Anda di halaman 1dari 64

PEDOMAN MATA PELAJARAN PJOK SMP/M.

Ts
KURIKULUM 2013

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Badan Penelitian dan Pengembangan
Pusat Kurikulum dan Perbukuan
2016
KATA PENGANTAR

Buku Pedoman Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan ( PJOK )
Kurikulum 2013 ini disusun sebagai salah satu sarana sosialisasi Kurikulum 2013. Buku ini
menyajikan informasi esensial mengenai pengembangan dan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang
harus dilakukan oleh satuan pendidikan ( SMP/M.Ts ), sebagai implementasi Permendikbud RI
Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah,
Permendikbud RI Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah,
Permendikbud RI Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah,
Permendikbud RI Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan, dan Permendikbud
RI Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Pendidikan
Dasar dan Pendidikan Menengah.

Buku Pedoman Pembelajaran Mata Pelajaran ( PJOK ) Kurikulum 2013 ini menyajikan informasi
yang bersumber dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
Peraturan Pemerintah RI Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Permendikbud RI Nomor 20 Tahun
2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah, Permendikbud RI
Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah, Permendikbud RI
Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, Permendikbud RI
Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan, dan Permendikbud RI Nomor 24 Tahun
2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah, Panduan Pengembangan Kurikulum 2013 dan Model-model silabus yang
diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, serta peraturan-peraturan lainnya yang relevan.

Semoga Buku Pedoman Pembelajaran Mata Pelajaran ( PJOK ) Kurikulum 2013 ini dapat memberi
informasi yang cukup bagi pengembangan dan pelaksanaan Kurikulum 2013, sehingga proses
pembelajaran di sekolah dapat berjalan dengan baik.

Jakarta, Desember 2016

Tim Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………......................... i


DAFTAR ISI ………………….................................................................................... ii

Materi Pedoman Mata Pelajaran PJOK ........................................................................ 1


A. Pendahuluan ......................................................................................................... 1
B. Rasional .................................................................................................................. 1
C. Tujuan ..................................................................................................................... 2
D. Hasil Yang Diharapkan .......................................................................................... 2

Analisis SKL, KI-KD, dan Silabus Mata Pelajaran PJOK ........................................... 3


A. Tujuan ..................................................................................................................... 3
B. Uraian Materi .......................................................................................................... 3

Pedoman Mata Pelajaran PJOK Kurikulum 2013 ........................................................ 12


A. Pendahuluan ......................................................................................................... 12
B. Karakteristik Mata Pelajaran PJOK ........................................................................ 14
C. Desain Pembelajaran PJOK .................................................................................... 16
D. Penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan dalam PJOK .............................. 30
E. Guru Mata Pelajaran PJOK dalam Pembelajaran Abad 21 .................................... 46

DAFTAR ISTILAH ..................................................................................................... 48


LAMPIRAN SILABUS PJOK SMP/M.Ts .................................................................. 51
MATERI PEDOMAN
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN
KESEHATAN ( PJOK )

A. Pendahuluan
Pertama, kami ucapkan selamat bertemu pada Materi Pelatihan Guru Pendidikan Jasmani
Olahraga dan Kesehatan ( PJOK ) Kurikulum 2013. Materi ini terdiri atas empat bagian yang
disusun sesuai dengan kebutuhan guru dalam melaksanakan Kurikulum 2013 berdasarkan konsep
dan pelaksanaannya. Masing-masing materi terdiri atas tujuan, uraian singkat materi, lembar kerja
pelatihan, dan penilaian.
Materi tersebut adalah sebagai berikut.
1. Materi 1: Analisis Kompetensi, Materi, Pembelajaran, dan Penilaian.
2. Materi 2: Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ).
3. Materi 3: Praktik Pembelajaran dan Penilaian.
4. Materi 4: Praktik Pengolahan dan Pelaporan Penilaian Hasil Belajar.

B. Rasional
Kurikulum 2013 mengalami beberapa perkembangan dan perbaikan sejak digulirkannya pada
tahun 2013. Perbaikan kurikulum tersebut berlandaskan pada kebijakan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan
Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Pelaksanaan perbaikannya juga atas dasar masukan dari
berbagai lapisan publik (masyarakat sipil, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dunia persekolahan)
terhadap ide, dokumen, dan implementasi kurikulum yang diperoleh melalui monitoring dan
evaluasi dari berbagai media. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi serta masukan publik
tersebut, terdapat beberapa masukan umum, antara lain adanya pemahaman yang kurang tepat
oleh masyarakat yang diakibatkan oleh format penyajian dan nomenklatur dalam Kurikulum
2013: (1) Kompetensi Dasar (KD) pada Kompetensi Inti 1 (KI-1) dan KD pada KI-2 yang
dianggap kurang logis dikaitkan dengan karakteristik mata pelajaran; (2) terindikasi adanya
inkonsistensi antara KD dalam silabus dan buku teks (baik lingkup materi maupun urutannya); (3)
belum ada pernyataan eksplisit dalam dokumen kurikulum tentang perlunya peserta didik lebih
melek teknologi; (4) format penilaian dianggap terlalu rumit dan perlu penyederhanaan; (5)
penegasan kembali pengertian pembelajar-an saintifik yang bukan satu-satunya pendekatan dalam
proses pembelajaran di kelas; dan (6) penyelarasan dan perbaikan teknis buku teks pelajaran agar
mudah dipelajari oleh peserta didik.
Secara umum, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan agar selaras antara ide, desain, dokumen, dan
pelaksanaannya. Secara khusus, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan menyelaraskan KI-KD,
silabus, pedoman mata pelajaran, pembelajaran, penilaian, dan buku teks.
Perbaikan tersebut dilaksanakan berdasarkan prinsip perbaikan kurikulum sebagai berikut.
1. Keselarasan
Dokumen KI-KD, Silabus, Pedoman Mata Pelajaran, Buku Teks Pelajaran, Pembelajaran, dan
Penilaian Hasil Belajar harus selaras dari aspek kompetensi dan lingkup materi.
2. Mudah Dipelajari
Lingkup kompetensi dan materi yang dirumuskan dalam KD mudah dipelajari oleh peserta
didik sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis dan aspek pedagogis.
3. Mudah Diajarkan
Lingkup kompetensi dan materi yang dirumuskan pada KD mudah diajarkan oleh guru sesuai
dengan gaya belajar peserta didik, karakteristik mata pelajaran, karakteristik kompetensi, dan
sumber belajar yang ada di lingkungan.
4. Terukur
Kompetensi dan materi yang diajarkan terukur melalui indikator yang mudah dirumuskan dan
layak dilaksanakan.
5. Bermakna untuk Dipelajari
Kompetensi dan materi yang diajarkan mempunyai kebermaknaan bagi peserta didik sebagai
bekal kehidupan.

Memperhatikan perkembangan perbaikan Kurikulum 2013 di atas, maka diperlukan beberapa


contoh praktis yang dibutuhkan guru untuk dapat mengimplementasikan Kurikulum 2013 dengan
tepat yang berkaitan dengan pembelajaran dan penilaian, serta unsur penunjang lainnya.
Untuk membantu guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013, Direktorat PSMP
menyusun Materi Pelatihan Guru yang berisi petunjuk atau contoh praktis untuk setiap mata
pelajaran serta uraian tugas yang harus dikerjakan oleh peserta pelatihan. Materi tersebut disusun
dalam 4 (empat) bagian yang saling terkait dengan harapan dapat membantu guru dalam
mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penilaian sesuai dengan tuntutan
Kurikulum 2013 dan melaksanakannya.

C. Tujuan
Materi pelatihan ini bertujuan untuk:
1. mengembangkan kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru dalam
pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan ( PJOK ) berdasarkan tuntutan
Kurikulum 2013;
2. mengembangkan keterampilan guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran sesuai
dengan Kurikulum 2013; dan
3. meningkatkan keterampilan praktik pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
Kesehatan (PJOK).

D. Hasil yang Diharapkan


Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah:
1. meningkatnya kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan ( PJOK ) berdasarkan tuntutan Kurikulum 2013;
2. meningkatnya keterampilan guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran sesuai dengan
Kurikulum 2013; dan
3. meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan ( PJOK ).

3
ANALISIS SKL, KI-KD, DAN SILABUS
MATA PELAJARAN PJOK

A. Tujuan
Setelah mengikuti sesi ini, peserta pelatihan dapat:
1. menjelaskan butir-butir SKL (sikap, pengetahuan, keterampilan) jenjang SMP/M.Ts;
2. menjelaskan isi KI jenjang SMP/M.TS;
3. menjelaskan isi KD jenjang SMA/MA/SMK/ MAK;
4. menjelaskan hubungan antara KD, KI, dan SKL jenjang SMP/M.Ts;
5. menjelaskan komponen dan isi silabus mata pelajaran dan kaitannya dengan SKL jenjang
SMP/M.Ts; dan
6. menjelaskan karakteristik mata pelajaran dan kaitannya dengan SKL jenjang SMP/M.Ts.

B. Uraian Materi
1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Jenjang SMP/M.Ts
Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar Kompetensi Lulusan digunakan
sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan,
standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan,
dan standar pembiayaan. Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan
peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan
pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) jenjang SMP/M.Ts adalah sebagai berikut.

Dimensi Kualifikasi Kemampuan


Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman,
berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam


ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian yang tampak mata.

Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif
dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari
disekolah dan sumber lain sejenis.
2. Kompetensi Inti (KI)
Jenjang SMP/M.Ts

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI


KELAS VII KELAS VIII KELAS IX
1. Menghargai dan 1. Menghargai dan 1. Menghargai dan
menghayati ajaran menghayati ajaran menghayati ajaran agama
agama yang dianutnya. agama yang dianutnya. yang dianutnya.
2. Menghargai dan 2. Menghargai dan 2. Menghargai dan
menghayati perilaku menghayati perilaku menghayati perilaku
jujur, disiplin, tanggung jujur, disiplin, jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (toleransi, tanggung jawab, jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam gotong royong), percaya diri, dalam
berinteraksi secara santun, percaya diri, berinteraksi secara
efektif dengan dalam berinteraksi efektif dengan
lingkungan sosial dan secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya. pergaulan dan keberadaannya.
keberadaannya.
3. Memahami penge- 3. Memahami dan 3. Memahami dan
tahuan (faktual, menerapkan menerapkan pengetahuan
konseptual, dan pengetahuan (faktual, (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan konsep-tual, dan prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya prosedural) rasa ingin tahunya
tentang ilmu berdasarkan rasa ingin tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya terkait pengetahuan, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian teknologi, seni, fenomena dan kejadian
tampak mata. budaya terkait tampak mata.
fenomena dan
kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan 4. Mengolah, menyaji, 4. Mengolah, menyaji, dan
menyaji dalam ranah dan menalar dalam menalar dalam ranah
konkret (menggunakan, ranah konkret konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan mengurai, merangkai, memodifikasi, dan
membuat) dan ranah memodifikasi, dan membuat) dan ranah
abstrak (menulis, membuat) dan ranah abstrak (menulis,
membaca, menghitung, abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan membaca, menggambar, dan
mengarang) sesuai menghitung, mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di menggambar, dan dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain mengarang) sesuai sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut dengan yang dipelajari yang sama dalam sudut
pandang/teori. di sekolah dan sumber pandang/teori.
lain yang sama dalam
sudut pandang/ teori.
Kompetensi inti sikap spiritual (KI-1) dan kompetensi inti sikap sosial (KI-2) dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu: keteladanan, pembiasaan, dan budaya
sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta
didik. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

3. Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran PJOK


Jenjang SMP/M.Ts
KELAS VII

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.1 Memahami gerak spesifik dalam 4.1 Mempraktikkan gerak spesifik dalam
berbagai permainan bola besar berbagai permainan bola besar
sederhana dan atau tradisional*) sederhana dan atau tradisional*)
3.2 Memahami gerak spesifik dalam 4.2 Mempraktikkan gerak spesifik dalam
berbagai permainan bola kecil berbagai permainan bola kecil
sederhana dan atau tradisional*) sederhana dan atau tradisional*)
3.3 Memahami gerak spesifik jalan, lari, 4.3 Mempraktikkan gerak spesifik jalan,
lompat, dan lempar dalam berbagai lari, lompat, dan lempar dalam
permainan sederhana dan atau berbagai permainan sederhana dan
tradisional*) atau tradisional*)
3.4 Memahami gerak spesifik seni 4.4 Mempraktikkan gerak spesifik seni
beladiri**) beladiri**)
3.5 Memahami latihan peningkatan 4.5 Mempraktikkan latihan peningkatan
derajat kebugaran jasmani yang terkait derajat kebugaran jasmani yang terkait
dengan kesehatan dan pengukuran dengan kesehatan dan pengukuran
hasilnya. hasilnya.
3.6 Memahami berbagai keterampilan 4.6 Mempraktikkan berbagai
dasar dalam aktivitas spesifik senam keterampilan dasar spesifik senam
lantai. lantai.
3.7 Memahami variasi dan kombinasi 4.7 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
gerak berbentuk rangkaian langkah gerak berbentuk rangkaian langkah
dan ayunan lengan mengikuti irama dan ayunan lengan mengikuti irama
(ketukan) tanpa/dengan musik sebagai (ketukan) tanpa/dengan musik sebagai
pembentuk gerak pemanasan dalam pembentuk gerak pemanasan dalam
aktivitas gerak berirama. aktivitas gerak berirama.
3.8 Memahami gerak spesifik salah satu 4.8 Mempraktikkan gerak spesifik salah
gaya renang dengan koordinasi yang satu gaya renang dengan koordinasi
baik***) yang baik***)
3.9 Memahami perkembangan tubuh 4.9 Memaparkan perkembangan tubuh
remaja yang meliputi perubahan fisik remaja yang meliputi perubahan fisik
sekunder dan mental. sekunder dan mental.
3.10 Memahami pola makan sehat, ber- 4.10 Memaparkan pola makan sehat, ber-
gizi dan seimbang serta pengaruhnya gizi dan seimbang serta pengaruhnya
terhadap kesehatan. terhadap kesehatan.

KELAS VIII
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.1 Memahami variasi gerak spesifik 4.1 Mempraktikkan variasi gerak spesifik
dalam berbagai permainan bola besar dalam berbagai permainan bola besar
sederhana dan atau tradisional*) sederhana dan atau tradisional*)
3.2 Memahami variasi gerak spesifik 4.2 Mempraktikkan variasi gerak spesifik
dalam berbagai permainan bola kecil dalam berbagai permainan bola kecil
sederhana dan atau tradisional*) sederhana dan atau tradisional*)
3.3 Memahami variasi gerak spesifik 4.3 Mempraktikkan variasi gerak spesifik
jalan, lari, lompat, dan lempar dalam jalan, lari, lompat, dan lempar dalam
berbagai permainan sederhana dan berbagai permainan sederhana dan
atau tradisional*) atau tradisional*)
3.4 Memahami konsep variasi gerak 4.4 Mempraktikkan variasi gerak spesifik
spesifik seni beladiri**) seni beladiri*)
13 3.5 Memahami latihan peningkatan 4.5 Mempraktikkan latihan peningkatan
derajat kebugaran jasmani yang terkait derajat kebugaran jasmani yang terkait
dengan keterampilan (kecepatan, dengan keterampilan (kecepatan,
kelincahan, keseimbangan, dan kelincahan, keseimbangan, dan
koordinasi) serta pengukuran hasilnya. koordinasi) serta pengukuran hasilnya.
3.6 Memahami kombinasi keterampilan 4.6 Mempraktikkan kombinasi
berbentuk rangkaian gerak sederhana keterampilan berbentuk rangkaian
dalam aktivitas spesifik senam lantai. gerak sederhana dalam aktivitas
spesifik senam lantai.
3.7 Memahami variasi dan kombinasi 4.7 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
gerak berbentuk rangkaian langkah gerak berbentuk rangkaian langkah
dan ayunan lengan mengikuti irama dan ayunan lengan mengikuti irama
(ketukan) tanpa/dengan musik sebagai (ketukan) tanpa/dengan musik sebagai
pembentuk gerak pemanasan dan inti pembentuk gerak pemanasan dan inti
latihan dalam aktivitas gerak latihan dalam aktivitas gerak
berirama. berirama.
3.8 Memahami gerak spesifik salah satu 4.8 Mempraktikkan gerak spesifik salah
gaya renang dalam permainan air satu gaya renang dalam permainan air
dengan atau tanpa alat. dengan atau tanpa alat.
3.9 Memahami perlunya pencegahan 4.9 Memaparkan perlunya pen-cegahan
terhadap “bahaya pergaulan terhadap “bahaya pergaulan bebas***)
bebas***)
3.10 Memahami cara menjaga keselamatan 4.10 Memaparkan cara menjaga
diri dan orang lain di jalan raya. keselamatan diri dan orang lain di
jalan raya.

KELAS IX
19

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.1 Memahami variasi dan kombinasi 4.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
gerak spesifik dalam berbagai gerak spesifik dalam berbagai
permainan bola besar sederhana dan permainan bola besar sederhana dan
atau tradisional*) atau tradisional*)
3.2 Memahami kombinasi gerak spesifik 4.2 Mempraktikkan kombinasi gerak
dalam berbagai permainan bola kecil spesifik dalam berbagai permainan
sederhana dan atau tradisional*) bola kecil sederhana dan atau
tradisional*)
3.3 Memahami kombinasi gerak spesifik 4.3 Mempraktikkan kombinasi gerak
jalan, lari, lompat, dan lempar dalam spesifik jalan, lari, lompat, dan lempar
berbagai permainan sederhana dan dalam berbagai permainan sederhana
atau tradisional*) dan atau tradisional*)
3.4 Memahami variasi dan kombinasi 4.4 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
gerak spesifik seni beladiri**) gerak spesifik seni beladiri**)
3.5 Memahami penyusunan program 4.5 Mempraktikkan penyusunan program
pengembangan komponen kebugaran pengembangan komponen kebugaran
jasmani terkait dengan kesehatan dan jasmani terkait dengan kesehatan dan
keterampilan secara sederhana. keterampilan secara sederhana.
3.6 Memahami kombinasi keterampilan 4.6 Mempraktikkan kombinasi
berbentuk rangkaian gerak sederhana keterampilan berbentuk rangkaian
secara konsisten, tepat, dan terkontrol gerak sederhana secara konsisten,
dalam aktivitas spesifik senam lantai tepat, dan terkontrol dalam aktivitas
spesifik senam lantai.
3.7 Memahami variasi dan kombinasi 4.7 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
gerak berbentuk rangkaian langkah gerak berbentuk rangkaian langkah
dan ayunan lengan mengikuti irama dan ayunan lengan mengikuti irama
(ketukan) tanpa/dengan musik sebagai (ketukan) tanpa/dengan musik sebagai
pembentuk gerak pemanasan, inti pembentuk gerak pemanasan, inti
latihan, dan pendinginan dalam latihan, dan pendinginan dalam
aktivitas gerak berirama. aktivitas gerak berirama.
3.8 Memahami gerak spesifik salah satu 4.8 Mempraktikkan gerak spesifik salah
gaya renang dalam bentuk satu gaya renang dalam bentuk
perlombaan. perlombaan.
3.9 Memahami tindakan P3K pada 4.9 Memaparkan tindakan P3K pada
kejadian darurat, baik pada diri sendiri kejadian darurat, baik pada diri sendiri
maupun orang lain. maupun orang lain.
3.10 Memahami peran aktivitas fisik ter- 4.10 Memaparkan peran aktivitas fisik
hadap pencegahan penyakit. terhadap pencegahan penyakit.

4. Kompetensi Dasar Pengetahuan dan Keterampilan di dalam Kurikulum PJOK dijabarkan


dari ruang:

Jenjang SMP/M.Ts

a. Kompetensi Dasar Ruang Lingkup Permainan Bola Besar dan Bola Kecil diberi tanda Bintang
Satu (*) ini berarti sekolah dapat memilih Jenis Permainan Bola Besar (Permainan sepak
bola, bola voli, bola basket, dll) atau Bola Kecil (kasti, rounders, bulutangkis, tenis meja,
softball, dll) sesuai dengan ketersediaan sarana dan prasananya.
b. Kompetensi Dasar dari Ruang Lingkup Bela Diri diberi tanda Bintang Dua (**) ini berarti
sekolah dapat memilih jenis Beladiri (pencak silat, karate, taekwondo, dll) sesuai dengan
kempetensi tenaga pendidiknya.
c. Kompetensi Dasar dari Ruang Lingkup Aktivitas Air diberi tanda Bintang Tiga (***) ini
berarti sekolah dapat melaksanakan atau tidak sesuai ketersediaan sarana dan prasananya.

5. Waktu pembelajaran PJOK yaitu tiga JP / (@ 40 menit) per minggu. Tiga JP / Minggu
tersebut dapat diatur sebagai berikut:
Jenjang SMP/M.Ts

a. Melakukan kegiatan belajar mengajar dalam 1 kali pertemuan, setiap pertemuan alokasi
waktunya adalah 135 menit.
b. Melakukan kegiatan belajar mengajar dalam 2 kali pertemuan dalam satu minggu, pertemuan
pertama 2 jam pelajaran dan pertemuan kedua 1 jam pelajaran atau sebaliknya, misalnya:
pada hari Selasa 2 jam pelajaran dan Kamis 1 jam pelajaran, atau sebaliknya (1 jam
pembelajaran tidak harus digunakan sebagai jam pembelajaran untuk teori).
c. Melakukan kegiatan belajar mengajar dalam 2 kali pertemuan dalam satu hari, pertemuan
pertama 2 jam pelajaran dan pertemuan kedua 1 jam pelajaran atau sebaliknya, misalnya:
pada hari Selasa, 2 jam pelajaran pertama dan kedua, kemudian dilanjutkan dengan 1 jam
pelajaran pada jam ketujuh (1 jam pembelajaran tidak harus digunakan sebagai jam
pembelajaran untuk teori).

6. Silabus Mata Pelajaran PJOK


Silabus mata pelajaran merupakan pedoman dalam menyusun rencana kegiatan pembelajaran
pada setiap mata pelajaran yang mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan
pembelajaran. Hubungan logis antar berbagai komponen dalam silabus dari setiap mata pelajaran
merupakan langkah yang harus dipersiapkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Silabus
mata pelajaran juga dapat dijadikan pedoman dalam menyusun buku peserta didik yang memuat
materi pelajaran, aktivitas peserta didik, dan evaluasi.
Kompetensi dasar merupakan kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah
kegiatan pembelajaran baik kompetensi pengetahuan maupun keterampilan. Materi pembelajaran
yang diturunkan dari kompetensi dasar berisi materi-materi pokok pada setiap mata pelajaran.
Kegiatan pembelajaran merupakan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembelajaran,
dapat dilakukan melalui pendekatan saintifik, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran
berbasis proyek, pembelajaran penemuan, atau pembelajaran penyelidikan, termasuk
pembelajaran kooperatif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kompetensi yang akan
dicapai dalam pembelajaran tersebut.
Silabus disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah
dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya
lebih efisien, tidak terlalu banyak halamanan namun lingkup dan substansinya tidak berkurang,
serta tetap mempertimbangkan urutan materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini
dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; kemudahan
bagi guru dalam mengajar; kemudahan bagi peserta didik dalam belajar; keterukuran pencapaian
kompetensi; kebermaknaan; dan kebermanfaatan untuk dipelajari sebagai bekal untuk kehidupan
dan kelanjutan pendidikan peserta didik.
Komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan
pembelajaran. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan
belajar berbasis aktivitas. Kegiatan-kegiatan pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan
inspirasi bagi guru dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan
karakteristik peserta didik dan mata pelajaran.
Kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap sosial dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching) pada pembelajaran kompetensi pengetahuan dan kompetensi
keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik. Penumbuhan dan
pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan
dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih
lanjut. Silabus disusun untuk satu tahun pelajaran.

