Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Analisis situasi

Berdasarkan data dalam World Health Organization (WHO) angka


kejadian dysmenorrhea di dunia sangat besar yaitu lebih dari 50% wanita
usia produktif di setiap negara mengalami nyeri haid. Di Amerika serikat
angka persentasenya sekitar 90% dan 10-15% mengalami dysmenorrhea
berat yang mengakibatkan mereka tidak dapat melakukan aktivitas
apapun. Studi longitudinal dari Swedia melaporkan dysmenorrhea pada
72% wanita yang berusia kurang dari 19 tahun dan 67% wanita yang
berusia 24 tahun.
Sebuah penelitian di India menyatakan bahwa kesadaran wanita
terhadap dysmenorrhea sangat rendah, hanya sekitar 34,34% dari 99
responden mencari tempat pelayanan kesehatan untuk mengatasi
ketidaknyamanan dysmenorrhea (Jurnal Occupation and Environment
Medicine, 2008). Sedangkan di Indonesia angkanya mencapai 55%
perempuan yang mengalami nyeri selama menstruasi. Angka kejadian
(prevalensi) nyeri menstruasi berkisar 45 - 95% di kalangan wanita usia
produktif (Ruhi, 2014 dalam Santri 2016, hal. 3).

Kota Ungaran adalah ibu kota Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa


Tengah, Indonesia.Kota ini terletak tepat di sebelah selatan Kota
Semarang.Wilayah perkotaan Ungaran meliputikecamatan Ungaran
Barat dan Ungaran Timur. Sebagian wilayah Kota, merupakan daerah
padat penduduk yaitu di sekitar sepanjang jalan protokol Jalan Jenderal
Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Diponegoro, dan
Jalan Ahmad Yani.Adapun batas-batas wilayahnya adalah :

Sebelah Utara : Kec. Gunungpati

Sebelah Selatan : Kec. Klepu


Sebelah Timur : Kec. Kedungjati

Sebelah Barat : Kec. Limbangan dan Kec. Boja

Bagian timur wilayah kabupaten ini merupakan dataran tinggi dan


perbukitan.Sungai besar yang mengalir adalah Sungai Tuntang.Di bagian
barat wilayahnya berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung
Ungaran (2.050 meter) di perbatasan dengan Kabupaten Kendal,
serta Gunung Merbabu (3.141 meter) di barat daya.

Secara geografis wilayah Kecamatan Ungaran Timur terletak pada


ketinggian kurang lebih 294 meter di atas permukaan laut, dengan suhu
udara rata-rata 21 – 35 derajat celcius. Luas wilayahnya +3.799,1 hektar.
Penggunaan lahan tanah untuk lahan pertanian seluas 2.131,16 hektar
atau 56,09 % dari seluruh wilayah. Lahan pertanian paling luas terdapat
di Desa Kalongan seluas 649,52 hektar.Kecamatan Ungaran Timur terdiri
atas 10 desa/kelurahan yaitu Kalikayen, kalongan, Kawengen, Leyangan,
Mluweh, Sidomulyo, Beji, Gedanganak, Kalirejo dansusukan.

SARANA PELAYANAN KESEHATAN


Kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan
kualitas dan kesejahteraan masyarakat.Untuk mencapai status kesehatan
masyarakat yang setinggi – tingginya diperlukan sumber daya
kesehatan.Dimana sumber daya kesehatan tersebut meliputi tenaga
kesehatan, pembiayaan kesehatan dan sarana kesehatan. Di Ungaran
Timur terdapatenam Pusat Kesehatan Masyarakat yaitu 1 Rumah Sakit,
2 Puskesmas dan 3 Puskesmas Pembantu. Selain itu, tersedia juga sarana
pelayanan kesehatan swasta seperti dokter praktek dan bidan praktek
swasta (BPS).
KEADAAN WILAYAH
Batas-batas wilayah Ungaran Timur adalah :

Batas Sebelah Barat : Kecamatan Ungaran Barat

BatasSebelah Timur : Kabupaten Demak


Batas Sebelah Utara : Kota Semarang

Batas Sebelah Selatan : Kecamatan Bergas Kecamatan Pringapus

Jumlah penduduk di Wilayah Ungaran Timur pada tahun 2018


berdasarkan data Dispendukcapil Kabupaten Semarang tercatat
74,081jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga (KK)23,602. Komposisi
penduduk antara laki-laki dan perempuan cukup berimbang, dengan
jumlah penduduk perempuan (37,140jiwa) lebih banyak dibanding
penduduk laki-laki (36,941jiwa).

1.2. Permasalahan

1. Permasalahan yang ditemukan pada remaja putri di ungaran timur


antara lain :

a. Informasi tentang Disminore yang kurang, sehingga remaja


bersikap acuh tak acuh.
b. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai penanganan Disminore,
Sehingga sebagian remaja menyikapinya dengan cara membatasi
aktivitas.
2. a. Permasalahan terkait informasi Disminore yang kurang, akan
diselesaikan dengan pemberian informasi dalam bentuk PPT yang
akan dipresentasikan.
b. Permasalahan terkait kurangnya pengetahuan remaja mengenai
Disminore , akan diselesaikan dengan kegiatan Senam Yoga pada
Remaja untuk mengurangi Disminore