Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) OBAT KODEIN

Waktu :20 menit


Hari/Tanggal :Jumat 8 Mei 2020
Pokok Bahasan : HE tentang obat kodein
Sasaran : Keluarga dan pasien
Tempat : Jln tun abdul Razak perum multi niaga blok N24

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan agar pasien dan keluarga mampu
memahami tentang obat kodein

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan keluarga dan pasien dapat menjelaskan kembali :
1. Menyebutkan pengertian obat kodein
2. Mengerti tujuan pemberian obat kodein
3. Menyebutkan jenis jenis obat kodein
4. Memahami indikasi dan kontraindikasi obat kodein
5. Mengetahui tentang dosis dan rute pemberian obat kodein
6. Mengetahui tentang efek samping obat kodein
7. Menjelaskan tentang interaksi obat kodein dengan obat lain yang masuk kedalam tubuh
8. Menjelaskan tentang hal hal yang harus diperhatikan bila menggunakan obst kodein
III. MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian obat kodein
2. Tujuan pemberian kodein
3. Jenis obat kodein
4. Indikasi dan kontraindikasi obat kodein
5. Dosis dan rute pemberian obat kodein
6. Efek samping obat kodein
7. Interaksi obat kodein dengan obat lain
8. Hal hal yang harus diperhatikan bila menggunakan obat kodein
IV. MEDIA
1. Materi SAP
2. Laptop

V. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab

VI. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN

Alokasi Waktu Tahap Kegiatan


3 menit Pembukaan : 1 -Memberi salam
1 2 -Memperkenalkan diri
3 -Menjelaskan TIK tentang materi yang
disampaikan

15 menit Penyajian a. Menjelaskan


1 -pengertian obat kodein
-Tujuan pemberian obat kodein
-Jenis obat kodein
-indikasi dan kontraindikasi obat
kodein
-dosis dan rute pemberian obat
kodein
-efek samping obat kodein
Dekan Fakultas Keguruan dan -interaksi obat kodein dan obat
Ilmu Pendidikan lain yang masuk ketubuh
-hal yang perlu diperhatikan bila
menggunakan obat kodein
Dr. Asdar, S.Pd,.M.Pd.
b. mengadakan tanya jawab tentang
materi yang di suluhkan

2 menit Penutup - Merangkum hasil dari materi yang


telah di bahas
- Mengadakan post test secara lisan
- Salam penutup

VI. EVALUASI
Prosedur : post test secara lisan

VIII. DAFTAR PUSTAKA


1. https://www.alodokter.com/codeine
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Kodeina
3. https://www.alomedika.com/obat/analgesik/analgesik-narkotik/codeine/indikasi-dan-dosis
4. https://www.honestdocs.id/codeine
5. https://www.alomedika.com/obat/analgesik/analgesik-narkotik/codeine/efek-samping-dan-
interaksi-obat
MATERI PENYULUHAN :
OBAT KODEIN
1. Pengertian Kodein

Kodeina atau kodein (bahasa Inggris: codeine, methylmorphine) ialah asam


opiat alkaloid yang dijumpai di dalam candu dalam konsentrasi antara 0,7% dan 2,5%.
Kebanyakan Kodein digunakan sebagai peredam sakit ringan. Kodein selalu dibuat dalam
bentuk pil atau cairan dan bisa diambil baik secara sendirian atau gabungan
dengan kafeina, aspirin, asetaminofen, atau ibuprofen. Kodein sangat berperan untuk
meredakan batuk.Seperti semua jenis opioid, penggunaan kodeina yang berkelanjutan
mengakibatkan ketergantungan secara fisik dan psikologi..Kodein merupakan obat yang
paling banyak digunakan dalam perawatan kesehatan.
2. Tujuan pemberian obat kodein
obat digunakan untuk meredakan batuk. Obat ini bekerja pada sistem saraf pusat
untuk mengurangi nyeri dan rasa sakit yang dialami pasien.
3. Jenis jenis obat kodein
Codein tersedia dalam bentuk tablet 10, 15, dan 20 mg, atau dalam bentuk
kapsul dan sirop.
4. Indikasi dan kontraindikasi obat kodein
Indikasi penggunaan codeine atau kodein antara lain untuk meredakan nyeri ringan
hingga sedang pada pasien dewasa dan batuk kering disertai nyeri pada dewasa
pada dosis terapeutik minimal yang aman. Namun, perlu diketahui bahwa berbagai
indikasi codeine tersebut masih perlu dikritisi lebih lanjut sehubungan dengan
kurangnya bukti yang kuat terkait manfaat dan risiko penggunaan codeine sebagai
pereda nyeri dan batuk kering
Kontraindikasi codeine mencakup penggunaan pada anak-anak, pasca operasi
tonsilektomi dan adenoidektomi, riwayat depresi napas, asma bronkial berat, dan
hipersensitivitas terhadap codeine; sedangkan label peringatan obat ini menegaskan
risiko penggunaan codeine terhadap pasien lansia, berat badan kurang, difabel,
memiliki masalah hipotensi berat, atau peningkatan tekanan intrakranial dan
penurunan kesadaran.
5. Dosis dan rute pemberian obat kodein