7. Keterkaitan antara SKL, KI-KD, dan Silabus


Standar kompetensi lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kompetensi inti merupakan tingkat
kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang
peserta didik pada setiap tingkat kelas. Kompetensi inti mencakup: sikap spiritual, sikap
sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Kompetensi ini merupakan landasan pengembangan
kompetensi dasar. Dalam setiap rumusan kompetensi dasar terdapat unsur kemampuan berpikir
atau bertindak dan materi. Kompetensi dasar diuraikan ke dalam beberapa indikator pencapaian
kompetensi (IPK). Selanjutnya berdasarkan IPK ditentukan butir-butir materi, kegiatan
pembelajaran, dan teknik penilaian yang sesuai. Diagram berikut menunjukkan keterkaitan
antara SKL, KI, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan teknik penilaian.
KETERKAITAN SKL, KI, KD, PEMBELAJARAN, DAN PENILAIAN

KI-1-KD- IPK
1*) *)
KI-2-KD-
IPK Kegiatan S
S 2*) Penilaia
*) Pembela- n K
K KI-3-KD-
Mat
jaran Sikap*)
3 IPK
eri Pengeta L
L Pem huan
-
KI-4-KD- Keteram-
4
IPK bela pilan
-
jara
n

*) Untuk mata pelajaran:


Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti dan Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan.

Di atas disebutkan bahwa KD dijabarkan ke dalam beberapa IPK. Jumlah IPK KD satu dan
lainnya berbeda-beda tergantung pada tuntutan (isi) KD. Indikator pencapaian kompetensi
dirumuskan dengan memperhatikan beberapa ketentuan berikut ini.
a. Indikator pencapaian kompetensi meliputi indikator pencapaian domain pengetahuan dan
keterampilan. Untuk Mata Pelajaran PPKn dan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti IPK juga
mencakup domain sikap.
b. Rumusan IPK sekurang-kurangnya memuat kata kerja operasional (dapat diamati dan diukur)
dan materi pembelajaran. Tabel berikut memuat contoh-contoh kata kerja operasional untuk
kemampuan berfikir tingkat rendah hingga tinggi dari Anderson, dkk. (2001).

Kemampuan
Contoh Kata Kerja
Berfikir
mengenali, menyebutkan, menunjukkan, memilih, mengidentifikasi,
mengungkapkan kembali, menuliskan kembali, menyebutkan
kembali.
Memahami menafsirkan, memparafrasekan, mengungkapkan dengan kata-kata
sendiri, mencontohkan, memberi contoh, mengklasifikasikan,
mengelompok-kelompokan, mengidentifikasi berdasarkan kategori
tertentu, merangkum, meringkas, membuat ikhtisar,
menyimpulkan, mengambil kesimpulan, membandingkan,
membedakan, menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan,
menuliskan.
Menerapkan menghitung, melakukan gerakan, menggerakkan, memperagakan
pengetahuan sesuai prosedur/teknik, mengimplementasikan, menerapkan,
(aplikasi) menggunakan, memodifikasi, mentransfer.
Menganalisis membedakan, menganalisis perbedaan, mengorganisasikan,
membuat diagram, menunjukkan bukti, menghubungkan,
menganalisis kesalahan, menganalisis kelebihan, menunjukkan
sudut pandang.
Mengevaluasi memeriksa, menunjukkan kelebihan, menunjukkan kekurangan,
membandingkan, menilai, mengkritik.
Mencipta merumuskan, merencanakan, merancang, mendisain, memproduksi,
membuat, menulis ulasan.
Menerapkan menghitung, melakukan gerakan, menggerakkan, memperagakan
pengetahuan sesuai prosedur/teknik, mengimplementasikan, menerapkan,
(aplikasi) menggunakan, memodifikasi, mentransfer.
Menganalisis membedakan, menganalisis perbedaan, mengorganisasikan,
membuat diagram, menunjukkan bukti, menghubungkan,
menganalisis kesalahan, menganalisis kelebihan, menunjukkan
sudut pandang.
Mengevaluasi memeriksa, menunjukkan kelebihan, menunjukkan kekurangan,
membandingkan, menilai, mengkritik.
Mencipta merumuskan, merencanakan, merancang, mendisain, memproduksi,
membuat, menulis ulasan.

15

PEDOMAN MATA PELAJARAN PJOK SMP/M.Ts


KURIKULUM 2013

A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan
masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan
budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan
dimasa yang akan datang. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu
menjadi kepedulian kurikulum. Hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan
pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian,tugas
mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk
mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013 mengem-
bangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk
menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan. Pada
waktu yang bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya
bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.
Selama ini telah terjadi kecenderungan dalam memberikan makna mutu pendidikan yang hanya
dikaitkan dengan aspek kemampuan kognitif. Pandangan ini telah membawa akibat
terabaikannya aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, seni, psikomotor, serta life skill. Dengan
diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan akan
memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang komprehensif dalam rangka
mencapai tujuan pendidikan nasional.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan
bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan
hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif
serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban
dunia.
Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:

a. mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin
tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik;
b. sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana
dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan
memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
c. mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai
situasi di sekolah dan masyarakat;
d. memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan
keterampilan;
e. kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam
kompetensi dasar matapelajaran;
f. kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizingelements) kompetensi dasar,
dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai
kompetensi yang dinyatakan dalamkompetensi inti;
g. kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat
(reinforced) dan memperkaya (enriched) antar matapelajaran dan jenjang pendidikan
(organisasi horizontal dan vertikal).

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan merupakan mata pelajaran kelompok B di dalam
struktur kurikulum SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Mata pelajaran PJOK di
dalam kerangka Kurikulum 2013 diintegrasikan dengan pengembangan budaya lokal, hal ini
berarti budaya lokal yang berkaitan dengan konteks gerak dapat dimasukkan ke dalam
kompetensi inti dan kompetensi dasar yang sudah ada. Namun apabila tidak dapat diintegrasikan
ke dalam kompetensi dasar yang ada, maka daerah/sekolah dapat merumuskan kompetensi dasar
tersendiri.
PJOK pada penjelasan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 37 UU dituliskan,
bahwa bahan kajian pendidikan jasmani, dan olahraga dimaksudkan untuk membentuk karakter
peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas. PJOK
ditekankan untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik,
pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap mental, emosional, sportivitas,
spiritual, dan sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang
pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. Selain tujuan utama
tersebut dimungkinkan adanya tujuan pengiring, tetapi porsinya tidak dominan.
Sesuai dengan penjelasan tersebut William H Freeman (2007:27-28) menyatakan bahwa
pendidikan jasmani menggunakan aktivitas jasmani untuk menghasilkan peningkatan secara
menyeluruh terhadap kualitas fisik, mental, dan emosional peserta didik.
Berangkat dari pandangan yuridis dan akademis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa PJOK
merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan
aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial,
penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan
lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan
secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Mengingat tantangan yang berat bagi guru PJOK untuk menjalankan profesinya dalam
Implementasi Kurikulum 2013 perlu disusun panduan pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran
ini.

2. Tujuan
Buku pedoman ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi guru dalam melakukan
pengelolaan dan penyelenggaraan pembelajaran PJOK dalam:
a. Memahami konsep Kurikulum 2013.
b. Menyusun perencanaan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik berbasis aktivitas.
c. Mengelola kegiatan belajar mengajar yang memuat pengembangan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.
d. Melakukan penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
e. Mengintegrasikan muatan lokal ke mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan
kesehatan.
f. Memahami lingkup materi pembelajaran di setiap jenjang pendidikan.

3. Ruang Lingkup
Buku ini memuat enam Bab yang saling berkaitan, yakni:

Bab I : Pendahuluan.
Bab II : Karakteristik Mata PelajaranPJOK.
Bab III : DesainPembelajaran Mata Pelajaran PJOK.
Bab IV : Penilaian Mata PelajaranPJOK.
Bab V : Sumber dan Media Pembelajaran.
Bab VI : Guru Mata Pelajaran PJOK dalam Pembelajaran Abad 21.

4. Sasaran
Sasaran dari penulisan buku pedoman ini adalah:

a. Guru mata pelajaran PJOK pada setiap satuan pendidikan SMP/M.Ts.


b. Kepala Sekolah.
c. Pengawas Sekolah dan Mata Pelajaran.
d. Dinas Pendidikan/Instansi terkait lainnya.

B. Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan


1. Rasional
Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang
memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik (menyeluruh) dalam
kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. PJOK memperlakukan anak
sebagai satu kesatuan yang utuh, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang
terpisah kualitas fisik dan mentalnya.
PJOK merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis,
keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap spiritual-sosial-
mental-emosional), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang
pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.
Tidak ada pendidikan yang tidak mempunyai sasaran pedagogik, dan tidak ada pendidikan yang
lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, karena gerak sebagai aktivitas fisik adalah dasar bagi
manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang berkembang secara alamiah,
berkembang searah dengan kemajuan zaman. Melalui pendidikan jasmani anak didik akan
memperoleh pengalaman untuk mengembangkan kreatifitas, inovasi, keterampilan, dan
kebugaran jasmani, kebiasaan hidup sehat, memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap
gerak manusia.
PJOK membantu peserta didik mengembangkan pemahaman tentang apa yang mereka perlukan
untuk membuat komitmen seumur hidup tentang arti penting hidup sehat, aktif dan
mengembangkan kapasitas untuk menjalani kehidupan yang memuaskan dan produktif.
Penelitian telah menunjukkan keterkaitan antara peningkatan aktivitas fisik dan prestasi
akademik yang lebih baik, kualitas konsentrasi, serta kualitas perilaku kelas dalam proses belajar.
Manfaat lain termasuk perbaikan dalam kesejahteraan psikologis, kemampuan fisik, konsep-diri,
dan kemampuan untuk mengatasi stres.
Harapannya kurikulum PJOK ini juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk
mengembangkan keterampilan sosial dan kesejahteraan emosional. Demikian juga pengaruh dari
pendidikanjasmani dari sisi kesehatan,di mana peserta didik akan belajar keterampilan yang
dibutuhkan untuk sukses dalam hidup aktif dan warga yang bertanggung jawab secara sosial.
PJOK yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas
jasmani dan olahraga yang terpilih yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman
belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih
baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat.
Aktivitas jasmani dan olahraga yang dimaksud adalah seluruh gerak tubuh yang dihasilkan oleh
kontraksi otot-otot rangka yang secara nyata meningkatkan pengeluaran energi (energy
expendicture) di atas level kebutuhan dasar (Wuest and Bucher; 2009; hal. 11). Atau secara
sederhana dapat pula diartikan sebagai seluruh gerak tubuh yang melibatkan kelompok otot besar
dan memerlukan suplai energi. Artinya, ketika anak diinstruksikan bergerak, gerak yang
dilakukan seharusnya melibatkan kelompok otot besar dan menyebabkan mereka mengolah
energi melalui metabolisme otot yang terlibat.
Bermainadalah bentuk aktivitas jasmani lainnya yang memiliki makna aktivitas yang digunakan
sebagai hiburan. Kita mengartikan bermain sebagai hiburan yang bersifat fisikal yang tidak
kompetitif, meskipun bermain tidak harus selalu bersifat fisik. Bermain bukanlah berarti olahraga
dan pendidikan jasmani, meskipun elemen dari bermain dapat ditemukan di dalam keduanya.
Dari kata bermain lalu lahir kata benda permainan, yang dengan tetap mengelompokkannya ke
dalam garis lurus yang bersifat fisikal, permainan diartikan sebagai “aktivitas fisik yang di
dalamnya sudah mengandung unsur-unsur yang menyenangkan.” Unsur ini dapat berupa
kompetisi, imaginasi atau fantasi, termasuk adanya modifikasi aturan.
Olahraga di pihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif
(Freeman, 2001). Olahraga adalah aktivitas jasmani yang sudah benar-benar terorganisir dan
tingkat kompetisinya tinggi serta didukung oleh peraturan yang mengaturnya. Peraturan
menetapkan standar-standar kompetisi dan situasi sehingga individu atlet dapat bertanding scara
fair dan mencapai sasaran yang spesifik. Olahraga juga menyediakan kesempatan untuk
mendemostrasikan kompetensi seseorang dan menantang batas-batas kemampuan maksimal.
Bermain, olahraga dan aktivitas jasmani lainnya melibatkan bentuk-bentuk gerakan untuk tujuan
pendidikan. Olahraga dan bermain dapat eksis meskipun secara murni untuk kepentingan
kesenangan, pendidikan, atau untuk kombinasi keduanya. Kesenangan dan pendidikan tidak
harus dipisahkan secara eksklusif, keduanya dapat dan harus beriringan bersama.

2. Tujuan
Tujuan mata pelajaran PJOK untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah sebagai
berikut:
Mendidik anak untuk mencapai kedewasaan yang memadai menjadi warga negara yang baik,
produktif, memiliki karakter positif, serta bertaqwa atas dasar keimanan yang kuat kepada Tuhan
Yang Maha Esa.
a. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai disiplin,
percaya diri, sportif, jujur, bertanggung jawab, kerja sama dalam melakukan aktivitas
jasmani.
b. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam pengembangan dan pemeliharaan
kebugaran jasmani, kesehatandan kesejahteraan.
c. Memahami konsep gerak dan menerapkannya dalam berbagai aktivitas jasmani.
d. Mengembangkan pola gerak dasar dan keterampilan untuk diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari, suasana kompetitif, dan rekreasional.
e. Mengembangkan kesadaran tentang arti penting aktivitas fisik untuk mencapai pertumbuhan
dan perkembangan tubuh serta gaya hidup aktif sepanjang hayat.

3. Ruang Lingkup
Jenjang SMP/M.Ts
Ruang lingkup materi mata pelajaran PJOK SMP/M.Ts adalah sebagai berikut:
a. Aktivitas Permainan Bola Besar misalnya: keterampilan gerak permainan sepak bola, bola
voli, bola basket, bola tangan dan/atau permainan tradisonal dan sederhana lainnya.
b. Aktivitas Permainan Bola Kecil misalnya: keterampilan gerak permainan rounders, kasti,
softball, dan/atau permainan tradisonal dan sederhana lainnya.
c. Aktivitas Atletik misalnya: keterampilan gerak jalan, lari, lompat, dan lempar, dan/atau
permainan tradisonal dan sederhana lainnya.
d. Aktivitas Beladiri misalnya: olahraga dan seni beladiri pencak silat, karate, taekwondo,
dan/atau olahraga dan seni beladiri lainnya.
e. Aktivitas Pengembangan Kebugaran Jasmani, meliputi pengembangan komponen kebugaran
berkaitan dengan kesehatan dan keterampilan, serta pengukuran dengan instrumen terstandar.
f. Aktivitas Senam Lantai meliputi: aktivitas keterampilan gerak.
g. Aktivitas Gerak Berirama meliputi: keterampilan gerak langkah, gerak dan ayunan lengan,
musikalitas serta apresiasi terhadap kualitas estetika gerakan, tarian kreatif dan rakyat.
h. Aktivitas Air, meliputi: keterampilan gerak salah satu gaya renang, keselamatan dan
pertolongan di air dengan dan tanpa alat serta kegawatdarutan.
i. Kesehatan, meliputi; perkembangan tubuh remaja, pola makan sehat, bahaya pergaulan bebas,
keselamatan di jalan raya, P3K, dan aktivitas fisik terhadap pencegahan penyakit.
C. Desain Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
1. Kerangka Pembelajaran PJOK
Dimensi kompetensi dasar mata pelajaran PJOK diklasifikasi dalam empat jenis, yaitu:
a. kompetensi dasar pengembangan sikap religius
b. kompetensi dasar pengembangan sikap sosial
c. kompetensi dasar pengetahuan
d. kompetensi dasar keterampilan/psikomotor

Kerangka pembelajaran merupakan rangkaian aktivitas yang dirancang oleh guru untuk mencapai
keempat jenis kompetensi dasar tersebut, meliputi: pendahuluan, inti dan penutup.
a. Pendahuluan
Kegiatan pendahuluan yang dapat dilakukan oleh guru antara lain sebagai berikut.
1) Membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa.
2) Memastikan kesiapan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran.
3) Melakukan apersepsi dan memotivasi peserta didik.
4) Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang akan dinilai.
5) Menjelaskan skenario pembelajaran.
6) Melakukan pemanasan yang terkait dengan materi pembelajaran.

b. Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan penerapan secara operasional model/pendekatan/metode/ gaya yang
dipilih sesuai dengan kompetensi dasar dan karakteristik peserta didik. Contoh menggunakan
gaya mengajar resiprokal sebagai berikut:
1) Peserta didik mencari pasangan sesuai dengan petunjuk guru.
2) Peserta didik bersama pasangannya menerima dan mempelajari lembar kerja yang
dibagikan guru (berisi langkah kerja dan tugas gerak yang harus dilakukan).
3) Peserta didik membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang
menjadi pengamat.
4) Peserta didik yang berperan sebagai pelaku melakukan tugas gerak, dan pengamat
mengamati. Jika pelaku melakukan kesalahan, pengamat memberi koreksi sesuai dengan
kriteria yang terdapat dalam lembar tugas.
5) Pergantian peran sebagai pelaku dan pengamat atau sebaliknya dilakukan sesuai
kesepakatan masing-masing pasangan.
6) Selama proses pembelajaran guru melakukan pengamatan dan penilaian, tanpa
melakukan intervensi terhadap pelaku. Pada setiap kesempatan guru dapat menghentikan
aktivitas pembelajaran untuk melakukan koreksi umum dan mengundang dialog terkait
masalah teknik dan mekanika gerak dari gerak yang dipelajari.
7) Di akhir pembelajaran guru mengundang beberapa pasangan peserta didik menampilkan
hasil belajar di hadapan peserta didik lainnya.

c. Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup yang harus dilakukan oleh guru sebagai berikut:
1) Melakukan pendinginansekaligus menjelaskan fungsinya.
2) Melakukan tanya-jawab dengan peserta didik yang berkenaan dengan materi
pembelajaran yang telah diberikan.
3) Guru membuka dialog atau mengingatkan kembali tentang nikmat dan karunia Tuhan atas
kemampuan gerak yang dimiliki oleh peserta didik yang senantiasa harus disyukuri setiap
waktu.
4) Bersama peserta didikguru membuat simpulan materi, melakukan refleksi dan tindak
lanjut dari materi pembelajaran yang telah diberikan.
5) Setelah melakukan aktivitas pembelajaran seluruh peserta didik dan guru berdoa dan
bersalaman.
Dari proses pembelajaran sebagaimana uraian tersebut dapat digambarkan bahwa kompetensi
dasar yang meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan terintegrasi menjadi
satu, dan diharapkan dapat dicapai melalui satu kegiatan pembelajaran secara bersamaan.
2. Pendekatan Pembelajaran
Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan ilmiah atau scientific approach pada proses
pembelajaran. Pendekatan ilmiah (scientific approach) meliputi aktivitas; mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, mengomunikasikan yang dilakukan oleh
peserta didik untuk sampai kepada kompetensi dasar yang diharapkan.
Melalui aktivitas tersebut, pelajaran yang diikuti peserta didik mampu mengembangkan tiga
ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan
keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia
yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta
didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
Arti dari masing-masing aktivitas dalam pendekatan saintifik dalam pembelajaran dapat
disajikan seperti berikut ini:
a. Mengamati
Mengamati adalah proses mengenal objek melalui penggunaan indra yang dimiliki, misalnya
dengan melihat/menonton, mendengarkan, dan membaca. Sehingga peserta didik akan
memperoleh konsep awal dan menemukan permasalahan-permasalahan dalam materi yang
akan dipelajari. Proses ini akan berdampak pada peserta didik memahami obyek secara
nyata, senang, tertantang, dan memudahkan pelaksanaan proses pembelajaran selanjutnya.
b. Menanya
Pada proses ini guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk saling bertanya untuk
mengungkapkan berbagai masalah yang ditemukan pada saat proses pengamatan dengan
berbagai bentuk pertanyaan baik yang berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sesuai dengan kompetensi yang akan diraihnya.
c. Mengumpulkan informasi
Kegiatan mengumpulkan informasi ini merupakan bagian dari kegiatan eksplorasi yaitu
untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan terkait dengan pengembangan kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
d. Menalar/Mengasosiasi
Menalar adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta empiris yang dapat
diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Istilah menalar dalam
pembelajaran merujuk pada kemampuan mengelompokkan beragam ide dan beragam
peristiwa untuk kemudian dijadikan sebagai dasar pembuatan keputusan.
e. Mengomunikasikan
Mengomunikasikan adalah proses penyajian berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan
dalam bentuk penyampaian informasi, peragaan keterampilan, dan sikap dalam
pembelajaran atau kehidupan.
Khusus dalam pelajaran PJOK, kegiatan-kegiatan di atas tentu tidak dapat dan tidak selalu
harus dilaksanakan secara hirarkis. Hal itu tergantung pada materi ajar dan penggalan
kegiatan pembelajaran yang sedang dilakukan. Jika pendekatan ilmiah ini dilaksanakan
secara kaku sesuai urutannya, dikhawatirkan pelajaran PJOK akan kehilangan ciri uniknya,
yaitu kekayaan aktivitas gerak yang bermanfaat langsung pada pengembangan keterampilan
motorik dan kebugaran jasmani.
Lebih jauh dapat dijelaskan bahwa scientific approach bukanlah sebuah model pembelajaran
yang harus diikuti sesuai tahapannya. Arti “pendekatan” hanyalah menunjuk pada orientasi
pembelajaran yang harus dicapai. Pendekatan ilmiah bukan merupakan sebuah urutan
kegiatan belajar, tetapi lebih bermakna sebagai “sifat” bahwa pelajaran PJOK (pelajaran
apapun) harus mampu mengembangkan kemampuan mengamati, menanya, mengumpulkan
informasi, menalar/meng-asosiasi, dan mengomunikasikan. Dengan demikian peserta didik
mampu mengembangkan kemampuan untuk memproses dan memecahkan masalah melalui
tahapan tadi.
Penerapan pendekatan ilmiah dapat dipadukan dengan berbagai model, diantaranya adalah
model pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), pembelajaran berbasis
projek (project-based learning), pembelajaran kontekstual (contextual learning),
pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery learning), sampai pada pembelajaran
individual (individual learning).
Dalam pembelajaran PJOK sendiri terdapat beberapa model pembelajaran yang sudah
dikembangkan. Beberapa di antaranya adalah model pendidikan gerak (movement
education), model pengembangan tanggung jawab (teaching personal and social
responsbility/Hellison’s model), model pendidikan petualangan (adventure education
model), model kebugaran (fitness education model), model perkembangan (developmental
model), bahkan termasuk model Teaching Games for Understanding (TGfU model) serta
model pembelajaran kooperatif (cooperative learning model).

