Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki potensi besar

menjadi poros maritim dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis

yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri

perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada bidang

maritim. Indonesia sebagai negara maritim dengan lautan terbesar (7,900,000 km 2)

dibanding daratan (1,904,569 km2) serta letak strategis Indonesia di daerah equator,

antara benua Asia dan Australia, antara dua samudera Pasifik dan samudera Hindia,

serta Negara-negara Asia Tenggara.

Dengan semua kelebihan tersebut, Indonesia di masa sekarang ini

mengembangkan potensi perdagangan bebas yang menjadi konsep ekonomi terbaik

dan konsep ini juga dianut oleh banyak negara di dunia. Perdagangan bebas menurut

Kootali (2008) dapat diartikan dengan penjualan produk antar negara tanpa pajak

ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya. Dengan diterapkannya

perdagangan bebas di Indonesia maka arus barang dari atau ke Indonesia diharapkan

akan meningkat tajam. Maka dari itu alur pelabuhan perlu di perdalam untuk proses

masuk keluarnya kapal dengan draft kapal yang besar, maka perlu di adakanya

pengerukan alur pelabuhan.

Kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis apa pun yang digerakkan

dengan tenaga mekanik, mesin, atau tunda, termasuk kendaraan berdaya dukun

dinamis, kendaraan di atas permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung
yang berpindah-pindah di permukaan air ( peraturan pemerintah nomor 17 Tahun

2008 ). Untuk menunjang kegiatan perkapalan di Pelabuhan Malundung Tarakan,

dalam kondisi seperti ini sarana dan prasarana bidang transportasi menjadi modal

utama.

Hal tersebut memacu adanya suatu peningkatan mutu pelayanan khususnya kepada

para pengguna jasa dalam bidang pelayaran agar kapal mampu keluar masuk

pelabuhan satu ke pelabuhan lain dengan baik. Pada saat ini seluruh perusahaan

pelayaran meningkatkan pelayanan usahanya terutama di bidang Keagenan Kapal

dalam pelayanan Clearance In dan Clearance Out Kapal.

Agen Umum adalah perusahaan angkutan laut nasional /penyelenggara kegiatan

angkutan laut khusus yang ditunjuk oleh perusahaan angkutan laut asing di luar negri

untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan kapalnya, baik

kapal milik dan kapal carter. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Perhubungan

Nomor PM 11 Tahun 2016 keagenan kapal adalah kegiatan usaha untuk mengurus

kepentingan kapal perusahaan angkutan laut asing dan/atau kapal perusahaan

angkutan laut nasional selama berada di Indonesia.

Pada kondisi saat ini PT. Bahtera Noah Kaltara Cabang Tarakan adalah sub Agen

yang di tunjuk oleh Ship Owner untuk kepentingan kepengurusan kapalnya. Sub agen

adalah perusahaan angkutan laut khusus yang ditunjuk oleh agen umum untuk

melayani kepentingan kapalnya di pelabuhan tertentu (Peraturan Menteri

Perhubungan nomor KM 21 tahun 2007).

Dalam menjalankan tugasnya, PT. Bahtera Noah Kaltara dituntut semaksimal

mungkin melakukan pelayanan keagenen yaitu Clearance In dan Clearance Out kapal.

Untuk itu pada saat ini saya sebagai penyusun laporan PKL ini ingin mengetahui lebih

jauh apakah dalam kenyataannya PT. Bahtera Noah Kaltara sudah melakukan
pelayanan Clearance In dan Clearance Out Kapal dengan maksimal di Pelabuhan

Malundung Tarakan.

B. Perumusan Masalah

1. Apa peran agen dalam pengurusan kapal asing oleh PT. Bahtera Noah Kaltara di

tengah maraknya penyebaran Virus Covid-19 di pelabuhan tarakan?

2. Bagaimana pencegahan penularan Virus Covid-19 di kapal?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui proses kapal masuk (Clearance In) dan kapal keluar (Clearance

Out) oleh PT. Bahtera Noah Kaltara di Pelabuhan Malundung Tarakan.

2. Untuk mengetahui pengurusan dokumen dan pengawasan kegiatan bongkar muat

di Pelabuhan Malundung Tarakan.

3. Untuk mengetahui pengawasan kesehatan crew kapal dan tindakan kesehatan di

tengah maraknya Covid-19.

4. Untuk mengetahui pengurusan seluruh perijinan dari insatansi terkait mulai dari

Tentara Angkatan Laut, Korps Kepolisian Perairan dan Udara Kepolisian Negara

Republik Indonesia (Polairut), Direktorat Jenderal Bae Cukai, PT. Pelabuhan

Indonesia IV Cabang Tarakan (Pelindo), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas

Pelabuhan Kelas III Cabang Tarakan, Kesehatan Pelabuhan, Distrik Navigasi, dan

Direktorat Jenderal Imigrasi.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang didapat dari penelitian ini, antara lain :

1. Bagi Penulis
a. Sebagai tolak ukur aplikasi ilmu yang didapat di bangku kuliah dengan

keadaan sebenarnya di lapangan.

b. Menambah wawasan pribadi mengenai ilmu keagenan kapal.

c. Menjadi modal utama untuk terjun di dunia kerja nantinya.

2. Bagi Instansi

a. Bagi Lembaga Pendidikan (Akademi Maritim Nusantara Cilacap)

Merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Progam Studi

Pengelolaan Pelabuhan Jenjang Diploma III di Akademi Maritim Nusantara

Cilacap dan sebagai tambahan ilmu pengetahuan yang dapat digunakan

sebagai tambahan referensi serta sebagai arsip Perpustakaan Akademi Maritim

Nusantara Cilacap.

b. Bagi Perusahaan PT. Bahtera Noah Kaltara Cabang Tarakan

1) Sebagai masukan dan saran dalam pengembangan kerja keagenan kapal.

2) Meningkatkan kwalitas dan citra perusahaan di masyarakat luas

c. Bagi Pembaca

1) Mampu memberi wawasan tentang keagenan kapal kepada pembaca

budiman.

2) Sebagai acuan pembaca budiman untuk penyempurnaan laporan

berikutnya.