Dosis penggunaan codeine akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien secara
umum dan usia pasien, oleh sebab itu gunakanlah obat ini persis seperti anjuran
dari dokter.

Dosis Codeine Sebagai Analgetik untuk Nyeri

Dewasa: 30-60mg setiap empat jam sampai dosis maksimum 240 mg setiap hari.

Lansia: Dosis harus dikurangi pada orang tua dimana ada penurunan fungsi hati atau
ginjal.
Anak-anak diatas  12 tahun: 30 sampai 60 mg setiap 6 jam bila diperlukan sampai
dosis maksimal 240mg setiap hari. Dosis berdasarkan berat badan (0,5-1mg / kg).

Dosis Codeine untuk Diare

Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 15-60mg tiga sampai empat kali sehari.

Lansia: Dosis harus dikurangi pada orang tua dimana ada penurunan fungsi hati atau
ginjal.

Anak di bawah 12 tahun: Tidak dianjurkan.

Dosis Codeine sebagai Obat Batuk

 Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 15-30mg tiga sampai empat kali sehari.
 Lansia: Dosis harus dikurangi pada orang tua dimana ada penurunan fungsi
hati atau ginjal.
 Anak-anak berusia 12 tahun sampai 18 tahun: Codeine tidak disarankan
untuk digunakan pada anak-anak, mengingat bahwa depresi fungsi pernafasan yang
terganggu ketika mengalami batuk

Rute pemberian obat melalui enternal (oral) dan parental

6. Efek samping obat kodein

Efek samping codeine adalah:

 Pusing
 Mengantuk
 Mual atau muntah
 Sakit perut
 Sembelit
 Gatal atau ruam ringan

7. Interaksi obat kodein dengan obat lain yang masuk kedalam tubuh

Penggunaan obat yang melibatkan metabolisme melalui jalur CYP2D6 merupakan


bentuk interaksi obat yang penting untuk diketahui bagi dokter yang akan meresepkan
codeine. Amiodarone, simetidin, dan metoclopramide adalah obat yang dapat
berkompetisi dengan codeine karena turut melibatkan CYP2D6 dalam jalur
metabolismenya. Dampak yang mungkin muncul adalah penurunan konversi codeine
menjadi morfin yang secara langsung memperlambat onset dan efek farmakologis
codeine. Sebaliknya, rifampisin dan deksametason dapat meningkatkan konversi
codeine menjadi morfin serta menurunkan tingkat eliminasi codeine[3]. Obat lain yang
juga merupakan substrat CYP2D6 yang perlu diwaspadai interaksinya dengan codeine
adalah imipramin, risperidon, dan flecainide. Penggunaan bersama obat-obat tersebut
sebaiknya dihindari, atau setidaknya diberi jeda waktu yang aman yang tidak
mengganggu efektivitas obat terhadap penyakit terkait.

8. Hal-hal yang harus diperhatikan bila menggunakan obat kodein


dalam mengkonsumsi obat ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti :

 Minum obat ini dengan makanan atau susu jika mengganggu pencernaan


Anda.
 Minum 6 hingga 8 gelas penuh air setiap hari untuk membantu
mencegah konstipasi saat Anda meminum obat ini. Jangan gunakan
pelunak kotoran (laksatif) tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan
dokter Anda.
 Jangan berhenti menggunakan kodein secara tiba-tiba setelah
penggunaan jangka panjang, Anda bisa mengalami gejala sakaw yang
tidak menyenangkan. Tanyakan kepada dokter Anda cara berhenti
menggunakan obat ini dengan aman.
 Simpan pada suhu kamar jauh dari kelembaban dan panas.
 Jangan menyimpan obat opioid yang tersisa. Hanya satu dosis dapat
menyebabkan kematian pada seseorang yang menggunakan obat ini
secara tidak sengaja atau tidak tepat.