3. Strategi Pembelajaran PJOK


Strategi pembelajaran dalam PJOK meliputi:
a. Pengajaran Interaktif (Interactive Teaching)
Pengajaran interaktif mempunyai makna guru memberitahukan, menunjukkan, atau
mengarahkan sekelompok anak tentang apa yang harus dilakukan; lalu peserta didik
melakukannya; dan guru mengevaluasi seberapa baik hal itu dilakukan dan mengembangkan
isi pelajaran lebih jauh, guru mengontrol proses pengajaran. Biasanya seluruh kelas bekerja
pada tugas yang sama atau dalam kerangka tugas yang sama. Bandingkan strategi ini dengan
gaya komando; keduanya memiliki perangkat ciri yang sama.
b. Pengajaran Berpangkalan (Station Teaching)
Pengajaran berpangkalan menata lingkungan sehingga dua atau lebih tugas bisa berlangsung
dalam ruangan secara bersamaan. Biasanya, setiap tugas harus dilakukan dalam pangkalan
yang berbeda dengan tugas lainnya, sehingga setiap tugas memiliki pangkalannya masing-
masing. Peserta didik berputar dari satu pangkalan ke pangkalan lain. Kadang-kadang,
pengajaran berpangkalan ini disebut juga pengajaran tugas. Strategi ini dalam tataran gaya
mengajar, serupa dengan gaya latihan (practice style).
c. Pengajaran Sesama Teman (Peer Teaching)
Pengajaran sesama teman adalah strategi pengajaran yang mengalihkan tanggung jawab guru
dalam fungsi pengajarannya kepada peserta didik. Strategi ini biasanya digunakan bersamaan
dengan strategi lain tetapi berharga untuk dieksplorasi secara terpisah. Strategi ini tidak jauh
berbeda dengan gaya berbalasan (reciprocal style), dalam halpeserta didik sendiri
memberikan pengarahan kepada peserta didik lainnya. Bedanya, dalam pengajaran sesama
teman, peserta didik yang bertindak sebagai pengajar tidak hanya berhadapan dengan satu
peserta didik, tetapi bisa dengan sekelompok peserta didik.
d. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
Dalam pembelajaran kooperatif, sekelompok peserta didik diberi tugas pembelajaran atau
proyek untuk diselesaikan oleh kelompoknya. Peserta didik dikelompokkan secara heterogen
menurut faktor yang berbeda seperti kemampuan atau kebutuhan sosialnya. Keberhasilan
kelompok dalam pembelajaran dinilai sesuai dengan seberapa baik mereka mampu
menyelesaikan tugasnya, di samping dari cara mereka bekerja sama dengan yang lain.
e. Strategi Pembelajaran Sendiri (Self-instructional Strategies)
Strategi pembelajaran sendiri melibatkan program yang ditetapkan oleh peserta didik sendiri
dan mengurangi peran guru sebagai penyampai informasi. Strategi pembelajaran sendiri
menyandarkan diri sepenuhnya pada materi tertulis, media, dan prosedur evaluasi yang
ditetapkan sebelumnya. Strategi ini dapat dipakai untuk memenuhi satu atau lebih, terkadang
seluruhnya, fungsi pengajaran.
f. Strategi Kognitif (Cognitive Strategies)
Strategi kognitif adalah strategi pembelajaran yang dirancang untuk melibatkan peserta didik
secara kognitif dalam isi pelajaran melalui penyajian tugasnya. Strategi ini meliputi gaya
pemecahan masalah, penemuan terbimbing, dan gaya lain yang memerlukan fungsi kognitif
anak, seperti pembelajaran penemuan (inquiry learning). Semua model ini menggambarkan
pendekatan yang melibatkan peserta didik dalam merumuskan respons sendiri tanpa meniru
apa yang sudah diperlihatkan guru sebelumnya.
Tingkat keterlibatan peserta didik bervariasi sesuai dengan tingkat respons kognitifnya.
Ketika guru mengetengahkan masalah yang memerlukan jawaban benar yang tunggal,
pemecahan masalah itu biasanya disebut convergent problem solving. Ketika masalah tersebut
bersifat terbuka dan tidak memerlukan satu jawaban terbaik, maka pemecahan masalah
tersebut disebut divergent problem solving.

g. Pengajaran Beregu (Team teaching)


Pengajaran beregu adalah strategi pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu orang guru
yang bertanggung jawab untuk menyajikan pelajaran kepada sekelompok peserta didik.
Ketika pelajaran pendidikan jasmani bersifat co-educational (melibatkan peserta didik putra
dan putri), banyak pendidik melihat bahwa team teaching sebagai cara untuk memenuhi
kebutuhan baik putra maupun putri yang terkelompokan secara heterogen dengan mendapat
guru pria dan wanita di saat bersamaan.

4. Metode Pembelajaran PJOK


Metode pembelajaran, secara umum meliputi keseluruhan cara atau teknik dalam menyajikan
bahan pelajaran kepada peserta didik serta bagaimana peserta didik diperlakukan selama
pembelajaran tersebut. Oleh karena itu, secara umum, pembahasan tentang metode mengajar
bukan hanya bersinggungan dengan apakah pelajaran perlu diberikan secara keseluruhan (whole
method) ataukah sebagian-sebagian (part method), tetapi juga tentang cara memperlakukan
peserta didik dan pengaturan waktu.
a. Latihan Terbimbing
Metode latihan terbimbing adalah teknik yang paling umum dalam proses pembelajaran
PJOK, di mana peserta didik dituntun dengan berbagai cara melalui pemberian variasi gerak.
Dalam penggunaannya latihan ini mempunyai beberapa tujuan, dan yang paling utama adalah
untuk mengurangi kesalahan serta memastikan bahwa pola gerak yang tepat sudah dilakukan.
Penggunaan latihan terbimbing amat penting terutama dalam cabang olahraga yang berbahaya
seperti senam dan renang. Di sini peserta didik perlu dibantu, baik secara langsung oleh guru
atau dengan pemakaian alat.
b. Latihan Padat dan Terdistribusi
Guru PJOK harus membuat keputusan berkaitan dengan berapa lama waktu latihan yang
digunakan dalam satu episode pembelajaran, dan bagaimana waktu yang tersedia ini
dimanfaatkan, apakah langsung dihabiskan sekaligus atau diselingi istirahat.
Umumnya, unit pembelajaran dalam PJOK menghabiskan waktu latihan hanya untuk
menguasai satu keterampilan, misalnya hari pertama pasing bawah pada permainan bola voli,
kemudian di hari berikutnya berganti menjadi pasing atas. Jika ini yang dilakukan, guru
mempunyai pilihan apakah keterampilan akan dilatih oleh anak secara terus menerus sampai
waktu habis atau menetapkannya dalam satuan waktu tertentu diselingi istirahat. Pilihan yang
pertama disebut latihan padat (massed practice), sedangkan pilihan kedua disebut latihan
terdistribusi (distributed practice). Contoh lain dari metode ini adalah latihan dengan interval
(interval training).
c. Latihan Terpusat dan Acak
Latihan disebut terpusat jika dua atau tiga keterampilan yang dilatih dilaksanakan satu persatu
hingga jumlah ulangan atau waktu yang ditentukan terselesaikan sebelum dilanjutkan ke
keterampilan lain. Contohnya dalam pembelajaran bulutangkis yang berisi servis, smes, dan
dropshot. Guru akan meminta peserta didik melatih dulu servis, misalnya 20 kali kemudian
dilanjutkansmes 20 kali dan dropshot 20 kali. Intinya, latihan terpusat dilaksanakan dengan
mendahulukan satu tugas hingga selesai sebelum berpindah ke tugas lain.
Latihan acak dilakukan dengan melakukan latihan beberapa keterampilan secara berselang-
seling. Dengan latihan acak, peserta didik diminta melakukan gerakan servis 1 kali
dilanjutkan smes1 kali, dan dropshot 1 kali kemudian kembali ke servis lagi, smes, dan ke
dropshot lagi, dan seterusnya hingga jatah waktu atau jumlah ulangan yang ditetapkan
diselesaikan.
Latihan yang bervariasi pada dasarnya melatih banyak kemungkinan variasi gerak. Latihan
dapat divariasikan berdasarkan pada perubahan kecepatan, jarak, tingkatan gerak, dan tujuan
latihan. Jika dalam satu pertemuan latihan kondisi-kondisi tersebut divariasikan sedemikian
rupa, peserta didik akan mengambil banyak keuntungan berupa pemantapan kemampuan
penyesuaian keterampilan, maupun proses kognitifnya.
d. Keseluruhan dan Bagian per Bagian
Beberapa keterampilan terdiri dari beberapa gerakan yang sangat kompleks (keterampilan
serial) sehingga guru harus mampu menyesuaikan prosedur dan pendekatan yang tepat. Untuk
menghadapi gerakan tersebut guru akan membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil (sesuai
teknik dasarnya). Setiap bagian tersebut dilatih satu persatu sesuai urutannya untuk kemudian
disatukan setelah semua bagian terkuasai agar menjadi satu keterampilan yang utuh. Jika ini
yang ditempuh guru, maka ia sedang menerapkan metode bagian (part method).
Jika suatu keterampilan merupakan suatu keterampilan yang utuh (keterampilan diskrit)
dimana hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain demikian erat maka lebih baik
diajarkan secara utuh. Irama dan timing dari keterampilan itu akan terjaga dengan lebih baik
jika guru memilih metode keseluruhan atau whole method.
Guru dapat memadukan kedua cara tersebut jika tidak mengganggu keselamatan. Peserta
didik harus diberi kesempatan untuk merasakan keterampilan secara keseluruhan sebelum
keterampilan itu dipecah menjadi bagian. Jika ini yang dilakukan gurumaka ia sedang
menggunakan metode campuran yang disebut metode keseluruhan-bagian (whole-part
method).
Selain ketiga metode tersebut (bagian, keseluruhan, dan keseluruhan-bagian juga dikenal satu
metode mengajar yang lain yang disebut metode progresif (progressive method). Metode ini
dikenal sebagai metode yang berada dalam satu gugus dengan metode bagian, tetapi
diciptakan dengan maksud menutupi kekurangan dari metode tersebut.
Pada prinsipnya metode progresif mengikuti urutan sebagai berikut. Pada tahap pertama,
latihan hanya melibatkan satu bagian keterampilan yang dianggap penting (inti) yang selalu
ditekankan dan diulang-ulang. Pada tahap kedua, bagian pertama digabung dengan bagian
kedua sehingga menampilkan pola gerak yang lebih besar. Pada tahap ketiga, bagian satu dan
bagian dua digabung lagi dengan bagian tiga, yang menunjukkan pola keterampilan yang
semakin lengkap. Demikian seterusnya sehingga keseluruhan bagian yang tersisa akhirnya
tergabung secara keseluruhan.

5. Gaya Mengajar PJOK


Mosston membedakan gaya mengajar sesuai dengan besarnya peran peserta didik di dalam
proses pembelajaran (pra pertemuan, pertemuan, dan pasca pertemuan). Berikut adalah beberapa
gaya mengajar tersebut:
a. Gaya A : Komando (Command Style)
Semua keputusan dikendalikan oleh guru dan peserta didik hanya melakukan apa yang
diperintahkannya. Satu aba-aba satu respons peserta didik.
b. Gaya B : Latihan (Practice Style)
Guru memberikan beberapa tugas dan peserta didik menentukan di mana, kapan, bagaimana,
dan tugas mana yang akan dilakukan pertama kali. Guru memberi umpan balik.
c. Gaya C : Berbalasan (Reciprocal Style)
Satu peserta didik menjadi pelaku, satu peserta didik lain menjadi pengamat dan bertugas
memberikan umpan balik, dan dilakukan secara bergantian.
d. Gaya D : Menilai diri sendiri (Self Check Style)
Peserta didik diberi petunjuk untuk menilai penampilannya sendiri.Pada saat latihan peserta
didik berusaha mengetahui kekurangannya dan mencoba memperbaiki.
e. Gaya E : Partisipatif atau Inklusif (Inclusion Style)
Guru menentukan tugas pembelajaran yang memiliki target atau kriteria yang berbeda tingkat
kesulitan antara satu peserta didik dengan lainnya. Peserta didik diberi keleluasaan untuk
menentukan tingkat kesulitan yang sesuai dengan kemampuannya,dengan demikian setiap
anak akanmerasa berhasil.
f. Gaya F : Penemuan Terbimbing (Guided Discovery)
Guru membimbing peserta didik ke arah jawaban yang benar melalui serangkaian tugas untuk
menjawab permasalahan yang dirancang. Setiap anak melaksanakan tugas sesuai bimbingan
guru sehingga akan mendapatkan jawaban yang sama terhadap permasalahan yang diberikan
tersebut.
g. Gaya G : Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Guru menyediakan satu permasalahan yang harus diselesaikan. Peserta didik diberi kebebasan
sesuai dengan cara yang dipilihnya sendiri, sehingga jawaban yang dihasilkan akan beragam.
h. Gaya H, I, J : Learner Designed Program/Learner Initiated/ Self-Teaching
Peserta didik mulai mengambil tanggung jawab untuk apa pun yang akan dipelajari serta
bagaimana hal itu akan dipelajari.

6. Pendekatan Pembelajaran
Model Pembelajaran Saintifik
Contoh tahapan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan model
ini adalah:
a. Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan pendahuluan dengan menggunakan model saintifik yang harus dilakukan oleh
peserta didik antara lain sebagai berikut.
1) Peserta didik dibariskan dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta
didik.
2) Sebelum melakukan pembelajaran sebaiknya seluruh peserta didik dan guru berdoa dan
bersalaman.
3) Guru harus memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, dan bila
kedapatan peserta didik menderita penyakit kronis harus diperlakukan secara khusus.
4) Tanyakan kondisi kesehatan peserta didik secara umum.
5) Melakukan pemanasan yang dipimpin oleh guru atau oleh salah seorang peserta didik
yang dianggap mampu.
6) Sampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik.
b. Kegiatan Inti
Kegiatan inti dengan menggunakan model saintifik yang harus dilakukan oleh peserta didik
antara lain sebagai berikut.
1) Peserta didik menyimak informasi dan peragaan materi tentang variasi gerak memegang
peluru, awalan, menolak peluru, gerak lanjutan secara individual, berpasangan atau
berkelompok.
2) Peserta didik mencoba dan melakukan variasi gerak memegang peluru, awalan,
menolak peluru, gerak lanjutan secara individual, berpasangan atau berkelompok.
3) Peserta didik mendapatkan umpan balik dari diri sendiri, teman dalam kelompok, dan
guru.
4) Peserta didik memperagakan hasil belajar variasi gerak spesifik tolak peluru dilandasi
nilai-nilai disiplin, sportifitas, kerja sama, dan tanggung jawab.
5) Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.
c. Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup dengan menggunakan model saintifik yang harus dilakukan oleh peserta
didik antara lain sebagai berikut.
1) Guru menyampaikan tingkat pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang diperoleh oleh peserta didik, menyampaikan peserta didik yang
mendapatkan hasil yang terbaik, dan memberikan motivasi pada yang belum.
2) Peserta didik merapihkan dan mengembalikan peralatan yang telah digunakan.
3) Berdoa bersama.

7. Model-model Pembelajaran
a. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL)
Contoh tahapan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan
model ini adalah:
1) Kegiatan Pendahuluan
2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti dengan menggunakan model Problem Based Learning/PBL yang harus
dilakukan oleh peserta didik antara lain sebagai berikut.
a) Peserta didik melakukan gerakan senam irama yang tidak mampu dilakukan pada saat
gerakan.
b) Guru mengamati seluruh gerakan senam irama peserta didik secara individu maupun
kelompok.

c) Seluruh gerakan senam irama peserta didik diawasi dan diberikan koreksi oleh guru
apabila ada kesalahan gerakan.
d) Peserta didik secara individu dan atau kelompok melakukan gerakan senam irama
sesuai dengan koreksi oleh guru.
e) Seluruh gerakan peserta didik setelah diberikan umpan balik diamati oleh guru secara
individu maupun kelompok.
f) Peserta didik melakukan gerakan senam irama secara individu secara bergantian.
3) Kegiatan Penutup
b. Model Project Based Learning
Contoh tahapan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan
model ini adalah:
1) Kegiatan Pendahuluan
2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti dengan menggunakan model Project Based Learning yang harus dilakukan
oleh peserta didik antara lain sebagai berikut.
a) Peserta didik menyimak informasi dan peragaan materi tentang berbagai gerak beladiri
(sikap kuda-kuda dan pola langkah, serangan dengan tangan, serangan dengan kaki,
belaan, dan elakan).
b) Peserta didik membagi diri ke dalam kelompok sesuai dengan petunjuk guru.
c) Peserta didik merancang rangkain gerak (jurus) seni beladiri sesuai dengan gerakan
yang dikuasai dan kreativitas kelompok dalam bentuk tulisan dan gambar (paling tidak
memuat dua puluh gerakan dan menuju tiga arah.
d) Setiap anggota kelompok mencoba secara bersama-sama hasil rancangan jurus
tersebut dan saling memberikan umpan balik.
e) Peserta didik memaparkan hasil rancangan kelompoknya, disertai peragaan seluruh
anggota kelompok secara bergantian di depan kelas.
f) Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran dalam
bentuk rancangan jurus dan peragaan yang dilakukan.
3) Kegiatan Penutup
c. Model Pembelajaran Penemuan (Inquiry Learning)
Contoh tahapan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan
model ini adalah:
1) Kegiatan Pendahuluan
2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti dengan menggunakan model Inquiry Learning yang harus dilakukan oleh
peserta didik antara lain sebagai berikut.
a) Peserta didik melakukan gerakan senam irama sesuai dengan instruksi guru sebelum
pembelajaran dimulai.
b) Guru membuka dan menjelaskan pembelajaran senam irama bagi kesehatan dan
kebugaran jasmani.
c) Peserta didik melakukan gerakan senam irama sesuai dengan penjelasan guru secara
individu maupun kelompok, dan menyampaikan arti penting kerjasama dalam gerak
senam berirama.
d) Seluruh gerakan senam irama peserta didik diawasi dan diberikan koreksi oleh guru
apabila ada kesalahan gerakan.

e) Peserta didik secara individu dan atau kelompok melakukan gerakan senam irama
dengan menunjukkan sikap kerja sama sesuai dengan koreksi oleh guru.
f) Guru mengamati seluruh aktifitas peserta didik dalam melakukan gerakan senam irama
secara seksama.
3) Kegiatan Penutup

d. Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)


Contoh tahapan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan
model ini adalah:
1) Kegiatan Pendahuluan
2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti dengan menggunakan model Cooperative Learning yang harus dilakukan
oleh peserta didik antara lain sebagai berikut.
a) Peserta didik melakukan gerakan teknik Sepak bola sesuai dengan pembagian
kelompok instruksi guru sebelum pembelajaran dimulai.
b) Guru menjelaskan keterkaitannya teknik Sepak bola bagi kebugaran jasmani.
c) Peserta didik yang memiliki keterampilan lebih baik dapat dijadikan sebagai mediator
bagi peserta didik lain dalam kelompok tersebut.
d) Secara kelompok peserta didik berganti tempat untuk mempelajari gerakan teknik
yang berbeda dari kelompok asal.
e) Seluruh gerakan teknik sepak bola diawasi dan diberikan koreksi oleh guru apabila ada
kesalahan gerakan.
f) Peserta didik secara individu dan atau kelompok melakukan gerakan teknik Sepak bola
sesuai dengan koreksi oleh guru.
3) Penutup

e. Model Pembelajaran Komando


Contoh tahapan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan
model ini adalah:
1) Kegiatan Pendahuluan
2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti dengan menggunakan model komando yang harus dilakukan oleh peserta
didik sebagai berikut.
 Peserta didik menyimak informasi dan peragaan materi tentang berbagai latihan
kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (komposisi tubuh, daya tahan
jantung dan paru-paru (cardivascular), daya tahan otot, kelentukan, dan kekuatan),
serta pengukurannya.
 Peserta didik mencoba latihan dan pengukuran kebugaran jasmani yang terkait dengan
kesehatan yang telah diperagakan oleh guru.
 Peserta didik mempraktikkan secara berulang berbagai latihan kebugaran jasmani yang
terkait dengan kesehatan dan pengukurannya sesuai dengan komando dan giliran yang
diberikan oleh guru.
 Peserta didik menerima umpan balik secara langsung maupun tertunda dari guru
secara klasikal.
 Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.
3) Kegiatan Penutup
f. Model Pembelajaran Penugasan
Contoh tahapan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan
model ini adalah:
1) Kegiatan Pendahuluan
2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti dengan menggunakan model penugasan yang harus dilakukan oleh peserta
didik antara lain sebagai berikut.
a) Peserta didik menerima dan mempelajari kartu tugas (task sheet) yang berisi perintah
dan indikator tugas (gerak passing bawah, passing atas, servis bawah, servis atas,
smes/spike, bendungan/ blocking dengan berbagai posisi baik tanpa awalan maupun
dengan awalan).
b) Peserta didik melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang ditentukan
guru untuk mencapai ketuntasan belajar pada setiap materi pembelajaran.
c) Peserta didik menerima umpan balik dari guru.
d) Peserta didik melakukan pengulangan pada materi pembelajaran yang belum tercapai
ketuntasannya sesuai umpan balik yang diberikan.
e) Peserta didik mencoba tugas gerak spesifik permainan bola voli ke dalam permainan
yang dimodifikasi dilandasi nilai-nilai disiplin, sportif, kerja sama, dan tanggung
jawab.
f) Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.
3) Kegiatan Penutup

g. Model Pembelajaran Resiprokal (Timbal Balik)


Contoh tahapan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan
model ini adalah:
1) Kegiatan Pendahuluan
2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti dengan menggunakan model resiprokal yang harus dilakukan oleh peserta
didik antara lain sebagai berikut.
a) Peserta didik mendapatkan pasangan sesuai dengan yang ditentukan guru melalui
permainan.
b) Peserta didik bersama pasangan menerima dan mempelajari lembar kerja (student
work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak (melempar, menangkap,
menggiring, menembak, dan me-rebound bola dengan berbagai posisi baik tanpa
awalan maupun dengan awalan).
c) Peserta didik berbagi tugas siapa yang pertama kali menjadi “pelaku” dan siapa yang
menjadi “pengamat”. Pelaku melakukan tugas gerak satu persatu dan pengamat
mengamati, serta memberikan masukan jika terjadi kesalahan (tidak sesuai dengan
lembar kerja).
d) Peserta didik berganti peran setelah mendapatkan aba-aba dari guru.
e) Peserta didik mencoba tugas gerak spesifik permainan bola basket ke dalam permainan
yang dimodifikasi dilandasi nilai-nilai disiplin, sportif, kerja sama, dan tanggung
jawab.
f) Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.
3) Kegiatan Penutup

h. Model Pembelajaran Jigshaw


Contoh tahapan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan
model ini adalah:
1) Kegiatan Pendahuluan
2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti dengan menggunakan model Jigshaw yang harus dilakukan oleh peserta didik
antara lain sebagai berikut.
 Peserta didik menyimak informasi dan peragaan materi tentang gerak spesifik dalam
tenis meja (memegang bet, posisi berdiri/stance, gerakan kaki/ footwork, servis
forehand, servis backhand, pukulan forehand, pukulan backhand, dan smes).
 Peserta didik membagi diri ke dalam delapan (8) kelompok sesuai dengan materi
(materi menjadi nama kelompok, contoh kelompok stance, kelompok servis forehand,
dan seterusnya). Di dalam kelompok ini setiap peserta didik secara berulang-ulang
mempraktikkan gerak sesuai dengan nama kelompoknya.
 Setiap anggota kelompok berkunjung ke kelompok lain untuk mempelajari dan
“mengajari” materi dari dan ke kelompok lain setelah mendapatkan aba-aba dari guru.
 Setiap anggota kelompok kembali ke kelompok masing-masing untuk mempelajari
dan “mengajari” materi dari dan ke kelompoknya sendiri setelah mendapatkan aba-aba
dari guru.
 Peserta didik menerima umpan balik secara individual maupun klasikal dari guru.
 Peserta didik mencoba tugas gerak spesifik permainan tenismeja ke dalam permainan
dilandasi nilai-nilai disiplin, percaya diri, dan tanggung jawab.
 Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.
3) Kegiatan Penutup

i. Model Pembelajaran Periksa Diri (Selfcheck)


Contoh tahapan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan
model ini adalah:
1) Kegiatan Pendahuluan
2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti dengan menggunakan model periksa diri (selfcheck) yang harus dilakukan
oleh peserta didik antara lain sebagai berikut.
a) Peserta didik menerima dan mempelajari lembar periksa sendiri (selfcheck sheet) yang
berisi perintah dan indikator tugas gerak spesifik lompat jauh (gerak awalan,
tolakan/tumpuan, melayang di udara, dan mendarat).
b) Peserta didik mencoba melakukan gerak sesuai dengan gambar dan diskripsi yang ada
pada lembar periksa sendiri.
c) Peserta didik melakukan tugas gerak dan memeriksa keberhasilannya sendiri (sesuai
indikator atau tidak) secara berurutan satu persatu. Jika telah menguasai gerakan
pertama (tolakan/tumpuan), maka dipersilahkan untuk melanjutkan ke gerakan kedua
(awalan), dan jika belum maka harus mengulang kembali gerakan pertama. Demikian
seterusnya hingga tuntas seluruh materi.

d) Peserta didik mendapatkan umpan balik secara intrinsik (intrinsic feedback) dari diri
sendiri.
e) Peserta didik melakukan rangkaian gerak lompat jauh dilandasi nilai-nilai disiplin,
percaya diri, dan tanggung jawab.
f) Umpan balik disediakan dalam lembar periksa sendiri, dan secara oleh peserta didik.
g) Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.
3) Kegiatan Penutup

j. Model Pembelajaran Windows Shoping


Contoh tahapan model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan
model ini adalah:
1) Kegiatan Pendahuluan
2) Kegiatan Inti
Kegiatan inti dengan menggunakan model Windows Shoping yang harus dilakukan oleh
peserta didik antara lain sebagai berikut.
a) Peserta didik membagi diri menjadi empat kelompok/sesuai dengan pokok bahasan
(pola makan sehat, zat gizi makanan, gizi seimbang, pengaruh zat gizi makanan
terhadap kesehatan).
b) Setiap kelompok berdiskusi dan menuliskan hasil diskusi pada kertas plano untuk
ditempel di dinding dan dibaca oleh kelompok lain.
c) Setiap anggota kelompok membaca dan mencatat hasil diskusi kelompok lain yang
ditempel, kemudian membuat pertanyaan sesuai dengan pokok bahasan tersebut
(paling sedikit satu pertanyaan setiap kelompok/empat pertanyaan).
d) Setiap kelompok mengajukan pertanyaan dan dijawab oleh kelompok lain yang
membahas pokok bahasan sesuai pertanyaan tersebut.
e) Setiap kelompok menyusun simpulan akhir dan membacakannya di akhir
pembelajaran secara bergiliran dilandasi nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab,
disiplin, dan percaya diri.
f) Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.
3) Kegiatan Penutup

8. Rancangan Pembelajaran
Rancangan pembelajaran secara operasional berbentuk dokumen rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). RPP disusun berdasarkan silabus yang telah disediakan oleh pemerintah
yang memuat kompetensi yang akan dicapai, materi pokok, dan kegiatan pembelajaran. RPP
dikembangkan oleh guru yang bersangkutan sesuai dengan karakter peserta didik dan sekolah.
a. Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Setiap pendidik (guru) pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap
dan sistematik agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan
ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik. Komponen RPP terdiri dari:

1) Identitas,
2) Kompetensi Dasar (Sikap Sosial, Pengetahuan, dan Keterampilan),
3) Indikator Pencapaian Kompetensi,
4) Tujuan Pembelajaran;
5) Materi Pembelajaran;
6) Kegiatan Pembelajaran,
7) Penilaian (Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan);
8) Media, Alat,dan Sumber Belajar.

b. Langkah-Langkah Pengembangan RPP


1) Pengkajian silabus meliputi: (1) KI dan KD; (2) materi pembelajaran; (3) proses
pembelajaran; (4) penilaian pembelajaran; (5) alokasi waktu; dan (6) sumber belajar;
2) Perumusan indikator pencapaian KD pada KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4;
3) Materi Pembelajaran dapat berasal dari buku teks pelajaran dan buku panduan guru,
sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari
lingkungan sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler,
pengayaan, dan remedial;
4) Penjabaran Kegiatan Pembelajaran yang ada pada silabus dalam bentuk yang lebih
operasional berupa pendekatan saintifik disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan
satuan pendidikan termasuk penggunaan media, alat, bahan, dan sumber belajar;
5) Penentuan alokasi waktu untuk setiap pertemuan berdasarkan alokasi waktu pada
silabus, selanjutnya dibagi ke dalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup;
6) Pengembangan penilaian pembelajaran dengan cara menentukan lingkup, teknik, dan
instrumen penilaian, serta membuat pedoman penskoran;
7) Menentukan strategi pembelajaran remedial segera setelah dilakukan penilaian; dan
8) Menentukan Media, Alat, Bahan dan Sumber Belajar disesuaikan dengan yang telah
ditetapkan dalam langkah penjabaran proses pembelajaran.

D. Penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan dalam PJOK


1. Pengertian dan Teknik Penilaian
a. Pengertian
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memeroleh informasi atau data mengenai
proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian dilakukan dengan cara menganalisis dan
menafsirkan data hasil pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan secara
sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam
pengambilan keputusan.
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan pembelajaran
berbasis aktivitas yang bertujuan memfasilitasi peserta didik memperoleh sikap, pengetahuan,
dan keterampilan. Hal ini berimplikasi pada penilaian yang harus meliputi sikap, pengetahuan,
dan keterampilan baik selama proses (formatif) maupun pada akhir periode pembeajaran
(sumatif).

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian:
1) Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian Kompetensi Dasar (KD) pada Kompetensi
Inti (KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4).
2) Penilaian menggunakan acuan kriteria, yaitu penilaian yang dilakukan dengan
membandingkan capaian peserta didik dengan kriteria kompetensi yang ditetapkan. Hasil
penilaian baik yang formatif maupun sumatif seorang peserta didik tidak dibandingkan
dengan skor peserta didik lainnya namun dibandingkan dengan penguasaan kompetensi yang
dipersyaratkan.
3) Penilaian dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Artinya semua indikator diukur,
kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar (KD) yang telah dikuasai
dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik.
4) Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut, berupa program peningkatan
kualitas pembelajaran, program remedial bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya
di bawah KBM/KKM, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi
KBM/KKM. Hasil penilaian juga digunakan sebagai umpan balik bagi orang tua/wali
peserta didik dalam rangka meningkatkan kompetensi peserta didik.
Berikut uraian singkat mengenai teknik-teknik penilaian sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.

b. Teknik Penilaian
1) Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap dilakukan dengan menggunakan teknik observasi oleh guru mata pelajaran
(selama proses pembelajaran pada jam pelajaran), guru bimbingan konseling (BK), dan wali
kelas (selama peserta didik di luar jam pelajaran) yang ditulis dalam buku jurnal (yang
selanjutnya disebut jurnal). Selain itu, penilaian diri dan penilaian antarteman.
a) Observasi
Berikut adalah contoh penilaian dengan teknik observasi yang berbentuk jurnal sesuai
dengan Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015, sikap spiritual dan sosial.

Nama Sekolah : SMP/M.Ts Jaya Bangsaku


Kelas/Semester : ..... /Semester I
Tahun pelajaran : 2016/2017
Nama Butir
No Waktu Peserta Catatan Perilaku Sikap Spiritual
didik
1 21//07/  Tidak mengikuti sholat Jumat yang Ketaqwaan
Budi diselenggarakan di sekolah.
2015
 Mengganggu teman yang sedang Ketaqwaan
beribadah
Suherman
 berdoa sebelum makan siang di
kantin.
2  Mengajak temannya untuk berdoa Ketaqwaan
22/09/ Sugito sebelum pertandingan Sepak bola di
2015 lapangan olahraga sekolah.
 Mengingatkan temannya untuk Toleransi
Roji melaksanakan sholat Dzuhur di beragama
sekolah.
3  Ikut membantu temannya untuk Toleransi
18/11/ mempersiapkan perayaan keagamaan beragama
Muhajir
2015 yang berbeda dengan agamanya di
sekolah.
4 13/12/  Menjadi anggota panitia perayaan Ketaqwaan
Saripudin keagamaan di sekolah.
2015
5  Mengajak temannya untuk berdoa
23/12/1 Rasyad sebelum praktik memasak di ruang Ketaqwaan
5 keterampilan.
Nama Sekolah : SMP/M.Ts Jaya Bangsaku
Kelas/Semester : ..... /Semester I
Tahun pelajaran : 2016/2017

Nama Butir
No Waktu Peserta Catatan Perilaku Sikap Sosial
didik
Menolong orang lanjut usia untuk
1 12/07/15 Budi Kepedulian
menyeberang jalan di depan sekolah.
Berbohong ketika ditanya alasan tidak
26/08/15 Suherman Kejujuran
masuk sekolah di ruang guru.
Menyerahkan dompet yang
2 Kejujuran
25/09/15 Sugito ditemukannya di halaman sekolah
kepada Satpam sekolah.
Tidak menyerahkan “surat ijin tidak
Tanggung jawab
07/09/15 Roji masuk sekolah” dari orangtua-nya
kepada guru.
Terlambat mengikuti upacara di
3 25/10/15 Muhajir Kedisiplinan
sekolah.
Mempengaruhi teman untuk tidak
4 08/12/15 Saripudin Kedisiplinan
masuk sekolah.
Memungut sampah yang berserakan di
5 15/12/15 Rasyad Kebersihan
halaman sekolah.

Tersebut dapat digunakan untuk guru mata pelajaran dan guru BK. Apabila catatan perkembangan
sikap spiritual dan sikap sosial dijadikan satu, perlu ditambahkan satu kolom KETERANGAN di
bagian paling kanan untuk menuliskan apakah perilaku tersebut sikap SPIRITUAL atau sikap
SOSIAL.

b) Penilaian diri
Instrumen penilaian diri dapat berupa lembar penilaian diri yang berisi butir-butir pernyataan
sikap positif yang diharapkan dengan kolom YA dan TIDAK atau dengan skala Likert (Likert
Scale). Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial
sekaligus.

Nama : ...............................................
Kelas : ...............................................
Semester : ...............................................

Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang
sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya sholat lima waktu tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa
sesuai agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahansaya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan.
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang
ditetapkan.
10 Saya datang ke sekolah tepat waktu.
JUMLAH

Keterangan: Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan butir-butir sikap yang dinilai.
Pernyataan “ya dan tidak” dapat dikembangkan dengan menggunakan skala likert (1, 2, 3, 4)
dengan memberi petunjuk “Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-
kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai dengan keadaan kalian yang sebenarnya.”
Hasil penilaian diri perlu ditindaklanjuti oleh guru dengan melakukan fasilitasi terhadap peserta didik
yang belum menunjukkan sikap yang diharapkan.

c) Penilaian Antarteman
Instrumen penilaian diri dapat berupa lembar penilaian diri yang berisi butir-butir pernyataan sikap
positif yang diharapkan dengan kolom YA dan TIDAK atau dengan skala Likert (Likert Scale).
Satu lembar penilaian diri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial
sekaligus.

Nama Penilai : ...............................................


Kelas : ...............................................
Semester : ...............................................

Petunjuk : Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai
dengan keadaan kalian yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Teman saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Teman saya sholat lima waktu tepat waktu.
3 Teman saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain
berdoa sesuai agamanya.
4 Teman saya tidak menyontek dalam mengerjakan ujian/ ulangan.
5 Teman saya tidak melakukan plagiat (mengambil/ menyalin karya
orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap
tugas.
6 Teman saya mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa adanya.
7 Teman saya melaporkan data atau informasi apa adanya.
8 ...................
JUMLAH

Keterangan: Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan butir-butir sikap yang dinilai.
Pernyataan “ya dan tidak” dapat dikembangkan dengan menggunakan skala likert (1, 2, 3, 4)
dengan memberi petunjuk “Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-
kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai dengan keadaan kalian yang sebenarnya.”
Hasil penilaian diri perlu ditindaklanjuti oleh guru dengan melakukan fasilitasi terhadap peserta didik
yang belum menunjukkan sikap yang diharapkan.

2) Teknik Penilaian Pengetahuan

Berbagai teknik penilaian pengetahuan dapat digunakan sesuai dengan karakteristik masing-
masing KD. Teknik yang biasa digunakan antara lain tes tertulis, tes lisan, penugasan, dan
portofolio. Teknik-teknik penilaian pengetahuan yang biasa digunakan disajikan dalam tabel
berikut.

Teknik Bentuk Instrumen Tujuan


Tes Tertulis Benar-Salah, Menjodohkan, Mengetahui penguasaan pengetahuan
Pilihan Ganda, peserta didik untuk perbaikan proses
Isian/Melengkapi, Uraian pembelajaran dan/atau pengambilan
nilai
Tes Lisan Tanya jawab Mengecek pemahaman peserta didik
untuk perbaikan proses pembelajaran
Penugasan Tugas yang dilakukan secara Memfasilitasi penguasaan
individu maupun kelompok pengetahuan (bila diberikan selama
proses pembelajaran) atau
mengetahui penguasaan pengetahuan
(bila diberikan pada akhir
pembelajaran)
Portofolio Sampel pekerjaan peserta didik Sebagai (sebagian) bahan guru
terbaik yang diperoleh dari mendeskripsikan capaian
penugasan dan tes tertulis pengetahuan di akhir semester.
Instrumen tes tertulis dikembangkan atau disiapkan dengan mengikuti langkah-langkah:
a) Menetapkan tujuan tes.
b) Menyusun kisi-kisi.
c) Menulis soal berdasarkan kisi-kisi dan kaidah penulisan soal.
d) Menyusun pedoman penskoran.

Nama Sekolah : SMP/M.Ts Jaya Bangsaku


Kelas/Semester : ..... /Semester I
Tahun Pelajaran : 2016/2017
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Bentuk Jml
No KD Materi Indikator Penskoran
Soal Soal
1. Menent Variasi dan Menyebutkan jenis- Uraian 1 Skor 3, jika jenis
ukan Kombinasi jenis teknik dasar yang disebut secara
variasi Teknik Dasar dapat divariasikan dan lengkap
dan Permainan dikombinasikan Skor 2, jika jenis
kombina Bola Besar disebut secara kurang
si teknik (Contoh lengkap
dasar Sepak bola) Skor 1, jika jenis
permain disebut tidak lengkap
an bola
besar
Menjelaskan berbagai Uraian 1 Skor 4, jika
kegunaan variasi dan penjelasan benar dan
kombinasi teknik dasar lengkap
Skor 3, jika
penjelasan benar
tetapi kurang lengkap
Nilai2, jika sebagian
penjelasan tidak
benar dan kurang
lengkap
Skor 1, jika hanya
sebagian penjelasan
yang benar dan tidak
lengkap
Menjelaskan cara Uraian 2 Skor 4, jika urutan
melakukan variasi dan benar dan lengkap
kombinasi teknik dasar Skor 3, jika urutan
salah satu permainan benar tetapi kurang
bola besar (contoh; lengkap
Sepak bola) Nilai2, jika sebagian
urutan tidak benar
dan kurang lengkap
Skor 1, jika hanya
sebagian urutan yang
benar dan tidak
lengkap
2. ---------- ----------- ----------- PG 2 ............................
-

Dari kisi-kisi tersebut dapat disusun contoh instrument penilaian dalam bentuk soal uji tulis, sebagai
berikut:
a) Ada berapakah teknik dasar yang dapat kalian kombinasikan dalam permainan bola besar
(contoh sepak bola)? Sebutkan jenis-jenis teknik dasar tersebut!
b) Sebut dan jelaskan berbagai kegunaan variasi dan kombinasi teknik dasar dalam melakukan
permainan bola besar (contoh sepak bola).
c) Jelaskan cara melakukan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan bola besar
(contoh; sepak bola).

a) Tes Lisan
Contoh pertanyaan pada tes lisan berdasarkan kisi-kisi tersebut:
(1) Apa yang dimaksud dengan dribble dalam permainan bola basket?
(2) Apa manfaat dribble dalam permainnan bola basket?
73 (3) Bagaimana cara melakukan dribble dalam permainnan bola basket?

b) Penugasan

Nama Sekolah : SMP/M.Ts Jaya Bangsaku


Kelas/Semester : ..... /Semester I
Tahun Pelajaran : 2016/2017
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Teknik
No KD Materi Indikator
Penilaian
1. Memilih makanan Makanan Bergizi Mengidentifikasi jenis Penugasan
bergizi dan jajanan dan Jajanan Sehat makanan bergizi dan
sehat untuk jajanan sehat
menjaga kesehatan
tubuh.

Contoh Tugas:
Tuliskan jenis-jenis makanan bergizi dan jajanan sehat yang Kalian jumpai di sekolah, tuliskan cara
mengenalinya.

Contoh Pedoman Penskoran Tugas

No Aspek Yang Dinilai Skor


Menuliskan jenis makanan bergizi, jajanan sehat dan menuliskan ciri-cirinya
1 4
secara lengkap lengkap dan jelas
Menuliskan jenis makanan bergizi dan jajanan sehat secara lengkap tetapi
2 3
kurang jelas dalam menuliskan ciri-cirinya
Menuliskan jenis makanan bergizi dan jajanan sehat secara lengkap tetapi
3 2
tidak menuliskan ciri-cirinya
Menuliskan jenis makanan bergizi dan jajanan sehat secara tidak lengkap
4 1
dan tidak disertai ciri-cirinya
SKOR MAKSIMUM 4
Contoh tugas ini dapat dimodifikasi menjadi tugas untuk memfasilitasi peserta didik memperoleh
pengetahuan, misalnya menjadi:
Carilah informasi di internet, buku peserta didik, dan buku referensi yang relevan di perpustakaan
mengenai makanan bergizi dan jajanan sehat yang sering Kalian jumpai serta ciri-cirinya. Tulis hasil
pencarian Kalian tersebut dengan singkat dan sajikan pada pertemuan selanjutnya. Kalian dapat
bekerja dalam kelompok yang beranggotakan 3 (tiga) sampai 4 (empat) orang peserta didik.
c) Portopolio
Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai portofolio peserta didik
yang merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi
perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu.Portofolio bukan merupakan
sebuah metode penilaian, melainkan alat pengumpul dan alat komunikasi tentang pembelajaran
peserta didik.Penilaian portofolio memerlukan tanggung jawab peserta didik dalam mengelola diri,
penilaian diri sendiri, dan evaluasi berpasangan. Jenis-jenis portofolio dapat berupa: a) portofolio
personal jika dipegang dan dikelola oleh peserta didik. Biasanya berguna untuk menuliskan
cabang olahraga yang disenangi, harapan, refleksi diri, serta berbagi gagasan dari pengalaman
yang diperoleh, sepanjang periode pembelajaran. b) portofolio terekam dan tersimpan (record-
keeping portofolios), portofolio ini dapat diisi dan disimpan oleh peserta didik, namun sebagian
dari informasi yang direkam juga di simpan oleh guru. c) portofolio tematik (thematic portofolios),
portofolio ini menggambarkan kegiatan pembelajaran pada satu pokok bahasan (tema) yang
berdurasi antara dua hingga enam minggu. Contohnya, untuk topik kerja sama pada sebuah tim
75 permainan, peserta didik dapat mencatatkan refleksi mengenai pola penyerangan dan bertahan
(kognitif), menerapkan keterampilan gerak pada strategi penyerangan dan bertahan (psikomotor),
dan upaya mencapai hasil (kognitif). d) portofolio terintegrasi (integrated portofolios), portofolio
ini dapat digunakan untuk menggambarkan “potret” peserta didik secara keseluruhan, dan
berbagai subyek pembelajaran. e) portofolio selebrasi (celebration portofolios) untuk mencatat
prestasi cabang olahraga. f) portofolio tahun jamak (multiyears potofolios), yaitu portofolio yang
digunakan dengan jangka beberapa tahun dan digunakan oleh peserta didik dari satu tingkatan
kelas ke kelas yang lebih tinggi.
Portofolio setiap peserta didik disimpan dalam suatu folder (map) dan diberi tanggal pengumpulan
oleh guru. Portofolio dapat disimpan dalam bentuk cetakan dan/atau elektronik. Pada akhir suatu
semester kumpulan sampel pekerjaan tersebut digunakan sebagai sebagian bahan untuk
mendeskripsikan pencapaian pengetahuan secara deskriptif. Portofolio pengetahuan tidak diskor
lagi dengan angka.
Berikut adalah contoh ketentuan dalam penilaian portofolio untuk pengetahuan:

1) Pekerjaan asli peserta didik;


2) Pekerjaan yang dimasukkan dalam portofolio disepakati oleh peserta didik dan guru;
3) Guru menjaga kerahasiaan portofolio;
4) Guru dan peserta didik mempunyai rasa memiliki terhadap dokumen portofolio;
5) Pekerjaan yang dikumpulkan sesuai dengan KD. Setiap pembelajaran KD dari KI-3 berakhir,
pekerjaan terbaik dari KD tersebut (bila ada) dimasukkan ke dalam portofolio.

3) Teknik Penilaian Keterampilan


Penilaian keterampilan adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta
didik dalam menerapkan pengetahuan untuk melakukan tugas tertentu di dalam berbagai macam
konteks sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian keterampilan dapat dilakukan
dengan berbagai teknik, antara lain penilaian kinerja, dan penilaian proyek.
a) Penilaian Kinerja

Nama Sekolah : SMP/M.Ts Jaya Bangsaku


Kelas/Semester : ..... /Semester I
Tahun Pelajaran : 2016/2017

Teknik
No KD Materi Indikator
Penilaian
1. Mempraktikkan Latihan dan  ....... Kinerja
latihan peningkatan Pengukuran  Berlari sejauh 2,4 KM/
derajat kebugaran Kebugaran Jasmani tes Cooper
jasmani yang Terkait dengan  Melakukan pengukuran
terkait dengan Kesehatan daya tahan jantung dan
kesehatan dan paru berdasarkan tabel tes
pengukuran  Memiliki derajat daya
hasilnya. tahan jantung baru
dengan status “baik” *)
 ........

Contoh tugas penilaian kinerja


a) Lakukan pengukuran daya tahan jantung paru dengan cara berlari sejauh 2,4 KM!
b) Tentukanlah derajat daya tahan jantung paru yang Kalian miliki!
*Rubrik penskoran daya tahan jantung paru dapat dilihat dalam tabel norma tes daya tahan
menurut Cooper
Pada contoh penilaian kinerja dengan di atas, penilaian diberikan dengan memperhatikan baik
aspek proses maupun produk. Sebagaimana terlihat pada rubrik penilaian ada 2 (dua) butir aspek
yang dinilai, yaitu keterampilan peserta didik dalam melakukan praktik berlari 2,4 KM dan
menentukan derajat daya tahan jantung paru (proses), serta kualitas daya tahan jantung paru sesuai
norma dalam tes Cooper (hasil).
Guru dapat menetapkan bobot penskoran yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya yang
dinilai dengan memperhatikan karakteristik KD atau keterampilan yang dinilai. Pada contoh di
atas, keterampilan proses (berlari dan menentukan derajat daya tahan) diberi bobot lebih rendah
dibandingkan produknya (kualitas daya tahan jantung paru).
Contoh Rubrik Penilaian Kinerja

No Indikator Rubrik
1 Berlari sejauh 2,4 KM/ tes 3 = Melakukan start dengan baik, berlari secara konsisten,
Cooper dan melalui garis finish dengan baik
2 = Hanya melakukan dua unsur berlari dengan baik
1 = Hanya melakukan satu unsur berlari dengan baik
2 Melakukan pengukuran daya 4= Mempersipkan peserta, mengawasi peserta, meng-
tahan jantung dan paru operasikan stopwatch, dan membandingkan data
berdasarkan tabel tes dengan norma dengan baik
3 = Hanya melakukan tiga langkah kerja dengan baik
2 = Hanya melakukan dua langkah kerja dengan baik
1 = Hanya melakukan satu langkah kerja dengan baik
3 Memiliki derajat daya tahan 3 = Memiliki daya tahan paru jantung dengan status “baik”
jantung baru dengan status 2 = Memiliki daya tahan paru jantung dengan status
“baik” “sedang”
1 = Memiliki daya tahan paru jantung dengan status
“kurang”

b) Penilaian Proyek
Penilaian proyek adalah suatu kegiatan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam
mengaplikasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam periode/waktu
tertentu. Penilaian proyek dapat dilakukan untuk mengukur satu atau beberapa KD dalam satu
atau beberapa mata pelajaran.Tugas tersebut berupa rangkaian kegiatan mulai dari
perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian data, pengolahan dan penyajian data, serta
pelaporan.
Pada penilaian proyek setidaknya ada 4 (empat) hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
1) Pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi, dan mengelola waktu
pengumpulan data, serta penulisan laporan.
2) Relevansi
Topik, data, dan produk sesuai dengan KD.
3) Keaslian
Produk (misalnya laporan) yang dihasilkan peserta didik merupakan hasil karyanya, dengan
mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta
didik.
Inovasi dan kreativitas
79
Hasil proyek peserta didik terdapat unsur-unsur kebaruan dan menemukan sesuatu yang
berbeda dari biasanya.

Contoh Kisi-Kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah : SMP/M.Ts Jaya Bangsaku


Kelas/Semester : ..... /Semester I
Tahun Pelajaran : 2016/2017

No KD Materi Indikator Teknik Penilaian


1. Mempraktikkan Variasi dan  ...... Proyek
variasi dan Kombinasi Gerak  Menyusun
kombinasi gerak Spesifik Seni rangkaian jurus
spesifik seni Beladiri seni beladiri
beladiri  .....

