Anda di halaman 1dari 5

Nama : Adella Putri

NIM : 2019.C.11a.0996
Prodi : S1 Keperawatan Tkt 1 A
Mata Kuliah : (K3)
Dosen : Mariaty A. Sangkai, S.Pd., M.Kes
Tugas : Implementasi dan Evaluasi Vulva Hygiene
Pengertian
Vulva terbagi atas sepertiga bagian bawah vagina, klitoris, dan labia. Labia
mayora merupakan struktur terbesar genitalia eksternal wanita yang mengelilingi
organ lainnya, yang berakhir pada mons pubis. Mons pubis merupakan tonjolan
lemak yang besar dan terletak diatas simfisis pubis.
Membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada pasien wanita yang
sedang nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri. Cara membersihkan dan
menjaga kebersihan organ kelamin luar wanita yaitu dengan cara membasuh dari
arah depan ke belakang, membersihkan dan mengeringkan alat kelamin dengan
menggunakan tissu atau handuk khusus, tidak perlu menggunakan sabun khusus
pembersih vagina. Tindakan buruk dalam menjaga kebersihan genitalia, seperti
mencucinya dengan air kotor, memakai sabun antiseptik secara berlebihan.
Tujuan
1) Menjaga kebersihan vulva
2) Mencegah infeksi vulva
3) Memberikan rasa nyaman pada pasien
Persiapan Alat
1) Kapas desinfektan atau kapas sublimat di tempatnya
2) Selimut mandi
3) Baskom cebok berisi air hangat 41°C - 43°C
4) Bengkok (nierbeken) dan plastik disposable sekali pakai.
5) Pispot dan bantalan tahan air atau bedpan
6) Waslap sekali pakai.
7) Tisu kamar mandi dan handuk.
8) Handscone
9) Peralatan didekatkan pada pasien.
( Implementasi) / Pelaksanaan Tindakan Vulva Hygiene
Langkah-langkah Rasional
1. Berikan salam terlebih dahulu. Membantu meminimalkan
Lalu, beri penjelasan tentang hal-hal ansietas (cemas/ khawatir)
yang akan dilakukan. Dan tanyakan selama prosedur yang sering
kesiapan klien. membuat malu baik bagi
perawat dan klien.
2. Tutuplah pintu dan jendela, dan Mempertahankan privasi klien
jika perlu pasanglah sampiran (scherm).
3. Tinggikan tempat tidur untuk Mempermudah mekanika
posisi kerja yang nyaman. Turunkan tubuh yang baik, yang
tirali samping tempat tidur. membantu melindungi klien
dari cedera.
4. Selimuti pasien dengan Mencegah pemajanan yang tak
meletakkan selimut mandi dengan satu perlu pada bagian tubuh dan
ujung selimut diantara tungkai pasien, mempertahankan kehangatan
dua ujung mengarah ke masing-masing dan kenyamanan klien selama
sisi tempat tidur, dan satu ujung yang prosedur. Dan memberikan
lain pada dada pasien. Bantu klien kemudahan akses pada
mengambil posisi dorsal rekumben. genitalia.
Pakaian pasien bagian bawah
dikeataskan atau dibuka. Lilitkan ke
sekeliling tungkai terjauh pasien dengan
menarik ujung selimut mandi dan
melipatnya di bagian bawah panggul.
Dengan cara yang sama lakukan untuk
tungkai terdekat.
5. Letakkan bantalan tahan air dan Mencegah pakaian mandi
pispot dibawah bokong pasien. menjadi basah.
6. Isi baskom cebok dengan air yang Suhu air yang tepat mencegah
bersuhu sekitar 41˚-43˚C. Dan bantu luka bakar pada perineum. Hal
klien memfleksikan lutut dan tersebut dilakukan untuk
merentangkan kakinya. memberikan pemajanan penuh
terhadap genitalia.
7. Cuci tangan bila perlu, pakai Untuk proteksi
handscone pada tangan kiri.
8. Lipat ke atas ujung bawah selimut Tetap menyelimuti klien
mandi diantara kaki klien ke arah sampai prosedur dimulai akan
abdomen. meminimalkan ansietas.
9. Buka labia mayora kanan dan kiri Lipatan kulit dapat berisi
menggunakan tangan kiri yg memakai sekresi tubuh yang menyimpan
handscone. Bersihkan labia mayora organisme. Usapan dari
dengan mengguyurkan air hangat. perineum ke rektum
Dengan tangan kanan bersihkan dengan mengurangi peluang
hati-hati lapisan kulit menggunakan perpindahan organisme feses
washlap usap dari perineum ke arah ke meatus urinarius.
anus. Ulangi hingga bersih lalu
keringkan .
10. Dekatkan kapas dan baskom berisi Untuk memudahkan dalam
larutan desinfektan. Dan mengambil alat-alat
letakkan bengkok diantara kedua kaki
klien.
11. Dengan tangan kiri buka vulva Membantu memudahkan
memakai kapas sublimat dan tangan pelepasan kotoran yang
kanan membersihkan vulva dengan menempel.
kapas sublimat.
12. Bersihkan dengan kapas sublimat, Kapas digunakan hanya sekali
selanjutnya bersihkan vulva dari atas ke untuk sekali usap agar
bawah, bagian sekitar genetalia, labia kotorannya tidak menyebar di
mayora , labia minora, vestibulum, daerah yang lain. Dikeringkan
perineum dan anus. 1 kapas hanya untuk dengan tissu agar daerah vulva
sekali usap. Kapas kotor dibuang ke tidak lembab dan memberi rasa
dalam bengkok. Demikian dilakukan nyaman pada klien
beberapa kali setelah vulva bersih.
Keringkan dengan tissue
13. Setelah selesai pispot diangkat. Dibuang karena sekret dan
Kapas sublimat kotor yang tadi dan tissu cairan tubuh yang terdapat
kotor ditaruh bengkok dan handscone pada alat-alat tersebut menjadi
kotor dibuang ke kantong plastik tempat mikoroorganisme
disposable.
14. Pasien dirapikan dan posisinya Agar pasien tetap merasa
diatur kembali. Tinggikan Tirali tempat nyaman setelah dibersihkan
tidur
15. Peralatan dibersihkan, dibereskan,
dan dibersihkan ke tempat semula.
16. Cuci tangan hingga bersih. Agar tangan kembali steril

