Anda di halaman 1dari 4

SISTEM RESPIRASI

A. Anatomi Fisiologi

Nostril (Lubang Hidung)  Vestibulum Nasi (Rongga Hidung)  Choane  Nasopharing 


Oropharynk  Laryngopharynk  Larynk  Trachea  Broncus Primer (dextra dan Sinistra),
Bifurcatio (percabangan)  Broncus sekunder  Broncus tersier  Bronchiolus  Alveolus
Pulmo  2 yaitu dextra (3 lobus) dan sinitra (2 lobus).

Pelindung pulmo  selaput membran  pleura  Pleura Parietalis (luar) dan pleura visceralis
(dalam)  ruang antara 2 pleura disebut  Cavum pleura  cairan serosa  untuk pelumas,
mengurangi gesekan saat kembang kempis pulmo,

Cairan serosa >>>  Efusi Pleura


Cairan serosa berubah jadi nanah  Empiema
Cairan serosa berubah merah  darah  keganasan  kanker

Otot pernapasan normal  Diafragma dan otot perut

Fisiologis
Oksigen 21% dari total komposisi udara  masuk melalui saluran pernapasan  alveoli akan ada
difusi  CO2+ Hb (Karboksihemoglobin) sampai di alveoli CO2 pindah ke alveoli  O2 dari
alveoli akan pindah berikatan dengan Hb, O2+ Hb (Oksihemoglobin)

O2 masuk dalam tubuh (100%)  97% berikatan dengan Hb + 3% yang larut di plasma
Hipoksemia  <<<< O2 dalam darah
Hipoksia  <<<< O2 dalam sel/jaringan
Anoksia  Tidak adanya O2 dalam sel

B. pemeriksaan
1. Pemeriksaan Fisik
Inspeksi : Pengembangan dada  Simetris (N), Asimetris (Abn), Pernapasan Paradoksal (Abn)
Ada tidaknya trauma  Norma tidak ada, Abn  Jejas, memar, luka, benda
menancap.
Trachea  Lurus (N), Abn  Deviasi trachea
Vena Jugularis  Tidak ada distensi, Abn  Distensi Vena jugularis
Palpasi : Getaran kanan dan kiri sama (N), Tidak sama atau hilang (Abn)
perkusi : Sonor (N), Abn  Hipersonor, Cth: tension pneumothorax, Emfisema,
Pneumothorax.
Auskultasi : Vesikuler (N), Abn  Ronchi, Cracles, Wheezing
2. Pemeriksaan Lab Darah
Darah Rutin
Kultur Darah
AGD
3. Pemeriksaan Urin
Urin rutin
Kultr urin
4. Pemeriksaan Sputum
5. Pemeriksaan Apusan Sistem Pernapasan
6. Pemeriksaan Cairan Serosa
7. Pemeriksaan Menggunakan Alat
Kapasitas Vital Paru  Spirometri
Rontgen
CT Scan
MRI
Biopsi
Endoskopi

C. Asam Basa

Komponen Nilai Normal


pH 7,35-7,45 >>Basa Alkaslosis
< Asam Asidosis
PCO2 (Asam) 35-45 mmHg >> Asam Asidosis Pulmo
<< Basa Alkalosis (Respiratorik)
HCO3 (Basa) 22-26 meq/L >> Basa Alkalosis Ginjal
<< Asam Asidosis (Metabolik)
PO2 80-100 mmHg
SaO2 >95%
Based Excess -2 ssd +2
1) PH = 7,30  <<  Asidosis

PCO2 = 49  >>  Asidosis

HCO3 = 25  N

Interpretasi= Asidosis Respiratorik belum terkompensasi

2) PH = 7,53  >>>  Alkalosis

PCO2 = 50  >>>  Asidosis

HCO3 = 35  >>>  Alkalosis

Interpretasi= Alkalosis Metabolik terkompensasi sebagian

3) PH = 7,36  N  Asidosis

PCO2 = 57  >>>  Asidosis

HCO3 = 38  >>>  Alkalosis

Interpretasi= Asidosis Respiratorik Terkompensasi Penuh

4) PH = 7,43  N  Alkalosis

PCO2 = 52  >>>  Asidosis

HCO3 = 34  >>>  Alkalosis

Interpretasi= Alkalosis Metabolik terkompensasi penuh

7,40  Cut of Point

< 7,40  Asidosis

> 7,40  Alkalosis

5) PH = 7,57  >>>  Alkalosis

PCO2 = 29  <<<  Alkalosis

HCO3 = 32  >>>  Alkalosis

Interpretasi= Alkalosis Respiratorik dan Metabolik


D. Kasus KGD
1. Trauma Thorax
a. Pneumothorax  Isi rongga thoraks udara
1) Open pneumothorax  tutup dengan benda kedap udara diplester 3 sisi
2) Tension pneumothoraks  needle thoraco syntesis  Line Midclavicula SIC 2
Chest Tube  Line Mid Axila SIC 5  Dihubungkan dengan WSD
b. Hematothoraks  Isi rongga thoraks darah
Chest Tube  Line Mid Axila SIC 5  Dihubungkan dengan WSD
c. Flail Chest  Patah costae >> 1 dalam 1 fragmen
Fiksasi plester costae, Skin traksi
Operasi costae
2. Status Asmatikus  Asma sudah tidak berefek pada pengobatan yang biasa
3. Gagal Napas  Butuh Intubasi