Proyek:
Buatlah rangkaian jurus sederhana dengan cara memvariasikan dan mengkombinasikan berbagai
gerak (sikap dan kuda-kuda, serangan dengan tangan dan kaki, elakan, dan belaan)
1. Tentukan gerak spesifik yang akan divariasikan dan dikombinasikan.
2. Susunlah rancangan jurus yang berisi berbagai gerak (sikap dan kuda-kuda, serangan dengan
tangan dan kaki, elakan, dan belaan) secara harmonis.
3. Cobalah lakukan rangkaian gerak tersebut secara berulang
Mintalah pendapat dari temanmu, kemudian lakukan perbaikan sesuai dengan umpan balik dari
temanmu.
Contoh Rubrik Penskoran Proyek

Skor
No Aspek Yang Dinilai
0 1 2 3 4
1 Kemampuan memilih gerak spesifik yang akan
divariasi dan dikombinasikan
2 Kemampuan merancang rangkaian gerak (jurus)
3 Kemampuan mempresentasikan hasil rancangan jurus
4 Kemampuan melakukan rangkaian gerak (jurus)
5 Kualitas rangkaian gerak/jurus (keindahan)
JUMLAH

Catatan:
Guru dapat menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya pada penskoran
(sebagaimana contoh rubrik penskoran di atas) dengan memperhatikan karakteristik KD atau
keterampilan yang dinilai.

c) Penilaian Portofolio
Seperti pada penilaian pengetahuan, portofolio untuk penilaian keterampilan merupakan kumpulan
sampel karya terbaik dari KD pada KI-4. Portofolio setiap peserta didik disimpan dalam suatu
folder (map) dan diberi tanggal pengumpulan oleh guru. Portofolio dapat disimpan dalam bentuk
cetakan dan/atau elektronik. Pada akhir suatu semester kumpulan sampel karya tersebut digunakan
sebagai sebagian bahan untuk mendeskripsikan pencapaian keterampilan secara deskriptif.
Portofolio keterampilan tidak diskor lagi dengan angka.
Berikut adalah contoh ketentuan dalam penilaian keterampilan dengan portofolio:
1) Karya asli peserta didik;
2) Karya yang dimasukkan dalam portofolio disepakati oleh peserta didik dan guru;
3) Guru menjaga kerahasiaan portofolio;
4) Guru dan peserta didik mempunyai rasa memiliki terhadap dokumen portofolio;
5) Karya yang dikumpulkan sesuai dengan KD. Setiap pembelajaran KD dari KI-4 berakhir,
karya terbaik dari KD tersebut (bila ada) dimasukkan ke dalam portofolio.

4) Teknik Penilaian Kebugaran Jasmani


a) Mengukur indeks massa tubuh (IMB) atau body mass indeks (BMI)
IMT dihitung dari massa badan (M) dan kuadrat tinggi atau height (H), atau IMT= M/HxH, di
mana M adalah massa badan dalam kg, dan H adalah tinggi badan dalam meter. BMI sebagai
alat bantu untuk menyatakan seseorang terlalu kurus, ideal, di atas ideal, gemuk, dan obesitas.
Berdasarkan BMI assessment oleh NHS Direct (2011); http: //www.nhs.uk/ livewell/
loseweight/ pages/ bodymassin dex.aspx, tabel tersebut adalah sebagai berikut:

BMI Status
Kurang dari 18.5 Kurus
18.5 - 24.9 Ideal
25 - 29.9 Melebihi berat ideal
30 - 39.9 Kegemukan
Lebih dari 39.9 Obesitas

Berikut adalah contoh penghitungan indeks ini; jika tinggi badan seseorang adalah 1,82 meter,
maka bilangan pembaginya akan menjadi 1,82X1,82 = 3,3124. Jika berat badan seseorang 70,5
kg, (70,5/ 3,3124) maka IMT nya adalah 21,3 sehingga peserta didik dapat dikatakan memiliki
indeks massa tubuh ideal.
b) Mengukur derajat kebugaran jasmani secara umum dari McCloy
Tes kebugaran jasmani dengan McCloy ini mempersyaratkan testee untuk melakukan
serangkaian kegiatan berupa pull ups, press ups, squat thrusts, squat jumps, dan sit
ups.Instrument ini digunakan untuk melihat perkembangan kebugaran jasmani peserta didik
dari waktu ke waktu secara personal, sehingga untuk menentukan norma atau derajat kebugaran
jasmani peserta didik perlu dilakukan penetapan norma oleh guru sesuai dengan rata-rata
kemampuan peserta didiknya.
Pelaksanaan pengukuran kebugaran jasmani ini dilakukan secara berangkai dan terus menerus
dengan tahap-tahap yang telah ditentukan.Pada setiap pergantian kegiatan diberikan jeda waktu
selama tiga menit untuk memberi kesempatan testee melakukan pemulihan. Perlu dipastikan,
seluruh peserta didik dapat melakukan secara benar setiap gerakan agar pelaksanaan
pengukuran tidak terganggu masalah teknis, dan data yang diperoleh valid.Berikut adalah
prosedur dan langkah pelaksanaan tes tersebut:
1) Testee melakukan pemanasan kurang lebih selam 10 menit
2) Testee melakukan Pull Ups (dagu melewati palang) sebanyak yang mampu ia lakukan
3) Asisten tes menghitung dan mencatat jumlah pengulangan yang bisa dilakukan testee
4) Testee istirahat selama tiga (3) menit
5) Testee melakukan Press Ups sebanyak yang mampu ia lakukan
6) Asisten tes menghitung dan mencatat jumlah pengulangan yang bisa dilakukan testee
7) Testee istirahat selama tiga (3) menit
8) Asisten tes memberikan aba-aba “GO” dan memencet stopwatch tanda dimulai Squat
Thrusts
9) Testee melakukan Squat Thrustssebanyak-banyaknya selama 1 menit
10) Asisten tes menghitung dan mencatat jumlah pengulangan yang bisa dilakukan testee
11) Testee istirahat selama tiga (3) menit
12) Asisten tes memberikan aba-aba “GO” dan memencet stopwatch tanda dimulai Squat
Jumps
13) Testee melakukan Squat Jumpssebanyak-banyaknya selama 1 menit
14) Asisten tes menghitung dan mencatat jumlah pengulangan yang bisa dilakukan testee
15) Testee istirahat selama tiga (3) menit
16) Asisten tes memberikan aba-aba “GO” dan memencet stopwatch tanda dimulai Sit Ups
17) Testee melakukan Sit Ups sebanyak-banyaknya selama 2 menit
Asisten tes menghitung dan mencatat jumlah pengulangan yang bisa dilakukan testee. Peralatan
yang diperlukan oleh tester dan asisten tes adalah matras rata yang tidak licin, papan gantung
untuk melakukan pull ups, stopwatch, dan berbagai alat tulis.Skor derajat kebugaran jasmani
atau The Physical Fitness Index (P.F.I.) adalah hasil penjumlahan seluruh pengulangan dari
lima item tes dibagi lima (5).

2. Pelaksanaan Penilaian
Dalam pelaksanaan penilaian, guru lebih dahulu merumuskan indikator pencapaian kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dijabarkan dari Kompetensi Dasar (KD). Indikator
pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat
diukur sesuai dengan keluasan dan kedalaman kompetensi dasar tersebut. Indikator tersebut
digunakan sebagai rambu-rambu dalam penyusunan butir-butir soal atau tugas.
Indikator pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan merupakan ukuran,
karakteristik, atau ciri-ciri yang menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar tertentu dan
menjadi acuan dalam penilaian. Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi satu atau
lebih indikator pencapaian. Untuk menilai pencapaian kompetensi sikap, dan keterampilan
digunakan indikator yang dapat diamati.
Seperti pelaksanaan peniaian sikap spiritual, penilaian sikap sosial dilakukan secara terus-
menerus selama satu semester. Penilaian sikap sosial di dalam kelas dilakukan oleh guru mata
pelajaran. Perkembangan sikap peserta didik di luar jam pelajaran diikuti dan dicatat wali kelas
dan guru BK.
Penilaian pengetahuan dilakukan untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian
tersebut dilakukan selama kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung, penilaian harian
(PH), penilaian tengah semester (PTS), dan penilaian akhir semester (PAS). Penilaian tengah
semester (PTS) dan PAS pada umumnya dilakukan melalui tes tertulis.
Penilaian keterampilan dilakukan melalui teknik penilaian kinerja, penilaian proyek, dan
penilaian portofolio yang dilaksanakan setelah pembelajaran satu atau beberapa KD dari KI-4.
Teknik penilaian yang dipakai untuk setiap KD bergantung pada isi KD.

3. Pengolahan Hasil Penilaian


a. Nilai Sikap Spiritual dan Sikap Sosial
Langkah-langkah untuk membuat deskripsi nilai/perkembangan sikap selama satu semester:
1) Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK masing-masing mengelompokkan (menandai)
catatan-catatan sikap jurnal yang dibuatnya ke dalam sikap spiritual dan sikap sosial (apabila
pada jurnal belum ada kolom butir nilai).
2) Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK masing-masing membuat rumusan deskripsi
singkat sikap spiritual dan sikap sosial berdasarkan catatan-catatan jurnal untuk setiap peserta
didik.
3) Wali kelas mengumpulkan deskripsi singkat sikap dari guru mata pelajaran dan guru BK.
Dengan memperhatikan deskripsi singkat sikap spiritual dan sosial dari guru mata pelajaran,
guru BK, dan wali kelas yang bersangkutan, wali kelas menyimpulkan (merumuskan
deskripsi) capaian sikap spiritual dan sosial setiap peserta didik.
Berikut adalah contoh rumusan deskripsi capaian sikap spiritual dan sosial.
Sikap spiritual: Selalu bersyukur, selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan,dan toleran pada
pemeluk agama yang berbeda; ketaatan beribadah mulai berkembang.
Sikap sosial: Sangat santun, peduli, dan percaya diri; kejujuran, kedisiplinan, dan
tanggungjawab meningkat.

b. Nilai Pengetahuan
Nilai pengetahuan diperoleh dari hasil penilaian harian, penilaian tengah semester, dan penilaian
akhir semester yang dilakukan dengan beberapa teknik penilaian. Penulisan capaian
pengetahuan pada rapor menggunakan angka pada skala 0 – 100 dan deskripsi.
1) Hasil Penilaian Harian
Hasil Penilaian Harian merupakan nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil penilaian
harian melalui tes tertulis dan/atau penugasan untuk setiap KD. Dalam perhitungan nilai
rata-rata DAPAT diberikan pembobotan untuk nilai tes tertulis dan penugasan
MISALNYA 60% untuk bobot tes tertulis dan 40% untuk penugasan.
Penilaian harian dapat dilakukan lebih dari satu kali untuk KD yang gemuk (cakupan materi
yang luas) sehingga penilaian harian tidak perlu menunggu selesainya pembelajaran KD
tersebut. Materi dalam suatu penilaian harian untuk KD gemuk mencakup sebagian dari
keseluruhan materi yang dicakup oleh KD tersebut. Bagi KD dengan cakupan materi sedikit,
penilaian harian dapat dilakukan setelah pembelajaran lebih dari satu KD.
2) Hasil Penilaian Tengah Semester (HPTS) merupakan nilai yang diperoleh dari penilaian
tengah semester yang terdiri atas beberapa kompetensi dasar.
3) Hasil Penilaian Akhir Semester (HPAS) merupakan nilai yang diperoleh dari penilaian akhir
semester yang mencakup semua kompetensi dasar dalam satu semester.
4) Hasil Penilaian Akhir (HPA) merupakan hasil pengolahan dari HPH, HPTS, HPAS dengan
memperhitungkan bobot masing-masing yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.
Pengolahan nilai pengetahuan dilakukan melalui pembobotan sebagaimana contoh HPH :
HPTS : HPAS = 2 : 1 : 1.
Selain nilai dalam bentuk angka dan predikat, dalam rapor dituliskan deskripsi capaian
pengetahuan untuk setiap mata pelajaran, dengan rambu-rambu seperti pada penilaian sikap.

c. Nilai Keterampilan
Nilai keterampilan diperoleh dari hasil penilaian kinerja (proses dan produk), proyek, dan
portofolio. Hasil penilaian dengan teknik kinerja dan proyek dirata-rata untuk memperoleh nilai
akhir keterampilan pada setiap mata pelajaran. Seperti pada pengetahuan, penulisan capaian
keterampilan pada rapor menggunakan angka pada skala 0 – 100 dan deskripsi.
Penilaian dalam satu semester yang dilakukan oleh guru dapat menghasilkan skor seperti contoh
dalam tabel berikut.

Contoh Pengolahan Nilai Keterampilan

KD Kinerja (Proses) Kinerja (Produk) Proyek Portofolio Skor Akhir KD*


4.1 92 92
4.2 66 75 75
4.3 87 87
4.4 75 87 81
4.5 80 80
4.6 85 85
Nilai Akhir Semester = 82,916
Pembulatan = 83

Catatan:
1. Penilaian KD 4.2 dilakukan 2 (dua) kali dengan teknik teknik yang sama, yaitu kinerja. Oleh
karena itu skor akhir KD 4.2 adalah skor optimum. Penilaian untuk KD 4.4 dilakukan 2 (dua)
kali tetapi dengan teknik yang berbeda, yaitu produk dan proyek. Oleh karenanya skor akhir KD
4.4 adalah rata-rata dari skor yang diperoleh melalui teknik yang berbeda tersebut.
2. KD 4.3 dan KD 4.4 dinilai melalui penilaian proyek – 2 (dua) KD dinilai bersamasama dengan
proyek. Nilai yang diperoleh untuk kedua KD tersebut sama (dalam contoh di atas 87).
3. Nilai akhir semester diperoleh berdasarkan rata-rata skor akhir keseluruhan KD keterampilan
yang dibulatkan ke bilangan bulat terdekat.
4. Nilai akhir semester diberi predikat dengan ketentuan:

Sangat Baik (A) 86 – 100


Baik (B) 71 – 85
Cukup (C) 56 – 70
Kurang (D) ≤ 55

Selain nilai dalam bentuk angka dan predikat, dalam rapor dituliskan deskripsi capaian
keterampilan untuk setiap mata pelajaran dengan rambu-rambu seperti pada penilaian sikap.
dengan rambu-rambu seperti pada penilaian sikap.

4. Pemanfaatan dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian (Pembelajaran Remedial dan


Pengayaan)
Pembelajaran remedial dan pengayaan dilaksanakan untuk kompetensi pengetahuan dan
keterampilan. Pembelajaran remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai
KBM/KKM, sementara pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai atau
melampaui KBM/KKM. Pembelajaran remedial dapat dilakukan dengan cara:

a. pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda, menyesuaikan dengan
gaya belajar peserta didik;
b. pemberian bimbingan secara perorangan;
c. pemberian tugas-tugas atau latihan secara khusus, dimulai dengan tugas-tugas atau latihan
sesuai dengan kemampuannya;
d. pemanfaatan tutor sebaya, yaitu peserta didik dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai
KBM/KKM.
Pembelajaran remedial diberikan segera setelah peserta didik diketahui belum mencapai
KBM/KKM berdasarkan hasil PH, PTS, atau PAS. Pembelajaran remedial pada dasarnya
difokuskan pada KD yang belum tuntas dan dapat diberikan berulang-ulang sampai mencapai
KBM/KKM dengan waktu hingga batas akhir semester. Apabila hingga akhir semester
pembelajaran remedial belum bisa membantu peserta didik mencapai KBM/KKM,
pembelajaran remedial bagi peserta didik tersebut dapat dihentikan. Nilai KD yang dimasukkan
ke dalam pengolahan penilaian akhir semester adalah penilaian setinggitingginya sama dengan
KBM/KKM yang ditetapkan oleh sekolah untuk mata pelajaran tersebut. Apabila belum/tidak
mencapai KBM/KKM, nilai yang dimasukkan adalah nilai tertinggi yang dicapai setelah
mengikuti pembelajaran remedial. Guru tidak dianjurkan untuk memaksakan untuk memberi
nilai tuntas kepada peserta didik yang belum mencapai KBM/KKM.
Selanjutnya pembelajaran pengayaan dapat dilakukan melalui:
a. Belajar kelompok, yaitu sekelompok peserta didik diberi tugas pengayaan untuk dikerjakan
bersama pada dan/atau di luar jam pelajaran;
b. Belajar mandiri, yaitu peserta didik diberi tugas pengayaan untuk dikerjakan
sendiri/individual;
c. Pembelajaran berbasis tema, yaitu memadukan beberapa konten pada tema tertentu sehingga
peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.
Pengayaan biasanya diberikan segera setelah peserta didik diketahui telah mencapai
KBM/KKM berdasarkan hasil PH. Mereka yang telah mencapai KBM/KKM berdasarkan hasil
PTS dan PAS umumnya tidak diberi pengayaan. Pembelajaran pengayaan biasanya hanya
diberikan sekali, tidak berulang-kali sebagaimana pembelajaran remedial. Pembelajaran
pengayaan umumnya tidak diakhiri dengan penilaian.

E. GURU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN


KESEHATAN DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21
Abad ke 21 sudah kita masuki dengan segala tantangan dan permasalahannya. Dunia di abad 21
ini sungguh telah menampilkan wajah yang amat berbeda dari abad sebelumnya. Kemajuan
teknologi dan informasi (IT) yang berhasil dicapai ikut mempengaruhi wajah dunia dan segala
interaksinya menjadi lebih praktis, maju, modern serta mengunggulkan kepakaran dan
pemahaman penggunaan teknologi tinggi untuk memecahkan persoalan kehidupan sehari-hari.
Tantangan persaingan sumber daya manusia di berbagai negara semakin ketat dan langsung,
karena batas-batas negara sudah semakin kabur dan semakin longgar. Dalam abad yang semakin
mengglobal tersebut, pendidikan perlu didorong untuk mampu membekali peserta didik dengan
kompetensi yang dibutuhkan dari mulai kemampuan berpikir kritis, kreativitas, keterampilan
berkomunikasi dan kemampuan bekerjasama dengan orang lain. Guru adalah orang yang
bertanggung jawab untuk mempersiapkan peserta didik dalam memenuhi kompetensi tersebut.
Dalam melaksanakan tugas mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad 21 guru
dituntut memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kualitas guru merupakan
komponen penting bagi pendidikan yang sukses. Peran guru sangat penting dalam pembentukan
karakter dan sikap peserta didik, karena peserta didik membutuhkan contoh, selain pengetahuan
tentang nilai baik-buruk, benar-salah, dan indah-tidak indah. Dibutuhkan guru yang bermutu
karena perannya dalam pengembangan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik. Hal ini
sejalan dengan pendapat Killen (1998: v), “Pengetahuan, kemampuan, dan keyakinan guru
memiliki pengaruh penting terhadap apa yang dipelajari peserta didik”. Dengan berbagai
kenyataan yang digambarkan dari berbagai penjelasan ini, guru PJOK dihadapkan pada berbagai
tantangan yang tidak mudah untuk dihadapi.
Terkait dengan tantangan sebagai seorang guru dapat kita analisis bahwa menjadi guru PJOK
tidaklah mudah. Guru PJOK mengajar ratusan peserta didik dalam satu minggu pada suasana
pembelajaran di dalam dan terutama di luar kelas dengan tantangan yang lebih berat, karena
dipengaruhi oleh banyak faktor. Guru PJOK ditantang untuk menggunakan berbagai peralatan
sesuai dengan tuntutan rencana pembelajaran yang telah dipersiapkan. Interaksi dengan orangtua
peserta didik, guru-guru kelas atau mata pelajaran lain, serta pihak administrasi lain di sekolah
yang sering kali tidak mengerti tugas guru PJOK serta tidak memberi dukungan yang memadai
bagi suksesnya pembelajaran yang diselenggarakan, untuk itu diperlukan kesiapan ketika
seseorang memilih untuk menjadi seorang guru PJOK. Tantangan lain yang dihadapi oleh guru
PJOK adalah legitimasi isi dari PJOK itu sendiri terhadap kurikulum nasional, meskipun itu telah
menjadi bagian yang biasa dilakukan selama bertahun-tahun, namun masih sering dipertanyakan
urgensinya atau dengan kata lain, seolah-olah PJOK tidak penting untuk dipelajari peserta didik.
Mengingat tantangan yang berat bagi seorang guru PJOK untuk menjalankan profesinya
Interstate New Teacher Assessment and Support Consortium (INTASC) sebagaimana yang
dikutip oleh Vincent J. Melograno (2006: 16) merilis sepuluh standar pengetahuan dan
keterampilan bagi guru PJOK yang meliputi: 1). Pengetahuan akan isi pendidikan; seorang guru
PJOK diharapkan memahami isi dari PJOK, dan kajian konsep yang terkait dengan
pengembangan “insan pendidikan jasmani” 2). Pertumbuhan dan perkembangan; pemahaman
akan setiap individu belajar dan berkembang, serta memberi kesempatan yang memungkinkan
dan mendukung setiap individu untuk berkembang secara fisik, pengetahuan, sosial, dan
emosional merupakan standar yang harus dipenuhi oleh guru PJOK, 3). Perbedaan antar peserta
didik; pemahaman ini akan membawa guru PJOK untuk melakukan pendekatan dalam
pembelajaran, serta mengkreasikan pembelajaran yang sesuai dengan dan untuk menghadapi
berbagai perbedaan setiap individu peserta didik tersebut, 4). Manajemen dan motivasi; hal ini
diperlukan dan digunakan untuk memotivasi individu maupun kelompok serta perilaku untuk
mengkreasikan lingkungan pembelajaran yang aman, meningkatkan interaksi sosial, komitmen
pembelajaran yang tinggi, dan membangun motivasi diri peserta didik untuk belajar, 5).
Komunikasi; kemampuan ini adalah kemampuan guru PJOK untuk menggunakan pengetahuan
mengenai bahasa verbal dan non-verbal yang efektif, serta media komunikasi untuk
meningkatkan pembelajaran, dan seting pembelajaran yang baik, 6). Perencanaan dan
pelaksanaan pembelajaran; memahami pentingnya pengembangan perencanaan untuk
melaksanakan pembelajaran PJOK dan mewujudkan insan yang terdidik secara fisik (physically
educated person), 7). Penilaian terhadap peserta didik; memahami dan mampu menggunakan
berbagai jenis penilaian dan kontribusinya secara keseluruhan untuk melanjutkan pengembangan
fisik, pengetahuan, sosial, dan emosional peserta didik, 8). Refleksi;kemampuan guru PJOK
untuk merefleksikan kemampuan diri sebagai praktisi dan berkontribusi bagi pengembangan dan
pertumbuhan profesionalismenya, 9). Teknologi; guru PJOK harus mampu menggunakan
teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kualitas diri, dan produktivitas
keprofesionalannya, 10). Kolaborasi; merupakan kemampuan guru PJOK untuk memahami
pentingnya hubungan kerja sama dengan kolega, orangtua peserta didik dan pengasuh,
masyarakat untuk mendukung pengembangan “insan PJOK”.
Selain memenuhi berbagai standar tersebut guru berperan sebagai pendiagnosis, organisator
pengetahuan, dan pelatih terampil untuk membantu para peserta didik menguasai informasi dan
keterampilan-keterampilan yang kompleks.
Selain berbagai hal tersebut, guru semestinya selalu melakukan pengembangan diri pada: 1) Isi
pengetahuan: pengetahuan tentang isi kurikulum dan pengajaran, melalui teks, memperluas
pengetahuan peserta didik tentang bidang studi, dan mengatur kembali pengetahuan; 2) Tingkat
konseptualitas: kemampuan mengidentifikasi wilayah permasalahan atau wilayah untuk
meningkatkan kemampuan mengajar, mengidentifikasi perilaku-perilaku cadangan,
mengaplikasikan teori dan ide, dan mendesain rencana pengembangan profesional; 3) Proses
pengajaran: kemampuan dan penggunaan yang tepat terhadap variasi strategi, metode, dan
keterampilan manajemen kelas dan pengajaran; 4) Komunikasi antar pribadi: kemampuan
berkomunikasi dengan peserta didik, staf sekolah, dan orang tua; 5) Ego: pengetahuan tentang
diri dan bertanggung jawab atas perbuatan, perhatian pada orang lain, merespon positif umpan
balik, obyektif dan jujur, memfasilitasi pertumbuhan orang lain, mengembangkan konsep-diri
yang positif, dan meningkatkan kemuliaan diri (self-esteem).
Jika berbagai standar kompetensi guru tersebut dapat dipenuhi, maka peran guru dalam
mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi abad 21 akan berhasil dengan baik sesuai
dengan tujuan pendidikan nasional.