Hal-hal yang perlu diperhatikan


1) Hindari tindakan yang menyebabkan pasien merasa malu dan lelah, serta
tetap menjaga kesopanan. Ajaklah klien berkomunikasi selama melakukan
prosedur.
2) Perhatikan apakah ada kelainan pada vulva dan sekitarnya
3) Cegah kotoran masuk ke dalam vulva.
Evaluasi
1. Tanyakan keadaan dan kenyamanan pasien setelah tindakan
2. Observasi keadaan pasien
3. Catat tindakan yang dilakukan dan hasilnya.
Kesimpulan
Prosedur keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu
mandi secara sendiri. Yang bertujuan, menjaga kebersihan tubuh, mencegah
kemungkinan terjadinya infeksi akibat kebersihan kulit yang kurang,
memperlancar sistem peredaran darah, menambah kenyamanan pasien.
Vulva hygiene adalah tindakan keperawatan pada organ ekternal alat
kelamin perempuan. Vulva hygiene dilakukan terhadap perempuan yang sedang
nifas dan perempuan yang tidak mampu membersihkannya sendiri. Vulva hygiene
harus dilakukan agar genetalia tetap bersih, tercegah dari infeksi, dan menjaga
kenyamanan seorang wanita.

Daftar pustaka
Asmadi . (2008). teknik prosedural keperawatan.Jakarta: Salemba medika
Heffner, L. J., & Schust, D. J. (2006). At A Glance Sistem Reproduksi edisi ke-
2. Jakarta: Erlangga.
Bandiyah, Siti.(2013). Keterampilan Dasar Dalam Keperawatan.Yogyakarta:Nuha
Medika.