Anda di halaman 1dari 4

ESAI : KEADAAN SOSIAL BUDAYA DAN KOMUNIKASI

PADA PELAYANAN KESEHATAN


DI PALANGKA RAYA
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Komunikasi dalam
Keperawatan I
Dosen : Wenna Araya, S.Psi., M.Pd

Disusun oleh:
Adella Putri NIM : 2019.C.11a.0996
Cindy Masdy NIM : 2019.C.11a.1002
Muhammad Aldy Irfani NIM : 2019.C.1018

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PRODI S1 KEPERAWATAN
TAHUN 2019/2020
Pelayanan sosial merupakan suatu bentuk aktivitas yang bertujuan untuk
membantu individu, kelompok, ataupun kesatuan masyarakat agar mereka mampu
memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, yang pada akhirnya mereka diharapkan
dapat memecahkan permasalahan yang ada melalui tindakan-tindakan kerjasama
ataupun melalui pemanfaatan sumber-sumber yang ada di masyarakat untuk
memperbaiki kondisi kehidupannya.

Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan sosial di Kota Palangka


Raya selama periode 2009-2013 dapat diamati terhadap PMKS yang memperoleh
bantuan sosial dan penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial.
Sedangkan, melalui Perpres No. 92 tahun 2011 fungsi kebudayaan
diintegrasikan dengan pendidikan. Kinerja kebudayaan di Kota Palangka Raya
dapat dilihat dari penyelenggaraan festival seni dan budaya, kawasan cagar
budaya yang dilestarikan, organisasi kepemudaan, serta kinerja pembangunan
pada pelayanan urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri di Kota
Palangka Raya.
Seni dan budaya Kota Palangka Raya pun tidak terlepas dari kebudayaan
suku Dayak. Pada tahun 2012 telah dilaksanakan Dialog Seni dengan
menghadirkan tokoh masyarakat, seniman dan budayawan, ahli kebudayaan baik
dari lokal maupun nasional. Tema dalam dialog Budaya tersebut disesuaikan
dengan kondisi kelokalan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah
secara menyeluruh terhadap pembangunan dan pelestarian seni budaya yang ada
di Kota Palangka Raya.
Cagar budaya yang dilindungi di Kota Palangka Raya adalah Sandung
Ngabeh Soekah, Tugu Tiang Pancang Pembangunan Pertama Provinsi
Kalimantan Tengah, Rumah Tradisional Tjilik Riwut, Sandung Bawik Kuwuh
Mungku Baru, Rumah Tradisional Sei Gohong. Kondisi cagar budaya tersebut
dalam kondisi terawat dan baik kecuali Rumah Tradisional Sei Gohong yang
perlu ada perbaikan. Sandung, tugu dan rumah tradisional tersebut dapat
memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang agama. Hindu Kaharingan
yang merupakan agama nenek moyang Suku Dayak dan nilai-nilai sejarah
perjuangan bangsa ini.
Komunikasi dalam pelayanan kesehatan di Palangka Raya, Kalimantan
Tengah. Tidak lepas dari kehidupan bersosial kita. Dalam kehidupan sosial kita
komunikasi memegang peran yang sangat penting. Tanpa komunikasi interaksi
kita pada orang lain tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Setiap tenaga
kesehatan dituntut dapat berkomunikasi dengan baik agar pelayanan kesehatan
tidak mengalami hambatan dan tujuan pelayanan kesehatan dapat tercapai.
Perawat adalah tenaga medis yang memiliki waktu terlama untuk berinteraksi
dengan pasien dibandingkan dengan tenaga medis lainnya. Oleh karena itu,
perawat harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik terutama kepada
pasien. Tak hanya pada pasien, perawat juga harus bisa berkolaborasi dengan
paramedis yang lain agar dapat memerankan perannya sebagai juru rawat yang
baik, sehingga pasien merasa nyaman dan kebutuhan kesehatannya terpenuhi.
Perawat tidak akan mampu melaksanakan pelayanan keperawatan yang baik tanpa
kemampuan komunikasi yang memadai baik pada pasien maupun tenaga medis
lainnya.

Dan juga terkadang para perawat dan pasien sering berkomunikasi dengan
menggunakan bahasa daerah setempat, yaitu bahasa Dayak. Terkadang para
pasien yang berasal dari daerah atau kabupaten terdekat lebih sering
menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa sehari-harinya, dengan begitu pasien
akan lebih jelas dan mengerti apa yang harus dia sampaikan mengenai keadaanya.
Jika perawat tersebut juga bisa menggunakan bahasa daerah maka komunikasi
antar perawat dan pasien akan lebih jelas dan bisa di mengerti satu sama lain.
Untuk memahami masalah kesehatan yang sering ditemukan di Palangka
Raya, Kalimantan Tengah, perlu dibagi menjadi beberapa kelompok, antara lain
masalah perilaku kesehatan, lingkungan, genetik dan pelayanan kesehatan ibu dan
anak, masalah gizi dan penyakit-penyakit baik menular maupun tidak menular.
Masalah kesehatan tersebut dapat terjadi pada masyarakat secara umum atau
komunitas tertentu seperti kelompok rawan (bayi, balita dan ibu) kelompok lanjut
usia dan kelompok pekerja.
Para tenaga kesehatan di Palangka Raya juga sering mengadakan promosi
kesehatan yang bertujuan untuk menjaga permukiman agar tetap bersih dan jauh
dari sarang penyakit. Mengapa para tenaga kesehatan perlu mengedukasi
masyarakat agar menjaga permukimannya tetap bersih? Karena lingkungan
pemukiman secara khusus adalah rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar
bagi kehidupan manusia. Pertumbuhan penduduk yang tidak diikuti pertambahan
luas rumah cenderung menimbulkan masalah kepadatan populasi dan lingkungan
tempat tinggal yang menyebabkan berbagai penyakit serta masalah kesehatan.
Rumah sehat sebagai masyarakat berperilaku sehat memiliki kriteria yang sulit
dapat dipenuhi akibat kepadatan populasi yang tidak diimbangi ketersediaan lahan
perumahan.