DAFTAR ISTILAH

 Pendidikan jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain
untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan
dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi.
 Tujuan Pendidikan jasmani untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan
gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan
moral, pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga
dan kesehatan.
 Salah satu mata pelajaran di dalam struktur kurikulum 2013 memiliki peranan sangat penting,
yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai
pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih dan
dilakukan secara sistematis.
 Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik, meningkatkan
kebugaran jasmani, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran,
penghayatan nilai-nilai (peserta didik menjadi percaya diri, mandiri, mengendalikan diri, dan
tangguh, mengembangkan keterampilan sosial yang positif), serta pembiasaan pola hidup sehat
yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis
yang seimbang, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat.
 Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dengan tenaga
pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar .
 Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
 Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar
proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana
dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.
 Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang
diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah.
 Kompetensi inti Sekolah Menengah Pertama (SMP/M.Ts) merupakan tingkat kemampuan untuk
mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dimiliki seorang peserta didik
SMP/M.Ts pada setiap tingkat kelas.
 Kompetensi dasar pada Kurikulum 2013 SMP/M.Ts berisi kemampuan dan muatan pembelajaran
untuk mata pelajaran pada SMP/M.Ts yang mengacu pada kompetensi inti. Kompetensi dasar
dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti.
 Indikator pencapaian kompetensi adalah: (a) perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi
untuk kompetensi dasar (KD) pada kompetensi inti (KI)-3 dan KI-4; dan (b) perilaku yang dapat
diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan KD pada KI-1 dan KI-2, yang kedua-duanya
menjadi acuan penilaian mata pelajaran.
 Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran atau tema tertentu yang
mencakup Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar .
 RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus,
buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. RPP mencakup: (1) identitas sekolah/madrasah,
mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian
kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran; (6) penilaian; dan (7)
media/alat, bahan, dan sumber belajar.
 Pendekatan (Approach) adalah cara pandang pendidik yang digunakan untuk menciptakan
lingkungan belajar yang memungkinkan terjadinya proses belajar dan tercapainya kompetensi
yang ditentukan.
 Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang
disajikan secara khas oleh guru di kelas termasuk didalamnya strategi, pendekatan, metode dan
teknik pembelajaran.
 Strategi pembelajaran:
o Strategi is plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational
goal (J.R.David,1976).
o Strategi adalah perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu.
 Metode pembelajaran merupakan cara penyampaian materi pembelajaran untuk meraih
kompetensi yang ditetapkan dan selanjutnya dapat digunakan untuk merealialisasikan strategi
yang ditetap.
 Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian
pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan yang
dilakukan secara terencana dan sistematis yang dilakukan untuk memantau proses, kemajuan
belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan evaluasi hasil belajar.
 Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan adalah proses pengumpulan informasi/data
tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek pengetahuan dan aspek keterampilan
yang dilakukan secara terencana dan sistematis dalam bentuk penilaian akhir dan ujian
sekolah/madrasah.
 Penilaian sikap dilakukan dengan menggunakan teknik observasi oleh guru mata pelajaran
(selama proses pembelajaran pada jam pelajaran), guru bimbingan konseling (BK), dan wali
kelas (selama peserta didik di luar jam pelajaran) yang ditulis dalam buku jurnal (yang
selanjutnya disebut jurnal).
 Tes tertulis adalah tes yang soal dan jawaban disajikan secara tertulis berupa pilihan ganda, isian,
benar-salah, menjodohkan, dan uraian.
 Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru secara lisan dan peserta didik
merespon pertanyaan tersebut secara lisan.
 Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur dan/atau memfasilitasi
peserta didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan.
 Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang
bersifat reflektif-integratif yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam
satu periode tertentu.
 Penilaian kinerja adalah penilaian untuk mengukur capaian pembelajaran yang berupa
keterampilan proses dan/atau hasil (produk).
 Penilaian proyek adalah suatu kegiatan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam
mengaplikasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam periode/waktu
tertentu.
 Portofolio untuk penilaian keterampilan merupakan kumpulan sampel karya terbaik dari KD
pada KI-4. Portofolio setiap peserta didik disimpan dalam suatu folder (map) dan diberi tanggal
pengumpulan oleh guru.
SILABUS MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN
KESEHATAN SMP/M.Ts

Kelas VII (3 JP/Minggu)


Alokasi waktu: 102 s.d 114 JPL

Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
3.1 Memahami Sepak bola:  Mengamati dan menelaah informasi
gerak spesifik  Menendan/ tentang gerak menendang, menghentikan,
dalam berbagai mengumpan bola dan menggiring bola dengan berbagai
permainan bola  Menghentikan bagian kaki; menyundul bola, melempar
besar sederhana bola bola ke dalam, dan menjaga gawang
dan atau  Menggiring bola dengan berbagai posisi baik tanpa awalan
tradisional *)  Menyundul bola maupun dengan awalan secara individual,
4.1 Mempraktikkan  Melempar ke berpasangan atau berkelompok.
gerak spesifik dalam  Mencoba dan melakukan gerak
dalam berbagai  Menjaga gawang menendang, menghentikan, dan
permainan bola menggiring bola dengan berbagai bagian
besar sederhana kaki; menyundul bola, melempar bola ke
dan atau dalam, dan menjaga gawang dengan
tradisional *) berbagai posisi baik tanpa awalan maupun
dengan awalan secara individual,
berpasangan atau berkelompok.
 Memperagakan hasil belajar tentang gerak
spesifik permainan sepak bola ke dalam
permainan yang dimodifikasi dilandasi
nilai-nilai sportifitas, kerja sama, disiplin,
dan tanggung jawab.
Bola voli: 
 Passing bawah deskripsi tugas dan indikator tugas (gerak
 Passing atas passing bawah, passing atas, servis bawah,
 Servis bawah servis atas, smes/spike, block/ bendungan
 Servis atas dengan berbagai posisi baik tanpa awalan
 Smes/spike maupun dengan awalan).
 Block/ 
bendungan indikator keberhasilannya.

diperlukan untuk mencapai ketuntasan
tugas ajar.

dengan target waktu yang telah ditentukan
sendiri.

mencapai target belajar sesuai dengan
alokasi waktunya, maka mereka diberi
kesempatan untuk memperbaiki target
waktu.

mencapai target sesuai dengan waktu atau
lebih cepat, maka mereka diberi
kesempatan untuk mencoba tugas gerak
spesifik permainan bola voli ke dalam
permainan yang dimodifikasi dilandasi
nilai-nilai sportifitas, kerja sama, disiplin,
dan tanggung jawab.
Bola basket:  Guru mengatur peserta didik
 Melempar bola agar berpasang-pasangan.
 Menangkap bola  Guru membagikan bahan ajar,
 Menggiring bola yang berisi deskripsi tugas dan indikator
 Menembak bola tugas gerak kepada setiap pasangan (gerak
 Merebound bola melempar, menangkap, menggiring,
menembak, dan merebound bola dengan
berbagai posisi baik tanpa awalan maupun
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
dengan awalan).
 Peserta didik mempelajari tugas
dan indikator keberhasilannya.
 Peserta didik membagi tugas, siapa yang
pertama kali menjadi pelaku dan siapa
yang menjadi pengamat.
 Peserta didik melaksanakan tugas, dan
berganti peran bilamana pelaku sudah
berhasil melakukan tugas sesuai dengan
indikator yang telah ditentukan ke dalam
permainan bola basket yang dimodifikasi
dilandasi nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
disiplin, dan tanggung jawab.
3.2 Memahami Kasti: 
gerak spesifik  Melempar bola berpasang-pasangan.
dalam berbagai  Menangkap bola 
permainan bola  Memukul bola deskripsi tugas dan indikator tugas gerak
kecil sederhana kepada setiap pasangan (gerak melempar,
dan atau menangkap, dan memukul bola dengan
tradisional. *) berbagai posisi baik tanpa awalan maupun
4.2 Mempraktikkan dengan awalan).
gerak spesifik 
dalam berbagai indikator keberhasilannya.
permainan bola 
kecil sederhana pertama kali menjadi pelaku dan siapa
dan atau yang menjadi pengamat.
tradisional. *) 
berganti peran bilamana pelaku sudah
berhasil melakukan tugas sesuai dengan
indikator yang telah ditentukan ke dalam
permainan kasti yang dimodifikasi
dilandasi nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
disiplin, dan tanggung jawab.
Bulutangkis: 
 Memegang raket deskripsi tugas dan indikator tugas (gerak
 Posisi berdiri/ memegang raket, posisi berdiri/stance,
stance gerakan kaki/ footwork, servis panjang,
 Gerakan kaki/ servis pendek, pukulan forehand, pukulan
footwork backhand, dan smes dengan berbagai
 Servis panjang posisi baik tanpa awalan maupun dengan
 Servis pendek awalan).
 Pukulan 
forehand indikator keberhasilannya.
 Pukulan 
backhand diperlukan untuk mencapai ketuntasan
 Pukulan smes tugas ajar.

dengan target waktu yang telah ditentukan
sendiri.

mencapai target belajar sesuai dengan
alokasi waktunya, maka mereka diberi
kesempatan untuk memperbaiki target
waktu.

mencapai target sesuai dengan waktu atau
lebih cepat, maka mereka diberi
kesempatan untuk mencoba tugas gerak
spesifik permainan bulutangkis ke dalam
permainan yang dimodifikasi dilandasi
nilai-nilai sportifitas, kerja sama, disiplin,
dan tanggung jawab.
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Tenis Meja:  Peserta didik mempersiapkan peralatan
 Memegang bet yang akan dipakai dalam pembelajaran.
 Posisi berdiri/  Guru menunjuk peserta didik untuk
stance membariskan dan memimpin doa sebelum
 Gerakan dimulai pembelajaran.
kaki/foot work  Peserta didik dibagi dalam beberapa
 Servis forehand kelompok sesuai dengan gerak spesifik,
 Servis backhand misalnya: gerak memegang bet, posisi
 Pukulan berdiri/stance, gerakan kaki/footwork,
forehand servis forehand, servis backhand, pukulan
 Pukulan forehand, pukulan backhand, dan smes.
backhand  Peserta didik melakukan gerak spesifik
 Pukulan smes permainan tenis meja sesuai dengan
pembagian kelompok instruksi guru
sebelum pembelajaran dimulai.
 Guru menjelaskan keterkaitannya gerak
spesifik permainan tenis meja bagi
kebugaran jasmani.
 Peserta didik yang memiliki keterampilan
lebih baik dapat dijadikan sebagai
mediator bagi peserta didik lain dalam
kelompok tersebut.
 Secara kelompok peserta didik berganti
tempat untuk mempelajari gerakan teknik
yang berbeda dari kelompok asal.
 Seluruh gerak spesifik permainan tenis
meja diawasi dan diberikan koreksi oleh
guru apabila ada kesalahan gerakan.
 Peserta didik secara individu dan atau
kelompok melakukan gerak spesifik
permainan tenis meja sesuai dengan
koreksi oleh guru dilandasi nilai-nilai
sportifitas, kerja sama, disiplin, dan
tanggung jawab.
 Secara klasikal peserta didik diberikan
penghargaan dan motivasi berdasarkan
hasil penilaian.
 Peserta didik merapihkan dan
mengembalikan peralatan yang telah
digunakan.
 Secara klasikal berdo’a.
3.3 Memahami Jalan Cepat:  Guru membagikan bahan ajar, yang berisi
gerak spesifik  Start deskripsi tugas dan indikator tugas gerak
jalan, lari,  Gerakan tungkai (gerak start, gerakan tungkai, tumpuan
lompat, dan  Tumpuan kaki kaki, gerakan ayunan lengan, gerakan
lempar dalam  Gerakan ayunan pinggul, dan memasuki garis finish baik
berbagai lengan tanpa awalan maupun dengan awalan).
permainan  Gerakan pinggul  Peserta didik mempelajari tugas ajar dan
sederhana dan  Memasuki garis indikator keberhasilannya.
atau tradisional. finish  Peserta didik memperkirakan waktu yang
*) diperlukan untuk mencapai ketuntasan
4.3 Mempraktikkan tugas ajar.
gerak spesifik  Peserta didik melaksanakan tugas ajar
jalan, lari, sesuai dengan target waktu yang telah
lompat, dan ditentukan sendiri.
lempar dalam  Bagi peserta didik yang belum mampu
berbagai mencapai target belajar sesuai dengan
permainan alokasi waktunya, maka mereka diberi
sederhana dan kesempatan untuk memperbaiki target
atau tradisional. waktu.
*)  Bagi peserta didik yang telah berhasil
mencapai target sesuai dengan waktu atau
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
lebih cepat, maka mereka diberi
kesempatan untuk mencoba gerak spesifik
jalan cepat ke dalam perlombaan jalan
cepat yang dimodifikasi dilandasi nilai-
nilai sportifitas, kerja sama, disiplin, dan
tanggung jawab.
Lari Jarak Pendek:  Mengamati dan menelaah informasi
 Start tentang gerak start, posisi badan/ togok,
 Posisi badan/ ayunan lengan, langkah kaki, mendaratkan
togok kaki, memasuki garis finish baik tanpa
 Ayunan lengan awalan maupun dengan awalan secara
 Langkah kaki individual, berpasangan atau berkelompok.
 Mendarat kan  Mencoba dan melakukan gerak start,
kaki posisi badan/togok, ayunan lengan,
 Memasuki garis langkah kaki, mendaratkan kaki,
finish memasuki garis finish baik tanpa awalan
maupun dengan awalan secara individual,
berpasangan atau berkelompok.
 Memperagakan hasil belajar tentang gerak
spesifik lari jarak pendek ke dalam
permainan yang dimodifikasi dilandasi
nilai-nilai sportifitas, kerja sama, disiplin,
dan tanggung jawab.
Lompat Jauh: 
 Awalan membariskan dan memimpin doa sebelum
 Tolakan dimulai pembelajaran.
 Melayang di Guru membagikan lembar periksa sendiri
udara (selfcheck) kepada peserta didik.
 Mendarat 
serta mempraktikkan gerak spesifik lompat
jauh (gerak awalan, tolakan/ tumpuan,
melayang di udara, dan mendarat) sesuai
jumlah pengulangan yang disarankan.

tolakan/tumpuan, maka dipersilahkan
untuk melanjutkan menuju gerakan
awalan, dan jika belum maka harus
mengulang kembali gerakan tersebut.

telah menguasai tolakan/tumpuan dan
awalan, maka dilanjutkan dengan gerakan
melayang di udara dan mendarat.

lompat jauh dilandasi nilai-nilai sportifitas,
kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab.

periksa sendiri, dan secara intrinsik
(intrinsic feedback) oleh peserta didik.
Tolak Peluru: 
 Memegang deskripsi tugas dan indikator tugas gerak
peluru spesifik tolak peluru (gerak memegang
 Awalan peluru, awalan, menolak peluru, gerak
 Menolak peluru lanjutan baik tanpa awalan maupun dengan
 Gerak lanjutan awalan).

indikator keberhasilannya.

diperlukan untuk mencapai ketuntasan
tugas ajar.

dengan target waktu yang telah ditentukan
sendiri.
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran

mencapai target belajar sesuai dengan
alokasi waktunya, maka mereka diberi
kesempatan untuk memperbaiki target
waktu.
 Bagi peserta didik yang telah berhasil
mencapai target sesuai dengan waktu atau
lebih cepat, maka mereka diberi
kesempatan untuk mencoba gerak spesifik
tolak peluru ke dalam perlombaan tolak
peluru yang dimodifikasi dilandasi nilai-
nilai sportifitas, kerja sama, disiplin, dan
tanggung jawab.
3.4 Memahami  Kuda-kuda  Peserta didik mempersiapkan peralatan
gerak spesifik  Pola langkah yang akan dipakai dalam pembelajaran.
seni beladiri. **)  Pukulan  Guru menunjuk peserta didik untuk
4.4 Mempraktikkan  Tendangan membariskan dan memimpin doa sebelum
gerak spesifik  Tangkisan dimulai pembelajaran.
seni beladiri. **)  Elakan  Peserta didik melakukan gerakan beladiri
 Hindaran pencak silat (gerak kuda-kuda, pola
langkah, pukulan, tendangan, tangkisan,
elakan, hindaran) sesuai dengan instruksi
guru sebelum pembelajaran dimulai.
 Guru membuka dan menjelaskan
pembelajaran beladiri pencak silat bagi
kesehatan dan kebugaran jasmani.
 Peserta didik melakukan gerakan beladiri
pencak silat sesuai dengan penjelasan guru
secara individu maupun kelompok, dan
menyampaikan arti penting kerja sama
dalam aktivitas beladiri pencak silat.
 Seluruh gerakan beladiri pencak silat
peserta didik diawasi dan diberikan koreksi
oleh guru apabila ada kesalahan gerakan.
 Peserta didik secara individu dan atau
kelompok melakukan gerakan beladiri
pencak silat dengan dilandasi nilai-nilai
sportifitas, kerja sama, keberanian, dan
tanggung jawab sesuai dengan koreksi oleh
guru.
 Guru mengamati seluruh aktifitas peserta
didik dalam melakukan gerakan beladiri
pencak silat secara seksama.
 Guru menyampaikan tingkat pencapaian
kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang diperoleh oleh peserta
didik, menyampaikan peserta didik yang
mendapatkan hasil yang terbaik, dan
memberikan motivasi pada yang belum.
 Peserta didik merapihkan dan
mengembalikan peralatan yang telah
digunakan.
 Secara klasikal berdo’a.
3.5 Memahami Latihan kebugaran  Peserta didik mempersiapkan peralatan
latihan jasmani yang terkait yang akan dipakai dalam pembelajaran.
peningkatan dengan kesehatan:  Guru menunjuk peserta didik untuk
derajat  kekuatan membariskan dan memimpin doa sebelum
kebugaran  daya tahan otot dimulai pembelajaran.
jasmani yang  daya tahan  Guru memberikan informasi dan peragaan
terkait dengan pernapasan berbagai latihan kebugaran jasmani yang
kesehatan dan  kelenturan terkait dengan kesehatan (kekuatan, daya
pengukuran Pengukuran tahan otot, daya tahan pernapasan, dan
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
hasilnya. kebugaran jasmani kelenturan) dan pengukurannya yang akan
4.5 Mempraktik kan dipelajari.
latihan  Guru memberikan kesempatan kepada
peningkatan peserta didik untuk mencoba latihan
derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan
kebugaran kesehatan yang telah diperagakan oleh
jasmani yang guru.
terkait dengan  Guru mengatur giliran peserta didik untuk
kesehatan dan mempraktikkan berbagai latihan kebugaran
pengukuran jasmani yang terkait dengan kesehatan dan
hasilnya. memberikan komando sesuai dengan
gilirannya.
 Guru memberikan umpan balik secara
langsung maupun tertunda kepada peserta
didik yang memerlukan secara klasikal.
3.6 Memahami  Keseimbangan  Guru membagikan bahan ajar, yang berisi
berbagai menggunakan deskripsi tugas dan indikator tugas gerak
keterampilan kaki (gerak keseimbangan menggunakan kaki,
dasar dalam  Keseimbangan keseimbangan menggunakan lengan,
aktivitas menggunakan keseimbangan menggunakan kepala,
spesifik senam lengan guling ke depan, dan guling ke belakang
lantai.  Keseimbangan dengan berbagai posisi).
4.6 Mempraktikkan menggunakan  Peserta didik mempelajari tugas ajar dan
berbagai kepala indikator keberhasilannya.
keterampilan  Guling ke depan  Peserta didik memperkirakan waktu yang
dasar dalam  Guling ke diperlukan untuk mencapai ketuntasan
aktivitas belakang tugas ajar.
spesifik senam  Peserta didik melaksanakan tugas ajar
lantai. sesuai dengan target waktu yang telah
ditentukan sendiri.
 Bagi peserta didik yang belum mampu
mencapai target belajar sesuai dengan
alokasi waktunya, maka mereka diberi
kesempatan untuk memperbaiki target
waktu.
 Bagi peserta didik yang telah berhasil
mencapai target sesuai dengan waktu atau
lebih cepat, maka mereka diberi
kesempatan untuk mencoba gerak spesifik
senam lantai ke dalam bentuk rangkaian
sederhana atau permainan yang
dimodifikasi dilandasi nilai-nilai
sportifitas, kerja sama, keberanian, dan
tanggung jawab.
3.7 Memahami  Langkah kaki  Peserta didik mempersiapkan peralatan
variasi dan  Ayunan lengan yang akan dipakai dalam pembelajaran.
kombinasi gerak  Guru menunjuk peserta didik untuk
berbentuk membariskan dan memimpin doa sebelum
rangkaian dimulai pembelajaran.
langkah dan  Peserta didik diminta untuk
ayunan lengan mempersiapkan pertanyaan gerakan-
mengikuti irama gerakan yang tidak mampu.
(ketukan)  Peserta didik melakukan aktivitas gerak
tanpa/dengan berirama yang tidak mampu dilakukan
musik sebagai pada saat gerakan.
pembentuk gerak  Guru mengamati seluruh aktivitas gerak
pemanasan berirama peserta didik secara individu
dalam aktivitas maupun kelompok.
gerak berirama.  Seluruh aktivitas gerak berirama peserta
4.7 Mempraktik kan didik diawasi dan diberikan koreksi oleh
variasi dan guru apabila ada kesalahan gerakan.
kombinasi gerak
 Peserta didik secara individu dan atau
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
berbentuk kelompok melakukan aktivitas gerak
rangkaian berirama sesuai dengan koreksi oleh guru.
langkah dan  Seluruh gerakan peserta didik setelah
ayunan lengan diberikan umpan balik diamati oleh guru
mengikuti irama secara individu maupun kelompok.
(ketukan)  Peserta didik melakukan aktivitas gerak
tanpa/dengan berirama secara individual atau
musik sebagai berkelompok secara bergantian dilandasi
pembentuk gerak nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab,
pemanasan disiplin, dan percaya diri.
dalam aktivitas  Secara klasikal peserta didik diberikan
gerak berirama penghargaan dan motivasi berdasarkan
hasil penilaian.
 Peserta didik merapihkan dan mengembali-
kan peralatan yang telah digunakan.
 Secara klasikal berdo’a.
3.8 Memahami gerak  Pengenalan di air  Peserta didik mempersiapkan peralatan
spesifik salah  Gerakan yang akan dipakai dalam pembelajaran.
satu gaya renang meluncur  Guru menunjuk peserta didik untuk
dengan  Gerakan kaki membariskan dan memimpin doa sebelum
koordinasi yang  Gerakan lengan dimulai pembelajaran.
baik. ***)  Gerakan  Guru memberikan informasi dan peragaan
4.8 Mempraktikkan mengambil napas berbagai gerak spesifik aktivitas air (gerak
gerak spesifik  Koordinasi pengenalan di air, meluncur, gerakan kaki,
salah satu gaya gerakan gerakan lengan, mengambil napas, dan
renang dengan koordinasi gerakan) yang akan dipelajari.
koordinasi yang  Guru memberikan kesempatan kepada
baik. ***) peserta didik untuk mencoba gerak spesifik
aktivitas air yang telah diperagakan oleh
guru.
 Guru mengatur giliran peserta didik untuk
mempraktikkan berbagai gerak spesifik
aktivitas air dan memberikan komando
sesuai dengan gilirannya.
 Guru memberikan umpan balik secara
langsung maupun tertunda kepada peserta
didik yang memerlukan secara klasikal.
3.9 Memahami  Pertumbuhan  Mengamati dan menelaah informasi
perkembangan  Perkembangan tentang pertumbuhan, perkembangan,
tubuh remaja  Faktor-faktor faktor-faktor yang mempengaruhi
yang meliputi yang perubahan fisik sekunder, faktor-faktor
perubahan fisik mempengaruhi yang mempengaruhi perubahan mental
sekunder dan perubahan fisik secara individual atau berkelompok.
mental. sekunder  Melaporkan/mempresentasikan hasil
4.9 Memaparkan  Faktor-faktor pengamatan dihadapan guru dan teman
perkembangan yang sekelas tentang pertumbuhan,
tubuh remaja mempengaruhi perkembangan, faktor-faktor yang
yang meliputi perubahan mental mempengaruhi perubahan fisik sekunder,
perubahan fisik faktor-faktor yang mempengaruhi
sekunder dan perubahan mental secara individual atau
mental. berkelompok.
 Membuat kesimpulan hasil diskusi tentang
perkembangan tubuh remaja yang meliputi
perubahan fisik sekunder dan mental
secara individual atau berkelompok
dilandasi nilai-nilai kerja sama, tanggung
jawab, disiplin, dan percaya diri.
3.10 Memahami  Pola makan sehat  Peserta didik dibagai menjadi empat
pola makan  Zat gizi makanan kelompok/sesuai dengan pokok bahasan
sehat, bergizi  Gizi seimbang (pola makan sehat, zat gizi makanan, gizi
dan seimbang  Pengaruh zat gizi seimbang, pengaruh zat gizi makanan
serta maknan terhadap terhadap kesehatan).
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
pengaruhnya kesehatan  Setiap kelompok berdiskusi dan
terhadap menuliskan kesimpulan hasilnya pada
kesehatan. kertas plano untuk ditempel di dinding dan
4.10 Memaparkan dibaca oleh kelompok lain.
pola makan  Setiap anggota kelompok membaca dan
sehat, bergizi mencatat hasil diskusi kelompok lain yang
dan seimbang ditempel, kemudian membuat pertanyaan
serta sesuai dengan pokok bahasan tersebut
pengaruhnya (paling sedikit satu pertanyaan setiap
terhadap kelompok/empat pertanyaan).
kesehatan.  Setiap kelompok mengajukan pertanyaan
dan dijawab oleh kelompok lain yang
membahas pokok bahasan sesuai
pertanyaan tersebut.
 Setiap kelompok menyusun simpulan
akhir dan membacakannya di akhir
pembelajaran secara bergiliran dilandasi
nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab,
disiplin, dan percaya diri.
 Penilaian yang dilakukan oleh guru
menggunakan penilaian proses.

