrol lingkungan yang memperberat nyeri
g. Fasilitasi istirahat dan tidur
h. Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam
pemilihan strategi meredakan nyeri
i. Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri
j. Jelaskan strategi meredakan nyeri
k. Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri
l. Ajarkan teknik non farmakologi untuk
mengurangi rasa nyeri
m. Anjurkan pasien untuk mengkonsumsi
makanan yang emngandung protein tinggi

n. Kolaborasi pemberian analgesic


2 Kamis, S:
24 Juni pasien mengatakan akan melakukan pergerakan
2020 sederhana seperti yang sudah diajarkan
Jam Pasien mengatakan akan berusaha untuk melakukan
14.30 pergerakan karena sudah capek berada ditempat tidur
O:
pasien tampak sudah bisa mempraktikkan gerakan
ROM yang sudah di ajarkan
Pasien tampak sudah paham tentang materi
pemberian ROM dan ambulasi

5 5
4 5

A:
Masalah Teratasi Sebagian
P:
Pertahankan Intervensi
a. Identifikasi adanya nyeri atau keluhan fisik
lainnya
b. Identifikasi fisik melakukan pergerakan
c. Monitor kondisi umum selama melakukan
mobilasi
d. Fasilitasi aktivitas mobilisasi dengan alat
bantu
e. Fasilitasi melakukan pergerakan
f. Jelaskan tujuan dari prosedur mobilisasi
g. Anjurkan melakukan mobilisasi dini

h. Ajarkan mobilisasi sederhana yang harus


dilakukan
3 Kamis , S : pasien mengatakan akan menjaga kebersihan
25 Juni dirinya
2020 Pasien mengatakan akan melakukan perawatan diri
Jam secara konsisten dan bertahap
15.00 Pasien mengatakan sudah melakukan perawatan diri indah
sederhana seperti menggosok gigi dan mencuci muka
Keluarga pasien mengatakan akan menemani dan
membantu pasien dalam melakukan perawatan diri
O:
Pasien dan keluarga pasien tampak kooperatif
Pasien tampak sudah bisa menggosok gigi dan
mencuci muka dengan mandiri dan baik
Keluarga pasien tampak menyibingi pasien
A:
Masalah Teratasi sebagian
P:
Pertahankan Intervensi
a. monitor tingkat kemandirian
b. identifikasi kebutuhan alat bantu kebersihan
diri, berpakain, berhias, dan makan
c. sediakan lingkungan yg
terapeutik(mis.suasana hangat,rileks,privasi)
d. siapkan keperluan pribadi(mis.parfum,sikat
gigi,dan sabun mandi)
e. dampingi dalam melakukan perawatan diri
sampai mandiri
f. fasilitas kemandirian,bantu jika tidak mampu
melakukan perawatan diri
g. jadwalkan rutinitas perwatan diri
h. anjurkan melakukan perawatan diri secara
konsisten sesuai kemampuan
i. anjurkan keluarga untuk selalu menemani
pasien dalam melakukan perawatan diri
j. Kolaborasi dengan tenkes lain dalam
memantau keadaan pasien

Anda mungkin juga menyukai