Kelas VIII
Alokasi Waktu: 102 s.d 114 JPL

Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
3.1 Memahami Sepak bola:  Guru mengatur peserta didik
variasi gerak  Variasi agar berpasang-pasangan.
spesifik dalam menendan/  Guru membagikan bahan ajar,
berbagai mengumpan yang berisi deskripsi tugas dan indikator
permainan bola bola tugas gerak kepada setiap pasangan
besar sederhana  Variasi (variasi gerak menendang, menghentikan,
dan atau menghentikan dan menggiring bola dengan berbagai
tradisional bola bagian kaki; variasi menyundul bola,
4.1 Mempraktikkan  Variasi melempar bola, dan menjaga gawang
variasi gerak menggiring bola dengan berbagai posisi).
spesifik dalam  Variasi  Peserta didik mempelajari tugas
berbagai menyundul bola dan indikator keberhasilannya.
permainan bola  Variasi  Peserta didik membagi tugas, siapa yang
besar sederhana melempar bola pertama kali menjadi pelaku dan siapa
dan atau  Variasi menjaga yang menjadi pengamat.
tradisional gawang  Peserta didik melaksanakan tugas, dan
berganti peran bilamana pelaku sudah
berhasil melakukan tugas sesuai dengan
indikator yang telah ditentukan ke dalam
permainan sepak bola yang dimodifikasi
dilandasi nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
disiplin, dan tanggung jawab.
Bola voli:  Peserta didik mempersiapkan peralatan
 Variasi passing yang akan dipakai dalam pembelajaran.
bawah  Guru menunjuk peserta didik untuk
 Variasi passing membariskan dan memimpin doa sebelum
atas dimulai pembelajaran.
 Variasi servis  Peserta didik dibagi dalam beberapa
bawah kelompok sesuai dengan variasi gerakan
 Variasi servis permainan bolavoli, misalnya: variasi
atas gerak passing bawah, passing atas, servis
 Variasi bawah, servis atas, smes/spike, block/
smes/spike bendungan.
 Variasi block/  Peserta didik melakukan variasi gerakan
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
bendungan permainan bolavoli sesuai dengan
pembagian kelompok instruksi guru
sebelum pembelajaran dimulai.
 Guru menjelaskan keterkaitannya
permainan bolavoli bagi kebugaran
jasmani.
 Peserta didik yang memiliki keterampilan
lebih baik dapat dijadikan sebagai
mediator bagi peserta didik lain dalam
kelompok tersebut.
 Secara kelompok peserta didik berganti
tempat untuk mempelajari gerakan yang
berbeda dari kelompok asal.
 Seluruh permainan bolavoli diawasi dan
diberikan koreksi oleh guru apabila ada
kesalahan gerakan.
 Peserta didik secara individu dan atau
kelompok melakukan permainan bolavoli
sesuai dengan koreksi oleh guru dilandasi
nilai-nilai sportifitas, kerja sama, disiplin,
dan tanggung jawab.
 Secara klasikal peserta didik diberikan
penghargaan dan motivasi berdasarkan
hasil penilaian.
 Peserta didik merapihkan dan
mengembalikan peralatan yang telah
digunakan.
 Secara klasikal berdo’a.
Bola basket: 
 Variasi deskripsi tugas dan indikator tugas (variasi
melempar bola gerak melempar, menangkap, menggiring,
 Variasi menembak, dan merebound bola dengan
menangkap bola berbagai posisi).
 Variasi 
menggiring bola indikator keberhasilannya.
 Variasi 
menembak bola diperlukan untuk mencapai ketuntasan
 Variasi tugas ajar.
merebound bola 
dengan target waktu yang telah ditentukan
sendiri.

mencapai target belajar sesuai dengan
alokasi waktunya, maka mereka diberi
kesempatan untuk memperbaiki target
waktu.

mencapai target sesuai dengan waktu atau
lebih cepat, maka mereka diberi
kesempatan untuk mencoba tugas gerak
spesifik permainan bola basket ke dalam
permainan yang dimodifikasi dilandasi
nilai-nilai sportifitas, kerja sama, disiplin,
dan tanggung jawab.
3.2 Memahami Kasti: 
variasi gerak  Variasi deskripsi tugas dan indikator tugas (variasi
spesifik dalam melempar bola gerak melempar, menangkap, memukul,
berbagai  Variasi dan smes bola dengan berbagai posisi).
permainan bola menangkap bola 
kecil sederhana  Variasi indikator keberhasilannya.
dan atau memukul bola 
tradisional  Variasi smes diperlukan untuk mencapai ketuntasan
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
4.2 Mempraktik kan tugas ajar.
variasi gerak 
spesifik dalam dengan target waktu yang telah ditentukan
berbagai sendiri.
permainan bola 
kecil sederhana mencapai target belajar sesuai dengan
dan atau alokasi waktunya, maka mereka diberi
tradisional kesempatan untuk memperbaiki target
waktu.

mencapai target sesuai dengan waktu atau
lebih cepat, maka mereka diberi
kesempatan untuk mencoba tugas gerak
permainan kasti ke dalam permainan yang
dimodifikasi dilandasi nilai-nilai
sportifitas, kerja sama, disiplin, dan
tanggung jawab.
Bulutangkis:  Mengamati dan menelaah informasi
 Variasi tentang variasi gerak memegang raket,
memegang raket posisi berdiri (stance), gerakan
 Variasi posisi kaki/footwork, servis panjang, servis
berdiri (stance) pendek, pukulan forehand, pukulan
 Variasi gerakan backhand, dan pukulan smes dengan
kaki/foot work berbagai posisi secara individual,
 Variasi servis berpasangan atau berkelompok.
panjang  Mencoba dan melakukan variasi gerak
 Variasi servis memegang raket, posisi berdiri (stance),
pendek gerakan kaki/ footwork, servis panjang,
 Variasi pukulan servis pendek, pukulan forehand, pukulan
forehand backhand, dan pukulan smes dengan
berbagai posisi secara individual,
 Variasi pukulan
berpasangan atau berkelompok.
backhand
 Memperagakan hasil belajar tentang
 Variasi pukulan
variasi gerak spesifik permainan
smes
bulutangkis ke dalam permainan yang
dimodifikasi dilandasi nilai-nilai
sportifitas, kerja sama, disiplin, dan
tanggung jawab.
Tenis Meja: 
 Variasi berpasang-pasangan.
memegang bet 
 Variasi posisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak
berdiri (stance) kepada setiap pasangan (variasi gerak
 Variasi gerakan memegang bet, posisi berdiri (stance),
kaki/footwork gerakan kaki/ footwork, servis forehand,
 Variasi servis servis backhand, pukulan forehand,
forehand pukulan backhand dan pukulan smes
 Variasi servis dengan berbagai posisi).
backhand 
 Variasi pukulan indikator keberhasilannya.
forehand 
 Variasi pukulan pertama kali menjadi pelaku dan siapa
backhand yang menjadi pengamat.
 Variasi pukulan 
smes berganti peran bilamana pelaku sudah
berhasil melakukan tugas sesuai dengan
indikator yang telah ditentukan ke dalam
permainan tenis meja yang dimodifikasi
dilandasi nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
disiplin, dan tanggung jawab.
3.3 Memahami Jalan Cepat: 
variasi gerak  Variasi start berpasang-pasangan.
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
spesifik jalan,  Variasi gerakan 
lari, lompat, dan tungkai deskripsi tugas dan indikator tugas gerak
lempar dalam  Variasi kepada setiap pasangan (variasi gerak
berbagai tumpuan kaki start, gerakan tungkai, tumpuan kaki,
permainan  Variasi gerakan gerakan ayunan lengan, gerakan pinggul,
sederhana dan ayunan lengan dan memasuki garis finish).
atau tradisional  Variasi gerakan 
4.3 Mempraktik kan pinggul indikator keberhasilannya.
variasi gerak  Variasi 
spesifik jalan, memasuki garis pertama kali menjadi pelaku dan siapa
lari, lompat, dan finish yang menjadi pengamat.
lempar dalam 
berbagai berganti peran bilamana pelaku sudah
permainan berhasil melakukan tugas sesuai dengan
sederhana dan indikator yang telah ditentukan ke dalam
atau tradisional perlombaan jalan cepat yang dimodifikasi
dilandasi nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
disiplin, dan tanggung jawab.
Lari Jarak Pendek: 
 Variasi start membariskan dan memimpin doa sebelum
 Variasi posisi dimulai pembelajaran.
badan/ togok Guru membagikan lembar periksa sendiri
 Variasi ayunan (selfcheck) kepada peserta didik.
lengan 
 Variasi langkah serta mempraktikkan variasi gerakan lari
kaki jarak pendek (start, posisi badan/ togok,
 Variasi ayunan lengan, langkah kaki, mendaratkan
mendaratkan kaki, memasuki garis finish) sesuai jumlah
kaki pengulangan yang disarankan.
 Variasi 
memasuki garis start, maka dipersilahkan untuk
finish melanjutkan menuju gerakan lari, dan jika
belum maka harus mengulang kembali
gerakan tersebut.

telah menguasai start dan gerakan lari,
maka dilanjutkan dengan gerakan
memasuki garis finish.

dari gerakan start, berlari, dan memasuki
garis finish dilandasi nilai-nilai sportifitas,
kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab.

periksa sendiri, dan secara intrinsik
(intrinsic feedback) oleh peserta didik.
Lompat Jauh:  Guru membagikan bahan ajar, yang berisi
 Variasi awalan deskripsi tugas dan indikator tugas variasi
 Variasi tolakan gerakan lompat jauh (awalan, tolakan,
 Variasi melayang di udara, dan mendarat).
melayang di  Peserta didik mempelajari tugas ajar dan
udara indikator keberhasilannya.
 Variasi  Peserta didik memperkirakan waktu yang
mendarat diperlukan untuk mencapai ketuntasan
tugas ajar.
 Peserta didik melaksanakan tugas ajar
sesuai dengan target waktu yang telah
ditentukan sendiri.
 Bagi peserta didik yang belum mampu
mencapai target belajar sesuai dengan
alokasi waktunya, maka mereka diberi
kesempatan untuk memperbaiki target
waktu.
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
 Bagi peserta didik yang telah berhasil
mencapai target sesuai dengan waktu atau
lebih cepat, maka mereka diberi
kesempatan untuk mencoba variasi
gerakan lompat jauh ke dalam perlombaan
lompat jauh yang dimodifikasi dilandasi
nilai-nilai sportifitas, kerja sama, disiplin,
dan tanggung jawab.
Tolak Peluru:  Mengamati dan menelaah informasi
 Variasi tentang variasi gerak memegang peluru,
memegang awalan, menolak peluru, gerak lanjutan
peluru secara individual, berpasangan atau
 Variasi awalan berkelompok.
 Variasi menolak  Mencoba dan melakukan variasi gerak
peluru memegang peluru, awalan, menolak
 Variasi gerak peluru, gerak lanjutan secara individual,
lanjutan berpasangan atau berkelompok.
 Memperagakan hasil belajar tentang
variasi gerak spesifik tolak peluru ke
dalam permainan yang dimodifikasi
dilandasi nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
disiplin, dan tanggung jawab.
3.4 Memahami  Variasi kuda- 
variasi gerak kuda berpasang-pasangan.
spesifik seni  Variasi pola 
beladiri langkah deskripsi tugas dan indikator tugas gerak
4.4 Mempraktikkan  Variasi pukulan kepada setiap pasangan (variasi gerak
variasi gerak  Variasi kuda-kuda, pola langkah, pukulan,
spesifik seni tendangan tendangan, tangkisan, elakan, hindaran
beladiri  Variasi dengan berbagai posisi).
tangkisan 
 Variasi elakan indikator keberhasilannya.
 Variasi hindaran 
pertama kali menjadi pelaku dan siapa
yang menjadi pengamat.

berganti peran bilamana pelaku sudah
berhasil melakukan tugas sesuai dengan
indikator yang telah ditentukan ke dalam
pertandingan beladiri pencak silat yang
dimodifikasi dilandasi nilai-nilai
sportifitas, kerja sama, keberanian, dan
tanggung jawab.
3.5 Memahami  Latihan  Peserta didik mempersiapkan peralatan
latihan kebugaran yang akan dipakai dalam pembelajaran.
peningkatan jasmani yang  Guru menunjuk peserta didik untuk
derajat kebugaran terkait dengan membariskan dan memimpin doa sebelum
jasmani yang keterampilan dimulai pembelajaran.
terkait dengan (kecepatan,  Guru memberikan informasi dan peragaan
keterampilan kelincahan, berbagai latihan kebugaran jasmani yang
(kecepatan, keseimbanga, terkait dengan keterampilan (kecepatan,
kelincahan, dan koordinasi) kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi)
keseimbangan,  Pengukuran dan pengukurannya yang akan dipelajari.
dan koordinasi) kebugaran  Guru memberikan kesempatan kepada
serta pengukuran jasmani peserta didik untuk mencoba latihan
hasilnya kebugaran jasmani yang terkait dengan
4.5 Mempraktikkan keterampilan yang telah diperagakan oleh
latihan guru.
peningkatan  Guru mengatur giliran peserta didik untuk
derajat kebugaran mempraktikkan berbagai latihan kebugaran
jasmani yang jasmani yang terkait dengan keterampilan
terkait dengan dan memberikan komando sesuai dengan
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
keterampilan gilirannya.
(kecepatan,  Guru memberikan umpan balik secara
kelincahan, langsung maupun tertunda kepada peserta
keseimbangan, didik yang memerlukan secara klasikal.
dan koordinasi)
serta pengukuran
hasilnya
3.6 Memahami  Kombinasi  Guru mengatur peserta didik agar
kombinasi keseimbangan berpasang-pasangan.
keterampilan menggunakan  Guru membagikan bahan ajar, yang berisi
berbentuk kaki deskripsi tugas dan indikator tugas gerak
rangkaian gerak  Kombinasi kepada setiap pasangan (kombinasi gerak
sederhana dalam keseimbangan keseimbangan menggunakan kaki,
aktivitas spesifik menggunakan keseimbangan menggunakan lengan,
senam lantai lengan keseimbangan menggunakan kepala, guling
4.6 Mempraktikkan  Kombinasi ke depan, dan guling dan belakang dengan
kombinasi keseimbangan berbagai posisi).
keterampilan menggunakan  Peserta didik mempelajari tugas dan
berbentuk kepala indikator keberhasilannya.
rangkaian gerak  Kombinasi  Peserta didik membagi tugas, siapa yang
sederhana dalam guling ke depan pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang
aktivitas spesifik dan guling ke menjadi pengamat.
senam lantai belakang  Peserta didik melaksanakan tugas, dan
berganti peran bilamana pelaku sudah
berhasil melakukan tugas sesuai dengan
indikator yang telah ditentukan ke dalam
bentuk rangkaian senam lantai sederhana
atau permainan yang dimodifikasi dilandasi
nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
keberanian, dan tanggung jawab.
3.7 Memahami  Variasi dan  Guru membagikan bahan ajar, yang berisi
variasi dan kombinasi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak
kombinasi gerak langkah kaki (variasi dan kombinasi gerak langkah kaki
berbentuk dan ayunan dan ayunan lengan).
rangkaian lengan  Peserta didik mempelajari tugas ajar dan
langkah dan indikator keberhasilannya.
ayunan lengan  Peserta didik memperkirakan waktu yang
mengikuti irama diperlukan untuk mencapai ketuntasan
(ketukan) tugas ajar.
tanpa/dengan  Peserta didik melaksanakan tugas ajar
musik sebagai sesuai dengan target waktu yang telah
pembentuk gerak ditentukan sendiri.
pemanasan dan  Bagi peserta didik yang belum mampu
inti latihan dalam mencapai target belajar sesuai dengan
aktivitas gerak alokasi waktunya, maka mereka diberi
berirama. kesempatan untuk memperbaiki target
4.7 Mempraktikkan waktu.
prosedur variasi  Bagi peserta didik yang telah berhasil
dan kombinasi mencapai target sesuai dengan waktu atau
gerak berbentuk lebih cepat, maka mereka diberi
rangkaian kesempatan untuk mencoba aktivitas gerak
langkah dan berirama ke dalam bentuk rangkaian
ayunan lengan langkah kaki dan ayunan lengan mengikuti
mengikuti irama irama (ketukan) tanpa/dengan musik
(ketukan) tanpa/ secara sederhana atau permainan yang
dengan musik dimodifikasi dilandasi nilai-nilai
sebagai sportifitas, kerja sama, keberanian, dan
pembentuk gerak tanggung jawab.
pemanasan dan
inti latihan dalam
aktivitas gerak
berirama
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
3.8 Memahami gerak  Variasi gerakan  Mengamati dan menelaah informasi
spesifik salah meluncur tentang variasi gerak meluncur, gerakan
satu gaya renang  Variasi gerakan kaki, gerakan lengan, gerakan mengambil
dalam permainan kaki napas, dan koordinasi gerakan dengan
air dengan atau  Variasi gerakan berbagai posisi secara individual,
tanpa alat ***) lengan berpasangan atau berkelompok.
4.8 Mempraktik kan  Variasi gerakan  Mencoba dan melakukan variasi gerak
gerak spesifik mengambil meluncur, gerakan kaki, gerakan lengan,
salah satu gaya napas gerakan mengambil napas, dan koordinasi
renang dalam  Koordinasi gerakan dengan berbagai posisi secara
permainan air gerakan individual, berpasangan atau berkelompok.
dengan atau tanpa  Memperagakan hasil belajar tentang
alat ***) aktivitas air (salah satu gaya renang) ke
dalam permainan yang dimodifikasi
dilandasi nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
keberanian, dan tanggung jawab.
3.9 Memahami  Pengertian  Peserta didik dibagai menjadi tiga
perlunya bahaya kelompok/sesuai dengan pokok bahasan
pencegahan pergaulan bebas (pengertian bahaya pergaulan bebas;
terhadap “bahaya  Dampak bahaya dampak bahaya pergaulan bebas bagi diri
pergaulan bebas” pergaulan bebas sendiri, dan lingkungan; langkah-langkah
bagi diri sendiri, pencegahan terhadap bahaya pergaulan
4.9 Memaparkan dan lingkungan bebas).
perlunya  Langkah-  Setiap kelompok berdiskusi dan menulis-
pencegahan langkah kan kesimpulan hasilnya pada kertas plano
terhadap “bahaya pencegahan untuk ditempel di dinding dan dibaca oleh
pergaulan bebas” terhadap bahaya kelompok lain.
. pergaulan bebas  Setiap anggota kelompok membaca dan
mencatat hasil diskusi kelompok lain yang
ditempel, kemudian membuat pertanyaan
sesuai dengan pokok bahasan tersebut
(paling sedikit satu pertanyaan setiap
kelompok/tiga pertanyaan).
 Setiap kelompok mengajukan pertanyaan
dan dijawab oleh kelompok lain yang
membahas pokok bahasan sesuai
pertanyaan tersebut.
 Setiap kelompok menyusun simpulan
akhir dan membacakannya di akhir
pembelajaran secara bergiliran dilandasi
nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab,
disiplin, dan percaya diri.
 Penilaian yang dilakukan oleh guru
menggunakan penilaian proses.
3.10 Memahami cara  Pengertian  Mengamati dan menelaah informasi
menjaga keselamatan diri tentang pengertian keselamatan diri dan
keselamatan diri dan orang lain orang lain di jalan raya, manfaat menjaga
dan orang lain di jalan raya keselamatan diri dan orang lain di jalan
di jalan raya  Manfaat raya, dampak/akibat tidak menjaga
4.10 Memaparkan menjaga keselamatan diri dan orang lain di jalan
cara menjaga keselamatan diri raya, cara menjaga keselamatan diri dan
keselamatan diri dan orang lain orang lain di jalan raya secara individual
dan orang lain di jalan raya atau berkelompok.
di jalan raya  Dampak/akibat  Melaporkan/mempresentasikan hasil
tidak menjaga pengamatan dihadapan guru dan teman
keselamatan diri sekelas tentang pengertian keselamatan
dan orang lain diri dan orang lain di jalan raya, manfaat
di jalan raya menjaga keselamatan diri dan orang lain di
 Cara menjaga jalan raya, dampak/akibat tidak menjaga
keselamatan diri keselamatan diri dan orang lain di jalan
dan orang lain raya, cara menjaga keselamatan diri dan
di jalan raya orang lain di jalan raya secara individual
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
atau berkelompok.
 Membuat kesimpulan hasil diskusi tentang
cara menjaga keselamatan diri dan orang
lain di jalan raya secara individual atau
berkelompok dilandasi nilai-nilai kerja
sama, tanggung jawab, disiplin, dan
percaya diri.

Kelas IX
Alokasi Waktu: 102 s.d 114 JPL
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
3.1 Memahami Sepak bola: 
variasi dan  Variasi dan deskripsi tugas dan indikator tugas variasi
kombinasi gerak kombinasi dan kombinasi gerak menendang/
spesifik dalam menendan/ mengumpan dan menghentikan; menggiring,
berbagai mengumpan menendang/mengumpan dan menghentikan
permainan bola dan bola; menggiring, menghentikan, dan
besar sederhana menghentika menendang bola ke gawang/sasaran;
dan atau n bola melempar bola ke dalam dan menyundul bola
tradisional  Variasi dan dengan berbagai bagian kaki dan posisi.
4.1 Mempraktik kan kombinasi 
variasi dan menggiring, indikator keberhasilannya.
kombinasi gerak menendang 
spesifik dalam mengumpan diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas
berbagai dan ajar.
permainan bola menghenti- 
besar sederhana kan dengan target waktu yang telah ditentukan
dan atau  Variasi dan sendiri.
tradisional kombinasi 
menggiring, mencapai target belajar sesuai dengan alokasi
menghenti- waktunya, maka mereka diberi kesempatan
kan, dan untuk memperbaiki target waktu.
menendang 
bola ke target sesuai dengan waktu atau lebih cepat,
gawang/ maka mereka diberi kesempatan untuk
sasaran mencoba tugas gerak spesifik permainan
 Variasi dan sepak bola ke dalam permainan yang
kombinasi dimodifikasi dilandasi nilai-nilai sportifitas,
melempar kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab.
bola ke
dalam dan
menyundul
bola
Bola voli:  Guru mengatur peserta didik agar
 Variasi dan berpasang-pasangan.
kombinasi  Guru membagikan bahan ajar,
passing yang berisi deskripsi tugas dan indikator
bawah dan tugas gerak variasi dan kombinasi passing
passing atas bawah dan passing atas; variasi dan
 Variasi dan kombinasi servis bawah, passing bawah dan
kombinasi passing atas; variasi dan kombinasi servis
servis bawah, atas, passing bawah dan passing atas; variasi
passing dan kombinasi servis bawah, passing bawah,
bawah dan passing atas, smes/spike; variasi dan
passing atas kombinasi servis atas, passing bawah,
 Variasi dan passing atas, smes/spike; variasi dan
kombinasi kombinasi servis bawah, passing bawah,
servis atas, passing atas, smes/spike dan block/
passing bendungan dengan berbagai posisi kepada
bawah dan setiap pasangan.
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
passing atas  Peserta didik mempelajari tugas
 Variasi dan dan indikator keberhasilannya.
kombinasi  Peserta didik membagi tugas, siapa yang
servis bawah, pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang
passing menjadi pengamat.
bawah,  Peserta didik melaksanakan tugas, dan
passing atas, berganti peran bilamana pelaku sudah
smes/spike berhasil melakukan tugas sesuai dengan
 Variasi dan indikator yang telah ditentukan ke dalam
kombinasi permainan bolavoli yang dimodifikasi
servis atas, dilandasi nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
passing disiplin, dan tanggung jawab.
bawah,
passing atas,
smes/spike
 Variasi dan
kombinasi
servis bawah,
passing
bawah,
passing atas,
smes/spike
dan block/
bendungan.
Bola basket:  Peserta didik mempersiapkan peralatan yang
 Variasi dan akan dipakai dalam pembelajaran.
kombinasi  Guru menunjuk peserta didik untuk
melempar membariskan dan memimpin doa sebelum
dan dimulai pembelajaran.
menangkap  Peserta didik melakukan variasi dan
bola kombinasi permainan bola basket (melempar
 Variasi dan dan menangkap bola; melempar, menangkap
kombinasi dan menggiring bola; melempar, menangkap
melempar, dan menembak bola; melempar, menangkap,
menangkap menggiring dan menembak bola) sesuai
dan dengan instruksi guru sebelum pembelajaran
menggiring dimulai.
bola  Guru membuka dan menjelaskan
 Variasi dan pembelajaran permainan bolabasket bagi
kombinasi kesehatan dan kebugaran jasmani.
melempar,  Peserta didik melakukan variasi dan
menangkap kombinasi permainan bola basket sesuai
dan dengan penjelasan guru secara individu
menembak maupun kelompok, dan menyampaikan arti
bola penting kerja sama dalam aktivitas beladiri
 Variasi dan pencak silat.
kombinasi
melempar,  Seluruh variasi dan kombinasi permainan
menangkap, bola basket peserta didik diawasi dan
menggiring diberikan koreksi oleh guru apabila ada
dan kesalahan gerakan.
menembak  Peserta didik secara individu dan atau
bola kelompok melakukan variasi dan kombinasi
permainan bola basket dengan dilandasi nilai-
nilai sportifitas, kerja sama, kedisiplinan, dan
tanggung jawab sesuai dengan koreksi oleh
guru.
 Guru mengamati seluruh aktifitas peserta
didik dalam melakukan variasi dan kombinasi
permainan bolabasket secara seksama.
 Guru menyampaikan tingkat pencapaian
kompetensi sikap, pengetahuan, dan
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
keterampilan yang diperoleh oleh peserta
didik, menyampaikan peserta didik yang
mendapatkan hasil yang terbaik, dan
memberikan motivasi pada yang belum.
 Peserta didik merapihkan dan
mengembalikan peralatan yang telah
digunakan.
 Secara klasikal berdo’a.
3.2 Memahami Kasti:  Mengamati dan menelaah informasi tentang
variasi dan  Variasi dan variasi dan kombinasi melempar dan
kombinasi gerak kombinasi menangkap bola; variasi dan kombinasi
spesifik dalam melempar melemparkan dan memukul bola; variasi dan
berbagai dan kombinasi melemparkan, memukul dan
permainan bola menangkap menangkap bola dengan berbagai posisi
kecil sederhana bola secara individual, berpasangan atau
dan atau  Variasi dan berkelompok.
tradisional. *) kombinasi  Mencoba dan melakukan variasi dan
4.2 Mempraktikkan melemparkan kombinasi melempar dan menangkap bola;
variasi dan dan variasi dan kombinasi melemparkan dan
kombinasi gerak memukul memukul bola; variasi dan kombinasi
spesifik dalam bola melemparkan, memukul dan menangkap bola
berbagai  Variasi dan dengan berbagai posisi secara individual,
permainan bola kombinasi berpasangan atau berkelompok.
kecil sederhana melempar  Memperagakan hasil belajar tentang variasi
dan atau kan, dan kombinasi gerak spesifik permainan kasti
tradisional. *) memukul dan ke dalam permainan yang dimodifikasi
menangkap dilandasi nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
bola disiplin, dan tanggung jawab.
Bulutangkis:  Guru mengatur peserta didik agar
 Variasi dan berpasang-pasangan.
kombinasi  Guru membagikan bahan ajar,
servis yang berisi deskripsi tugas dan indikator
panjang dan tugas gerak kepada setiap pasangan (variasi
pukulan dan kombinasi servis panjang dan pukulan
forehand forehand; variasi dan kombinasi servis
 Variasi dan panjang dan pukulan backhand; variasi dan
kombinasi kombinasi servis pendek dan pukulan
servis forehand; variasi dan kombinasi servis
panjang dan pendek dan pukulan backhand, variasi dan
pukulan kombinasi pukulan forehand dan pukulan
backhand backhand; variasi dan kombinasi servis
 Variasi dan panjang/pendek, pukulan forehand dan
kombinasi pukulan backhand; variasi dan kombinasi
servis servis panjang/pendek, pukulan forehand,
pendek dan pukulan backhand dan pukulan smes dengan
pukulan berbagai posisi).
forehand  Peserta didik mempelajari tugas
 Variasi dan dan indikator keberhasilannya.
kombinasi  Peserta didik membagi tugas, siapa yang
servis pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang
pendek dan menjadi pengamat.
pukulan  Peserta didik melaksanakan tugas, dan
backhand berganti peran bilamana pelaku sudah
 Variasi dan berhasil melakukan tugas sesuai dengan
kombinasi indikator yang telah ditentukan ke dalam
pukulan permainan bulutangkis yang dimodifikasi
forehand dan dilandasi nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
pukulan disiplin, dan tanggung jawab.
backhand
 Variasi dan
kombinasi
servis
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
panjang/pend
ek, pukulan
forehand dan
pukulan
backhand
 Variasi dan
kombinasi
servis
panjang/
pendek,
pukulan
forehand,
pukulan
backhand
dan pukulan
smes
Tenis Meja: 
 Variasi dan deskripsi tugas dan indikator tugas (variasi
kombinasi dan kombinasi servis forehand dan servis
servis backhand; variasi dan kombinasi pukulan
forehand dan forehand dan pukulan backhand; variasi dan
servis kombinasi servis forehand/ backhand dan
backhand pukulan forehand; variasi dan kombinasi
 Variasi dan servis forehand/backhand dan pukulan
kombinasi backhand; variasi dan kombinasi servis
pukulan forehand/backhand dan pukulan
forehand dan forehand/backhand; variasi dan kombinasi
pukulan servis forehand/backhand, pukulan
backhand forehand/backhand, dan pukulan smes
 Variasi dan dengan berbagai posisi).
kombinasi 
servis indikator keberhasilannya.
forehand/ 
backhand diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas
dan pukulan ajar.
forehand 
 Variasi dan dengan target waktu yang telah ditentukan
kombinasi sendiri.
servis 
forehand/ mencapai target belajar sesuai dengan alokasi
backhand waktunya, maka mereka diberi kesempatan
dan pukulan untuk memperbaiki target waktu.
backhand 
 Variasi dan target sesuai dengan waktu atau lebih cepat,
kombinasi maka mereka diberi kesempatan untuk
servis mencoba tugas gerak spesifik permainan tenis
forehand/ meja ke dalam permainan yang dimodifikasi
backhand dilandasi nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
dan pukulan disiplin, dan tanggung jawab.
forehand/
backhand
 Variasi dan
kombinasi
servis
forehand/
backhand,
pukulan
forehand/
backhand,
dan pukulan
smes
3.3 Memahami Jalan Cepat:  Mengamati dan menelaah informasi tentang
kombinasi gerak  Kombinasi kombinasi start dengan gerakan tungkai;
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
spesifik jalan, start dengan kombinasi gerakan tungkai dengan ayunan
lari, lompat, dan gerakan lengan; kombinasi gerakan tungkai, ayunan
lempar dalam tungkai lengan dan gerakan pinggul; kombinasi
berbagai  Kombinasi gerakan tungkai, ayunan lengan, gerakan
permainan gerakan pinggul, dan memasuki garis finish;
sederhana dan tungkai kombinasi start, gerakan tungkai, ayunan
atau tradisional. dengan lengan, gerakan pinggul, dan memasuki garis
*) ayunan finish secara individual, berpasangan atau
4.3 Mempraktikkan lengan berkelompok.
kombinasi gerak  Kombinasi  Mencoba dan melakukan kombinasi start
spesifik jalan, gerakan dengan gerakan tungkai; kombinasi gerakan
lari, lompat, dan tungkai, tungkai dengan ayunan lengan; kombinasi
lempar dalam ayunan gerakan tungkai, ayunan lengan dan gerakan
berbagai lengan dan pinggul; kombinasi gerakan tungkai, ayunan
permainan gerakan lengan, gerakan pinggul, dan memasuki garis
sederhana dan pinggul finish; kombinasi start, gerakan tungkai,
atau tradisional.  Kombinasi ayunan lengan, gerakan pinggul, dan
*) gerakan memasuki garis finish secara individual,
tungkai, berpasangan atau berkelompok.
ayunan  Memperagakan hasil belajar tentang
lengan, kombinasi gerak spesifik jalan cepat ke dalam
gerakan permainan yang dimodifikasi dilandasi nilai-
pinggul, dan nilai sportifitas, kerja sama, disiplin, dan
memasuki tanggung jawab.
garis finish
 Kombinasi
start,
gerakan
tungkai,
ayunan
lengan,
gerakan
pinggul, dan
memasuki
garis finish
Lari Jarak  Guru membagikan bahan ajar, yang berisi
Pendek: deskripsi tugas dan indikator tugas gerak
 Kombinasi (kombinasi start dengan ayunan lengan;
start dengan kombinasi langkah kaki dengan ayunan
ayunan lengan; kombinasi start, langkah kaki, dan
lengan ayunan lengan; kombinasi start, langkah kaki,
 Kombinasi ayunan lengan, dan memasuki garis finish).
langkah kaki  Peserta didik mempelajari tugas ajar dan
dengan indikator keberhasilannya.
ayunan  Peserta didik memperkirakan waktu yang
lengan diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas
 Kombinasi ajar.
start,  Peserta didik melaksanakan tugas ajar sesuai
langkah kaki, dengan target waktu yang telah ditentukan
dan ayunan sendiri.
lengan  Bagi peserta didik yang belum mampu
 Kombinasi mencapai target belajar sesuai dengan alokasi
start, waktunya, maka mereka diberi kesempatan
langkah kaki, untuk memperbaiki target waktu.
ayunan  Bagi peserta didik yang telah berhasil
lengan, dan mencapai target sesuai dengan waktu atau
memasuki lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan
garis finish untuk mencoba gerak spesifik lari jarak
pendek ke dalam perlombaan lari jarak
pendek yang dimodifikasi dilandasi nilai-nilai
sportifitas, kerja sama, disiplin, dan tanggung
jawab.
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Lompat Jauh:  Mengamati dan menelaah informasi tentang
 Kombinasi kombinasi awalan dengan tolakan; kombinasi
awalan tumpuan dan melayang di udara; kombinasi
dengan tumpuan, melayang di udara, dan mendarat;
tolakan kombinasi awalan, tumpuan, melayang di
 Kombinasi udara, dan mendarat secara individual,
tumpuan dan berpasangan atau berkelompok.
melayang di  Mencoba dan melakukan kombinasi awalan
udara dengan tolakan; kombinasi tumpuan dan
 Kombinasi melayang di udara; kombinasi tumpuan,
tumpuan, melayang di udara, dan mendarat; kombinasi
melayang di awalan, tumpuan, melayang di udara, dan
udara, dan mendarat secara individual, berpasangan atau
mendarat berkelompok.
 Kombinasi  Memperagakan hasil belajar tentang
awalan, kombinasi gerak spesifik lompat jauh ke
tumpuan, dalam permainan yang dimodifikasi dilandasi
melayang di nilai-nilai sportifitas, kerja sama, disiplin, dan
udara, dan tanggung jawab.
mendarat
Tolak Peluru: 
 Kombinasi pasangan.
memegang 
peluru deskripsi tugas dan indikator tugas gerak
dengan kepada setiap pasangan (kombinasi
awalan memegang peluru dengan awalan menolak
menolak peluru; kombinasi awalan dengan menolak
peluru peluru; kombinasi menolak peluru dengan
 Kombinasi gerak lanjutan; kombinasi awalan, menolak
awalan peluru, dengan gerak lanjutan; kombinasi
dengan memegang peluru, awalan, menolak peluru,
menolak dengan gerak lanjutan).
peluru 
 Kombinasi keberhasilannya.
menolak 
peluru pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang
dengan gerak menjadi pengamat.
lanjutan 
 Kombinasi peran bilamana pelaku sudah berhasil
awalan, melakukan tugas sesuai dengan indikator
menolak yang telah ditentukan ke dalam perlombaan
peluru, tolak peluru yang dimodifikasi dilandasi
dengan gerak nilai-nilai sportifitas, kerja sama, disiplin, dan
lanjutan tanggung jawab.
 Kombinasi
memegang
peluru,
awalan,
menolak
peluru,
dengan gerak
lanjutan
3.4 Memahami  Variasi dan  Mengamati dan menelaah informasi tentang
variasi dan kombinasi variasi dan kombinasi kuda-kuda dengan pola
kombinasi gerak kuda-kuda langkah; variasi dan kombinasi kuda-kuda,
spesifik seni dengan pola pukulan dengan tangkisan; variasi dan
beladiri. **) langkah kombinasi kuda-kuda, tendangan dengan
4.4 Mempraktikkan  Variasi dan elakan; variasi dan kombinasi kuda-kuda,
variasi dan kombinasi pukulan, tangkisan, tendangan, dan elakan
kombinasi gerak kuda-kuda, dengan berbagai posisi secara individual,
spesifik seni pukulan berpasangan atau berkelompok.
beladiri. **) dengan  Mencoba dan melakukan variasi dan
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
tangkisan kombinasi kuda-kuda dengan pola langkah;
 Variasi dan variasi dan kombinasi kuda-kuda, pukulan
kombinasi dengan tangkisan; variasi dan kombinasi
kuda-kuda, kuda-kuda, tendangan dengan elakan; variasi
tendangan dan kombinasi kuda-kuda, pukulan,
dengan tangkisan, tendangan, dan elakan dengan
elakan berbagai posisi secara individual,
 Variasi dan berpasangan atau berkelompok.
kombinasi  Memperagakan hasil belajar tentang variasi
kuda-kuda, dan kombinasi gerak spesifik beladiri pencak
pukulan, silat ke dalam permainan yang dimodifikasi
tangkisan, dilandasi nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
tendangan, keberanian, dan tanggung jawab.
dan elakan.
3.5 Memahami  Latihan  Mengamati dan menelaah informasi tentang
penyusunan kebugaran latihan kebugaran jasmani yang terkait
program jasmani yang dengan kesehatan (kekuatan, daya tahan otot,
pengembangan terkait daya tahan pernapasan, dan kelenturan);
komponen dengan latihan kebugaran jasmani yang terkait
kebugaran kesehatan dengan keterampilan (kecepatan, kelincahan,
jasmani terkait (kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi) secara
dengan kesehatan daya tahan individual, berpasangan atau berkelompok.
dan keterampilan otot, daya  Mencoba dan melakukan latihan kebugaran
secara sederhana. tahan jasmani yang terkait dengan kesehatan
4.5 Mempraktikkan pernapasan, (kekuatan, daya tahan otot, daya tahan
penyusunan dan pernapasan, dan kelenturan); latihan
program kelenturan) kebugaran jasmani yang terkait dengan
pengembangan  Latihan keterampilan (kecepatan, kelincahan,
komponen kebugaran keseimbangan, dan koordinasi) secara
kebugaran jasmani yang individual, berpasangan atau berkelompok.
jasmani terkait terkait  Memperagakan hasil belajar tentang latihan
dengan kesehatan dengan kebugaran jasmani yang terkait dengan
dan keterampilan keterampilan kesehatan dan keterampilan ke dalam bentuk
secara sederhana. (kecepatan, circkuit training atau permainan yang
kelincahan, dimodifikasi dilandasi nilai-nilai sportifitas,
keseimbanga kerja sama, keberanian, dan tanggung jawab.
n, dan
koordinasi)
3.6 Memahami  Kombinasi  Peserta didik mempersiapkan peralatan yang
kombinasi guling ke akan dipakai dalam pembelajaran.
keterampilan depan  Guru menunjuk peserta didik untuk
berbentuk dengan membariskan dan memimpin doa sebelum
rangkaian gerak guling ke dimulai pembelajaran.
sederhana secara belakang  Guru memberikan informasi dan peragaan
konsisten, tepat,  Kombinasi berbagai kombinasi gerak senam lantai
dan terkontrol guling ke (kombinasi guling ke depan dengan guling ke
dalam aktivitas depan belakang; kombinasi guling ke depan dengan
spesifik senam dengan guling lenting; kombinasi guling ke belakang
lantai. guling dengan lenting lenting) yang akan dipelajari.
4.6 Mempraktik kan lenting  Guru memberikan kesempatan kepada peserta
kombinasi  Kombinasi didik untuk mencoba kombinasi gerak senam
keterampilan guling ke lantai yang telah diperagakan oleh guru.
berbentuk belakang  Guru mengatur giliran peserta didik untuk
rangkaian gerak dengan mempraktikkan berbagai kombinasi gerak
sederhana secara lenting senam lantai dan memberikan komando sesuai
konsisten, tepat, lenting dengan gilirannya.
dan terkontrol  Guru memberikan umpan balik secara
dalam aktivitas langsung maupun tertunda kepada peserta
spesifik senam didik yang memerlukan secara klasikal.
lantai
3.7 Memahami  Variasi dan  Mengamati dan menelaah informasi tentang
variasi dan kombinasi variasi dan kombinasi gerak langkah kaki dan
kombinasi gerak langkah kaki ayunan lengan secara individual, berpasangan
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
berbentuk dan ayunan atau berkelompok.
rangkaian lengan  Mencoba dan melakukan variasi dan
langkah dan kombinasi gerak langkah kaki dan ayunan
ayunan lengan lengan secara individual, berpasangan atau
mengikuti irama berkelompok.
(ketukan)  Memperagakan hasil belajar tentang aktivitas
tanpa/dengan gerak berirama ke dalam bentuk rangkaian
musik sebagai langkah kaki dan ayunan lengan mengikuti
pembentuk gerak irama (ketukan) tanpa/dengan musik secara
pemanasan, inti sederhana atau permainan yang dimodifikasi
latihan, dan dilandasi nilai-nilai sportifitas, kerja sama,
pendinginan keberanian, dan tanggung jawab.
dalam aktivitas
gerak berirama.
4.7 Mempraktik kan
variasi dan
kombinasi gerak
berbentuk
rangkaian
langkah dan
ayunan lengan
mengikuti irama
(ketukan)
tanpa/dengan
musik sebagai
pembentuk gerak
pemanasan, inti
latihan, dan
pendinginan
dalam aktivitas
gerak berirama
3.8 Memahami gerak  Variasi dan  Peserta didik mempersiapkan peralatan yang
spesifik salah kombinasi akan dipakai dalam pembelajaran.
satu gaya renang gerakan  Guru menunjuk peserta didik untuk
dalam bentuk meluncur membariskan dan memimpin doa sebelum
perlombaan. ***) dengan dimulai pembelajaran.
4.8 Mempraktikkan gerakan kaki  Guru memberikan informasi dan peragaan
gerak spesifik  Variasi dan berbagai variasi dan kombinasi gerakan
salah satu gaya kombinasi aktivitas air (meluncur, gerakan kaki, gerakan
renang dalam gerakan kaki lengan, mengambil napas, dan koordinasi
bentuk dengan gerakan) yang akan dipelajari.
perlombaan. ***) gerakan  Guru memberikan kesempatan kepada peserta
lengan didik untuk mencoba variasi dan kombinasi
 Variasi dan gerakan aktivitas air yang telah diperagakan
kombinasi oleh guru.
gerakan kaki,  Guru mengatur giliran peserta didik untuk
gerakan mempraktikkan berbagai variasi dan
lengan, dan kombinasi gerakan aktivitas air dan
gerakan memberikan komando sesuai dengan
mengambil gilirannya.
napas  Guru memberikan umpan balik secara
 Koordinasi langsung maupun tertunda kepada peserta
gerakan didik yang memerlukan secara klasikal.
meluncur,
gerakan kaki,
gerakan
lengan, dan
gerakan
mengambil
napas
3.9 Memahami  Pengertian  Mengamati dan menelaah informasi tentang
tindakan P3K P3K pengertian P3K, macam-macam cidera,
pada kejadian  Macam- macam-macam alat P3K, tindakan P3K pada
Materi
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
darurat, baik pada macam kejadian darurat baik pada diri sendiri
diri sendiri cidera maupun orang lain secara individual atau
maupun orang  Macam- berkelompok.
lain. macam alat  Melaporkan/mempresentasikan hasil
4.9 Memaparkan P3K pengamatan dihadapan guru dan teman
tindakan P3K  Tindakan sekelas tentang pengertian P3K, macam-
pada kejadian P3K pada macam cidera, macam-macam alat P3K,
darurat, baik pada kejadian tindakan P3K pada kejadian darurat baik pada
diri sendiri darurat baik diri sendiri maupun orang lain secara
maupun orang pada diri individual atau berkelompok.
lain sendiri  Membuat kesimpulan hasil diskusi tentang
maupun tindakan P3K pada kejadian darurat, baik
orang lain pada diri sendiri maupun orang lain secara
individual atau berkelompok dilandasi nilai-
nilai kerja sama, tanggung jawab, disiplin,
dan percaya diri.
3.10 Memahami  Pengertian  Peserta didik dibagai menjadi empat
peran aktivitas aktivitas fisik kelompok/sesuai dengan pokok bahasan
fisik terhadap  Manfaat (pengertian aktivitas fisik, manfaat
pencegahan melakukan melakukan aktivitas fisik terhadap
penyakit. aktivitas fisik pencegahan penyakit, dampak/akibat apabila
4.10 Memaparkan terhadap tidak melakukan aktivitas fisik, dan cara
peran aktivitas pencegahan melakukan aktivitas fisik untuk mencegah
fisik terhadap penyakit penyakit).
pencegahan  Dampak/akib  Setiap kelompok berdiskusi dan menuliskan
penyakit. at apabila kesimpulan hasilnya pada kertas plano untuk
tidak ditempel di dinding dan dibaca oleh
melakukan kelompok lain.
aktivitas fisik  Setiap anggota kelompok membaca dan
 Cara mencatat hasil diskusi kelompok lain yang
melakukan ditempel, kemudian membuat pertanyaan
aktivitas fisik sesuai dengan pokok bahasan tersebut (paling
untuk sedikit satu pertanyaan setiap
mencegah kelompok/empat pertanyaan).
penyakit  Setiap kelompok mengajukan pertanyaan dan
dijawab oleh kelompok lain yang membahas
pokok bahasan sesuai pertanyaan tersebut.
 Setiap kelompok menyusun simpulan akhir
dan membacakannya di akhir pembelajaran
secara bergiliran dilandasi nilai-nilai kerja
sama, tanggung jawab, disiplin, dan percaya
diri.
 Penilaian yang dilakukan oleh guru
menggunakan penilaian proses.

Keterangan:
 Model pembelajaran yang disajikan dalam kegiatan pembelajaran pada silabus di atas merupakan
salah satu contoh. Guru dapat menggunakan model pembelajaran lainnya, dan disesuaikan
dengan Kompetensi Dasar dan Materi yang dibelajarkan.
Drs. MUHAJIR, M.Pd
Penerbit Yudhistira Jl. Rancamaya KM. 1 No. 47, Ciawi - Bogor Jawa Barat 16720,
yudhistira@cbn.net.id
Jl. Ciparumpung V No. 55 RT. 02 RW. 04 Kelurahan Pasir Layung Kec. Cibeunying Kidul Kota
Bandung (HP. 08122465832, muhajir_21@ymail.com)